Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 2, 2019

Pola Flag dan Pennant dalam Analisis Saham

Pola Flag dan Pennant adalah pola kelanjutan. Mereka diperdagangkan dengan cara yang sama, tetapi masing-masing memiliki bentuk yang sedikit berbeda. Istilah Flag dan Pennant sering digunakan secara bergantian.
Pola Flag dan Pennant terbentuk ketika harga rally tajam, kemudian bergerak ke samping atau sedikit ke bawah. Gerakan menyamping ini biasanya mengambil bentuk atau persegi panjang (Flag) atau segitiga kecil (Pennant). Gambarlah trendline di sepanjang pasang surut price action saat sideways. Kenaikan harga yang tajam sebelum Flag atau Penant disebut Flag Pole.
Periode sideways sering diikuti oleh kenaikan tajam lainnya. Di sinilah peluang perdagangan masuk. Setelah Flag Pole dan Flag atau Pennant telah terbentuk, pedagang mengawasi harga untuk breakout di atas bendera atas / trendline panji. Ketika ini terjadi, maka kita siap Beli Saham.

Pola pada gambar di atas adalah bullish, karena pola dimulai dengan reli tajam. Ada juga pola bearish, di mana harga turun tajam kemudian membe…

Saham MAPI | Perkuat Bisnis di Luar Negeri, Mitra Adiperkasa (MAPI) Bidik Pertumbuhan Sebesar 15%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sepanjang tahun lalu masih positif. Peritel itu mencatatkan kenaikan pendapatan bersih maupun laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih.
Mitra Adiperkasa secara resmi mempublikasikan kinerja keuangan 2018 di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4). Kalau dihitung, pendapatan bersihnya tumbuh 16% menjadi Rp 18,92 triliun.
Berdasarkan segmen usaha, penjualan ritel mendominasi hingga Rp 13,76 triliun atau setara dengan porsi 72,73%. terhadap pendapatan bersih tahun lalu. Sisanya adalah penjualan departement store, kafe dan restoran serta bisnis lain-lain.
Kenaikan laba bersih Mitra Adiperkasa tahun lalu lebih tinggi ketimbang pendapatan bersih. Perusahaan yang sahamnya merupakan anggota indeks Kompas100 ini mengantongi laba bersih senilai Rp 735,83 miliar atau naik lebih dari dua kali lipat ketimbang tahun sebelumnya yang tercatat Rp 334,65 mili…

Saham PEHA | Bidik Pertumbuhan 30%, Phapros (PEHA) Perkuat Bisnis Obat Generik

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Phapros Tbk (PEHA) mencanangkan target pertumbuhan kinerja 30% di tahun ini. Perusahaan yang kini berada di bawah PT Kimia FarmaTbk (KAEF) itu tampaknya harus bekerja keras karena realisasi kenaikan kinerja tahun lalu jauh hanya single digit.
Sepanjang 2018, Phapros membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,02 triliun. Kalau dibandingkan dengan 2017, kenaikan penjualan bersih cuma sebesar 2%.
Manajemen Phapros bergeming dengan catatan tersebut. Mereka yakin, sejumlah strategi yang sudah dipersiapkan bakal jitu melecut penjualan bersih. Salah satunya dengan memperkuat segmen bisnis obat generik.
Menurut catatan Phapros, penjualan obat generik berasal dari tender obat dan produk farmasi e-catalouge Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. "Saya optimistis pasar BPJS tersebut punya kesempatan berkembang dari tahun ke tahun berikutnya," ujar Barokah Sri Utami atau yang akrab disapa Emmy, Direktur Utama PT Phapors Tbk, kepada KONTAN, Senin (…

