Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 26, 2020

Resesi Mungkin Terjadi Pada Negara G-20

IQPlus, (26/03) - 20 negara industri paling besar di dunia kemungkinan akan mengalami resesi tahun ini karena pandemi Covid-19, demikian perkiraan lembaga pemeringkat keuangan Moody pada hari Rabu.

Diperkirakan bahwa keseluruhan produk domestik bruto G-20 akan berkontraksi 0,5 persen, dengan ekonomi AS menyusut 2 persen dan zona euro 2,2 persen.

Namun China, meskipun menderita wabah virus corona lebih awal dibandingkan negara lain, aktivitas ekonominya diperkirakan meningkat sebesar 3,3 persen, yang pertumbuhan yang masih jauh di bawah rata-rata selamai ini negara ekonomi terbesar di dunia tersebut. (end)

Ekonomi Singapura Kontraksi 2,2% di Q1

IQplus, (26/03) - Ekonomi Singapura alami kontraksi 2,2% di kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun sebelumnya ditengah perlawanan global terhadap virus Corona, demikian Kementerian Industri dan Perdagangan Kamis.

Berdasarkan kuartal, ekonomi Singapura menyusut 10,6% dibandingkan kuartal sebelumnya, demikian data pemerintah.

Kementerian Industri dan Perdagangan juga menurunkan perkiraan ekonomi untuk tahun 2020. Kini ekonomi Singapura diperkirakan hanya akan tumbuh antara minus 4,0% hingga minus 1,0% dari perkiraan sebelumnya minus 0,5% hingga 1,5%. (end)

Bank Sentral Australia (RBA) Akan Beli Obligasi Pemerintah

IQPlus, (26/03) - Bank Sentral Australia (RBA) pada Kamis mengajukan pembelian surat utang pemerintah senilai A$3 miliar sebagai bagian dari program quantitative easing untuk menjaga imbal hasil jangka pendek cash rate di level 0,25 persen.

RBA akan membeli surat utang yang akan jatuh tempo pada Mei 2021 hingga April 2024.

Bank sentral sudah akan membeli surat utang pemerintah senilai A$15 miliar termasuk obligasi semi pemerintah yang diluncurkan sejak QE pada 20 Maret. (end)

Saham BBCA | PT Bank Central Asia Tbk Dapatkan Penurunan Peringkat Nasional Jangka Panjang

IQPlus, (26/03) - Fitch Ratings telah menurunkan Peringkat Jangka Panjang Issuer Default Rating (IDR) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi 'BBB-' dari 'BBB'. Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia telah menurunkan Peringkat Nasional Jangka Panjang BCA dan anak perusahaan keuangannya, PT BCA Finance (BCAF) menjadi 'AA+(idn)', dari 'AAA(idn)'. Outlook Stabil. Daftar lengkap tindakan pemeringkatan terdapat di bagian akhir laporan ini.
Penurunan peringkat tersebut mencerminkan pandangan Fitch tentang lingkungan operasi yang lebih lemah bagi bank-bank di Indonesia akibat dari pandemi COVID-19. Fitch telah merevisi skor lingkungan operasi untuk bank-bank di Indonesia menjadi 'bb+', dari 'bbb-', yang mencerminkan risiko jangka pendek yang signifikan terhadap pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas. Silakan merujuk ke Fitch Ratings: Coronavirus Pandemic Weakens Operating Environment for Indonesian Banks, diterbitkan pada 24 Maret…

Saham MARK | PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Akan Buyback Saham

IQPlus, (26/03) - Manajemen PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) senilai sebanyak-banyaknya Rp 15 miliar. Adapun buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 23 Maret 2020 sampai dengan 23 Juni 2020.
Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menuturkan, perusahaan berkeyakinan bahwa buyback yang dilakukan tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan, sebab perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan  kegiatan usaha perseroan.
"Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional perseroan tidak akan material, sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perseroan," tegas Ridwan Goh.
Lebih lanjut Ridwan Goh menjelaskan bahwa rencana buyback perseroan telah sejalan dengan ketentuan yang berlaku dalam peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) menimbang kondisi pergerak…

