Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 14, 2017

Info Emiten : JGLE, 14 Januari 2017

JGLE MASIH SIMPAN DANA IPO Rp272,29 MILIAR.

IQPlus, (13/01) - PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp272,29 miliar hingga akhir Desember 2016.

Menurut keterangan Agus J Alwie, Direktur Utama perseroan Jumat, perseroan meraih dana bersih Rp302,65 miliar dari IPO yang digelar Juni 2016 lalu.

Sedangkan dana yang sudah digunakan antara lain untuk modal kerja Rp2,59 miliar, pembayaran dana talangan Rp24,89 miliar serta setoran modal ke ex JLA sebesar Rp2,86 miliar. (end)

Info Emiten : ACES, 14 Januari 2017

Realisasi pendapatan ACES hanya sedikit di bawah target

JAKARTA. Realisasi penjualan PT Ace Hardware Tbk (ACES) sepanjang 2016 sedikit berada di bawah target.

Berdasarkan data operasional perusahaan, pendapatan ACES per Desember 2016 Rp 520,9 miliar. Artinya, ACES telah mengakumulasi pendapatan Rp 4,86 triliun, kurang hanya sekitar 2% lagi dari target.

Asal tahu saja, target pendapatan ACES periode 2016 adalah sekitar 4,92 triliun, atau naik 5% dibanding realisasi pendapatan 2015, Rp 4,69 triliun.

Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan Rp 5,1. Target tersebut setara dengan pertumbuhan 3,67% dibanding target minimal realisasi penjualan pada tahun 2016.

Tahun ini, ACES juga konservatif dalam hal penambahan gerai. Perseroan menargetkan penambahan 10 unit gerai baru tahun ini. Target penambahan gerai itu sama dengan tahun lalu.

Guna merealisasikan target tersebut, perseroan menyediakan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp 300 miliar. Mereka akan membangun gerai deng…

Info Emiten : TLKM, 14 Januari 2017

TLKM siapkan capex lebih dari Rp 20 triliun

JAKARTA. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mulai menyusun anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) guna menjaga laju perputaran bisnisnya tahun ini.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan, capex yang dianggarkan tahun ini sekitar 20% hingga 25% dari pendapatan. "Ini diambil dari pendapatan tahun lalu," ujarnya kepada KONTAN belum lama ini.

Pendapatan TLKM tahun buku 2016 diperkirakan sekitar Rp 118,07 triliun. Angka ini berdasarkan target pertumbuhan pendapatan 2016 yang naik sekitar 15% dibanding 2015, Rp 102,47 triliun. Andai target tersebut terealisasi, maka capex TLKM untuk tahun ini paling sedikit sekitar Rp 23 triliun.

Perlu diketahui juga, pendapatan TLKM hingga kuartal III-2016 tercatat Rp 86,19 triiun atau setara sekitar 73% dari target. Pendapatan per kuartal TLKM setidaknya sepanjang 2016 juga selalu berada dalam tren kenaikan.

Per kuartal III-2016, pendapatann…

Info Pasar : Wajib Divestasi Saham 51%, Freeport Siap Go Public

Seluruh perusahaan tambang asing di Indonesia saat ini wajib melakukan divestasi saham hingga 51%. Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 yang merevisi PP Nomor 23 Tahun 2010 tentang pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Kewajiban itu memaksa PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk kembali melakukan hitung-hitungan untuk melepas sahamnya kepublik. Sebab diperaturan sebelumnya perusahaan tambang yang membangun tambang dibawah tanah hanya diharuskan divestasi saham 30%. "Itu juga masih kita pelajari, karena kita kan tambang bawah tanah. Di peraturan sebelumnya kan hanya sampai 30%. Ya masih dikalkulasi ulang," tuturnya di Gedung Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/1/2017). Saat ini, Freeport Indonesia berencana akan melakukan divestasi sahamnya sebesar 10,64%. Namun pemerintah masih belum menentukan pihak yang akan menyerapnya. Sebab berdasarkan peraturan yang ada, jika pemerintah enggan serap saham Freeport Indonesia maka akan …

Info Pasar : Dolar AS Melemah, Ada Emiten yang Untung

Melemahnya kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama lainnya dinilai akan mempengaruhi kondisi bursa di Indonesia. Namun, pengaruh yang akan diberikan oleh pelemahan dolar AS tersebut akan menjadi katalis positif. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan mengatakan, untuk perusahaan emiten yang memiliki utang dalam valuta asing akan terbantu dengan pelemahan dolar AS. "Tadi kan dolarnya melemah Rupiahnya menguat, kalau Rupiah menguat otomatis kan pengaruh terhadap emiten-emiten di Indonesia yang punya utang dalam dolar kan akan pengaruh, pengaruh positif ya," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta,
http://economy.okezone.com/read/2017/01/13/278/1591168/terpopuler-dolar-as-melemah-ada-emiten-yang-untung

Saham Online di Facebook