SMCB | Pasar Kurang Bergairah, SMCB Genjot Inovasi
Prospek bisnis emiten produsen semen masih tertekan pada tahun ini.
Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), sampai dengan semester I-2019, industri semen di Indonesia mencatatkan penurunan permintaan sebesar 670.000 ton.
Sedangkan rata-rata permintaan semen menjadi 4,9 juta ton per bulan.
Keadaan tersebut menjadi salah satu alasan bagi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk untuk terus memperkuat inovasi.
Solusi Bangun Indonesia menempuh langkah ini lantaran semen bukanlah barang elastis.
Maksudnya, permintaan ada karena pasar membutuhkan, bukan karena perusahaan memberikan promo atau diskon.
"Semen itu kebutuhannya benar-benar datang dari masyarakat atau proyek," ungkap Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Agung Wiharto, ketika dihubungi KONTAN, kemarin.
Dengan berbagai inovasi, emiten dengan kode saham SMCB di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut mengharapkan semen hasil produksi mereka bisa sesuai dengan kebutuhan pasar, terutama proyek-proyek.
Mengacu riset RHB Sekuritas, SMCB merilis brand Dynamic, yang merepresentasikan strategi perusahaan untuk menyediakan solusi konstruksi bangunan.
Proyek busway
Sementara Agung mengungkapkan, belum lama ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercayakan SMCB untuk memasok semen pada proyek perbaikan jalur busway.
Solusi Bangun berinovasi dengan menciptakan semen cepat kering agar pengerjaannya cepat dan layanan busway tidak terganggu.
Inovasi lainnya, SMCB memiliki produk semen yang dapat menyerap air.
Produk ini lebih banyak dipakai untuk membangun taman, sehingga air tidak menggenang dan tetap dapat diserap tanah.
Saat ini, anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) itu juga sedang mengembangkan produk semen yang dapat menyerap polusi.
Adapun pertimbangannya adalah masalah pencemaran lingkungan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.
Agung bilang, proyek dengan beragam kebutuhan tersebut bisa membantu penjualan SMCB di tengah kelesuan permintaan pasar.
Proyek yang dikerjakan pun beragam, seperti jembatan, pemeliharaan dan taman.
Namun Agung tak memerinci kontribusi proyek-proyek tersebut terhadap pendapatan SMCB.
Efisiensi
Selain melakukan berbagai inovasi, perusahaan yang dulu bernama PT Holcim Indonesia Tbk ini juga berusaha menjalankan produksi secara lebih efisien.
Oleh sebab itu, SMCB terus bersinergi dengan induknya, PT Semen Indonesia Tbk, untuk menekan biaya.
Semen Indonesia secara resmi mengakuisisi SMCB sejak April 2019.
Sedikit gambaran, penurunan permintaan pasar berpengaruh terhadap kinerja SMCB.
Untuk diketahui, kinerja SMCB di semester I 2019 bisa dibilang kurang prima.
Per 30 Juni 2019, pendapatan SMCB turun menjadi Rp 4,51 triliun atau turun 1,95% secara year on year (yoy).
Alhasil, SMCB membukukan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 278,51 miliar.
Namun, kerugian ini bisa ditekan atau menurun sebesar 48,35% secara tahunan dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu yang mencapai Rp 539,27 miliar.
Sumber : https://insight.kontan.co.id/news/pasar-kurang-bergairah-smcb-genjot-inovasi?page=3
WSKT | WASKITA SIAP GARAP PROYEK TOL DI IBU KOTA BARU
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) siap berkontribusi dalam membangun Ibu Kota Negara yang baru di Kalimantan Timur. Salah satunya dengan memprakarsai pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara melalui anak usaha PT Waskita Toll Road.
Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan menyatakan, saat ini kajian pemindahan Ibu Kota baru masih ada di Bappenas dan akan selesai pada akhir tahun ini. Selanjutnya, pada 2020 akan ada regulasi dari rencana induk atau master plan dan pemindahan dilakukan pada 2022-2024.
