Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 1, 2020

PT Erajaya Swasembada Tbk Raih Penjualan Rp 32,9 Trilyun | Saham ERAA

IQPlus, (01/04) - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) meraih penjualan neto Rp32,94 triliun hingga periode 31 Desember 2019 turun dari penjualan neto Rp34,74 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp2,85 triliun dari laba bruto Rp3,17 triliun dan laba usaha turun menjadi Rp777,11 miliar dibandingkan laba usaha tahun sebelumnya yang Rp1,53 triliun.
Laba sebelum pajak penghasilan turun jadi Rp472,72 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp1,20 triliun. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp295,07 miliar turun dari laba Rp850,09 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai Rp9,75 triliun hingga periode 31 Desember 2019 turun dari Rp12,68 triliun total aset hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Adi Sarana Armada Tbk Raih Pendapatan Rp 2,33 Trilyun

IQPlus, (01/04) - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) meraih pendapatan sebesar Rp2,33 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari pendapatan Rp1,86 triliun hingga periode 31 Desember 2018.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba  bruto diraih Rp739,83 miliar naik dari laba bruto Rp598,70 miliar tahun sebelumnya.
Laba dari operasi mencapai Rp349,47 miliar turun dari laba dari operasi tahun sebelumnya Rp356,55 miliar. Laba sebelum pajak tercatat turun menjadi Rp117,38 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp182,34 miliar.
Laba tahun berjalan menjadi Rp110,40 miliar turun dari laba tahun sebelumnya yang Rp143,51 miliar. Total aset perseroan mencapai Rp4,85 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp4,06 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk Raih Pendapatan Rp 2,9 Trilyun | Saham BMSR

IQPlus, (01/04) - PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) meraih pendapatan sebesar Rp2,90 triliun hingga periode 31 desember 2019 2019 turun dari pendapatan Rp3,23 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp2,74 triliun dari Rp3,05 triliun sedangkan  laba kotor turun menjadi Rp169,3 miliar dibandingkan laba kotor Rp175,4 miliar.
Beban usaha meningkat menjadi Rp132,5 miliar dari beban usaha Rp122,4 miliar membuat laba usaha turun menjadi Rp36,8 miliar dari laba usaha Rp53 miliar. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp6,29 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp6,22 miliar.
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp5,19 miliar turun dari laba Rp5,55 miliar tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan naik menjadi Rp622,05 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari jumlah aset Rp597,89 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Arkadia Digital Media Tbk Raih Pendapatan Rp 37,6 Milyar | Saham DIGI

IQPlus, (01/04) - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) meraih pendapatan sebesar Rp37,6 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari pendapatan Rp27,8 miliar tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, beban pokok naik menjadi Rp14,1 miliar dari Rp13,6 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp23,5 miliar dari laba kotor Rp14,2 miliar tahun sebelumnya.
Sedangkan beban usaha naik menjadi Rp22,1  miliar dari Rp13,3 miliar membuat laba usaha menjadi Rp1,34 miliar naik dari laba usaha Rp847,9 juta tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak penghasilan diraih Rp120,8 juta turun dari laba sebelum pajak Rp139 juta. Laba tahun berjalan diraih Rp139,7 juta hingga periode 31 desember 2019 naik dari laba Rp110,3 juta.
Jumlah aset perseroan hingga periode 31 Desember 2019 mencapai Rp41,5 miliar naik dari jumlah aset Rp39,87 miliar yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

PT Nusa Raya Cipta Tbk Raih Laba Rp 101 Milyar | Saham NRCA

IQPlus, (01/04) - PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) raih laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk  sebesar Rp101,1 miliar hingga periode 31 Desember 2019 turun dari laba periode berjalan Rp117,9 miliar.
Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan diraih  sebesar Rp2,51 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dibandingkan pendapatan Rp2,45 triliun sedangkan beban pokok pendapatan naik menjadi Rp2,34 triliun dari beban pokok Rp2,20 triliun tahun sebelumnya dan laba bruto naik menjadi Rp274 miliar dari laba bruto Rp251 miliar.
Sedangkan laba usaha naik menjadi Rp172,4 miliar dari laba usaha Rp163,5 miliar, sedangkan laba sebelum pajak menjadi Rp101,1 miliar dari Rp119,8 miliar dan penghasilan komprehensif sebesar Rp86,1 miliar turun dari laba Rp103 miliar.
Total aset perseroan mencapai Rp2,46 triliun hingga 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp2,25 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Raih Pendapatan USD 1,67 Milyar | Saham DSSA

