Berita Saham WOMF | 17 November 2017

Perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) akan kembali menerbitkan obligasi. Surat utang ini merupakan bagian dari rangkaian penawaran umum berkelanjutan (PUB) II WOMF.

Dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/11), perusahaan yang dikenal juga dengan nama WOM Finance ini akan menerbitkan PUB II Tahap III Tahun 2017. Obligasi ini memiliki jumlah pokok maksimum Rp 1 triliun.

Surat utang kedua yang diterbitkan WOMF tahun ini terbagi ke dalam dua seri, yaitu Seri A dan Seri B. Jumlah yang ditawarkan dalam Obligasi Seri A ialah sebesar Rp 529 miliar dengan kupon sebesar 7,15% dan jangka waktu selama 370 hari. Sementara itu, obligasi Seri B WOMF memiliki jumlah pokok obligasi sebesar Rp 210 miliar dengan kupon sebesar 8,45% dan jangka waktu selama tiga tahun.

Sisa dana dari penerbitan obligasi ini, yaitu sebesar RP 270 miliar, akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Kelak, dana yang didapat dari penerbitan obligasi ini akan digunakan perusahaan untuk modal kerja pembiayaan.

Masa penawaran awal surat utang ini telah berlangsung pada 26 Oktober sampai 9 November 2017 lalu. WOMF memperkirakan masa penawaran umum berlangung pada 29-30 November 2017 dan tanggal penjahatan jatuh pada tanggal 4 Desember 2017. Sementara tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bisa dilakukan pada tanggal 7 Desember 2017.

Adapun WOMF telah mendapatkan peringkat AA- idn dari lembaga pemeringkat utang internasional, Fitch Ratings, pada 14 November 2017 lalu. Mereka pun telah menunjuk PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas, dan PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan bertindah sebagai wali amanat penerbitan obligasi ini.

KONTAN

Berita Saham EXCL | 17 November 2017

PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengatakan bahwa untuk melunasi utang jatuh tempo hingga akhir tahun, perusahaan tersebut akan mengandalkan kas internal. Hal ini karena utang jatuh tempo EXCL hingga akhir tahun belum terlalu signifikan.

"Utang yang jatuh tempo hingga akhir cuma Rp 150 miliar, jadi masih akan memakai internal cashflow," kata General Manager Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih kepada KONTAN, Jumat (17/11). Meski demikian, tahun depan EXCL musti menanggung utang jatuh tempo yang cukup besar.

Mengutip laporan keuangan EXCL per September 2017, disebutkan bahwa utang jatuh tempo EXCL yang kurang dari 1 tahun berjumlah Rp 3,36 triliun, sementara utang dengan jatuh tempo antara 1 tahun sampai 2 tahun Rp 4,45 triliun. EXCL juga menyisakan utang dengan jatuh tempo lebih dari 2 tahun sebanyak Rp 5,56 triliun.

EXCL sebenarnya masih memiliki cadangan yang berasal dari sukuk yang belum diterbitkan sebesar Rp 1,32 triliun yang bakal jatuh tempo di akhir tahun ini, namun PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih belum memutuskan untuk menerbitkan sukuk dalam waktu dekat.

KONTAN

Berita Saham ATIC | 17 November 2017

PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) membukukan penjualan sebesar Rp 3,14 triliun per September 2017. Besar penjualan ini meningkat 11,09% year on year (yoy). Di periode sama tahun 2016, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi ini mencatat penjualan sebesar Rp 2,83 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan ATIC yang berakhir pada periode 30 September 2017, perusahaan ini mencatat peningkatan penjualan dari bisnis produk dan jasa. Penjualan produk meningkat 3,92% yoy menjadi Rp 2,44 triliun. Besar penjualan dari bisnis jasa meningkat signifikan 67,40% yoy menjadi Rp 349,26 miliar.

Sementara itu, bisnis sewa masih merosot. Turun 13,64% yoy, bisnis sewa menyumbang Rp 6,89 miliar terhadap penjualan ATIC. Bisnis lain-lain, menyumbang Rp 297,83 miliar, naik 27,47% yoy.

Seiringan dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan juga mengalami peningkatan. Per September 2016, tercatat beban pokok penjualan sebesar Rp 2,41 triliun. hingga kuartal III-2017 ini, jumlah beban pokok penjualan naik menjadi Rp 2,66 triliun. Beban usaha juga tercatat naik 6,44% yoy menjadi Rp 358,14 miliar.

Meski demikian, ATIC mampu mencatat laba sebesar Rp 13,35 miliar, meningkat 30,35% yoy. Pada periode ama tahun 2016, ATIC membukukan laba sebesar Rp 10,24 miliar.

Ditelisik lagi, ATIC per September 2017 berhasil mengumpulkan laba penjualan investasi sebesar Rp 1,47 miliar. Belum lagi, pada rincian laba penjualan aset tetap terjadi peningkatan 964.06% yoy menjadi Rp 262,31 juta.

Di laporan keuangan periode yang sama, tercatat liabilitas perusahaan sebesar Rp 2,23 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp 759,01 miliar. Dus, aset perusahaan tercatat sebesar Rp 2,99 triliun.

KOntan

Analisa Saham Sektor Ritel | 17 November 2017

Sektor ritel masih menghadapi sejumlah tantangan yang cukup berat. Tapi tahun depan, kondisi sektor ritel diprediksi bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun ini. Misalnya saja seperti sentimen tahun politik, yang diharapkan uang beredar di masyarakat semakin banyak.

Bukan cuma itu, prediksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) lebih tinggi. Pemerintah menargetkan, tahun depan angka PDB bisa menyentuh angka 5,4%. Peningkatan target PDB ini pun diharapkan bisa turut mengerek kinerja perusahaan.

BACA JUGA:
Bisnis ritel masih single digit tahun depan.
Di tengah tantangan, emiten ritel ini unggul
Salah satunya dari sektor ritel. "Artinya akan ada peningkatan stimulus daya beli masyarakat juga ke depan," kata Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Parama Sekuritas kepada KONTAN, Kamis (16/11).

Selain itu, pemerintah juga diharapkan bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif menjelang tahun politik 2018. Faktor keamanan menjadi salah satu faktor makroekonomi domestik yang bisa mempengaruhi kinerja emiten pada tahun mendatang.

