IQPlus, (26/03) - 20 negara industri paling besar di dunia kemungkinan akan mengalami resesi tahun ini karena pandemi Covid-19, demikian perkiraan lembaga pemeringkat keuangan Moody pada hari Rabu.
Diperkirakan bahwa keseluruhan produk domestik bruto G-20 akan berkontraksi 0,5 persen, dengan ekonomi AS menyusut 2 persen dan zona euro 2,2 persen.
Namun China, meskipun menderita wabah virus corona lebih awal dibandingkan negara lain, aktivitas ekonominya diperkirakan meningkat sebesar 3,3 persen, yang pertumbuhan yang masih jauh di bawah rata-rata selamai ini negara ekonomi terbesar di dunia tersebut. (end)
Ekonomi Singapura Kontraksi 2,2% di Q1
IQplus, (26/03) - Ekonomi Singapura alami kontraksi 2,2% di kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun sebelumnya ditengah perlawanan global terhadap virus Corona, demikian Kementerian Industri dan Perdagangan Kamis.
Berdasarkan kuartal, ekonomi Singapura menyusut 10,6% dibandingkan kuartal sebelumnya, demikian data pemerintah.
Kementerian Industri dan Perdagangan juga menurunkan perkiraan ekonomi untuk tahun 2020. Kini ekonomi Singapura diperkirakan hanya akan tumbuh antara minus 4,0% hingga minus 1,0% dari perkiraan sebelumnya minus 0,5% hingga 1,5%. (end)
Berdasarkan kuartal, ekonomi Singapura menyusut 10,6% dibandingkan kuartal sebelumnya, demikian data pemerintah.
Kementerian Industri dan Perdagangan juga menurunkan perkiraan ekonomi untuk tahun 2020. Kini ekonomi Singapura diperkirakan hanya akan tumbuh antara minus 4,0% hingga minus 1,0% dari perkiraan sebelumnya minus 0,5% hingga 1,5%. (end)
Bank Sentral Australia (RBA) Akan Beli Obligasi Pemerintah
IQPlus, (26/03) - Bank Sentral Australia (RBA) pada Kamis mengajukan pembelian surat utang pemerintah senilai A$3 miliar sebagai bagian dari program quantitative easing untuk menjaga imbal hasil jangka pendek cash rate di level 0,25 persen.
RBA akan membeli surat utang yang akan jatuh tempo pada Mei 2021 hingga April 2024.
Bank sentral sudah akan membeli surat utang pemerintah senilai A$15 miliar termasuk obligasi semi pemerintah yang diluncurkan sejak QE pada 20 Maret. (end)
RBA akan membeli surat utang yang akan jatuh tempo pada Mei 2021 hingga April 2024.
Bank sentral sudah akan membeli surat utang pemerintah senilai A$15 miliar termasuk obligasi semi pemerintah yang diluncurkan sejak QE pada 20 Maret. (end)
Saham BBCA | PT Bank Central Asia Tbk Dapatkan Penurunan Peringkat Nasional Jangka Panjang
IQPlus, (26/03) - Fitch Ratings telah menurunkan Peringkat Jangka Panjang Issuer Default Rating (IDR) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi 'BBB-' dari 'BBB'. Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia telah menurunkan Peringkat Nasional Jangka Panjang BCA dan anak perusahaan keuangannya, PT BCA Finance (BCAF) menjadi 'AA+(idn)', dari 'AAA(idn)'. Outlook Stabil. Daftar lengkap tindakan pemeringkatan terdapat di bagian akhir laporan ini.
Penurunan peringkat tersebut mencerminkan pandangan Fitch tentang lingkungan operasi yang lebih lemah bagi bank-bank di Indonesia akibat dari pandemi COVID-19. Fitch telah merevisi skor lingkungan operasi untuk bank-bank di Indonesia menjadi 'bb+', dari 'bbb-', yang mencerminkan risiko jangka pendek yang signifikan terhadap pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas. Silakan merujuk ke Fitch Ratings: Coronavirus Pandemic Weakens Operating Environment for Indonesian Banks, diterbitkan pada 24 Maret 2020, untuk perincian lebih lanjut. Skor lingkungan operasi yang lebih rendah membatasi Peringkat Viabilitas BCA - yang mendorong IDR-nya - karena Fitch jarang memberikan VR yang secara signifikan di atas penilaian lingkungan operasi, karena pengaruhnya terhadap aspek-aspek lain dalam profil risiko masing-masing bank.
