Cara Kerja Saham

Cara Kerja Saham

Bagaimana Cara Kerja Saham?

Kami melihat di bagian terakhir bahwa begitu sebuah perusahaan menyelesaikan penawaran umum perdana / Initial Public Offering (IPO), sahamnya menjadi publik dan dapat diperdagangkan di pasar saham. Pasar saham adalah tempat di mana pembeli dan penjual saham bertemu dan memutuskan harga untuk diperdagangkan. Beberapa bursa adalah lokasi fisik di mana transaksi dilakukan di lantai perdagangan, tetapi semakin banyak bursa saham yang virtual, terdiri dari jaringan komputer tempat perdagangan dilakukan dan dicatat secara elektronik.

Pasar saham adalah pasar sekunder, di mana pemilik saham yang ada dapat bertransaksi dengan pembeli potensial. Penting untuk dipahami bahwa korporasi yang terdaftar di pasar saham tidak membeli dan menjual saham mereka sendiri secara teratur (perusahaan dapat melakukan pembelian kembali saham atau menerbitkan saham baru, tetapi ini bukan operasi sehari-hari dan sering terjadi di luar dari kerangka pertukaran). Jadi, ketika Anda membeli saham di pasar saham, Anda tidak membelinya dari perusahaan, Anda membelinya dari beberapa pemegang saham lain yang ada. Demikian juga, ketika Anda menjual saham Anda, Anda tidak menjualnya kembali ke perusahaan - Anda menjualnya kepada investor lain.

Pasar Saham Pertama

Pasar saham pertama muncul di Eropa pada abad ke 16 dan 17, terutama di kota-kota pelabuhan atau pusat perdagangan seperti Antwerpen, Amsterdam, dan London. Namun, pertukaran saham awal ini lebih mirip dengan pertukaran obligasi karena sejumlah kecil perusahaan tidak menerbitkan ekuitas. Bahkan, sebagian besar perusahaan awal dianggap organisasi semi-publik karena mereka harus disewa oleh pemerintah mereka untuk melakukan bisnis.

Pada akhir abad ke-18, pasar saham mulai muncul di Amerika, terutama New York Stock Exchange (NYSE), yang memungkinkan perdagangan saham ekuitas (bursa saham pertama di Amerika adalah Philadelphia Stock Exchange [PHLX], yang masih ada sampai sekarang). NYSE didirikan pada 1792 dengan penandatanganan Perjanjian Buttonwood oleh 24 pialang saham dan pedagang New York City. Sebelum pendirian resmi ini, pedagang dan broker akan bertemu secara tidak resmi di bawah pohon buttonwood di Wall Street untuk membeli dan menjual saham.

Munculnya pasar saham modern mengantar era regulasi dan profesionalisasi yang sekarang memastikan pembeli dan penjual saham dapat percaya bahwa transaksi mereka akan berjalan dengan harga yang wajar dan dalam periode waktu yang wajar. Saat ini, ada banyak bursa saham di AS dan di seluruh dunia, banyak di antaranya yang saling terkait secara elektronik. Ini pada gilirannya berarti pasar lebih efisien dan lebih likuid.

Ada juga sejumlah bursa bebas yang diatur secara longgar, kadang-kadang dikenal sebagai  over-the-counter exchanges / bulletin boards, yang ditulis oleh akronim OTCBB. Saham OTCBB cenderung lebih berisiko karena mereka daftar perusahaan yang gagal memenuhi kriteria daftar yang lebih ketat dari bursa yang lebih besar. Sebagai contoh, pertukaran yang lebih besar mungkin mensyaratkan perusahaan telah beroperasi untuk jangka waktu tertentu sebelum terdaftar, dan bahwa itu memenuhi persyaratan tertentu mengenai nilai dan profitabilitas perusahaan. Di sebagian besar negara maju, bursa efek adalah organisasi pengaturan mandiri /  self-regulatory organization (SRO), organisasi non-pemerintah yang memiliki kekuatan untuk menciptakan dan menegakkan peraturan dan standar industri. Prioritas bursa efek adalah untuk melindungi investor melalui penetapan aturan yang mempromosikan etika dan kesetaraan. Contoh dari SRO seperti itu di A.S. meliputi pertukaran saham individu, serta Asosiasi Nasional Penjual Efek / National Association of Securities Dealers (NASD) dan Otoritas Pengatur Industri Keuangan / Financial Industry Regulatory Authority (FINRA).

Harga Saham

Harga saham di pasar saham dapat ditetapkan dalam beberapa cara, tetapi sebagian besar cara yang paling umum adalah melalui proses lelang di mana pembeli dan penjual mengajukan penawaran dan penawaran untuk membeli atau menjual. Tawaran adalah harga di mana seseorang ingin membeli, dan penawaran (atau permintaan) adalah harga di mana seseorang ingin menjual. Ketika bid dan ask bertepatan, perdagangan dilakukan.

Beberapa pasar saham bergantung pada pedagang profesional untuk mempertahankan penawaran dan penawaran berkelanjutan karena pembeli atau penjual yang bermotivasi mungkin tidak menemukan satu sama lain pada saat tertentu. Ini dikenal sebagai spesialis atau market maker. Pasar dua sisi terdiri dari penawaran dan penawaran, dan spread adalah selisih harga antara penawaran dan penawaran. Semakin sempit spread harga dan semakin besar ukuran penawaran dan penawaran (jumlah saham di setiap sisi), semakin besar likuiditas saham. Apalagi, jika ada banyak pembeli dan penjual dengan harga lebih tinggi dan lebih rendah secara berurutan, pasar dikatakan memiliki kedalaman yang baik. Pasar saham yang berkualitas tinggi umumnya cenderung memiliki spread bid-ask yang kecil, likuiditas tinggi, dan kedalaman yang baik. Demikian juga, saham individu berkualitas tinggi, perusahaan besar cenderung memiliki karakteristik yang sama.

