Jadwal Pembagian Dividen Saham TOWR 2020


PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2020. Emiten menara ini akan menebar dividen interim Rp 6 per saham kepada para pemegang saham.

"Berdasarkan keputusan direksi Sarana Menara Nusantara serta persetujuan dewan komisaris, Sarana Menara Nusantara akan membagikan dividen interim sebesar Rp 6 per saham," ungkap Sarana Menara Nusantara dalam pengumuman pembagian dividen, Senin (7/12).

Berikut jadwal pembagian dividen TOWR:


Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 14 Desember 2020

Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 15Desember 2020

Cum dividen di pasar tunai: 16 Desember 2020

Ex dividen di pasar tunai: 17 Desember 2020

Recording date: 16 Desember 2020

Pembayaran dividen: 21 Desember 2020

Baca Juga: IHSG hari ini rawan profit taking, saham-saham apa saja yang bisa dicermati?


Hingga September 2020, TOWR meraup laba per saham Rp 38. Sehingga pembayaran dividen ini sebesar 15,79% dari laba per saham tersebut. Dengan harga saham TOWR yang berada di Rp 1.055 per saham pada Jumat (4/12), yield dividen interim emiten ini sebesar 0,57%.

Emiten menara ini mencatat laba bersih Rp 1,91 triliun pada periode Januari-September tahun ini. Laba tersebut naik 19,37% dari periode yang sama tahun lalu. Penopang utama kenaikan laba TOWR adalah peningkatan pendapatan yang juga mencapai 19,35% menjadi Rp 5,55 triliun. 


Sumber: KONTAN

CTRA dan DILD berburu cuan dengan Trend Suku Bunga Rendah


Sejumlah emiten properti menyuarakan optimisme terkait dengan prospek bisnis pada 2021. Pasalnya, tren suku bunga rendah yang selalu menjadi sentimen baik sektor properti akan berlanjut hingga tahun depan.

Direktur PT Ciputra Development Tbk. Harun Hajadi mengatakan suku bunga rendah selalu menjadi teman baik pasar properti terlebih di masa normal.

Ketika suku bunga diturunkan pada kuartal I/2020, pasar properti memang tak banyak naik karena ketidakpastian akan pandemi masih tinggi.

“Sekarang menurut saya masyarakat lebih mengenal apa itu Covid-19 dan juga tabungan sudah mulai terjadi di masyarakat. Kami melihat market investor sudah mulai masuk di mana saat awal Covid-19 hanya end user,” kata Harun kepada Bisnis, Minggu (6/12/2020).

Apabila melihat tren belakangan ini, lanjut Harun, pembelian properti sudah mulai bergeliat dan terlihat dorongan dari pembeli dengan tujuan investasi (market investor).

Sebelumnya, emiten dengan kode saham CTRA melaporkan selama masa pandemi ini prapenjualan perseroan lebih didominasi oleh pembeli end user dengan produk unggulan properti di bawah Rp2 miliar.

Harun menambahkan properti tetap menjadi aset investasi menarik apalagi saat ini imbal hasil dari instrumen investasi keuangan seperti pasar uang dan deposito sudah sangat rendah.

Seiring dengan optimisme pemulihan ekonomi 2021, CTRA pun berencana meningkatkan belanja modal (capital expenditure) ke level yang sama seperti 2019 untuk ekspansi sekitar Rp1,1 triliun.

Direktur PT Intiland Development Tbk. (DILD) Archied Noto Pradono mengamini tren suku bunga rendah bakal menjadi katalis utama yang mengerek kinerja emiten properti pada 2021.

“Terlebih bank berani mengunci bunga fixed untuk jangka waktu yang makin lama dari sebelumnya,” kata Archied.

Dengan tren suku bunga rendah yang berlanjut hingga 2021, Archied menilai peningkatan pembelian properti untuk tujuan investasi pun menjadi hal yang pasti.

Adapun, emiten dengan kode saham DILD tersebut belum dapat menyampaikan target kinerja maupun marketing sales untuk 2021.