"Waskita mendukung dari sisi teknologi dan pembiayaan. Kemampuan kami akan lebih fleksibel. Pembangunan masih 2022-2024, Kalau kajian sudah selesai akhir tahun, kita akan masuk," ujar Haris saat Ngopi Bareng BUMN di Sinergy Lounge, Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.
Haris menjelaskan, beberapa proyek yang akan digarap perusahaan di Ibu Kota baru antara lain sektor energi, transportasi, solar cell dan bangunan. Kawasan inti pusat pemerintahan itu nantinya akan dibangun dengan klasifikasi modern, sehingga standarisasi harus mengacu pada standar internasional.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Bambang Rianto investasi yang akan dilakukan perseroan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Waskita Karya akan masuk ke Ibu Kota Negara baru itu mulai 2021. Sebab, pembangunan masif di Ibu Kota Negara baru diperkirakan terjadi pada 2022-2024.
Bambang menambahkan perseroan juga serius melakukan persiapan dari sisi pembiayaan maupun dari sisi teknologi. BUMN Karya ini banyak mendapatkan dana segar mulai tahun ini melalui divestasi beberapa proyek jalan tol.
Saat ini Waskita Karya tengah menyelesaikan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan skema Turnkey atau pembayaran akan diperoleh Perseroan setelah proyek selesai dikerjakan. Adapun proyek-proyek tersebut terdiri dari Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, Transmisi Listrik di Sumatera, dan LRT Sumatera Selatan.
Selain itu, Perseroan juga melakukan pengembangan bisnis berupa investasi pada 18 ruas jalan tol di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Aktivitas tersebut membutuhkan pendanaan yang cukup besar.
"Total pinjaman Waskita saat ini digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan. Sedangkan posisi gearing ratio Perseroan per Juni 2019 sebesar 2,68x masih berada di bawah ambang batas (covenant) sebesar 3,00x. Kami yakin dapat menjaga rasio ini ke 2.3x di akhir 2019," kata Haris.
Waskita Karya akan menerima arus kas masuk sebesar Rp 40 triliun selama 2019. Angka tersebut terdiri atas pembayaran proyek turnkey Rp 26 triliun yang selesai di 2019 dan Rp 14 triliun dari proyek konvensional dengan skema progress payment.
Sampai dengan saat ini, Perseroan sudah menerima pembayaran sebesar Rp 13,1 triliun yaitu Rp 3,4 triliun dari proyek turnkey dan Rp 9,7 triliun dari proyek konvensional. Di antaranya, peneriman dari proyek LRT Sumatera Selatan sebesar Rp 2,3 triliun pada awal September 2019.
Nilai tersebut di atas belum termasuk rencana penerimaan pengembalian dana talangan tanah dari LMAN. Kas masuk ini akan digunakan untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan juga untuk meningkatkan kapasitas pendanaan. Dan menurunkan posisi utang Perseroan. (end/as)
Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/wskt-waskita-siap-garap-proyek-tol-di-ibu-kota-baru,69070010.html
TGRA | PT Terregra Asia Energy Tbk Akan Menggelar Private Placement
PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) akan menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement.
Rencananya, Terregra akan mengeluarkan maksimal 305 juta saham baru, setara 10% dari jumlah seluruh saham.
Terregra menghitung harga pelaksanaan saham baru ada di kisaran Rp 680–Rp 875 per saham. Jika rencana ini terlaksana, maka Terregra berpotensi meraup Rp 207,4 miliar–Rp 266,88 miliar. Kamis (26/7), harga saham TGRA stagnan di Rp 870 per saham.
sai private placement, Terregra berharap, struktur permodalan akan menjadi lebih kuat. Di sisi lain, rasio utang terhadap ekuitas perusahaan akan menjadi turun dan struktur permodalan perseroan menjadi lebih kuat.
Dana hasil private placement akan digunakan untuk proyek anak usaha. Perusahaan pembangkit listrik ini berencana membangun pembangkit listrik energi baru dan terbarukan dengan kapasitas 600 MW dalam waktu lima tahun.