Selain saham individu, banyak investor yang peduli dengan indeks saham (juga disebut indeks). Indeks mewakili harga agregat dari sejumlah saham yang berbeda, dan pergerakan indeks adalah efek bersih dari pergerakan setiap komponen individu. Ketika orang berbicara tentang pasar saham, mereka sering merujuk pada salah satu indeks utama seperti Dow Jones Industrial Average (DJIA) atau S&P 500.

DJIA

DJIA adalah indeks harga tertimbang dari 30 perusahaan besar Amerika. Karena skema pembobotannya dan hanya terdiri dari 30 saham - ketika ada ribuan untuk dipilih - itu sebenarnya bukan indikator yang baik tentang bagaimana pasar saham melakukan. S&P 500 adalah indeks kapitalisasi pasar dari 500 perusahaan terbesar di AS, dan merupakan indikator yang jauh lebih valid. Indeks bisa luas seperti Dow Jones atau S&P 500, atau bisa spesifik untuk industri atau sektor pasar tertentu. Investor dapat memperdagangkan indeks secara tidak langsung melalui pasar berjangka, atau melalui dana yang diperdagangkan di bursa / exchange traded funds (ETF), yang diperdagangkan seperti saham di bursa efek.

ASII | LABA ASTRA INTERNASIONAL TURUN 6% JADI Rp9,8 TRILIUN


IQPlus, (30/07) - PT Astra Internasional Tbk (ASII) meraih pendapatan bersih konsolidasian Grup selama periode semester I 2019 menjadi Rp116,2 triliun atau naik 3%, yang terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi serta divisi jasa keuangan.

Menurut keterangan perseroan Selasa, laba bersih grup mencapai Rp9,8 triliun, menurun 6% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 atau Rp242 per saham dari Rp257 tahun sebelumnya. Nilai aset bersih per saham Grup tercatat sebesar Rp3.444 pada 30 Juni 2019, 2% lebih tinggi dibandingkan posisi akhir tahun 2018.

Utang bersih, di luar Grup anak perusahaan jasa keuangan, mencapai Rp23,3 triliun pada 30 Juni 2019, dibandingkan dengan utang bersih sebesar Rp13,0 triliun pada akhir tahun 2018, hal ini terutama disebabkan oleh investasi Grup pada jalan tol Surabaya . Mojokerto dan Gojek serta belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan.

Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp47,8 triliun pada 30 Juni 2019, relatif stabil dibandingkan dengan utang bersih pada akhir tahun 2018. (end)

UNTR | LABA UNITED TRACTORS NAIK TIPIS JADI Rp5,57 TRILIUN


IQPlus, (30/07) - PT United Tractors Tbk (UNTR) alami kenaikan laba tipis menjadi Rp5,57 triliun hingga periode 30 Juni 2019 dari laba Rp5,48 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan bersih naik menjadi Rp43,32 triliun dari Rp38,94 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp10,64 triliun dari laba bruto Rp9,26 triliun.

Laba sebelum pajak naik tipis menjadi Rp7,71 triliun dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp7,68 triliun salah satunya karena kenaikan tajam biaya keuangan menjadi Rp1,12 triliun dari Rp490,60 miliar.

Total aset hingga periode 30 Juni 2019 mencapai Rp118,27 triliun naik dari Rp116,28 triliun hingga 31 Desember 2018. (end)

MCAS | MCASH INTEGRASI RAIH LABA Rp90,78 MILIAR


IQPlus, (31/07) - PT MCash Integrasi Tbk (MCAS) meraih laba neto yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp90,78 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dua kali lipat dari laba Rp44,61 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, penjualan naik tajam menjadi Rp4,56 triliun dari Rp2,51 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp144,09 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp76,31 miliar.

Beban usaha naik jadi Rp54,88 miliar dari beban usaha Rp31,76 miliar dari laba usaha Rp89,21 miliar dibandingkan laba usaha Rp44,54 miliar. Penghasilan lain-lain neto diraih Rp55,62 miliar dari Rp17,59 miliar.

Laba sebelum pajak naik menjadi Rp144,83 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp62,14 miliar. Total aset per 30 Juni 2019 naik jadi Rp1,59 triliun dari total aset Rp1,44 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

INDF | PENJUALAN INDOFOOD SUKSES MAKMUR NAIK 7,2%


IQPlus, (31/07) - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meraih penjualan neto konsolidasi naik 7,2% menjadi Rp38,61 triliun hingga periode 30 Juni 2019 dari Rp36,00 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba usaha meningkat 5,5% menjadi Rp4,79 triliun dengan marjin laba usaha sebesar 12,4%. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 30,1% menjadi Rp2,55 triliun dari Rp1,96 triliun dan marjin laba bersih meningkat menjadi 6,6% dari 5,4%.