Di lantai bursa pada perdagangan Senin (7/12/2020), saham CTRA menguat 1,10 persen menjadi Rp920 per saham pada pukul 09.33 WIB dan saham DILD tumbuh lebih tinggi sebesar 3,64 persen menjadi Rp228 per saham.

Sumber: BISNIS

Japfa jual 80 persen saham Unit Usaha Greenfields


Perusahaan agribisnis berbasis di Singapura, Japfa Ltd. menjual 80 persen saham unit usaha susu Greenfields senilai US$236 juta atau sekitar Rp3,33 triliun (kurs Rp14.100 per dolar AS).

Dalam keterangan resmi, manajemen Japfa Ltd., yang juga menjadi pemegang saham pengendali PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), pada Senin (7/12/2020) mengumumkan telah menandatangani perjanjian dengan TPG, salah satu firma investasi global, dan Northstar Group (Northstar), investor ekuitas swasta terkemuka di Asia Tenggara.

Berdasarkan perjanjian tersebut, TPG dan Northstar secara kolektif akan memiliki 80 persen saham unit susu Japfa, yakni Greenfields, dengan nilai US$236 juta. Adapun, Japfa tetap memegang saham sebesar 20 persen.

Bisnis susu Japfa, yang dioperasikan di dua wilayah geografi yang berbeda, Cina dan Asia Tenggara, telah berkembang jauh dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan akan produk susu yang sehat dan berkualitas, seperti susu dan yogurt, sangat diharapkan untuk tumbuh di tahun-tahun mendatang.

Untuk mempercepat fase berikutnya dari pengembangan bisnis susu Japfa di Tenggara Asia, kemitraan strategis dengan investor terkemuka dan aktif seperti TPG dan Northstar dapat menghasilkan pendanaan dan keahlian manajemen untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut.

TPG adalah perusahaan investasi global degan sekitar US$85 miliar aset yang dikelola, dan memiliki rekam jejak keberhasilan mengembangkan bisnis makanan dan ritel.

Northstar adalah firma ekuitas swasta terkemuka di Asia Tenggara, yang berkantor pusat di Singapura yang mengelola lebih dari US$2,2 miliar dalam bentuk modal ekuitas.

Dengan transaksi yang diusulkan, manajemen Japfa dapat fokus pada bisnis susu China yang berkembang pesat, serta dua pilar bisnis inti lainnya, yaitu unggas di Indonesia dan babi di Vietnam.

CEO Japfa Tan Yong Nang menyampaikan bisnis produk susu Japfa telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir baik di China dan Asia Tenggara, serta dan ada potensi untuk pertumbuhan lebih lanjut.

"Kami senang dapat membentuk kemitraan strategis ini dengan TPG dan Northstar akan mempercepat fase pembangunan berikutnya di Asia Tenggara melalui rekam jejak yang kuat mengembangkan bisnis konsumen dan ritel," paparnya.

Dengan mempertahankan 20 persen saham di bisnis susu Asia Tenggara, Japfa bakal mendapatkan keuntungan dari potensi naik. Sebelumnya, Japfa juga sukses melakukan sejumlah penjualan saham bisnis sapi perah di China kepada Meiji.

Berdasarkan kedua transaksi kemitraan strategis tersebut, nilai ekuitas tersirat dari bisnis susu di seluruh China dan Asia Tenggara lebih dari US$1,3 miliar atau sekitar Rp18,33 triliun.

Managing Director TPG Capital Asia David Tan mengatakan pihaknya sangat senang dapat bermitra dengan Japfa bersama dengan Northstar. Ini adalah investasi ketiga TPG di sektor susu.

"Dan kami senang melakukan investasi lain di Indonesia. Kami sangat yakin bahwa merek dan kualitas produk Greenfields akan memungkinkannya terus tumbuh dalam daya tarik konsumen," imbuhnya.

Pihaknya berharap dapat membantu bisnis ini semakin memperluas posisi terdepannya di sektor susu dan memberikan pertumbuhan di tengah meningkatnya konsumsi di Asia Tenggara.