Upaya pemerintah dalam hal pemberatasan kemiskinan juga penting sehingga bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Perusahaan juga dituntut untuk ekspansi bisnis yang tepat. "Efisiensi bisnis agar dapat memaksimalkan kinerja perusahaan," lanjutnya.

Nafan menilai, dari sisi price earning ratio (PER), saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) memiliki PER di bawah 15 kali sehingga harga sahamnya masih terdiskon.

LPPF memiliki PER 14,96 kali dan RALS 13,25 kali. "Adapun emiten yang paling prospektif ke depannya adalah LPPF," lanjutnya.

Nafan merekomendasikan akumulasi beli LPPF dengan target harga bertahap pada level Rp 11.175 dan Rp 13.900. Selain itu, dia juga merekomendasikan buy ACES dengan target harga secara bertahap pada level Rp 1.280 dan Rp 1.315.

"PER ACES 30,94 kali dan jika dilihat dengan PBV-nya sebesar 6,36 kali. Berarti masih ada prospek yang bagus ke depannya," katanya.

KONTAN

Berita Saham TLKM | 17 November 2017

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) baru saja mengakuisisi PT Bosnet Distribution Indonesia pada tanggal 13 November yang lalu melalui PT Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma). Dengan akuisisi ini, TLKM menjadi pemegang saham mayoritas Bosnet.

"Kepemilikan Telkom Sigma atas Bosnet adalah sebesar 60%," kata David Bangun, Direktur Digital and Strategic Portfolio kepada KONTAN, Jumat (17/11). Meski demikian, David belum secara detail menyebutkan nilai akuisisi perusahaan ini.

Aksi korporasi ini diharapkan dapat memperkuat portofolio Telkom Sigma, khususnya penguatan ekosistem bisnis e-logistic dan e-commerce Telkom Grup dan memperkuat sinergi Telkom dalam bisnis logistik.

Asal tahu saja, beberapa waktu yang lalu TLKM dikabarkan telah mempersiapkan akuisisi terhadap tiga perusahaan. Sumber KONTAN yang mengetahui rencana ini mengatakan, ada tiga perusahaan yang bakal diakuisisi TLKM. Ketiganya merupakan perusahaan asing, yang berasal dari Malaysia dan salah satunya merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Singapura.

Meski demikian, belum disebutkan siapa saja nama perusahaan tersebut. Namun, jika ditotal nilai pasar ketiga perusahaan itu di atas Rp 10 triliun. TLKM akan menyiapkan pendanaan minimal Rp 5 triliun untuk memiliki sebagian saham perusahaan ini.

Kontan

Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 17 November 2017

Market Review 17 November 2017
(Investment Information Team,  Mirae Asset Sekuritas Indonesia)

Menutup perdagangan akhir pekan ini, IHSG menguat 13 poin (+0.22%) ke level 6,051.732. Tercatat 153 saham menguat dan 168 saham melemah. Sektor-sektor ditutup variatif dipimpin penguatan sektor finance (+1.49%) dan pelemahan sektor consumer (-1.16%). Investor asing mencatatkan transaksi net sell sejumlah Rp1.06 triliun di seluruh Pasar hari ini. US Dollar melemah 33 poin (-0.24%) terhadap Rupiah, sehingga Rupiah menguat ke level Rp13,506 terhadap US Dollar di akhir perdagangan.

Suspensi Saham Hari Ini
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan saham KONI di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.

Advance Stocks:

- BBNI: Harga saham BBNI ditutup menguat Rp300 (+3.80%) ke level Rp8.175 pada perdagangan hari ini. Hingga Oktober 2017, bisnis BNI di divisi internasional mencatat pendapatan sebelum pajak sebesar Rp2,5 triliun. Pendapatan itu diharapkan tetap tumbuh 30 persen tiap tahun hingga 2020. Selain pendapatan, aset kantor cabang BNI di luar negeri juga tumbuh 65 persen pada kuartal III-2017, atau sebesar USD4,9 miliar. Jumlah itu naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar USD2,7 miliar.

- JSMR: Di akhir perdagangan hari ini, harga saham JSMR ditutup menguat Rp150 (+2.32%) ke level Rp6.600. JSMR serius membidik dua ruas tol Trans Jawa milik WSKT yang akan dijual. Perseroan berniat memperbesar kepemilikannya agar dapat menjadi operator pada ruas tol di Trans Jawa. Dua ruas tol milik Waskita yang ingin diakuisisi Jasa Marga adalah Kanci-Pejagan dan Pejagan Pemalang. Jasa Marga tidak tertarik menguasai ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Perseroan akan konsen menjadi operator di tol Trans Jawa.

- SSIA: Menguat pertama kalinya sejak 6 November lalu, harga saham SSIA ditutup naik Rp5 (+0.90%) ke level Rp560 hari ini. SSIA telah melunasi Obligasi I Tahun 2012 dengan tingkat bunga tetap seri B pada 6 November 2017 lalu. Jumlah pelunasan obligasi sebesar Rp550 miliar. Perseroan menyelesaikan pelunasan obligasi tersebut dari pinjaman bank sehingga seluruh kewajiban kepada pemegang obligasi telah dilaksanakan.

- BATA: Pada penutupan perdagangan hari ini,  harga saham BATA menguat Rp5 (+0.88%) ke level Rp570. Tahun 2018, BATA berencana akan membangun 20 gerai baru.. Tidak hanya di Pulau Jawa saja, tetapi juga di luar Pulau Jawa. Saat ini, Sepatu Bata sudah memiliki 520 gerai dengan tambahan 26 gerai baru di tahun ini. Kalau sesuai target sampai akhir tahun perusahaan ini bisa menambah 4 gerai lagi. Yang jelas, ekspansi ini dilakukan untuk memperluas rencana perluasan pasar domestik

Decline Stocks:

- MAPI: Harga saham MAPI ditutup melemah Rp75 (-1.14%) ke level Rp6.450 hari ini. MAPI telah melaksanakan pembayaran bunga ke-15 Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 seri B sejumlah Rp8.050.000.000. Obligasi Berkelanjutan I MAPI Tahap II Tahun 2014 Seri B memiliki nilai nominal Rp280.000.000.000 dengan tingkat bunga 11,5% per tahun.

