PT Bank Bisnis Internasional Tbk Akan Melakukan Penawaran Umum Terbatas II untuk Rights Issue


PT Bank Bisnis Internasional Tbk.(BBSI) akan melakukan penawaran umum terbatas II dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

"BBSI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham atau sebanyak 12,56% dari total modal ditempatkan atau disetor dengan nilai nominal Rp100 per saham,"tutur Manajemen BBSI di keterbukaan Informasi, Jumat (10/9).

BBSI telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum pemegang saham Luar biasa yang digelar pada 27 Agustus 2021 dalak aksi korporasi ini dan harga pelaksaaan belum ditentukan dalam HMETD ini.

Seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT II ini akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Saham Baru dari PUT II memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal, yaitu hak-hak yang berkaitan dengan saham, antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus, dan hak atas HMETD dan tidak terdapat pembatasan-pembatasan atas pencatatan Saham Baru, kecuali terkait pemenuhan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum.

Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru dalam rangka PUT II ini dapat menjual haknya kepada pihak lain dari tanggal 18 November 2021 sampai dengan tanggal 24 November 2021 melalui BEI serta di luar BEI, Apabila sampai dengan batas waktu tersebut HMETD yang dimiliki oleh pemegang saham Perseroan tidak dilaksanakan, maka HMETD tersebut menjadi tidak berlaku.

"Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya dalam PUT II ini akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 12,56%,"terang Manajemen BBSI.

Seluruh dana yang diperoleh dari PUT II, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham, akan digunakan seluruhnya oleh BBSI untuk modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap dan/atau untuk keperluan operasional Perseroan lainnya.(end/ar)


Sumber: IQPLUS

PT Matahari Department Store Tbk Raih Kenaikan Pendapatan Periode Juni 2021


PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan penjualan kotor sebesar Rp 6,6 Triliun untuk periode yang berakhir 30 Juni 2021, 67% di atas 2020 pada periode yang sama. Pendapatan bersih sebesar Rp 3,6 Triliun, 58% di atas tahun 2020.

Matahari telah kembali meraih profitabilitas, dengan laba bersih Rp 533 Miliar untuk Semester pertama tahun 2021. Hasil ini dicapai meskipun terdapat pembatasan mudik yang mempengaruhi penjualan Lebaran, daya beli yang menurun, pembatalan cuti bersama dan beberapa langkah yang diambil demi melindungi kesehatan masyarakat seperti pengurangan jam operasional.

Matahari telah melihat kemajuan yang menjanjikan di bidang operasional utama berikut:


- marjin yang lebih dapat diprediksi dengan penghentian penjualan merek dan mode yang berkinerja buruk

- modernisasi yang sedang berlangsung atas barang dagangan, dengan serangkaian inisiatif baru yang telah membuahkan hasil

- wilayah operasi yang ditata ulang demi produktivitas yang lebih tinggi

- pekerjaan peningkatan gerai untuk pengalaman berbelanja yang lebih lancar

- penggunaan pengeluaran modal yang lebih selektif untuk peningkatan pelayanan pelanggan yang utama

- peralihan ke model beraset ringan dengan berkurangnya gudang, aset dan aset berkinerja rendah berjalan dengan baik


Perseroan berkeyakinan bahwa sahamnya bernilai terlalu rendah, sehingga Perseroan meluncurkan program pembelian kembali saham pada Agustus 2021, dengan maksimal 15% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan dengan dana yang dialokasikan sebesar Rp 450 Miliar.

Perseroan juga telah menyelenggarakan RUPST pada 27 Agustus 2021 yang menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Perubahan ini disetujui oleh para pemegang saham Perseroan untuk mendukung Perseroan dalam melanjutkan pelaksanaan strategi transformasi dan pertumbuhan Perseroan di tahun 2021 dan seterusnya.


Dewan Komisaris


Presiden Komisaris : Monish Mansukhani

Wakil Presiden Komisaris Independen : Roy Nicholas Mandey

Komisaris : Andy Adhiwana*

Komisaris : Adrian Suherman

Komisaris Independen : Bianca Cheo Hui Hsin*

Komisaris Independen : David Fernando Audy*


Direksi:


Presiden Direktur : Bunjamin J. Mailool

Wakil Presiden Direktur Independen : Terry O.Connor

Direktur Independen : Niraj Jain

Direktur Independen : Irwin Abuthan

Direktur Independen : Miranti Hadisusilo*

Direktur Independen : Herni Dian Anggreani*


Terry O'Connor, CEO Matahari mengatakan, "Kami senang dapat kembali meraih profitabilitas dan ini merupakan bukti kerja keras dan ketekunan karyawan kami. Kami telah melunasi hutang kami dan memiliki saldo kas yang sangat sehat pada akhir periode.

