Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 10, 2019

Cara Memilih Time Frame Untuk Trading Saham

Time Frame dalam Trading Saham Kerangka waktu (Time Frame) yang digunakan untuk membentuk grafik tergantung pada kompresi data: data harian, harian, mingguan, bulanan, kuartalan, atau tahunan. Semakin sedikit kompresi data, semakin banyak detail ditampilkan.
(Baca juga: Pola Triangle dalam Saham)
Data harian terdiri dari data intraday yang telah dikompres untuk menunjukkan setiap hari sebagai titik data tunggal, atau period. Data mingguan terdiri dari data harian yang telah dikompres untuk ditampilkan setiap minggu sebagai titik data tunggal. 
Perbedaan detail dapat dilihat dengan perbandingan grafik harian dan mingguan di atas. 100 titik data (atau periode) pada grafik harian sama dengan 5 bulan terakhir dari grafik mingguan, yang ditunjukkan oleh data yang ditandai dalam persegi panjang. Semakin banyak data dikompresi, semakin lama jangka waktu yang mungkin untuk menampilkan data. Jika grafik dapat menampilkan 100 titik data, grafik mingguan akan bertahan 100 minggu (hampir 2 tahun…

Saham Kabel | KBLM dan KBLI Incar Proyek Swasta

(Baca juga: Strategi Buy On Breakout Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kabel Tanah Air menargetkan peningkatan pendapatan dan laba sampai dua digit di tahun ini. Untuk mencapai target tersebut, emiten kabel tidak lagi sekadar mengandalkan proyek pemerintah.

Emiten kabel PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM), misalnya. Produsen kabel ini menargetkan pertumbuhan pendapatan serta laba 20% dibandingkan pencapaian pada 2018 lalu.

Bukan tanpa alasan. Manajemen KBLM menilai kinerja sepanjang kuartal I lalu bisa menjadi tolok ukur bahwa rencana mereka masih di atas jalur yang tepat. "Proyeksi di kuartal I lalu tercapai 95%," ungkap Direktur KBLM Petrus Nugroho, Rabu (29/5).

Untuk tahun ini, Petrus mengatakan, perusahaannya akan lebih fokus menggarap penjualan untuk produk-produk kabel tegangan rendah atau low voltage cables. "Kabel low voltage lebih banyak dipesan swasta," jelas Petrus.

Di periode Januari-Maret lalu, produk low voltage mendominasi penjualan kabel KLBM. Nila…

Saham BLUECHIP Yang Menarik Pasca Iedul Fitri 1440H

(Baca juga: Konsep Dasar Sell On Strength)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah libur panjang hari raya Idul Fitri, investor perlu kembali bersiap menentukan strategi investasi pasca lebaran. Perdagangan akan kembali normal mulai hari ini, Senin (10/6).

Sekadar mengingatkan, pada perdagangan terakhir pada Jumat lalu (31/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,72% ke level 6.209,18. Selama sepekan sebelum libur lebaran, IHSG menguat 2,92%. Volume perdagangan mencapai 15,23 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 10,80 triliun.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali menyebut, investor perlu cermat ketika pasar kembali dibuka. Ia menyarankan investor melirik saham yang konsisten membagi dividen serta memiliki prospek bisnis menarik dalam jangka panjang.

Investor juga perlu memperhatikan valuasi saham. "Menarik mengincar saham yang masih undervalue, kata Frederik, Rabu (29/5). Sebagai acuan saham murah ini, investor bisa merujuk pada indikator price…

Saham ANTM | Aneka Tambang (ANTM) Incar Akuisisi Baru

(Baca juga: Konsep Dasar Buy on Weakness)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu aset produksi emas PT Aneka Tambang Tbk yakni tambang di Pongkor Bogor Jawa Barat mendekati "masa pensiun". Salah satu emiten anggota indeks Kompas100 di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu pun seolah bergelut waktu untuk mencari pengganti sumber produksi emas yang lain.

Tambang emas Pongkor beroperasi sejak tahun 1994 silam. Cadangan emas di tambang tersebut kemungkinan akan habis pada tahun ini, meski kontrak eksplorasi tambang Pongkor masih berlaku hingga tahun 2021.

Sejalan dengan perburuan aset tambang baru, Aneka Tambang menggelar studi di sejumlah area tambang potensial. "Secara anorganik, saat ini kami juga melaksanakan kajian yang berkelanjutan terkait dengan strategi akuisisi aset tambang emas yang memiliki prospek yang baik," ujar Arie Prabowo Ariotedjo, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk kepada KONTAN, Minggu (9/6).