Saham BUMI | BUMI Paling Seksi di Grup Bakrie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua emiten dari Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah merilis laporan keuangan 2018. Kinerja kedua emiten ini masih dalam tekanan​.
BUMI mencatat laba bersih 2018 sebesar US$ 220,41 juta. Realisasi ini merosot dalam jika dibandingkan dengan laba bersih 2017, yakni sebesar US$ 373,25 juta.
Tetapi, Direktur BUMI Dileep Srivastava menjelaskan, kinerja 2017 memasukkan amnesti pajak dan keuntungan revaluasi aset yang mencapai US$ 740,38 juta. Jika faktor ini dikeluarkan, BUMI sebenarnya memiliki laba inti US$ 128 juta, naik 7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski turun, penjualan juga masih sesuai harapan. Menurut Dileep, secara keseluruhan, penjualan BUMI di 2018 sebesar 80,6 juta ton, turun 4%. Produksi masih cukup stabil di level 83,3 juta ton, meski turun 0,47% .
Salah satu penyebab produksi turun adalah curah hujan yang tinggi hingga mengganggu produksi. Juga pembatasan impor batubara China di ku…

Saham MARK | Mark Dynamics (MARK) Cetak Kenaikan Laba Bersih Hingga 74%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan kinerja positif pada tahun lalu. Di sepanjang 2018, produsen cetakan sarung tangan alias hand former itu meraih laba bersih Rp 81,91 miliar. Jumlah tersebut naik 74% dibandingkan laba bersih tahun 2017 yang sebesar Rp 47,06 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan 2018 yang dirilis perusahaan, MARK membukukan penjualan bersih Rp 325,47 miliar, meningkat 35,73% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 239,79 miliar.
"Hal ini sejalan dengan keberhasilan kami melakukan penetrasi pasar baru, seraya mempertahankan pelanggan lama dengan terus meningkatkan kualitas hand former secara konsisten," ujar Ridwan Goh, Presiden Direktur MARK kepada KONTAN, Minggu (31/3) lalu.
Kondisi pasar yang terus meningkat turut mendorong peningkatan penjualan bersih MARK. Manajemen Mark Dynamics juga berhasil melampaui target laba bersih selama dua tahun berturut-turut, yaitu pada 2017 dan 2018.
Pada tahun 2017, MARK menargetkan laba Rp …

Saham JPFA | Ini Alasan KKR Dua Kali Menjual Saham Japfa (JPFA)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) belakangan terus tertekan. Dalam sepekan terakhir, harga saham Japfa sudah turun hingga sekitar 20%. 
Senin (25/4) pekan lalu, harga saham JPFA ditutup di posisi Rp 2.150 per saham. Pada perdagangan hari ini, Senin (1/4), harga saham Japfa dibuka di harga Rp 1.760 per saham dan sempat menyentuh posisi Rp 1.685 per saham di awal perdagangan saham. 
Padahal, pada 30 Januari lalu, harga saham JPFA, anggota indeks Kompas100 ini, sempat menyentuh posisi tertinggi sepanjang lima tahun terakhir di harga Rp 3.050 per saham. 
Setelah mencapai rekor, harga saham Japfa memang terus melemah. Terlebih, setelah perusahaan investasi global KKR melalui KKR Jade Investments Pte Ltd menggelar divestasi saham Japfa. 
Pada 20 Februari lalu, KKR Jade Investments telah menjual 385 juta saham yang mewakili 3,28% dari total saham Japfa di harga Rp 2.200 per saham. 
Setelah itu, pada 22 Maret lalu, KKR Jade Investments kembali menjual …

Analisa Saham LPPF, PGAS, SMGR dan BMRI

Analisa Saham LPPF LPPF (4.090) – Trading BUY (4.000-4.250) Muncul Bearish engulfing pattern candle dengan RSI melemah dan volume perdagangan menurun namun MA5 berpotongan GX. Hari ini menguji support level terdekat 4.000-4.060 dan menguji resistance level awal di 4.120-4.250. Sell On Strength jika gagal break dan bertahan di atas 4.200-4.250. Stop loss jika break 4.000.
Analisa Saham PGAS PGAS (2.350) - Trading BUY (2.300-2.440) Muncul Hammer candle dengan MACD berpotensi GX dan RSI flat namun volume perdagangan menurun. Hari ini menguji support level 2.300-2.340 dan menguji resistance level 2.370-2440. Sell On Strength jika gagal break dan bertahan di atas 2.410-2.440. Stop loss jika break 2.300.
Analisa Saham SMGR SMGR (13.800) – SOS (13.300-14.250) Muncul Bearish engulfing pattern candle dengan RSI melemah dan SO berpotensi DX di area oversold serta volume perdagangan menurun. Hari ini menguji resistance level 13.900-14.250 dan menguji support level 13.300-13.700. HOLD jika mampu…

Analisa Saham ADHI, KRAS dan GMFI

Analisa Saham ADHI ADHI (1.655) – Trading BUY (1.610-1.700) Muncul Hammer candle dengan RSI menguat dan MA5 berpotensi GX namun volume perdagangan menurun dan SO berada di area overbought. Hari ini menguji resistance level awal 1.665-1.700 dan menguji support level 1.610-1.640. Sell On Strength jika gagal break dan bertahan di atas 1.685-1.700. Stop loss jika break 1.610.
Analisa Saham KRAS KRAS (466) – Trading BUY (458-488) Menguji Three black crows patterm candle dengan volume perdagangan menurun namun RSI menguat dan SO berpotensi GX di area oversold. Hari ini menguij support level 458-464 dan menguji resistance level 470-488. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 480-488. Stop loss jika break 458.
Analisa Saham GMFI GMFI (262) – Trading BUY (248-282) Muncul Bullish engulfing pattern candle dengan RSI menguat dan volume perdagangan meningkat. Hari ini menguji resistance level 266-282 dan menguji support level 250-260. HOLD jika mampu break dan bertahan di atas 282. Stop loss …

Analisa Saham AKRA, CPIN dan RALS

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight (Apr 2, 2019) (tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,452 (-0.25%), test resistance at 6,493. indikator MFI optimized dan indicator W%R optimized menguji support trendline dengan kecenderungan menguat. Pada periode weekly, indikator MFI optimized  masih cenderung naik dan indikator RSI optimized  akan menguji support trendline. Daily resistance terdekat di 6,493 dan support di 6,434. Cut loss level di 6,347.
AKRA Weekly , 4,750 (+0.64%), trading buy, trading range 4,530 –4,930. indikator MFI optimized dan RSI optimized akan menguji support trendline. Weekly support  4,530 dan resistance di 4,930. Cut loss level di 4,500.
RALS Daily, 1,800 (+1.12%), trading buy 1,760 – 1,830. indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Daily support di 1,760 sementara itu daily resistance  di 1,830. Cut loss level di 1,720.
CPIN Daily, 6,400 (+0.0%), trading buy, trading range 6,275 – 6,550. Indikator MFI optimized akan menguji supp…

Analisa Saham EXCL dan BSDE

Analisa Saham EXCL EXCL saat ini berkonsolidasi menguji area downtrend resist line di 2650. Jika kedepan saham ini mampu menguat menembus resisten konsolidasi di 2760, terbuka ruang bagi saham ini untuk kembali bergerak bullish menuju 3160 dengan minor target 2870. Rekomendasi: Buy jika break 2760. Stoploss level 2550.

Analisa Saham BSDE BSDE saat ini menguji area resistennya di level 1500. Jika level ini dapat dilampaui, terbuka ruang kenaikan menuju 1870 dengan minor target 1650. MACD yang mendatar mengindikasikan saham ini berada di akhir konsolidasinya. Rekomendasi: Buy jika break 1500. Stoploss level 1385.

Sumber: GaleriSaham EXCL BSDE

Analisa Saham PPRO dan MAPI

Analisa Saham PPRO PPRO Daily ; Acc. Buy. Harga saat ini sudah berada di akumulasi area antara level 142 - 148 (MA 93, net avg buy all & dominant broker) dan dengan perkiraan resistance terdekat di 155 (MA 16) sebelum lanjut ke 157 (net avg sell all & dominant broker). Saat ini avg volume sisi demand > sisi supply, yg mengindkasikan kenaikkan harga saham ini sejak 13 Nov 2018 , masih ditunjang oleh kenaikkan volume.Tape reading saat ini relatif bagus.

