INDOFOOD MENANGKAN ENERGY MANAGEMENT LEADERSHIP AWARDS PADA GELARAN CEM KE-11


Melanjutkan prestasi Indonesia yang telah ditorehkan pada tahun-tahun sebelumnya, Divisi Noodle PT Indofood Sukses Makmur Tbk. sukses mengantarkan Indonesia kembali sebagai pemenang Energy Management Leadership Awards yang merupakan gelaran pre-event forum internasional Clean Energy Ministerial ke-11 (CEM11) yang diselenggarakan via daring, Selasa (15/9).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Sutijastoto yang hadir mewakili Menteri ESDM pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas torehan positif perusahaan Indonesia ini dan berharap ke depannya sektor industri akan lebih berkontribusi dalam memajukan energi bersih di Indonesia.

"Sektor industri sangat kooperatif dalam melaksanakan efisiensi energi karena sejalan dengan upaya mereka dalam menekan biaya produksi. Untuk industri besar seperti semen, baja, tekstil dan kimia, biaya energi cukup mendominasi struktur biaya produksi, sehingga efisiensi energi akan membantu mereka dalam menekan biaya produksi dan pada akhirnya akan meningkatkan daya saing," ungkap Sutijastoto pada kesempatan tersebut.

Ia juga menyampaikan, agar sistem manajemen energi bersih ini dapat diimplementasikan sistematis dan berkelanjutan, Pemerintah Indonesia telah memutakhirkan dan mengadopsi standar internasional tentang Sistem Manajemen Energi yang secara bertahap diterapkan sebagai standar nasional untuk industri," lanjut Sutijastoto.

Pada CEM11 ini, Indonesia mengirimkan 2 (dua) peserta yaitu Divisi Noodle PT Indofood Sukses Makmur Tbk. dan PLTU Paiton Unit 5 dan 6 (PT Jawa Power) untuk berkompetisi dalam ajang Energy Management Leadership Awards yang merupakan ajang bergengsi bagi perusahaan yang sukses dalam penerapan ISO 50001 sistem manajemen energi.

Kegiatan pre-event ini membahas kepemimpinan dan dampak manajemen energi global, diikuti dengan dialog tingkat tinggi antar menteri energi dan perwakilan sektor swasta tingkat tinggi tentang memajukan energi bersih di industri.

Panel ini juga membahas peluang dan strategi untuk mempromosikan energi bersih dan meningkatkan produktivitas energi di industri. Dialog tingkat tinggi ini bertujuan untuk memahami pendekatan yang diambil oleh pemerintah dan industri untuk mengatasi masalah ini, dan mengidentifikasi tindakan yang dapat diambil komunitas CEM bersama dengan sektor publik dan swasta untuk menempatkan industri pada energi yang bersih dan berkelanjutan.

CEM11 tahun ini mengambil tema "Supporting the recovery, shaping the future" dan fokus pada 2 (dua) isu utama yaitu 1) CEM and its community role in supporting a rapid, sustainable recovery from the COVID-19 pandemic dan 2) the vision and ambition of CEM members for the next cleaner energy decade.

Sejak tahun 2016, Indonesia aktif berpartisipasi dalam ajang tersebut dan 2 (dua) tahun terakhir wakil Indonesia yaitu PT Pembangkit Jawa Bali UP Gresik (2018) dan PT Pupuk Kalimantan Timur (2019) berhasil menjadi pemenang.(end)

Sumber: IQPLUS

TUNAS BARU LAMPUNG SIAPKAN DANA Rp23,75 MILIAR UNTUK BAYAR BUNGA OBLIGASI


PT Tunas BAru Lampung (TBLA) menyatakan kesiapan pihaknya untuk membayar bunga obligasi yang akan jatuh tempo. Hal itu diutarakan oleh Wakil Presiden Direktur TBLA, Sudarmo Tasmin melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (17/9).

Ia mengatakan, perusahaan telah menyiapkan dana sekitar Rp23,75 miliar untuk membayar bunga obligasi ke-10 atas obligasi berkelanjutan I TBLA 1 tahun 2018 dengan tingkat bunga tetap.

"Pembayaran akan dilakukan pada 29 September 2020 nanti,"ujarnya.

