Saham BJTM | KINERJA BANK JATIM DIAPRESIASI KEMENTERIAN PUPR
Kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mendapat apresiasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, khususnya kinerja Triwulan III pada program Kredit Penyaluran Rumah (KPR) pada penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2019.
Pgs Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha dalam keterangan persnya di Surabaya, Kamis mengaku bangga dengan apresiasi Kementerian PUPR, sebab Bank Jatim telah target sebagai salah satu Bank Pelaksana penyalur KPR Sejahtera FLPP.
Ferdian menjelaskan, selama tahun 2019 sampai dengan September 2019 Bank Jatim telah menyalurkan kredit KPR Sejahtera FLPP sebanyak 324 unit dengan nominal Rp28,06 miliar, atau telah mencapai target sebesar 100 persen sebelum tahun 2019 berakhir.
Sehingga, kata dia, total penyaluran Kredit KPR Sejahtera FLPP sejak tahun 2015 hingga sekarang mencapai 1.024 unit dengan nominal Rp92, 61 miliar.
"Bahkan, kami saat ini sedang mengajukan penambahan target kuota sebesar 150 unit sampai dengan Desember 2019. Penambahan kuota ini diajukan karena terdapat potensi penyerapan kredit KPR Sejahtera FLPP di beberapah daerah lain, seperti Kota Madiun, Jember, Gresik, dan Bangkalan," katanya.
Sementara itu, untuk menyukseskan rencana penyaluran KPR Sejahtera FLPP Thaun 2019, Ferdian mengaku Bank Jatim telah melakukan MoU dengan Asosiasi Pengembang antara lain dengan APERNAS DPW Jatim, DPD APERSI BERSATU Jatim, dan DPD REI Jatim.
"Mereka kami ajak kerja sama karena telah menjadikan Bank Jatim sebagai mitra kerja dalam penyaluran KPR, baik untuk proyek pembangunan perumahan Komersial maupun perumahan bersubsidi," tuturnya.(end)
Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/bjtm-kinerja-bank-jatim-diapresiasi-kementerian-pupr,83073256.html
Saham FPNI | LOTTE CHEMICAL TITAN LIKUIDASI PERUSAHAAN TAK AKTIF
PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) bermaksuk melikudasi beberapa anak perusahaan perseroan dormant (tidak aktif) seiring dengan perampingan struktur grup Lotte Chemical Titan Holding Berhad yang berniat mengurangi jumlah perusahaan dormant dalam grup.
Menurut keterangan yang diperoleh Jumat disebutkan, perusahaan dormant tersebut antara lain South Wealth Finance Limited (didirikan di British Virgin Island), Chemical Brothers Limited (didirkan di Mauritius), Lotte Chemical Titan International (didirikan di Labuan) serta PT Titan Trading (PTT) (didirikan di Republik Indonesia).
Proses likuidasi PT Titan Trading telah disetujui pemegang saham PTT berdasarkan sirkuler Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 10 Oktober 2019. PTT adalah anak perusahaan perseroan yang berstatus tidak aktif dan 100% dimiliki perseroan.
PTT didirikan pada 8 Oktober 2010 di Indonesia dengan tujuan menjadi distributor utama dan importir atas biaxial oriented polypropylene film, polytehylene dan ethylene namun tidka aktif dan tidak melakukan kegiatan usaha apapun sejak pendiriannya. (end)
Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/fpni-lotte-chemical-titan-likuidasi-perusahaan-tak-aktif,83075725.html
Saham UNTR | Penjualan Alat Berat United Tractors Turun
Kegiatan operasional PT United Tractors Tbk (UNTR) di bidang batubara naik hingga Agustus 2019. Namun penjualan alat berat perusahaan ini masih menurun dibanding tahun lalu.
Anak usaha United Tractors di bidang jasa penambangan batubara, PT Pamapersada Nusantara (Pama), misalnya, telah melakukan pengupasan alias overburden removal (OB) 665,3 juta bank cubic meter (BCM) pada Januari-Agustus 2019. Jumlah tersebut naik 4,86% dari periode sama tahun lalu sebesar 624,9 juta BCM.
Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis mengatakan, peningkatan kinerja operasional lantaran cuaca yang membaik. "Musim kering memungkinkan kinerja kontraktor tambang meningkat, tak terkendala hujan," tutur dia, Kamis (10/10).
Hasil tambang batubara Pama dari Januari-Agustus 2019 pun naik 6,19% menjadi 84 juta ton batubara dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 79,1 juta ton batubara.
Hingga akhir tahun, Pamapersada berharap volume pengupasan lapisan tanah bisa tembus 950 juta BCM hingga 980 juta BCM. Sedangkan untuk target hasil batubara sebesar 125 juta-127 juta ton.
Di bisnis produksi batubara, PT Tuah Turangga Agung berhasil menambang batubara sebesar 6,16 juta ton atau tumbuh 10,39% secara tahunan. Hingga akhir tahun ini, UNTR percaya bisa memproduksi batubara 9 juta ton. "Proyeksi sampai akhir tahun masih sama, fokus kami untuk mengejar target," kata Sara.
Tahun ini United Tractors bisa mendapat tambahan bisnis tambang emas melalui PT Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. UNTR membidik produksi emas 400.000 oz. Sampai Agustus 2019, UNTR telah produksi emas mencapai 260.000 oz.
Sementara itu, kinerja penjualan alat berat dari Januari-Agustus 2019 mencapai 2.359 unit turun dari tahun sebelumnya 3.221 unit. Tahun ini UNTR menurunkan target penjualan menjadi 3.600 unit.
Sara mengatakan, tantangan kuartal akhir 2019 yakni kondisi pasar alat berat yang dipengaruhi oleh harga komoditas. "Untuk mengimbanginya UNTR melalui layanan product support," ujar dia.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/produksi-dan-jasa-tambang-naik-penjualan-alat-berat-united-tractors-untr-turun
Saham ASRI | Kinerja Alam Sutera Terlihat Tertekan, Ini Rekomendasinya!
Laju industri properti tahun ini masih lambat. Ini antara lain tercermin dari kinerja emiten properti. Ambil contoh PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).
Di paruh waktu tahun ini, pendapatan Alam Sutera turun 42% jadi Rp 1,28 triliun. Alhasil, ASRI hanya mencatat laba bersih Rp 151,3 triliun. Nilai ini merosot 71% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Tersendatnya kinerja keuangan Alam Sutera terjadi di sebagian besar segmen usaha. Pendapatan dari segmen bisnis real estat mencatatkan penurunan 47,8% secara tahunan jadi sebesar Rp 1,04 triliun.
Di tahun sebelumnya, kontribusi segmen ini mencapai Rp 1,99 triliun. Sementara, bisnis hospitality dan prasarana hanya naik tipis 0,87% ke Rp 165 miliar.
Untungnya, bisnis pariwisata masih memberikan kinerja positif. Pendapatannya melonjak 124% menjadi Rp 74,86 miliar dari Rp 33,35 miliar di tahun sebelumnya. Pendapatan ini diperoleh ASRI dari tempat wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.
Analis MNC Sekuritas Jessica Sukimaja mengatakan, kinerja ASRI di semester I-2019 masih lesu karena permintaan properti masih rendah. Ini imbas tahun politik dan momentum hari raya Idul Fitri.
Melihat kondisi tersebut, Jessica memprediksi pendapatan ASRi hingga akhir tahun ini turun 22% menjadi Rp 3,1 triliun. Laba bersihnya juga diperkirakan turun 32,58% menjadi Rp 657,66 miliar
Rekomendasi saham ASRI
Perlambatan di bisnis properti sepertinya juga akan mempengaruhi bisnis Alam Sutera ke depan, dalam jangka menengah. Pasalnya, pendapatan pra penjualan alias marketing sales perusahaan pengembang kawasan Alam Sutera ini juga mengalami penurunan.
