google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 17, 2019

Saham LEAD | Logindo Samudramakmur Optimalkan Utilisasi Kapal

PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) tengah mengoptimalkan kinerja dari aset yang ada saat ini. Presiden Direktur PT Logindo Samudramakmur Tbk Eddy Kurniawan Logam menyampaikan perusahaan terus meningkatkan utilisasi kapal dari kuartal sebelumnya. Saat ini, LEAD memiliki total kapal sebanyak 44 unit dengan tingkat utilisasi pada kuartal III-2019 menembus 70%. Padahal pada awal tahun ini tingkat utilisasi armada mereka berada di sekitar 50%. "Peningkatan utilisasi karena ada kontrak baru, dan armada besar kita sudah mulai beroperasi," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (17/10). Sampai kuartal III-2019 LEAD telah mengempit kontrak anyar sebesar US$ 8,5 juta. Yang terbaru, LEAD memperoleh kontrak senilai US$ 7 juta pada Oktober 2019. Ia memproyeksi peluang perusahaan pada semester dua ini bakal meningkat dan lebih baik lagi. Sekretaris Perusahaan PT Logindo Samudramakmur Tbk Adrianus Iskandar bilang perusahaan sedang mengikuti beberapa tender dengan nilai total sekit

Saham KPAL | Steadfast Marine Pailit?

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham atau suspensi PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) di seluruh pasar sejak sesi II Perdagangan Efek hari Rabu, (16/10). BEI menghentikan sementara perdagangan saham KPAL karena adanya permohonan pernyataan pailit kepada PT Steadfast Marine Tbk (KPAL) selaku termohon oleh Cable Source Pte. Ltd. Mengenai hal ini Sekretaris Perusahaan Steadfast Marine, Mulyadi Chandra menyampaikan permohonan pailit yang diajukan perusahaan kabel asal Singapura ini terakit pembayaran perseroan untuk pembelian kabel-kabel kelistrikan kapal senilai S$ 211.215,40 atau sekitar Rp 2,18 miliar. Namun, sambungnya, saat ini Steadfast dan Cable Resources telah merestrukturisasi jangka waktu pembayaran tersebut menjadi pembayaran secara bertahap dengan mekanisme angsuran per bulan mulai Juni 2019 sampai Januari 2020. Oleh karena itu permohonan kepailitan tidak terpenuhi. Selain itu, KPAL juga sudah membayar angsuran yang jatuh tempo sehingga tid

Saham ASII | PENJUALAN MOBIL ASTRA NAIK 3,4% DI BULAN SEPTEMBER 2019

PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatat penjualan mobil sebesar 51.557 unit pada bulan September 2019 dimana jumlah itu meningkat 3,4% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang 49,860 unit. Menurut keterangan yang diperoleh Kamis disebutkan, untuk penjualan LCGC pada bulan September 2019 Astra tercatat sebanyak 13.544 unit turun dibandingkan 14,458 unit pada tahun sebelumnya. Sedangkan total penjualan untuk periode sembilan bulan pertama Astra Internasional mencapai 396.138 unit turun dibandingkan 424.604 unit di periode sama tahun sebelumnya demikian juga dengan total penjualan LCGC Astra untuk periode sembilan bulan pertama tahun ini turun menjadi 111.361 unit dari 127.336 unit tahun sebelumnya. (end) Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/asii-penjualan-mobil-astra-naik-3-4--di-bulan-september-2019,89102135.html

Saham BUMI | Anak Usaha Bumi Resources Didenda Rp10,3 Miliar

Lagi, lagi dan lagi anak usaha PT Bumi Resource Tbk (BUMI), PT Citra Prima Sejati dijatuhkan denda sebsar Rp10,3 miliar karena dinyatakan bersalah oleh Majelis Komisi. Mengutip keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (17/10/2019), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan perkara Nomor 03/KPPU-M/2019 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 29 UU Nomor 5 Tahun 1999 Jo. Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010 terkait Keterlambatan Pemberitahuan Pengambilalihan (Akuisisi) Saham PT MBH Mining Resources oleh PT Citra Prima Sejati. Majelis Komisi menilai terjadi keterlambatan Pemberitahuan kepada KPPU yang dilakukan oleh PT Citra Prima Sejati terkait dengan Pengambilallihan Saham PT MBH Mining Resources. Selain itu, PT Citra Prima Sejati terlambat melakukan Pemberitahuan melebihi batas waktu Pemberitahuan yaitu 30 hari sejak Pengambilalihan saham berlaku efektif secara yuridis. Bahwa diketahui tanggal efektif secara yuridis pengambil