Dirinya menambahkan, dana untuk pembayaran bunga obligasi tersebut akan di transfer ke KSEI selaku agen pembayaran pada 28 September 2020. "Nanti bukti transfer dana itu akan kami teruskan ke Bank BTN selaku Wali Amanat atas obligasi,"pungkasnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

BELI DI LEVEL Rp12 RIBU, PETINGGI BYAN KEMBALI TAMBAH SAHAM


Salah satu petinggi di PT Bayan Resources Tbk (BYAN) telah menambah kepemilikan saham.

Dalam keterbukaan informasi, yang ditulis pada Kamis (17/9), Presiden Direktur BYAN Dato' Dr.Low Tuck Kwong telah melakukan pembelian sebanyak 12.800 lembar saham BYAN. Pembelian saham tersebut dilakukan secara bertahap dari tanggal 9-11 September 2020.

"Tujuan pembelian saham BYAN adalah investasi,"katanya.

Lebih lanjut ia mengaku, kalau dirinya telah membeli saham tersebut di harga Rp12.009,38 per saham. Dengan demikian dapat diasumsikan salah satu petinggi di BYAN ini telah merigih kocek sekitar Rp153,71 juta untuk mengoleksi saham BYAN.

Pasca pembelian saham BYAN tersebut, maka kepmilikan Dato' Dr.Low Tuck Kwong atas saham BYAN bertambah menjadi 1.798.758.600 lembar saham dari sebelumnya 1.798.745.800 lembar saham, akan tetapi persentase kepemilikan masih sama yakni 53,96%. (end/as)

Sumber: IQPLUS

SAHAM HASIL PRIVATE PLACEMENT BMTR BAKAL DI CATAT HARI INI DI BURSA


PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyetujui pencatatan saham hasil Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu milik PT Global Mediacom Tbk (BMTR) sebanyak 549.486.300 saham. Demikian disampaikan oleh P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2, Mugi Bayu Pratama, dalam penguman resminya, di Jakarta, Kamis (17/9).

Dengan demikian, menurut Mugi, saham hasil private placement BMRT tersebut akan segara di catat hari ini atau 17 September 2020.

"Dengan adanya pencatatan saham tersebut, maka saham PT Global Mediacom Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia seluruhnya berjumlah 16.583.997.586 saham,"tuturnya.

Diketahui, BMTR baru saja menggelar aksi koporasi di pasar modal yakni Private Placement. Saham BMTR yang tercatat hari ini bernilai nominal Rp100 dengan harga pelaksanaan Rp282 per saham. (end/as)

Sumber: IQPLUS

PEMERINTAH DORONG PERCEPATAN PROYEK GASIFIKASI BATUBARA PERTAMINA DAN PTBA


Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mendorong percepatan proyek gasifikasi batu bara yang kini sedang dilaksanakan PT Pertamina dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Proyek hilirisasi batu bara kalori rendah ini dihararapkan dapat dilakukan secara masif.

Pasalnya, proyek gasifikasi ini dapat menghasilkan (Dimethyl Ether/DME) sebagai substitusi LPG, sehingga nantinya dapat menekan impor LPG yang terus meningkat. "Kita kan masih banyak melakukan impor LPG. Pertamina dengan Bukit Asam sedang melakukan proyek pengganti LPG yaitu Dimethyl Ether. Ini merupakan cerminan ketahanan energi nasional yang berlandaskan pada bahan baku lokal,"ujarnya.

Karakteristik DME memiliki kesamaan baik sifat kimia maupun fisika dengan LPG. Lantaran mirip, DME dapat menggunakan infrastruktur LPG yang ada sekarang, seperti tabung, storage dan handling eksisting. Campuran DME sebesar 20% dan LPG 80% dapat digunakan kompor gas eksisting. Kelebihan lain adalah DME bisa diproduksi dari berbagai sumber energi, termasuk bahan yang dapat diperbarui. Antara lain biomassa, limbah dan Coal Bed Methane (CBM).

