Analisa Penutupan Pasar Saham Indonesia | 20 Juni 2018

*Mirae Asset Sekuritas Indonesia*
Investment Information Team

*Market Review 20 Juni 2018*

Tercatat 126 saham menguat dan 309 saham melemah. *IHSG -109,58 poin (-1,82%) ke level 5.884,03*, dan *LQ-45 -25,53 poin (-2,68%) ke level 925,16*.

*Sectoral Return :*
- Agri -2,01%
- Mining -0,21%
- Basic-Ind -0,01%
- Misc-Ind +0,79%
- Consumer -2,37%
- Property -2,95%
- Infrastructure +0,63%
- Finance -3,54%
- Trade -1,77%

Investor asing *net sell senilai Rp 2,04 Triliun*.

*USD/IDR +0 poin (+0,00%)* terhadap Rupiah di angka Rp 13.392.

*Saham yang ditutup menguat*

- *META ditutup menguat Rp 5 (+2,56%) ke level Rp 200*. PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) akan semakin gencar melakukan ekspansi di bisnis energi, setelah perusahaan resmi melepas bisnis menara telekomunikasinya. Dalam pengembangan bisnis energi, perusahaan memilih fokus pada pengembangan sektor energi terbarukan. Dalam lima tahun ke depan, Nusantara Infrastructure lewat anak usahanya PT Energi Infranusantara menargetkan, bisa memiliki konsesi pembangkit listrik dengan kapasitas 300 Megawatt (MW). Sementara saat ini, perusahaan baru memiliki konsesi 15 MW yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) Lau Gunung.

- *LTLS menguat Rp 20 (+3,17%) ke level Rp 650*.  PT Lautan Luas Tbk (LTLS) melunasi pembayaran obligasi perseroan. Dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/6), perusahaan distributor bahan kimia tersebut menyatakan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan I Lautan Luas Tahap I Tahun 2013. Pembayaran surat utang tersebut dilakukan pada Kamis, 19 Juni 2018, sesuai tanggal jatuh tempo obligasi bertenor lima tahun ini. Nilai pokok obligasi yang dibayar sebesar Rp 700 miliar dengan tingkat bunga yang diberikan sebesar 9,75% per tahun.

*Saham yang ditutup melemah*

- *EXCL melemah Rp 110 (-4.18%) ke level Rp 2.520*. PT XL Axiata Tbk (EXCL) berhasil melalui masa krusial selama liburan Lebaran. Hal ini dibuktikan dengan trafik penggunaan layanan data yang mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa dan dibandingkan dengan Lebaran tahun lalu. Terjadi lonjakan trafik data hingga 30% jika dibandingkan dengan hari biasa dan 95% jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pengguna layanan 4G juga ikut naik hingga 45%. Menurut Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya, kenaikan trafik data di Lebaran kali ini sebagai bentuk kelanjutan tren kenaikan data dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat juga dianggap semakin nyaman menggunakan data untuk mendukung berbagai aktivitas yang dilakukan selama libur Lebaran.

- *BMRI melemah Rp 250 (-3,59%) ke level Rp 6.700*. PT Bank Mandiri Tbk masih bakal melanjutkan rencana menerbitkan obligasi pada tahun 2018 ini. Perusahaan masih mempunyai sisa emisi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap III. Direktur Tresuri dan Internasional Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, selambat-lambatnya perseroan bakal menerima proses perizinan pada bulan September 2018 mendatang. Selain PUB, Bank Mandiri juga memiliki pipeline penerbitan obligasi subordinasi sebesar Rp 1 triliun.

Analisa Saham KREN, TKIM, ALMI dan MAMI | 20 Juni 2018


Selamat Pagi Sahabat Stock Preneur
Berikut beberapa saham pilihan hari ini 20 Juni 2018 (DAILY)

1. (KREN) Hari ini akan uji Resisten terdekat di 790 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 810 dan 820. Stop Loss jika turun dibawah 735. Range Buy hari ini di 765-780.

2. (TKIM) Hari ini akan uji resisten terdekat di 17600, Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 18400 dan 19200. Stop loss jika turun dibawah 16400. Range Buy hari ini 16500-16900.

3. (ALMI) Hari ini akan uji resisten terdekat di 542 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 585 dan 640. Stop loss jika turun dibawah 480. Range Buy hari ini di 490-530.