Analisa Saham MAPI MAPI Daily : Trading Buy. Ditunjang ole tape reading yg relatif bagus saat ini serta hasil optimasi indikator yag cenderung naik, potensi kenaikkan masih terlihat, tembus 1,015 sebagai resistance terdekat berikutnya ke 1,035. support terdekat di 980.

by Tasrul Tanar

Analisa Saham JPFA dan CPIN

Analisa Saham JPFA JPFA Weekly : Limited Downside. Berdasarkan hasil optimasi pada indikator terlihat MFI Optimized masih cenderung bergerak naik yang berarti adanya perlawanan dari tekanan jual pada beberapa hari ini, sementara indikator W%R Optimized dan MACD Optimized terlihat sudah berada di oversold area meskipun belum konfirm bottom reversal. Normal trading range dalam pergerakkan weekly saat ini 1,670 - 1,835.
Analisa Saham CPIN CPIN Daily, Oversold, Buy on Weakness. Berdasarkan haril optimasi, terlihat baik pada indikator MFI Optimizesd dan MACD Optimized sudah berada di oversold area meskipun belum konfirm sepenuhnya untuk bottom reversal (level konfirmasi diperkirakan jika mampu bertahan minimal di 6,550. Sementara saat ini trading range dikisaran 6,250 - 6,550.
by Tasrul Tanar

Analisa Saham MAPI dan CTRA

Analisa Saham MAPI MAPI (BUY, Target Harga Rp1.150) : Earnings inline with superior growth MAPI mencatatkan pendapatan di 4Q18 sebesar Rp5,1 triliun (+7,9% QoQ; +10,2% YoY) dan membawa pendapatan di 12M18 menjadi sebesar Rp18,9 triliun (+16,0% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 98,1%; Cons: 99,2%). Selain itu, laba bersih MAPI di 12M18 tercatat sebesar Rp736 miliar (+119,9% YoY), inline dengan estimasi PANS dan berada di atas estimasi konsensus (PANS: 101,6%; Cons: 109,1%). Kenaikan laba bersih yang signifikan ini disebabkan oleh keuntungan penghapusan/penjualan aset tetap dan properti investasi yang tercatat sebesar Rp215 miliar di 12M18. Di sisi lain, MAPI mencatatkan penurunan net gearing ratio di 12M18 menjadi 0,22x (12M17: 0,53x) sesuai dengan rencana deleveraging dengan target net gearing ratio di 2019 berada dibawah 0,20x. Kami memperkirakan kedepannya pertumbuhan kinerja MAPI akan mengalami normalisasi pasca penjualan aset di 2018, dan tingkat utang diperkirakan akan turun s…

Analisa Saham ACES dan MNCN

Analisa Saham ACES ACES (HOLD, Target Harga Rp1.750): Earnings inline and maintaining double-digit growth ACES mencatatkan pendapatan di 4Q18 sebesar Rp2,1 triliun (+16,7% QoQ; +21,0% YoY) dan membawa pendapatan di 12M18 tercatat sebesar Rp7,2 triliun (+21,9% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 99,0%; Cons: 104,6%). Sejalan dengan kenaikan pendapatan di 12M18, laba bersih tercatat sebesar Rp965 miliar (+24,0% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 99,6%; Cons: 103,2%). Peningkatan kinerja yang signifikan ini dipicu oleh high based factor di tahun 2018 yang salah satunya didukung oleh penambahan lini produk baru. Selain itu, marjin keuntungan perusahaan masih stabil dengan marjin laba kotor masih di kisaran 47%, dan laba bersih stabil di kisaran 13%. Meskipun tingkat utang meningkat di 12M18 menjadi Rp115 miliar (12M17: Rp56 miliar), ACES masih mempertahankan posisi net cash di 12M18. Memasuki tahun 2019, sejalan dengan ekspektasi manajemen diperkirakan SSSG akan mengalami normalisasi ke…

