Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 16, 2019

Saham SMBR | Semen Baturaja Masih Optimistis Capai Target Penjualan 2,3 Juta Ton

Kendati serapan semen dalam negeri hingga September 2019 masih mencatatkan penurunan sebesar 2,2% secara tahunan, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. tetap optimistis dapat mencapai target penjualan tahun ini.
Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) konsumsi semen pada kuartal III/2019 di dalam negeri lebih rendah 2,2% dari realisasi periode yang sama tahun lalu menjadi 45,75 juta ton.
Corporate Secretary Semen Baturaja Basthony Santri mengatakan keyakinan dapat mencapai target yang telah ditetapkan karena perseroan melihat proyek pembangunan infrastruktur milik pemerintah pada paruh kedua tahun ini yang menggeliat.
“Hal ini merupakan momentum bagi SMBR dengan memanfaatkan komitmen pemerintah dalam mempercepat sejumlah proyek,” ujarnya, Rabu (16/10/2019).
Sepanjang periode Januari—September 2019, Basthony menyebutkan perseroan membukukan penjualan sebesar 1,51 juta ton. Pada periode yang sama tahun lalu, volume penjualan SMBR sebesar 1,5 juta ton. Hingga akhir 2019, perseroan me…

Saham MYOR | Kembangkan ekspor, Le Minerale masuk ke pasar Singapura

Setelah menyuplai produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) nya ke beberapa negara seperti Filipina, Brunei Darussalam, Papua Nugini, produsen Le Minerale yakni PT Tirta Fresindo Jaya mulai penetrasi pasar Singapura.
Anak usaha Mayora Group tersebut baru saja mengekspor dua kontainer berisikan 800 kardus AMDK nya ke negara tersebut.
Andre Sukendra Atmadja, Presiden Direktur PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mengatakan masuk ke pasar Singapura bukan hal yang mudah, mengingat regulasinya yang ketat dan persaingan pasar disana cukup kompetitif. Masuknya produk AMDK milik Mayora ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan ekspor perusahaan selanjutnya.
"Seperti yang diketahui kami sudah mengekspor produk kami hampir ke 100 negara, kontribusi ekspor juga mencapai 50% dari penjualan kami. Bagi kami ekspor bukan cuma sekadar cari duit, tapi mampu membawa produk kami ke pasar global," terang Andre saat seremoni pelepasan kontainer, Rabu (16/10).
Saat ini nilai ekspor perdana ke Singapura memang t…

Saham BBTN | Belum kelar akuisisi modal ventura, BTN tunda setor modal ke LinkAja

PT Bank Tabungan Negara Tbk, anggota indeks Kompas100 ini, akan menunda setoran modalnya ke PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) pengelola platform pembayaran digital LinkAja. Hal ini dilakukan karena belum rampungnya aksi perseroan mengakuisisi modal ventura.
Akhir Agustus lalu, perseroan telah mendapat restu dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membeli modal ventura yaitu PT Sarana Papua Ventura.
Sayangnya, Direktur Finance, Treasury, and Strategy BTN Nixon Napitupulu mengatakan, hingga saat ini perseroan belum merampungkan akuisisi tersebut. “Ini murni situasi di Papua yang belum kondusif, makanya sampai sekarang proses akuisisi belum selesai,” katanya kepada Kontan.co.id, Selasa (15/10).
Akibat yang belum rampung ini, bank yang punya bisnis inti di segmen kredit perumahan ini belum bisa menyetor modal ke Finarya. Ini sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank tidak dapat melakukan penyertaan modal secara langsung kepada bukan lemb…

Saham BIRD | CITITRANS EKSPANSI BISNIS KE JAWA TENGAH

Cititrans sebagai penyedia layanan transportasi berbasis executive shuttle dan bagian dari PT Blue Bird Tbk, melakukan ekspansi bisnis ke Provinsi Jawa Tengah dengan membuka rute Semarang-Solo serta Semarang-Salatiga-Solo.
Ekspansi Cititrans tersebut secara resmi ditandai dengan dibukanya "pool" baru di Kota Semarang, tepatnya di Jalan Pandanaran 2 Nomor 1 Semarang, Rabu.
CEO Cititrans Andrew Arristianto mengatakan bahwa fase awal pengembangan rute Semarang-Solo, pihaknya akan mengoperasikan 10 unit kendaraan untuk melayani para pelanggan dengan keberangkatan setiap hari dan tiap jam mulai pukul 04.00-23.00 WIB.
Pemesanan tiket Citirans dengan harga mulai Rp100 ribu untuk rute Semarang-Solo sudah bisa dilakukan melalui aplikasi, website, call center, atau datang langsung ke "pool" dengan keberangkatan mulai 17 Oktober 2019.
Menurut dia, fasilitas dan layanan yang diberikan Cititrans kepada para konsumen berbeda dengan layanan transportasi yang lain.
"Yang mem…

Saham EXCL | XL SIAPKAN DANA PELUNASAN OBLIGASI DAN SUKUK Rp701 MILIAR

PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyiapkan dana sebesar Rp701.720.835.620 untuk pelunasan dua obligasi perseroan yang akan jatuh tempo.