Namun saat ini, batu bara kalori rendah dinilai sebagai bahan baku yang paling ideal untuk pengembangan DME. DME memiliki kandungan panas (calorific value) sebesar 7.749 Kcal/Kg, sementara kandungan panas LPG senilai 12.076 Kcal/Kg. Kendati begitu, DME memiliki massa jenis yang lebih tinggi sehingga kalau dalam perbandingan kalori antara DME dengan LPG sekitar 1 berbanding 1,6. (end/as)

Sumber: IQPLUS

PTPP SEGERA TUNTASKAN PEMBANGUNAN ISTORA PAPUA


PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia (.Perseroan.) segera menyelesaikan pembangunan proyek Istana Olah Raga (.Istora.) Papua yang sudah mencapai progress 98%. Istora Papua dibangun dalam rangka menyambut perhelatan Pekan Olah Raga Nasional (.PON.) yang akan diselenggarakan di provinsi paling timur di Indonesia, yaitu Papua. Kesiapan infrastruktur pendukung menjadi hal yang sangat penting dalam perhelatan olahraga terbesar di Indonesia ini. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (.PUPR.) dan Pemerintah Daerah Provinsi Papua diberikan tanggung jawab dan kepercayaan oleh Pemerintah Pusat untuk membangun venue-venue penunjang acara PON, dimana salah satu venue yang dibangun, yaitu Istora Papua.

Venue Istora Papua ini merupakan venue multi fungsi yang memiliki kapasitas sebanyak 3.674 kursi, yang terdiri dari Kursi Tribun sebanyak 3.148 kursi, Kursi VIP sebanyak 510 kursi, dan Kursi VVIP sebanyak 16 kursi. Selain itu, Istora Papua memiliki kapasitas lapangan, sebagai berikut: Lapangan Bulutangkis sebanyak 8 lapangan, Lapangan Basket sebanyak 1 lapangan, Lapangan Voli sebanyak 6 lapangan, arena Gymnastic, dan arena pemanasan.

Proyek yang dimiliki oleh Kementerian PUPR ini berlokasi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Jayapura, Papua. Venue Istora Papua ini merupakan bangunan dengan design arsitektur khas Papua dimana dapat terlihat dari bentuk penutup atap Istora Papua yang menyerupai honai Papua yang melambangkan kesatuan dan persatuan. Selain itu terdapat motif mural Papua di beberapa sisi bangunan. Design luar biasa ini merupakan hasil karya asli bangsa Indonesia dimana Perseroan dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk mengerjakan bangunan ini.

Istora Papua mulai dibangun pada bulan Agustus 2019 dan memiliki luasan 7.740 meter persegi dimana saat ini, venue ini menjadi Istora tebesar di Indonesia melebihi Istora Gelora Bung Karno yang berlokasi di Jakarta. Proyek yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp. 278 miliar ini dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 23 (dua puluh tiga) bulan. Adapun lingkup pekerjaan, antara lain: pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan Mechanical, Electrical & Plumbing (.MEP.), pekerjaan arena, pekerjaan landscape, dsb.

1. Struktur Atap Baja Lengkung dengan bentang terpanjang, dimana Struktur atap baja istora berbentuk dome dengan bentang 90 meter merupakan bangunan dengan struktur baja lengkung dengan bentang terpanjang di Indonesia;

2. Struktur Dome dengan atap tanpa baut terluas dimana penutup atap Istora Papua ini juga merupakan atap dome terluas dengan dengan luas 7.300 meter per segi tanpa sambungan baut;

3. Instalasi Textile Duct dengan ring internal diameter terpanjang dimana sistem pendinginan udara di Venue Istora Papua ini sudah menggunakan instalasi textile duct dengan panjang 477 meter.

"Walaupun lokasi proyek Istora Papua ini terletak di Indonesia Timur yang memiliki berbagai tantangan dalam pelaksanaan pembangunannya, namun dengan semangat yang tinggi dan komitmen untuk menghasilkan karya terbaik bagi masyarakat Indonesia, Perseroan terus bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan venue ini. Dengan dibangunnya venue ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia dan dapat memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Provinsi Papua," ujar Novel Arsyad Direktur Utama Perseroan. (end)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham DMAS, MIKA dan INKP oleh IPOT 17 September 2020


IHSG (5.015-5.100) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Target pelemahan indeks pada level 5.015 kemudian 4.970 dengan resist di level 5.100 dan 5.145.