"Kami merasa senang dapat kembali mencatatkan kinerja yang baik pada semester pertama tahun 2019 ini, dimana pencapaian yang baik telah dikontribusikan oleh Grup CBP termasuk pada periode hari raya yang baru saja berlalu. Meskipun tantangan atas penurunan harga CPO yang terus berlanjut telah memberikan tekanan bagi kinerja Grup Agribisnis, kami masih percaya akan hasil yang positif di sisa tahun ini dengan mempertahankan keunggulan kompetitif kami melalui peningkatan produktivitas dan pengendalian biaya," ujar Anthoni Salim, Dirut Perseroan dalam keterangan Rabu. (end)

SHIP | LABA SILLO MARITIME NAIK 36,5% HINGGA JUNI 2019


IQPlus, (31/07) - PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) meraih pertumbuhan laba neto sebesar 36,5% hingga periode 30 Juni 2019 menjadi US$8,60 juta dari laba neto US$6,30 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu menyebutkan, pendapatan naik menjadi US$41,29 juta dari US$27,32 juta dan laba bruto naik menjadi US$16,48 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang US$11,89 juta.

Sedangkan laba usaha diraih sebesar US$14,07 juta naik dari laba usaha US$9,76 juta tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak diraih sebesar US$10,45 juta naik dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang US$6,30 juta.

Total aset perseroan mencapai US$239,62 juta hingga periode 30 Juni 2019 mencapai US$239,62 juta naik dari total aset US$233,99 juta hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Analisa Saham BBNI, WOOD, UNVR dan SMRA

Analisa Saham BBNI, WOOD, UNVR dan SMRA


MNC Daily Scope Wave
31 Juli 2019

IHSG kemarin (30/7) menguat sebesar 1,2% ke 6,376, kami perkirakan penguatan tersebut merupakan wave (b) dengan target penguatan berada pada level 6,390-6,450. Setelahnya, IHSG berpotensi untuk terkoreksi kembali ke arah 6,200.
Support: 6,340, 6,300
Resistance: 6,390, 6,420

BBNI - Buy on Weakness (8,350)
Posisi BBNI saat ini kami perkirakan sudah berada pada akhir wave [c] dari wave B, dimana koreksi BBNI sudah relatif terbatas. Selanjutnya, BBNI berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave (B).
Buy on Weakness: 8,025-8,225
Target Price: 8,625, 9,000, 9,650
Stoploss: below 7,950

UNVR - Buy on Weakness (42,500)
Kami memperkirakan UNVR sudah berada pada akhir wave [ii] dari wave 3, dimana koreksi UNVR sudah relatif terbatas. UNVR berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave [iii], dengan target berada pada area 46,125.
Buy on Weakness: 42,500-43,075
Target Price: 44,500, 46,125
Stoploss: below 41,500

WOOD - Buy on Weakness (845)
Saat ini posisi WOOD sedang berada pada awal dari wave iii dari wave (iii). Kami memperkirakan WOOD berpotensi menguat dengan target terdekat pada level 920.
Buy on Weakness: 825-845
Target Price: 920, 945, 980
Stoploss: below 810

SMRA - Sell on Strength (1,330)
Penguatan SMRA sebesar 5,6% kemarin (30/7) kami perkirakan merupakan akhir dari wave [b], dimana penguatan SMRA sudah relatif terbatas. SMRA berpotensi terkoreksi untuk membentuk wave [c] menuju level 1,050.
Sell on Strength: 1,330-1,360

Bandarmologi Saham PWON, TLKM, ANTM dan SMRA

Bandarmologi Saham PWON, TLKM, ANTM dan SMRA


Wednesday (31/07/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,322 - 6,415
SUMMARY: NEUTRAL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): BUY
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): NEUTRAL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): NEUTRAL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: NEUTRAL
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

PWON 705 - 755
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


TLKM 4,250 - 4,320
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


ANTM 900 - 960
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SMRA 1,260 - 1,370
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SSIA 790 - 850
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Analisa Saham BSDE dan JSMR

Analisa Saham BSDE dan JSMR


BSDE Weekly : Trading Buy

Berdasarkan Peak and Trough Analysis dimana secara umum volume transaksi terbanyak masih berada diatas level saat ini baik sisi demand (1,440 -1,450) maupun supply (1,500-1,530).  Namun net avg buy all broker & dominant dari sisi demand ini  masih di kisaran 1,337 -1,299 yang sekaligus sebagai kisaran support saat ini. Disisi supply saat ni net avg sell all broker & dominant di kisaran 1,342 – 1,293 dengan demikian kenaikkan harga saham ini diperkirakan masih sebatas technical rebound dengan perkiraan trading range 1,340 -1,475.

JSMR Daily : Trading Buy

Berdasarkan Optimization Trading System,  terlihat secara umum potensi kenaikkan harga saham ini mulai terlihat. Indikator MFI  Optimized, RSI Optimized dan MACD Optimized cenderung naik lebih lanjut. Jika tembus resistance terdekat di 5,900 potensi kenaikkan berikutnya ke 5,975 sebelum ke 6,200. Support terdekat di 5,700.

Tasrul Tanar

Analisa saham TLKM, PWON dan BSDE

Analisa saham TLKM, PWON dan BSDE


TLKM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.260 kemudian 4.320 dengan support di level 4.150, cut loss jika break 4.090.
PWON (Buy) :  Target kenaikan harga pada level 720 kemudian 735 dengan support di level 690, cut loss jika break 675.
BSDE (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.400 kemudian 1.425 dengan support di level 1.350, cut loss jika break 1.325.
Full report bisa diakses di : ipot

Analisa Saham INCO, TBIG dan IIKP

Analisa Saham INCO, TBIG dan IIKP


PT Vale Indonesia Tbk (INCO, anggota indeks Kompas100)


Saham INCO tampak membentuk pola ascending broadening wedge. Pembentukan pola tersebut mendukung pelemahan lebih lanjut pada INCO menuju level support berikutnya. Buy dapat dilakukan saat INCO mulai masuk area support.

Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 2.600
Resistance: Rp 3.300
Anthonius Edyson, Astronacci International

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG, anggota indeks Kompas100)


Indikator stochastic mengalami penurunan di area 73. Indikator MACD dead cross sedangkan candle berada di garis tengah bollinger band.

Rekomendasi: Sell
Support: Rp 4.100
Resistance: Rp 4.500
Kiswoyo Adi Joe, Narada Asset Managament

PT Inti Agro Resources Tbk (IIKP)


Saham IIKP menguji three white soldiers pattern candle dengan MACD berpotensi golden cross dan RSI menguat diikuti kenaikan volume perdagangan.

Rekomendasi: Sell on Strength
Support: Rp 705
Resistance: Rp 760
Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Analisa Saham MAPI dan UNTR

Analisa Saham MAPI dan UNTR


PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

Daily (Rp920) (RoE: 8,72%; PER: 26,71x; EPS: 33,32; PBV: 2,33x; Beta: 1,21). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp900-925, dengan target harga secara bertahap di level Rp935, 950, 970, 1.015 dan 1.060. Support: Rp900 dan 880.

PT United Tractors Tbk (UNTR)

Daily (Rp25.500) (RoE: 19,68%; PER: 8,04x; EPS: 3300,16; PBV: 1,59x; Beta: 0,85). Terlihat pola  bullish inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp25.400-25.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp25.825, 27.375, 28.925 dan 30.500. Support: Rp25.000 dan 24.500.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 31 Juli 2019

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 31 Juli 2019


Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan proses penguatan, namun jika terjadi koreksi minor bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi pembelian.
Menurut analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, saat ini pergerakan IHSG akan mempertahankan posisi di zona hijau dalam upaya menuju target resisten terdekat di level 6.488.
"Koreksi wajar bisa dimanfaatkan oleh investor sebagai momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka menengah hingga panjang," kata William, di Jakarta, Rabu (31/7).
Lebih lanjut dia menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.302, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.488. "Hari ini IHSG berpotensi menguat," ucapnya.
Di tengah potensi penguatan lanjutan pada laju IHSG hari ini, William merekomendasikan sepuluh saham yang bisa diakumulasi pelaku pasar, yakni:
1. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
3. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
5. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
6. PT XL Axiata Tbk (EXCL)
7. PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)
8. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
9. PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
10. PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA)

Analisa Saham AKRA dan BBNI

Analisa Saham AKRA dan BBNI


PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Daily (Rp3.930) (RoE: 7,82%; PER: 20,44x; EPS: 201,56; PBV: 1,60x; Beta: 0,8). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish pin bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.850-3.940, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.010, 4.070, 4.310, 4.550 dan 4.800. Support: Rp3.820.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

Daily (Rp8.350) (RoE: 12,67%; PER: 10,21x; EPS: 825,32; PBV: 1,29; Beta: 1,94). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish pin bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp8.225-8.350, dengan target harga secara bertahap di level Rp8.425, 8.825, 9.225 dan 9.625. Support: Rp8.225 dan 8.025.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham AALI dan ADHI

Analisa Saham AALI dan ADHI


PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Daily (Rp10.025) (RoE: 0,77%; PER: 127,92x; EPS: 78,76; PBV: 0,99x; Beta: 1,1). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp9.900-10.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.275, 10.450 dan 10.750. Support: Rp9.900 dan 9.800.

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

Daily (Rp1.510) (RoE: 4,71%; PER: 17,99x; EPS: 83,92; PBV: 0,84x; Beta: 1,69). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  morning star candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.465-1.510, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.455 dan 1.380.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Cara Mengetahui Saham Akan Naik atau Turun

Inti dari trading saham adalah bahwa kita harus tahu ciri-ciri apakah saham akan naik atau turun. Bagaimana cara mengetahui saham akan naik atau turun? Pada kesempatan ini kami akan berbagi tentang hal tersebut.

buy , sell atau hold ?

Tanda Saham Anda Akan Naik

Sebenarnya ada banyak formasi yang terdapat dalam candlestick, namun kali ini kita akan membahas pola dalam candlestick yang menunjukan jika saham anda akan naik. so happy reading ,.

Bullish Engulfing


Bullish Engulfing berasal dari bahasa Inggris yang berarti memeluk, pola ini biasanya diidentifikasikan sebagai pola pembalikan atau reversal dari down trend dengan dua warna  yang berbeda pada body candlelistiknya yang solit. Contonya seperti di bawah ini :



Dalam menentukan pola bullish engulfing, Kita harus memperhatikan sebuah pola  kecenderungan untuk down trend yang sedang berlangsung. Biasanya pada dasar pola tersebut terdapat candle merah yang terbentuk terlebih dahulu, Namun kemudian keesokan harinya berbentuk candle hijau yang meliputi seluruh tubuh dari candle merah tersebut.

Bullish Harami




Bullish Harami berasal dari bahasa Jepang  yang artinya hamil , pola ini merupakan bentuk candlestick ganda yang mengidikasikan pola pembalikan dari down trend berbalik menjadi naik. Bullish harami juga bisa di artikan sebagai pola ketidakpastian, Biasanya pola ini terbentuk dari pola kecenderungan down trend dan ini merupakan sebuah sinyal kemungkinan untuk naik.