IQPlus, (01/04) - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat pendapatan usaha sebesar US$1,67 miliar hingga periode 31 Desember 2019 turun dari US$1,77 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu disebutkan, laba kotor turun menjadi US$580,37 juta dari laba kotor US$628,74 juta dan laba usaha turun menjadi US$237,88 juta dari laba usaha US$329,40 juta.
Sedangkan laba sebelum pajak tercatat US$132,99 juta turun dari laba sebelum pajak US$194,31 juta.Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun jadi US$50,22 juta dari laba US$89,35 juta.
Total aset perseroan mencapai US$3,72 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset US$3,39 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Surya Semesta Internusa Tbk Raih Pendapatan Rp 4 Trilyun | Saham SSIA

IQPlus, (01/04) - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp4,00 triliun hingga periode 31 Desember 2019 meningkat dari pendapatan usaha Rp3,68 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan laba bruto tercatat Rp1,09 triliun naik dari laba bruto Rp980,93 miliar tahun sebelumnya dan laba usaha diraih Rp419,76 miliar naik dari laba usaha Rp353,91 miliar.
Sedangkan laba sebelum pajak tercatat Rp164,83 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp126,17 miliar tahun sebelumnya.Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp92,31 miliar naik dari laba Rp37,67 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai Rp8,09 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari Rp7,40 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)

PT Lippo Karawaci Tbk Akan Buyback Saham Rp 75 Milyar | Saham LPKR

IQPlus, (01/04) - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berniat melakukan pembelian kembali sahamnya (buyback) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.
Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Rabu, perseroan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya Rp75 miliar dalam rencana buyback ini.
Adapun periode pembelian saham akan dilaksanakan pada 1 April 2020-30 Juni 2020 dimana perseroan dapat menyimpan saham yang berasal dari transaksi buyback sebagai saham tresuri.
Perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia untuk melakukan pembelian kembali sahamnya dimana volume pembelian kembali saham dalam satu hari tidak terbatas. (end)

PT Indo Acidatama Tbk Raih Penjualan Rp 684 Milyar | Saham SRSN

IQPlus, (01/04) - PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) meraih penjualan sebesar Rp684,46 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan Rp600,98 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba kotor diraih Rp172,94 miliar naik dari laba kotor Rp142,89 miliar tahun sebelumnya dan laba usaha diraih Rp70,74 miliar naik dari laba usaha Rp64,91 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp57,03 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp50,85 miliar tahun sebelumnya. Sedangkan laba tahun berjalan tercatat Rp42,83 miliar naik dari laba Rp38,74 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai Rp779,25 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp686,78 miliar hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Langgeng Makmur Industri Tbk Raih Penjualan Rp 517 Milyar | Saham LMPI

IQPlus, (01/04) - PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) meraih penjualan bersih sebesar Rp517,51 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan bersih Rp455,55 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba kotor tercatat sebesar Rp49,94 miliar naik tipis dari laba kotor Rp49,66 miliar tahun sebelumnya. Rugi sebelum manfaat pajak tercatat Rp56,36 miliar turun dari rugi sebelum manfaat pajak Rp58,87 miliar tahun sebelumnya.
Rugi tahun berjalan tercatat Rp41,67 miliar turun dari rugi tahun berjalan Rp46,39 miliar tahun sebelumnya. Dan jumlah aset perseroan mencapai Rp737,64 miliar hingga periode 31 Desember 2019 turun dari jumlah aset Rp786,70 miliar hingga 31 Desember 2018. (end)