- MINA: Di akhir perdagangan hari ini, harga saham MINA ditutup melemah Rp50 (-2.32%) ke level Rp2.100. MINA meraih pendapatan sebesar Rp7,96 miliar hingga periode 30 September 2017 hampir flat dibandingkan pendapatan Rp7.95 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laba bruto tercatat turun dari Rp5,78 miliar sebelumnya menjadi Rp5,17 miliar. Meskipun demikian, perseroan mencatatkan laba neto tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp171,95 juta dari rugi sebesar Rp153,34 juta pada tahun sebelumnya.

Berita Saham MAPI | 17 November 2017

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melaksanakan pembayaran bunga ke-15 Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 seri B sejumlah Rp8.050.000.000.

Johannes Ridwan, Direktur Perseroan dalam keterangan tertulisnya Jumat menyebutkan bahwa pembayaran bunga tersebut dilaksanakan pada Jumat ini yang disalurkanke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Seperti diketahui bahwa Obligasi Berkelanjutan I MAPI Tahap II Tahun 2014 Seri B memiliki nilai nominal Rp280.000.000.000 dengan tingkat bunga 11,5% per tahun. (end)

IQPLUS

Berita Saham KIJA | 17 November 2017

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berniat menerbitkan obligasi melalui anak usahanya Jababeka International B.V yang terletak di Belanda.

Menurut keterangan perseroan Jumat, nilai penerbitan obligasi sebesar US$110.850.000 atau setara dengan Rp1.476.411.150.000 dimana obligasi ini dijamin dengan jaminan perseroan dan entitas anak senilai US$110.850.000.

Adapun tujuan dari penerbitan obligasi ini guna melunasi jumlah utang obligasi 2019 dan kewajiban utang perseroan lainnya.

Bunga obligasi sebesar 6,50% per tahun dimana jatuh tempo pembayaran setiap 6 bulan atau jangka waktu lain yang disepakati para pihak. (end)

IQPLUS

Berita Saham MINA | 17 November 2017

PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) meraih pendapatan sebesar Rp7,96 miliar hingga periode 30 September 2017 hampir flat dibandingkan pendapatan Rp7.95 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp2,78 miliar dari Rp2,17 miliar membuat laba bruto turun menjadi Rp5,17 miliar dibandingkan laba bruto Rp5,78 miliar tahun sebelumnya.

Rugi usaha naik menjadi Rp730,28 juta dari rugi usaha Rp242,56 juta tahun sebelumnya dan rugi sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp757,61 juta dari rugi sebelum pajak penghasilan Rp286,82 juta tahun sebelumnya.

Namun perseroan mencatat manfaat pajak sebesar Rp929,57 juta dimana tidak tercatat manfaat atau beban pajak di tahun sebelumnya yang membuat laba neto tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp171,95 juta dari rugi Rp153,34 juta hingga September tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan mencapai Rp125,30 miliar hingga 30 September 2017 naik dibandingkan jumlah aset Rp117,11 miliar hingga 31 Desember 2016. (end)

IQPLUS

Berita Saham BDMN | 17 November 2017

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mengumumkan 5 peraih Danamon Entrepreneur Awards (DEA) 2017, satu inisiatif Danamon dalam memberikan apresiasi atas prestasi wirausahawan Indonesia. DEA 2017 diikuti oleh 607 aplikasi, menghasilkan 5 peraih yang terbagi dalam kategori Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Social Entrepreneur, serta fintech. Para peraih akan menerima penghargaan di acara penganugerahaan DEA 2017 tanggal 6 Desember 2017. Selain itu akan diumumkan juga peraih favorit pilihan masyarakat yang ditetapkan berdasarkan hasil voting.

Mereka yang dinobatkan sebagai peraih DEA 2017 adalah Nike Lidiyastuti Aritovani dari Ambon dengan usaha Abon Cakalang untuk kategori Best Small Entrepreneur serta Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy dari Bandung dengan usaha E-Fishery untuk kategori Best Medium Entrepreneur. Untuk kategori Social Entrepreneur, Dewan Juri memilih Irma Suryati dari Kebumen dengan usaha kerajinan keset dari kain perca yang memberdayakan kaum difabel.

Untuk kategori Best Fintech, Adrian Gunadi selaku perwakilan dari PT Investree Radhika Jaya menjadi pilihan Dewan Juri. Sementara Marshall Pribadi selaku perwakilan PT Privy Identitas Digital menjadi peraih untuk kategori Most Promising Fintech.

.Kami ucapkan selamat kepada para peraih tahun ini. Mereka telah menunjukkan bagaimana kekuatan segmen UKM dalam menciptakan dampak positif terhadap perekonomian, kesejahteraan masyarakat sekitar, serta budaya inovasi. Harapan kami, ajang Danamon Entrepreneur Awards yang berfokus pada segmen UKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia dapat menggugah semangat sekaligus menginspirasi kewirausahaan di tanah air,. kata Gunawan Te, Small Medium Entreprise Business Head Danamon. (end)

IQPLUS

Berita Saham BEKS | 17 November 2017

PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten) setelah memperluas jaringan dengan membuka kantor cabang Palima di Kota Serang, kembali buka jaringan Kantor Cabang (KC) di Kota Tangerang Selatan, Kamis (16/11).

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa pada peresmian KC Bank Banten di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan pembukaan KC tersebut adalah komitmen manajemen yang ingin terus meningkatkan layanan perbankan bagi para nasabah.

Fahmi Bagus Mahesa didampingi Direksi Bank Banten dan Komisaris Agus Erhan mengatakan Bank Banten selalu mengupayakan layanan terbaik kepada nasabah serta seluruh stakeholders, salah satunya dengan meningkatkan jumlah dan kualitas dari jaringan dan layanan.

"KC Tangerang Selatan ini merupakan relokasi cabang sehingga kini lebih strategis, dekat dengan Balaikota Tangerang Selatan, serta representatif dan memudahkan kebutuhan transaksi, produk, dan layanan keuangan perbankan bagi masyarakat di wilayah Tangerang Selatan. Hingga Oktober 2017, Bank Banten tercatat memiliki 65 jaringan kantor dan layanan di seluruh Indonesia," kata Fahmi menjelaskan.

Kantor Cabang Tangerang Selatan adalah salah satu Sentra UMKM Bank Banten yang menjadi pilot project tempat dikembangkannya produk UMKM Bank Banten yaitu Kredit Usaha Bangun Banten yang telah diluncurkan pada bulan Oktober silam.