Saham UNVR | Laba Unilever Anjlok 24,37% di Q3

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) hari ini menyampaikan laporan keuangan kuartal III-2019. Hasilnya, laba bersih perusahaan barang konsumsi (consumer goods) terbesar di Indonesia ini turun cukup besar. Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis ini (17/10/2019) tercatat laba bersih perseroan drop hingga 24,37% menjadi Rp 5,51 triliun. Pada periode yang sama 2018, laba UNVR tercatat sebesar Rp 7,28 triliun. Pendapatan perseroan selama tahun berjalan 9 bulan tercatat naik tipis 2,63% menjadi Rp 32,36 triliun. Periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar Rp 31,53 triliun. Sementara beban pokok penjualan tercatat naik 1,35% menjadi Rp 15,93 triliun dari Rp 15,71 triliun. Ada satu komponen yang tercatat mengalami penurunan signifikan yaitu pendapatan lainnya, anjlok hingga 99,92% menjadi Rp 2,17 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu nilainya mencapai Rp 2,84 triliun. Hingga awal perdagangan sesi II, harga saham UNV

Saham BJTM | KREDIT BANK JATIM TUMBUH 14,07 PERSEN PER TRIWULAN III-2019.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan kredit 14,07 persen pada triwulan III-2019, atau tumbuh positif bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year). Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha di Surabaya, Rabu, mengatakan berdasarkan kinerja, aset Bank Jatim tercatat Rp72,13 triliun atau tumbuh 13,72 persen, dan laba bersih tercatat Rp1,14 triliun atau tumbuh 7,61 persen. Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan positif 15,84 persen (yoy) yaitu sebesar Rp61,21 triliun. "Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim meningkat," kata Ferdian dalam keterangannya kepada wartawan. Ia mengatakan pertumbuhan DPK tersebut didominasi pertumbuhan giro 22,81 persen atau tercatat Rp23,56 triliun, diikuti pertumbuhan tabungan sebesar 12,38 persen atau tercatat Rp18,29 triliun dan pertumbuhan deposito sebesar 1

Saham BBRI | Margin Bunga Bank BRI Gede, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham BBRI

Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tahun ini diyakini masih bakal ciamik. Tingginya kredit yang disalurkan Bank BRI ke usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) diprediksi akan menjadi penopang kinerja. Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan Bank BRI di semester pertama lalu naik 10,64% dari Rp 53,64 triliun menjadi Rp 60,03 triliun. Alhasil, laba bersih perbankan pelat merah ini turut tumbuh 8,46% jadi Rp 16,16 triliun. Analis Mirae Asset Sekuritas Lee Young Jun mengatakan, posisi Bank BRI saat ini lebih baik ketimbang perbankan BUMN lainya. Pasalnya, saat ini portofolio pinjaman Bank BRI memiliki suku bunga tetap yang lebih tinggi dibandingkan dengan perbankan lainnya. "Ini menjadi pengaruh positif bagi emiten di tengah tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI)," kata dia, Rabu (16/10). Analis Deutsche Bank Raymond Kosasih pun sepakat. Dalam riset yang dirilis 1 Oktober lalu, dia mengungkapkan, fokus Bank BRI pada kredit mikro dan konsumen membuat

Saham JSMR | Bangun Tol Probowangi, Jasa Marga Dapat Pembiayaan dari China Communications

