JSMR | JASA MARGA : PROYEK JALAN TOL LAYANG JAKARTA-CIKAMPEK CAPAI 86 PERSEN


IQPlus, (01/07) - PT Jasa Marga menyatakan pekerjaan konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) atau Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek telah mencapai 86 persen hingga akhir Juni 2019.

Direktur Utama PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek Djoko Dwijono, Jumat, mengatakan, pekerjaan konstruksi jalan tol sepanjang 36,40 kilometer itu selesai pada akhir September 2019.

"Jadi pekerjaan fisiknya sudah mencapai 86 persen dan ditargetkan selesai konstruksinya pada akhir September 2019. Untuk selanjutnya dilakukan uji layak fungsi dan layak operasi," katanya, dalam siaran pers yang diterima di Cikampek.

Dikatakannya, pekerjaan konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II hingga kini masih menyisakan 139 "steel box girder" yang belum terpasang.

Sedangkan yang dibutuhkan dalam pekerjaan konstruksi itu mencapai 2.585 steel box girder.

Menurut dia, pemasangan steel box girder itu dilakukan setiap hari, pada pukul 22.00-05.00 WIB.

Ia menyatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak pelaksana proyek lain yang berada di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek seperti LRT Jakarta-Bekasi Timur, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Jalan Tol Cibitung-Cilincing.

Koordinasi diperlukan agar pelaksanaan pembangunan proyek-proyek di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek tidak saling bersinggungan.(end)

GIAA | GARUDA INDONESIA AKAN PATUHI KEPUTUSAN KEMENKEU-OJK

(Baca juga: Divestasi Saham )

IQPlus, (01/07) - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyatakan bakal mematuhi terhadap keputusan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan, termasuk terkait dengan sanksi yang sudah dijatuhkan.

"Kita menghormati, kita bersikap positif dan kita akan terus berkomunikasi dengan pihak regulator dan melaksanakan sesuai dengan time frame atau batas waktu yang telah ditetapkan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara dalam jumpa pers yang dilakukan bersama-sama pihak direksi, perwakilan komisaris, dan Kementerian BUMN di Jakarta, Minggu.

Menurut Ari Askhara, pihaknya juga akan terus berkomunikasi dan mematuhi terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, termasuk dalam hal membayar denda.

Dirut Garuda mengemukakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan meminta agar laporan keuangan juga disajikan kembali, dan pihak Garuda juga akan melakukan audit internal dengan pemilihan kantor auditor publik baru.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, Kementerian BUMN, Gatot Trihargo juga mengemukakan, Menteri BUMN Rini Soemarno juga sudah mengirim surat ke dewan komisaris Garuda untuk penggantian audit publik dan melakukan audit internal.

Sedangkan dewan komisaris Garuda menyatakan bakal mengawal agar maskapai tersebut menjalankan keputusan yang telah ditetapkan pihak regulator.

"Concern beliau (Menteri BUMN) sangat kuat," kata Gatot Trihargo.(end)

WSBP | WSBP RAIH KONTRAK BARU Rp3,04 TRILIUN HINGGA PERTENGAHAN JUNI 2019


IQPlus, (01/07) - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menunjukkan tren kinerja yang positif. Hingga pertengahan Juni 2019, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut mengantongi kontrak baru senilai Rp 3,04 triliun atau naik 2,3% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,97 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari beberapa proyek besar, antara lain Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Proyek Pantai Indah Kapuk II, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II, Proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi II, dan proyek lainnya.

Adapun beberapa proyek utama yang tengah disuplai oleh WSBP adalah Proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kp Melayu Seksi I, Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Depok-Antasari, Proyek Jalan Tol Kayu Agung Betung, Proyek Pantai Indah Kapuk II, dan Proyek Jembatan Patimban.

Sebagai produsen beton pracetak (precast) terbesar di Tanah Air, konsistensi WSBP dalam penambahan kapasitas juga dibarengi dengan pengembangan produk baru, antara lain rumah precast, tiang listrik beton, dan bantalan kereta api.

