google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 11, 2019

4 Jenis Chart Terpenting Dalam Trading

Jenis-jenis Chart dalam Trading ada banyak, Kami akan menjelaskan konstruksi line chart, bar chart, candlestick chart, dan point and figure chart. Meskipun ada metode lain yang tersedia, ini adalah 4 metode yang paling populer untuk menampilkan data harga. Line Chart (Baca juga: Pengertian Technical Correction dalam Saham ) Beberapa investor dan trader menganggap level penutupan lebih penting daripada pembukaan, tinggi atau rendah. Dengan hanya memperhatikan penutupan, ayunan intraday dapat diabaikan. Bar chart akan digunakan ketika titik data bukaan, tinggi dan rendah tidak tersedia.  Terkadang hanya data penutupan yang tersedia untuk indeks tertentu, saham yang diperdagangkan secara tipis, dan harga harian. Bar Chart Mungkin metode charting yang paling populer adalah bar chart. Tinggi, rendah, dan tutup diperlukan untuk membentuk plot harga untuk setiap periode bar chart. Tinggi dan rendah diwakili oleh bagian atas dan bawah bilah vertikal dan tutupnya adalah g

Saham SIMP | Salim Ivomas Genjot Penjualan Produk

(Baca juga: Memahami Stop Loss Order dalam Saham ) Bisnis.com, JAKARTA--Sektor perkebunan Grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) kian gencar menggenjot penjualan produk yang memiliki nilai tambah yakni minyak dan lemak nabati. Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengungkapkan bahwa kapasitas pabrik perseroan yang memiliki produk bernilai tambah terus bertambah setiap tahun. Perseroan juga telah meluncurkan produk minyak goreng dengan merek baru. "Kapasitas minyak goreng terus naik, ada Bimoli dan Bimoli Spesial. Kami juga ada produk baru, Delima," ungkapnya, belum lama ini. Dia menambahkan, sektor agribisnis Grup Salim juga banyak melakukan ekspor margarin ke China. Pada 2018, sekitar 85% dari produk SIMP dijual di domestik sedangkan sisanya diekspor ke 25 negara di Asia, Afrika dan Eropa. Anthony menuturkan, perseroan tidak melakukan ekspor CPO, akan tetapi dalam produk yang telah memiliki nilai tambah dan palm kernel (PK)

Saham GIAA | Garuda Indonesia (GIAA) Beri Penjelasan Soal Kasus Price Fixing di Australia

(Baca juga: Pola Distribusi Saham ) Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memberikan penjelasan terkait dengan kasus price fixing dan putusan denda yang dilayangkan oleh pengadilan Australia. Dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen emiten berkode saham GIAA itu menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan kasus lama yang terjadi sejak kurun 2003 hingga 2006 lalu dan belum berkekuatan hukum  tetap, serta masih bisa banding. Australian Competition & Consumer Commission (ACCC) menuduh 15 maskapai telah melakukan kesepakatan dan price fixing untuk rute pengangkutan kargo menuju yurisdiksi Australia. Lebih lanjut, manajemen GIAA menambahkan bahwa hanya Garuda Indonesia-Air New Zealand yang mengajukan upaya hukum sejak di tingkat pertama di Federal  Court sampai dengan kasasi ke High Court Australia. Sementara itu, 13 maskapai lain memutuskan untuk melalui mekanisme perdamaian dengan mengaku bersalah, dan telah dikenai denda dan jumlah g

Saham JSMR | JASA MARGA CATAT REKOR LAYANI VOLUME LALU LINTAS TERTINGGI

(Baca juga: Pola Akumulasi Saham ) IQPlus, (10/06) - PT Jasa Marga mencatat rekor tertinggi di sepanjang sejarah jalan tol di Indonesia mengenai pelayanan volume lalu lintas saat arus balik lebaran 2019 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, pada Minggu (9/6), sebanyak 166.574 kendaraan. "Pada Minggu (9/6), sebanyak 166.574 kendaraan kembali ke Jakarta dari arah Timur (Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon dan Bandung)," kata Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga Irra Susiyanti dalam siaran pers yang diterima di Cikampek, Senin. Ia mengatakan, jumlah kendaraan tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan volume lalu lintas harian rata-rata normal sebanyak 67.345 kendaraan. Sesuai dengan catatan Jasa Marga, arus lalu lintas yang masuk ke Jakarta pada Minggu (9/6) memecahkan rekor sebelumnya. Pada periode yang sama tahun lalu, Jasa Marga mencatat rekor tertinggi melayani volume lalu lintas saat arus balik Lebaran 2018, sebanyak 130.125 kendara