Kriteria tambang emas incaran Aneka Tambang yakni memiliki status…

Saham SIDO | Sido Muncul Berharap Kinerja di Semester I Tetap Tumbuh

(Baca juga: Memahami Pasar Modal Syariah)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga tutup semester I 2019 nanti, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk berharap mampu melanjutkan pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2019, meskipun aktivitas distribusi barang selama bulan Juni ini tidak mulus.

Maklumlah, cuti bersama Lebaran menyebabkan pengiriman barang libur selama tujuh hari sampai 10 hari. "Untuk semester I -2019 belum closing, tapi diharapkan tetap tumbuh sesuai harapan," kata David Hidayat, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kepada KONTAN, tanpa menyebutkan proyeksi pertumbuhan, Minggu (9/6).

Sebagai gambaran saja, pada semester I 2018, penjualan Sido Muncul meningkat 4,96% dibandingkan setahun sebelumnya atau year on year (yoy) menjadi Rp 1,27 triliun. Adapun selama kuartal pertama 2019i, penjualan Sido Muncul tumbuh 14,95% yoy menjadi Rp 713,68 miliar.

Namun, mungkin, realisasi penjualan semester I 2019 tidak akan setinggi semester II. Secara histor…

Saham WOOD | PT Integra Indocabinet Tbk PT Integra Indocabinet Tbk

(Baca juga: Memahami Stop Loss Order Saham)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) ingin mengalap berkah dari perang dagang China dan Amerika Serikat (AS). Produsen furnitur dan komponen bangunan ini membuka peluang mengerek pasar ekspor ke AS.

WOOD melirik peluang ekspor tersebut lantaran ada beberapa jenis produk furnitur dan komponen bangunan dari China yang terkena kebijakan anti-dumping atas perang dagang tersebut.

Chief Financial Officer (CFO) PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisno mengatakan, adanya perang dagang itu, otomatis peta supply demand berubah. Sebab, industri furnitur di China mau tak mau harus mengalihkan basis produksi dan ekspornya ke negara lain. WOOD meyakini produsen Indonesia dapat memaksimalkan peluang ini.

Wang bilang, Indonesia menjadi opsi yang potensial setelah Vietnam yang industri furniturnya mulai ramai. Untuk itu, WOOD tengah mempertimbangkan kemungkinan joint venture (JV) dengan pihak luar untuk memproduksi ragam produk furnitu…

Analisa Saham ASII dan HMSP

Analisa Saham ASII dan HMSP ASII (Baca juga: Pola Flag dan Pennant dalam Saham)
Walau trend jangka menengah mengatakan bahwa ASII masih bergerak dalam Parallel Channel downtrend, namun posisi terakhir telah berhasil melewati MA50 ; menjadikan level 7350 sebagai Support terdekat. Buy Jika Uptrend jangka pendek ini terjaga maka ASII berpotensi menuju Resistance upper channel di sekitar 7775-7800. 
Rekomendasi Buy,   Entry Level: 7450-7350;  Target: 7775-7800;  Stoploss:   7250
HMSP  (Baca juga: Pola Falling Wedge dalam Saham)
HMSP berhasil melalui Resistance MA10 & 20 setelah beberapa lama bottoming didukung oleh RSI positive divergence. Target berikut adalah menghadapi MA50 & level previous High di sekitar 3525-3550. 
Rekomendasi Buy,  Entry Level:   3380-3360;  Target: 3530-3550;  Stoploss :   3330
Henan Putihrai Sekuritas

Analisa Saham ASII, PWON, BDMN dan EXCL

Analisa Saham ASII, PWON, BDMN dan EXCL PT Astra International Tbk (ASII),  (Baca juga: Seni dalam Cut Loss Saham)
dengan target  profit taking  di kisaran Rp7.375-7.475-7.575, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp7.075 dan Rp.6.975, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp6.875.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON),  (Baca juga: Pola Distribusi Saham)
dengan target  profit taking   di kisaran Rp695-725-735, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp665 dan Rp655, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp635.
PT Bank Danamon Tbk (BDMN),  (Baca juga: Pola Akumulasi Saham)
dengan target  profit taking  di kisaran Rp5.100-5.300, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp4.750, dan Rp4.710, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp4.650.
PT XL Axiata Tbk (EXCL),  (Baca juga: Apa itu Dividen Saham)
dengan target  profit taking  di kisaran Rp2.980-3.180, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp2.710, dan Rp2.650, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp2.610. 
PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wi…

