Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 12, 2019

Saham PTBA | Bukit Asam (PTBA) Siap Gelontorkan Dana Rp6,5 triliun untuk Investasi Tahun Ini

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk. berencana menggelontorkan investasi senilai Rp6,5 triliun yang terdiri atas investasi rutin senulai Rp1,13 triliun dan sisanya lebih banyak dialokasikan untuk investasi pengembangan.

Direktur Utama PTBA Arvyan Arifin mengatakan bahwa target itu serupa dengan tahun lalu senilai Rp6,55 triliun. Pasalnya, perseron tahun lalu baru merealisasikan 24% dari target investasi sepanjang 2018 atau senilai Rp1,6 triliun.

Dia menjelaskan bahwa dalam rencana semula, perseroan merencanakan Rp1,32 triliun untuk investasi rutin dan Rp5,23 triliun untuk investasi pengembangan. Namun, pada praktiknya, penyerapannya lebih rendah lantaran sejumlah rencana investasi pengembangan baru akan direalisasikan tahun ini.

“Investasi pengembangan yang akan dimulai tahun ini, yakni hilrisasi. Kami akan melakukan pembangunan gasifkasi di Pranap dan Tanjung Enim. Tanjung Enim itu membuat hilirasi batubara yang punya nilai tambah pupuk urea, DME, lalu bikin juga petrokimia. Deng…

Saham MDKA | Merdeka Copper (MDKA) Targetkan Produksi Emas Naik ke Kisaran 200.000 Ounces

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten Tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk. menargetkan produksi emas pada tahun ini sebesar 180.000—200.000 ounces emas.

Target tersebut lebih tinggi dari realisasi target produksi emas pada tahun lalu sebanyak 167.506 ounces dengan target pada kisaran 155.000 — 170.000 ounces.

Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri menyampaikan, kenaikan target tersebut ditopang oleh peningkatan kapasitas produksi pada tahun ini.

“Program ke depan adalah pengembangan kapasitas produksi, yang semula 4 juta ton per tahun akan ditingkatkan 8 juta ton per tahun,” kata Adi setelah RUPSLB di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dirinya memaparkan, emiten berkode saham MDKA tersebut berencana memaksimalkan efisiensi pembiayaan dengan meningkatkan kegiatan eksplorasi dan kapasitas produksi.

Adi mengaku belum dapat mengungkapkan berapa dana yang akan digelontorkan untuk belanja modal pada tahun ini.

Namun, dirinya mengungkapkan bahwa belanja modal 2019 akan fokus mendanai …

Saham WOOD | Integra Indocabinet (WOOD) Perbesar Pasar Australia

Bisnis.com, JAKARTA — PT Integra Indocabinet Tbk. membidik peluang memperbesar pasar Australia setelah disepakatinya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Investor Relation Integra Indocabinet Wendy Chandra mengatakan, perseroan menyambut baik kesepakatan ini karena memberikan peluang produk furnitur dari Indonesia dapat lebih kompetitif dengan produsen lainnya seperti China. Saat ini kontribusi Australia terhadap penjualan ekspor masih minim.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2018, penjualan ekspor berkontribusi 67,07% terhadap penjualan perseroan. Amerika Serikat menjadi pasar terbesar penjualan ekspor. Pada 2017, Australia dan Afrika menyumbang 0,7% terhadap penjualan ekspor.

Wendy mengatakan, perseroan sedang menjajaki kerja sama dengan retailer Freedom Furniture, yang memiliki jaringan penjualan di Australia dan Selandia Baru.  "Penjajakan sejak tahun lalu. Ini [penghapusan bea masuk] menjadi peluang yang baik, sehingga harga…

Saham GMFI | Laba 2018 Turun 40%, Ini Penjelasan Bos Garuda Maintenance (GMFI)

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Garuda Maintenance AeroAsian Tbk. Iwan Joeniarto mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan laba perseroan tergerus pada 2018.