Selain itu, Terregra tengah ekspansi ke luar negeri, yakni, Australia. Di Negeri Kanguru tersebut, Terregra menargetkan bisa membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 25 MW.
Per Agustus 2019, Sekretaris Perusahaan Terregra Asia Energy Christin Soewito mengatakan, proyek PLTS di Australia sudah mencapai 5 MW. Target pembangunan PLTS berkapasitas 25 MW tersebut diharapkan bisa terwujud di tahun depan.
Christin menjelaskan, perusahaan ini akan bermitra dengan perusahaan level internasional dan berpengalaman di bidang energi terbarukan. Dia bilang, hingga kini partner tersebut masih dalam tahap uji tuntas alias due diligence. "Untuk sementara belum bisa kami disclose atas permintaan mereka," kata Christin kepada KONTAN.
Private placement ini akan menyebabkan dilusi saham pemegang saham lama. "Dilusi maksimal 10%," kata Christin.
Namun, private placement ini baru akan terlaksana apabila mendapat persetujuan dari dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 8 November.
Terregra saat ini memiliki dua pilar usaha yang sudah bererak di energi terbarukan, yakni PT Terregra Hydro Power dan PT Terregra Solar Power.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/terregra-asia-energy-tgra-akan-menggelar-private-placement
JSMR | PT Jasa Marga (Persero) Tbk RUGI MILIARAN RUPIAH IMBAS KERICUHAN DEMONSTRASI
PT Jasa Marga (Persero) Tbk Regional Jabotabekjabar menderita kerugian miliaran rupiah akibat kerusakan aset imbas kericuhan demonstrasi pada 24 dan 25 September 2019.
Kalau dihitung rupiahnya, miliaran rupiah, kata Marketing and Communication Deparyement Head PT Jasa Marga JabodetabekJabar, Irra Susiyanti di Jakarta, Kamis malam.
Dalam keterangan pers perusahaan, disebutkan sedikitnya 11 unit aset Jalan Tol Dalam Kota Jakarta dilaporkan memerlukan penggantian unit baru akibat aksi pembakaran dan pengerusakan oknum.
Aset yang mengalami kerusakan diantaranya gardu tol, marka dan rambu, serta sarana penunjang lainnya.
Gerbang Tol (GT) Senayan kerusakan terjadi pada dua unit gardu oblique approach booth (OAB), dua unit Gardu Tol Otomatis (GTO) multi golongan, satu unit GTO khusus golongan 1, dan satu gardu control room berikut kelengkapannya, jelasnya.
Sementara di GT Pejompongan kerusakan berupa satu unit layar tol collection terminal (TCT), satu unit terminal KSPT beserta kelengkapannya, atap gerbang tol, dua unit long booth dan kelengkapannya.
Jasa Marga juga melakukan perbaikan sejumlah sarana lalu lintas yang dirusak, seperti rambu dan marka, pagar pengaman, water barrier plastik, hingga pengecatan ulang pagar pembatas dan guardrail.
"Kami juga memperbaiki estetika tol yang dirusak massa Sarana informasi yaitu sambungan fiber optic juga mengalami kerusakan," katanya.
Aktivitas perbaikan dan pergantian aset baru diperkirakan akan selesai maksimal pada Sabtu (28/9).
Kurang dari 24 jam pascakericuhan berakhir, kedua GT tersebut sudah kembali dapat melayani transaksi pengguna jalan, ujarnya.
Jasa Marga juga menyiagakan tambahan 85 personel untuk melakukan perbaikan dan pembersihan di lajur dan GT yang terdampak aksi massa.(end)
Sumber : http://www.iqplus.info/news/stock_news/jsmr-jasa-marga-rugi-miliaran-rupiah-imbas-kericuhan-demonstrasi,69072032.html
ADMF | Suku Bunga Rendah, Multifinance Mulai Berlomba Menerbitkan Obligasi
JAKARTA Bank Indonesia (BI) yang getol menurunkan suku bunga acuan menjadi kesempatan pemain multifinance mencari dana murah.