4. (MAMI) Hari ini akan uji resisten terdekat di 77 Kalau berhasil break. Target selanjutnya di 80 dan 83. Stop loss jika turun dibawah 72. Range Buy hari ini di 74-77.

TRADING CEPAT (FAST TRADE)

1. (SRSN) BUY Jika break 65 Target di 69 dan 73,76. Stop loss jika turun dibawah 60.

2. (TAXI) BUY Jika break 108 Target di 112 dan 119. Stop loss jika turun dibawah 100.

TETAP PERHATIKAN KONDISI MARKET JUGA YAH
Disclaimer On
STOCK PRENEUR
Semoga pada cuan hari ini:relaxed:

Ulasan Pasar Global | 20 Juni 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(June 20, 2018)
Investment Information Team
(firman.hidayat@miraeasset.co.id)

U.S

Dow Jones ditutup lebih rendah

Pasar saham A.S berakhir merah pada hari Selasa, karena investor menjual saham menyusul ancaman akhir-akhir ini dari Presiden Donald Trump untuk tambahan $ 400 miliar pada tariff barang-barang China.

DJIA, -1.15% atau -287,26 poin, ditutup pada 24.700,2.

Setelah pembalasan Beijing terhadap tarif yang direncanakan A.S senilai $ 50 miliar impor China, Trump meminta Perwakilan Perdagangan A.S Robert Lighthizer Senin malam untuk mengidentifikasi $ 200 miliar lebih banyak dalam produk China yang dapat dikenakan tarif 10%. Presiden AS juga mengancam akan memberlakukan barang senilai $200 milyar lebih jika Cina mencoba membalas terhadap tarif tambahan tersebut.

Europe

Pasar saham Eropa berakhir pada level terendah dalam 3 minggu terakhir

Investor mengetuk saham Eropa ke level terendah tiga minggu pada Selasa, setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan pemerintahannya ingin memukul China dengan tarif lebih lanjut pada $ 200 miliar barang impor, meningkatkan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia tsb.

Indeks Stoxx Europe 600 SXXP, -0,70% hingga berakhir pada 383,21

Penurunan dalam ekuitas Asia disebabkan oleh meningkatnya ketegangan perdagangan memberi dampak negatif untuk saham Eropa. Shanghai Composite SHCOMP, -3,78% dan indeks Shenzhen 399106, -5,77% di perdagangan Asia setelah Trump mengancam lebih banyak tarif pada lebih banyak barang-barang Cina. Sementara itu di Wall Street, Dow Jones Industrial Average DJIA, -1.15%.

Trump mengatakan "tindakan lebih lanjut harus diambil untuk mendorong Cina mengubah praktik tidak adil, membuka pasarnya untuk barang-barang Amerika Serikat, dan menerima hubungan perdagangan yang lebih seimbang,".

Analisa Saham WOOD | 20 Juni 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Integra Indocabinet (WOOD IJ) - Opportunity knocks by Emma A. Fauni (emma.fauni@miraeasset.co.id)

- WOOD adalah produsen manufaktur yang terintegrasi di Indonesia dengan tiga segmen bisnis: kehutanan, manufaktur, dan perdagngan. 

- Kami melihat terdapat banyak peluang baru yang datang dari pasar ekspor dan domestik.

- Manajemen menargetkan pertumbuhan penerimaan sebesar 20% dan 8-11% net margin tahun ini, dengan pendapatan bersif sekitar IDR200bn.

- Saat ini, WOOD diperdagangkan pada 18.6x trailing P/E, 16.4X 2018F P/E, and 13.4 2019F P/E (berdasarkan perkiraan konsensus). (Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca https://goo.gl/6HeKrw)

Valuasi Saham Batubara | 20 Juni 2018


Harga batubara terus mengukir rekor baru sepanjang tahun ini. Permintaan yang masih tinggi, terutama untuk bahan bakar, membuat harga komoditas ini naik.

Sejak awal tahun, harga batubara kontrak pengiriman Juli 2018 di ICE Futures Exchange melesat 19,35% ke US$ 111,65 per metrik ton hingga Jumat (8/6). Pada Kamis (7/6), harga batubara sempat menyentuh level tertinggi lima tahun terakhir, yakni sebesar US$ 112,05 per metrik ton.

