Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 13, 2019

ITMG | Tekanan Harga Batubara Masih Berlanjut, ITMG Menjaga Performa Lewat Efisiensi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menempuh segala cara demi memenuhi target pertumbuhan kinerja pada tahun ini.

Salah satu strateginya adalah menerapkan efisiensi produksi.

Tahun ini, manajemen Indo Tambangraya berharap bisa menurunkan rata-rata nisbah kupasan atau stripping ratio menjadi 11,4 bank cubic meter (bcm) per ton.

Asal tahu, nisbah kupasan merupakan perbandingan antara jumlah tanah lapisan penutup yang harus dikeduk untuk menghasilkan setiap ton batubara.

Mengacu materi paparan publik Indo Tambangraya pada Agustus 2019, tren nisbah kupasan tahun ini melandai.

Nisbah kupasan selama triwulan pertama 13,1 bcm per ton sedangkan pada triwulan kedua sudah turun menjadi 11,6 bcm per ton.

Masih dari sumber yang sama, Indo Tambangraya juga ingin menciutkan biaya bisnis batubara menjadi US$ 59 per ton.

Perusahaan tersebut mencatat, biaya bisnis batubara kuartal pertama US$ 61/ton sedangkan pada kuartal kedua US$ 60/ton.

Untuk itu, ITMG menerapkan transform…

MKNT | Jualan Pulsa Telkomsel Kian Sulit, MKNT Pangkas Target Kinerja

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menurunkan target pertumbuhan bisnis di tahun ini.

Salah satu pemicunya, pasar penjualan pulsa eceran mereka mendapatkan pesaing melalui platform e-banking, ATM, start up dan modern channel.

Kondisi itu tecermin pada pencapaian kinerja Mitra Komunikasi di semester pertama tahun ini.

Emiten itu menderita rugi periode berjalan Rp 116,28 miliar.

Padahal di semester pertama tahun lalu, MKNT masih mencatatkan laba sebesar Rp 29,24 miliar.

Sedangkan penjualan bersih tergerus 33% year-on-year (yoy) menjadi Rp 1,93 triliun.

Direktur Utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, Jefri Junaedi, menjelaskan sejatinya tahun ini manajemen membidik target penjualan sebesar Rp 5,7 triliun.

Mempertimbangkan kondisi industri, mereka memangkas target penjualan.

"Ada revisi target, hingga akhir tahun kami memproyeksikan pendapatan sekitar Rp 4 triliun," ujar dia kepada KONTAN, Kamis (12/9).

Proyeksi terakhir ini juga lebih rendah dar…

DEWA | Darma Henwa Yakin Mencapai Target Produksi 17 Juta Ton Sepanjang Tahun Ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menargetkan dapat mengeruk 17 juta ton batubara hingga pengujung 2019.

Target ini naik dari realisasi produksi Darma Henwa (DEWA) tahun lalu, yakni sebanyak 13,5 juta ton.

Per Juli 2019, Darma Henwa telah merealisasikan hampir 50% dari target produksi. "Di Juli sudah terealisasi 8,4 juta ton," ujar Mukson Arif Rosyid, Sekretaris Perusahaan Darma Henwa kepada Kontan, kemarin.

Angka ini naik cukup pesat dibanding periode Juni 2019, yakni 6,77 juta ton atau sekitar 39,8% dari total target.

Mukson optimistis target 17 juta ton di akhir tahun bisa terpenuhi. Produksi akan meningkat seiring proses perbaikan dan perawatan alat-alat berat. Di sisi lain, cuaca saat ini juga turut mendukung operasional DEWA.

Apalagi, emiten konstruksi tambang batubara ini telah mendapat kucuran kredit dari Bank BRI sebesar US$ 115,86 juta. Sekitar US$ 98,8 juta digunakan untuk pembiayaan peralatan pertambangan. Pembiayaan ini nantinya bakal akan menin…

AALI dan LSIP | Harga CPO Kembali Terkoreksi Gara-Gara Permintaan Sepi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan permintaan minyak sawit mentah atawa crude palm oil (CPO) di awal bulan ini membuat harga komoditas unggulan Indonesia ini turun.

Kemarin, harga CPO kontrak pengiriman November 2019 di Malaysia Derivatives Exchange melemah 0,82% menjadi RM 2.188 per metrik ton.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono mengungkapkan, secara fundamental harga CPO memang masih akan berada dalam tekanan hingga akhir tahun.

"Prospek CPO tahun ini masih seperti tahun sebelumnya, masih lemah," ungkap dia, Kamis (12/9). Pelemahan harga disebabkan sentimen pelambatan ekonomi global, yang membuat permintaan CPO lesu.

Penurunan permintaan terlihat jelas dari ekspor Malaysia periode 1–10 September 2019. Berdasarkan data surveyor kargo SGS Malaysia, ekspor CPO di Malaysia pada periode tersebut turun 29,02% dibanding bulan sebelumnya menjadi 337.570 ton. Di periode 1–10 AGustus 2019 lalu, total ekspor CPO Malaysia sebanyak 475.560 ton.

Penurunan terbesar terj…

GGRM dan SILO | Ada Transaksi Tak Wajar di Saham GGRM dan SILO

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) bergerak tak wajar pada perdagangan Kamis (12/9).

Bahkan saham GGRM telah menjadi saham paling aktif diperdagangkan dari segi nilai pada perdagangan kemarin.