Co-chief investment officer Northstar Group Sunata Tjiterosampurno menuturkan pihaknya optmistis ada tren peningkatan konsumsi produk susu akan terus berlanjut di Asia Tenggara karena orang-orang semakin fokus pada kesehatan.

"Kami senang bermitra dengan TPG dan Japfa di Greenfields yang sudah menjadi pemimpin pasar di kategori susu segar di Indonesia. Pengalaman Northstar di bisnis konsumen akan memfasilitasi perusahaan ekspansi di pasar yang tumbuh cepat ini."

Bisnis susu Japfa di Asia Tenggara terintegrasi secara vertikal dari peternakan hingga produk susu bermerek. Dengan jumlah aset saat ini lebih dari 16.000 sapi Holstein dan Jersey, peternakan sapi perah Japfa adalah yang terbesar di Indonesia.

Hal itu berdasarkan volume susu segar premium yang diproduksi. Unit usaha Japfa itu menjual berbagai produk susu termasuk susu segar, yogurt, UHT susu dan keju premium dengan merek Greenfields.

Greenfields adalah merek terkemuka dalam susu pasteurisasi segar dan kategori yogurt yang diaduk di Indonesia. Produk Greenfields diekspor ke negara-negara Asia Tenggara termasuk Singapura, Malaysia, Brunei, dan Myanmar di mana mereka dapat ditemukan di pengecer besar, hotel terkemuka, restoran dan lainnya.

Sumber: BISNIS

Kenapa Saham INKP dan TKIM terbang?


Saham dua emiten Grup Sinarmas di bidang pulp and paper melonjak hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (7/12/2020). Dalam enam bulan terakhir, saham kedua emiten Grup Sinarmas melonjak 100 persen.

Berdasarkan data Bloomberg, saham PT Pabrik Kertas Tjiwi  Kimia Tbk baik 9,30 persen ke level 9.400. Adapun saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. naik 6,04 persen ke posisi 10.100.

Saham berkode TKIM dibuka naik 100 poin ke posisi 8.700 dan bergerak di rentang 8.500 hingga 9.450 sepanjang sesi pertama. Total perdagangan saham TKIM mencapai 28,72 juta lembar dengan nilai transaksi Rp257,58 miliar. 

Dalam enam bulan bulan terakhir, saham TKIM sudah naik 112,67 persen kendati investor asing mencetak net sell Rp865,35 miliar

Senada dengan TKIM, saham INKP juga melonjak di sesi pertama perdagangan hari ini. Saham INKP dibuka menguat 50 poin ke level 9.575 dan bergerak di rentang 9.550 hingga 10.100 sepanjang sesi pertama.

Total perdagangan saham INKP mencapai 24,17 juta lembar dengan nilai transaksi Rp237,47 miliar. Dalam enam bulan terakhir, saham INKP naik 100 persen dengan torehan net buy oleh investor asing sebesar Rp27,66 miliar.

Ditilik dari kinerja keuangan,  Kinerja kedua emiten Grup Sinarmas tersebut terbilang moncer kendati mendapat tekanan seiring pandemi Covid-19 dan tren penurunan harga pulp dunia.

Secara kumulatif, pada semester pertama tahun 2020, permintaan kertas turun 17,1 persen yoy menjadi 31,3 juta ton, dimana pelemahan permintaan tertinggi dari Amerika Utara sebesar 20.9 persen yoy, dan Eropa 19.9 persen yoy. 

Namun, per September 2020, laba TKIM naik 10,35 persen menjadi US$152,4 juta. Padahal, pendapatan perseroan turun 21,40 persen menjadi US$650,2 juta.

Setali tiga uang, laba INKP juga naik 20,75 persen menjadi US$287 juta di saat pendapatan perseroan turun 11,15 persen menjadi US$2,19 miliar.

Sumber: BISNIS

Kenapa Saham MBAP Melesat 30 Persen?


Saham emiten batu bara PT Mitrabara Adiperdana Tbk. terus menanjak hampir 30 persen dalam sebulan terakhir. Manajemen menyebut, para investor mengapresiasi kinerja perseroan yang mampu mencetak margin cukup tebal dibandingkan dengan emiten sejenis.