Outlook Stabil pada peringkat BCA mencerminkan keyakinan Fitch bahwa penyangga yang baik dalam hal pendapatan, cadangan, dan modal cukup memadai untuk menyerap potensi kerugian yang timbul dari pandemi dalam waktu dekat.
IDR, Viabilitas Rating, dan Peringkat Nasional BCA mencerminkan posisi yang unggul dan mengakar di industrinya serta fundamental kredit yang kuat dibandingkan dengan peer di dalam negeri. Kekuatan ini didukung oleh model bisnis perbankan transaksional yang beresiko rendah dan fokus manajemen. Kami memperkirakan fundamental ini akan tetap menguntungkan BCA relatif terhadap peernya - terlepas dari tekanan signifikan terkait virus - karena standar underwriting bank dan buffer penyerapan kerugian yang superior.
Kualitas aset akan berada di bawah tekanan dalam waktu dekat karena pertumbuhan kredit melambat dan kapasitas pembayaran peminjam melemah. Namun, selera risiko BCA yang lebih rendah dari rekan sejawatnya akan memastikan bahwa bank berada dalam kondisi yang lebih baik daripada bank domestik lainnya. Rasio kredit macet (NPL) tetap rendah di 1,3% pada akhir 2019 (2018: 1,4%, industri pada akhir 2019: 2,5%) dan provisi kerugian pinjaman sebesar 193% dari NPL-nya secara signifikan lebih tinggi daripada angka industri di 116%.
Profitabilitas BCA akan dipengaruhi oleh pencadangan yang lebih tinggi dalam waktu dekat karena kualitas aset melemah, tetapi akan terus mendapatkan keuntungan dari margin tinggi yang berasal dari basis dana tabungan dan giro berbiaya rendah yang besar, yang menyumbang 76% dari total dana pihak ketiga pada akhir tahun 2019. Ini akan memberikan penyangga yang signifikan terhadap lonjakan biaya kredit. Margin bunga bersih 6,6% pada akhir-2019 (2018: 6,7%) jauh di atas rata-rata industri 4,9%, sementara rasio laba operasional / risiko aset tertimbang stabil di 5,0% (2018: 5,0%), juga lebih tinggi dari peer domestik.(end)
Saham MARK | PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Akan Buyback Saham
IQPlus, (26/03) - Manajemen PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) senilai sebanyak-banyaknya Rp 15 miliar. Adapun buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 23 Maret 2020 sampai dengan 23 Juni 2020.
Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menuturkan, perusahaan berkeyakinan bahwa buyback yang dilakukan tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan, sebab perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan.
"Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional perseroan tidak akan material, sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perseroan," tegas Ridwan Goh.
Lebih lanjut Ridwan Goh menjelaskan bahwa rencana buyback perseroan telah sejalan dengan ketentuan yang berlaku dalam peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) menimbang kondisi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta kondisi perekonomian nasional dan regional yang ada.
Seperti diketahui, OJK mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kebijakan yang bertujuan untuk memberi stimulus perekonomian dan mengurangi fluktuasi pasar tersebut didasari oleh tren penurunan IHSG yang mencapai 18,46% sejak awal tahun hingga surat edaran dikeluarkan, serta kondisi perekonomian nasional dan regional yang mengalami perlambatan seiring merebaknya wabah virus corona (Covid-19) yang diidentifikasi sebagai "kondisi lain" dalam peraturan OJK.
Seperti diketahui, salah satu emiten produsen cetakan sarung tangan kesehatan (handformer) dengan kapasitas terbesar di dunia dan berkantor pusat di Tanjung Morawa, Medan - Sumatera Utara ini telah menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk untuk melakukan buyback saham perseroan.
"Buyback tersebut akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen MARK. Yang pasti, pembeliannya akan dilakukan pada harga yang merujuk pada ketentuan yang berlaku."tutur Ridwan Goh.
Rencananya, dana yang akan digunakan untuk buyback sebanyak-banyaknya sebesar Rp 15 miliar yang mengandalkan kas internal perseroan. Jumlah ini sudah termasuk biaya komisi pedagang perantara maupun biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan buyback. Dengan asumsi maksimum penggunaan dana sebesar Rp 15 miliar, perseroan memproyeksikan ekuitas perseroan akan menjadi sebesar Rp 261,5 miliar, apabila menggunakan laporan keuangan kuartal III 2019. (end/as)
Saham TPIA | Chandra Asri Petrochemical Bantu Atasi Covid-19
IQPlus, (26/03) - Chandra Asri Petrochemical mendonasikan 20.000 alat tes rapid, 105.000 masker operasi dan 20.000 masker N95, juga 20.000 baju hazmat (protective suit) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mencegah penularan COVID-19.
Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemical Erwin Ciputra dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, mengatakan, pemberian sumbangan ini adalah wujud kepedulian perusahaan petrokimia terbesar di Tanah Air untuk mencegah penyebaran wabah ke penjuru negeri.
"Kami berharap dengan tambahan alat tes ini, kita dapat memitigasi penyebaran wabah dan mengurangi jumlah kasus positif," katanya.
Erwin menjelaskan sebagian dari alat tes tersebut akan diserahkan kepada beberapa rumah sakit di area Banten, yang juga merupakan daerah operasi Chandra Asri.
Sebanyak 500 alat tes akan diserahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang, dan 500 alat tes lainnya juga diserahkan RSUD Serang and RS Krakatau Medika di Cilegon.
"Kami berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dan masyarakat dalam situasi seperti merebaknya COVID-19 ini. Kami turut prihatin, terutama untuk mereka dan keluarganya yang terkena dampak dari wabah," kata Erwin.(end)
Saham SMDM | PT Suryamas Dutamakmur TBk Raih Penjualan Rp569,37 miliar
IQPlus, (26/03) - PT Suryamas Dutamakmur TBk (SMDM) meraih penjualan Rp569,37 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dari penjualan Rp539,30 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, kenaikan beban pokok jadi Rp271,79 miliar dari Rp232,77 miliar membuat laba kotor turun menjadi Rp297,58 miliar dari laba kotor Rp306,53 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp73,33 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp85,29 miliar. Laba bersih turun menjadi Rp25,29 miliar dari laba bersih Rp33,75 miliar tahun sebelumnya.
Total aset perseroan mencapai Rp3,21 triliun hingga 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp3,16 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | ASII, BBNI, PTBA, UNVR
26 Maret 2020
Pada perdagangan Selasa (24/3), IHSG ditutup terkoreksi 1,3% ke level 3,937. Posisi terendah IHSG pun sudah menembus level 3,918, maka dari itu, kami memperkirakan posisi IHSG saat ini berada di akhir wave 3 dari wave (3), dimana koreksi IHSG sudah relatif terbatas. Selanjutnya, IHSG berpeluang menguat kembali ke arah 4,200-4,250 untuk membentuk wave 4 dalam jangka pendek.
Support: 3,850, 3,700
Resistance: 4,070, 4,250
ASII - Buy on Weakness (3,280)
Meskipun tekanan jual masih cukup tinggi pada perdagangan Selasa (24/3) kemarin, namun kami memperkirakan ASII saat ini sudah berada di akhir wave [iii] dari wave C dari wave (Y). Hal ini berarti, koreksi ASII sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat untuk membentuk wave [iv] dari wave C.
Buy on Weakness: 3,170-3,250
Target Price: 3,900, 4,300
Stoploss: below 3,100
BBNI - Buy on Weakness (3,160)
Kami memperkirakan posisi BBNI saat ini sudah berada di akhir wave 5 dari wave (C), walau tekanan jual masih cukup besar akan tetapi kami perkirakan koreksi BBNI sudah cenderung terbatas. Setelah mengkonfirmasi terbentuknya wave 5 dari wave (C), maka BBNI berpeluang untuk menguat kembali.
Buy on Weakness: 2,970-3,100
Target Price: 3,520, 4,100
Stoploss: below 2,800
PTBA - Buy on Weakness (1,790)
Kami memperkirakan saat ini posisi PTBA sedang berada di wave [iv] dari wave 5, dimana PTBA masih berpotensi menguat dalam jangka pendek.
Buy on Weakness: 1,630-1,750
Target Price: 1,960-2,100
Stoploss: below 1,385
UNVR - Buy on Weakness (5,675)
Kami memperkirakan posisi UNVR saat ini sedang berada di wave [iv] dari wave C, dimana UNVR masih berpeluang untuk menguat dalam jangka pendek.