Bullish Harami Cross



Sama seperti pola Bullish Harami, Harami cross juga menunjukan pembalikan arah dari down trend berbalik menjadi naik. Perbedaanya hanya pada candle ke 2 nya yang membentuk tanda  + .

Piercing Line




Pola Pearcing Line hampir sama dengan pola Bulish Engulfing, yaitu pembalikan dari down trend menjadi up trend. Dan jika pola ini terjadi kalian perlu konfirmasi terlebih dahulu sebelum membeli saham. Dan piercing line sendiri dalam bahasa inggris berarti menindik.

Homing Pigeon



Homing Pigeon bentuknya mirip dengan bullish harami, dan dalam mengidentifikasinya juga sama dengan bullish harami, yaitu sebuah pola ketidakpastian akan arah pasar. Homing pigeon merupakan pola kemungkinan pembalikan arah dari down trend menjadi uptrend, dan tetap membutuhkan konfirmasi untuk membelinya.

5 pola di atas adalah contoh Cara Mengetahui Saham Akan Naik dengan cara candlestick pattern. Dan masih ada cara lain, anda bisa menelususi di website ini.

Tanda Saham Akan Turun

Jika ada cara mengetahui bahwa saham akan naik, maka ada juga cara mengetahui saham akan turun atau tidak. Ciri-ciri saham yang akan turun harganya, antara lain.

Penurunan Volume Trading

Apabila Anda menyaksikan harga suatu saham mengalami kenaikan pesat dan ramai diperjualbelikan dalam beberapa hari, tetapi kemudian sampai pada suatu waktu ketika volume trading berkurang signifikan, maka perlu mewaspadai kemungkinan harga saham ini akan menurun.

Namun, ciri-ciri ini hanya akan nampak pada saham-saham likuid yang harganya telah melesat saja. Anda tak dapat menggunakan patokan ini untuk mendeteksi sinyal penurunan dari saham-saham yang sejak awal minat beli dan minat jual pasarnya rendah.

Peningkatan Selisih Volume Bid-Ask (Offer) Terlalu Besar

Volume Bid dan Ask (Offer) mewakili hasrat investor dan trader di pasar saham untuk membeli atau menjual suatu saham. Dalam hal ini, jika jumlah volume saham yang ingin dijual (Offer) melonjak hingga jauh lebih tinggi dibandingkan volume saham yang ingin dibeli (Bid), maka ada kemungkinan harga saham akan menurun. Akan tetapi, apabila yang terjadi adalah sebaliknya (volume Bid melonjak) maka itu kemungkinan besar bukan tanda-tanda harga saham akan naik, karena bisa saja termasuk permainan bandar menggoreng saham.

Harga Telah Mencapai Level Resisten Teknikal

Secara teknikal, pada grafik harga setiap saham, kita bisa menyaksikan level harga tertentu yang berfungsi semacam “atap” atau “batas atas” bagi pergerakan harga. Itulah yang dinamakan level resisten. Nah, setelah harga mencapai level-level resisten semacam itu, jangan lantas memborong saham karena ada kemungkinan bakal berbalik turun.

Demikian adalah ulasan tentang Cara Mengetahui Saham Akan Naik atau Turun, semoga berguna bagi kita semua.

Sumber:

AALI | PENDAPATAN DAN LABA AALI TURUN HINGGA JUNI 2019


IQPlus, (30/07) - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) alami penurunan pendapatan bersih hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp8,53 triliun dibandingkan Rp9,02 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok tercatat naik menjadi Rp7,79 triliun dari Rp7,37 triliun tahun sebelumnya dan laba bruto turun menjadi Rp729,16 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp1,65 triliun.

Beban lain-lain naik menjadi Rp594,08 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya yang Rp535,87 miliar membuat laba sebelum pajak penghasilan turun tajam menjadi Rp135,08 miliar dibandingkan laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp1,11 triliun.

Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp43,72 miliar dari laba Rp783,91 miliar tahun sebelumnya dan total aset perseroan mencapai Rp27,16 triliun hingga periode 30 Juni 2019 naik dari total aset Rp26,86 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

WTON | LABA WIKA BETON NAIK TIPIS 3,8% HINGGA JUNI 2019


IQPlus, (30/07) - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) alami pertumbuhan tipis laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 sebesar 3,8% menjadi Rp166,66 miliar dibandingkan laba bersih Rp160,53 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan usaha naik menjadi Rp2,64 triliun dari Rp2,59 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp341,33 miliar dibandingkan laba bruto tahun sebelumnya yang Rp334,15 miliar.

Sedangkan beban usaha naik menjadi Rp76,92 miliar dari Rp74,25 miliar membuat laba usaha menjadi Rp264,40 miliar meningkat dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp259,90 miliar.

Beban lain-lain naik jadi Rp54,89 miliar dari Rp50,75 miliar membuat laba sebelum pajak naik tipis menjadi Rp20,51 miliar dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp209,15 miliar.

Jumlah aset hingga periode 30 Juni 2019 mencapai Rp8,85 triliun turun dari jumlah aset Rp8,88 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

BNII | MAYBANK INDONESIA ALAMI PENURUNAN LABA JADI Rp756,73 MILIAR


IQPlus, (30/07) - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) alami penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp756,73 miliar dari laba Rp932,75 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan pendapatan bunga dan syariah neto naik menjadi Rp4,02 triliun dari Rp3,93 triliun dan beban operasional lainnya neto tercatat Rp2,99 triliun naik dari Rp2,63 triliun tahun sebelumnya.