Saham TPIA | Chandra Asri Petrochemical Bantu Atasi Covid-19

IQPlus, (26/03) - Chandra Asri Petrochemical mendonasikan 20.000 alat tes rapid, 105.000 masker operasi dan 20.000 masker N95, juga 20.000 baju hazmat (protective suit) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mencegah penularan COVID-19.
Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, mengatakan, pemberian sumbangan ini adalah wujud kepedulian perusahaan petrokimia terbesar di Tanah Air untuk mencegah penyebaran wabah ke penjuru negeri.
"Kami berharap dengan tambahan alat tes ini, kita dapat memitigasi penyebaran wabah dan mengurangi jumlah kasus positif," katanya.
Erwin menjelaskan sebagian dari alat tes tersebut akan diserahkan kepada beberapa rumah sakit di area Banten, yang juga merupakan daerah operasi Chandra Asri.
Sebanyak 500 alat tes akan diserahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang, dan 500 alat tes lainnya juga diserahkan RSUD Serang and RS Krakatau Medika di Cilegon.
"Kami berkomitmen…

Saham SMDM | PT Suryamas Dutamakmur TBk Raih Penjualan Rp569,37 miliar

IQPlus, (26/03) - PT Suryamas Dutamakmur TBk (SMDM) meraih penjualan Rp569,37 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan Rp539,30 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, kenaikan beban pokok jadi Rp271,79 miliar dari Rp232,77 miliar membuat laba kotor turun menjadi Rp297,58 miliar dari laba kotor Rp306,53 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp73,33 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp85,29 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp25,29 miliar dari laba bersih Rp33,75 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai Rp3,21 triliun hingga 31 Desember 2019 naik dari total  aset Rp3,16 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | ASII, BBNI, PTBA, UNVR

MNC Daily Scope Wave 26 Maret 2020
Pada perdagangan Selasa (24/3), IHSG ditutup terkoreksi 1,3% ke level 3,937. Posisi terendah IHSG pun sudah menembus level 3,918, maka dari itu, kami memperkirakan posisi IHSG saat ini berada di akhir wave 3 dari wave (3), dimana koreksi IHSG sudah relatif terbatas. Selanjutnya, IHSG berpeluang menguat kembali ke arah 4,200-4,250 untuk membentuk wave 4 dalam jangka pendek. Support: 3,850, 3,700 Resistance: 4,070, 4,250
ASII - Buy on Weakness (3,280) Meskipun tekanan jual masih cukup tinggi pada perdagangan Selasa (24/3) kemarin, namun kami memperkirakan ASII saat ini sudah berada di akhir wave [iii] dari wave C dari wave (Y). Hal ini berarti, koreksi ASII sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat untuk membentuk wave [iv] dari wave C. Buy on Weakness: 3,170-3,250 Target Price: 3,900, 4,300 Stoploss: below 3,100
BBNI - Buy on Weakness (3,160) Kami memperkirakan posisi BBNI saat ini sudah berada di akhir wave 5 dari wave (C), walau tekanan jual ma…

Rekomendasi Saham Mirae Asset | MDKA, TLKM, UNVR

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight (Maret 26, 2020) (tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 3,937.63 (-1.30%), test resistance at 3,991, trading range 3,897-3,991. Indikator MFI optimize sudah berada di oversold area, indikator indikator W%R optimized cenderung tutun dan indikator Stochastic%D optimized naik terbatas Pada periode monthly  indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized konsolidasi di oversold area. Daily support di 3,897 dan daily resistance di 3,991. Cut loss level di 3,780.
MDKA Monthly, 960 (-1.03%), buy on weakness, trading range 910–1,000. Indikator MFI optimized ,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung konsolidasi. Weekly support  di 890 sementara itu weekly resistance di  1,000 Cut loss level  900.
TLKM Monthly, 2,620(-24.93%), buy on weakness, trading range 2,440 – 2,980. Indikator MFI optimized,,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized konsolididasi di oversold area  . Mo…