Salah satunya melalui penerbitan surat utang.
Beberapa pemain seperti BCA Finance dan PT Adira Dinamika Multifinance (Adira Finance) merilis penerbitan obligasi bernilai triliunan rupiah pada September 2019.
Kepala Divisi Pemeringkat Jasa Keuangan Pefindo Hendro Utomo mengatakan, bahwa ada kecenderungan emiten menerbitkan obligasi ketika bunga rendah, termasuk pemain multifinance.
Ini merupakan kesempatan karena kupon obligasi bersifat bunga tetap (fixed rate) sepanjang tenor obligasi tersebut.
"Jadi, ketika saat bunga acuan bank rendah, maka kupon obligasi juga ikut rendah dan tingkat bunga rendah tersebut bisa dikunci sampai obligasinya lunas dibandingkan mengambil kredit bank," kata Hendro, kepada KONTAN, Kamis (26/9).
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila mengatakan, bahwa dana penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk membiayai penyaluran kredit ke konsumen.
Baik itu produk pembiayaan mobil, motor, multiguna, elektronik maupun furnitur.
"Jadi sampai akhir tahun ini, kami tidak menerbitkan obligasi lagi. Ke depannya, perusahaan melakukan penerbitan obligasi kembali sebagai salah satu sumber pendanaan kami," kata Made.
Direktur Keuangan & SDM BCA Finance Amirdin Halim mengatakan dana hasil penerbitan surat utang ini digunakan untuk meningkatkan modal kerja pada bisnis pembiayaan sehingga aset perusahaan juga ikut terkerek.
Sampai Juni 2019, BCA Finance mempunyai jumlah aset sebesar Rp 8,22 triliun.
"Penerbitan obligasi juga supaya kami tetap berada di pasar uang," ujar Amirdin.
Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tahun lalu penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 70,50 triliun.
Sementara tahun ini hingga bulan Juli, obligasi yang diterbitkan oleh multifinance sudah mencapai Rp 67,78 triliun.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/suku-bunga-rendah-multifinance-mulai-berlomba-menerbitkan-obligasi
BBRI | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk TAWARKAN OBLIGASI BERKELANJUTAN III TAHAP I 2019
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan melakukan Penawaran Obligasi Berkelanjutan III tahap I Tahun 2019 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp5 triliun yang merupakan bagian dari penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan Tahap III dengan total Rp20 triliun.
Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, Obligasi Tahap I ini terdiri dari tiga Seri yakni Seri A berjangka waktu 370 hari, Seri B berjangka waktu 3 tahun dan Seri C berjangka waktu 5 tahun.
Masa penawaran awal dilakukan pada 2 Oktober-16 Oktober 2019 dan perkiraan masa penawaran umum pada 31 Oktober-4 Oktober 2019 dan perkiraan pencatatan di BEI pada 8 November 2019. Pefindo menetapkan peringkat idAAA untuk obligasi ini.
Penjamin pelaksana emisi PT BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, Indopremier Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Samuel Sekuritas dengan wali amanat Bank BNI. (end)
Sumber : http://www.iqplus.info/news/stock_news/bbri-bri-tawarkan-obligasi-berkelanjutan-iii-tahap-i-2019,69074020.html
Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, Obligasi Tahap I ini terdiri dari tiga Seri yakni Seri A berjangka waktu 370 hari, Seri B berjangka waktu 3 tahun dan Seri C berjangka waktu 5 tahun.
Masa penawaran awal dilakukan pada 2 Oktober-16 Oktober 2019 dan perkiraan masa penawaran umum pada 31 Oktober-4 Oktober 2019 dan perkiraan pencatatan di BEI pada 8 November 2019. Pefindo menetapkan peringkat idAAA untuk obligasi ini.