PT Sampoerna Agro Tbk Raih Penjualan Rp 3,27 Trilyun | Saham SGRO

IQPlus, (01/04) - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) meraih penjualan Rp3,27 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari Rp3,21 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba bruto turun menjadi Rp677,42 miliar dari laba bruto Rp690,94 miliar setelah beban pokok naik menjadi Rp2,59 triliun dari Rp2,52 triliun.
Laba usaha diraih Rp391,59 miliar naik dari laba usaha Rp351,09 miliar dan laba sebelum pajak diraih sebesar Rp173,94 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp143,05 miliar.
Namun kenaikan beban pajak menjadi Rp133,95 miliar dari Rp79,44 miliar membuat laba tahun berjalan turun menjadi Rp39,99 miliar dari laba Rp63,61 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai Rp9,49 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari Rp9,02 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Sucaco Tbk Raih Pendapatan Rp 5,7 Trilyun | Saham SCCO

IQPlus, (01/04) - PT Sucaco Tbk (SCCO) meraih pendapatan sebesar Rp5,70 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari pendapatan Rp5,16 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, laba bruto tercatat Rp700,21 miliar naik dari laba bruto Rp610,15 miliar tahun sebelumnya.
Beban usaha naik menjadi Rp286,80 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya yang Rp267,12 miliar dan laba sebelum pajak penghasilan diraih Rp413,41 miliar naik dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp343,02 miliar.
Laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih sebesar Rp315,23 miliar naik dari laba neto tahun sebelumnya Rp263,22 miliar. Sedangkan total aset perseroan tercatat mencapai Rp4,40 triliun hingga 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp4,16 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk Pastikan Pasokan Gas Aman | Saham PGAS

IQPlus, (01/04) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan bahwa pasokan gas bumi ke sektor kelistrikan akan tetap aman selama masa pandemi virus Corona (COVID-19) di berbagai wilayah di Indonesia.
Hal ini merupakan upaya dan komitmen PGN untuk mendukung aktivitas masyarakat tetap berjalan normal di tengah adanya pembatasan aktivitas sosial atau sosial distancing dan kegiatan bekerja dari rumah atau work form home (WFH).
Direktur Komersial PGN, Dilo Seno Widagdo dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa menjelaskan, selama Januari sampai dengan Maret 2020 PGN telah memasok gas bumi ke berbagai pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) dengan rata-rata volume pemakaian sebesar 331 BBTUD. Total pasokan gas tersebut mampu menghasilkan tenaga listrik sebanyak 1.600 MW.
"Kami akan mengoptimalkan pasokan gas baik dari jaringan pipa seperti SSWJ maupun infrastruktur FSRU dari Nusantara Regas dan PT Perta Arun Gas (PAG) dengan tota…

Analisa Saham BBNI : Improved Core Earnings | 1 April 2020

Bank Negara Indonesia (BBNI IJ) 2M20 review: Improved core earnings by Lee Young Jun (lee.youngjun@miraeasset.co.id) 

Pada bulan Februari 2020, Bank Negara Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp1,314.9 miliar (+8.7% YoY; +4.1% MoM), berkat pendapatan bunga bersih yang meningkat secara solid (+20.2% YoY), biaya provisi yang dikelola dengan baik (-6.1% YoY) ), dan pengeluaran SG&A yang berkelanjutan (+5.6% YoY).
Pada 2M20, margin bunga bersih (NIM) tetap flat di 5.4%. Pertumbuhan kredit dan simpanan tetap dalam batas normal dengan kenaikan dari Januari 2020. Loan to deposit ratio (LDR) tetap ketat di 92.4%, dan rasio CASA berada di 64.8%. Di sisi biaya kredit, pengeluaran terkait dikelola dengan baik pada 143bps selama dua bulan berturut-turut.
Menurut manajemen, total pinjaman untuk perdagangan, restoran, dan hotel berjumlah sekitar IDR100tr, sementara transportasi hanya terdiri dari IDR6tr, yang mewakili 18% dari total pinjaman yang belum dibayar.
Dalam tahap awal analisis, B…

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight : MNCN, KLBF, TLKM | 1 April 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia  Technical Insight  by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 4,538.93 (+2.82%), consolidation, trading range 4,414-4,602. Indikator MFI optimize dan indikator indikator W%R optimized cenderung koreksi lebih lanjut. Pada periode weeklu  indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized coba naik dari oversold area . Daily support di 4,414 dan daily resistance di 4,602 Cut loss level di 4,315.
MNCN Daily  , 905 (+4.02%), sell on strength, trading range 870 –950. Indikator MFI optimized  akan menguji support line . Indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized coba untuk naik. Daily support  di 870 sementara itu daily resistance di  950 Cut loss level  860.
KLBF Daily, 1,200(+14.83%), sell on strength, trading range 1,130 – 1,240. Indikator MFI optimized,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung naik terbatas dan rawan koreksi. Daily support  di 1,130 sementara itu daily resistance  di …