Ulasan Pasar Global | 26 Maret 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market (Mar 26, 2020) Investment Information Team (angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)
U.S
S&P 500 rally untuk hari kedua karena investor menunggu paket bantuan $2 triliun
S&P 500 menguat untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Rabu ketika Senat AS mendekati pemungutan suara pada paket $2 triliun untuk mendukung bisnis dan rumah tangga yang hancur oleh pandemi coronavirus.
Dow Jones naik 2,39% dan berakhir pada 21.200,55 poin. S&P 500 naik 1,15% menjadi 2.475,56. Nasdaq Composite turun 0,45% menjadi 7.384,30.
Wall Street memangkas kenaikan besar di akhir sesi setelah laporan menimbulkan keraguan tentang seberapa cepat RUU itu bisa berlalu, tetapi S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masih berakhir masing-masing lebih dari 1% dan 2%. Boeing melonjak 24%, membawa keuntungannya selama tiga sesi terakhir menjadi hampir 70%, karena investor bertaruh pada dukungan pemerintah untuk industri dirgantara dan juga maskapai penerbangan…

Rekomendasi Saham IPOT | AKRA, LSIP, PTBA

IHSG (3.890-3.990) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 3.890 kemudian 3.840 dengan resist di level 3.990 dan 4.040.
AKRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.960 kemudian 2.210 dengan support di level 1.675, cut loss jika break 1.625.
LSIP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 690 kemudian 750 dengan support di level 590, cut loss jika break 570.
PTBA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.890 kemudian 1.995 dengan support di level 1.730, cut loss jika break 1.670.
XIIT (Sell) : Target pelemahan harga pada level 316 kemudian 306 dengan resist di level 336 dan 354.
XIIC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 680 kemudian 660 dengan resist di level 720 dan 749.
XBNI (Sell) : Target pelemahan harga pada level 627 kemudian 608 dengan resist di level 665 dan 684.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mpo

Update Harga Komoditas dan Indeks | 26 Maret 2020

Good morning,
Dow jumps more than 2%, posts first back-to-back gain since February
Stocks rise despite worsening coronavirus cases—Five experts on the volatility The Dow Jones Industrial Average jumped more than 13% in two days as the White House and congressional leaders said they had agreed to a massive stimulus bill to combat the economic slowdown from the coronavirus pandemic.
Dow......21200     +495.6   +2.39% Nasdaq..7384      -33.6       -0.45% S&P 500..2476    +28.2      +1.15% FTSE.......5668     +242.2    +4.45% Dax..........9874    +173.7    +1.79% CAC.........4432    +189.6    +4.47%
*Nikkei..19547    +1454.3   +8.04%* HSI.........23527   +863.7      +3.81% Shanghai.2782    +59.2        +2.17% *ST Times.2505  +143.4     +6.07%*
*IDX.......3937.63  -51.89    -1.30%* *LQ45......566.83  -16.58     -2.84%* Indo10Yr...8.6156        +0.2237   +2.67% ICBI...........263.8428    -1.9038    -0.72% *US10Yr.... .0.8580       +0.0420   +5.15%* VIX..............63.95         +2.28 …

Bandarmologi Saham MDKA, KAEF, ADRO, INAF, AKRA

Thursday (26/03/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 3,896 - 4,051
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): OVERSOLD
STOCH (9,6): OVERSOLD
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): STRONG SELL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: OVERSOLD
ROC: OVERSOLD
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

STOCKS PICK:

MDKA 895 - 1,030
TECHNICAL  INDICATORS: BUY 900
TARGET PRICE: 1,030
STOP-LOSS: 890

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

KAEF 885 - 1,135
TECHNICAL INDICATORS: BUY 890
TARGET PRICE: 1,135
STOP-LOSS: 880

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

ADRO 770 - 955
TECHNICAL IND…

Saham Online di Facebook