Penjamin pelaksana emisi PT BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, Indopremier Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Samuel Sekuritas dengan wali amanat Bank BNI. (end)
Sumber : http://www.iqplus.info/news/stock_news/bbri-bri-tawarkan-obligasi-berkelanjutan-iii-tahap-i-2019,69074020.html
AALI | Harga CPO Mulai Naik, Bagaimana Saham Astra Agro Lestari ?
Memasuki semester kedua, harga minyak kelapa sawit atawa crude palm oil (CPO) mulai membaik. Hal ini diyakini para analis dapat mempengaruhi kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) di sisa tahun ini.
Asal tahu saja, Kamis (26/9), harga CPO kontrak pengiriman Desember 2019 di Malaysia Derivative Exchange berada di level RM 2.170 per metrik ton. Pelan tapi pasti, harga CPO mulai masuk dalam tren menanjak.
Padahal, 9 Juli lalu, harga CPO berada sempat di level RM 2.042 per metrik ton, level terendah sepanjang tahun ini.
Analis Panin Sekuritas Juan Oktavianus mengatakan, bisnis Astra Agro memang sangat tergantung pada pergerakan harga minyak sawit mentah global. Maklum, mayoritas pendapatan perusahaan ini berasal dari penjualan CPO dan turunannya.
Karena itu, begitu ada perbaikan harga CPO, pendapatan Astra Agro berpotensi naik. Namun, dia melihat kenaikan harga CPO cenderung terbatas, sehingga kemungkinan pertumbuhan kinerja AALI tidak setinggi tahun lalu.
Asal tahu saja, pendapatan AALI sepanjang semester I-2019 lalu hanya Rp 8,53 triliun. Angka ini turun 5,43% dibandingkan realisasi pendapatan enam bulan pertama 2018, yakni sebesar Rp 9,02 triliun.
Analis Jasa Capital Utama Chris Apriliony menambahkan, perang dagang yang terus berlanjut membuat China berupaya meningkatkan lagi konsumsi CPO. Ini terjadi akibat produk minyak kedelai yang kian sulit didapat usai pemerintah China memberlakukan tarif impor bagi produk asal Amerika Serikat (AS).
Selain itu, adanya perayaan tahunan Diwali di India pada kuartal empat juga bisa menjadi katalis positif bagi harga CPO global. AALI pun bisa menggenjot produksi CPO untuk diekspor ke berbagai negara yang merayakan peristiwa tersebut.
Kendati demikian, potensi perbaikan harga CPO secara signifikan baru akan terlihat di tahun depan. Penyebabnya, realisasi program B30 atawa pencampuran bahan bakar minyak dengan minyak sawit atau biodiesel sebesar 30%. Uji coba penggunaan B30 dilaksanakan di periode Mei-Oktober tahun ini.
Penerapan B30 tentu akan mendorong permintaan CPO di dalam negeri. "Penyerapan CPO di Indonesia bisa bertambah sekitar 3 juta ton kalau B30 terwujud," terang Juan, Kamis (26/9).
Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa menilai, penting bagi Astra Agro untuk terus memikirkan langkah efisiensi, seiring pertumbuhan harga CPO yang tergolong lambat. Efisiensi cukup mendesak, mengingat di semester pertama lalu net profit margin (NPM) AALI hanya 0,5%.
Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya, NPM Astra Agro masih 8,7%. "Kami mengubah perkiraan NPM AALI dari 5,1% menjadi 0,5% di tahun ini," tulis Yasmin dalam risetnya.
Oleh karena itu, ia juga memangkas perkiraan pendapatan Astra Agro di akhir tahun nanti dari Rp 21,65 triliun menjadi Rp 18,78 triliun. Laba bersih produsen sawit ini juga direvisi dari Rp 1,10 triliun menjadi Rp 990 miliar.
Yasmin juga memperkirakan harga CPO masih berada di kisaran RM 2.000 per metrik ton tahun ini, sehingga sulit bagi Astra Agro untuk memacu kinerjanya.
