Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 7, 2020

Jadwal Pembagian Dividen Saham TOWR 2020

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2020. Emiten menara ini akan menebar dividen interim Rp 6 per saham kepada para pemegang saham. "Berdasarkan keputusan direksi Sarana Menara Nusantara serta persetujuan dewan komisaris, Sarana Menara Nusantara akan membagikan dividen interim sebesar Rp 6 per saham," ungkap Sarana Menara Nusantara dalam pengumuman pembagian dividen, Senin (7/12). Berikut jadwal pembagian dividen TOWR: Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 14 Desember 2020 Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 15Desember 2020 Cum dividen di pasar tunai: 16 Desember 2020 Ex dividen di pasar tunai: 17 Desember 2020 Recording date: 16 Desember 2020 Pembayaran dividen: 21 Desember 2020 Baca Juga: IHSG hari ini rawan profit taking, saham-saham apa saja yang bisa dicermati? Hingga September 2020, TOWR meraup laba per saham Rp 38. Sehingga pembayaran dividen ini sebesar 15,79% dari laba per saham tersebut. Dengan ha

CTRA dan DILD berburu cuan dengan Trend Suku Bunga Rendah

Sejumlah emiten properti menyuarakan optimisme terkait dengan prospek bisnis pada 2021. Pasalnya, tren suku bunga rendah yang selalu menjadi sentimen baik sektor properti akan berlanjut hingga tahun depan. Direktur PT Ciputra Development Tbk. Harun Hajadi mengatakan suku bunga rendah selalu menjadi teman baik pasar properti terlebih di masa normal. Ketika suku bunga diturunkan pada kuartal I/2020, pasar properti memang tak banyak naik karena ketidakpastian akan pandemi masih tinggi. “Sekarang menurut saya masyarakat lebih mengenal apa itu Covid-19 dan juga tabungan sudah mulai terjadi di masyarakat. Kami melihat market investor sudah mulai masuk di mana saat awal Covid-19 hanya end user,” kata Harun kepada Bisnis, Minggu (6/12/2020). Apabila melihat tren belakangan ini, lanjut Harun, pembelian properti sudah mulai bergeliat dan terlihat dorongan dari pembeli dengan tujuan investasi (market investor). Sebelumnya, emiten dengan kode saham CTRA melaporkan selama masa pandemi ini prapenjua

Japfa jual 80 persen saham Unit Usaha Greenfields

Perusahaan agribisnis berbasis di Singapura, Japfa Ltd. menjual 80 persen saham unit usaha susu Greenfields senilai US$236 juta atau sekitar Rp3,33 triliun (kurs Rp14.100 per dolar AS). Dalam keterangan resmi, manajemen Japfa Ltd., yang juga menjadi pemegang saham pengendali PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), pada Senin (7/12/2020) mengumumkan telah menandatangani perjanjian dengan TPG, salah satu firma investasi global, dan Northstar Group (Northstar), investor ekuitas swasta terkemuka di Asia Tenggara. Berdasarkan perjanjian tersebut, TPG dan Northstar secara kolektif akan memiliki 80 persen saham unit susu Japfa, yakni Greenfields, dengan nilai US$236 juta. Adapun, Japfa tetap memegang saham sebesar 20 persen. Bisnis susu Japfa, yang dioperasikan di dua wilayah geografi yang berbeda, Cina dan Asia Tenggara, telah berkembang jauh dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan akan produk susu yang sehat dan berkualitas, seperti susu dan yogurt, sangat diharapkan untuk tumbuh di tahun

Kenapa Saham INKP dan TKIM terbang?

Saham dua emiten Grup Sinarmas di bidang pulp and paper melonjak hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (7/12/2020). Dalam enam bulan terakhir, saham kedua emiten Grup Sinarmas melonjak 100 persen. Berdasarkan data Bloomberg, saham PT Pabrik Kertas Tjiwi  Kimia Tbk baik 9,30 persen ke level 9.400. Adapun saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. naik 6,04 persen ke posisi 10.100. Saham berkode TKIM dibuka naik 100 poin ke posisi 8.700 dan bergerak di rentang 8.500 hingga 9.450 sepanjang sesi pertama. Total perdagangan saham TKIM mencapai 28,72 juta lembar dengan nilai transaksi Rp257,58 miliar.  Dalam enam bulan bulan terakhir, saham TKIM sudah naik 112,67 persen kendati investor asing mencetak net sell Rp865,35 miliar Senada dengan TKIM, saham INKP juga melonjak di sesi pertama perdagangan hari ini. Saham INKP dibuka menguat 50 poin ke level 9.575 dan bergerak di rentang 9.550 hingga 10.100 sepanjang sesi pertama. Total perdagangan saham INKP mencapai 24,17 juta lembar dengan

Kenapa Saham MBAP Melesat 30 Persen?