Oleh karena itu, kami percaya Matahari dapat tampil jauh lebih baik setelah PPKM seiring dengan semakin cepatnya pelaksanaan inisiatif dan tantangan terkait COVID-19 semakin terlampaui dan kami bermaksud menjadikan musim lalu sebagai pembelajaran utama bagi musim Lebaran 2022.

Dengan orangorang kami yang sekarang telah divaksinasi sepenuhnya, dan protokol keamanan kami yang kuat, kami percaya bahwa kami berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan sepenuhnya pemulihan yang akan datang di gerai-gerai kami dan dalam pencapaian ambisi omni channel kami, terlebih saat ini semua gerai kami di telah 100% dibuka dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan peraturan PPKM yang berlaku di regional masing-masing".(end)


Sumber: IQPLUS

PT Rockfields Properti Indonesia Tbk Alami Penurunan Pendapatan Periode Maret 2021


PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) meraih pendapatan Rp19,12 miliar hingga periode 31 Maret 2021 turun dari Rp28,86 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, laba Kotor tercatat Rp7,55 miliar turun dari laba Kotor Rp14,35 miliar.

Beban operasi turun menjadi Rp2,28 miliar dari Rp3,67 miliar dan laba operasi diraih Rp5,27 miliar turun dari laba operasi Rp10,68 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat Rp1,28 miliar turun dibandingkan laba sebelum pajak Rp7,59 miliar.

Rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp257,84 juta dari laba Rp4,79 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp1,06 triliun hingga periode 31 Maret 2021 turun dari total aset Rp1,07 triliun hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

PT Prodia Widyahusada Tbk masuk daftar Forbes Asia.s Best Under a Billion 2021


PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam daftar Forbes Asia.s Best Under a Billion 2021. Forbes Asia.s Best Under a Billion 2021 adalah daftar yang memuat 200 perusahaan terbaik di Asia Pasifik dengan kategori pendapatan diatas US$10 juta dan dibawah US$1 miliar atau Rp 14 triliun.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan,"Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dari seluruh insan Prodia serta dukungan dan kepercayaan dari para pemangku kepentingan. Kami terus berupaya untuk mencatatkan pertumbuhan kinerja agar Prodia dapat selalu memberikan nilai tambah dan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan kami. Kami optimis bahwa bisnis Prodia dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan berkontribusi dalam ekosistem kesehatan di Indonesia," tutur Dewi dalam menanggapi daftar Forbes Asia.s Best Under a Billion 2021 di Jakarta (10/9).

Adapun kriteria yang ditetapkan oleh Forbes Asia dalam memilih perusahaan di Asia Pasifik untuk daftar tersebut diantaranya pertumbuhan earning per shares (EPS) dan return on equity (ROE), pendapatan, dan kinerja non-keuangan seperti tata kelola perusahaan. Forbes Asia menyeleksi daftar tersebut dari 20.000 perusahaan yang berada di wilayah Asia Pasifik. Perusahaan yang termasuk dalam daftar Forbes Asia.s Best Under a Billion 2021 tersebut dapat dikategorikan sebagai perusahaan kelas menengah dengan kinerja keberlanjutan jangka panjang.

Terdapat 5 (lima) perusahaan Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar Forbes Asia.s Best Under a Billion 2021 yaitu PT Prodia Widyahusada Tbk, PT Mitra Keluarga Sejahtera Tbk, PT Medikaloka Hermina Tbk, PT Sido Muncul Tbk, dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. Pada semester I 2021, Prodia berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 88,4% menjadi Rp 1,2 triliun dan laba bersih Rp 301,02 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Semester I 2021, Perseroan telah melayani lebih dari 8 juta pemeriksaan kesehatan yang terdiri dari tes genomik, tes rutin, tes COVID-19, dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Kontribusi pendapatan Prodia didominasi lebih dari 80% oleh tes non-covid yaitu tes genomik dan tes rutin. Hal ini sejalan dengan komitmen Prodia untuk mempromosikan konsep pengelolaan kesehatan (personalized medicine) sehingga seseorang dapat memprediksi risiko penyakit berdasarkan kondisi gennya masing-masing.

Margin laba bersih dan margin EBITDA masing-masing mengalami peningkatan menjadi sebesar 24,3% dan 35,9%. Perseroan berhasil membukukan rasio lancar sebesar 663,1% dan rasio cepat sebesar 638,4%. Rasio keuangan ini juga mencerminkan neraca Prodia yang juga semakin menguat.