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan mendapatkan bantuan pembiayaan dari PT China Communications Construction Indonesia (CCCI) untuk melanjutkan proyek ruas terakhir Jalan Tol Trans Jawa, yaitu Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi). Ruas jalan bebas hambatan sepanjang 172 kilometer ini membutuhkan investasi Rp 23,3 triliun. Senin lalu, rencana penyaluran bantuan ini dimulai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara Jasa Marga dan CCCI. Proyek ini merupakan bagian dari Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) Center yang diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk pembiayaan proyek strategis nasional. Artinya, proyek ini tak dibiayai oleh APBN. Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto menjelaskan, kerja sama antara Jasa Marga dengan CCCI dalam bentuk equity financing. Berarti akan ada investasi atau saham yang masuk dalam proyek tol tersebut. CCCI akan menjadi investor minoritas. Jalan tol ini akan dikelola oleh s

Saham TPIA | CHANDRA ASRI BAGI DIVIDEN INTERIM PADA 1 NOVEMBER

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan membagikan dividen interim tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 sebesar US$0,000369 per saham. Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan, cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi 25 dan 25 Oktober 2019 dan di pasar tunai pada 28 dan 29 Oktober 2019 dengan DPS hingga 28 Oktober 2019. Pembagian dividen interim tersebut berdasarkan keputusan rapat direksi perseroan pada 16 Oktober 2019. Sementara dividen interim akan dibagikan pada 1 November 2019 mendatang. (end) Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/tpia-chandra-asri-bagi-dividen-interim-pada-1-november,89080441.html

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | ASII, IMAS, JRPT, SILO

Daily Technical 17 Oktober 2019 Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Kamis 17 Oktober 2019. IHSG ditutup menguat sebesar 11,42 poin (+0.18%) menuju level 6.169,59 pada perdagangan hari Rabu 16 Oktober 2019 kemarin. Kini saatnya menguji resistance 6.200, dan support 6.150 (toleransi 6.100) secara bersamaan. IHSG mengkonfirmasi penguatan tahunan setiap bulan Oktober. Sentimen eksternal menjadi kecil pengaruhnya terhadap IHSG. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 6.100 s/d 6.200. ASII Technical Pattern: Membentuk pola hammer yang mengindikasikan rebound. Rekomendasi: Buy 6300 s/d 6375, TP 6500, stop loss <6200 .="" p=""> IMAS Resistance Breakout: Menguat menembus resistance 1500. Berpotensi memasuki uprtend jangka pendek. Rekomendasi: Buy and hold >1500, TP 1600 s/d 1750. JRPT Testing Resistance: Menguji resistance pada 675. Penguatan akan berlanjut jika breakout. Rekomendasi: Buy on breako

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | BBRI, SMRA, CTRA

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight Okt  17, 2019 (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 6,169.59 (+0.19%), test resistance at 6,185, trading range 6,136 – 6,185. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak naik. Daily support di 6,136 dan resistance di 6,185. Cut loss level di 6,103. BBRI Weekly  ,3,990 (+1.79%),trading buy, trading range 3,840 – 4,060. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trend line. Weekly support  di 3,840 sementara itu weekly  resistance  di 4,060. Cut loss level  di 3,740. SMRA Weekly 1,200 (+4.80%), trading buy, trading range 1,130 – 1,265. indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan RSI optimized  cenderung naik. Weekly support  di  1,130 sementara itu weekly resistance  di 1.265. Cut loss level  di  1,100.

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | ICBP, IMAS, ESSA, WSKT

MNC Daily Scope Wave 17 Oktober 2019 Kemarin (16/10), IHSG ditutup menguat tipis 0,2% ke level 6,169. Kami perkirakan IHSG sudah berada pada akhir wave (iv) dari wave [c], dimana IHSG rentan untuk terkoreksi untuk membentuk wave (v) dari wave [c] ke area 5,950-5,900. Support: 6,120, 6,030 Resistance: 6,200, 6,250 ICBP - Buy on Weakness (11,325) Kami memperkirakan ICBP saat ini sudah berada pada akhir wave A dari wave (A), dimana koreksi ICBP sudah relatif terbatas. Selanjutnya, ICBP berpotensi menguat untuk membentuk wave B dari wave (A). Buy on Weakness: 11,175-11,250 Target Price: 11,700, 12,000 Stoploss: below 10,750 IMAS - Buy on Weakness (1,580) Kemarin (16/10), IMAS ditutup menguat cukup signifikan ke level 1,580. Kami memperkirakan IMAS sudah menyelesaikan wave C dari wave [B], dimana pergerakan IMAS saat ini masih dapat melanjutkan penguatannya untuk membentuk wave [C]. Buy on Weakness: 1,480-1,550 Target Price: 1,700, 1,850, 2,300 Stoplos