Buy on Weakness: 5,525-5,675
Target Price: 6,600, 7,000
Stoploss: below 5,275
Disclaimer On
Rekomendasi Saham Mirae Asset | MDKA, TLKM, UNVR
(Maret 26, 2020)
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 3,937.63 (-1.30%), test resistance at 3,991, trading range 3,897-3,991. Indikator MFI optimize sudah berada di oversold area, indikator indikator W%R optimized cenderung tutun dan indikator Stochastic%D optimized naik terbatas Pada periode monthly indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized konsolidasi di oversold area. Daily support di 3,897 dan daily resistance di 3,991. Cut loss level di 3,780.
MDKA Monthly, 960 (-1.03%), buy on weakness, trading range 910–1,000. Indikator MFI optimized ,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized cenderung konsolidasi. Weekly support di 890 sementara itu weekly resistance di 1,000 Cut loss level 900.
TLKM Monthly, 2,620(-24.93%), buy on weakness, trading range 2,440 – 2,980. Indikator MFI optimized,,indikator indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized konsolididasi di oversold area . Monthly support di 2,440 sementara itu monthly resistance di 2,980 Cut loss level di 2,430.
UNVR Monthly, 5,675 (-16.85%), buy on weakness, trading range 5,200 – 6,650. Indikator MFI optimized,indikator W%R optimized dan indikator Stochastic%D optimized sudah berada di oversold area.. Perkiraan monthly support di 5,200 dan monthly resistance di 6,650 .Cut loss level di 5,175.
Ulasan Pasar Global | 26 Maret 2020
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Mar 26, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)
U.S
S&P 500 rally untuk hari kedua karena investor menunggu paket bantuan $2 triliun
S&P 500 menguat untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Rabu ketika Senat AS mendekati pemungutan suara pada paket $2 triliun untuk mendukung bisnis dan rumah tangga yang hancur oleh pandemi coronavirus.
Dow Jones naik 2,39% dan berakhir pada 21.200,55 poin. S&P 500 naik 1,15% menjadi 2.475,56. Nasdaq Composite turun 0,45% menjadi 7.384,30.
Wall Street memangkas kenaikan besar di akhir sesi setelah laporan menimbulkan keraguan tentang seberapa cepat RUU itu bisa berlalu, tetapi S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masih berakhir masing-masing lebih dari 1% dan 2%. Boeing melonjak 24%, membawa keuntungannya selama tiga sesi terakhir menjadi hampir 70%, karena investor bertaruh pada dukungan pemerintah untuk industri dirgantara dan juga maskapai penerbangan. American Airlines Group (AAL.O), United Airlines Holding (UAL.O) dan Delta Air Lines (DAL.N) masing-masing melonjak lebih dari 10%. Boeing, yang merupakan simbol kekuatan manufaktur AS, tetap turun lebih dari 50% sejak pertengahan Februari.
Eropa
BUrsa Eropa mengakhiri sesi bergelombang dan ditutup lebih tinggi karena harapan stimulus bertahan
Bursa Eropa mengakhiri sesi yang penuh gejolak lebih tinggi pada hari Rabu karena investor bertaruh pada langkah-langkah stimulus lebih lanjut untuk mengurangi dampak ekonomi dari wabah koronavirus, yang tidak menunjukkan tanda-tanda pelambatan.
Indeks STOXX 600 Eropa ditutup naik 3,1%.
Indeks masih sekitar 28% turun dari rekor tertinggi pada bulan Februari, meskipun naik dalam dua sesi terakhir. Sektor energi .SXEP dan perjalanan & liburan .SXFP, yang telah terpukul paling parah oleh kekalahan baru-baru ini, memimpin kenaikan untuk hari itu karena penilaian murah menarik pembeli. Namun, indikator volatilitas zona euro .V2TX juga berdetak pada hari itu. Dengan jumlah kematian akibat coronavirus di Italia dan Spanyol sekarang yang tertinggi di dunia, dan dengan beberapa ekonomi utama Eropa terkunci, situasinya tampaknya tidak mungkin membaik dalam waktu dekat. Namun, sentimen dibantu oleh antisipasi paket stimulus fiskal AS $2 triliun.
Rekomendasi Saham IPOT | AKRA, LSIP, PTBA
IHSG (3.890-3.990) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 3.890 kemudian 3.840 dengan resist di level 3.990 dan 4.040.
AKRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.960 kemudian 2.210 dengan support di level 1.675, cut loss jika break 1.625.
LSIP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 690 kemudian 750 dengan support di level 590, cut loss jika break 570.
PTBA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.890 kemudian 1.995 dengan support di level 1.730, cut loss jika break 1.670.