Adapun strategi dan keseriusan WSBP untuk pengembangan produk merupakan bagian komitmen dari strategi perusahaan untuk mengembangkan pasar eksternal yang diharapkan terus meningkat dengan target kontribusi 40% pada 2019.

Peningkatan kontribusi pasar eksternal salah satunya melalui pengembangan produk baru. WSBP juga menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis serta pengembangan produk lainnya.

SMGR | Begini Prospek Saham Perusahaan Semen Pasca Berakhirnya Ketidakpastian Politik


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten semen tampaknya masih harus menghadapi kesulitan dalam mencapai kinerja mengesankan tahun ini.

Meski permintaan diperkirakan meningkat, industri semen dalam negeri masih menghadapi tantangan.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin menyampaikan, konsumsi semen domestik diperkirakan kembali naik pada semester dua tahun ini. Alasannya, ketidakpastian politik berakhir.

Ini membuat proyek-proyek infrastruktur mesti dipercepat. “Kami juga meyakini ada peningkatan permintaan semen di sektor properti, di tengah ekspektasi penurunan suku bunga acuan di semester kedua,” tulis Mimi dalam riset per 21 Juni.

Kendati demikian, Mimi menilai pertumbuhan konsumsi semen domestik masih di level rendah, yakni 5% atau sekitar 73 juta. Sementara, jumlah pasokan tahun ini bisa mencapai 115 juta ton.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi juga sepakat, potensi surplus pasokan semen domestik akan sulit dihindari. Proyek infrastruktur yang digadang melejitkan permintaan semen nyatanya hanya menyumbang sekitar 25% dari total konsumsi semen domestik. 75% konsumsi semen domestik berasal dari proyek properti.

Sejauh ini, konsolidasi menjadi upaya pemain semen mengatasi kelesuan. Misalnya, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengakuisisi saham PT Holcim Indonesia Tbk yang kemudian bersulih nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) Januari lalu.

Akan tetapi, Yosua menilai, konsolidasi tidak mengatasi kondisi kelebihan pasokan semen domestik. Sebab, kapasitas produksi tidak turun.

Analis Sinarmas Sekuritas Paulina Margareta menilai, konsolidasi memang bisa membantu emiten menjalankan bisnis secara efisien, seiring meningkatnya pangsa pasar. “Dari sisi logistik, penyebaran pabrik semen menjadi lebih luas,” ujar dia, akhir pekan lalu.

Namun, dalam jangka pendek dan menengah, efek konsolidasi belum terlihat signifikan. Justru, konsolidasi berpotensi membebani keuangan emiten yang bersangkutan.

Hal lain yang penting untuk dilakukan para produsen semen adalah menjaga kualitas produk. “Perlu diketahui, industri semen di Indonesia cukup unik lantaran masyarakat cenderung menyukai merek-merek tertentu,” terang Yosua. Dari situ ia menilai, jika emiten semen dapat menjaga kualitas, penjualan produk akan membaik ketika permintaan kembali naik.

Proyeksi Yosua, SMGR dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berpotensi meraih kinerja positif di sisa tahun ini. Paulina juga memfavoritkan SMGR lantaran pangsa pasarnya yang besar dalam industri semen domestik. Valuasi saham emiten ini juga masih cukup menarik.

Sementara, Mimi mempertahankan posisi netral pada sektor industri semen. Namun, ia memandang positif prospek SMGR.

TINS | Timah Segera Operasikan Smelter Baru di Bangka Barat


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Timah Tbk sedang mengawal pembangunan dua fasilitas pemurnian konsentrat alias smelter di Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Emiten berkode saham TINS yang juga merupakan anggota indeks Kompas100 tersebut menargetkan salah satu smelter beroperasi mulai bulan Juli ini.