Menurut keterangan Rabu disebutkan, Kedua obligasi tersebut yakni Obligasi Berkelanjutan I XL Axiata Tahap I Tahun 2018 Seri A dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I 2018 Seri A termasuk pembayaran masing-masing cicilan bunga obligasi dan imbalan ijarah untuk kedua seri A tersebut.

Dana pelunasan disebutkan akan ditransfer ke good fund di rekening KSEI selambat-lambatnya satu hari kerja sebelum tanggal jatuh tempo dimana obligasi dan sukuk ini akan jatuh tempo pada 26 Oktober 2019. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/excl-xl-siapkan-dana-pelunasan-obligasi-dan-sukuk-rp701-miliar,88141253.html

Saham JAST | Kembangkan smart city, JAST garap fitur aplikasi layanan darurat 112

PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) melalui anak usahanya PT Esa Kreasi Negeri hari ini, di Semarang telah menambahkan fitur baru bernama dalam layanannya. Fitur yang dinamakan Mobile Application for Field Responder atau aplikasi mobile untuk petugas OPD yang membantu pelayanan aplikasi layanan darurat 112.

Peluncuran tersebut juga mengundang beberapa pejabat seperti Menteri Komunikasi dan Informatika serta Walikota Semarang. Melalui aplikasi tersebut, JAST berharap dapat membantu mempercepat program pemerintah pusat dalam penyelenggaraan panggilan darurat 112.

Selain itu, layanan ini juga membantu pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten dalam menyediakan layanan darurat 112 yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendukung terwujudnya smart city di kota-kota tersebut.

"Aplikasi ini diharapkan dapat mepermudah dalam pengoperasian layanan panggilan darurat 112 baik bagi petugas call taker, dispatcher atau field responder," ujar Welly Kosasih, Wakil Direktur Utama JAST, Sela…

Saham WTON | PT Wijaya Karya Beton Tbk. Genjot Kapasitas Produksi Jadi 4,05 Juta Ton

PT Wijaya Karya Beton Tbk. fokus untuk bertumbuh meskipun tahun ini terjadi peningkatan risiko ketidakpastian global yang berimbas pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Tahun ini emiten berkode saham WTON itu melanjutkan peningkatan kapasitas produksi beton pracetak (precast) menjadi sebesar 4,05 juta ton dari kapasitas tahun lalu sebesar 3,64 juta ton.
Sementara itu, untuk kapasitas readymix naik menjadi 1,84 juta ton atau naik 55 persen dari kapasitas tahun lalu sebesar 1,18 juta ton.
Peningkatan kapasitas pracetak terjadi di seluruh pabrik WTON, dengan peningkatan kapasitas pabrik di Lampung Selatan dan Subang masing-masing meningkat 30 persen dan 26 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2018.
Selain meningkatkan kapasitas pabrik saat ini, WTON juga akan membangun pabrik baru di Kalimantan Timur. Lokasi pabrik di Kaltim akan melengkapi penyebaran basis produksi pracetak WTON yang saat ini sudah berada di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
Selain melengkapi pabrik yang sudah ada, renca…

Saham SMRA | SUMMARECON CATATKAN OBLIGASI Rp700 MILIAR.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) pada Rabu ini mencatatkan Obligasi Berkelanjutan III Summarecon Agung Tahap II Tahun 2019 dengan nilai nominal Rp700 miliar.

Menurut keterangan BEI disebutkan, obligasi ini terdiri dari dua seri yakni seri A dengan nilai emisi Rp500 miliar berbunga 9,125% dan jangak waktu 3 tahun dan seri B dengan nilai emisi Rp200 miliar berbunga 9,5% dan jangka waktu 5 tahun.

Wali amanat obligasi yang PT Bank Permata Tbk dimana hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk obligasi ini adalah idA. (end)

Sumber:
http://www.iqplus.info/news/stock_news/smra-smra-catatkan-obligasi-rp700-miliar,88072746.html

Saham INCO | Divestasi, Ini Kata Analis

Pemerintah resmi menunjuk induk holding BUMN Pertambangan, yakni MIND ID (dulu bernama Inalum) untuk mengambil alih 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Divestasi ini merupakan kesepakatan yang ditandatangani dalam amendemen Kontrak Karya (KK) pada tahun 2014. Kewajiban divestasi saham INCO tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 77/2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba.