Senior Analyst Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar menjelaskan, harga batubara sejatinya telah mengalami tren kenaikan sejak tahun lalu. "Tapi harga kembali melandai setelah musim dingin berakhir. Sekarang, harga kembali rebound tinggi," kata dia, Jumat (8/6).

Menurut William, tren harga batubara bertahan bullish tidak terlepas dari faktor permintaan China yang terus bertambah. Meski Negeri Tirai Bambu ini mencanangkan pengurangan penggunaan batubara demi alasan lingkungan, kebutuhan batubara nyatanya masih tetap besar.

Analis BCA Sekuritas Prasetya Gunadi, dalam risetnya per 4 Juni 2018 menambahkan, saat ini persediaan cadangan batubara di China juga tengah melandai dalam tiga bulan terakhir. Berkurangnya suplai batubara global juga terlihat sejak Mei, lantaran sejumlah kegiatan pertambangan batubara dihentikan untuk pemeriksaan keamanan dan lingkungan.

Di India, kebutuhan batubara juga semakin bertambah seiring membaiknya perekonomian domestik. "Impor batubara thermal India sepanjang kuartal satu tahun ini naik lebih dari 15% dibanding tahun lalu, sehingga permintaan keseluruhan dari Asia terdongkrak," tulis Prasetya.

Di dalam negeri, suplai batubara juga tengah tertahan karena adanya penghentian aktivitas pemuatan batubara di Pelabuhan Muara Berau, akibat unjuk rasa kelompok nelayan. "Permintaan tinggi tapi suplai terhambat karena rantai perdagangan terganggu," tambah William.

Valuasi murah

Terus naiknya harga batubara menguntungkan sejumlah emiten di sektor batubara Melambungnya harga komoditas ini juga berdampak pada performa harga sejumlah saham di sektor pertambangan.

Tilik saja, per Jumat (8/6), harga saham ADRO dan ITMG masing-masing naik 1,85% dan 39,4%. Sementara saham INDY mendulang kenaikan hingga 35,74%. Yang paling fantastis ialah saham PTBA, yang sukses melonjak 82,1% sejak awal tahun ini.

William menilai, PTBA dan INDY saat ini menjadi emiten yang paling menarik. Jika memilih satu, William memilih INDY. "INDY sangat menarik dari segi valuasi karena masih sangat murah. Tambah lagi, prospek kinerja INDY akan sangat cerah dengan bergabungnya Kideco," ungkap dia.

Kelebihan INDY yang lainnya juga terlihat pada rantai suplai yang saling terintegrasi dengan anak-anak usahanya, yakni MBSS dan PTRO. Selain itu, saat ini harga saham INDY mencerminkan price earning ratio (PER) 6 kali, jauh lebih rendah ketimbang saham emiten lain di sektor ini. William menganalisa, harga saham INDY masih berpotensi mengalami upside 34,5% hingga akhir tahun nanti.

Kepala Riset Narada Aset Manajemen Kiswoyo Adi Joe, juga merekomendasikan INDY. Alasannya, bisnis pembangkit listrik INDY sudah lebih siap dibanding emiten lain. "Pembangkit listrik itu bisa dibilang hilir dari bisnis batubara. Jadi, emiten yang punya segmen bisnis ini prospeknya bisa dibilang lebih cerah. INDY sudah punya, sementara ADRO dan PTBA sedang memprosesnya," tutur dia.

Untuk itu, Kiswoyo merekomendasikan beli saham INDY dengan target harga sebesar Rp 4.500 per saham. William juga merekomendasikan beli INDY dan menaikkan target harga dari sebelumnya Rp 4.100 jadi Rp 5.500 per saham. Target harga tersebut mencerminkan PER 11 kali.

Adapun, Prasetya lebih memilh merekomendasikan beli saham PTBA. Menurut dia, PTBA masih memiliki ruang mentransfer kelebihan kuota produksi pada penambang batubara lain.

Selain itu, PTBA juga masih terlibat kontrak dengan PLN untuk menyuplai sekitar 12 juta ton batubara setiap tahun, jauh melebihi kewajiban DMO sebesar 25% dari hasil produksi. "PTBA juga berencana menjual lebih banyak batubara kalori rendah di pasar ekspor," kata Prasetya. Ia pun memberi target harga PTBA sebesar Rp 4.700 per saham.