DMAS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 238 kemudian 246 dengan support di level 220, cut loss jika break 212.

MIKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.370 kemudian 2.420 dengan support di level 2.270, cut loss jika break 2.220.

INKP (Buy) ; Target kenaikan harga pada level 9.975 kemudian 10.500 dengan support di level 8.850, cut loss jika break 8.275.

XILV (SELL) : Target pelemahan harga pada level 97 kemudian 95 dengan resist di level 99 dan 101.

XIML (SELL) : Target pelemahan harga pada level 219 kemudian 217 dengan resist di level 225 kemudian 229.

XMTS (SELL) : Target pelemahan harga pada level 405 kemudian 400 dengan resist di level 415 kemudian 420.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9r9u

Rekomendasi Saham DMAS, BTPS dan ELSA oleh Mirae Asset Sekuritas 17 September 2020

Technical Insight by Tasrul (Tasrul@miraeasset.co.id



IHSG Daily, 5,058.48(-0.83%), 

consolidation, trading range 5,015 - 5,119. Indikator MFI optimized dan indikator William%R optimized menguji support trend line. Pada periode weekly, indikator MFI optimized akan menguji support trend line. dan indikator William%R optimized cenderung naik. Daily support di 5,015 dan daily resistance di 5,119. Cut loss level di 5,006. 

DMAS Daily, 228 (+4.59%), 

trading buy, trading range 220 - 236. Indikator MFI optimized dan indikator William%R optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 220 dan daily resistance di 236. Cut loss level di 208. 

BTPS Daily, 3,410(+0.89%), 

trading buy, trading range 3,330 - 3,440. indikator MFI optimized akan menguji support trend line dan indikator William%R optimized masih bergerak naik. Daily support di 3,330 dan daily resistance berikutnya di 3,440. Cut loss level di 3,150. 

ELSA Daily, 224 (+0.90%), 

trading buy, trading range 220 - 230. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Perkiraan daily support di 220 dan daily resistance terdekat di 230. Cut loss level 218.



Ulasan Pasar Global | 17 September 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market


(Sept 17, 2020)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

U.S

S&P 500 berakhir sedikit lebih rendah; Penurunan teknologi membebani meskipun Fed menyatakan suku bunga rendah

S&P 500 mengakhiri sesi berombak sedikit lebih rendah pada hari Rabu karena kerugian di saham teknologi membebani indeks bahkan setelah Federal Reserve AS mengeluarkan pernyataan yang memperkuat ekspektasi suku bunga akan tetap mendekati nol untuk periode yang lama.

Dow Jones Industrial Average naik 38,17 poin atau 0,14% menjadi 28.033,77. S&P 500 kehilangan 15,62 poin atau 0,46% menjadi 3.385,58. Nasdaq Composite turun 139,86 poin atau 1,25% menjadi 11.050,47.

Indeks awalnya memperpanjang kenaikan dan Dow sempat naik lebih dari 1% dalam perdagangan sore setelah Fed dalam pernyataan kebijakannya mempertahankan suku bunga mendekati nol dan berjanji untuk mempertahankannya di dekat sana sampai inflasi berada di jalur untuk "cukup melebihi" 2 bank sentral AS % target inflasi "untuk beberapa waktu". Proyeksi ekonomi baru yang dirilis dengan pernyataan kebijakan menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan melihat suku bunga ditahan setidaknya hingga 2023.

Eropa

Reli ritel membantu bursa Eropa menjelang pernyataan Fed

Saham ritel melonjak setelah hasil yang kuat dari pemilik Zara Inditex pada hari Rabu, tetapi itu adalah sesi yang beragam untuk pasar Eropa yang lebih luas, dengan pengekspor FTSE 100 Inggris terpukul oleh pound yang lebih kuat.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup naik 0,6%.