Ia mengatakan dengan keberadaan KC Tangerang Selatan, maka komitmen untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Banten terhadap industri UMKM di wilayah Banten dapat terealisasi.

Peran Bank Banten berupa pemberian kredit usaha kepada pengusaha UMKM untuk membiayai kebutuhan modal kerja dan investasi, serta membimbing para pelaku UMKM dalam sektor finansial untuk meningkatkan kualitas usaha, kata Fahmi.(end)

IQPLUS

Berita Saham WIKA | 17 November 2017

PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) hari ini menandatangani perjanjian kredit sindikasi senilai Rp 894 miliar dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama WSP Entus Asnawi M, Direktur WSP Jaka Suprihana, dengan Bank Mandiri yang diwakili oleh Dikdik Yustandi selaku Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri dan Laksmi Wulandari selaku Vice President Agency & Trustee Bank Mandiri, serta dari BNI diwakili oleh A.A.G. Agung Dharmawan selaku Executive Vice President BNI dan Betty N. Alwi selaku Pemimpin Unit Sindikasi BNI serta.

Selain selaku Kreditur, dalam transaksi ini, Bank Mandiri dan BNI juga bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB). Turut hadir menyaksikan, Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo, Direksi WIKA Chandra Dwiputra dan Novel Arsyad yang sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama WSP, serta Prakosa Hadi Takariyanto selaku Komisaris WSP.

Ketentuan yang termasuk di dalam Perjanjian Kredit tersebut diantaranya :
1. Jangka waktu kredit yang diberikan selama 2 tahun sejak penandatangan Perjanjian Kredit,
2. Kredit Dana Talangan Tanah tersebut mendapat penjaminan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII),
3. Pengembalian atas kredit tersebut dianggarkan oleh Pemerintah melalui Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (BLU LMAN) WSP selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memiliki kewajiban membangun dan mengoperasikan jalan tol ruas Serang - Panimbang sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk menunjang pertumbuhan ekonomi wilayah Banten yang akan ditunjang pula oleh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung.

"WIKA Serang Panimbang melibatkan partisipasi Bank Mandiri dan BNI sebagai bank BUMN besar yang telah memiliki kemampuan dan reputasi baik dalam menunjang programprogram Pemerintah untuk menyukseskan pendanaan talangan pembebasan tanah yang termasuk dalam tahap awal dari proses pembangunan jalan tol ini.", ujar Entus Asnawi, Direktur Utama WSP.

"Sesuai dengan penetapan lokasi Gubernur Banten, Jalan tol ruas Serang - Panimbang yang akan dibangun sepanjang 83,7 kilometer memerlukan luas lahan kurang lebih 785 hektar. Diharapkan proses pembebasan lahan akan selesai di pertengahan tahun 2018." pungkas Entus. (end/as)

IQPLUS

Analisa Pembukaan Pasar Saham Indonesia | 17 November 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (Nov 17, 2017)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Darmawan Halim (darmawan.halim@miraeasset.co.id)
DPR di AS telah menyetujui rencana reformasi pajak, dan sekarang berada di tangan Senat, yang akan memulai pemungutan suara awal hari ini namun hasilnya baru akan diketahui setelah liburan Thanksgiving. Pemungutan suara di Senat akan lebih ketat untuk dimenangkan mengingat Partai Republik hanya memiliki keunggulan suara yang sedikit. Sementara itu, seperti yang diperkirakan, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,25%, dan merevisi proyeksi pertumbuhan PDB menjadi 5,1%, sejalan dengan perkiraan kami. BI juga memperkirakan pertumbuhan kredit perbankain tahun ini akan lemah dan hanya mencapai 8%, meski NPL telah membaik.

Market Indicator
JCI: 6,037.91 (+1.09%)
EIDO: 26.93 (+1.81%)
DJIA: 23,458.36 (+0.80%)
FTSE100: 7,386.94 (+0.19%)
USD/IDR: 13,539 (+0.03%)
10yr GB yield: 6.67% (Unchanged)
Oil Price: 55.14 (-0.34%)
Foreign net purchase: -IDR698.8bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: BBNI, GGRM, BBTN, HMSP, MEDC
TOP SELL: BMRI, BBRI, TLKM, ADRO, INDF

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
TLKM, BMRI, BBCA, BBRI, GGRM

Technical insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG: Daily, 6,037.91(+1.1%),test resistance at 6,059, trading range hari ini  6,025 – 6,059.  Potensi kenaikkan lebih lanjut masih terlihat.  Hal ini mengingat indikator MFI optimized,RSI optimized, Stochastic %D masih cenderung naik. Sementara itu pada indikator Bollinger Band optimized harga akan menguji BBTop. Pada pergerakkan weekly Indikator MFI optimized naik terbatas , indikator W%R optimized relatif flat dan indikator Stochastic%D optimized terlihat masih bergerak turun, dan harga pada Bollinger Band optimized akan menguji  coba bertahan sekitar BBTop.
*BMRI: Daily, 6,975 (+0.4%), trading buy, trading range 6,975 – 7,050. Indikator MFI indikator, RSI optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik Pada pergerakkan daily harga saat ini naik ke level +1.8 % , normal kenaikkan sekitar +0.89 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly harga naik ke level +0.7%, normal kenaikkan sekitar +0.7 %. Dengan demikian potensi kenaikkan masih terlihat..
*JSMR: Daily, 6,450 (+0.4%), trading buy, trading range 6,350 – 6,525. Indikator MFI optimized, indikator RSI  optimized dan  indikator Stochastic%D cenderung naik. Lebih lanjut potensi kenaikkan normal harga pada pergerakkan daily sekitar +1.25%, saat ini di level +0.4 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly kenaikkan normal sekitar +2.89% saat ini harga terkoreksi ke -0.8%. Dengan demikian potensi kenaikkan masih terlihat.
*WSKT: Daily, 2,150 (+0.5%), trading buy, trading range 2,120 – 3,190. Indikator MFI optimized,indikator W%R optimized berada di support trend line dengan kecenderungan menguat. Demikian juga halnya dengan harga pada indikator Bollinger Band. Jika dilihat lebih lanjut kenaikkan normal pada pergerakkan daily sekitar +1.87 %, saat ini di level +0.5 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly kenaikkan normal sekitar +2.84 % saat ini di level -1.4%. Dengan demikan potensi koreksi sudah terbatas.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)