Senada, Juan melihat, AALI perlu menggenjot efisiensi. Sebab, pelemahan harga CPO juga mengakibatkan belanja modal atau capital expenditure (capex) menyusut. "Karena capex bakal lebih kecil, AALI tidak bisa leluasa ekspansi," ujar dia.
Untuk saat ini, AALI terlihat lebih fokus pada perawatan tanaman-tanaman sawit yang dikelolanya. Emiten agrikultur ini memang tidak bisa sembarangan melakukan penanaman ulang atau replanting, seiring adanya moratorium perkebunan sawit.
Chris berpendapat, Astra Agro dapat melakukan diversifikasi bisnis lain, yakni peternakan sapi, yang sebenarnya sudah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. "Walau kontribusinya terhadap pendapatan AALI masih kecil, tapi ini tetap langkah yang tergolong positif," kata dia.
Chris merekomendasikan beli saham AALI dengan target harga Rp 12.000 per saham.
Di sisi lain, Juan menyarankan hold saham AALI dengan target harga Rp 9.500 per saham.
Serupa, Yasmin merekomendasikan hold saham AALI dengan target harga Rp 10.800 per saham.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/harga-cpo-mulai-naik-ini-rekomendasi-analis-untuk-saham-astra-agro-aali?page=2
Asal tahu saja, Kamis (26/9), harga CPO kontrak pengiriman Desember 2019 di Malaysia Derivative Exchange berada di level RM 2.170 per metrik ton. Pelan tapi pasti, harga CPO mulai masuk dalam tren menanjak.
Padahal, 9 Juli lalu, harga CPO berada sempat di level RM 2.042 per metrik ton, level terendah sepanjang tahun ini.
Analis Panin Sekuritas Juan Oktavianus mengatakan, bisnis Astra Agro memang sangat tergantung pada pergerakan harga minyak sawit mentah global. Maklum, mayoritas pendapatan perusahaan ini berasal dari penjualan CPO dan turunannya.
Karena itu, begitu ada perbaikan harga CPO, pendapatan Astra Agro berpotensi naik. Namun, dia melihat kenaikan harga CPO cenderung terbatas, sehingga kemungkinan pertumbuhan kinerja AALI tidak setinggi tahun lalu.
Asal tahu saja, pendapatan AALI sepanjang semester I-2019 lalu hanya Rp 8,53 triliun. Angka ini turun 5,43% dibandingkan realisasi pendapatan enam bulan pertama 2018, yakni sebesar Rp 9,02 triliun.
Analis Jasa Capital Utama Chris Apriliony menambahkan, perang dagang yang terus berlanjut membuat China berupaya meningkatkan lagi konsumsi CPO. Ini terjadi akibat produk minyak kedelai yang kian sulit didapat usai pemerintah China memberlakukan tarif impor bagi produk asal Amerika Serikat (AS).
Selain itu, adanya perayaan tahunan Diwali di India pada kuartal empat juga bisa menjadi katalis positif bagi harga CPO global. AALI pun bisa menggenjot produksi CPO untuk diekspor ke berbagai negara yang merayakan peristiwa tersebut.
Kendati demikian, potensi perbaikan harga CPO secara signifikan baru akan terlihat di tahun depan. Penyebabnya, realisasi program B30 atawa pencampuran bahan bakar minyak dengan minyak sawit atau biodiesel sebesar 30%. Uji coba penggunaan B30 dilaksanakan di periode Mei-Oktober tahun ini.
Penerapan B30 tentu akan mendorong permintaan CPO di dalam negeri. "Penyerapan CPO di Indonesia bisa bertambah sekitar 3 juta ton kalau B30 terwujud," terang Juan, Kamis (26/9).
Rekomendasi Saham AALI
Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa menilai, penting bagi Astra Agro untuk terus memikirkan langkah efisiensi, seiring pertumbuhan harga CPO yang tergolong lambat. Efisiensi cukup mendesak, mengingat di semester pertama lalu net profit margin (NPM) AALI hanya 0,5%.
Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya, NPM Astra Agro masih 8,7%. "Kami mengubah perkiraan NPM AALI dari 5,1% menjadi 0,5% di tahun ini," tulis Yasmin dalam risetnya.
Oleh karena itu, ia juga memangkas perkiraan pendapatan Astra Agro di akhir tahun nanti dari Rp 21,65 triliun menjadi Rp 18,78 triliun. Laba bersih produsen sawit ini juga direvisi dari Rp 1,10 triliun menjadi Rp 990 miliar.
Yasmin juga memperkirakan harga CPO masih berada di kisaran RM 2.000 per metrik ton tahun ini, sehingga sulit bagi Astra Agro untuk memacu kinerjanya.
Senada, Juan melihat, AALI perlu menggenjot efisiensi. Sebab, pelemahan harga CPO juga mengakibatkan belanja modal atau capital expenditure (capex) menyusut. "Karena capex bakal lebih kecil, AALI tidak bisa leluasa ekspansi," ujar dia.
Untuk saat ini, AALI terlihat lebih fokus pada perawatan tanaman-tanaman sawit yang dikelolanya. Emiten agrikultur ini memang tidak bisa sembarangan melakukan penanaman ulang atau replanting, seiring adanya moratorium perkebunan sawit.
Chris berpendapat, Astra Agro dapat melakukan diversifikasi bisnis lain, yakni peternakan sapi, yang sebenarnya sudah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. "Walau kontribusinya terhadap pendapatan AALI masih kecil, tapi ini tetap langkah yang tergolong positif," kata dia.
Chris merekomendasikan beli saham AALI dengan target harga Rp 12.000 per saham.
Di sisi lain, Juan menyarankan hold saham AALI dengan target harga Rp 9.500 per saham.
Serupa, Yasmin merekomendasikan hold saham AALI dengan target harga Rp 10.800 per saham.
Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/harga-cpo-mulai-naik-ini-rekomendasi-analis-untuk-saham-astra-agro-aali?page=2
APLN | PT Agung Podomoro Tbk RAIH FASILITAS PINJAMAN US$127 JUTA
PT Agung Podomoro Tbk (APLN) menandatangani perjanjian fasilitas pada 24 September 2019 dengan Credit Opportunities II Pte Ltd sebagai kreditur awal.
Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan, Madison pacific Trust Ltd sebagai agen dari para pihak pembiayaan dan Madison pacific Trust Limited sebagai agen jaminan untuk para pihak yang dijamin.
Berdasarkan perjanjian fasilitas, kreditur setuju memberikan pinjaman kepada perseroan dengan jumlah pokok maksimal US$127 juta dimana pinjamana dapat digunakan oleh perseoran untuk antara lain pembayaran kembali (dipercepat) obligasi Rp451 miliar, pembayaran kembali (dipercepat) Obligasi Rp99 miliar, pembayaran kembali pinjaman sindikasi Rp1,3 triliun antara perseroan dan beberapa kreditur serta pembayaran kembali (dipercepa) pinjaman sindikasi Rp750 miliar antara perseroan dan lembaga keuangan (termasuk Maybank Indonesia) sebagai kreditur.
Fasilitas itu dijamin antara lain hak tanggungan peringkat pertama atas sertifikat Hak Milik atas satuan rumah susun Mal Central Park, Jaminan Fidusia atas piutang sehubungan dengan Mal Central Park, Jaminan Fidusia atas hasil pembayaran asuransi sehubungan dengan Mal Central Park, pengalihan atas perjanjian sehubungan dengan Mal Central Park dan jaminan gadai atas rekening bank. (end)
Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/apln-apln-raih-fasilitas-pinjaman-us-127-juta,69075131.html
Menurut keterangan perseroan Kamis disebutkan, Madison pacific Trust Ltd sebagai agen dari para pihak pembiayaan dan Madison pacific Trust Limited sebagai agen jaminan untuk para pihak yang dijamin.