Investor sedang menunggu rilis Federal Reserve AS, yang diperkirakan akan menyelesaikan pertemuan kebijakan terbaru dengan perkiraan ekonomi yang agak cerah tetapi janji baru untuk mempertahankan suku bunga rendah selama AS perlu pulih dari resesi yang disebabkan pandemi. Pengumuman kebijakan akan jatuh tempo pada 1800 GMT, dan Ketua Fed Jerome Powell akan mengadakan briefing berita virtual setengah jam kemudian. Inditex ITX.MC Spanyol adalah pemain bintang setelah mengatakan perdagangan saat ini menunjukkan kembali normalitas secara progresif, dengan penjualan online tumbuh tajam dan penjualan toko pulih. Sahamnya melonjak 8,1%, sedangkan sektor ritel yang lebih luas .SXRP naik 1,3%.

Analisis Saham TCPI, INTP dan ANTM | 17 September 2020

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)


Pergerakan harga saham TCPI menunjukkan strong uptrend, sebagaimana tercermin pada indikator moving average convergence divergence (MACD) dan relative strength index (RSI). Pada indikator stochastic, harga cenderung menunjukkan pergerakan ke arah overbought.

Rekomendasi: Hold

Suport: Rp 4.200

Resisten: Rp 4.830

William Hartanto, Analis Panin Sekuritas 


PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)


Harga saham INTP masih pada momentum bullish pada indikator stochastic, dan indikator moving average convergence divergence (MACD) signal line mulai jenuh mengiringi pergerakan positif histogram. Harga berpotensi menguat untuk saham INTP, terkonfirmasi apabila kuat di atas Rp 11.500 dengan target Rp 12.000.

Rekomendasi: Speculative Buy 

Suport: Rp 11.100

Resisten: Rp 12.300

Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas


PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)


Saham ANTM tengah terindikasi membentuk descending broadening wedge. Itu sekaligus mencerminkan harga berpeluang terkoreksi ke Rp 775-Rp 740 di jangka pendek. Untuk swing trade diperkenankan untuk buy on weakness

Rekomendasi: sell

Suport: Rp 740

Resisten: Rp 840

Okie Ardiastama, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas

Analisa Saham DMAS 17 September 2020

Analisa Saham DMAS


Saham DMAS pada tanggal 16 September 2020 ditutup menguat pada harga 228, naik 4,58%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 352% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah ke arah atas . Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan mendatar.

Rekomendasi Saham:

Beli

Jika naik di atas 236 maka berpeluang ke 256

Jika turun di bawah 212 maka berpeluang ke 196

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Rekomendasi Saham BRPT, PGAS, AKRA dan UNTR oleh MNC Sekuritas 17 September 2020


MNC Daily Scope Wave

17 September 2020

IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,8% ke level 5,058 pada perdagangan kemarin (16/9). Kami memperkirakan IHSG masih rentan untuk melanjutkan koreksinya sekaligus menutup gap yang terdapat pada level 5,016-5,051. Setelahnya, selama IHSG tidak terkoreksi agresif ke bawah 5,016, maka IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek ke arah 5,130 terlebih dahulu. Tetap waspadai apabila IHSG terkoreksi agresif ke bawah 5,016 bahkan 4,753 untuk membentuk wave [v] pada skenario biru ke arah 4,500-4,650.

Support: 5,000, 4,753

Resistance: 5,220, 5,381

BRPT - Buy on Weakness (785)

Kemarin (16/9), BRPT ditutup menguat tipis ke 785. Selama BRPT belum mampu menguat di atas 835, maka BRPT masih berpotensi terkoreksi dahulu untuk membentuk wave [ii] dari wave (C). Setelahnya, maka BRPT berpeluang berbalik arah menguat.

Buy on Weakness: 730-770

Target Price: 880, 1,000

Stoploss: below 695

PGAS - Buy on Weakness (1,085)

Koreksi PGAS sebesar 1,8% yang terjadi kemarin (16/9), kami perkirakan merupakan bagian dari wave [b] dari wave B. Hal tersebut berarti, PGAS masih rentan kembali terkoreksi dahulu untuk mengkonfirmasi terbentuknya wave [b]. Setelahnya, PGAS mampu berbalik menguat dengan catatan tidak menembus support 995.