Analisa Saham WSKT : Jauh di Bawah Ekspektasi | 1 April 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia on Waskita Karya (WSKT IJ) FY19 by Joshua Michael (joshua.michael@miraeasset.co.id)

WSKT membukukan laba bersih Rp938milyar di FY19, turun 76,3% YoY dan mencapai 38%/40% dari perkiraan kami/konsensus. Pendapatan sejumlah IDR31.4tr, juga jauh di bawah ekspektasi dan mencapai 73%/82% terhadap estimasi kami/konsensus.
Marjin kotor merosot ke 17,9% di FY19 (-0,3ppt YoY). Ke depan, kami memperkirakan tingkat margin kotor pada FY20-21 berkisar pada 18-19%.
Leverage dapat dipertahankan di bawah 2,5x. Di FY20, kami memperkirakan leverage meningkat sebagai hasil penerapan PSAK 71, tetapi bisa tetap di bawah 3.0x.
Kami menurunkan target pendapatan FY20-21 kami masing-masing sebesar 19% dan 16% menjadi IDR29,3tr (-6,5% YoY) dan IDR31,7tr (+ 8,0% YoY).
Di FY20, kami mengasumsikan WSKT akan mendivestasi Becakayu dan WTTR. Namun pada FY21, WSKT harus mendivestasi sekitar sepertiga dari jalan tol yang dimiliki untuk mempertahankan laba bersih FY20. Di FY21, waktu dive…

Rekomendasi Saham IPOT : ITMG, INAF, EXCL | 1 April 2020

IHSG (4.380-4.690) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Target kenaikan indeks pada level 4.690 kemudian 4.840 dengan support di level 4.380 dan 4.240.
ITMG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.675 kemudian 9.200 dengan support di level 7.500, cut loss jika break 7.000.
INAF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.195 kemudian 1.300 dengan support di level 960, cut loss jika break 855.
EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.170 kemudian 2.300 dengan support di level 1.830, cut loss jika break 1.670.
XISI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 228 kemudian 237 dengan support di level 206, cut loss jika break 195.
XPES (Buy) : Target kenaikan harga pada level 324 kemudian 339 dengan support di level 283, cut loss jika break 269.
XIHD (Buy) : Target kenaikan harga pada level 368 kemudian 381 dengan support di level 343, cut loss jika break 331.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9nai

Analisa Saham INTP : Efisiensi Biaya | 1 April 2020

INTP IJ - Efisiensi Biaya Untuk Meningkatkan Penghasilan; TRADING BUYAndrey WIJAYA, Fauzan DJAMAL, Ryan SANTOSO - RHB Sekuritas

Upgrade ke BELI dari Netral, dengan TP baru Rp15.500 dari sebelumnya IDR20.500, kenaikan 25% dan yield c.4%, menyiratkan 29.5x-26.2x FY20-21F P / E.
Meskipun diharapkan penjualan 1H20 lebih lemah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat karena COVID19, kami meningkatkan estimasi pendapatan kami, didorong oleh biaya produksi yang lebih rendah.
Program efisiensi biaya INTP telah terbukti mengurangi biaya secara berkelanjutan dengan menggunakan sumber energi berbiaya lebih rendah.
Penghasilan FY19 berada di atas ekspektasi.
Namun, kami menurunkan TP kami pada biaya ekuitas yang lebih tinggi (WACC: 10,4% vs 8,6%), di tengah volatilitas pasar.