Rekomendasi Saham IPOT | BBRI, BJBR, AKRA

IHSG (6.135-6.200) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.200 kemudian 6.230 dengan support di level 6.135 dan 6.105. BBRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.030 kemudian 4.080 dengan support di level 3.940, cut loss jika break 3.900. BJBR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.685 kemudian 1.720 dengan support di level 1.640, cut loss jika break 1.615. AKRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.280 kemudian 4.330 dengan support di level 4.180, cut loss jika break 4.130. XPSG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 448 kemudian 450 dengan support di level 444, cut loss jika break 442. R-LQ45X (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.007 kemudian 1.010 dengan support di level 1.001, cut loss jika break 998. XMTS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 491 kemudian 493 dengan support di level 487, cut loss jika break 485. Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t

Saham WIKA | Ada Peluang Mengakhiri Downtrend, Ini Rekomendasinya

Analisis Saham WIKA Analisis Teknikal Saham WIKA pada tanggal 16 Oktober 2019 ditutup melemah pada harga 1910, turun -0,5%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 116% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik. Berdasarkan indikator Stochastics Slow saham ini berada pada area pertengahan ke atas. Sedangkan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik. Informasi Terbaru Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) optimistis bisa membukukan arus kas positif di akhir tahun meski perusahaan mengejar kontrak baru yang ditargetkan mencapai Rp 61,74 triliun.  Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk Mahendra Vijaya mengatakan pada kuartal IV-2019 perusahaan tengah menunggu pencairan proyek tol Balikpapan-Samarinda dan beberapa proyek lainnya. Dari proyek tol Balikpapan-Samarinda, perusahaan emiten pelat merah ini akan menerima dana segar sekitar Rp 4,4 triliun. (nlt)  Sumber

Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas | AALI, ANTM, ASII, INCO, ITMG, PWON

IHSG Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan mengalami koreksi wajar, setelah kemarin hanya mampu menguat 0,19 persen ke level 6.169. Indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif, sedangkan indikator Stochastic dan RSI tetap menunjukkan sinyal positif. Terlihat pola bearish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju level support terdekat. Saat ini support pertama dan kedua berada di level 6.126 dan 6.105, sedangkan resistance pertama dan kedua berada di posisi 6.196 dan 6.230. Saham Pilihan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI),  Daily (Rp10.500) (RoE: 0,46%; PER: 229,79x; EPS: 46,02; PBV: 1,07x; Beta: 1,04). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-60 dan 120 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp10.400-10.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.975,

Rekomendasi Saham KGI Sekuritas | CTRA, ANTM, BBRI,PGAS

IHSG Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini akan kembali dibayangi aksi ambil untung, setelah pergerakannya mulai memasuki area jenuh beli (overbought). Kenaikan IHSG selama lebih dari empat hari dari level terendah 6.000 ke posisi tertinggi 6.180 telah memasuki area jenuh beli harian. Pelaku pasar yang akan mengambil posisi beli disarankan untuk mewaspadai potensi terjadinya aksi profit taking. Saat ini support terdekat di level 6.100 dengan level resistance di posisi 6.200. Saham Pilihan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target profit taking di kisaran Rp1.090-1.190, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp950 dan Rp920, disarankan cut-loss pada posisi Rp860. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan target profit taking di kisaran Rp1.295-1.395, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.150 dan Rp1.110, disarankan cut-loss pada posisi Rp1.060. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target profit taking di kisaran Rp4.150-

Saham Online di Facebook