Berdasarkan data Bloomberg, saham dengan kode MBAP menguat 1,76 persen menjadi Rp2.890 per saham pada akhir perdagangan sesi I Senin (7/12/2020). Selama sebulan terakhir, harga melonjak 29,02 persen. Apabila ditarik hingga awal tahun, MBAP melesat 45,96 persen dengan kapitalisasi pasar Rp3,55 triliun.

Direktur Keuangan Mitrabara Adiperdana Eric Rahardja menjelaskan pergerakan harga saham perseroan cenderung mengikuti mekanisme pasar.  Dari sisi fundamental, lanjut Eric, pelaku pasar tampaknya mengapresiasi performa perseroan pada 2020 di tengah pandemi. 

“Dan mungkin dibandingkan dengan emiten lain, [MBPA] dianggap marjinnya masih cukup baik. Jadi, [kenaikan harga saham] ini mungkin ada sentimen positif dari pasar terhadap kinerja Mitrabara,” kata Eric dalam paparan publik, Senin (7/12/2020).

Berdasarkan data perseroan, marjin laba operasional MBPA pada akhir kuartal III/2020 tercatat sebesar 21,19 persen. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan 2019 yang sebesar 18,55 persen.

Selanjutnya, marjin EBITDA (pendapatan sebelum terkena bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) sebesar 26,49 persen atau lebih tinggi dari posisi pada 2019 sebesar 21,23 persen. Marjin laba bersih juga terpantau naik menjadi 15,99 persen dibandingkan pada 2019 sebesar 13,53 persen.

Dilihat dari performa perseroan, Eric menunjukkan MBPA tetap membukukan kinerja yang positif hingga akhir kuartal III/2020. Selain itu, produksi batu bara perseroan juga tetap terjaga sebesar 3,2 juta ton atau kian mendekati target tahun ini sebesar 4 juta ton.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, MBPA mengalami koreksi penjualan sebesar 18,80 persen menjadi US$159,66 juta dari posisi US$196,63 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, laba terpantau melambat 3,51 persen menjadi US$25,53 juta dibandingkan sebelumnya US$26,46 juta.

Penurunan tersebut, kata Eric, disebabkan oleh depresiasi harga batu bara sejak 2019 yang berlanjut hingga 2020. Pada tahun ini, pergerakan harga batu bara semakin tertekan akibat permintaan yang turun akibat pandemi.


Sumber: BISNIS

Rekomendasi Saham EXCL, INTP dan MAPI oleh Mirae Asset Sekuritas | 7 Desember 2020


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

Desember 7, 2020

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 5,810.48(-0.21%), test resistance at 5,843 trading range 5,764 – 5,843. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di overbought area. Daily support di 5,764 dan daily resistance di 5,843. Cut loss level di 5,726.

EXCL Daily, 2,450 (+1.24%) trading buy, trading range 2,390 – 2,500. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 2,390 dan daily resistance di 2,500. Cut loss level di  2,350

INTP Daily,14,300 (-1.72%), trading buy, trading range 14,075 –14,425. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support  di  14,075 dan daily resistance di 14,425. Cut loss level di 13,200.

MAPI Daily, 795 (-1.24%), trading buy, trading range 770 – 820. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized akan menguji support trend line. Perkiraan daily support di 770 dan daily resistance terdekat di 820. Cut loss level di 750

RekomendasI Saham BMRI, ERAA dan EXCL oleh Ipot Indopremier | 7 Desember 2020


IHSG (5.770 – 5.850) :  indeks harga saham gabungan diprediksi akan menguat. Target penguatan indeks pada level 5.850 kemudian 5.890 dengan support di level  5.770 dan 5.730.

BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.700 kemudian 6.800 dengan support di level 6.500 cut loss jika break 6.400.

ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.810 kemudian 1850 dengan support di level 1.730 cut loss jika break 1.690.

EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.490 kemudian 2.530 dengan support di level 2.410 cut loss jika break 2.370.

XBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.005 kemudian 1.011 dengan support di level 993 cut loss jika break 987.

XIIT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 515 kemudian 518 dengan support di level 509 cut loss jika break 506.