Hingga paruh waktu tahun ini, marketing sales Alam Sutera baru sebesar Rp 1,3 triliun. Padahal, target hingga akhir tahun mencapai Rp 5 triliun. Bukan hanya itu, realisasi tersebut juga turun 25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Tapi Alam Sutera masih bisa menggenjot kinerja melalui penjualan lahan ke China Fortune Land Development (CFLD). ASRI menjual tanah seluas 500 hektare (ha) pada CFLD hingga 2021 mendatang. Perjanjian kerja sama sudah disepakati sejak 2017 silam.
Alam Sutera sudah menerima sejumlah uang jaminan senilai Rp 1,45 triliun dalam bentuk refundable deposit. Target nilai penjualan tanah ke CFLD senilai Rp 900 miliar. "Penjualan tanah ke CFLD jadi faktor penting bagi ASRI tahun ini," kata Jessica, Kamis (10/10).
Yasmin Soulisa, analis Ciptadana Sekuritas, menilai, transaksi lahan dengan CFLD cukup penting bagi ASRI. Terlebih, jika pembayaran minimal Rp 500 miliar dibukukan di semester kedua, ini akan jadi sentimen yang lebih positif untuk ASRI.
Sementara, proyek lain yang juga bisa menyokong kinerja ASRI ke depan adalah Survana Sutera, Pasar Kemis dan proyek apartemen high end di Alam Sutera, yaitu The Lana.
Namun, menurut Richardson Raymond, analis saham Sinarmas Sekuritas, perubahan arah kinerja ASRI di sisa akhir tahun ini belum akan terlihat. Pasalnya, ASRI masih fokus mengembangkan stok proyek lamanya. "Pengembangan proyek baru di sisi utara Serpong baru akan dimulai pada 2021," tulis Richardson dalam risetnya.
Karena faktor tersebut, Raymond merekomendasikan netral ASRI dengan target harga Rp 360 per saham. Jessica merekomendasikan hold dengan target harga Rp 260 per saham. Yasmin merekomendasikan buy dengan target harga Rp 390 per saham.
Kemarin, saham ASRI ditutup menguat 4 poin atau setara sekitar 1,47% menjadi sebesar Rp 276 per saham.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/kinerja-alam-sutera-masih-tertekan-ini-rekomendasi-analis-untuk-saham-asri?page=2
Saham CTRA | Marketing Sales Ciputra Development Sudah Mencapai 80% dari Target Tahun Ini
Pundi-pundi penjualan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) terus bertambah. Pendapatan prapenjualan atau marketing sales pengembang properti tersebut telah mendekati Rp 5 triliun.
Marketing sales teranyar diperoleh Ciputra dari penjualan proyek Citra Garden Puri Jakarta Barat. "Dari proyek ini sekitar Rp 700 miliar," ujar Tulus Santoso, Direktur Ciputra Development kepada KONTAN, Kamis (10/10).
Marketing sales Ciputra hingga saat ini sudah terkumpul sekitar Rp 4,8 triliun. September lalu Ciputra mencatat marketing sales Rp 4,1 triliun.
Tahun ini, Ciputra menargetkan perolehan marketing sales sekitar Rp 6 triliun. Artinya, realisasi marketing sales perusahaan ini telah mencapai sekitar 80% dari target.
Peluncuran proyek Citra Garden Puri juga terbilang sukses. Ciputra menawarkan sekitar 600 unit rumah. Adapun harga yang ditawarkan mulai dari Rp 900 juta.
Ciputra mencatat, lebih dari 1.000 calon pembeli mengantre. Padahal, proyek ini baru diluncurkan pada pekan terakhir bulan lalu.
Citra Garden Puri dikembangkan di atas lahan seluas 18 hektare (ha). Ini merupakan hunian dengan konsep serviced residence atawa rumah dengan layanan lengkap selayaknya apartemen.