Saham emiten batu bara PT Mitrabara Adiperdana Tbk. terus menanjak hampir 30 persen dalam sebulan terakhir. Manajemen menyebut, para investor mengapresiasi kinerja perseroan yang mampu mencetak margin cukup tebal dibandingkan dengan emiten sejenis. Berdasarkan data Bloomberg, saham dengan kode MBAP menguat 1,76 persen menjadi Rp2.890 per saham pada akhir perdagangan sesi I Senin (7/12/2020). Selama sebulan terakhir, harga melonjak 29,02 persen. Apabila ditarik hingga awal tahun, MBAP melesat 45,96 persen dengan kapitalisasi pasar Rp3,55 triliun. Direktur Keuangan Mitrabara Adiperdana Eric Rahardja menjelaskan pergerakan harga saham perseroan cenderung mengikuti mekanisme pasar.  Dari sisi fundamental, lanjut Eric, pelaku pasar tampaknya mengapresiasi performa perseroan pada 2020 di tengah pandemi.  “Dan mungkin dibandingkan dengan emiten lain, [MBPA] dianggap marjinnya masih cukup baik. Jadi, [kenaikan harga saham] ini mungkin ada sentimen positif dari pasar terhadap kinerja Mitrabara,

Rekomendasi Saham EXCL, INTP dan MAPI oleh Mirae Asset Sekuritas | 7 Desember 2020

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight Desember 7, 2020 (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 5,810.48(-0.21%), test resistance at 5,843 trading range 5,764 – 5,843. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Pada periode  weekly terlihat Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di overbought area. Daily support di 5,764 dan daily resistance di 5,843. Cut loss level di 5,726. EXCL Daily, 2,450 (+1.24%) trading buy, trading range 2,390 – 2,500. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support di 2,390 dan daily resistance di 2,500. Cut loss level di  2,350 INTP Daily,14,300 (-1.72%), trading buy, trading range 14,075 –14,425. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support  di  14,075 dan daily resistance di 14,425. Cut loss level di 13,200. MAPI Daily, 795 (-1.24%), trading buy, trading range 770 – 820. Indikato

RekomendasI Saham BMRI, ERAA dan EXCL oleh Ipot Indopremier | 7 Desember 2020

IHSG (5.770 – 5.850) :  indeks harga saham gabungan diprediksi akan menguat. Target penguatan indeks pada level 5.850 kemudian 5.890 dengan support di level  5.770 dan 5.730. BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.700 kemudian 6.800 dengan support di level 6.500 cut loss jika break 6.400. ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.810 kemudian 1850 dengan support di level 1.730 cut loss jika break 1.690. EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.490 kemudian 2.530 dengan support di level 2.410 cut loss jika break 2.370. XBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.005 kemudian 1.011 dengan support di level 993 cut loss jika break 987. XIIT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 515 kemudian 518 dengan support di level 509 cut loss jika break 506. XPID (Buy) : Target kenaikan harga pada level 506 kemudian 509 dengan support di level 500 cut loss jika break 497. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9tie

Analisa Saham JSMR | 7 Desember 2020

Analisa Saham JSMR Saham JSMR pada tanggal 6 Desember 2020 ditutup melemah pada harga 4360, turun -0,45%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 47% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan bawah dengan kecenderungan bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish. Rekomendasi Saham: Beli jika di atas 4430 Jika naik di atas 4640 maka berpeluang ke 5600 Jika turun di bawah 4100 maka berpeluang ke 3690 Disclaimer ON Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini: Pola Chart Pattern Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc Pola Candlestick Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB Indikator Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk Dasar-dasar Investasi Saham : https://www.youtube.com/playl