Laba operasional turun menjadi Rp1,03 triliun dari laba operasional Rp1,30 triliun tahun sebelumnya. Laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp1,04 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp1,29 triliun.

Jumlah aset perseroan hingga periode 30 Juni 2019 naik menjadi Rp183,64 triliun dari jumlah aset Rp177,53 triliun yang tercatata hingga 31 Desember 2018. (end)

ADHI | LABA ADHI KARYA NAIK TIPIS JADI Rp215 MILIAR HINGGA JUNI 2019


IQPlus, (30/07) - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat pertumbuhan tipis laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp215 miliar dari laba Rp212,71 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan usaha turun menjadi Rp5,42 triliun dari Rp6,08 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp853,52 miliar dari laba kotor Rp923,42 miliar.

Laba usaha tercatat turun menjadi Rp516,04 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp633,47 miliar dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp361,09 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp433,27 miliar.

Perseroan mencatat penurunan beban pajak bersih menjadi Rp145,85 miliar dari Rp220,17 miliar yang mmebuat laba naik tipis. Total aset hingga periode 30 Juni 2019 mencapai Rp31,39 triliun naik dari Rp30,12 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

PPRO | PP PROPERTI ALAMI PENURUNAN LABA JADI Rp158,53 MILIAR HINGGA JUNI


IQPlus, (30/07) - PT PP properti Tbk (PPRO) alami penurunan laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Ro158,53 miliar dibandingkan laba Rp180,06 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan dan pendapatan usaha turun menjadi Rp874,83 miliar dari Rp1,18 triliun dan beban pokok tercatat Rp588,85 miliar turun dari Rp879,51 miliar dan membuat laba kotor menjadi Rp287,97 miliar turun dari laba kotor Rp302,88 miliar.

Beban usaha naik menjadi Rp71,67 miliar dari Rp66,43 miliar membuat laba usaha menjadi Rp216,29 miliar turun dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp236,45 miliar dan laba sebelum pajak tercatat mencapai Rp167,88 miliar turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp189,53 miliar.

Hingga periode 30 Juni 2019, total aset perseroan mencapai Rp17,24 triliun naik dari Rp16,47 triliun total aset yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

Analisa Saham BKSL dan WIKA

Analisa Saham BKSL dan WIKA


BKSL

Saham ini sudah mencapai target – target kenaikan kami di 130 & 147 secara berturut – turut. Perlu diketahui, level 147 akan menjadi level penting bagi pergerakan BKSL kedepan karena level ini merupakan resisten kuat yang terbentuk dari sejak pertengahan tahun 2018 lalu. Jika level ini dapat dilampaui, terbuka peluang bagi BKSL kembali bergerak bullish dimana target kenaikan berada di level 180 dengan minor target 162. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positif.
Rekomendasi: Speculative Buy jika break 143. Stoploss level 136.

WIKA

Saham ini belum berhasil break resisten namun bergerak konsolidasi cukup lama dalam 2 bulan terakhir. Namun hal ini tidak mengubah skenario atas potensi kenaikan WIKA. Selama saham ini masih berada di atas area 2250, segala kenaikan maupun penurunan adalah pergerakan wajar dalam fase konsolidasi. Perlu dicermati jika WIKA kedepannya mampu menguat menembus resisten konsolidasi di 2490 – 2500, terbuka peluang bagi saham ini untuk bergerak bullish kembali dimana target awal kenaikan berada di level 2950 dengan minor target 2670. MACD yang masih menurun menunjukkan saham ini masih akan melanjutkan fase konsolidasi untuk beberapa waktu kedepan.
Rekomendasi: Speculative Buy jika break 2430. Strong Buy jika break 2500.

GALERISAHAM

Bandarmologi Saham BNLI, CTRA, AGII, EXCL dan ISAT

Bandarmologi Saham BNLI, CTRA, AGII, EXCL dan ISAt


Tuesday (30/07/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,248 - 6,341
SUMMARY: SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): NEUTRAL
MACD(12,26): BUY
ATR (14): HIGH VOLATILITY
ADX (14): NEUTRAL
CCI (14): OVERSOLD
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

ISAT 3,090 - 3,570
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


AGII 625 - 675
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


EXCL 3,140 - 3,410
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


CTRA 1,260 - 1,380
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


BNLI 860 - 940
TECHNICAL INDICATORS: NEUTRAL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Analisa Saham LSIP dan MAIN

Analisa Saham LSIP dan MAIN


PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

Daily (Rp1.040) (RoE: 1,84%; PER: 45,99x; EPS: 22,72; PBV: 0,85x; Beta: 0,82). Saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.030-1.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.090, 1.280, 1.470 dan 1.660. Support: Rp995.