Dia menjelaskan bahwa pada 2018, pendapatan perseroan yang tumbuh sebesar 7% dikontribusikan atas pendapatan dari perawatan mesin pesawat yang materialnya terdapat di luar negeri.  Sementara itu, kondisi pada 2018, rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Kemudian, beban keuangan perseroan ditambah dengan harga minyak yang naik di sekitar US$60 per barel pada 2018 yang memengaruhi kemampuan pembayaran maskapai penerbangan mengalami penurunan.

“Sementara kemampuan bayar agak menurun untuk modal kerja, nah kalau kita pinjam modal kerja jadi ini yang mengakibatkan beban keuangan yang lebih besar di 2018,” ujarnya di Tangerang, Senin (11/3/2019).

Dia mengungkapkan bahwa pada 2018, maskapai penerbangan yang berkontribusi utang paling besar untuk jasa perawatan pesawat pada 2018 adalah Sriwijaya Group.

Hal…

Saham PPRE | PP Presisi (PPRE) Memperkuat Kontribusi Segmen Jasa Pertambangan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) bakal memperkuat segmen bisnis kontraktor tambang. Hal ini bakal dilakukan melalui anak usaha yang telah diakuisisi sejak akhir 2017 lalu, PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA).

Kontribusi LMA terhadap kinerja konsolidasi perusahaan diharapkan meningkat tahun ini. "Kontribusinya diharapkan mencapai 10% hingga 15%," ujar Investor Relation PPRE Bambang Suyitno kepada KONTAN, Senin (11/3).

Tahun ini, PPRE menargetkan pendapatan konsolidasi sekitar Rp 4,5 triliun. Dengan asumsi kontribusi mencapai 15%, maka kontribusi LMA terhadap pendapatan konsolidasi tahun ini setara sekitar Rp 675 miliar.

Sekadar informasi, PPRE memperkirakan mampu meraup pendapatan Rp 3,5 triliun untuk tahun buku 2018. Target ini sejalan dengan perkiraan perolehan kontrak baru sepanjang 2018 yang nilainya mencapai Rp 5 triliun.Kontribusi LMA kepada pendapatan konsolidasi belum begitu signifikan.

Kontribusinya diperkirakan antara 4% hingga 5% terhadap pendapatan k…

Saham PTBA | Bukit Asam (PTBA) Menggarap Pembangkit Listrik di Halmahera

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar ekspansi tahun ini. Selain mematangkan proyek gasifikasi dari batubara, perusahaan tambang pelat merah ini juga melanjutkan proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin menjelaskan, pengembangan proyek pembangkit listrik tersebut digarap bersama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang lainnya, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). "Ini merupakan proyek sinergi BUMN pertambangan dan sudah melewati feasibility study, yang kemudian dilanjutkan dengan joint venture antara kami dan Antam," jelas dia, Senin (11/3).

Dalam usaha patungan tersebut, PTBA menguasai 75% saham dan sisanya dipegang oleh Antam. Nantinya, perusahaan patungan tersebut akan membangun PLTD dan PLTU di Halmahera Timur, Maluku Utara. Adapun kapasitas PLTU mencapai 3 x 60 megawatt (MW) dan PLTD memiliki kapasitas 3 x 17 MW.

Pembangkit listrik tersebut akan meme…

Saham PBID | Pabrik Baru Panca Budi (PIBD) Beroperasi Tahun 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) menargetkan pembangunan pabrik di Pemalang, Jawa Tengah, rampung akhir tahun ini. Dus, jika tidak ada aral melintang, mereka bakal mengoperasikan pabrik dengan total kapasitas produksi 121.000 ton pada 2019. Pabrik yang berlokasi di Pemalang saat ini memiliki kapasitas produksi 27.000 ton per tahun.

Selain di Pemalang, Panca Budi juga sedang membangun pabrik di Johor Baru, Malaysia dengan kapasitas 4.000 ton per tahun.

Panca Budi sudah menyiapkan anggaran untuk ekspansi pabrik. Emiten tersebut menggelontorkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 200 miliar pada tahun ini.