*Klaim pengangguran awal naik 10.000 menjadi 249.000, level tertinggi 6 minggu
*Klaim pengangguran empat minggu rata-rata naik 6.500 menjadi 237.750
*klaim pengangguran lanjutan turun menjadi 1,86 juta, terendah sejak Desember 1973
*Harga impor A.S. naik 0,2% di bulan Oktober
*Harga impor A.S. dikurangi bahan bakar juga naik 0,2% di bulan Oktober
*Impor kenaikan harga selama 12 bulan terakhir melambat menjadi 2,5%
*Keuntungan Harga impor inti selama tahun lalu mencapai level tertinggi 5 tahun sebesar 1,4%

*CMPP +2.7%. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati perkembangan pola transaksi saham PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) karena telah terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham yang diluar kebiasaan (UMA).
*HOME +14%.  PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) berencana menjajaki kerjasama dengan salah satu perusahaan milik Sinar Mas Group untuk mengembangkan lahan seluas 26 hektar (ha) di wilayah Batam.
*KREN +1.8%. PT Kresna Asset Management (KAM) anak usaha dari PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) menjalin kerjasama dengan startup teknologi finansial yakni Supermarketreksadana.com (SMARD).
*WIKA -0.5%. PT Wika Serang Panimbang, perusahaan milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., memperoleh pinjaman sindikasi untuk dana talangan tanah senilai Rp894 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
*TPIA -0.8%. Pefindo telah menaikan peringkat untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan Obligasi I Tahun 2016 menjadi idAA- dari idA+.
*BFIN -0.7%. Pembiayaan alat berat BFI Finance melompat.
*ISAT -0.9%. Data jadi penopang pendapatan Indosat.

Daily write up
[Trend Focus] Panca Budi Idaman: Leader in plastic packaging by Nur Marini (marini@miraeasset.co.id)

- Panca Budi Idaman didirikan pada tahun 1979 oleh Djonny Taslim. Perusahaan bergerak di bidang produksi barang plastik kemasan yang terintegrasi dengan kegiatan distribusi dan  memiliki pangsa pasar 46,5% dalam industri kemasan plastik di Jabodetabek.

- Merek pertama yang dijual oleh perusahaan adalah Pluit dan terus berkembang ke merek-merek lain, seperti: Tomat, Bangkuang, Jeruk, Cabe, 222, 007, Wayang, Gapura. Merek Tomat dan Wayang diidentifikasi sebagai merek PE dan PP terbaik di Jakarta masing-masing menguasai market sebesar 64% dan 58,8%.

- Panca Budi melakukan penawaran 738 juta saham dengan nilai nominal IDR100 per saham (33% dari modal saham yang diperbesar). Harga yang ditawarkan berkisar antara IDR810-IDR1.160 per saham

Sector update
Coal: Excessive panic by Andy Wibowo Gunawan (andy.wibowo@miraeasset.co.id)
- ESDM’s review of PPAs is only for IPP players that have yet to start the power plant construction stage and are located in Java. ESDM is aiming for the price of electricity from IPPs to be, at a maximum, 85% of production costs in that area. We think this is one of PLN’s cost-management strategies amid high global coal prices.
- For ADRO, we see no impact on earnings in the medium term given that its Batang project power plant is already in the construction stage. For PTBA, we also see no impact, as the majority of its planned thermal power plant projects are located in Sumatra. Meanwhile, we also believe that there is no impact to ITMG given its difficulty penetrate the IPP business as ITMG has lower coal of reserves, compared to ADRO and PTBA.
- According to sxcoal.com, China will replace coal with natural gas in six urban areas this winter, as the last of four new heating and power centers is expected to go into operation soon. The operation of these four centers could reduce China’s coal consumption by 9.2mn tonnes. However, we think this amount is of limited significance, considering that in 2016, China’s coal consumption amounted 1.9bn tonnes of oil equivalent.
- We still maintain our Overweight call on the coal sector. We maintain our current target prices for the coal companies under our coverage: ADRO (TP: IDR2,425), ITMG (TP: IDR24,300), and PTBA (TP: IDR16,100). Short-term downside risks to the coal sector are a decline in global coal prices and changes in government regulations.
(See more at: https://goo.gl/VdPbfv)

<Market Headlines>

BI proyeksikan ekonomi tahun 2017 tumbuh 5.1% (Kontan)
BI memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5.1% di tahun ini. Angka itu sedikit di bawah proyeksi BI sebelumnya yang sebesar 5.14%.

WIKA kantongi pinjaman bank IDR894bn (Kontan)
WIKA memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia. Nilai pinjaman sindikasi ini mencapai IDR894bn.

Mandiri dan BNI memberikan pinjaman kepada anak usaha Wika sebesar IDR894 miliar
Anak perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yaitu PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) mendapat fasilitas pinjaman sebesar IDR894 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

WIKA raih IDR894bn (Bisnis Indonesia)
BMRI dan BBTN mengucurkan kredit sindikasi IDR894bn untuk dana talangan pembebasan lahan jalan tol Serang-Panimbang yang digarap anak usaha WIKA.

Nindya Karya siap IPO tahun depan (Bisnis Indonesia)
Perseroan sudah mencoba melakukan tes pasar dengan menerbitkan MTN senilai IDR300bn dengan tenor 3 tahun dan kupon 10.35% pada tahun ini.

Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas | 17 November 2017


Prediksi IHSG :
• Meski pada perdagangan kemarin IHSG menguat, namun penguatan diperkirakan tidak akan berlanjut pada hari ini, Minimnya katalis positif ke pasar menjadi faktor lemahnya dukungan atas indeks.