Analisa Saham ASII, DYAN, PTBA dan TLKM

Analisa Saham ASII ASII berhasil mempertahankan support 7000. Pada perdagangan kemarin melanjutkan penguatan menembus MA20 maka penguatan akan berlanjut lagi sepekan ini. Rekomendasi: buy 7250 s/d 7300, TP 7500 s/d 7700, stop loss <7000 .="" p="">
Analisa Saham DYAN DYAN memulai trend menguat dengan breakout dari resistance 91. Rekomendasi: buy 93 s/d 95, TP 100 s/d 110, stop loss <90 .="" p="">
Analisa Saham PTBA PTBA berpotensi melanjutkan penguatannya setelah breakout dari resistance downtrend dan membentuk golden cross MA5 dan MA20. Rekomendasi: buy 4100 s/d 4200, TP 4330 s/d 4500, stop loss <4000 .="" p="">
Analisa Saham TLKM TLKM menguji 3930 sebagai support baru. Jika berhasil dipertahankan maka akan menuju 4000 kembali. Rekomendasi: buy 3890 s/d 3930, TP 4000 s/d 4050, stop loss <3700 .="" p="">
by Panin Sekuritas

Analisa Saham ERAA dan KLBF

ERAA (under review): Earnings inline accompanied by higher debt level ERAA mencatatkan pendapatan di 4Q18 sebesar Rp9,4 triliun (+14,2% QoQ; +24,2% YoY) dan membawa pendapatan di 12M18 menjadi Rp34,7 triliun (+43,4% YoY), inline dengan estimasi (Cons: 101,8%). Kenaikan pendapatan di 12M18 juga berdampak terhadap kenaikan marjin keuntungan dimana marjin laba kotor, laba operasi, dan laba bersih masing-masing tercatat sebesar 9,1% (12M17: 8,9%), 3,8% (12M17: 2,2%), dan 2,4% (12M17: 2,4%). Selain itu, laba bersih ERAA di 12M18 tercatat sebesar Rp850 miliar (+150,5% YoY), inline dengan estimasi (Cons: 104,1%). Meskipun mencatatkan pertumbuhan yang positif, perlu dicatat bahwa biaya keuangan di 12M18 meningkat sebesar 144,5% YoY menjadi Rp349 miliar (12M17: Rp143 miliar) dipicu oleh kenaikan tingkat utang dimana net gearing di 12M18 tercatat sebesar 0,83x (12M17: 0,37x). Berdasarkan kinerja di tahun 2018, kami masih positif untuk ERAA seiring dengan potensi meningkatnya penjualan telepon …

Analisa Saham RALS dan SCMA

RALS (HOLD, Target Harga Rp1.650): Earnings inline accompanied by improvement in efficiency RALS mencatatkan pendapatan di 4Q18 sebesar Rp1,2 triliun (+19,8% QoQ; +1,5% YoY) membawa pendapatan di 12M18 menjadi Rp5,7 triliun (+2,1% YoY), dibawah estimasi PANS, tetapi inline dengan konsensus (PANS: 86,9%; Cons: 97,7%). Kenaikan pendapatan salah satunya didukung oleh gerai ritel baru yaitu Ramayana Prime yang memiliki target pasar menengah ke atas. Selain itu, penutupan gerai supermarket dengan kinerja yang kurang positif juga menjadi salah satu katalis positif yang meningkatkan efisiensi perusahaan. Dengan demikian marjin laba kotor, laba operasi, dan laba bersih masing-masing meningkat di 12M18 menjadi 43,7% (12M17: 39,3%), 10,6% (Cons: 6,3%), dan 10,2% (12M17: 7,2%). Sejalan dengan kenaikan marjin keuntungan, laba bersih RALS di 12M18 tercatat sebesar Rp587 miliar (+44,4% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 103,9%; Cons: 102,0%). Kami memperkirakan kinerja RALS kedepan masih cukup po…

Saham Online di Facebook