XPID (Buy) : Target kenaikan harga pada level 506 kemudian 509 dengan support di level 500 cut loss jika break 497.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9tie

Analisa Saham JSMR | 7 Desember 2020


Analisa Saham JSMR

Saham JSMR pada tanggal 6 Desember 2020 ditutup melemah pada harga 4360, turun -0,45%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 47% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 4430

Jika naik di atas 4640 maka berpeluang ke 5600

Jika turun di bawah 4100 maka berpeluang ke 3690

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Analisa Saham ASII | 7 Desember 2020


Analisa Saham ASII

Saham ASII pada tanggal 6 Desember 2020 ditutup menguat pada harga 5700, naik 1,33%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 96% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Rekomendasi Saham:

Beli jika di atas 5750

Jika naik di atas 5875 maka berpeluang ke 6025

Jika turun di bawah 5550 maka berpeluang ke 5200

Disclaimer ON

Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini:

Pola Chart Pattern Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc

Pola Candlestick Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB

Indikator Saham Lengkap

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk

Dasar-dasar Investasi Saham :

https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xjIEXYMlU_5iB69MK04svld


https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Update Harga Komoditas dan Indeks | 7 Desember 2020


Dow jumps more than 200 points to a record even after a big U.S. jobs report miss

Stocks rose to record levels on Friday, notching another weekly advance, as traders shook off a disappointing U.S. jobs report.


Dow......30218   +248.7     +0.83%

Nasdaq..12464   +87.1       +0.70%

S&P 500..3699    +32.4       +0.88%

 

FTSE...... .6550    +59.96     +0.92%

Dax........13299    +46.1       +0.35%

CAC........5609     +34.8       +0.62%


Nikkei....26751     -58.1        -0.22%

HSI.........26836    +107.4    +0.40%

Shanghai .3445    +2.4         +0.07%

ST Times..2840    +17.6      +0.62%


IDX....5810.48   -12.46       -0.21%

LQ45..916.25    -4.93          -0.53%


JAKMIND....1007.39     +9.19    +0.91%

JAKCONS...1875.75      -1.79     -0.10%

JAKTRADE...705.47      +1.95    +0.28%

JAKBIND.......905.30     +0.98    +0.11%

JAKAGRI....1349.08    -33.13   -2.40%

JAKFIN.........1308.75   -6.00      -0.46%

JAKPROP.......381.22    -4.44      -1.15%

JAKINFR.......963.02     -5.22       -0.54%

JAKMANU...1321.88   +1.60      +0.12%   

JAKMINE.....1757.34   +10.55    +0.60%

 

Indo10Yr..6.4143   -0.0030   -0.05%

lCBI......309.6187  +0.2511  +0.08%

US10Yr.......0.9690  +0.0490  +5.33%

VIX.............20.79   -0.49       -2.30%

  

USDIndx .....90.7010  +0.0260  +0.03%

Como Indx....159.89  +0.78       +0.49%

(Core Commodity CRB)

BCOMIN.......133.72   +1.32       +1.00%



IndoCDS.....68.023  -1.125     -1.626%👍

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14105.00    -35             -0.25%

Jisdor....14182      +5              +0.04%



Euro.........1.2121  -0.0027   -0.22%


TLKM........22.89    -0.08       -0.35%

(3246)

EIDO.........22.74    +0.02       +0.09%

EEM..........50.85    +0.52       +1.03%


Oil..........46.26          +0.56      +1.23%

Gold ......1844.30     -4.30       -0.23%

Timah...18997.50  +82.50     +0.44%

Nickel..16355.00  +385.00  +2.41%

 

Coal price....74.25   +0.50    +0.68%

(Des/Newcastle) 

Coal price...75.80  +1.50    +2.01%

(Jan/Newcastle)

Coal price....63.20   +0.95    +1.53%

(Des/Rotterdam) 

Coal price....63.55   +0.80    +1.27%

(Jan/ Rotterdam)

 

CPO(Feb)...3439     +110      +3.30%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn............426.25   -5.75     -1.35%