Rencana divestasi saham INCO akan menambah tingkat kepercayaan investor pada saham produsen nikel ini. Sebab, proses divestasi menunjukkan manajemen INCO patuh terhadap aturan yang berlaku di Indonesia.

Ketua Indonesian Mining Institute (IMI) Irwandy Arif berpendapat pihak-pihak terkait sebaiknya segera merampungkan proses divestasi ini sehingga memberikan kepastian.

"Sesuai aturan seharusnya tepat waktu, agar tidak menjadi preseden," ungkap Irwandy.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, keputusan pemerintah menunjuk MIND ID untuk m…

Saham IKAI | Mau Private Placement, SPV Ini Malah Duluan Jual Saham IKAI Hampir Rp 80 Miliar

PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) tengah mempersiapkan proses private placement.

Aksi korporasi tersebut akan dimintakan persetujuannya dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) yang digelar besok (17/10).

Yang menarik, beberapa hari sebelum rapat para pemegang saham itu digelar, salah satu investor besar di IKAI menjual kepemilikannya senilai hampir Rp 80 miliar.

Investor tersebut adalah special purpose vehicle (SPV) yang terdaftar di British Virgin Island bernama Wandervale Holdings Limited.

Berdasar data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang tercantum di laporan kepemilikan efek di atas 5% per 14 Oktober 2019, kepemilikan Wandervale berkurang sekitar 611,67 juta lembar.

Dus, usai transaksi tersebut komposisi kepemilikan Wandervale di IKAI berkurang drastis dari posisi per 11 Oktober 2019 di 12,46% menjadi tinggal 7,40%.

Merujuk data perdagangan harian IKAI, penjualan itu berlangsung di pasar negosiasi pada 11 Oktober 2019.

Jual di Rp 130 per saham

Br…

Saham TOWR | Prospek Bisnis Menara Telekomunikasi Semakin Berisi

Sejumlah perusahaan pengelola menara telekomunikasi terus ekspansif menambah jumlah menara. Bukan hanya pertumbuhan organik, mereka juga rajin melakukan akuisisi.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk, misalnya, baru saja menambah 1.000 menara baru yang diperoleh dari akuisisi menara telekomunikasi milik PT Indosat Tbk.

Hingga Juni tahun ini, Sarana Menara atau yang tercatat dengan kode saham TOWR di Bursa Efek Indonesia ini memiliki total 18.152 menara.

TOWR merupakan pemain utama bisnis menara telekomunikasi di Indonesia.

Wakil Direktur Utama TOWR, Adam Ghifari, menjelaskan pihaknya terus fokus pada pertumbuhan menara dan fiber optik.

Hingga akhir 2019, dia menargetkan secara organik akan memiliki 30.000 titik sewa dengan tenancy ratio 1,63, sedangkan realisasi per Juni 29.150 titik sewa.

"Kami sudah dapat (tambahan) dari Indosat. Kami mengharapkan terus bertumbuh, baik secara organik maupun akuisisi," ujar dia kepada KONTAN, Selasa (15/10).

Soal porsi kepemilikan menara, PT Tow…

Saham BUMI | Bumi Resources Telah Melunasi Separuh Utang Tranche A

Utang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus berkurang. Jika ditotal, BUMI telah membayar US$ 302,2 juta, setara sekitar 50% dari total nilai utang tranche A senilai US$ 600 juta.
Nilai tersebut tercapai setelah BUMI membayar cicilan ketujuh dengan nilai US$ 31,8 juta. Nilai ini terdiri dari pembayaran pokok tranche A sebesar US$ 23,2 juta dan bunga US$ 8,6 juta.
Melihat perkembangan tersebut, manajemen BUMI memprediksi pembayaran tranche A akan selesai pada 2021.Tranche B diperkirakan tuntas pada Oktober 2022. Tranche B memiliki nilai yang sama dengan tranche A. Sementara, tranche C untuk kreditur separatis memiliki nilai US$ 406,99 juta.
Ketiga utang tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi utang yang dimulai 2017 lalu. "Saat ini, kami tengah menyiapkan cicilan kedelapan yang bakal jatuh tempo pada 8 Januari 2020," ujar Dileep Srivastava, Direktur BUMI kepada KONTAN, Selasa (15/10). Manajemen saat ini tengah melakukan kapitalisasi untuk kupon Tranche B dan C.
Dileep bel…

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | BRPT, SMGR, CTRA

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Embun Pagi (16 Oktober, 2019)
Research Team (research@miraeasset.co.id)

Market comment by Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust), CMT (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id)
IHSG ditutup menguat +0.5%, dipimpin oleh sektor industri dasar (INKP, TKIM). Neraca perdagangan Indonesia bulan September berubah menjadi defisit USD 160juta (vs estimasi konsensus surplus perdagangan USD124juta). Defisit perdagangan dipertahankan pada tingkat yang relatif dapat dikelola. Defisit perdagangan bulanan rata-rata berkisar sekitar USD200 juta di 9M19. ACES membukukan SSSG yang kuat sebesar 12.5% pada bulan September (vs 8.7% pada bulan Agustus). Kami berharap IHSG akan diperdagangkan mixed ke cenderung naik hari ini.