Berdasarkan perjanjian fasilitas, kreditur setuju memberikan pinjaman kepada perseroan dengan jumlah pokok maksimal US$127 juta dimana pinjamana dapat digunakan oleh perseoran untuk antara lain pembayaran kembali (dipercepat) obligasi Rp451 miliar, pembayaran kembali (dipercepat) Obligasi Rp99 miliar, pembayaran kembali pinjaman sindikasi Rp1,3 triliun antara perseroan dan beberapa kreditur serta pembayaran kembali (dipercepa) pinjaman sindikasi Rp750 miliar antara perseroan dan lembaga keuangan (termasuk Maybank Indonesia) sebagai kreditur.
Fasilitas itu dijamin antara lain hak tanggungan peringkat pertama atas sertifikat Hak Milik atas satuan rumah susun Mal Central Park, Jaminan Fidusia atas piutang sehubungan dengan Mal Central Park, Jaminan Fidusia atas hasil pembayaran asuransi sehubungan dengan Mal Central Park, pengalihan atas perjanjian sehubungan dengan Mal Central Park dan jaminan gadai atas rekening bank. (end)
Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/apln-apln-raih-fasilitas-pinjaman-us-127-juta,69075131.html
Analisa Saham ADRO dan SMGR
Analisa Saham ADRO
ADRO Daily ,1,285 (-1.91%), Buy on Weakness, trading range 1,270 – 1,330. indikator MFI optimized cenderung naik dan RSI optimized menguji support trendline. Daily support di 1,270 sementara itu daily resistance di 1,330. Cut loss level di 1,240.
Analisa Saham SMGR
SMGR Daily, 12,250(+0.20%), Trading Buy,, trading range 12,025 – 12,450. Indikator MFI optimized dan indkator W%R optimized masih cenderung naik. Perkiraan daily support di 12,025 dan daily resistance di 12,450. Cut loss level di 12,000.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Sep 27, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)
Analisa Saham JPFA dan GIAA
Analisa Saham JPFA - Buy on Weakness (1,505)
Buy on Weakness: 1,450-1,490
Target Price: 1,650, 1,700, 1,900
Stoploss: below 1,390
Analisa Saham GIAA - Sell on Strength (520)
Sell on Strength: 520-540
Sumber: MNC Daily Scope Wave
Analisa Saham TKIM dan HOKI
Analisa Saham TKIM
Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 11550. Target 13000-13800.
Sumber: http://www.doktermarket.com/2019/09/tkim-berkonsolidasi-buy-jika-break.html
Analisa Saham HOKI
Rekomendasi: Speculative Buy jika beak 875. Strong buy jika break 890. Stoploss level 830.
Sumber: https://galerisaham.com/hoki-menguji-area-resist-line-buy-jika-breakout/
Analisa Saham INTP dan BBNI
Analisa Saham INTP
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 18.300
Resistance: Rp 20.025
Analisis oleh Achmad Yaki, BCA Sekuritas
Analisa Saham BBNI
Rekomendasi: Spekulasi Buy. Batasi resiko jika kembali bergerak turun dan gagal bertahan di 7.350.
Sumber: https://step-trader.com/2019/09/26/bbni-ready-for-rebound/
Analisa Saham LPPF dan ISAT
Analisa Saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF, anggota indeks Kompas100)
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 3.000
Resistance: Rp 3.150
Analisis oleh Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas
Analisa Saham PT Indosat Tbk (ISAT, anggota indeks Kompas100)
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 2.720
Resistance: Rp 3.120
Analisis oleh Lanjar Nafi, Reliance Sekuritas
Analisa Saham PPRO dan PTPP
Analisa Saham PT PP Properti Tbk (PPRO)
Analisa Saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Analisa Saham HMSP dan LPKR
Analisa Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
Analisa Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
Analisis oleh PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama.
Analisa Saham BBTN dan ELSA
Analisa Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
Analisa Saham PT Elnusa Tbk (ELSA)
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Langganan:
Postingan (Atom)