Saham BBCA | Bank BCA Siap Akuisisi Bank Lagi

(Baca juga: Seni dalam Cut Loss Saham ) IQPlus, (10/06) - PT Bank Central Asia Tbk mengaku bahwa pihaknya telah merencanakan untuk mengakuisisi satu bank lagi, setelah mencaplok PT Bank Royal Indonesia senilai Rp1 triliun. Menurut Direktur BBCA, Santoso Liem, sejauh ini Perseroan telah merencanakan untuk mengakuisisi beberapa bank selain Bank Royal. "Tentunya kami mempunyai rencana (akuisisi bank) tidak hanya satu, tetapi ada satu lagi," katanya di Kompleka Perkantoran Bank Indonesia (BI) Jakarta, Senin. Santoso mengaku, saat ini BBCA sedang mempersiapkan rencana akuisisi bank tersebut. "Kami membuka wacana untuk (mengakuisisi) satu lagi. Untuk (nama) banknya belum tahu," imbuhnya. Sementara ini, lanjut Santoso, manajemen BBCA sedang memilih bank dari sektor yang sejalan dengan bisnis Perseroan. "Ini bagian dari proses konsolidasi," ucap Santoso. Dia mengaku, BBCA belum bisa mempublikasikan rencana akuisisi terkait size bank yang akan dicaplo

Saham TPIA dan FPNI | Masih Wait And See untuk Semester I 2019

(Baca juga: Memahami Liquiditas Saham ) KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri petrokimia masih wait and see sepanjang semester I-2019. Gejolak ekonomi global yang belum juga surut serta situasi ekonomi dan politik nasional usai pemilihan umum (pemilu) menjadi biang keroknya. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) memprediksi, paling banter industri petrokimia tumbuh 5% year on year (yoy) sepanjang paruh pertama tahun ini. Hingga 2019 berakhir, asosiasi tersebut memang hanya mematok target pertumbuhan 5,1%. Gejolak global masih berkutat pada perang dagang dua raksasa ekonomi yakni China dan Amerika Serikat (AS). Pada satu sisi, kondisi tersebut membuka peluang ekspor ke AS. Hanya saja, risiko banjir produk dari China ke Indonesia lebih besar. Sementara kisruh politik di dalam negeri yang berlarut-larut lantaran pemilu, menjadi kekhawatiran lain pelaku usaha. Tensi politik yang tinggi berpotensi menyebabkan masa transisi pemerintahan menjadi lebi

Saham CTRA | Ciputra Optimis di Semester II 2019

(Baca juga: Memahami Price to Book Value dalam Saham ) KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek pasar properti yang sempat lesu dalam beberapa bulan terakhir agaknya bakal kembali bergairah setelah Lebaran atau pada semester kedua tahun ini. Banyak faktor yang turut mempengaruhi pasar, termasuk kepastian hukum dan politik terkait pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Memang, saat ini konsumen dan investor properti masih wait and see. Maklum, pada kuartal kedua ini fokus belanja masyarakat masih terkait kebutuhan lebaran dan alokasi biaya masuk sekolah. Tengok saja, sepanjang semester I 2019, kinerja PT Ciputra Development Tbk (CTRA) juga belum beranjak signifikan. Namun, Direktur PT Ciputra Development Tbk, Harun Hajadi, mengharapkan penjualan properti bakal menanjak mulai semester kedua nanti. "Proyeksi kami dari awal tahun memang semester dua akan lebih tinggi. Apalagi di semester pertama ada momentum pemilu, puasa, juga ada pendaftaran anak sekolah," ungkap dia kepa

