google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 30, 2019

Cara Mengetahui Saham Akan Naik atau Turun

Inti dari trading saham adalah bahwa kita harus tahu ciri-ciri apakah saham akan naik atau turun. Bagaimana cara mengetahui saham akan naik atau turun? Pada kesempatan ini kami akan berbagi tentang hal tersebut. buy , sell atau hold ? Tanda Saham Anda Akan Naik Sebenarnya ada banyak formasi yang terdapat dalam candlestick, namun kali ini kita akan membahas pola dalam candlestick yang menunjukan jika saham anda akan naik. so happy reading ,. Bullish Engulfing Bullish Engulfing berasal dari bahasa Inggris yang berarti memeluk, pola ini biasanya diidentifikasikan sebagai pola pembalikan atau reversal dari down trend dengan dua warna  yang berbeda pada body candlelistiknya yang solit. Contonya seperti di bawah ini : Dalam menentukan pola bullish engulfing, Kita harus memperhatikan sebuah pola  kecenderungan untuk down trend yang sedang berlangsung. Biasanya pada dasar pola tersebut terdapat candle merah yang terbentuk terlebih dahulu, Namun kemudian keesokan ha

AALI | PENDAPATAN DAN LABA AALI TURUN HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (30/07) - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) alami penurunan pendapatan bersih hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp8,53 triliun dibandingkan Rp9,02 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, beban pokok tercatat naik menjadi Rp7,79 triliun dari Rp7,37 triliun tahun sebelumnya dan laba bruto turun menjadi Rp729,16 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp1,65 triliun. Beban lain-lain naik menjadi Rp594,08 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya yang Rp535,87 miliar membuat laba sebelum pajak penghasilan turun tajam menjadi Rp135,08 miliar dibandingkan laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp1,11 triliun. Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp43,72 miliar dari laba Rp783,91 miliar tahun sebelumnya dan total aset perseroan mencapai Rp27,16 triliun hingga periode 30 Juni 2019 naik dari total aset Rp26,86 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

WTON | LABA WIKA BETON NAIK TIPIS 3,8% HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (30/07) - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) alami pertumbuhan tipis laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 sebesar 3,8% menjadi Rp166,66 miliar dibandingkan laba bersih Rp160,53 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan usaha naik menjadi Rp2,64 triliun dari Rp2,59 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp341,33 miliar dibandingkan laba bruto tahun sebelumnya yang Rp334,15 miliar. Sedangkan beban usaha naik menjadi Rp76,92 miliar dari Rp74,25 miliar membuat laba usaha menjadi Rp264,40 miliar meningkat dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp259,90 miliar. Beban lain-lain naik jadi Rp54,89 miliar dari Rp50,75 miliar membuat laba sebelum pajak naik tipis menjadi Rp20,51 miliar dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp209,15 miliar. Jumlah aset hingga periode 30 Juni 2019 mencapai Rp8,85 triliun turun dari jumlah aset Rp8,88 triliun hingg

BNII | MAYBANK INDONESIA ALAMI PENURUNAN LABA JADI Rp756,73 MILIAR

IQPlus, (30/07) - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) alami penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp756,73 miliar dari laba Rp932,75 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan pendapatan bunga dan syariah neto naik menjadi Rp4,02 triliun dari Rp3,93 triliun dan beban operasional lainnya neto tercatat Rp2,99 triliun naik dari Rp2,63 triliun tahun sebelumnya. Laba operasional turun menjadi Rp1,03 triliun dari laba operasional Rp1,30 triliun tahun sebelumnya. Laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp1,04 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp1,29 triliun. Jumlah aset perseroan hingga periode 30 Juni 2019 naik menjadi Rp183,64 triliun dari jumlah aset Rp177,53 triliun yang tercatata hingga 31 Desember 2018. (end)

ADHI | LABA ADHI KARYA NAIK TIPIS JADI Rp215 MILIAR HINGGA JUNI 2019

IQPlus, (30/07) - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat pertumbuhan tipis laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Rp215 miliar dari laba Rp212,71 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan usaha turun menjadi Rp5,42 triliun dari Rp6,08 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp853,52 miliar dari laba kotor Rp923,42 miliar. Laba usaha tercatat turun menjadi Rp516,04 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp633,47 miliar dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp361,09 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp433,27 miliar. Perseroan mencatat penurunan beban pajak bersih menjadi Rp145,85 miliar dari Rp220,17 miliar yang mmebuat laba naik tipis. Total aset hingga periode 30 Juni 2019 mencapai Rp31,39 triliun naik dari Rp30,12 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

PPRO | PP PROPERTI ALAMI PENURUNAN LABA JADI Rp158,53 MILIAR HINGGA JUNI

IQPlus, (30/07) - PT PP properti Tbk (PPRO) alami penurunan laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 Juni 2019 menjadi Ro158,53 miliar dibandingkan laba Rp180,06 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, penjualan dan pendapatan usaha turun menjadi Rp874,83 miliar dari Rp1,18 triliun dan beban pokok tercatat Rp588,85 miliar turun dari Rp879,51 miliar dan membuat laba kotor menjadi Rp287,97 miliar turun dari laba kotor Rp302,88 miliar. Beban usaha naik menjadi Rp71,67 miliar dari Rp66,43 miliar membuat laba usaha menjadi Rp216,29 miliar turun dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp236,45 miliar dan laba sebelum pajak tercatat mencapai Rp167,88 miliar turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp189,53 miliar. Hingga periode 30 Juni 2019, total aset perseroan mencapai Rp17,24 triliun naik dari Rp16,47 triliun total aset yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