Analisa Saham TOWR : Ditopang Peningkatan Serat Fiber

Panggilan dengan manajemen: Pertumbuhan baik didukung oleh neraca keuangan yang kuat. UBS melakukan panggilan konferensi  dengan manajemen SMN. Manajemen menekankan pertumbuhan organik untuk tahun 2020 seharusnya kuat dengan pertumbuhan pendapatan c7%, dan gangguan yang terbatas dari COVID-19. Ini, ditambah dengan pembelian menara baru-baru ini, neraca keuangan yang kuat, dan arus kas yang stabil menempatkan perusahaan dalam posisi yang kuat untuk mendapatkan manfaat dari siklus CAPEX yang sedang berlangsung di perusahaan telekomunikasi Indonesia. Dengan perdagangan saham dengan diskon hampir 50% vs rata-rata EV / EBITDA 5 tahun, kami percaya valuasi TOWR menarik dan mempertahankan panggilan BELI kami.
Prospek pertumbuhan yang solid meskipun ada gangguan COVID-19, fokus pada peningkatan serat FIBER. SMN mengharapkan sewa c2-3k baru pada tahun 2020 yang akan terlihat dalam pertumbuhan pendapatan c7% setelah disesuaikan dengan tingkat yang lebih rendah pada pembaruan Hutch. Manajemen b…

MNC Daily Scope Wave 1 April 2020 | ICBP, INCO, EXCL, BRPT

MNC Daily Scope Wave 1 April 2020

IHSG ditutup menguat 2,8% ke level 4,538 pada perdagangan kemarin (31/3). Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 3,911, maka koreksi IHSG hanya untuk membentuk wave 2 dengan level koreksi kami perkirakan berada pada area 4,080-4,200. Namun, tetap waspadai area 3,911, bila IHSG terkoreksi menembus area tersebut maka IHSG akan membentuk wave (5) dari wave [C] menuju area koreksi minimal 3,800-3,850 dan ideal 3,450-3,500. Support: 4,400, 4,250 Resistance: 4,600, 4,650
ICBP - Buy on Weakness (10,225) ICBP menguat 6% pada perdagangan kemarin (31/3). Kami memperkirakan posisi ICBP saat ini sudah berada di akhir wave [a] dari wave B, dimana ICBP rentan terkoreksi dalam jangka pendek untuk membentuk wave [b] dari wave B. Selanjutnya, apabila sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave [b], ICBP berpeluang berbalik menguat untuk membentuk wave [c] dari wave B. Skenario ini berlaku bila ICBP tidak terkoreksi menembus 8,125 secara agresif. Buy on Weakness: 9,100-9,70…

Bandarmologi Saham BDMN, KLBF, MIKA, LSIP, ISAT

Wednesday (01/04/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) 
IDX Composite 4,448 - 4,579 SUMMARY: STRONG SELL
11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): SELL STOCH (9,6): SELL MACD(12,26): SELL ATR (14): HIGH VOLATILITY ADX (14): STRONG SELL CCI (14): NEUTRAL HIGHS/LOW (14): SELL VO: BUY ROC: OVERSOLD WILLIAMS R: SELL BULLBEAR (13): SELL
BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
STOCKS PICK:
BDMN 1,960 - 2,210 TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,965 TARGET PRICE: 2,210 STOP-LOSS: 1,950
BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
KLBF 1,035 - 1,320 TECHNICAL  INDICATORS: BUY 1,040 TARGET PRICE: 1,320 STOP-LOSS: 1,030
BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
MIKA 1,825 - 2,470 TECHNICAL IND…

Update Harga Komoditas dan Indeks | 1 April 2020

Dow futures fall more than 200 points after market posts worst first quarter on record

U.S. stock futures moved lower in overnight trading and pointed to declines at the open on Wednesday, following the end of the worst first quarter on record for the Dow and S&P 500 spurred by the coronavirus sell-off.

Dow.......21917    -410.3      -1.84%
Nasdaq..7700      -74.05      -0.95%
S&P 500..2585     -42.1        -1.60%

FTSE.......5672      +108.2   +1.95%
Dax..........9936     +119.9   +1.22%
CAC.........4396     +17.6      +0.40%

Nikkei....18917     -167.96   -0.88%
HSI.........23604    +428.4    +1.85%
Shanghai.2750     +3.06      +0.11%
ST Times.2481     +64.99    +2.69%

IDX.......4538.93  +124.43 +2.82%
LQ45......691.13   +20.36   +3.03%

Indo10Yr...8.2074         -0.0247     -0.30%
ICBI...........268.4328    +0.2092    +0 .08%
US10Yr........0.6980      +0.0280    +4.18%
VIX............53.54         -3.54          -6.20%

USDIndx .....99.0480   -0.1330      -0.13%
Como Indx...121…

Saham Online di Facebook