Ekspansi pabrik Panca Budi terus berjalan karena permintaan pasar kantong plastik masih besar. Meskipun, wacana cukai plastik oleh pemerintah menjadi momok bagi industri yang mereka geluti. "Cukai plastik pasti berlaku umum, kami akan menjalani peraturan pemerintah," kata Lukman Hakim, Corporate Secretary PT Panca Budi Idaman Tbk kepa…

Saham ANTM | Antam (ANTM) Mencari Kongsi Menggelar Ekspansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tengah agresif mencari mitra bisnis. Emiten ini berniat menggandeng beberapa mitra untuk berbagai proyek hilirisasi. Salah satunya untuk proyek pembangunan smelter grade alumina refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.

Dimas Wikan, Direktur Keuangan ANTM, menuturkan, ANTM dan Inalum sejatinya sudah membentuk joint venture (JV) untuk mengerjakan proyek SGAR. JV tersebut bernama PT Borneo Alumina Indonesia, dengan porsi kepemilikan 60% saham untuk Inalum dan 40% saham milik ANTM.

Perusahaan ini butuh setidaknya satu mitra lagi untuk menggarap pembangunan pabrik dengan kapasitas produksi 1 juta ton SGA tersebut. Proyek tersebut senilai US$ 850 juta.

Pelindo II sudah masuk daftar mitra. Namun, Borneo Alumina juga masih membuka pintu jika ada mitra lain yang ingin masuk. "Jadwalnya groundbreaking dilakukan semester kedua," ujar Dimas, Senin (11/3). Terkait rencana masuknya China Aluminium Company (Chinalco) sebagai calon m…

Analisa Saham WSBP, TLKM dan ERAA

IHSG (6.325 - 6.400) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.400 kemudian 6.430 dengan support di level 6.325 dan 6.290.

WSBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 392 kemudian 398 dengan support di level 378, cut loss jika break 374.

TLKM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.810 kemudian 3.850 dengan support di level 3.740, cut loss jika break 3.700.

ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.020 kemudian 2.060 dengan support di level 1.950, cut loss jika break 1.910.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7hg0


Analisa Saham ASRI dan ERAA

ASRI
ASRI berada pada Support dari level previous Low, di saat RSI telah memasuki area Oversold. Speculative Buy ASRI di harga 306-310, dengan Target terdekat yaitu MA10 di sekitar 320. Jika penguatan msih bisa berlanjut maka Target kedua yang diharapkan adalah MA20 sekaligus Resistance line di sekitar 328-330.

Rekomendasi
Speculative Buy
Entry Level: 306-310
Target: 320 / 328-330
Stoploss : 302

ERAA
ERAA berada pada Support Trendline dgn candle serupa Doji. Technical rebound mungkin terjadi dengan pintu Resistance pertama yaitu lapisan MA10 & 20 di 2070 (titik Average Up); demi mencapai tujuan Target Resistance line (pink) 2150 ataupun MA50 sekaligus level previous High (garis putus2 pink) di kisaran 2230-2250.

Rekomendasi
Speculative Buy
Entry Level: 1985-2000
Target: 2150 / 2230-2250
Stoploss:  1950

Henan Putihrai Sekuritas


Analisa Saham SMGR : tender offer on SMCB shares

ID – [ SMGR IJ]: Semen Indonesia announced tender offer on SMCB shares
Andrey Wijaya, Mutiara Nita – RHB Sekuritas

♦ Semen Indonesia (SMGR IJ) is to do mandatory tender offer on remaining Solusi Bangunan Indonesia (SMCB IJ) shares owned by public. Tender offer price is IDR2,097 per share, 4% higher from yesterday closing price.

♦ The mandatory tender offer period is 12 March – 10 April 2019. Latest payment date is 22 April 2019.

♦ We see Semen Indonesia acquisition on SMCB to create positive synergises in the long term. Maintain BUY on Semen Indonesia with IDR14,500 TP ( 16% upside), implies 29x-25x FY19F-20F P/Es.


