Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 27, 2019

Saham COCO | PENJUALAN NETO WAHANA INTERFOOD NAIK JADI Rp150,55 MILIAR HINGGA SEPTEMBER

IQPlus, (27/12) - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) meraih penjualan neto sebesar Rp150,55 miliar hingga periode 30 September 2019 naik dibandingkan penjualan neto Rp115,08 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp124,65 miliar dari Rp97,29 miliar dan laba bruto naik menjadi Rp25,90 miliar dari laba bruto Rp17,78 miliar.

Sedangkan laba usaha naik menjadi Rp16,59 miliar dari laba usaha Rp11,33 miliar sementara laba sebelum pajak penghasilan diraih Rp7,09 miliar naik dari laba sebelum pajak penghasilan Rp2,71 miliar tahun sebelumnya.

Laba periode berjalan naik menjadi Rp5,25 miliar dari laba periode berjalan Rp2,51 miliar tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan naik menjadi Rp224,88 miliar hingga periode 30 September 2019 naik dari jumlah aset Rp162,75 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham JSMR | LALU LINTAS TOL ARAH JAKARTA DIDOMINASI ARUS DARI TIMUR

IQPlus, (27/12) - PT Jasa Marga Persero (Tbk) mencatat volume lalu lintas menuju Jakarta melalui jaringan jalan tol Dalam Kota didominasi kendaraan dari arah timur pada Rabu (25/12).

"Lalin balik dari arah timur merupakan kontribusi tertinggi dengan menyumbang 54 persen kendaraan dari total seluruh kendaraan yang kembali ke Jakarta pada saat hari H Natal," kata Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru di Jakarta, Kamis malam.

Jumlah ini tersebar di dua gerbang tol (gt), yaitu GT Cikampek Utama untuk pemudik yang datang dari arah Jalan Tol Cikopo-Palimanan dan GT Kalihurip Utama untuk pemudik yang datang dari arah Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi.

Volume lalin yang melintasi GT Cikampek Utama berjumlah 47.972 kendaraan, naik sebesar 90,93 persen dari situasi normal 25.126 kendaraan.

"GT Kalihurip Utama berjumlah jumlah 42.639 kendaraan, naik sebesar 49,48% persen dari situasi normal 28.524 kendaraan," kat…

Saham BMRI | BANK MANDIRI REGION VIII SIAPKAN DANA Rp6,6 TRILIUN UNTUK TAHUN BARU

IQPlus, (27/12) - Bank Mandiri Region VIII/ Jawa 3 dengan wilayah operasional Jatim menyiapkan dana sebesar Rp6,6 triliun atau sekitar Rp220 miliar per hari, selama periode 2 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah setempat pada saat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

CEO Bank Mandiri Region VIII / Jawa 3, R Erwan Djoko Hermawan di Surabaya, Kamis mengatakan penyiapan dana tersebut meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Total dana itu, dibagi dengan rincian 85 persen untuk kebutuhan dana di mesin ATM, dan sisanya 15 persen untuk kebutuhan di kantor cabang.

"Saat ini Bank Mandiri Regional VIII memiliki 2.327 ATM Mandiri yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus di seluruh Jatim untuk melayani kebutuhan dana tunai nasabah," kata Erwan, dalam keterangan persnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kenaikan transaksi nasabah via mesin ATM pada musim libur, atau sejak 9-31 Desemb…

Rekomendasi Saham IPOT | PTBA, MNCN, ERAA

IHSG (6.290 - 6.350) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.350 kemudian 6.380 dengan support di level 6.290 dan 6.260.
PTBA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.670 kemudian 2.720 dengan support di level 2.600, cut loss jika break 2.560.
MNCN (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.620 kemudian 1.655 dengan support di level 1.550, cut loss jika break 1.515.
ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.830 kemudian 1.920 dengan support di level 1.650, cut loss jika break 1.560.
XPLC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 508 kemudian 510 dengan support di level 504, cut loss jika break 502.
XPID (Buy) : Target kenaikan harga pada level 555 kemudian 558 dengan support di level 551, cut loss jika break 549.
XPDV (Buy) : Target kenaikan harga pada level 492 kemudian 494 dengan support di level 487, cut loss jika break 485.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7oi6

Analisa Saham ADHI, BMRI dan INKP

Saham ADHI
Pada pergerakan harga saham ADHI muncul inverted hammer candle dengan kenaikan volume perdagangan. Di samping itu, indikator RSI bergerak melemah. Indikator MACD berpotensi death cross.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 1.155
Resistance: Rp 1.220
Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Saham BMRI
Saham BMRI bergerak terkonsolidasi setelah Indikator RSI bergerak pada area jenuh beli dan indikator Stochastic berpotensi death cross. Harga saham saat ini pun terlihat sedang menguji upper bollinger bands setelah lebih dari empat hari perdagangan break out upper bound. Stop loss dapat dilakukan saat harga berada di bawah Rp 7.675 per saham.

Rekomendasi: Sell
Support: Rp 7.500
Resistance: Rp 8.000
Lanjar Nafi, Reliance Sekuritas

Saham INKP
Pergerakan harga saham INKP menunjukkan indikator MACD yang death cross, disusul posisi RSI yang menurun dan indikator stochastic yang sudah oversold. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya rebound di jangka pendek, dengan tren menurun.

Rekomendasi:…