Semula, Ciputra berencana menjual proyek tersebut secara bertahap, dimulai dengan penjualan dua klaster atau setara 250 unit rumah terlebih dahulu. Jangka waktu penjualannya direncanakan selama tiga tahun, sebelum akhirnya proyek tersebut laku keras dalam waktu singkat.
Selain proyek itu, Ciputra juga terus mengerjakan proyek potensial lainnya. Salah satunya Citra Raya Maja. Saat ini, area yang telah dikembangkan seluas 500 ha dan sekitar 16.000 unit rumah telah terjual.
Adapun total luas lahan di proyek tersebut mencapai 2.600 ha. Saat ini, pengembangannya sudah memasuki tahap kedua. Tahun depan, CTRA akan melanjutkan pengembangan tahap ketiga.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/marketing-sales-ciputra-development-ctra-sudah-mencapai-80-dari-target-tahun-ini
Rekomendasi Saham IPOT | ERAA, SMGR, PWON
IHSG ( 5.985-6.055) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.055 kemudian 6.085 dengan support di level 5.985 dan 5.950.
PWON (Buy) : Target kenaikan harga pada level 665 kemudian 685 dengan support di level 620, cut loss jika break 600.
ERAA ( Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.695 kemudian 1.780 dengan support di level 1.545, cut loss jika break 1.465.
SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 11.675 kemudian 11.800 dengan support di level 11.425, cut loss jika break 11.300.
XPLC (SELL) : Target pelemahan harga pada level 471 kemudian 469 dengan resist di level 474 dan 476.
XPID (SELL) : Target pelemahan harga pada level 505 kemudian 504 dengan resist di level 507 dan 508.
XPDV (SELL) : Target kenaikan harga pada level 448 kemudian 449 dengan support di level 445, cut loss jika break 444.
Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mu6
Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | CTRA, INCO, KBLI, IPTV
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (11 Oktober, 2019)
Research Team (research@miraeasset.co.id)
Market comment by Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust), CMT (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id)
IHSG ditutup lebih rendah -0.09% sejalan dengan sebagian besar indeks regional yang ditutup lebih rendah pada hari Kamis. BBRI adalah penyeret terbesar IHSG, seiring dengan BBRI yang mencatat penjualan asing terbesar kemarin. Kami perkirakan IHSG akan diperdagangkan mixed cenderung naik hari ini karena pembicaraan perdagangan AS-China tingkat tinggi berlanjut ke hari kedua, dan berkembangnya optimisme akan tercapainya gencatan senjata.
Indeks AS ditutup naik pada hari Kamis karena investor menjadi lebih optimis tentang perkembangan perdagangan baru-baru ini. Meskipun pembicaraan perdagangan tingkat menengah tidak menghasilkan kemajuan pada masalah-masalah utama, berita bahwa Presiden Trump mengkonfirmasi pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He pada hari Jumat meningkatkan sentimen positif. Harga konsumen AS datar pada bulan September, yang mana merupakan yang terlemah sejak Januari. Namun, CPI inti tahunan tetap stabil di level tertinggi dalam satu tahun yaitu 2.4%. Sementara itu, data initial jobless claim tercapai di 210,000, yang mana merupakan yang terendah dalam tiga minggu.
Market Indicator
JCI: 6,023.64 (-0.09%)
EIDO: 23.96 (+0.63%)
DJIA: 26,496.67 (+0.57%)
FTSE100: 7,186.36 (+0.28%)
USD/IDR: 14,150 (-0.16%)
10yr GB yield: 7.27% (-1bps)
Oil Price: 53.55 (-1.83%)
Foreign net purchase: -IDR564.6bn
Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: BBCA, HMSP, INCO, ANDI, FREN
TOP SELL: BBRI, BMRI, BTPS, ICBP, BBNI
Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
BBRI, BBCA, BMRI, ANDI, TCPI
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Equity Movers
Investment Information Team (saryanto@miraeasset.co.id)
Actual Forecast Previous
Core CPI (MoM) (Sep) AS 0.1% 0.2% 0.3%
Core CPI (YoY) (Sep) AS 2.4% 2.4% 2.4%
*INCO +5.5%. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melakukan negosiasi mendalam terkait nilai divestasi 20% saham perseroan kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) selaku holding BUMN Pertambangan. Kesepakatan ditargetkan terjadi dalam waktu dekat.