PT Timah kini melakukan uji operasional secara riil untuk memastikan semua sistem berjalan sesuai harapan alias commisioning pada proyek fuming smelter. Menurut rancang bangun, teknologi fuming mampu memproses kembali terak timah yang saat ini tak bisa diambil dengan menggunakan tanur atau sejenis oven berukuran jumbo.

Nilai investasi fuming smelter sekitar Rp 55 miliar hingga Rp 60 miliar. Berdasarkan catatan KONTAN, investasi proyek itu memakan dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) 2019 yang senilai Rp 2,58 triliun.

Sedangkan nilai investasi proyek lain yakni ausmelt smelter belum ketahuan. "Karena sekarang kan, masih tahap lelang sehingga kami belum bisa memberikan informasi secara mendetail," kata Riza Pahlevi, Direktur Utama PT Timah Tbk saat dihubungi KONTAN, Minggu (30/6).

Sebagai informasi, fuming smelter PT Timah berkapasitas 8.500 ton per tahun. Sementara kapasitas produksi ausmelt smelter sebesar 35.000 ton per tahun nanti, yang berfungsi menghasilkan bijih timah kadar rendah.

Manajemen Timah memastikan proyek smelter miliknya memenuhi aturan. Sebab, seluruh izin usaha penambangan (IUP) perusahaan berkode saham TINS di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu sudah mengantongi sertifikat Clean and Clear (CnC).

Selain membangun dua smelter, terbuka peluang bagi PT Timah untuk mengakuisisi smelter lain. Kompas.com memberitakan jika lebih dari 40 smelter di Kepulauan Bangka Belitung berhenti beroperasi. "Sejauh ini belum ada pembicaraan ke arah akuisisi, tapi itu bisa jadi langkah alternatif," tutur Amin Haris Sugiarto, Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk.

Sambil mengawal ekspansi, manajemen TINS mengejar produksi dan penjualan bijih timah. Kembali menengok pemberitaan KONTAN sebelumnya, pada tahun ini mereka menargetkan volume produksi naik 20% hingga 30%.

Sebagai informasi, realisasi produksi bijih timah pada tahun lalu mencapai 44.514 ton, sedangkan volume penjualan logam timah mencapai 33.818 metrik ton.

Hingga kuartal pertama tahun ini, PT Timah telah memproduksi bijih timah 21.600 ton atau bertambah hampir empat kali lipat dibandingkan produksi di periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan hal itu, produksi logam timah terungkit sekitar tiga kali lipat menjadi 16.300 metrik ton.

Pendapatan usaha TINS selama kuartal I 2019 naik sekitar dua kali lipat menjadi Rp 4,24 triliun. Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh lebih dari 5,5 kali lipat menjadi Rp 301,27 miliar.

Pada tahun ini, PT Timah juga mengeksplorasi tambang timah di Nigeria lewat kongsi dengan perusahaan setempat. Nilai investasinya mencapai Rp 70 miliar.

ZINC | Penjualan Kapuas Prima Coal (ZINC) di Semester I 2019, Belum Separuh Jalan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Kapuas Prima Coal Tbk memperkirakan perolehan penjualan sebesar Rp 430 miliar selama semester I 2019 atau tumbuh 15,43% year on year (yoy). Sementara realisasi pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi alias EBITDA naik 45,52% yoy menjadi Rp 195 miliar.

Pencapaian penjualan Kapuas Prima Coal pada paruh pertama tahun ini masih jauh dari target sepanjang 2019. Berdasarkan catatan KONTAN, perusahaan berkode saham ZINC di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut mengincar penjualan Rp 1,4 triliun dan laba bersih Rp 210 miliar pada tahun ini.

Namun Kapuas Prima Coal yakin bisa memenuhi target. Operasional fasilitas floatasi baru berpotensi menambah volume produksi konsentrat sebesar 1.926 ton seng dan 366 ton timbal.

Dalam lima bulan pertama tahun ini, Kapuas Prima Coal memproduksi 150.395 ton bijih timah atau 33,42% terhadap total target tahun ini yakni 450.000 ton bijih timah. Mereka kemudian mengolah produksi bijih timah menjadi 7.528 ton timbal (Pb) dan 23.729 ton seng (Zn).

