Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 19, 2020

Komoditas | Harga Minyak Di Level Terendah 20 Tahun Terakhir

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah terjerat dalam krisis dan menyentuh level terendahnya dalam hampir dua dekade setelah Arab Saudi mengisyaratkan eskalasi perang harga dengan Rusia.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terperosok 24 persen dan berakhir di level US$20,37 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu (18/3/2020), level terendahnya sejak Februari 2002.

Harga minyak kini lebih murah ketimbang pada masa krisis keuangan global, ketika ekonomi dunia sebagian besar terhenti selama beberapa hari. Beberapa pedagang mengatakan tingkat permintaan bisa turun lebih dari 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Sejalan dengan WTI, minyak Brent merosot 10 persen dan ditutup di level US$24,88 per barel di ICE Futures Europe Exchange, terendah sejak 2003. Harga bensin, minyak diesel, dan bahan bakar jet pun melemah.

Dilansir Bloomberg, harga minyak meluncur ke bawah level US$25 per barel untuk pertama kalinya sejak 2003 di Lo…

Pasar Modal | Bursa Saham AS Turun Senilai Sejak Trump Menjabat

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi jual besar-besaran mendorong bursa saham AS terbenam di zona merah pada akhir perdagangan Rabu (18/3/2020), di tengah meningkatnya kekhawatiran investor soal dampak wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup anjlok 5,18 persen ke level 2.398,10, Dow Jones Industrial Average tersungkur 6,3 persen menjadi 19.898,92, dan Nasdaq berakhir turun tajam 4,70 persen ke level 6.989,84.

Pasar keuangan bergejolak karena kekhawatiran bahwa kejatuhan ekonomi akibat pandemi corona akan melampaui respons besar-besaran oleh pemerintah dan bank-bank sentral di seluruh dunia.

Dow Jones bahkan sempat menghapus semua kenaikan yang dibukukan sejak Presiden Donald Trump mulai menjabat dengan turun lebih dari 7 persen sebelum mampu sedikit bertenaga pada akhir perdagangan dan ditutup di level terendahnya sejak Februari 2017.

Obligasi pun bertumbangan di penjuru dunia, sehari setelah obligasi Treasury mencatat lonjakan yield terbes…

Obligasi | Efek Stimulus Moneter terhadap Pasar Obligasi Dinilai Tidak Instan

Bisnis.com, JAKARTA—Pemangkasan kembali suku bunga acuan oleh Bank Indonesia dinilai tidak akan memberikan dampak instan ke pasar obligasi.

Bank Indonesia disebut-sebut akan kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate pada hari ini, Kamis (19/3/2020) seiring pemangkasan suku bunga acuan The Fed. Sebulan lalu, BI telah memangkas suku bunga sebesar 25 bps ke level 4,75 persen.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan penurunan suku bunga acuan memang merupakan langkah yang dapat ditempuh bank sentral dalam memberikan stimulus moneter.

Namun, dia menilai keputusan itu tak akan serta merta menurunkan imbal hasil obligasi Indonesia dan membuat harganya naik. Pasalnya, dia menilai saat ini pasar masih cukup panik dan akan lebih memilih uang tunai.

“[Investor] Sekarang sih lagi pada lari aja ke safe haven seperti cash atau malah balik ke US Treasury. Tapi di situasi ini sepertinya cash paling oke,” katanya kepada Bisnis, Rabu (18/3/…

Pasar Modal | Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia Usulkan Insentif Terkait Pasar Modal

Bisnis.com,JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) mengusulkan sejumlah insentif untuk menjaga kinerja perusahaan efek di tengah di tengah gejolak yang terjadi di pasar modal.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Octavianus Budiyanto mengatakan salah satu usulan asosiasi adalah pengembalian biaya transaksi saham.

 “Biaya transaksi saham kami usulkan dikembalikan untuk insentif dan pengembangan industri,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu malam (18/3/2020).

Selain itu, Octavianus juga mengusulkan adanya relaksasi modal kerja bersih disesuaikan (MKBD). Hal itu juga bertujuan menjaga profitabilitas perusahaan efek di tengah volatilitas pasar saham.