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)

Daily (Rp1.085) (RoE: 17,77%; PER: 6,98; EPS: 166,08x; PBV: 1,12x; Beta: 1,54). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.080-1.090, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.100, 1.125, 1.160, 1.240 dan 1.315. Support: Rp1.065 dan 1.040.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham CPIN dan INCO

Analisa Saham CPIN dan INCO


PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Daily (Rp5.050) (RoE: 15,60%; PER: 27,54x; EPS: 197,92; PBV: 4,29x; Beta: 1,46). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp5.000-5.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp5.200, 5.650 dan 6.125. Support: Rp5.000, 4.850 dan 4.750.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Daily (Rp2.910) (RoE: -4,37%; PER: -25,10x; EPS: -115,92; PBV: 1,10x; Beta: 1,2). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.860-2.920, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.970, 3.040, 3.200 dan 3.350. Support: Rp2.840, 2.800 dan 2.730.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama,

Analisa Saham ANTM dan BBTN

Analisa Saham ANTM dan BBTN


PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Daily (Rp895) (RoE: 3,43%; PER: 31,47x; EPS: 31,47; PBV: 1,08x; Beta: 1,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp880-900, dengan target harga secara bertahap di level Rp915, 1.075 dan 1.235. Support: Rp845.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)

Daily (Rp2.390) (RoE: 11,54%; PER: 8,89x; EPS: 275,48; PBV: 1,02x; Beta: 1,79). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.360-2.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.440, 2.560, 2.710, 3.060 dan 3.410. Support: Rp2.360 dan 2.280.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama,

Analisa Saham BNGA, ICBP dan CTRA

Analisa Saham BNGA, ICBP dan CTRA


PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)

Muncul hammer candle dengan volume perdagangan menurun namun RSI melemah dan MA20 berpotensi death cross.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 1.035
Resistance: Rp 1.125
Achmad Yaki, BCA Sekuritas

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Saham ICBP masih berpeluang mengalami koreksi teknikal untuk menguji support MA20 sekaligus support bullish channel sebelum kembali rebound dan menguji resist upper line bollinger.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 10.400
Resistance: Rp 10.700
Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas

PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

Saham CTRA tengah membentuk spinning top. Sementara itu, indikator stochastic berada di area overbought yang menandakan adanya jenuh beli.
Rekomendasi: Sell
Support: Rp 1.265
Resistance: Rp 1.335
Edo Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas

Analisa Saham AALI dan ADRO

Analisa Saham AALI dan ADRO


PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Daily (Rp10.100) (RoE: 0,77%; PER: 127,92x; EPS: 78,76; PBV: 0,99x; Beta: 1,1). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish pin bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp9.900-10.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.275, 10.450 dan 10.750. Support: 9900 & 9800.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

Daily (Rp1.255) (RoE: 10,54%; PER: 6,76x; EPS: 211,32; PBV: 0,67x; Beta: 1,71). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  bullish piercing line candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.220-1.260, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.285, 1.315, 1.360, 1.460 dan 1.560. Support: Rp1.205 dan 1.160.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Cara Membaca Grafik Saham di Bursa Efek