Analisa Saham AKRA, MEDC dan ELSA

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Mar 12, 2019)
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,355.43 (-0.26%), test resistance at 6,414. Indikator MFI optimized dan indicator RSI optimized akan menguji support trendline. Pada periode weekly, indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized menguji support trend line Daily resistance terdekat di 6,414 dan support di 6,355. Cut loss level di 6,322.

AKRA Daily, 5,125(-2.84), trading buy, trading range 5,050 – 5,250. indikator MFI optimized dan W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support 5,050 dan resistance di 5,250. Cut loss level di 5,025.

MEDC  Daily, 875 (+1.74%), trading buy, 850 – 890. indikator MFI optimized support trendline dan RSI optimized akan menguji support trendline. Daily resistance di 890 sementara itu daily support di 850. Cut loss level di 830.

ELSA Daily, 366 (-1.61%), trading buy, trading range 360 – 376. Indikator MFI optimized dan indkator W%R optimized akan menguj support trendline. D…

Bandarmologi WEGE, ADRO, MARK, ANTM dan WTON

Tuesday (12/03/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand. Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Seku ritas)

IDX Composite 6,326- 6,419
SUMMARY:  STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): BUY
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): SELL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

WEGE 360 - 390
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


ADRO 1360 - 1520
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


MARK 492 - 505
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET…

Analisa Saham BBRI dan SMGR

BBRI
BBRI berada di area Support dari Trendline & MA50. Speculative Buy 3850-3830 dengan Average Up ketika sudah melampaui Resistance jk.pendek & lapisan Moving Average di level 3910; demi tujuan Target 4060.

Rekomendasi
Speculative Buy
Entry Level: 3850-3830
Target: 4060
Stoploss : 3790

SMGR
Buy On Weakness SMGR di area Support Trendline & MA50 pada range 12400-12475, dengan tujuan Target area Resistance terdekat yaitu 13100-13200.

Rekomendasi
Buy On Weakness
Entry Level: 12400-12475
Target: 13100-13200
Stoploss:  12300

Henan Putihrai Sekuritas


IHSG Berpotensi Mixed Wait And See Katalis Baru

Hallo Teman Trader dan Investor Nusantara

Market terlihat wait and see menanti katalis baru, value perdagangan cukup rendah dibawah rata rata 7 trilyun sebagai penanda. Selain itu walaupun IHSG terkoreksi namun saham saham yang masuk dalam LQ45 tetap mencatatkan kenaikan tipis +0,04% ditopang oleh saham BBCA TLKM ASII UNVR GGRM dan HMSP.

Walaupun kemarin index break dari area support neckline 6375 namun tidak diiringi dengan volume yang signifikan sehingga ada potensi false break. 

Hari ini index diproyeksikan akan menguji kembali area tersebut kembali untuk dikonfirmasi kekuatan turunnya. Ada peluang mixed dengan penguatan.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Market Potensi Mixed Menguat Untuk Uji Area  6375 Kembali
Potensi Pergerakan Index : 6340 - 6410 

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade : BBCA BSDE CSIS MAPI FILM SIMA SMCB SOCI UNTR WSBP WSKT   (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : BALI CSIS SIMA WTON VIVA WEGE ADRO ITMG MASA FREN UNTR TRAM INDY KB…

Analisa Saham WIKA : Berkonsolidasi Untuk Penguatan?

WIKA masih berkonsolidasi dan bersiap melanjutkan penguatannya jika mampu menembus ke atas down trend resistance line di 1875. Apabila level tersebut dapat dilewati maka WIKA berpeluang menuju target di level 1975 dengan target berikutnya di level 2040. Indikator teknikal MACD yang masih cenderung bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa saham ini masih cenderung bergerak positif.
Rekomendasi: Buy jika break out 1875. Batasi resiko apabila kembali turun dan gagal bertahan di 1765.