*ENVY +1.0%. PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asean Cooperative Organization (ACO) di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (9/10). Envy Technologies sebagai perusahaan jasa teknologi informasi dalam hal ini berperan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi perdagangan melalui internet dan platform sistem pembayaran global bagi para anggota ACO.
*BBCA +0.6%. Manajemen mempertimbangkan stock split
*RALS -1.1%, ACES -2.2%, LPPF -1.2%. Penjualan eceran kuartal III-2019 tertekan. Hasil survei penjualan eceran Bank Indonesia menunjukkan< Indeks penjualan Riil (IPR) sepanjang Agustus 1.1% Year on Year (YoY) melambat dibandingkan Juli 2019 yang naik 2.4% YoY.
Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)
*IHSG Daily, 6,023.64 (-0.09%), test resistance at 6,045, trading range 6,000 – 6,045. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized relatif flat. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak turun. Daily support di 6,000 dan resistance di 6,045. Cut loss level di 5,972.
*CTRA Weekly, 1,135 (+6.75%),trading buy, trading range 1,050 – 1,160. Indikator MFI optimized akan menguji support trend line sementara indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik. Weekly support di 1,050 sementara itu weekly resistance di 1,160 Cut loss level di 990.
*INCO Weekly, 3,790 (+4.41%), trading buy, trading range 3,530 – 3,910. indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan RSI optimized cenderung naik. Weekly support di 3,530 sementara itu weekly resistance di 3,910. Cut loss level di 3,360.
.
*KBLI Daily, 630(+4.13%), trading buy, trading range 605 – 650. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Perkiraan daily support di 605 dan daily resistance di 650. Cut loss level di 600.
Daily write up
MNC Vision Networks (IPTV IJ) - Meeting takeaways by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
- Kami meeting dengan Bpk. Hary Tanoesoedibjo, Chairman MNC group dan membahas mengenai MNC Vision Networks (IPTV).
- Management menyebutkan bahwa IPTV saat ini sedang dalam diskusi untuk membeli saham mayoritas pesaingnya, yang menurut kami adalah Link Net (LINK / Not-rated). Kami percaya jika akuisisi terjadi, secara bertahap akan menurunkan beberapa biaya, termasuk biaya pemasaran, bandwidth, dan beberapa biaya operasi.
- Jika akuisisi dapat berjalan, perusahaan akan memiliki total hampir 4 juta homepass. Dengan demikian, IPTV mengekspektasikan pendapatan lebih dari dua kali, dengan margin laba bersih naik dari 5% menjadi 15% pada 2020F.
- Rincian lebih lanjut tentang akuisisi belum dipublikasikan.
(See full report: http://bit.ly/33fP0DN )
Saham LPPF | Good Business, Good Stock
Analisis Saham LPPF
Informasi Fundamental
With the highest EBITDA margin among the listed fashion retailers, LPPF continues to focus on expanding mono-brand/specialty stores and improving infrastructure for omni-channel initiatives. It is trading at 6.6x 2020F P/E, -1.2SD from its 3- year mean. The recent share price rally was predominantly based on market talk of a potential M&A deal. Nevertheless, the stock offers minimal downside risks from the current level, with a stable 2H19 performance anticipated.
OVS Kids and 361° specialty store openings to boost sales.So far in 2H19, Matahari Department Store has opened three mono-brand stores, two OVS Kids stores in Jakarta and one 361° store in Med an. Two OVS Kids are the pilot project for OVS’ mono-brand stores, while the 361° store in Medan is the sixth store, post positive sales feedback from the initial five stores in Jakarta and Surabaya. Its specialty stores span 100-150 sqm apiece.