Perspektif tenikal
Support Level : 5997/5956/5927
Resistance Level : 6067/6095/6136
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down

TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading
Perspektif tenikal :

BBRI: Trading Buy
• Close 3210, TP 3340
• Boleh buy di level 3160-3210
• Resistance di 3340 & support di 3160
• Waspadai jika tembus di 3160
• Batasi resiko di 3130

BMRI: Trading Buy
• Close 7100, TP 7375
• Boleh buy di level  6975-7100
• Resistance di 7375 & support di 6975
• Waspadai jika tembus di 6975
• Batasi resiko di 6900

TLKM : Trading Buy
• Close 4200, TP 4320
• Boleh buy di level  4160-4200
• Resistance di 4320 & support di 4160
• Waspadai jika tembus di 4160
• Batasi resiko di 4140

ITMG:  Trading Buy
• Close 20450, TP 20825
• Boleh buy di level  20200-20450
• Resistance di 20825 & support di 19950
• Waspadai jika tembus di 20200
• Batasi resiko di 20100

MEDC:  Trading Buy
• Close 855, TP 900
• Boleh buy di level  810-855
• Resistance di 900 & support di 810
• Waspadai jika tembus di 810
• Batasi resiko di 790

AKRA:  Trading Buy
• Close 7025, TP 7175
• Boleh buy di level  6900-7025
• Resistance di 7175 & support di 6900
• Waspadai jika tembus di 6900
• Batasi resiko di 6850

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
MEDC, SMGR, KLBF, UNVR, ADHI.

(Disclaimer ON)

Rekomendasi Saham IPOT | 17 November 2017

IHSG (5.995–6.080) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.080 kemudian 6.110 dengan support di 5.995 dan 5.960.

BMRI (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.225 kemudian 7.350 dengan support di 6.975, cut loss jika break 6.850.

LSIP (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.470 dengan resist di 1.495 kemudian 1.510.

ASII (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.325 kemudian 8.400 dengan support di 8.175, cut loss jika break 8.100.

IPOT CHART ANALYSIS

Analisa Saham LINK | 17 November 2017

Analisa Saham LINK

Ciptadana on Link Net (LINK) 11/2/2017

Steady Q3 maintains 2-digit topline/earnings growth

- Pendapatan Link Net (LINK) 3Q17 naik lebih tinggi menjadi Rp855 miliar dengan QoQ 1,6%, disertai kenaikan GP sebesar 0,5% QoQ. Biaya keuangan yang lebih tinggi berujung Laba bersih ke wilayah negatif -1,6% untuk kuartal tersebut

- Tulang punggung yang baru mungkin tidak hanya menggerakkan penambahan pelanggan tapi juga efisiensi interkoneksi jaringan Java antara kubu Jakarta, Bandung & Surabaya. LINK terus berusaha meningkatkan agregasi konten, dan mempertahankan ARPU pada tingkat premium. LINK juga mengharapkan kenaikan dari divisi perusahaannya (kontribusi pendapatan 14% ditujukan untuk remaja tinggi)

- Valuasi: BUY dengan TP Rp6,300

Analisa Saham SCMA | 17 November 2017

Analisa Saham SCMA

Ciptadana on Surya Citra Media (SCMA) 11/2/2017

When Einstein watches TV

- SCMA melaporkan penurunan laba bersih 9M17 sebesar -5,4% YoY pada level Rp1,1 triliun pada pertumbuhan pendapatan rata-rata 0,2% YoY sebesar Rp3,4 tn. Kenaikan biaya dengan mudah melampaui pertumbuhan, sehingga terjadi kontraksi margin dimana marjin kotor, operasi dan marjin bersih masing-masing turun masing-masing 60 bps, 160 bps dan 190 bps. Tidak ada ketidakberesan materi pada kenaikan biaya dan pengeluaran - pertumbuhan pendapatan terlalu lambat

- Secara triwulanan, mengikuti basis liburan Lebaran yang tinggi, laba bersih turun sebesar -52,6% QoQ menjadi Rp255 miliar. Dengan cara yang sama, pendapatan merosot -28,4% QoQ menjadi Rp1,0 tn. Tidak diikuti oleh penurunan biaya dan biaya timbal balik, margin anjlok pada tingkat yang agak mengejutkan. Margin kotor turun sebesar 1.549 bps menjadi 52,0%, marjin usaha sebesar 1.774 bps menjadi 34,7% dan margin bersih sebesar 1.290 bps

- Valuasi: BUY dengan TP Rp2,800

Analisa Saham EXCL | 17 November 2017

Analisa Saham EXCL

Indo Premier on XL Axiata (EXCL) 11/2/2017
Showing positive progress

- XL Axiata membukukan laba bersih sebesar Rp238 miliar (+ 49,1% yoy) pada 9M17 didorong oleh hasil operasional yang kuat ditambah biaya penyusutan yang lebih rendah. Tidak termasuk keuntungan satu kali, keuntungan yang dinormalisasi adalah Rp338 miliar vs rugi bersih Rp85 pada 9M16

- Manajemen XL akan mempertahankan strateginya untuk secara agresif memasuki pasar eks-Jawa. Capex saat ini dialokasikan 50:50 antara Java vs ex-Jawa dibandingkan dengan alokasi bersejarah 80:20. Namun demikian, inisiatif pemasaran ex-Java ditujukan untuk meningkatkan pendapatan daripada profitabilitas

- Valuasi: BUY dengan TP Rp4,670

Rekomendasi Saham PacificTrader | 17 November 2017

Morning all

IHSG ditutup naik 1,10% pada perdagangan kemarin walaupun asing masih melakukan net sell, secara teknikal IHSG rebound menembus MA5,10 dan 20. Stoch golden cross dan RSI yang berbalik arah menjadi bullish trend namun tidak didukung dengan volume yang besar.

Bursa Amerika dan Eropa naik tinggi memberikan sentimen baik untuk Indonesia. Diprediksi hari ini IHSG bergerak menguat terbatas di area 6028-6054, tetap waspada profit taking.

Saham-saham yang bisa diperhatikan:
TELE, MEDC, HRTA, BKSL, ICBP, ELSA

Batasi Risiko dan Take Profit sesuai selera dan kemampuan jantung masing-masing

Jangan lupa review terlebih dahulu sebagai trader mandiri

*Hanya sebagai referensi, Disclaimer On ~ Thankyou

Analisa Pasar Global | 17 November 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Nov 17, 2017)
Investment Information Team
(ayuningdyah@miraeasset.co.id)

US

Saham A.S. ditutup menguat pada hari Kamis, dengan didorong oleh keuntungan Cisco dan Wal-Mart, sementara rencana pemotongan pajak yang disponsori oleh Partai Republik membantu memperkuat rally tersebut.