Kendati demikian, sektor batubara tetap berpotensi terkoreksi. Terutama, setelah China berniat mengintervensi agar harga batubara turun ke US$ 90 per metrik ton.

KONTAN

Reminder Corporate Action | 20 Juni 2018


Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Reminder Corporate Action

Rabu, 20 Juni 2018
1. Cum Date Cash Dividen: AMFG Rp. 30, BNBA Rp. 10, CTRA Rp. 9.50, GPRA Rp. 1, INDS Rp. 100, RICY Rp. 3, TALF Rp. 3
2. Recording Date Cash Dividen: BISI Rp. 100
3. Recording Date Right Issue: BABP 9 saham lama akan mendapatkan 2 HMETD Rp 100 per saham

Kamis, 21 Juni 2018
1. Public Expose: BIMA, ECII, JIHD, SCBD
2. RUPS: BIMA, ECII, JIHD, PTIS, SCBD, UNVR
3. Cum Date Cash Dividen: HOKI Rp. 6, KLBF Rp. 25, LPKR Rp. 2.7, MFIN Rp. 150, SKLT Rp. 7, TSPC Rp. 40, XISB Rp. 1.98
4. Recording Date Cash Dividen: BYAN USD0.045, LSIP Rp. 45, NELY Rp. 6, PBRX Rp. 2, PEGE Rp. 10, RICY Rp. 3, SIDO Rp. 29, SIMP Rp. 10
5. Recording Date Right Issue: BULL 2 saham lama akan mendapatkan 1 HMETD Rp 140 per saham

Analisa Saham UNVR | 20 Juni 2018


Saat ini UNVR berkonsolidasi, namun melihat ketidakmampuannya menjauhi area support konsolidasi (saat ini di 45400), terlihat saham ini masih mengalami tekanan jual yang kuat walaupun IHSG bergerak dengan kecenderungan positif.

Cermati level support konsolidasi UNVR di 45400. Jika saham ini gagal bertahan di atas level tersebut, terbuka ruang bagi UNVR untuk kembali bergerak bearish dengan target penurunan di 41350 dengan minor target 43425. MACD yang berpeluang dead cross menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan negatif.

Rekomendasi: Sell jika break 45400.

Disclaimer ON

http://galerisaham.com/unvr-berkonsolidasi-dalam-fase-tren-turun/

Analisa Saham PTPP | 20 Juni 2018


PTPP berkonsolidasi sehat dalamfase tren naik jangka pendeknya. Down trend resist line pun terlihat sudah dilampaui. Jika PTPP mampu mengakhiri konsolidasi dengan menembus resistennya di 2710, terbuka ruang bagi saham ini untuk memasuki tren naik jangka menengahnya dengan target kenaikan di 3150 dengan minor target 2880. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positif.

Rekomendasi: Buy jika break 2710. Stoploss level 2540.

Disclaimer ON

http://galerisaham.com/ptpp-berkonsolidasi-sehat-dalam-tren-naik/

Rekomendasi Saham Pacific Trader | 20 Juni 2018


Highlight hari ini yang bisa di perhatikan :bangbang:
- Mancing BANK (BBRI, BBTN, BMRI)

Watchlist for today:exclamation:
:heavy_check_mark: LPCK
:heavy_check_mark: INDY
:heavy_check_mark: TRAM
:heavy_check_mark: ERAA
:heavy_check_mark: IKAI

Monggo di share dan invite teman2nya kalau sudah cuan, rekomendasi setiap hari gratistis.

INDY (20/06/2018) Buy range 3990-4110, TP 4260-4630, SL 3910 INDY masih uptrend dengan akumulasi volume, sempat terkoreksi tanpa volume, pattern ok baru break sideways

LPCK (20/06/2018)
Akumualasi buy, volume juga ok sedang diakumulasi lets ride with bandar!
Break 2300 TP di 2540-3000, SL 2160 :grin::+1:

Trading Plan Saham ITMG, ANTM dan TPIA | 20 Juni 2018


IHSG (5.935-6.040) : indeks harga saham gabungan diprediksi bergerak terkoreksi. Target pelemahan indeks pada level 5.935 kemudian 5.880 dengan resist di level 6.040 dan 6.095.