Sebagai perbandingan, tahun 2018 Kapuas Prima Coal memproduksi 341.451 ton bijih timah. Sementara realisasi produksi seng mencapai 41.367 ton dan olahan timbal sebanyak 19.425 ton.

Sejak Mei 2019, Kapuas Prima Coal juga menambah peralatan baru berupa magnetic separator yang berguna untuk meningkatkan kadar olahan bijih besi. "Penambahan peralatan diharapkan dapat menambah angka penjualan perusahaan untuk 2019 sebesar Rp 50 miliar," kata Hendra William Direktur Keuangan PT Kapuas Prima Coal Tbk saat dihubungi KONTAN, Sabtu (29/6) pekan lalu.

Hingga Maret 2019, Kapuas Prima Coal sudah membelanjakan Rp 28,4 miliar dari total alokasi dana belanja modal US$ 10 juta tahun ini. Senilai Rp 23 miliar terpakai untuk membeli kendaraan dan membangun infrastruktur tambahan. Lalu, Rp 5,4 miliar untuk membeli peralatan.

Pada saat yang bersamaan, Kapuas Prima Coal berencana mencari pendanaan dari pihak ketiga. Targetnya adalah mengantongi kredit perbankan senilai US$ 80 juta hingga US$ 100 juta. "Untuk memperbesar kapasitas produksi perusahaan dalam tiga tahun ke depan," terang Hendra.

Maklum saja karena aset tambang Kapuas Prima Coal membesar. Perusahaan tersebut sudah mengantongi perluasan izin pinjam pakai kawasan hutan hingga seluas 1.519 hektare (ha) atau meluas ketimbang catatan sebelumnya yakni 390 ha.

Hingga akhir 2018, volume sumber daya Kapuas Prima Coal naik sekitar dua kali lipat ketimbang tahun sebelumnya menjadi 14,4 juta. Sementara volume cadangan naik 41,3% yoy menjadi 6,5 juta ton.

Dividen Rp 25,25 miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Kapuas Prima Coal Tbk Sabtu (29/6) pekan lalu menyetujui pembagian dividen tunai 2018 sebesar Rp 10 miliar untuk 25,25 miliar unit saham. Pemilik setiap unit saham berhak atas dividen senilai Rp 0,39.

Sepanjang tahun lalu, Kapuas Prima Coal mengantongi laba tahun berjalan Rp 110,15 miliar. "Sekitar Rp 99 miliar dialokasikan dan dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja perusahaan," ungkap Hendra William. RUPST pekan lalu juga melaporkan sisa dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) tahun 2017 senilai Rp 84,40 juta telah terpakai. Jadi, ZINC sudah menggunakan seluruh dana IPO.

Analisa Saham EXCL, BSDE dan SMRA

Analisa Saham EXCL, BSDE dan SMRA 


Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)

*IHSG Daily, 6,358.63(+0.09%), test resistance at 6,358.63, trading range 6,331 – 6,392. indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized cenderung naik. Sementara indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  juga masih cenderung naik. Daily resistance terdekat di 6,392 dan support di 6,331. Cut loss level di 6,236.

*XL Axiata Daily, 2,980 (+2.05%), trading buy, trading range 2,900 – 3,030 . indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik. Daily support 2,900 dan resistance di 3,030. Cut loss level di 2,730.

*BSDE Daily  ,1,535(+0.0%), trading buy, trading range 1,510 – 1,570.  indikator MFI optimized dan RSI optimized masih cenderung naik. Daily support  di 1,510 sementara itu daily resistance  di 1,570. Cut loss level di 1,440.

*SMRA  Daily , 1,220 (+0.0%), trading buy, trading range 1,190 – 1,250. Indikator MFI optimized dan indkator RSI optimized coba bergerak naik. Perkiraan daily support di 1,190 dan daily resistance di 1,250. Cut loss level di 1,190.