Buy on Weakness: 1,020-1,070

Target Price: 1,170, 1,210

Stoploss: below 995

AKRA - Buy on Weakness (2,780)

Pada perdagangan kemarin (16/9), AKRA bergerak menguat 1,5% ke level 2,780. Kami memperkirakan selama AKRA belum mampu menembus 2,860, maka AKRA rentan terkoreksi untuk membentuk wave [b] dari wave B. Sehingga diperkirakan AKRA akan terkoreksi dahulu dalam jangka pendek sebelum berbalik menguat.

Buy on Weakness: 2,600-2,740

Target Price: 2,860, 3,000

Stoploss: below 2,470

UNTR - Sell on Strength (24,025)

Kami memperkirakan pergerakan UNTR kemarin (16/9) merupakan akhir dari wave [i] dari wave 5. Selanjutnya, UNTR kami perkirakan rentan bergerak terkoreksi untuk membentuk wave [ii], kami perkirakan level koreksi UNTR berada pada range 22,000-22,850. Level-level tersebut dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 24,050-24,500

Disclaimer On

Update Harga Komoditas dan Indeks | 17 September 2020


Dow rises slightly as Fed pledges to keep rates low, tech stocks weigh on broader S&P 500

The Dow Jones Industrial Average eked out a small gain on Wednesday after the Federal Reserve indicated it will keep interest rates lower over the next few years. However, the broader market S&P 500 struggled as shares of major tech companies declined. 


Dow........28033   +36.8        +0.13%

Nasdaq..11051    -139.9       -1.25%

S&P 500..3386     -15.7          -0.46%

 

FTSE.......6078      -27.1         -0.44%

Dax.........13255   +37.7         +0.29%

CAC.........5074    +6.5            +0.13%


Nikkei....24476    +20.6          +0.09%

HSI.........24726    -7.1             -0.03%

Shanghai .3283    -11.8          -0.36%

ST Times..2505   +19.3         +0.78%


IDX...5058.48      -42.4          +0.83%

LQ45...781.37     -9.4             -1.19%


JAKMIND.....864.36     -5.01      -0.58%

JAkCONS.....1891.23   -18.72    -0.98%

JAKTRADE....624.32    -3.20       -0.51%

JAKBIND........725.59   +5.27     +0.73%

JAKAGRI......1186.45   +1.39     +0.12%

JAKFIN.........1108.65   -12.68    -1.13%

JAKPROP......335.48     -1.37       -0.41%

JAKINFR.......823.48     -11.27     -1.35%

JAKMANU.....1208.12  -5.03       -0.41%

JAKMINE.......1367.60  -22.71    -1.63%

 

Indo10Yr... 7.0368     -0.0138      -0.20%

ICBI..........295.7672  +0.0433     +0.01%

US10Yr........0.6870   +0.0080     +1.18%

VIX.................26.04   +0.45         +1.76%

  

USDIndx .....93.0990    +0.0490 +0.05%

Como Indx.....149.74   +1.98      +1.34%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN.......119.20     +0.38      +0.32%

DJUSCL........5.92       +0.34      +6.09%

 (Dow Jones US Coal. Index) 


IndoCDS......90.704     -0.907     -0.99%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14835.00   -45.00        -0.30%

Jisdor....14844     -26              -0.17%



Euro.........1.1817   -0.0033    -0.28%


TLKM..18.86     -0.07     -0.37%

(2800)

EIDO....18.16     -0.29     -1.57%

EEM..... 45.05    -0.06     -0.13%

 

Oil..........40.16       +1.67       +4.34%

Gold .......1970.50    +7.80       +0.40%

Timah.....18235.00  +30.00     +0.16%

Nickel.....15207.50   -37.50      -0.25%

 

Coal price....51.50    +0.50   +0.98%

(Sept/Newcastle) 

Coal price..56.00    +1.90   +3.51%

(Okt/Newcastle)

Coal price....51.90    +0.10   +0.19%

(Sept/Rotterdam) 

Coal price....53.90    +0.60   +1.13%

(Okt/ Rotterdam)

 

CPO(Nov)...2941    closed      +0%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............371.00  +5.75     +1.57%

SoybeanOil...34.91  +0.76     +2.23%

Wheat.........542.00   +3.75    +0.70%


Wood pulp.3750.00  unch      +0%


( DE/ Phintraco(AT)  17-09-20)