ITMG (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 26.250 dengan resist di level 27.475 dan 28.025.

ANTM (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 880 dengan resist di level 930 dan 960.

TPIA (Spec Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.025 kemudian 6.250 dengan support di 5.550, cut loss jika break 5.325.

Full report bisa di akses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c5ens

Analisa Saham SCMA | 20 Juni 2018


Samuel Sekuritas on Surya Citra Media (SCMA) 05/30/2018
1Q18 Result Flash

- SCMA baru saja merilis laporan keuangan unaudited 1Q18, di mana perusahaan mencatatkan kenaikan laba bersih untuk periode tersebut sebesar 19%YoY, sementara secara QoQ, laba bersih naik sebesar 51%. Secara keseluruhan, meskipun capaian laba bersih tersebut berada di bawah estimasi kami dan konsensus, kenaikan laba bersih (baik secara QoQ dan YoY) kami lihat turut didorong oleh naiknya level topline dan kenaikan laba operasional yang lebih besar daripada beban operasional, serta meningkatnya pendapatan non operasional.

- Secara QoQ, pendapatan tercatat naik 12% (1Q18: Rp1.2 triliun vs. 4Q17: Rp1.0 triliun), sementara itu, secara YoY, pendapatan tercatat naik sebesar 15%. Meskipun hanya mencapai 22% dan 23% dari estimasi kami dan konsensus, akan tetapi capaian tersebut relatif inline, mengingat secara historis, kuartal pertama merupakan kuartal dengan performa terendah (low base), di mana pendapatan hanya mencapai sekitar 21 – 22% dari total estimasi tahunan. Kenaikan topline turut terefleksi dari tingginya Audience Shares dari bulan Januari hingga Maret’18 (jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu).

- Valuasi: BUY dengan TP Rp3,000

Watchlist Saham TemanTrader | 20 Juni 2018


IDX  DIRECTION 20 Juni 2018

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Wait and See Mencermati Efek Trade War serta Warming Up Setelah Libur Panjang

Berapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : BNLI JPFA TOPS TOWR    (cross over MA20 kemarin)
Fast Trade : GDST TKIM INDR PNBN ERAA PNIN  TRAM (hanya berlaku hari ini)

Swing Trade  saham saham yang mengalami cross over MA20
Fast Trade saham yang mengalami lonjakan volume dan big white candle

Detail lengkap dan chart analisa pada tautan berikut
https://temantrader.com/2018/06/idx-direction-20-juni-2018-mencermati-perang-dagang-amerika-china-market-warming-setelah-libur-panjang/

Terima kasih

TEMAN TRADER

Analisa Saham BSDE | 20 Juni 2018


Ciptadana Sekuritas on Bumi Serpong Damai (BSDE) 05/28/2018

Slow 1Q earnings however pre-sales remain bullish

- Bumi Sepong Damai (BSDE) melaporkan pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan di 1Q18 di Rp1.70 tn (-3% YoY). Pendapatan tetap mencerminkan penetapan yang lebih lambat atas penjualan pemasaran perusahaan yang flat dalam tahun 2015-16. Karena Opex naik 18% YoY, laba operasional menurun 12% YoY menjadi Rp665 miliar dengan margin turun menjadi 39% (vs 43% di 1Q17). Ditambah dengan tekanan, perusahaan juga membukukan kerugian Rp63 miliar di forex (vs Rp19 miliar laba forex di 1Q17) dan penurunan 73% pendapatan lainnya. Laba bersih turun 44% YoY menjadi Rp407 miliar yang meleset dari ekspektasi kami dan konsensus sedangkan hanya mewakili 8% dan 13%.

- Perusahaan membukukan Rp2,5 triliun pra-penjualan dalam Jan-Mar tahun ini atau menyumbang hampir 35% dari target penjualan pra FY18 mereka. Pencapaian ini 58% lebih tinggi dari 1Q17 didukung oleh Rp1,6 triliun dari segmen komersial dengan sebagian besar penjualan berasal dari Southgate Apartment Jakarta dan Klaska Residence Surabaya. Sementara itu, penjualan residensial sebesar Rp956 miliar di 1Q18, didukung oleh peluncuran beberapa klaster seperti Zora, Jadeite, dan Tevana semua di BSD City, Tangerang. BSD City tetap menjadi penyumbang terbesar sebesar 39% dari total penjualan pemasaran, diikuti oleh Klaska Residence (14%) dan Southgate Apartment (10%).