Total aset Perseroan pada semester I 2021 tercatat meningkat menjadi Rp 2,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Total Ekuitas naik menjadi sebesar Rp 1,93 triliun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp 1,78 triliun. Dari sisi arus kas, Perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi dalam posisi surplus di semester I 2021 menjadi sebesar Rp 378,20 miliar atau meningkat sebesar 188,98% dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Sebelumnya, pada bulan Mei 2021 Prodia berhasil meraih penghargaan Best Disclosure & Transparency untuk kategori emiten dengan kapitalisasi pasar menengah (Mid Cap) pada the 12th IICD Corporate Governance Awards yang diselenggarakan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) di Financial Hall, Jakarta. Pada Agustus 2021, Prodia mendapatkan peringkat ketiga The Best CSR of the Year untuk kategori Public Company-Non Finance pada ajang Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (ICSRA) 2021.(end)

Sumber: IQPLUS

PT Satria Mega Kencana Tbk Raih Kenaikan Pendapatan Periode Juni 2021


PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) meraih pendapatan Rp5,64 miliar hingga periode 30 Juni 2021 naik dari Rp4,79 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, beban operasional tercatat Rp2,49 miliar turun dari Rp2,53 miliar tahun sebelumnya.

Laba Kotor naik menjadi Rp3,15 miliar dari laba Kotor Rp2,27 miliar turun dari. Dan rugi sebelum pajak penghasilan tercatat Rp13,39 miliar turun dari rugi sebelum pajak penghasilan Rp15,38 miliar.

Rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp8,03 miliar turun dari rugi Rp9,23 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp414,46 miliar hingga periode 30 Juni 2021 turun dari total aset Rp417,89 miliar hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

PT Aesler Grup International Tbk Raih Kenaikan Pendapatan Periode Maret 2021


PT Aesler Grup International Tbk (RONY) meraih pendapatan Rp564,12 juta hingga periode 31 Maret 2021 naik dari Rp484,98 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, laba Kotor Rp390,13 juta naik dari laba Kotor Rp358,98 juta tahun sebelumnya.

Beban operasi Rp1,69 miliar turun dari Rp1,71 miliar dan rugi operasi tercatat Rp1,29 miliar turun dari rugi operasi Rp1,35 miliar.

Rugi sebelum pajak tercatat Rp1,28 miliar turun dari rugi sebelum pajak Rp1,41 miliar

Rugi bersih tahun berjalan tercatat Rp1,28 miliar turun dari rugi bersih Rp1,43 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp40,03 miliar hingga periode 31 Maret 2021 turun tipis dari total aset Rp40,64 miliar hingga periode 31 Desember 2020.(end/af)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham BBRI, BBTN, BBNI, SMGR, PGAS dan PTPP oleh Valbury Sekuritas | 13 September 2021


VALBURY SEKURITAS INDONESIA Weekly Report 

13 Sep 2021

Prediksi IHSG :

IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan hari ini, Senin (13/09), ditengah beragamnya katalis baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) BI memperkirakan akan terjadi inflasi 0,01% pada perkembangan harga konsumen di September 2021  (-), 2) BI mencatat, berdasarkan data transaksi 6-9 September 2021, aliran modal asing beli bersih di pasar keuangan domestik sebesar Rp1,66 triliun (-), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS (+), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak beragam (+/-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Jumat (10/09) ditutup melemah (-), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona hijau (+), Sentimen global ; 1) Virus Covid-19 varian Mu yang saat ini menyebar di beberapa negara di dunia terutama di Kolombia, Ekuador, Spanyol, serta AS dikabarkan dapat menyebabkan gelombang baru akibat virus tersebut (-), 2) Japan, PPI, YoY, Aug, turun menjadi 5.50% dari 5.60% (-) dan, 3) China, 1-Yr Medium-Term Lending Facility Rate, Sep-15 (+/-).


Perspektif tenikal

Support Level :    6061/6027/6005

Resistance Level :   6116/6137/6171

Major Trend : Up

Minor Trend : Up

Pattern : Up


TRADING IDEAS :