XIIT (Sell) : Target pelemahan harga pada level 316 kemudian 306 dengan resist di level 336 dan 354.
XIIC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 680 kemudian 660 dengan resist di level 720 dan 749.
XBNI (Sell) : Target pelemahan harga pada level 627 kemudian 608 dengan resist di level 665 dan 684.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9mpo
Update Harga Komoditas dan Indeks | 26 Maret 2020
Good morning,
Dow jumps more than 2%, posts first back-to-back gain since February
Stocks rise despite worsening coronavirus cases—Five experts on the volatility
The Dow Jones Industrial Average jumped more than 13% in two days as the White House and congressional leaders said they had agreed to a massive stimulus bill to combat the economic slowdown from the coronavirus pandemic.
Dow......21200 +495.6 +2.39%
Nasdaq..7384 -33.6 -0.45%
S&P 500..2476 +28.2 +1.15%
FTSE.......5668 +242.2 +4.45%
Dax..........9874 +173.7 +1.79%
CAC.........4432 +189.6 +4.47%
*Nikkei..19547 +1454.3 +8.04%*
HSI.........23527 +863.7 +3.81%
Shanghai.2782 +59.2 +2.17%
*ST Times.2505 +143.4 +6.07%*
*IDX.......3937.63 -51.89 -1.30%*
*LQ45......566.83 -16.58 -2.84%*
Indo10Yr...8.6156 +0.2237 +2.67%
ICBI...........263.8428 -1.9038 -0.72%
*US10Yr.... .0.8580 +0.0420 +5.15%*
VIX..............63.95 +2.28 +3.70%
USDIndx ....100.9510 -1.0880 -1.07%
Como Indx...129.60 +1.44 +1.13%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL..........5.75 -0.31 -5.12%
(Dow Jones US Coal Index)
*IndoCDS...219.583 -41.709 -15.863%*
(5-yr INOCD5)
*IDR.......16500.00 -75.00 -0.45%*
*Jisdor...16486 -122.00 -0.73%*
*IDR Fut.16575.00 -75.00 -0.45%*
Euro.........1.0889 +0.0007 +0.06%
TLKM........17.01 +0.07 +0.41%
(2804)
EIDO....... ..13.22 +0.53 +4.18%
EEM...........34.07 +1.16 +3.52%
Oil...........24.56 +0.07 +0.29%
*Gold .....1638.50 +4.20 +0.26%*
*Timah..14240.00 +797.50 +5.93%*
Nickel...11320.00 +37.50 +0.33%
Coal price..66.35 -0.15 -0.23%
(Mar/Newcastle)
*Coal price..68.75 +1.90 +2.84%*
(Apr/Newcastle)
Coal price..48.25 +0.60 +1.25%
(Mar/Rotterdam)
*Coal price..54.45 +1.35 +2.54%*
(Apr/ Rotterdam)
CPO(May)......2430 +45 +1.89%
(Source: bursamalaysia.com)
Corn............348.50 +1.25 +0.36%
SoybeanOil...26.64 +0.09 +0.34%
Wheat.........580.00 +18.50 +3.29%
Rubber......151.90 -1.30 -0.84%
( *DE*/ *Phintraco(AT)* 26 -03-20)
*********
Bandarmologi Saham MDKA, KAEF, ADRO, INAF, AKRA
Thursday (26/03/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)
IDX Composite 3,896 - 4,051
SUMMARY: STRONG SELL
11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): OVERSOLD
STOCH (9,6): OVERSOLD
MACD(12,26): SELL
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): STRONG SELL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: OVERSOLD
ROC: OVERSOLD
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
STOCKS PICK:
MDKA 895 - 1,030
TECHNICAL INDICATORS: BUY 900
TARGET PRICE: 1,030
STOP-LOSS: 890
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
KAEF 885 - 1,135
TECHNICAL INDICATORS: BUY 890
TARGET PRICE: 1,135
STOP-LOSS: 880
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
ADRO 770 - 955
TECHNICAL INDICATORS: BUY 775
TARGET PRICE: 955
STOP-LOSS: 765
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
INAF 740 - 955
TECHNICAL INDICATORS: BUY 745
TARGET PRICE:955
STOP-LOSS: 735
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION
AKRA 1,430 - 1,900
TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,435
TARGET PRICE: 1,900
STOP-LOSS: 1,425
BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION
(Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id
Langganan:
Postingan (Atom)