Rekomendasi Saham Temantrader | 1 Juli 2019

(Baca juga: Sell on Strength)

Secara teknikal index masih dalam koridor uptrend dan kemarin masih berada di atas level resisten horizontal 6357. Selain itu potensi upside antara level harga sekarang dengan upper bolinger cukup besar 6358 ke 6444 sehingga masih ada potensi penguatan hingga +84 point atau +1.3% akan menjadi target jangka pendek buat IHSG di minggu ini.

Sentimen positif dari bursa global yang akan berimbas ke dalam negeri diharapkan bisa bawa index dekati level 6400.
Hari ini BPS akan mengumumkan angka inflasi bulan Juni 2019. Konsensus analis inflasi Month on Month akan capai level 0.46% sedangkan Year of Year akan capai level 3.18% dari bulan lalu yang capai 3.32%. Sedangkan core inflation tetap di level 3.12%.

Selain itu kemarin KPU telah menetapkan pasangan Capres Cawapres Jokowi – KH Maruf Amin sebagai pemenang resmi Pilpres 2019 dan menunggu pelantikan di Oktober 2019.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Amerika – China Ke Meja Perundingan dan KPU Tetapkan Jokowi Untuk Periode Kedua Bisa Dorong IHSG Hijau
Potensi Pergerakan Index : 6373 – 6404

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following : ASII IMAS MCAS POOL TDPM TPIA ULTJ     (cross over MA20 kemarin)
Fast Trade  :  POOL WIIM BTPS IMJS ULTJ IMAS BTEK GJTL TDPM BBNI BOSS RAJA ZINC  (hanya berlaku hari ini)

TemanTrader

Analisa Saham PTBA, SCMA dan SHIP

Analisa Saham PTBA, SCMA dan SHIP


1. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), Daily (Rp2.960) (RoE: 24,71%; PER: 7,51x; EPS: 395,56; PBV: 1,86x; Beta: 1,94). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-10 dan MA-20 sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.920-2.970, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.990, 3.030, 3.090, 3.220 dan 3.360. Support: Rp2.920 dan 2.880.

2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), Daily (Rp1.610) (RoE: 27,78%; PER: 14,60x; EPS: 109,56; PBV: 4,06x; Beta: 1,31). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.590-1.610, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.650 dan 1.700. Support: Rp1.590 dan 1.580.

3. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP),Daily (Rp820) (RoE: 10,36%; PER: 15,15x; EPS: 54,14; PBV: 1,58x; Beta: N/A). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-120 sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp810-820, dengan target harga secara bertahap di level Rp840, 855 dan 885. Support: Rp810 dan 795.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham AUTO, DOID dan INTP

Analisa Saham AUTO, DOID dan INTP

(Baca juga: Stop Loss dalam Saham)

1. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), Daily (Rp1.440) (RoE: 5,53%; PER: 10,96x; EPS: 132,80; PBV: 0,61x; Beta: 1,24). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat bullish harami candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.425-1.440, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.455, 1.580, 1.705 dan 1.830. Support: Rp1.425 dan 1.390.

2. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), Daily (Rp515) (RoE: 2,06%; PER: 56,11x; EPS: 9,00; PBV: 1,19x; Beta: 2,21). Terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp500-515, dengan target harga secara bertahap di level Rp525, 555, 585 dan 620. Support: Rp492.

3. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Daily (Rp20.000) (RoE: 6,64%; PER: 46,32x; EPS: 429,12; PBV: 3,06x; Beta: 1,62). Pergerakan harga saham hampir menguji garis MA-120 sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp19.700-20.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp20.525, 20.950 dan 21.500. Support: Rp19.700 dan 19.200.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Bandarmologi Saham WIIM, AGII, BBNI, CTRA dan SSIA

Bandarmologi Saham WIIM, AGII, BBNI, CTRA dan SSIA


Monday (01/07/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,315 - 6,408
SUMMARY: STRONG BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): BUY
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): BUY
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): BUY
HIGHS/LOW (14): BUY
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: OVERBOUGHT
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