Sumber Informasi : RHB (DR)
Informasi Teknis
Saham LPPF pada tanggal 10 Oktober 2019 ditutup melemah pada harga 3870, turun -1,27%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 66% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat stabil.
Volatilitas saham ini berada pada area jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan Uptrend dan berpotensi Technical Correction.
Rekomendasi
HOLD, Buy IF Rebound
Support : 3700 - 3520
Resisten : 4320 - 5950
by Abduh
Disclaimer ON
Saham GGRM | Wayahe, wayahe!..... Wayahe?
Analisis Saham GGRM
Informasi Teknis
Saham GGRM pada tanggal 10 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 50400, naik 1,92%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 74% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat mulai menarik.
Volatilitas saham ini berada pada area jenuh jual. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan downtrend.
Rekomendasi
BUY on Weakness
Support : 49175
Resisten : 54275 - 56350
by Abduh
Disclaimer ON
Saham JAST | Sudah Selesaikah Pestanya?
Analisis Saham JAST
Informasi Fundamental
PT Jasnita Telekomundo Tbk (JAST) alami penurunan pendapatan hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp43,52 miliar dibandingkan pendapatan Rp61,41 miliar di periode sama tahun sebelumnya.Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, beban pokok tercatat Rp25,92 miliar dari Rp38,09 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp17,59 miliar dari laba kotor Rp23,32 miliar tahun sebelumnya.
Beban usaha naik menjadi Rp16,69 miliar dari beban usaha Rp15,34 miliar dan laba usaha turun tajam menjadi Rp902,63 juta dari laba usaha Rp7,98 miliar tahun sebelumnya. Kenaikan beban lain-lain menjadi Rp772 juta dari Rp317,13 juta membuat laba sebelum pajak turun tajam menjadi Rp130,63 juta dari laba sebelum pajak Rp7,66 miliar tahun sebelumnya. (qq)
Sumber Berita: http://www.iqplus.info/news/stock_news/jast-jasnita-telekomindo-alami-penurunan-pendapatan-dan-laba-hingga-juni,41103926.html
Informasi Teknis
Saham JAST pada tanggal 1445 ditutup melemah pada harga 1445, turun -3,89%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 136% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat tidak baik.Volatilitas saham ini berada pada area jenuh jual. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan uptrend dengan kecenderungan untuk melemah.
Rekomendasi
SELL if Breakdown 1445Support : 1190
Resisten : 1580
by Abduh
Disclaimer ON
Saham DKFT | Rebound dari Support, Akankah Sustainable?
Analisis Saham DKFT
Informasi Fundamental
PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) meraih penjualan Rp380,83 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dari penjualan Rp146,96 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan menyebutkan, beban pokok naik jadi Rp236,31 miliar dari Rp132,24 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp114,53 miliar dari laba kotor Rp14,72 miliar tahun sebelumnya. (qq)
Sumber Berita: http://www.iqplus.info/news/stock_news/dkft-centra-omega-resources-raih-pendapatan-rp380-8-miliar-hingga-juni,75074109.html
Informasi Teknis
Saham DKFT pada tanggal 11 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 222, naik 4,71%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 243% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik.
Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan downtrend dengan kecenderungan untuk menguat jangka pendek.
Rekomendasi
BUY
Support : 202 - 200
Resisten : 232 - 246
by Abduh
Disclaimer ON
Saham INCO | Kesepakatan Dengan Inalum Semakin Matang
Analisis Saham INCO
Informasi Fundamental
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melakukan negosiasi mendalam terkait nilai divestasi 20% saham perseroan kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) selaku holding BUMN Pertambangan. Kesepakatan ditargetkan terjadi dalam waktu dekat.