Analisa Saham ASII | 7 Desember 2020

Analisa Saham ASII Saham ASII pada tanggal 6 Desember 2020 ditutup menguat pada harga 5700, naik 1,33%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 96% dari hari sebelumnya. Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bullish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bearish. Rekomendasi Saham: Beli jika di atas 5750 Jika naik di atas 5875 maka berpeluang ke 6025 Jika turun di bawah 5550 maka berpeluang ke 5200 Disclaimer ON Silahkan simak materi saham online dan follow Channel Youtube di bawah ini: Pola Chart Pattern Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgO96xQInO2Pvx4OWkNuibc Pola Candlestick Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgHx2GEv_69YpGsg7TIgRsB Indikator Saham Lengkap https://www.youtube.com/playlist?list=PL-pvOxrNM_xgZZ6iDXeTZQiBZJxW1jsMk Dasar-dasar Investasi Saham : https://www.youtube.com/playlist

Update Harga Komoditas dan Indeks | 7 Desember 2020

Dow jumps more than 200 points to a record even after a big U.S. jobs report miss Stocks rose to record levels on Friday, notching another weekly advance, as traders shook off a disappointing U.S. jobs report. Dow......30218   +248.7     +0.83% Nasdaq..12464   +87.1       +0.70% S&P 500..3699    +32.4       +0.88%   FTSE...... .6550    +59.96     +0.92% Dax........13299    +46.1       +0.35% CAC........5609     +34.8       +0.62% Nikkei....26751     -58.1        -0.22% HSI.........26836    +107.4    +0.40% Shanghai .3445    +2.4         +0.07% ST Times..2840    +17.6      +0.62% IDX....5810.48   -12.46       -0.21% LQ45..916.25    -4.93          -0.53% JAKMIND....1007.39     +9.19    +0.91% JAKCONS...1875.75      -1.79     -0.10% JAKTRADE...705.47      +1.95    +0.28% JAKBIND.......905.30     +0.98    +0.11% JAKAGRI....1349.08    -33.13   -2.40% JAKFIN.........1308.75   -6.00      -0.46% JAKPROP.......381.22    -4.44      -1.15% JAKINFR.......963.02     -5.22       -0.54% JAKMANU..

Bandarmologi Saham MBAP, ASII, TBIG, AALI dan UNTR | 7 Desember 2020

New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives  (Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA:registered:., CIB:registered:-MNC Sekuritas)  Monday (07/12/2020)  IDX Composite 5,768 - 5,858 SUMMARY: STRONG BUY 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): BUY STOCH (9,6): BUY MACD(12,26): BUY ATR (14): LESS VOLATILE ADX (14): STRONG TREND BUY CCI (14): BUY HIGHS/LOW (14): BUY VO: BUY ROC: BUY WILLIAMS R: OVERBOUGHT BULLBEAR (13): OVERBOUGHT BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION STOCKS PICK: MBAP 2,720 - 2,940 TECHNICAL INDICATORS: BUY 2,790 TARGET PRICE: 2,940 STOP-LOSS: 2,770 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION ASII 5,575 - 5,825 TECHNICAL INDICATORS: BUY 5,625 TARGET PRICE: 5,825 STOP-LOSS: 5,575 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION TBIG 1,5

Rekomendasi Saham EXCL, ERAA, PTBA dan MAIN oleh MNC Sekuritas | 7 Desember 2020

MNC Daily Scope Wave 7 Desember 2020 Menutup pekan kemarin (4/12), IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 5,810. Kami perkirakan IHSG masih berpotensi menguat, terlebih bila mampu menembus resistace-nya di 5,853 untuk membentuk wave [v] dari wave 3. Namun, apabila IHSG turun di bawah 5,563, maka IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave 3 dan akan membentuk wave 4 ke area 5,500-5,650 terlebih dahulu. Support: 5,563, 5,420 Resistance: 5,900, 5,960 EXCL - Buy on Weakness (2,450) Jumat kemarin (4/12), EXCL ditutup menguat 1,2% ke level 2,450. Kami perkirakan posisi EXCL sudah berada di akhir wave [iv] dari wave 3. Hal tersebut berarti, koreksi EXCL sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat untuk membentuk wave [v] dari wave 3. Buy on Weakness: 2,360-2,450 Target Price: 2,600, 2,800 Stoploss: below 2,280 ERAA - Buy on Weakness (1,375) Pekan kemarin (4/12), ERAA ditutup menguat 0,9% ke level 1,770. Selama tidak terkoreksi di bawah 1,665, maka saat ini pergerakan ERAA kami perkirakan se

Saham Online di Facebook