Keuntungan kuat oleh Wal-Mart dan Cisco mengangkat Dow, sementara kenaikan Cisco juga membantu kenaikan Nasdaq.

Data ekonomi: Klaim pengangguran awal naik lebih tinggi dari yang diperkirakan 10.000 di minggu terakhir, mencapai level tertinggi enam minggu, meskipun pada tingkat historis rendah.

Secara terpisah, harga impor A.S. naik 0,2% pada bulan Oktober, sementara produksi industri naik 0,9% di bulan Oktober, di atas ekspektasi pertumbuhan 0,6%.

National Association of Home Builders mengatakan indikator kepercayaan bulanannya meningkat dua poin menjadi 70 di bulan November.

Europe

Saham Eropa mematahkan penurunan terpanjang mereka dalam setahun pada hari Kamis, dengan indeks regional utama rebound setelah update korporat yang diterima dengan baik. Investor juga menyambut kenaikan saham pembuat mobil setelah rilis data yang mendorong angka penjualan UE.

Berita ekonomi: Penjualan ritel Inggris turun 0,3% di bulan Oktober tahun ini, namun masih mengalahkan perkiraan penurunan 0,5%, menurut perkiraan FactSet. Penjualan bulan ke bulan naik 0,3%, mengalahkan perkiraan 0,1%.

Inflasi zona euro dikonfirmasi pada 1,4% di bulan Oktober, turun dari 1,5% di bulan September.

Rekomendasi Saham William Hartanto | 17 November 2017

WH Project Outlook 17 November 2017.

IHSG ditutup menguat 65,60 poin atau +1.10% pada perdagangan hari Kamis, 16 November 2017 kemarin. Setelah berhari-hari mengalami penurunan akhhirnya IHSG kembali ke jalur hijau. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed diiringi aksi take profit.

BULL TP 200.

LPKR mencoba rebound dengan target pertama di 650.

LPPF buy 10500.

UNTR berpotensi melanjutkan penguatan dengan target 34000.

TLKM sudah menembus resistance MA20, saat ini sudah memasuki minor uptrend dengan target 4300.

Semoga bermanfaat, happy trading.

Analisa Saham WSKT | 17 November 2017

Rebound saham WSKT masih tertahan oleh down trend resistance line yang terbentuk sejak awal tahun.

Setelah gagal melewati resistance tersebut, WSKT bergerak turun dan mulai berkonsolidasi.

Saat ini koreksi WSKT sudah terbatas dan berada di demmand area, yaitu area gap sebelumnya dikisaran 2060-2090, yang saat ini akan menjadi level support kuat bagi saham ini.

Selama bertahan dan tidak turun dibawah demmand area-nya, maka WSKT berpotensi kembali menguat menguji down trend resistance line-nya lagi dikisaran 2220-2250.

Apabila nantinya resisten tersebut dapat ditembus dan dilewati, maka WSKT  berpeluang menguat menuju target selanjutnya di level 2360 hingga 2540.

Rekomendasi: Hold. Bagi yang belum punya boleh buy on weakness dikisaran 2100-2080. atau strong buy jika break out 2250 dengan volume besar. Trailing stop jika gagal bertahan di 2060.

StepTrader

Analisa Saham BNGA | 17 November 2017

Terlihat BNGA bergerak turun menembus trend line jangka pendeknya. Terdapat support kuat di kisaran 1160 – 1190. Selama masih di atas level ini, maka skenario optimistis bagi pergerakan harga saham terbuka lebar.

Namun, jika BNGA gagal bertahan di atas area support, dan turun bergerak kebawah 1160, maka saham ini berpeluang (atau berisiko, tergantung posisi Anda) melemah menuju 990 dengan minor target 1095.

MACD yang telah dead cross menunjukkan saham ini bergerak dalam teritori negatif dalam jangka pendeknya.

Rekomendasi: Hold selama BNGA mampu bertahan di support 1190. Strong Sell jika break 1160.
Disclaimer ON

GaleriSaham

Analisa Saham WSBP | 17 November 2017

Apakah akan terjadi kegagalan naik bagi WSBP untuk kedua kalinya?

Mari kita cermati 1 hal yang belum benar2 persis seperti di bulan Agustus, yakni posisi harga yang saat ini masih berada di atas support konsolidasi.

Memang WSBP sudah gagal bertahan di support kami di 400 namun masih di atas support konsolidasi di kisaran 392. Selama WSBP masih berada di atas level ini, maka masih ada harapan.

Jika WSBP mampu menguat menembus resisten 410, maka skenario gagal untuk kedua kalinya akan terpatahkan, dan membuka ruang kenaikan bagi WSBP menuju 482, dengan minor target 448 dan 426.

Dengan demikian, tren turun jangka panjang WSBP otomatis berakhir.

Rekomendasi: Buy jika break 410. Stoploss level 400 – 392.
Disclaimer ON

GaleriSaham

Agenda Ekonomi Penting | 17 November 2017

(1) *AGENDA EMITEN 17/11/2017* :
• *Pubex* : AMFG, DSSA, PSDN
• *Perdagangan Right* : MREI 17-23 Nov 2017
• *Pembayaran/Distribusi Dividen* : XISB
• *Pengembalian/Refund IPO* : PT PP Presisi

(2)  *OBLIGASI/BONDS* :
• *Obligasi Berkelanjutan I Chandra Asri Petrochemical* Tahap I 2017 (13 - 24 November 2017)

(3) *PEMBELIAN KEMBALI/BUYBACK SAHAM*
• *APLI* : Periode Buyback 1 Juni 2016 - 30 Nov 2017
• *TBIG* : Periode Buyback 25 Okt 2016 - 25 April 2018
• *TRIS* : Periode Buyback 3 Nov 2016 - 2 Mei 2018
• *HRUM* : Periode Buyback 13 Des 2016-12 Juni 2018
• *KKGI* : Periode Buyback 2 Maret 2017 - 1 September 2018
• *BNGA* : Periode Buyback 18 Bulan Sejak Persetujuan Rups 25 April 2017
• *SRTG* : Periode Buyback sampai 31 Desember 2017
• *SSIA* : Periode Buyback 5 Mei 2017 - 4 November 2018, buy-back at maximum of Rp1,000/share
• *SMMA* : 2 Juni 2017 - 1 Desember 2018
• *GPRA* : Periode Buyback 19 Juni 2017 - 18 Desember 2018
• *MDLN* : Periode Buyback sampai 12 Bulan setelah Rups 19 Juni 2017
• *MPMX* : Periode Buyback 27 Juli 2017 - 31 Desember 2017
• *WSBP* : Periode Buyback 27 Juli 2017 - 27 Januari 2019
• *BJTM* : Periode Buyback 7 Desember 2017 - 1 April 2018
• *BRPT* : Periode Buyback 15 Desember 2017 - 14 Juni 2018
• *ENRG* : Pembelian kembali 2 (dua) sisa saham Seri B dengan nilai nominal Rp. 100, per saham yang timbul dari hasil pelaksanaan reverse stock (Rupslb 20 Des 2017)