SUmber: StepTrader

IHSG Oversold, Berpeluang Technical Rebound

WH Project Outlook 12 Maret 2019
IHSG ditutup menurun sebesar 16,63 poin (-0.26%) menuju level 6366.43 pada perdagangan hari Senin 11 Maret 2019.
OVERSOLD DAN SENTIMEN DJIA, TECHNICAL REBOUND MENDEKAT
Indeks DJIA ditutup menguat 0.79% mengawali perdagangan pertama di pekan yang baru. Penguatan ini biasanya akan diharapkan dapat menjadi sentimen positif dan turut menghijaukan IHSG.
Dari pergerakannya sendiri, IHSG kemarin ditutup di bawah support MA60 sehingga indikasinya masih belum menarik, hanya saja beberapa indikator lain sudah menunjukkan adanya gejala oversold, artinya potensi IHSG untuk technical rebound cukup terbuka dan akan terjadi secepatnya mulai hari ini.
Pasar yang minim sentimen, jika kita harus mencari sentimen penggerak pasar maka kita memiliki sentimen neraca perdagangan hari Jumat pekan ini.


Lalu, bagaimana dengan IHSG hari ini?
Secara teknikal, penurunan IHSG masih akan berlanjut dalam rangka menguji support MA60. Diperkirakan penurunan sudah lebih terbatas, namun…

Update Harga Penting Saham | 12 Maret 2019

Dow rallies 200 points as Apple gain offsets big Boeing decline

Stocks rose on Monday as strong gains in tech shares like Apple and Facebook offset a steep decline in Boeing

Dow.....25651    +200.6      +0.79%
Nasdaq..7558   +149.9      +2.02%
S&P 500.2783   +40.2        +1.47%

FTSE.......7131    +26.3       +0.37%
Dax........11544   +85.6       +0.75%
CAC........5266     +34.7       +0.66%

Nikkei....21125    +99.5       +0.47%
HSI.........28503   +274.9     +0.97%
Shanghai.3027    +57.1       +1.92%
ST Times.3191    -4.5           -0.14%

Indo10Yr..8.0777    +0.0001    +0.001%
INDOBex246.0167 +0.1384     +0.06%
US10Yr....2.6430     +0.0180     +0.69%
VIX.......... 14.33        -1.72          -10.72%

USDIndx .....97.1590   -0.1470 -0.15%
Como Indx..180.50     -0.17      -0.10%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL........53.35     +0.28     +0.53%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS.......99.665   +0.63    +0.64%   
(5-yr INOCD5) 

*IDR........14290.50    -23.5          -0.16%*
*Jisdor....14324…

Analisa Saham ADRO : Menguji Downtrend Resistance

ADRO saat ini menguji downtrend resist linenya di kisaran 1470. Jika saham ini mampu kembali menguat dan break resisten 1470 (dan bertahan di atasnya), saham ini berpeluang bergerak dalam fase tren naik jangka pendeknya dimana target kenaikan ada di level 1690 dengan minor target 1610 dan 1510. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan postitif.
Rekomendasi: Buy. Stoploss level 1305

SUmber : GaleriSaham

Analisa Saham SSIA : FY18 results beat forecasts

Surya Semesta Internusa (SSIA)
FY18 results beat forecasts

SSIA IJ / SSIA.JK | ADD - Maintained | Rp595.00 tp:Rp725.00
Aurelia BARUS +62 (21) 3006 1721,
____________________________________

■   Revenue and margins in FY18 were ahead of our forecasts. It booked a core NP of Rp33.1bn in FY18 (vs. a core net loss of Rp28.8bn in FY17).
■   We now expect a 3-year NP CAGR of 87% in FY18-21F, after cutting our FY19-20F core EPS by 5-10% due to higher opex and lower interest income.
■   Retain Add with an unchanged TP of Rp725, based on 0.85x P/BV. 


FY18 revenue was ahead, mainly due to construction revenue
SSIA booked Rp3.7tr (+12% yoy, -10% qoq) revenue in FY18, ahead of our expectations at 108% of our estimate. This was mainly driven by stronger-than-expected construction revenue of Rp2.4tr (vs. our estimate of Rp2.2tr in FY18F).


Stronger-than-expected margins in all business segments
FY18 gross profit came in at Rp980.9bn (+14%yoy, +34%qoq). Overall FY18 GPM was 26.6%, stronger than our …