These recommendations based on technical and only intended for one day trading


BBRI: Trading Buy

Close 3780, TP 3850

Boleh buy di level 3700-3780

Resistance di 3850 & support di 3700

Waspadai jika tembus di 3700

Batasi resiko di 3650


BBTN: Trading Buy

Close 1435, TP 1475

Boleh buy di level  1425-1435

Resistance di 1475 & support di 1425

Waspadai jika tembus di 1425

Batasi resiko di 1405


BBNI : Trading Buy

Close 5450, TP 5550

Boleh buy di level  5350-5450

Resistance di 5550 & support di 5350

Waspadai jika tembus di 5350

Batasi resiko di 5275


SMGR:  Trading Buy

Close 8900, TP 9000

Boleh buy di level  8750-8900

Resistance di 9000 & support di 8750

Waspadai jika tembus di 8750

Batasi resiko di 8675


PGAS:  Trading Buy

Close 1055, TP 1080

Boleh buy di level  1030-1055

Resistance di 1080 & support di 1030

Waspadai jika tembus di 1030

Batasi resiko di 1000


PTPP:  Trading Buy

Close 995, TP 1010

Boleh buy di level  950-995

Resistance di 1010 & support di 950

Waspadai jika tembus di 950

Batasi resiko di 905


Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;

BMRI, INTP, TLKM, ITMG, ADRO, WSKT.,  


(Disclaimer ON)

Rekomendasi Saham AGRO, ABBA dan MAPI oleh Mirae Asset Sekuritas | 13 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 13, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,094.87(+0.44%), test resistance at 6,130. Trading range 6,044 – 6,130. indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized cenderung bergerak naik. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized dan  indikator RSI optimized mulai bergerak turun menguji support trend line. Daily support di 6,044 dan daily resistance di 6,130 Cut loss level di 6,020.

AGRO Daily, 2,120 (+2.42%), trading buy,  trading range 2,040 – 2,210. Koreksi indikator MFI optimized relatif terbatas dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 2,040 dan daily resistance di 2,210. Cut loss level di 2,000.

ABBA Daily, 560 (-3.45%), buy on weakness,  trading range 550 – 605. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trendline  Daily support di 550 dan daily resistance di 605. Cut loss level di 530.

MAPI Daily, 725 (-2.03%), buy on weakness,  , trading range 705 – 740. Indikator MFI Optimized dan RSI Optimized mulai terbatas. Perkiraan daily support di 705 dan daily resistance terdekat di 740. Cut loss level di 690.

Rekomendasi Saham EXCL, JPFA, BSDE dan UNTR oleh Mirae Asset Sekuritas | 13 September 2021


IHSG (6.055 – 6.135) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.135 dan 6.175 dengan support di level 6.055 kemudian 6.015.

EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.730 kemudian 2.770 dengan support di level 2.650, cut loss jika break 2.610.

JPFA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.920 kemudian 1.950 dengan support di level 1.860, cut loss jika break 1.830.

BSDE (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 975 dengan resist di level 1.010 kemudian 1.025.

UNTR (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 20.925 dengan resist di level 21.750 kemudian 22.250.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwei

Rekomendasi Saham ANTM, MAPI, CTRA dan IMJS oleh MNC Sekuritas | 13 September 2021


MNC Daily Scope Wave

13 September 2021


Menutup pekan kemarin (10/9), IHSG bergerak menguat 0,4% dan ditutup di level 6,094, pergerakan IHSG kemarin pun tertahan oleh cluster MA. Saat ini, support terdekat dari IHSG berada di 5,982, best case-nya, apabila IHSG mampu bertahan di atas level support dan bergerak menguat menembus 6,150-6,170, maka IHSG saat ini sedang membenruk awal dari wave 3. Namun demikian, bila IHSG kembali terkoreksi ke bawah support-supportnya, maka IHSG akan membentuk wave [y] dari wave E dari wave (X) ke area 5,850-5,900.

Support: 5,982, 5,938

Resistance: 6,150, 6,263


ANTM - Buy on Weakness (2,590)

Menutup pekan kemarin (10/9), ANTM bergerak menguat cukup signifikan sebesar 6,1% dan ditutup di level 2,590, pergerakan ANTM diikuti dengan tekanan beli yang besar. Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada di wave (iii) dari wave [iii], sehingga ANTM berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 2,440-2,550

Target Price: 2,700, 2,950

Stoploss: below 2,430


MAPI - Buy on Weakness (725)

MAPI ditutup terkoreksi 2% ke level 725 pada perdagangan kemarin (12/9), pergerakan MAPI juga diikuti dengan meningkatnya tekanan jual dan menembus MA20-nya. Kami perkirakan, saat ini MAPI sudah berada di akhir wave (ii) dari wave [iii], sehingga koreksinya akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 690-720

Target Price: 820, 880

Stoploss: below 660


CTRA - Buy on Weakness (975)

Pekan kemarin (10/9), CTRA ditutup menguat 0,5% ke level 975. Saat ini, posisi CTRA diperkirakan sedang berada di awal wave (v) dari wave [iii], sehingga CTRA masih berpeluang menguat terlebih bila mampu break resistance 1,000.