(4) *AGENDA EKONOMI*
• *Indonesia* : Statistik Utang Luar Negeri Indonesia September 2017
• *Euro Area* : ECB Constâncio Speech, ECB Draghi Speech, Construction Output YoY Sep
• *United States* : Fed Kaplan Speech, Fed Williams Speech, Fed Brainard Speech, Housing Starts Oct, Building Permits Oct, Building Permits MoM Oct, Housing Starts MoM Oct, Kansas Fed Manufacturing Index Nov

(5) *EVENT* :
• *Morgan Stanley 16th Annual Asia Pacific Summit* Nov 16 - 17, 2017 @Singapore (MPPA)

• *Nomura Asian High Yield Corporate Day 2017, * Nov 16 - 17, 2017 @Hong Kong (APLN, BUMI, BSDE, DOID, ABMM, GIAA, JPFA, KIJA, PBRX)

• *The 5th Global Thermal Coal Resource & Market Summit* 16 - 17 November 2017 @China

(6) *ESTIMASI RILIS LAPORAN KEUANGAN Q3 2017 DAN JADWAL ANALYST MEETING*

• Nov 27, 2017 :
- TBIG

• Limited Review (Paling Lambat 30 Nov 2017) :
- INDY
- SSMS
- MEDC
- WIKA
- WTON

(7) *BERITA*

• *PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengucurkan kredit sindikasi Rp894 miliar* untuk dana talangan pembebasan lahan *jalan tol Serang—Panimbang yang digarap anak usaha PT Wijaya Karya Tbk.*

• *PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membidik pertumbuhan laba bersih sekitar 27%—30% pada 2018* dibandingkan dengan perkiraan Rp1,2 triliun pada 2017.

• *PT Panorama Setrawisata Tbk (PANR) membukukan laba senilai Rp27,38 miliar sepanjang Januari—September 2017. Capaian tersebut melonjak 428,57% atau sekitar 5 kali lipat* dari posisi Rp5,18 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

• *Emiten televisi diproyeksikan mendulang laba yang tinggi pada 2018* seiring dengan naiknya pendapatan iklan saat dimulainya tahun politik.

• *Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) diproyeksikan menguat pada kuartal I/2018* lantaran faktor terganggunya produksi akibat La Nina dan menguatnya permintaan dari negara importir tradisional.

• *Kementerian ESDM menargetkan formula baru untuk harga batu bara yang dijual ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam negeri bisa mulai diterapkan pada awal tahun depan.*  Salah satunya adalah menggunakan dua dari empat indeks pembentuk harga batu bara acuan (HBA). Keempat indeks yang membentuk HBA adalah Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59. Masing-masing indeks memiliki bobot 25%.

****************************************************

*(LS/OCBC - 17/11/2017 , Source : Idx, Trading Economic, Bloomberg, RTI, Bisnis Indonesia, Company - Disclaimer On)*

Update Harga Penting Saham | 17 November 2017

Good morning,

Dow surges 187 points as Wal-Mart jumps; Cisco leads Nasdaq to record close

Wal-Mart reported better-than-expected quarterly results, boosted by a surge in grocery and online sales.Cisco also reported earnings and revenue that beat Wall Street expectations, lifted in part by strong sales of software applications.Before Thursday's rebound, the major stock indexes came had fallen in their previous two sessions.

Dow........23458   +187.1     +0.80%
Nasdaq....6793   +87.1       +1.30%
S&P 500...2586   +21.02     +0.82%

FTSE........7387    +14.3       +0.19%
Dax........13047    +70.9       +0.55%
CAC.........5336     +35.1       +0.66%

Nikkei....22351     +322.8       +1.47% 
HSI.........29019     +167.1       +0.58%
Shanghai.3399      -3.3           -0.10% 
ST Times.3341      -27.4         -0.81%
 
Indo10Yr..6.9137     +0.002    +0.03%
INDOBex237.1533  +0.0436  +0.02%
US10Yr.......2.36       +0.03       +1.11%
VIX............11.76       -1.37        -10.43%

USDIndx ....93.904    +0.085    +0.09%
Como Indx188.2464 -0.3920   -0.21%

(Core Commodity CRB)
DJUSCL......39.61      +0.23      +0.58%
(Dow Jones US Coal Index) 

IndoCDS....100.955   -2.845     -2.74%           (5-yr INOCD5) 

IDR...........13539    +4          +0.03%
Jisdor.......13538    -1           -0.007%
IDR Fut.....13513    -30         -0.22%

Euro.......1.1769    -0.0022   -0.19%.

TLKM.......30.67    +0.27     +0.89%
(4152)
EIDO.........26.94    +0.49     +1.85%
EEM..........46.59    +0.95     +2.08%

Oil..........55.19           -0.06      -0.11%
Gold ......1278.30      -0.30      -0.02%
Timah..19345.00      -30.00    -0.15%
*Nickel..11387.50    -265.00  -2.27%!!*

Coal price...96.75   -0.80    -0.82%
(Nov/Newcastle)
Coal price...92.35   -2.20    -2.33%!!
(Dec/Newcastle)
Coal price...93.95  +0.10   +0.11%  
(Nov/Rotterdam)
Coal price..90.70   -0.30     -0.33%
(Dec/ Rotterdam)

CPO(Dec)  2739     +27      +1.00%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn...........349.00   -2.00   -0.57%
SoybeanOil 34.59    -0.29   -0.83%
Wheat........438.00   +0.25   +0.06%

Pulp(BHKP).940.34 +2.67  +0.28%*
(15 Nov)

* : weekly

(DE/ls 17-11-17)
  
*********