SoybeanOil...38.41   +0.78    +2.07%

Wheat........ 575.50    -8.50     -1.45%


Wood pulp. 3625.00  unch     +0%


( DE/ Phintraco(AT)  07-12-20)

Bandarmologi Saham MBAP, ASII, TBIG, AALI dan UNTR | 7 Desember 2020


New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives 

(Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas) 

Monday (07/12/2020) 


IDX Composite 5,768 - 5,858

SUMMARY: STRONG BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): BUY

STOCH (9,6): BUY

MACD(12,26): BUY

ATR (14): LESS VOLATILE

ADX (14): STRONG TREND BUY

CCI (14): BUY

HIGHS/LOW (14): BUY

VO: BUY

ROC: BUY

WILLIAMS R: OVERBOUGHT

BULLBEAR (13): OVERBOUGHT


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:


MBAP 2,720 - 2,940

TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,790

TARGET PRICE: 2,940

STOP-LOSS: 2,770


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


ASII 5,575 - 5,825

TECHNICAL INDICATORS: BUY 5,625

TARGET PRICE: 5,825

STOP-LOSS: 5,575


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


TBIG 1,520 - 1,630

TECHNICAL INDICATORS: BUY 1,530

TARGET PRICE: 1,630

STOP-LOSS: 1,520


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


AALI 11,600 - 12,200

TECHNICAL INDICATORS: BUY 11,625

TARGET PRICE: 12,200

STOP-LOSS: 11,600


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


UNTR 26,100 - 27,000

TECHNICAL INDICATORS: BUY 26,350

TARGET PRICE: 27,000

STOP-LOSS: 26,100


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): 

ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


(Dr Cand. ES, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNCSek/Disc On)

Rekomendasi Saham EXCL, ERAA, PTBA dan MAIN oleh MNC Sekuritas | 7 Desember 2020


MNC Daily Scope Wave

7 Desember 2020


Menutup pekan kemarin (4/12), IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 5,810. Kami perkirakan IHSG masih berpotensi menguat, terlebih bila mampu menembus resistace-nya di 5,853 untuk membentuk wave [v] dari wave 3. Namun, apabila IHSG turun di bawah 5,563, maka IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave 3 dan akan membentuk wave 4 ke area 5,500-5,650 terlebih dahulu.

Support: 5,563, 5,420

Resistance: 5,900, 5,960


EXCL - Buy on Weakness (2,450)

Jumat kemarin (4/12), EXCL ditutup menguat 1,2% ke level 2,450. Kami perkirakan posisi EXCL sudah berada di akhir wave [iv] dari wave 3. Hal tersebut berarti, koreksi EXCL sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat untuk membentuk wave [v] dari wave 3.

Buy on Weakness: 2,360-2,450

Target Price: 2,600, 2,800

Stoploss: below 2,280


ERAA - Buy on Weakness (1,375)

Pekan kemarin (4/12), ERAA ditutup menguat 0,9% ke level 1,770. Selama tidak terkoreksi di bawah 1,665, maka saat ini pergerakan ERAA kami perkirakan sedang berada di awal wave [v] dari wave 5. Hal tersebut berarti, ERAA berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 1,720-1,770

Target Price: 1,900, 1,950

Stoploss: below 1,665


PTBA - Buy on Weakness (2,480)

Pada perdagangan kemarin (4/12), PTBA ditutup menguat 1,6% ke level 2,480. Kami perkirakan, saat ini pergerakan PTBA sedang membentuk wave [v] dari wave 3 dari wave (C). Hal tersebut berarti, PTBA masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 2,400-2,460

Target Price: 2,550, 2,600

Stoploss: below 2,310


MAIN - Sell on Strength (735)

MAIN ditutup menguat 1,4% ke level 735 pada perdagangan Jumat kemarin (4/12). Selama belum mampu menembus resistancenya di 750, maka pergerakan MAIN saat ini kami perkirakan sedang berada di awal wave 4 dari wave (3). Hal tersebut berarti, MAIN berpotensi terkoreksi ke rentang 655-700, level koreksi ini dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 735-750


Disclaimer On