- Valuasi: BUY dengan TP Rp2,350

Update Harga Penting Saham | 20 Juni 2018



Dow tumbles about 300 points, wipes out gains for year, as Trump directs more tariffs at China

The Dow also erased all of its gains for the year and posted a six-day losing streak, its longest since March 2017.

"With investor optimism as high as it is, there might not be much margin for error, and there is a real risk that this starts to erode consumer and business confidence," notes one strategist.

Dow.......24700    -287.3   -1.15%
Nasdaq...7726    -21.4      -0.28%
S&P 500..2763    -11.2      -0.40%

FTSE........7604    -27.5      -0.36%
Dax........12678    -156.1    -1.22%
CAC.........5391    -59.9       -1.10%

Nikkei.....22279    -401.9    -1.77%
HSI..........29468   -841.3    -2.78%
Shanghai..2908    -5.7        -0.18%
ST Times..3301    -22.7      -0.68%

Indo10Yr..7.5018       closed     +0%
INDOBex238.9794    closed     +0%
US10Yr........2.893      -0.033      -1.13%
VIX..............13.35      +1.04        +8.45%

USDIndx ....95.013     +0.257    +0.27%
Como Indx193.8249  -2.3585   -1.20%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL......71.28        -1.76       -2.41%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS....138.39     -2.195     -1.56%       
(5-yr INOCD5)

IDR........13932       closed      +0%
Jisdor....13902       closed      +0%
IDR Fut..13930        -178.2     -1.26%

Euro.........1.1595     +0.0005     +0.04%

TLKM.......25.95        -0.24         -0.92%
(3602)
EIDO.........23.82        +0.62        +0.66%
EEM..........43.90        -0.49         -1.10%

Oil...........65.11          +0.04       +0.06%
Gold ......1277.50       -1.10        -0.09%
Timah...20415.00      -127.50    -0.62%
Nickel...14732.50      -250.00    -1.67%

Coal price.115.35   -0.55      -0.47%
(Jun/Newcastle)
Coal price.111.95   -1.30      -1.17%
(Jul/Newcastle)
Coal price..97.00   +0.20     +0.21%
(Jun/Rotterdam)
Coal price..95.00   +0.30     +0.31%
(Jul/ Rotterdam)

CPO(Sept)  2385     closed  +0%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn...........363.00  -0.25     -0.07%
SoybeanOil 29.72  +0.14    +0.47%
Wheat.......489.50   unch     +0%

Rubber.......173.60  -0.10     -0.06%
(Tokyo)JPY/kg
 
Pulp(BHKP) 1050.00 -0.01  -0.001%
(5Jun - 11Jun)

* : weekly


(DE/ls 20-06-18)
 
***

Analisa Saham BBNI, BMRI, HMSP, INTP, TLKM dan UNTR | 20 Juni 2018


Sejak awal tahun hingga penutupan pasar 8 Juni lalu, indeks saham blue chip seperti LQ45 sudah melorot 11,92%.

Penurunan indeks saham likuid ini lebih dalam ketimbang IHSG, yang cuma turun 5,70%. Indeks LQ45 bahkan merupakan indeks konstituen dengan kinerja terburuk ketiga di BEI, setelah SMInfra18 dan IDX30.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, penurunan saham LQ45 jelang libur Lebaran disebabkan oleh aksi profit taking investor, efek perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta kenaikan suku bunga Federal Reserve.

"Libur Lebaran membuat pasar modal Indonesia otomatis terhenti sejenak. Namun ini justru menjadi peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi beli terhadap saham LQ45 saat market dibuka kembali pada tanggal 20 Juni nanti," jelasnya, Selasa (19/6).

Nafan bilang, saat ini fase down trend terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mulai berakhir. Ia memprediksi Rabu (20/6), IHSG akan berada di zona hijau dengan support di level 5.916 dan resistance di level 6.135. Hal ini tentu akan memberi efek yang positif bagi pergerakan saham LQ45.