STOCKS PICK:

WIIM 232 - 292
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


AGII 540 - 635
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


BBNI 8900 - 9400
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


CTRA 1,130 - 1175
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SSIA 705 - 735
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Analisa Saham CTRA, PTPP dan SMRA

Analisa Saham CTRA, PTPP dan SMRA

(Baca juga : Cara Cutloss Saham)

CTRA ( Buy ) : Target kenaikan harga pada level 1.160 kemudian 1.190 dengan support di level 1.090, cut loss jika break 1.050.
PTPP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.270 kemudian 2.310 dengan support di level 2.190, cut loss jika break 2.150.
SMRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.230 kemudian 1.260 dengan support di level 1.180, cut loss jika break 1.160.

IPOT https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7jvs

Analisa Saham ELSA | Balik ke GAP?

(baca juga: Pola Akumulasi Saham)

Pada perdagangan jumat 28 April 2019 ELSA mengalami penurunan sebesar -0.53% dengan ditutup di harga 378. Pergerakan ELSA saat ini masih tertahan di resisten 380. Selama 1 minggu ini ELSA gagal menembus resisten 380 tersebut dan jika dilihat dari indikator-indikator yang saya gunakan terlihat ada tanda-tanda pelemahan pergerakan. Secara Trend ELSA saat ini secara Minor & Major masih uptrend.

Pada chart ELSA terdapat GAP UP yang dapat dijadikan sebagai area support terdekat saat ini, jika diperhatikan dari indikator-indkator yang ada seperti MACD yang histogram MACD nya selalu megalami pelemahan beberapa hari ini, pergerakan candle nya yang tidak mampu menembus resisten, volume perdagangan yang anomali bagi saya, dari semua itu menurut saya ELSA berpotensi menutup GAP UP nya terlebih dahulu sebelum melanjutkan kenaikannya.

Bagi yang sudah punya bisa dijaga dengan Trailling STOP untuk mengamankan profit yang sudah ada , dan bagi yang belum punya, bisa ambil kesempatan saat ELSA koreksi secara Sehat. Area GAP bisa menjadi area ideal untuk entry.
dengan Stop Loss 3% dibawah batas bawah GAP tersebut.
#DisclaimerON


Best Regrads,
Analysis Corner Syariah

Analisa Saham MNCN | Getting deeper into digital business

MNCN: Getting deeper into digital business

(baca juga: Pola Distribusi Saham)

MNCN mempertahankan posisinya sebagai market leader industri media di Indonesia dengan pangsa pasar periklanan mencapai 45% di 1Q19. Selain itu, MNCN juga berhasil melakukan penetrasi di media sosial mengungguli peers dengan jumlah subscribers (37,6 juta) dan viewers (13,7 miliar) terbanyak dibanding kompetitor. MNCN juga terus berekspansi dalam bisnis digital dengan rencana peluncuran RCTI+ di bulan Agustus 2019 mendatang. Kami masih mempertahankan outlook positif untuk MNCN didukung oleh: 1) perkembangan bisnis digital, meliputi iklan digital dan segmen konten, yang didukung oleh rencana peluncuran RCTI+ dan basis media sosial yang kuat seiring dengan meningkatnya penetrasi smartphone di Indonesia, 2) Struktur permodalan yang lebih solid setelah eksekusi dari rencana private placement. Dengan demikian, kami mempertahankan rekomendasi BUY untuk MNCN dengan target harga Rp1.150 (implied PE di 8,51x di 2019).

Mempertahankan posisi sebagai market leader di industri media. Sampai dengan tahun 2019, MNCN berhasil mempertahankan posisi sebagai market leader di industri media dengan advertising market share mencapai 45% di 1Q19. Sejak tahun 2014 (37%), advertising market share MNCN terus meningkat dan menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan kompetitor. Selain itu, dari sisi konten, konten seri drama menjadi salah satu tipe konten yang menghasilkan pendapatan per jam tertinggi, dan MNCN memiliki market share produksi seri drama mencapai 39%, yang tertinggi dibandingkan peers. Dengan demikian, kami memperkirakan MNCN akan memiliki kemampuan yang lebih baik dibanding peers untuk melakukan monetisasi konten sebagai market leader di industri media.