Analisa Saham BIRD, GIAA dan SSIA

Analisa Saham BIRD, GIAA dan SSIA PT Blue Bird Tbk (BIRD), Daily (Rp2.990)  (Baca juga: Cara Menentukan Valuasi Saham)
(RoE: 6,54%; PER: 20,77x; EPS: 142,00; PBV: 1,36x; Beta: 0,59).Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  inside bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.930-2.990, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.010, 3.400 dan 3.790. Support: Rp2.930 dan 2.840.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Daily (Rp432)  (Baca juga: Arti PBV)
(RoE: 3,19%; PER: 9,82x; EPS: 45,00; PBV: 0,31x; Beta: 0,67). Pergerakan harga saham setelah menguji garis MA-10 sehingga peluang terjadinya penguatan menuju ke resistance terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp430-434, dengan target harga secara bertahap di level Rp442, 470 dan 498. Support: Rp430 dan 420.
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), Daily (Rp585)  (Baca juga: Saham Liquid dan Tidak Liquid)
(RoE: -0,99%; PER: -65,…

Analisa Saham AALI, AKRA dan ANTM

Analisa Saham AALI, AKRA dan ANTM PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI),  (Baca juga: Bull dan Bear dalam Saham)
Daily (Rp10.550) (RoE: 0,77%; PER: 131,73x; EPS: 78,76; PBV: 1,02x; Beta: 1,01). Saat ini bahwa pergerakan harga bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp10.375-10.575, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.725 dan 10.900. Support: Rp10.200 dan 10.000.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA),  (Baca juga: Bagaimana Saham Diperdagangkan)
Daily (Rp3.980) (RoE: 7,82%; PER: 19,75x; EPS: 201,56; PBV: 1,55x; Beta: 0,81). Saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.820-3.990, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.150, 4.230 dan 4.290. Support: Rp3.800 dan 3.700.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM…

Analisa Saham INKP | Mengakhiri Downtrend ?

Analisa Saham INKP | Mengakhiri Downtrend ? (Baca juga : Cara Memilih Broker Saham Yang Baik)
Setelah sempat menurun karena asing diam-diam buang barang di pasar nego, INKP kembali menguat. Apakah ini menjadi tanda bahwa kenaikan akan terjadi lagi? Jika melihat secara teknikal, memang benar bahwa INKP sudah mengakhiri downtrend dengan breakout dari resistance pada 6500. Saat ini jika Anda berharap akan kenaikan lanjutan, maka perhatikan resistance selanjutnya pada MA60 (saat ini di 8000) yang mana penguatan akan berlanjut menuju 10000 jika breakout kembali. 
Rekomendasi: speculative buy. 
Sumber WH-Project

Analisa Saham WTON | Di Awal Uptrend Kah?

Analisa Saham WTON | Di Awal Uptrend Kah? (Baca juga: 3 Hal Berpengaruh Pada Strategi Investasi)
WTON berkonsolidasi dalam range sempit di kisaran 500 – 525. Jika saham ini mampu mengakhiri konsolidasi dengan menembus resisten 525, terbuka ruang bagi saham ini untuk menguat menuju target kenaikan awalnya di 575. Jika momentum kenaikan dapat dipertahankan, maka sangar besar peluang kenaikan menuju 680 yang merupakan titik penentu tren jangka panjang WTON, apakah long term bullish, atau kembali terkoreksi. MACD yang telah golden cross menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positifnya.

Rekomendasi: Buy jika break 525. Stoploss level 500.

Disclaimer ON

SUmber:
GaleriSaham

Analisa Saham AALI | Pressures still remain

AALI: Pressures still remain (Baca Juga: Memahami ShortSelling)
AALI mencatatkan pendapatan di 1Q19 sebesar Rp4,2 triliun (-4,8% YoY), dimana penurunan disebabkan turunnya penjualan inti sawit (PK) dan turunannya di Rp371 miliar (-37,7% YoY), sedangkan pendapatan dari minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya tercatat flat di Rp3,8 triliun. Volume penjualan naik dimana penjualan CPO tercatat sebesar 458 ribu ton (+50,8% YoY) dimana hal ini menjadi penopang pendapatan dari penurunan yang lebih dalam atas turunnya harga CPO global di 1Q19 dimana rerata harga berada pada level MYR2.484 per metric ton (-15,9% YoY). Produksi FFB dan CPO tumbuh tipis di +3,8% YoY dan +6,8% YoY yang masih in-line dengan estimasi kami di +5% untuk FFB dan +6% untuk CPO di 2019. Kami masih memproyeksikan aktivitas replanting sebagai fokus utama AALI dimana per 1Q19 sebesar 44,5% tanaman berumur lebih dari 20 tahun dan realisasi capex untuk aktivitas plantation per 3M19 menunjukkan peningkatan di Rp144 miliar (…