Seperti diketahui, Berdasarkan peraturan Bapepam-LK No.V.D.5 tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih, yang sudah bertransformasi menjadi OJK, MKBD sekuritas penjamin emisi (underwriter) dan perantara pedagang (broker) minimal sebesar Rp25 miliar atau 6,25 persen atau 1/16 dari kewajiban terperingkat perusah…

Saham BMRI | Bank Mandiri Siapkan 1,8T untuk ATM per Hari

BANK MANDIRI SIAPKAN Rp1,8 TRILIUN PENGISIAN ATM PER HARI.
IQPlus, (19/03) - Bank Mandiri menyiapkan rata-rata Rp1,8 triliun per hari di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi nasabah menyusul anjuran jaga jarak mencegah penyebaran virus corona.

"Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan kami kepada upaya pemerintah menghambat pandemi virus corona," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Terkait dengan ketersediaan dana, lanjut dia, Mandiri bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengisian ATM yang berada di lokasi umum.

Sedangkan untuk ATM yang berada di kantor cabang, maka pengisian dilakukan oleh karyawan yang mendapat giliran masuk.

Bank BUMN itu juga memastikan kesiapan setiap mesin beroperasi optimal dengan melakukan pengecekan jika terjadi kendala atau kehabisan dana.

Saat ini, Bank Mandiri mengoperasikan 18.291 mesin ATM di seluruh Indonesia yang terhubung dalam jaringan ATM Link…

Saham PGAS | PT Perusahaan Gas Negara Tbk Dukung Industri Nasional

PGN DUKUNG KEBIJAKAN PERKUAT INDUSTRI NASIONAL.
IQPlus, (19/03) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendukung kebijakan pemerintah untuk memperkuat dan meningkatkan pertumbuhan sektor industri nasional.

Dukungan PGN itu dilakukan dengan memperluas jaringan infrastruktur gas bumi ke berbagai daerah, sehingga sentra-sentra industri baru yang terus bermunculan dapat berkontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional melalui pemanfaatan gas bumi.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis, mengatakan, sebagai perusahaan milik negara, sesuai UU no 19 tahun 2003 tentang BUMN, PGN mengemban misi sebagai revenue generator sekaligus agent of development.

`Oleh karena itu, sebagai pionir pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi, PGN terus melakukan inovasi dan terobosan agar energi baik gas bumi dapat digunakan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

"Dengan cadangan gas bumi nasional yang masih sangat besar, en…

Saham KIJA | PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Akan Lakukan Buyback Saham

KIJA SIAPKAN Rp300 MILIAR UNTUK BUYBACK SAHAM. IQPlus, (19/03) - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berniat melakukan buyback saham dalam kondisi pasar yang berfluktiatif signifikan.

Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan, pembelian kembali akan dilakukan selama tiga bulan dari 18 Maret hingga 17 Juni 2020.

Perseroan menyiapkan dana sebanyak-banyaknya Rp300 iliar yang disisihkan dari saldo laba per 30 September 2019. Jumlah saham yang akan dibeli maksimal 20% dari modal dasar dan ditempatkan perseroan. (end)

Saham PTPP | PT PP (Persero) Tbk Dukung Social Distancing

PT PP DUKUNG PELAKSANAAN JAGA JARAK SOSIAL ATASI COVID-19.
IQPlus, (19/03) - PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia mendukung kebijakan pemerintah menerapkan jaga jarak sosial (social distancing) akibat merebaknya wabah COVID-19 di Indonesia dan negara-negara lain di dunia.

}Pencegahan penyebaran wabah COVID-19 ini harus serius untuk dilaksanakan bersama dengan seluruh lapisan masyarakat. Mendukung program pemerintah, PT PP telah memberlakukan parsial bekerja dari rumah atau WFH di mana sebagian besar karyawan bekerja dari rumah dan sebagian lagi di kantor secara bergantian selama 14 hari atau dua pekan ke depan," kata Direktur Utama PT PP (Persero) Lukman Hidayat dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Dikatakan, langkah tersebut diambil oleh manajemen untuk mencegah para karyawannya terkena dampak penyebaran virus COVID19. Para karyawan dapat dengan mudah bekerja dari rumah dengan mengakses aplikasi teknologi yang dimilik…