Deputy CEO Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan, perseroan sebenarnya sudah memiliki hasil perhitungan valuasi sendiri. Hasil perhitungan ini terdiri dari sejumlah pilihan, yang akan disodorkan kepada Inalum untuk kemudian didiskusikan.(investor/hla)
Informasi Teknis
Saham INCO pada tanggal 10 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 3790, naik 5,57%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 206% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik.
Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan sideway dalam uptrend.
Rekomendasi
BUY
Support : 3510 - 3310
Resisten : 3860 - 3910
by Abduh
Disclaimer ON
Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas | ADHI, ASII, ASRI, BBNI, WIKA, WSKT, WTON
IHSG
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan berbalik naik, setelah kemarin berakhir melemah tipis sebesar 0,09 persen le level 6.023.
Indikator MACD masih berada di area negatif, sedangkan indikator Stochastic dan RSI sudah berada di area oversold (jenuh jual).
Terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju level resistance terdekat.
Saham Pilihan
1. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
Daily (Rp1.175) (RoE: 6,62%; PER: 9,84x; EPS: 119,44; PBV: 0,64x; Beta: 1,53). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.170-1.180, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.205, 1.270, 1.325, 1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.100.
2. PT Astra International Tbk (ASII)
Daily (Rp6.275) (RoE: 10,78%; PER: 12,96x; EPS: 484,10; PBV: 1,40x; Beta: 1,52). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp6.200-6.300, dengan target harga secara bertahap di level Rp6.400, 6.675, 6.950 dan 7.125. Support: Rp6.200 dan 6.100.
3. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)
Daily (Rp276) (RoE: 3,09%; PER: 17,75x; EPS: 15,44; PBV: 0,55x; Beta: 1,58). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp270-278, dengan target harga secara bertahap di level Rp288, 296, 332, 370 dan 404. Support: Rp260.
4. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Daily (Rp6.750) (RoE: 12,67%; PER: 8,18; EPS: 825,32; PBV: 1,03; Beta: 1,99). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp6.700-6.800, dengan target harga di level Rp6.950, 7.275, 7.425, 7.775, 8.250 dan 8.625. Support: Rp6.500.
5. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
Daily (Rp1.810) (RoE: 9,76%; PER: 9,29x; EPS: 197,98; PBV: 0,90x; Beta: 1,84). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.800-1.820, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.870 dan 2.350. Support: Rp1.800 dan 1.775.
6. PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
Daily (Rp1.485) (RoE: 6,80%; PER: 10,12x; EPS: 146,74; PBV: 0,69x; Beta: 1,71). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.475-1.490, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.510, 1.570, 1.620, 1.825, 2.030 dan 2.240. Support: Rp1.415.
7. PT Wika Beton Tbk (WTON)
Daily (Rp452) (RoE: 10,30%; PER: 11,80x; EPS: 38,32; PBV: 1,22x; Beta: 1,83). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp450-454, dengan target harga secara bertahap di level Rp472, 645, 820 dan 990. Support: Rp430.
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Saham PWON | Diselamatkan Reccuring Income
Analisis Saham PWON
Informasi Fundamental
PWON berhasil mencatatkan laba yang tumbuh sebesar 20,35% yoy. Selain itu, laba yang didapatkan oleh PWON dalam semester satu naik ke Rp 1,36 triliun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 1,13 triliun. Reccuring income menjadi faktor utama yang menyelamatkan kinerja PWON di semester I dan masih akan berlanjut hingga akhir tahun.Sumber Berita:
https://investasi.kontan.co.id/news/kinerja-pakuwon-jati-pwon-di-semester-dua-masih-bergantung-pada-recurring-income
Informasi Teknis
Saham PWON pada tanggal 11 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 640, naik 6,66%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 209% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat mulai menarik.Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini dalam keadaan downtrend.
Rekomendasi
BUYSupport : 590 - 570
Resisten : 665 - 690
by Abduh
Disclaimer ON
Langganan:
Postingan (Atom)