grafik candlestick saham
Pergerakan harga instrumen finansial baik saham maupun forex biasanya digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini memudahkan trader untuk mengetahui pola-pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Ada beberapa jenis grafik yang biasa dipakai di pasar finansial yaitu:
  1. Line Chart/Grafik Garis
  2. Bar Chart/Grafik Batang
  3. Candlestick Chart/Grafik Lilin
Grafik Line Chart hanya memuat data harga dipenutupan perdagangan yang digambarkan dalam bentuk garis saja.
Sementara Bar Chart dan Candlestick Chart hampir sama dikarenakan memuat data harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi dan terendah.
Hanya saja grafik candlestick lebih mudah dibaca dibandingkan grafik bar.
Di samping itu keunggulan lain dari candlestick chart adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan tampilan yang lebih mudah dibaca.
Berikut tampilan masing-masing chart menggunakan contoh Indeks S&P500:
Line Chart
Bar Chart
Candlestick Chart
Saya pribadi selalu menggunakan candlestick chart di platform trading yang saya gunakan karena enak dilihat dan mudah dipahami.
Nah, setelah Anda mengetahui jenis-jenis chart sekarang saatnya bagi Anda untuk belajar bagaimana membaca grafik harga.
MEMAHAMI GRAFIK HARGA
Di semua instrumen finansial harga bisa bergerak naik,bergerak turun maupun sideways (range harga sempit).
Di dunia trading Anda akan sering mendengar istilah-istilah berikut:
  • Trend = periode dimana harga bergerak menuju ke arah tertentu bisa naik dan turun
  • Range = periode dimana harga bergerak dalam ruang yang sempit atau harga bergerak flat (sideways)
  • Bullish = Uptrend = Rally = Harga bergerak naik
  • Bearish = Downtrend = Harga turun
Untuk penjelasan lebih lanjut Anda bisa perhatikan gambar di bawah ini.
Pertama harga bergerak turun (downtrend) ,kemudian untuk waktu tertentu harga bergerak sideways dan setelahnya harga mengalami kenaikan (uptrend).
Tapi harap diketahui juga walaupun trend besar sedang bearish (garis yang berwana merah), ada minor uptrend di dalamnya (garis warna biru). Harga bisa memiliki Primary Trend (trend besar), Secondary Trend (trend sedang) dan Minor Trend (trend kecil).
Umumnya di dalam setiap platform trading kita dapat memilih chart dengan periode waktu:
  • M1 = 1 menit
  • M5 = 5 menit
  • M15 = 15 menit
  • M30 = 30 menit
  • 1H = 1 jam
  • 4H = 4 jam
  • 1D = 1 hari
  • 1W = 1 minggu dan
  • 1M = 1 bulan
Gambar grafik harga di bawah ini menggunakan contoh forex pair EUR/USD (Euro-Dollar) untuk  memberikan gambaran kepada Anda bagaimana sebuah grafik harga dapat membantu trader menentukan posisinya berada dimana pada saat akan trading.
Chart M5
Chart M30
Chart 1H
Chart 4H
Chart 1D
Chart 1W
Chart 1M
Coba Anda perhatikan pada chart M5, M30, 1H Anda akan menemukan bahwa harga sedang mengalami downtrend.
Tetapi apakah benar harga sedang downtrend? Anda bisa lihat chart dengan periode yang lebih panjang.
Misalnya pada contoh di atas kita menggunakan chart 4H dan 1D (grafik harian) menunjukkan sedang terjadi periode uptrend. Dan jika Anda memilih chart 1W (grafik mingguan) dan 1M (grafik bulanan) Anda akan mendapati bahwa harga sedang dalam fase konsolidasi (sideways) yang cukup lama.
Berdasarkan contoh di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa forex pair EUR/USD Primary Trend-nya sedang mengalami konsolidasi, Secondary Trend-nya sedang uptrend dan Minor Trend-nya sedang downtrend.
Trend yang manakah yang harus Anda ikuti?
Jawabannya tergantung!
Trader tipe apakah Anda? Penentuan trend bisa berbeda tiap trader berdasarkan time frame yang dipilih.
Trend besar bagi day trader belum tentu trend besar pula bagi swing trader dan trend follower.
Menentukan trend ketika akan melakukan transaksi sangat krusial bagi keberhasilan trader melakukan transaksi. Trader harus mengetahui dengan jelas posisinya berada dimana saat itu. Sebaiknya Anda trading menggunakan time frame yang sesuai dengan gaya trading Anda yang sudah dijelaskan di artikel ini.
Ketika trading untuk melakukan transaksi jual beli Anda dapat menggunakan dua buah chart sekaligus.
Yang satu sebagai chart utama Anda sebagai petunjuk untuk membeli atau menjual. Dan yang kedua chart dengan periode waktu lebih panjang untuk mengetahui trend besar yang terjadi.
Tujuannya adalah agar Anda tidak trading melawan trend besar, agar peluang memperoleh profit lebih besar pula. Jika trend besar sedang berlawanan dengan trend kecil sebaiknya Anda tidak membuka posisi. Atau Anda dapat pula mencari instrumen lain yang trend besarnya sama dengan trend kecilnya. Anda harus melihat market sebagai big picture.
Contoh lebih detailnya sebagai berikut:
1.Scalper dapat menggunakan chart dengan time frame M5 sebagai panduan untuk entry (membuka posisi buy) dan exit (menutup posisi baik loss maupun profit). Dan dapat menjadikan chart dengan time frame M30 sebagai trend besar. Contohnya seperti gambar di bawah ini.
Kita lihat bahwa trend besar sinkron dengan trend kecilnya.Yang di sebelah kiri adalah trend besar dengan menggunakan time frame M30 dan yang di sebelah kanan adalah trend M5 yang akan Anda gunakan sebagai ketika trading.
2.Day trader dapat menggunakan chart dengan time frame M30 sebagai panduan untuk melakukan transaksi beli dan jual. Dan dapat menjadikan chart dengan time frame 4H sebagai trend besar.
Pada contoh grafik di atas kita bisa melihat bahwa harga baik di trend besar 4H maupun di trend kecil M30 sama-sama memasuki area support. Kedua chart saling mendukung untuk dilakukan transaksi beli jika Anda memakai strategi Buy on Support.
3.Swing Trader dapat menggunakan chart dengan time frame 1D sebagai panduan untuk melakukan transaksi beli dan jual. Dan dapat menjadikan chart dengan time frame 1W sebagai trend besar.
Grafik yang di sebelah kiri adalah chart dengan time frame 1W yang kita jadikan sebagai acuan trend besar dan yang di sebelah kanan adalah grafik 1D dimana kita melakukan transaksi.
4.Trend Follower dapat hanya menggunakan chart 1W karena biasanya sudah menggambarkan trend yang cukup kuat.Tetapi jika ingin dipadukan dengan chart 1M juga tidak apa-apa.
Grafik yang di sebelah kiri adalah chart dengan time frame 1M (grafik bulanan) dan yang di sebelah kanan adalah chart dengan time frame 1 W (grafik mingguan).
Konsistensi sangat penting dalam trading, termasuk dalam pemilihan time frame. Anda harus konsisten dengan time frame yang Anda pilih sesuai dengan gaya trading Anda.
Misalnya Anda memilih untuk menjadi Swing Trader maka Anda harus konsisten dengan time frame 1D (grafik harian) untuk membuka posisi,menentukan stop loss price,profit target price serta menutup posisi.
Gonta-ganti time frame hanya akan membuat Anda bingung untuk membuat keputusan ketika trading dan mudah terpengaruh oleh opini trader lain.
Sumber:

BNLI | LABA BANK PERMATA NAIK JADI Rp711,39 MILIAR HINGGA JUNI 2019


IQPlus, (29/07) - Bank Permata Tbk (BNLI) meraih laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp711,39 miliar hingga periode 30 Juni 2019 naik dari laba bersih Rp288,84 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, pendapatan bunga dan syariah bersih naik menjadi Rp2,70 triliun dari Rp2,63 triliun dan jumlah pendapatan operasional diraih Rp3,66 triliun turun dari jumlah pendapatan Rp3,71 triliun tahun sebelumnya.

Beban operasional turun menjadi Rp2,71 triliun dari Rp3,31 triliun tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak penghasilan naik menjadi Rp953,42 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp400,49 miliar tahun sebelumnya.

Jumlah aset perseroan turun menjadi Rp147,77 triliun hingga periode 30 Juni 2019 dari jumlah aset Rp152,89 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)