Rekomendasi Saham IPOT | KLBF, MDKA, MIKA

IHSG (4.200-4.450) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 4.200 kemudian 4.080 dengan resist di level 4.450 dan 4.575.
KLBF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.095 kemudian 1.135 dengan support di level 995, cut loss jika break 955.
MDKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.120 kemudian 1.150 dengan support di level 1.070, cut loss jika break 1.040.
MIKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.900 kemudian 1.990 dengan support di level 1.730, cut loss jika break 1.650.
XDIF (Sell) : Target pelemahan harga pada level 308 kemudian 295 dengan resist di level 334 dan 350.
XPES (Sell) : Target pelemahan harga pada level 262 kemudian 251 dengan resist di level 284 dan 300.
XPDV (Sell) : Target pelemahan harga pada level 302 kemudian 289 dengan resist di level 328 dan 346.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mnq

Bandarmologi Saham KLBF, MDKA, BBRI, INDF, BBCA

Thursday (19/03/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

REMINDER 2: Where to Go JCI After 4,077? Will JCI Decline to 3,849??

IDX Composite 4,114 - 4,354
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): OVERSOLD
STOCH (9,6): OVERSOLD
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): STRONG SELL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: NEUTRAL
ROC: OVERSOLD
WILLIAMS R: OVERBOUGHT
BULLBEAR (13): OVERSOLD

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

STOCKS PICK:

KLBF 985 - 1,115
TECHNICAL  INDICATORS: BUY 990
TARGET PRICE: 1,115
STOP-LOSS: 980

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

MDKA 1,035 - 1,195
TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,040
TARGET PRICE: 1,195
STOP-LOSS: 1,030

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

Ulasan Pasar Global | 19 Maret 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(March 19, 2020)
Investment Information Team
(hafnilulu@miraeasset.co.id)

U.S

Dow drops 1,300 points, S&P 500 loses 5% as coronavirus market sell-off reaches new low

Saham anjlok pada hari Rabu, mencapai krisis baru coronavirus karena investor khawatir tentang kerusakan ekonomi dari pandemi. Hampir tidak ada pasar yang aman dari gelombang penjualan, dengan harga minyak mentah mengalami penurunan terburuk ketiga mereka.

Dow Jones Industrial Average turun 1.338,46 poin, atau 6,3% menjadi 19.898,92, menandai penutupan pertama di bawah 20.000 sejak Februari 2017. Dow turun lebih dari 2.300 poin pada posisi terendah sesi. S&P 500 turun 5,2% menjadi 2.398,10 dan ditutup hampir 30% di bawah rekor bulan lalu. Nasdaq Composite turun 4,7% menjadi 6.989,84.

Saham turun dari posisi terendah mereka di menit terakhir perdagangan setelah Senat memperoleh suara untuk meloloskan rencana bantuan coronavirus untuk memperluas cuti berbayar.

Menyuaraka…

Update Indeks dan Komoditas | 19 Maret 2020

Dow drops 1,300 points, S&P 500 loses 5% as coronavirus market sell-off reaches new low

Stocks tumbled on Wednesday, reaching a new coronavirus crisis low as investors worried about the economic damage from the pandemic.

Dow......19899      -1338.5    -6.30%
Nasdaq...6990      -344.9     -4.70%
S&P 500..2398     -131.1      -5.18%

FTSE.......5081       -214.3      -4.05%
Dax..........8442      -497.4      -5.56%
CAC.........3755      -236.9      -5.94%

Nikkei....16727      -284.98   -1.68%
HSI.........22292     -971.9      -4.18%
Shanghai.2729      -50.9        -1.83%
ST Times.2426      -28.9        -1.18%

IDX.........4331    -126.1      -2.82%
LQ45.....655.63  -28.02      -4.10%

Indo10Yr....7.8073        +0.0998   +1.29%
ICBI............ 273.6367   -1.3887    -0.49%
US10Yr.... .1.2660      +0.2690    +26.98%
VIX............76.45        +0.54         +0.71%

USDIndx ....101.1600  +1.5850    +1.59%
Como Indx..120.34     -9.95         -7.63%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.........6.…

Saham Online di Facebook