Penetrasi di media sosial akan berdampak positif terhadap bisnis digital MNCN. Selain berkompetisi di dunia pertelevisian, MNCN juga aktif melakukan penetrasi di media sosial. Dibandingkan dengan peers, MNCN berhasil unggul dalam penetrasi di media sosial yang diperlihatkan dengan jumlah subscribers tertinggi dari seluruh media sosial yang dimiliki (37,6 juta subscribers) dan jumlah penonton Youtube terbanyak mencapai 13,7 miliar viewers. Kami memperkirakan basis media sosial yang kuat ini akan berdampak positif terhadap rencana manajemen untuk mengeluarkan platform video-on-demand (VOD) milik MNCN sendiri yaitu RCTI+ yang akan diluncurkan pada Agustus 2019 mendatang. RCTI+ akan dikembangkan sebagai aplikasi berbasis iklan (advertising based) dan akan memiliki konten yang berasal dari sinetron dan seri drama yang telah ditayangkan di FTA TV, serta bloopers dan behind the scene dari konten-konten tersebut.

Penetrasi smartphone turut mendukung pertumbuhan bisnis digital. Diperkirakan sampai dengan tahun 2019, penetrasi smartphone di Indonesia mencapai 28,0%, lebih rendah dibandingkan dengan penetrasi smartphone global yang mencapai 36,8%. Hal ini mengindikasikan potensi ruang tumbuh yang besar untuk penggunaan smartphone di Indonesia. Sejalan dengan hal ini, penetrasi MNCN dalam bisnis digital juga akan mendapat dampak positif dimana untuk aplikasi RCTI+ akan dirilis dalam bentuk mobile apps dengan basis sistem operasi Android dan iOS. Selain itu, traffic dari website okezone.com dan sindonews.com juga berpotensi meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone di Indonesia. Dengan demikian, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan kedepan akan ditopang oleh pendapatan dari iklan digital. Sebagai informasi, pendapatan dari iklan digital berkontribusi sebesar 9% terhadap total pendapatan iklan MNCN di 1Q19.

Private placement akan memperkuat struktur permodalan. Berdasarkan RUPSLB yang diselenggarakan pada 24 Juni 2019, manajemen telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan private placement dengan total penerbitan saham baru sebesar 8% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh atau sekitar 1,14 miliar saham dengan harga eksekusi di kisaran Rp1.600-Rp2.000 per lembar saham. Dengan demikian, kami memperkirakan total tambahan dana akan berkisar Rp1,8 triliun-Rp2,3 triliun. Manajemen berencana untuk melakukan percepatan pembayaran utang dengan dana tersebut, sehingga jika rencana tersebut dieksekusi kami mamperkirakan net gearing ratio berpotensi turun dibawah level 20%, dimana berdasarkan laporan keuangan 1Q19 net gearing ratio berada di level 38%. Sebagai informasi, rencana private placement ini dapat dieksekusi dalam rentang waktu 2 tahun.

Mempertahankan rekomendasi BUY, dengan target harga ke Rp1.150. Kami masih mempertahankan outlook positif untuk MNCN didukung oleh: 1) perkembangan bisnis digital, meliputi iklan digital dan segmen konten, yang didukung oleh rencana peluncuran RCTI+ dan basis media sosial yang kuat seiring dengan meningkatnya penetrasi smartphone di Indonesia, 2) Struktur permodalan yang lebih solid setelah eksekusi dari rencana private placement. Dengan demikian, kami mempertahankan rekomendasi BUY untuk MNCN dengan target harga Rp1.150 (implied PE di 8,51x di 2019).

Best Regards,
Panin Sekuritas