Buy on Weakness: 950-975

Target Price: 1,020, 1,080

Stoploss: below 940


IMJS - Sell on Strength (550)

IMJS ditutup terkoreksi 2,7% ke level 550 pada perdagangan Jumat kemarin (10/9), pergerakan IMJS pun diikuti oleh meningkatnya tekanan jual. Apabila IMJS belum mampu break area resistance di 630, maka posisi IMJS saat ini hanya akan membentuk wave B dari wave (A). Hal ini berarti, IMJS masih berpeluang terkoreksi ke area 500-530.

Sell on Strength: 550-610.


Disclaimer On


Analisa Saham MLPL | 13 September 2021


Analisa Saham MLPL

Saham MLPL pada tanggal 10 September 2021 ditutup melemah pada harga 505, turun -2,88%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 27% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Investor asing terlihat melakukan aksi jual sebesar 784 juta pada saham ini.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah Sideway

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 520

Jika naik di atas 670 maka berpeluang ke 800

Jika turun di bawah 498 maka berpeluang ke 464

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/


Bandarmologi Saham CPIN, TINS, ANTM, HRUM dan BRIS | 13 September 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Monday (13/09/2021) 

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,051 - 6,143

SUMMARY: BUY!!


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *NEUTRAL

HIGHS/LOW (14): NEUTRAL

UO: BUY!!

ROC: SELL‼️

WILLIAMS R: NEUTRAL

BULLBEAR (13): SELL‼️


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


CPIN 6,575 - 6,825

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 6,675

TARGET PRICE: 6,825

STOP-LOSS: 6,575


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



TINS 1,500 - 1,605

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 1,535

TARGET PRICE: 1,605

STOP-LOSS: 1,500


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



ANTM 2,490 - 2,790

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 2,590

TARGET PRICE: 2,790

STOP-LOSS: 2,490


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



HRUM 5,100 - 5,575

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 5,275

TARGET PRICE: 5,575

STOP-LOSS: 5,100


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



BRIS 2,050 - 2,190

TECHNICAL INDICATORS: *NEUTRAL BUY 2,090

TARGET PRICE: 2,190

STOP-LOSS: 2,050


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 13 September 2021


Dow.......34607   -271.7     -0.78%

Nasdaq.15116   -132.8     -0.87%

S&P 500..4459   -34.7       -0.77%.


FTSE.......7029   +4.99       +0.07%

Dax........15610   -13.3        -0.09%

CAC........6664    -20.95      -0.31%


Nikkei...30382     +373.7    +1.25%

HSI........26206    +489.9     +1.91%

Shanghai..3703   +9.98       +0.27%

ST Times..3099   +27.1       +0.88%


IDX.....  6094.87   +26.65    +0.44%

LQ45.....870.20     -1.64       -0.19%

 

Indo10Yr..6.3231  -0.0006      -0.01%

ICBI.....327.9561   +0.2259    +0.07%

US10Yr...1.3410    +0.0420    +3.23%

VIX.............20.95   +2.15       +11.44%‼️

  

USDIndx .....92.5280   +0.1030  +0.11%

Como Indx.....220.43  +1.96       +0.90%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........169.75   +4.44       +2.69%


IndoCDS..66.9064     -0.0514     -0.08%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14202.50     -50            -0.35%

Jisdor..14225.00    -47            -0.33%


Euro.........1.1814   -0.0010     -0.08%


TLKM........23.34     -0.22         -0.93%

(3320)

EIDO..........21.37     unch         +0%

EEM..........52.49      -0.06         -0.11%


Oil............69.72        +1.82        +2.68%

Gold .....1792.10       -2.90         -0.16%

Timah ....33642.50  +257.50   +0.77%

Nickel.....19005.00  +205.00   +1.09%

Silver..........23.90      -0.15         -0.79%

Copper......428.25     +16.95     +3.96%

 

Coal price...177.60    +0.10      +0.06%

(Sep/Newcastle) 

Coal price...174.85    -0.30       -0.17%

(Okt/Newcastle)

Coal price....170.85   +1.15     +0.68%

(Sep/Rotterdam) 

Coal price....169.55   +1.15     +0.68%

(Okt/ Rotterdam)


CPO(Nov).....4279     -112       -2.55%

(Source: bursamalaysia.com)            

Corn..........517.50     +7.50      +1.47%

SoybeanOil..55.99    -0.20        -0.36%

Wheat.......688.50     -3.75        -0.54%


Wood pulp...4662.50  -12.50   -0.27%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas