Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 17, 2020

INDOFOOD MENANGKAN ENERGY MANAGEMENT LEADERSHIP AWARDS PADA GELARAN CEM KE-11

Melanjutkan prestasi Indonesia yang telah ditorehkan pada tahun-tahun sebelumnya, Divisi Noodle PT Indofood Sukses Makmur Tbk. sukses mengantarkan Indonesia kembali sebagai pemenang Energy Management Leadership Awards yang merupakan gelaran pre-event forum internasional Clean Energy Ministerial ke-11 (CEM11) yang diselenggarakan via daring, Selasa (15/9).Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Sutijastoto yang hadir mewakili Menteri ESDM pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas torehan positif perusahaan Indonesia ini dan berharap ke depannya sektor industri akan lebih berkontribusi dalam memajukan energi bersih di Indonesia."Sektor industri sangat kooperatif dalam melaksanakan efisiensi energi karena sejalan dengan upaya mereka dalam menekan biaya produksi. Untuk industri besar seperti semen, baja, tekstil dan kimia, biaya energi cukup mendominasi struktur biaya produksi, sehingga efisiensi energi akan membantu merek…

TUNAS BARU LAMPUNG SIAPKAN DANA Rp23,75 MILIAR UNTUK BAYAR BUNGA OBLIGASI

PT Tunas BAru Lampung (TBLA) menyatakan kesiapan pihaknya untuk membayar bunga obligasi yang akan jatuh tempo. Hal itu diutarakan oleh Wakil Presiden Direktur TBLA, Sudarmo Tasmin melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (17/9).Ia mengatakan, perusahaan telah menyiapkan dana sekitar Rp23,75 miliar untuk membayar bunga obligasi ke-10 atas obligasi berkelanjutan I TBLA 1 tahun 2018 dengan tingkat bunga tetap."Pembayaran akan dilakukan pada 29 September 2020 nanti,"ujarnya.Dirinya menambahkan, dana untuk pembayaran bunga obligasi tersebut akan di transfer ke KSEI selaku agen pembayaran pada 28 September 2020. "Nanti bukti transfer dana itu akan kami teruskan ke Bank BTN selaku Wali Amanat atas obligasi,"pungkasnya. (end/as)Sumber: IQPLUS

BELI DI LEVEL Rp12 RIBU, PETINGGI BYAN KEMBALI TAMBAH SAHAM

Salah satu petinggi di PT Bayan Resources Tbk (BYAN) telah menambah kepemilikan saham.Dalam keterbukaan informasi, yang ditulis pada Kamis (17/9), Presiden Direktur BYAN Dato' Dr.Low Tuck Kwong telah melakukan pembelian sebanyak 12.800 lembar saham BYAN. Pembelian saham tersebut dilakukan secara bertahap dari tanggal 9-11 September 2020."Tujuan pembelian saham BYAN adalah investasi,"katanya.Lebih lanjut ia mengaku, kalau dirinya telah membeli saham tersebut di harga Rp12.009,38 per saham. Dengan demikian dapat diasumsikan salah satu petinggi di BYAN ini telah merigih kocek sekitar Rp153,71 juta untuk mengoleksi saham BYAN.Pasca pembelian saham BYAN tersebut, maka kepmilikan Dato' Dr.Low Tuck Kwong atas saham BYAN bertambah menjadi 1.798.758.600 lembar saham dari sebelumnya 1.798.745.800 lembar saham, akan tetapi persentase kepemilikan masih sama yakni 53,96%. (end/as)Sumber: IQPLUS

SAHAM HASIL PRIVATE PLACEMENT BMTR BAKAL DI CATAT HARI INI DI BURSA

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyetujui pencatatan saham hasil Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu milik PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sebanyak 549.486.300 saham. Demikian disampaikan oleh P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2, Mugi Bayu Pratama, dalam penguman resminya, di Jakarta, Kamis (17/9).Dengan demikian, menurut Mugi, saham hasil private placement BMRT tersebut akan segara di catat hari ini atau 17 September 2020."Dengan adanya pencatatan saham tersebut, maka saham PT Global Mediacom Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia seluruhnya berjumlah 16.583.997.586 saham,"tuturnya.Diketahui, BMTR baru saja menggelar aksi koporasi di pasar modal yakni Private Placement. Saham BMTR yang tercatat hari ini bernilai nominal Rp100 dengan harga pelaksanaan Rp282 per saham. (end/as)Sumber: IQPLUS

