Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 21, 2017

Info Pasar : Proyek Konstruksi Bendungan selama tahun 2017, 21 Januari 2017

Sembilan Bendungan Baru Bakal Dibangun di 2017

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) akan membangun sembilan bendungan baru di tahun 2017. Sembilan bendungan ini merupakan bagian dari program 65 bendungan yang bakal terbangun sepanjang 2014 hingga 2019 mendatang.

"Bendungan yang ground breaking tahun ini rencananya ada sembilan," katanya kepada detikFinance saat ditemui di NTB, seperti ditulis Jumat (20/1/2017).

Adapun kesembilan bendungan tersebut adalah Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Way Apu di Maluku, Bendungan Baliem di Papua, Bendungan Lausimeme di Sumatera Utara, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan, Bendungan Tigadihadjil di Sumatera Selatan, Bendungan Bener di Jawa Tengah, dan Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun demikian, ia mengaku belum bisa memastikan kapan masing-masing bendungan tersebut bakal dilakukan konstruksi, lantaran belum adanya pe…

Karakteristik Investasi Bodong

VIVA.co.id – Otoritas Jasa Keuangan mengungkap karateristik kegiatan investasi yang tidak bertanggung jawab, alias bodong. Tercatat, selama periode 2013 sampai dengan 2016 lalu, setidaknya 801 informasi dan pertanyaan dari masyarakat mengenai 484 entitas, atau perusahaan yang diduga melakukan investasi bodong.  Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Soetiono mengungkapkan, salah satu karateristik kegiatan investasi yang tidak bertanggung jawab adalah seperti menjanjikan keuntungan yang tidak wajar dalam waktu cepat. "Katakan sebulan empat persen. Kalau setahun itu bisa 48 persen. Harus waspada," kata Kusumaniangtuti dalam konferensi pers di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 20 Januari 2017. Selain itu, kegiatan investasi bodong juga menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru, atau member get member. Bahkan, terkadang memanfaatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, atau public figure untuk menarik minat berinvestasi. Di sam…

Info Pasar : Pemintaan Minyak 2017, 21 Januari 2017

OPEC Prediksi Permintaan Minyak 2017 Tumbuh 1,16 Juta Barel

Bisnis.com, JAKARTA--Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC/Organization of the Petroleum Exporting Countries) memprediksi permintaan minyak global pada 2017 tumbuh 1,16 juta barel per hari (bph).

OPEC dalam laporan Monthly Oil Market Report Januari 2017 memaparkan, rerata produksi minyak non-OPEC pada 2016 sebesar 57,14 juta bph, turun 710.000 bph dari tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan suplai yang lebih besar masih terjadi di Norwegia, Rusia, dan AS pada kuartal IV.

Pada 2017, tingkat pasokan non OPEC tumbuh 120.000 bph menjadi 57,26 juta bph. Peningkatan suplai terutama didorong oleh Rusia, Kazakhstan, China, Kongo, dan Norwegia.

"Pasar menyesuaikan dengan rencana pemangkasan produksi pada semester pertama 2017," papar laporan yang dikutip Bisnis.com, Jumat (20/1/2017).

Sebelumnya pada rapat 30 November 2016, anggota OPEC sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) menj…

Info Pasar : Minyak WTI, 21 Januari 2017

HARGA MINYAK: WTI Ditutup Menguat 2%

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah ditutup menguat setelah Arab Saudi mengatakan OPEC dan negara-negara lainnya sedang dalam upaya untuk mencapai pengurangan produksi yang dijanjikan.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari ditutup menguat 2% atau US$1,05 ke posisi US$52,42 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Maret naik US$1,33 atau 2,5% ke US$55,49 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Seperti dilansir Bloomberg, Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih, mengatakan kepada televisi Al Arabiya bahwa Saudi telah memangkas produksi hingga 1,5 juta barel per hari sepanjang bulan ini.

Sementara itu, perwakilan dari OPEC dan beberapa produsen minyak utama lainnya akan mulai tiba di Wina untuk pertemuan pertama mereka untuk memantau kesepakatan pemangkasan produksi.

"Ada harapan bahwa sesuatu yang positif akan keluar dari pertemuan akhir pekan in…

Info Emiten : ASSA, 21 Januari 2017

ASSA anggarkan capex Rp 1 triliun di 2017

JAKARTA. PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menganggarkan besaran belanja modal alias capital expenditure (capex) sama dengan tahun lalu sekitar Rp 900 miliar-Rp 1 triliun. Dana capex sebagian besar akan digunakan untuk pembelian armada baru.

Direktur Utama ASSA Prodjo Sunaryanto mengatakan, tahun ini perusahaannya akan meremajakan armada sebanyak 3.000 unit mobil tahun ini. Selain itu perusahaan bisnis transportasi ini akan menambah armada sebesar 2.000 unit, sehingga total pembelian armada perusahaan tahun ini mencapai 5.000 unit.

Sehingga total armada ASSA diharapkan mencapai 21.000 unit hingga akhir tahun, dari tahun 2016 sebanyak 19.000 unit. "Mobil yang diremajakan akan kita lelang, sehingga jumlah mobil yang akan dilelang pada tahun ini bertambah jadi 9.000 unit dari 6.000 unit," katanya, Jumat (20/1).

Dana capex akan bersumber dari pinjaman. Sebagai informasi, pada pertengahan tahun lalu ASSA mendapat fasilitas perjanjian kredit…