Melihat data RTI, saham emiten rokok ini ditransaksikan dengan volume 8,49 juta saham senilai Rp 601,59 miliar. Broker Sinarmas Sekuritas (DH) menjadi broker dengan pembelian terbesar, mencapai 3,446 juta saham atau senilai Rp 251,5 miliar.

Sinarmas mulai aktif melakukan pembelian di sesi kedua di rentang harga Rp 69.175 hingga Rp 73.675.

Saham GGRM yang di awal perdagangan dibuka di harga Rp 69.075 dan bergerak stabil pun melesat ke level tertinggi Rp 74.800 di pukul 14.30 WIB. Jelang satu jam kemudian, saham ini ambruk kembali ke level Rp 68.275 dan sempat menyentuh level terendah di harga Rp 66.575 per saham.

Di akhir perdagangan, saham GGRM ditutup di harga Rp 68.275 per saham atau turun 1,16% dari hari sebelumnya.

Perge…

Analisa Saham SMGR, EXCL dan BBNI

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Sep 13, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,342.17(-0.62%), consolidation, trading range 6,330– 6,394. Indikator MFI optimized naik terbatas dan indikator W%R  optimized akan menguji support trendline. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support di 6,330 dan resistance di 6,394. Cut loss level di 6,330.

SMGR Daily  ,12,475 (+2.46%), Trading Buy, trading range 12,325 – 12,725. Indikator MFI optimized  masih cenderung naik dan RSI optimized. Akan menguji support trendline.Daily support  di 12,325 sementara itu daily resistance  di 12,725. Cut loss level  di 12,150.

EXCL Daily ,3.350 (+2.45%), Trading Buy, trading range 3,270 – 3,420. Indikator MFI optimized  dan RSI optimized  cenderung naik. Daily support  di   3,270 sementara itu daily resistance  di 3,420. Cut loss level  di  3,210.

BBNI Weekly , 7,875(+3.62%), Trading Buy, trading range 7,600 – 8,100…

Analisa Saham ASII | Breakout Pertama, akankah indah pada waktunya?

Analisa Saham ASII
Saham ASII 12 September 2019 baru saja breakout resistance dan mengalami koreksi lalu ditutup turun pada harga 6750 dengan penurunan sebesar -2,52%. Hal ini disertai dengan penurunan volume. Proses akumulasi saham ini terlihat masih menarik.

Volatilitas saham ini berada pada area jenuh beli ke pertengahan dengan kecenderungan penurunan sementara. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini berada pada uptrend dengan kecenderungan sideways.
Resistance : 6925
Support : 6600
Rekomendasi : Buy if Breakout Resistance, Sell if Breakdown Support

Analisa Saham BNGA dan PPRO

Saham BNGA Saham BNGA berpeluang rebound dan mengakhiri tren turunnya apabila mampu melewati resistance level 1050. Indikator teknikal Stochastic telah golden cross dan mulai bergerak naik keluar dari area oversold. Sementara MACD berpotensi terjadi golden cross. Kondisi ini mengindikasikan bahwa saham BNGA mulai bergerak positif. Target kenaikan terdekat di 1110, dengan target selanjutnya di level 1170.
Rekomendasi: Buy jika break out 1050. Batasi resiko jika kembali turun dan gagal bertahan di 990.
https://step-trader.com/2019/09/12/bnga-berpotensi-mengahiri-tren-turunnya/

Saham PPRO PPRO berpeluang untuk memulai uptrendnya lagi dengan membentuk pola bullish inverted head and shoulders. Pola ini menandakan bahwa jika PPRO mampu menguat menembus resisten 125, PPRO berpeluang terus menguat menuju target pertama di 140. Jika target pertama terlamapaui, PPRO berpotensi terus menguat menuju target keduanya.
Rekomendasi: Buy kalau naik di atas 125. Target pertama di 140. Target kedua di …

Analisa Saham ISSP, LPPF dan TKIM

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) Daily (Rp112) (RoE: 3,50%; PER: 7,76x; EPS: 14,56; PBV: 0,27x; Beta: 1,84). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp111-113, dengan target harga secara bertahap di level Rp115, 123, 128, 133 dan 151. Support: Rp106 dan 100.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) Daily (Rp3.060) (RoE: 101,60%; PER: 3,69x; EPS: 829,98; PBV: 3,90x; Beta: 1,34). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.040-3.070, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.200, 3.300 dan 3.550. Support: Rp2.940.
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Daily (Rp10.200) (RoE: 15,18%; PER: 10,69x; EPS: 953,84; PBV: 1,63x; Beta: 1,04). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah bollinger dan terlihat po…

Analisa Saham AKRA, BBCA dan INTP

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Daily (Rp4.040) (RoE: 7,76%; PER: 20,73x; EPS: 195,38; PBV: 1,61x; Beta: 0,77). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp4.020-4.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.130, 4.160, 4.250, 4.320 dan 4.440. Support: Rp3.910.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Daily (Rp30.100) (RoE: 15,49%; PER: 28,65x; EPS: 1054,24; PBV: 4,44x; Beta: 1,09). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-10, 20 dan 60 maka peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp30.000-30.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp30.525 dan 32.400. Support: Rp30.000 dan 29.000.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Daily (Rp20.325) (RoE: 5,78%; PER: 58,17x; EPS: 345,96; PBV: 3,34x; Beta: 1,59). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-200 sehingga peluang terjadinya pe…

Saham Online di Facebook