Indeks AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa karena earnings season 3Q19 dimulai dengan laba bersih bank yang lebih baik dari yang diharapkan. JPMorgan, Wells Fargo, Goldman, dan Citi memulai babak ini. JPMorgan menguat 4.1% ke level tertinggi sepanjang masa set…

Rekomendasi Saham IPOT | UNVR, INTP, ADRO

IHSG (6.120-6.190) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.190 kemudian 6.225 dengan support di level 6.120 dan 6.085.
UNVR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 45.100 kemudian 45.525 dengan support di level 44.375, cut loss jika break 43.950.
INTP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 20.300 kemudian 20.975 dengan support di level 18.975,  cut loss jika break 18.450.
ADRO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.355 kemudian 1.380 dengan support di level 1.305, cut loss jika break 1.280.
XIHD (Buy) : Target kenaikan harga pada level 482 kemudian 485 dengan support di level 477, cut loss jika break 474.
XISR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 390 kemudian 392 dengan support di level 385, cut loss jika break 382.
XBNI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.061 kemudian 1.067 dengan support di level 1.050, cut loss jika break 1.045.
Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mvk

Saham HMSP | Hampir Overbought, Bisakah Menutup Gap?

Analisis Saham HMSP
Analisis Teknikal Saham HMSP pada tanggal 15 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 2330, naik 2,64%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 145% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat baik. Berdasarkan indikator Stochastics Slow saham ini berada pada area pertengahan ke atas, dan hari ini berpotensi berada pada area overbought. Sedangkan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik.
Informasi Terbaru Perusahaan 26 September 2019 - Rencana merger perusahaan induk PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Philip Morris International Inc dengan Altria Group Inc, dikabarkan kandas setelah Altria menyatakan mundur mengenai pembicaraan merger tersebut. Digadang-gadang, merger kedua perusahaan ini akan menghasilkan nilai kapitalisasi pasar senilai US$ 187 miliar, setara Rp 2.618 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.000. 
Altria Group yang juga pemegang sham Juul Labs sebesar 35%, mundur dari …

Saham ISSP | Long White Marubozu, Harus Bagaimana?

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP)
Terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan saham ISSP. Hal itu juga didukung oleh indikator MACD dan ADX yang menunjukkan sinyal positif. Meskipun demikian, RSI sudah terlihat jenuh beli atau overbought.
Rekomendasi Hold
Support: Rp 194
Resistance: Rp 222

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Saham LPPF | Di Area Overbought, Ini Rekomendasinya

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) 
Pergerakan saham LPPF sudah ada di area overbought. Terlihat dari indikator stochastic dan RSI sudah bergerak pada overbought area, yang menandakan peluang penurunan terbuka.

Rekomendasi:  Sell on strength
Support: Rp 4.070
Resistance: Rp 4.350

Evan Fajrin, Analis Paramitra

Saham INKP | Akhiri Downtrend, Ini Rekomendasinya

PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) 
Secara teknikal, saham INKP saat ini sudah mengakhiri sesi downtrend. Buktinya, saham INKP telah selesai membentuk wave [c] dari wave B dan saat ini sedang membentuk awal wave C. Hal ini juga terlihat dengan pergerakan indikator RSI, MACD dan Stochastic yang menguat.
Rekomendasi:  Akumulasi beli
Support: Rp 6.430
Resistance: Rp 7.650

Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas

Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas | AALI, ASII, ASRI, MEDC, MYOR, PTBA

IHSG Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan bullish trend, setelah kemarin ditutup menguat sebesar 0,51 persen ke level 6.158.
Indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif, sedangkan indikator Stochastic dan RSI tetap menunjukkan sinyal positif.
Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju ke area resistance.
Saat ini level support pertama dan kedua berada di level 6.121 dan 6.105, sedangkan resistance pertama dan kedua di posisi 6.169 dan 6.196.
Saham Pilihan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Daily (Rp10.600) (RoE: 0,46%; PER: 229,79x; EPS: 46,02; PBV: 1,07x; Beta: 1,04). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-60 dan 120 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp10.500-10.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.975, 11.700 dan 12.…