PEMERINTAH DORONG PERCEPATAN PROYEK GASIFIKASI BATUBARA PERTAMINA DAN PTBA

Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mendorong percepatan proyek gasifikasi batu bara yang kini sedang dilaksanakan PT Pertamina dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Proyek hilirisasi batu bara kalori rendah ini dihararapkan dapat dilakukan secara masif. Pasalnya, proyek gasifikasi ini dapat menghasilkan (Dimethyl Ether/DME) sebagai substitusi LPG, sehingga nantinya dapat menekan impor LPG yang terus meningkat. "Kita kan masih banyak melakukan impor LPG. Pertamina dengan Bukit Asam sedang melakukan proyek pengganti LPG yaitu Dimethyl Ether. Ini merupakan cerminan ketahanan energi nasional yang berlandaskan pada bahan baku lokal,"ujarnya.Karakteristik DME memiliki kesamaan baik sifat kimia maupun fisika dengan LPG. Lantaran mirip, DME dapat menggunakan infrastruktur LPG yang ada sekarang, seperti tabung, storage dan handling eksisting. Campuran DME sebesar 20% dan LPG 80% dapat digunakan kompor gas eksisting. Kelebihan lain adalah DME bisa diproduksi dari berbagai su…

PTPP SEGERA TUNTASKAN PEMBANGUNAN ISTORA PAPUA

PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia (.Perseroan.) segera menyelesaikan pembangunan proyek Istana Olah Raga (.Istora.) Papua yang sudah mencapai progress 98%. Istora Papua dibangun dalam rangka menyambut perhelatan Pekan Olah Raga Nasional (.PON.) yang akan diselenggarakan di provinsi paling timur di Indonesia, yaitu Papua. Kesiapan infrastruktur pendukung menjadi hal yang sangat penting dalam perhelatan olahraga terbesar di Indonesia ini. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (.PUPR.) dan Pemerintah Daerah Provinsi Papua diberikan tanggung jawab dan kepercayaan oleh Pemerintah Pusat untuk membangun venue-venue penunjang acara PON, dimana salah satu venue yang dibangun, yaitu Istora Papua.Venue Istora Papua ini merupakan venue multi fungsi yang memiliki kapasitas sebanyak 3.674 kursi, yang terdiri dari Kursi Tribun sebanyak 3.148 kursi, Kursi VIP sebanyak 510 kursi, dan Kursi VVIP sebanyak 16 kursi. Selain itu, Istora Pap…

Rekomendasi Saham DMAS, MIKA dan INKP oleh IPOT 17 September 2020

IHSG (5.015-5.100) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 5.015 kemudian 4.970 dengan resist di level 5.100 dan 5.145.DMAS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 238 kemudian 246 dengan support di level 220, cut loss jika break 212.MIKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.370 kemudian 2.420 dengan support di level 2.270, cut loss jika break 2.220.INKP (Buy) ; Target kenaikan harga pada level 9.975 kemudian 10.500 dengan support di level 8.850, cut loss jika break 8.275.XILV (SELL) : Target pelemahan harga pada level 97 kemudian 95 dengan resist di level 99 dan 101.XIML (SELL) : Target pelemahan harga pada level 219 kemudian 217 dengan resist di level 225 kemudian 229.XMTS (SELL) : Target pelemahan harga pada level 405 kemudian 400 dengan resist di level 415 kemudian 420.Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9r9u

Rekomendasi Saham DMAS, BTPS dan ELSA oleh Mirae Asset Sekuritas 17 September 2020

Technical Insight by Tasrul (Tasrul@miraeasset.co.id

IHSG Daily, 5,058.48(-0.83%), consolidation, trading range 5,015 - 5,119. Indikator MFI optimized dan indikator William%R optimized menguji support trend line. Pada periode weekly, indikator MFI optimized akan menguji support trend line. dan indikator William%R optimized cenderung naik. Daily support di 5,015 dan daily resistance di 5,119. Cut loss level di 5,006. DMAS Daily, 228 (+4.59%), trading buy, trading range 220 - 236. Indikator MFI optimized dan indikator William%R optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 220 dan daily resistance di 236. Cut loss level di 208. BTPS Daily, 3,410(+0.89%), trading buy, trading range 3,330 - 3,440. indikator MFI optimized akan menguji support trend line dan indikator William%R optimized masih bergerak naik. Daily support di 3,330 dan daily resistance berikutnya di 3,440. Cut loss level di 3,150. ELSA Daily, 224 (+0.90%), trading buy, trading range 220 - 230. Indikator MFI optimi…

Ulasan Pasar Global | 17 September 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(Sept 17, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)U.SS&P 500 berakhir sedikit lebih rendah; Penurunan teknologi membebani meskipun Fed menyatakan suku bunga rendahS&P 500 mengakhiri sesi berombak sedikit lebih rendah pada hari Rabu karena kerugian di saham teknologi membebani indeks bahkan setelah Federal Reserve AS mengeluarkan pernyataan yang memperkuat ekspektasi suku bunga akan tetap mendekati nol untuk periode yang lama.Dow Jones Industrial Average naik 38,17 poin atau 0,14% menjadi 28.033,77. S&P 500 kehilangan 15,62 poin atau 0,46% menjadi 3.385,58. Nasdaq Composite turun 139,86 poin atau 1,25% menjadi 11.050,47.Indeks awalnya memperpanjang kenaikan dan Dow sempat naik lebih dari 1% dalam perdagangan sore setelah Fed dalam pernyataan kebijakannya mempertahankan suku bunga mendekati nol dan berjanji untuk mempertahankannya di dekat sana sampai inflasi berada di jalur untuk "cukup melebihi&q…