"BI lagi berupaya untuk meningkatkan suku bunga acuan sebagai respon terhadap kenaikan suku bunga The Fed dan perang dagang antara AS dan Tiongkok. Hal tersebut tentunya akan diapresiasi oleh para pelaku pasar," katanya.

Nafan menambahkan, bahwa sejumlah even besar seperti pertemuan OPEC, hari raya Idul Fitri, ajang piala dunia maupun kenaikan harga minyak mentah bisa menjadi katalis positif untuk IHSG maupun prospek saham besar seperti LQ45 saat pasar dibuka kembali.

Namun, ia juga menyarankan agar para pelaku pasar perlu mengantisipasi aksi profit taking dan ancaman perang dagang antara AS dan Tiongkok yang bisa membuat IHSG melemah.

Nafan juga turut menyertakan rekomendasi saham LQ45 yang bisa menjadi pertimbangan investor seperti:

1. BBNI, Daily (8.050) (RoE: 14.32%; PER: 10.21x; EPS: 788.28; PBV: 1.46x; Beta: 1.83):

Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan fase akumulasi masih terlihat. “Akumulasi Beli” pada area level 8.000 – 8.100, dengan target harga secara bertahap di area level 8.250, 8.550, 9.250 dan 9.975. Support: 8.000 & 7.825.

2.BMRI, Daily (6.950) (RoE: 13.82%; PER: 13.70x; EPS: 507.36; PBV: 1.89x; Beta: 1.64):

Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. “Akumulasi Beli” pada area level 6.900 – 7.000, dengan target harga seccara bertahap di level 7.100, 7.275, 7.475, 7.950 dan 8.425. Support: 6.900 & 6.750.

3. HMSP, Daily (3.640) (RoE: 30.76%; PER: 35.39x; EPS: 104.28; PBV: 10.88x; Beta: 1):

Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. “Akumulasi Beli” pada area level 3.610 – 3.650, dengan target harga secara bertahap di level 3.690, 3.930, 4.170 dan 4.420. Support: 3.550.

4. INTP, Daily (16.125) (RoE: 4.22%; PER: 56.44x; EPS: 285.68; PBV: 2.37x; Beta: 1.46):

Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. “Akumulasi Beli” pada level 16.000 – 16.200, dengan target harga secara bertahap di level 17.500, 18.000, 19.100 dan 19.700. Support: 16.000 & 15.500.

5. TLKM, Daily (3.610) (RoE: 18.43%; PER: 16.09x; EPS: 227.52; PBV: 2.96x; Beta: 0.90):

Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan fase akumulasi masih terlihat. “Akumulasi Beli” pada area level 3.560 – 3.620, dengan target harga secara bertahap di level 3.750, 3.880, 4.200 dan 4.510. Support: 3.560 & 3.490.

6. UNTR, Daily (34.800) (RoE: 19.22%; PER: 12.98x; EPS: 2735.92; PBV: 2.51x; Beta: 0.86):

Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. “Buy on Weakness” pada area level 34.300 - 34.600, dengan target harga secara bertahap di level 34.925, 38.200, 41.475 dan 44.750. Support: 34.150.

http://investasi.kontan.co.id/news/simak-saham-saham-lq45-yang-masih-layak-dibeli-pada-perdagangan-hari-ini

Analisa Saham PGAS | 20 Juni 2018


Langkah PT Perusahaan Gas Nasional Tbk (PGAS) mengakuisisi anak usaha Pertamina, Pertagas semakin bulat. Para analis memproyeksikan akuisisi tersebut bisa menyokong kinerja yang lebih baik untuk PGAS di tengah harga sahamnya yang melambung.

Sebelum perdagangan bursa tutup, Jumat (8/6) harga saham PGAS tercatat berada di Rp 2.080 per saham. Namun, selama satu bulan terakhir harga saham PGAS naik 15,56%.

Nyoman W. Prabawa Analis BCA Sekuritas mengatakan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menetapkan nilai akuisisi Pertagas oleh PGAS tidak akan lebih dari US$ 2,5 miliar. Akuisisi ini pun diproyeksikan bisa meningkatkan profitabilitas PGAS.