Analisa Saham BBNI, WSKT, INCO, ANTM, INDF dan PPRO

Analisa Saham BBNI, WSKT, INCO, ANTM, INDF dan PPRO (Baca juga: Strategi Buy On Weakness Saham ) Prediksi IHSG : Laju kenaikan IHSG yang berlangsung hingga perdagangan saham hari Senin kemarin, diperkirakan mulai melambat pada perdagangan saham hari ini, seiring eforia pasar atas keputusan S&P yang menaikan peringkat surat utang Indonesia mereda. Bahkan rawan terjadi aksi ambil untung yang dilakukan pemodal mengingat kenaikan IHSG terbilang sudah cukup tinggi dalam tiga hari terakhir secara beruntun. Perspektif tenikal Support Level :    6266/6242/6207 Resistance Level :   6324/6359/6382 Major Trend : Up Minor Trend : Up Pattern : Up to down TRADING IDEAS : These recommendations based on technical and only intended for one day trading BBNI: Trading Buy • Close 8675, TP 8750 • Boleh buy di level 8575-8675 • Resistance di 8750 & support di 8575 • Waspadai jika tembus di 8575 • Batasi resiko di 8525 WSKT: Trading Buy • Close 1885, TP 1905 • Boleh buy

Analisa Saham ICBP, LPKR dan MYOR

Analisa Saham ICBP, LPKR dan MYOR (Baca juga: Cara Menentukan Valuasi Saham ) PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Daily (Rp9.800)  (RoE: 21,18%; PER: 21,33x; EPS: 457,12; PBV: 4,50x; Beta: 0,89). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah  bollinger  dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp9.700-9.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp9.900, 10.300 dan 10.725. Support: Rp9.600 dan 9.500. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), Daily (Rp318)  (RoE: 0,66%; PER: 37,10x; EPS: 8,68; PBV: 0,25x; Beta: 0,9). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah  bollinger  dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp314-320, dengan target harga secara bertahap di level Rp324, 368 dan 412. Support: Rp304. PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Daily (Rp2.560)  (RoE: 19,90%; PER: 30,86x; EPS: 83,28; PBV: 6,13x;

Analisa Saham BBCA, BNGA dan EXCL

Analisa Saham BBCA, BNGA dan EXCL (Baca juga: Jenis-Jenis Saham ) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Daily (Rp29.400)  (RoE: 14,84%; PER: 29,26x; EPS: 993,76; PBV: 4,34x; Beta: 1,06). Terlihat pola  bearish pin bar  yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Partial Sell" pada kisaran Rp29.400-30.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp28.750 dan 28.000. Resistance: Rp31.000. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Daily (Rp970)  (RoE: 9,06%; PER: 6,40x; EPS: 151,68; PBV: 0,58x; Beta: 2,04). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp950-970, dengan target harga secara bertahap di level Rp980, 1.000, 1.020 dan 1.040. Support: Rp950 dan 940. PT XL Axiata Tbk (EXCL), Daily (Rp2.940)  (RoE: 1,24%; PER: 137,38x; EPS: 21,40; PBV: 1,70x; Beta: 0,8). Terlihat pola  shooting star candle  ya

Analisa Saham PGAS, JSMR dan ASII

Analisa Saham PGAS, JSMR dan ASII (Baca juga: Saham ) 1. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Muncul inverted hammer candle dengan MACD & SO bergerak naik namun RSI melemah dan volume perdagangan menurun. Rekomendasi: Sell on strength Support: Rp 1.990 Resistance: Rp 2.150 Achmad Yaki, BCA Sekuritas 2. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Pergerakan harga ditutup membentuk tren konsolidasi disertai dengan volume akumulasi pada perdagangan yang cukup signifikan indikasi adanya potensi penguatan. Indikator stochastic bergerak sideways di level 60. Rekomendasi: Buy Support: Rp 5.625 Resistance: Rp 5.850 Edho Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas 3. PT Astra International Tbk (ASII) Terlihat pola three advancing soldiers candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan harga saham. Hal ini didukung oleh indikator MACD yang berhasil membentuk pola golden cross di area negatif, sementara indikator RSI

Analisa Saham ANTM | Mau Dibawa Kemana?