Analisis Saham TCPI, INTP dan ANTM | 17 September 2020

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
Pergerakan harga saham TCPI menunjukkan strong uptrend, sebagaimana tercermin pada indikator moving average convergence divergence (MACD) dan relative strength index (RSI). Pada indikator stochastic, harga cenderung menunjukkan pergerakan ke arah overbought.Rekomendasi: HoldSuport: Rp 4.200Resisten: Rp 4.830William Hartanto, Analis Panin Sekuritas 
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
Harga saham INTP masih pada momentum bullish pada indikator stochastic, dan indikator moving average convergence divergence (MACD) signal line mulai jenuh mengiringi pergerakan positif histogram. Harga berpotensi menguat untuk saham INTP, terkonfirmasi apabila kuat di atas Rp 11.500 dengan target Rp 12.000.Rekomendasi: Speculative Buy Suport: Rp 11.100Resisten: Rp 12.300Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM tengah terindikasi membentuk descending broadening wedge. Itu sekaligus mencerminkan harga berpeluang terkoreksi ke Rp 775-Rp 74…

Analisa Saham DMAS 17 September 2020

Analisa Saham DMAS
Saham DMAS pada tanggal 16 September 2020 ditutup menguat pada harga 228, naik 4,58%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 352% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah atas . Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.Rekomendasi Saham:BeliJika naik di atas 236 maka berpeluang ke 256Jika turun di bawah 212 maka berpeluang ke 196Disclaimer ONSilahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:Pola Chart Pattern Lengkaphttps://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibcPola Candlestick Saham Lengkaphttps://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsBIndikator Saham Lengkaphttps://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMkDasar-dasar Investasi Saham :https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld
https…

Rekomendasi Saham BRPT, PGAS, AKRA dan UNTR oleh MNC Sekuritas 17 September 2020

MNC Daily Scope Wave17 September 2020IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,8% ke level 5,058 pada perdagangan kemarin (16/9). Kami memperkirakan IHSG masih rentan untuk melanjutkan koreksinya sekaligus menutup gap yang terdapat pada level 5,016-5,051. Setelahnya, selama IHSG tidak terkoreksi agresif ke bawah 5,016, maka IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek ke arah 5,130 terlebih dahulu. Tetap waspadai apabila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 5,016 bahkan 4,753 untuk membentuk wave [v] pada skenario biru ke arah 4,500-4,650.Support: 5,000, 4,753Resistance: 5,220, 5,381BRPT - Buy on Weakness (785)Kemarin (16/9), BRPT ditutup menguat tipis ke 785. Selama BRPT belum mampu menguat di atas 835, maka BRPT masih berpotensi terkoreksi dahulu untuk membentuk wave [ii] dari wave (C). Setelahnya, maka BRPT berpeluang berbalik arah menguat.Buy on Weakness: 730-770Target Price: 880, 1,000Stoploss: below 695PGAS - Buy on Weakness (1,085)Koreksi PGAS sebesar 1,8% yang terjadi kemarin (16/9), k…

Update Harga Komoditas dan Indeks | 17 September 2020

Dow rises slightly as Fed pledges to keep rates low, tech stocks weigh on broader S&P 500The Dow Jones Industrial Average eked out a small gain on Wednesday after the Federal Reserve indicated it will keep interest rates lower over the next few years. However, the broader market S&P 500 struggled as shares of major tech companies declined. 
Dow........28033   +36.8        +0.13%Nasdaq..11051    -139.9       -1.25%S&P 500..3386     -15.7          -0.46%FTSE.......6078      -27.1         -0.44%Dax.........13255   +37.7         +0.29%CAC.........5074    +6.5            +0.13%
Nikkei....24476    +20.6          +0.09%HSI.........24726    -7.1             -0.03%Shanghai .3283    -11.8          -0.36%ST Times..2505   +19.3         +0.78%
IDX...5058.48      -42.4          +0.83%LQ45...781.37     -9.4             -1.19%
JAKMIND.....864.36     -5.01      -0.58%JAkCONS.....1891.23   -18.72    -0.98%JAKTRADE....624.32    -3.20       -0.51%JAKBIND........725.59   +5.27     +0.73%JAKAGRI...…

Saham Online di Facebook