Nyoman memperkirakan nilai akuisisi Pertagas sekitar US$ 1,5 miliar-US$ 2,5 miliar. "Akusisi ini berpotensi mendongkrak nilai aset PGAS menjadi US$ 7,9 miliar-US$ 8,9 miliar dan secara bersamaan memompa net gearing ke 89%-121%," kata Nyoman dalam riset dalam riset 6 Juni 2018.

Akuisisi PGAS dengan Petagas juga akan memperkuat dominasi PGAS dalam mendistribusikan gas domestik dan mengamankan pasokan gas secara sinergi dengan Pertamina sebagai entitas induk dan pemilik minyak dan gas.

Senada, Kepala Riset Narada Aset Manajemen Kiswoyo Adi Joe mengatakan setelah akusisi, PGAS berpotensi jadi perusahaan yang memonopoli bisnis gas di Indonesia. "Selama ini saingan berat PGAS adalah Pertagas, setelah akusisi kinerja PGAS cerah karena memiliki mayoritas pipa gas dan pasokan dari induknya juga akan lancar," kata Kiswoyo, Selasa (19/6).

William Surya Wijaya, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas juga optimistis kinerja PGAS berpotensi tumbuh baik setelah mengakuisisi Pertagas. Secara umum, William melihat jangka panjang kebutuhan gas di sektor industrial maupun perorangan akan terus bertumbuh.

"Overall langkah akusisi yang diambil akan lebih banyak mendatangkan keuntungan bagi PGAS karena jaringan distribusi dan pasokan akan bertambah," kata William. Hanya saja, investor perlu terus mencermati bagaimana PGAS mengelola bisnisnya ke depan.

Harga gas yang terus diawasi dan dibatasi pemerintah demi menjaga harga gas yang tidak terlalu melonjak menjadi tantangan bagi PGAS dalam mengelola kinerja. "Bagaimana mereka bisa mengatur pengeluaran serta eksekusi harus lebih cermat," kata William.

Kiswoyo menambahkan meski harga gas juga ditentukan pemerintah, selama PGAS terus bangun jaringan pipa gas baru yang terintegrasi dan pasokan gas lanacar maka kinerja PGAS bisa lebih baik. "Pembeli akan selalu ada, yang susah itu di pasokan gas dan jaringan pipa gasnya," kata Kiswoyo.

Menurut Kiswoyo, keuntungan dari akusisi Pertagas baru akan terasa pada laporan keuangan di dua tahun kemudian. Pemerintah dan PGAS menargetkan akan akusisi selesai dilakukan di tahun ini.

"Diharapkan kinerja PGAS akan mulai membaik karena dengan akusisi nanti nilai aset akan meningkat, pendapatan dan net profit juga akan ikut bertumbuh," kata Kiswoyo.

Kiswoyo memproyeksikan pendapatan dan laba bersih PGAS akan tumbuh 10% dari perolehannya di tahun lalu. Sepanjang kuartal-I 2018, PGAS mencatat pendapatan sebesar US$ 797,7 juta, atau naik 7% dari US$ 746 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih turun 17% menjadi US$ 80,9 juta dibanding sebelumnya US$ 97,7 juta. Kiswoyo merekomendasikan buy saham PGAS di target harga Rp 3.500 per saham.

William merekomendasikan buy saham PGAS di target harga Rp 3.600 per saham. Kompak, Nyoman juga merekomendasikan buy di target harga Rp 2.500 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/kinerja-pgas-semakin-menguat-bila-akusisi-pertagas-terlaksana

Rekomendasi Saham William Hartanto | 20 Juni 2018


WH Project Outlook 20 Juni 2018.

IHSG ditutup menurun 113,07 poin (-1.85%) menuju level 5993,63 pada perdagangan hari Jumat, 9 Juni 2018.

Presiden Donald Trump berdamai dengan Kim Jong Un, dan The Fed menaikkan suku bunga acuan. Kedua hal ini menjadi fokus utama pasar. Sepanjang libur lebaran kemarin, pasar Asia mengalami penurunan sebagai respons atas perang dagang AS dan China yang berlanjut.

Lalu, bagaimana IHSG hari ini?

IHSG VIEW

IHSG berpeluang terkonsolidasi dengan range 5900 s/d 6100.

REKOMENDASI SAHAM

Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading hari ini: KREN, ASRI, BSDE, IMAS, dan PTBA.