Analisa Saham BKSL dan WIKA

Analisa Saham BKSL dan WIKA BKSL Saham ini sudah mencapai target – target kenaikan kami di 130 & 147 secara berturut – turut. Perlu diketahui, level 147 akan menjadi level penting bagi pergerakan BKSL kedepan karena level ini merupakan resisten kuat yang terbentuk dari sejak pertengahan tahun 2018 lalu. Jika level ini dapat dilampaui, terbuka peluang bagi BKSL kembali bergerak bullish dimana target kenaikan berada di level 180 dengan minor target 162. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini berada dalam fase pergerakan positif. Rekomendasi: Speculative Buy jika break 143. Stoploss level 136. WIKA Saham ini belum berhasil break resisten namun bergerak konsolidasi cukup lama dalam 2 bulan terakhir. Namun hal ini tidak mengubah skenario atas potensi kenaikan WIKA. Selama saham ini masih berada di atas area 2250, segala kenaikan maupun penurunan adalah pergerakan wajar dalam fase konsolidasi. Perlu dicermati jika WIKA kedepannya mampu menguat menembus resisten konsolidas

Bandarmologi Saham BNLI, CTRA, AGII, EXCL dan ISAT

Bandarmologi Saham BNLI, CTRA, AGII, EXCL dan ISAt Tuesday (30/07/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas) IDX Composite 6,248 - 6,341 SUMMARY: SELL 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): SELL STOCH (9,6): NEUTRAL MACD(12,26): BUY ATR (14): HIGH VOLATILITY ADX (14): NEUTRAL CCI (14): OVERSOLD HIGHS/LOW (14): SELL VO: SELL ROC: SELL WILLIAMS R: OVERSOLD BULLBEAR (13): SELL BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION STOCKS PICK: ISAT 3,090 - 3,570 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION AGII 625 - 675 TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION EXCL 3,140 - 3

Analisa Saham LSIP dan MAIN

Analisa Saham LSIP dan MAIN PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) Daily (Rp1.040) (RoE: 1,84%; PER: 45,99x; EPS: 22,72; PBV: 0,85x; Beta: 0,82). Saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.030-1.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.090, 1.280, 1.470 dan 1.660. Support: Rp995. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) Daily (Rp1.085) (RoE: 17,77%; PER: 6,98; EPS: 166,08x; PBV: 1,12x; Beta: 1,54). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.080-1.090, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.100, 1.125, 1.160, 1.240 dan 1.315. Support: Rp1.065 dan 1.040. PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham CPIN dan INCO

Analisa Saham CPIN dan INCO PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Daily (Rp5.050) (RoE: 15,60%; PER: 27,54x; EPS: 197,92; PBV: 4,29x; Beta: 1,46). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp5.000-5.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp5.200, 5.650 dan 6.125. Support: Rp5.000, 4.850 dan 4.750. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Daily (Rp2.910) (RoE: -4,37%; PER: -25,10x; EPS: -115,92; PBV: 1,10x; Beta: 1,2). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.860-2.920, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.970, 3.040, 3.200 dan 3.350. Support: Rp2.840, 2.800 dan 2.730. PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama,

Analisa Saham ANTM dan BBTN

Analisa Saham ANTM dan BBTN PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Daily (Rp895) (RoE: 3,43%; PER: 31,47x; EPS: 31,47; PBV: 1,08x; Beta: 1,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp880-900, dengan target harga secara bertahap di level Rp915, 1.075 dan 1.235. Support: Rp845. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Daily (Rp2.390) (RoE: 11,54%; PER: 8,89x; EPS: 275,48; PBV: 1,02x; Beta: 1,79). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.360-2.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.440, 2.560, 2.710, 3.060 dan 3.410. Support: Rp2.360 dan 2.280. PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama,

Analisa Saham BNGA, ICBP dan CTRA

Analisa Saham BNGA, ICBP dan CTRA PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Muncul hammer candle dengan volume perdagangan menurun namun RSI melemah dan MA20 berpotensi death cross. Rekomendasi: Buy on Weakness Support: Rp 1.035 Resistance: Rp 1.125 Achmad Yaki, BCA Sekuritas PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Saham ICBP masih berpeluang mengalami koreksi teknikal untuk menguji support MA20 sekaligus support bullish channel sebelum kembali rebound dan menguji resist upper line bollinger. Rekomendasi: Buy on Weakness Support: Rp 10.400 Resistance: Rp 10.700 Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Saham CTRA tengah membentuk spinning top. Sementara itu, indikator stochastic berada di area overbought yang menandakan adanya jenuh beli. Rekomendasi: Sell Support: Rp 1.265 Resistance: Rp 1.335 Edo Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas

Analisa Saham AALI dan ADRO

Analisa Saham AALI dan ADRO PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Daily (Rp10.100) (RoE: 0,77%; PER: 127,92x; EPS: 78,76; PBV: 0,99x; Beta: 1,1). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish pin bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp9.900-10.100, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.275, 10.450 dan 10.750. Support: 9900 & 9800. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Daily (Rp1.255) (RoE: 10,54%; PER: 6,76x; EPS: 211,32; PBV: 0,67x; Beta: 1,71). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  bullish piercing line candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.220-1.260, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.285, 1.315, 1.360, 1.460 dan 1.560. Support: Rp1.205 dan 1.160. PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Saham Online di Facebook