Analisa Saham ANTM | Mau Dibawa Kemana? (Baca juga: Cara Memilih Sekuritas Saham Online Yang Baik ) Saham ANTM masih bergerak turun di dalam down trend channelnya. Kenaikan saham ini untuk sementara masih tertahan oleh resisten dari tren turunnya di level 800. Apabila ANTM dapat melewati 800, maka saham ini akan mengakhiri trend turunnya dan mulai bergerak naik menuju target di 945 dengan minor target di 850. Indikator teknikal MACD yang mulai bergerak naik mengindikasikan bahwa saham ini mulai bergerak positif. Rekomendasi: Buy jika break out dan bertahan diatas 800. Batasi resiko apabila kembali bergerak turun dan gagal bertahan di 705. Sumber: StepTrader

Analisa Saham WEGE | Siap Naik Lagi?

Analisa Saham WEGE | Siap Naik Lagi? (Baca juga: Memahami BULL, BEAR dan Sentimen Pasar ) WEGE menguat menembus resistennya di 322 – 328. Jika sudah membelinya dan saat ini strategi yang berlaku adalah hold. Kenaikan WEGE membuka ruang penguatan menuju 358. Level 358 akan menjadi area resisten kuat, yang jika tidak mampu dilampaui akan menjadikan WEGE mengalami technical correction. Namun jika mampu dilampaui, WEGE berpeluang menguat menuju target kenaikan selanjutnya di 418. MACD yang telah meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif. Rekomendasi: Hold. Beli hanya jika terjadi koreksi ke kisaran 328 – 338. Stoploss level 312. Disclaimer ON sumber: GaleriSaham

Analisa Saham WSBP, BBNI dan KLBF

Analisa Saham WSBP, BBNI dan KLBF (Baca juga: Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Trading ) WSBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 406 kemudian 414 dengan support di level 390, cut loss jika break 382. BBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 8.600 kemudian 8.800 dengan support di level 8.200, cut loss jika break 8.000. KLBF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.450 kemudian 1.495 dengan support di level 1.360, cut loss jika break 1.315. Full report bisa diakses di : ipot

Analisa Saham SCMA | Siap Keluar Downtrend?

Analisa Saham SCMA | Siap Keluar Downtrend? (Baca juga: Short Selling dalam Saham ) SCMA - Pada perdagangan terakhir tanggal 31 Maret 2019 lalu saham SCMA mampu mengalami penguatan sebesar +6,8% dengan ditutup diharga 1650.  Jika kita menganalisa secara Volume Price Analysis (VPA) kenaikan harga saham SCMA dengan body candle yang cukup besar dikaitkan dengan Volumenya maka Bar Volume yang terdapat pada saham SCMA bagi saya valid karena bar volumenya juga lebih besar dari rata-rata volumenya selama 20 hari (VMA 20)  Secara Trend memang saham SCMA ini masih dalam fase Downtrend , bisa kita perhatikan dimana terdapat 3 Lower low dan 2 Lower High yang sudah mengkonfirmasi trend downtrend SCMA.  Maka dari itu dalam analisa kali ini saya membuat 3 buah kemungkinan yang bisa terjadi pada saham SCMA  Skema 1 : Saham SCMA akan mengalami penguatan hingga ke Resisten 1 di kotak hijau lalu akan melakukan Uji Support di kotak merah lalu kembali mantul untuk menembus resiste

Analisa Saham BBCA, BBTN, KLBF dan UNVR

Analisa Saham BBCA, BBTN, KLBF dan UNVR (Baca juga: Time Frame dalam Trading Saham ) BBCA berpotensi melanjutkan penguatan setelah berhasil membentuk golden cross MA5 dan MA20. Saham ini dapat dikoleksi untuk jangka panjang. Rekomendasi: buy 28500 s/d 29000, TP 30000 s/d 30700, stop loss <27500 .="" p=""> BBTN menguji resistance pada 2530 (psikologis 2500). Jika berhasil breakout maka penguatan akan berlanjut menuju 2700. Rekomendasi: buy on breakout 2500, TP 2700, stop loss <2400 .="" p=""> KLBF mengkonfirmasi pembentukan pola ascending triangle. Kini akan menguji supply area pada 1430 s/d 1470. Rekomendasi: buy 1380 s/d 1400, TP 1430 s/d 1470, stop loss <1350 .="" p=""> UNVR membentuk pola bullish engulfing yang mengindikasikan penguatan jangka pendek. Rekomendasi: buy 44000 s/d 44500, TP 45000 s/d 47000, stop loss <42000 .="" p=""> Panin Sekuritas

Saham Online di Facebook