Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 24, 2020

Saham WSBP | ANGKASA PURA PROPERTI DAN WSBP TEKEN KERJASAMA PENYEDIAAN PRODUK BETON

IQPlus, (24/02) - Sinergi anak usaha BUMN dalam pembangunan dan pemeliharaan area bandar udara dilakukan oleh PT Angkasa Pura Properti, anak usaha dari pengelola bandara PT Angkasa Pura I (Persero), dan PT Waskita Beton Precast, Tbk (WSBP), anak usaha dari PT Waskita Karya (Persero), Tbk (WSKT).

Hal ini ditempuh sebagai usaha PT Angkasa Pura Properti untuk meningkatkan dan menjaga kualitas infrastruktur bandara-bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I (Persero) yang secara konsisten terus dikembangkan mengacu pada tingkat pertumbuhan jumlah penumpang dan penerbangan.

Terkait hal tersebut, peran WSBP dalam penyediaan produk beton dan precast diperhitungkan akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha PT Angkasa Pura Properti untuk turut mewujudkan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan oleh Direktur Utama WSBP, Jarot Subana, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura Properti, Hendra Lesmana, sebagai langkah strategis perusahaan d…

Saham INAF | INFOFARMA BUKA LEBAR POTENSI KERJASAMA DENGAN PENGUSAHA JAMU

IQPlus, (24/02) - PT IndofarmaTbk (INAF) menyambut baik kunjungan pabrik anggota Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) di Cikarang Barat, Bekasi (21/2). Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Perseroan karena selain mengenalkan fasilitas produksi herbal yang telah bersertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), Sertifikat Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA) dan Sertifikat Halal, sekaligus menjadi ajang membuka potensi kerjasama dengan para pengusaha Jamu yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Indofarma juga telah melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) dalam hal penelitian dan pengembangan terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia yang berpotensi menumbuhkan industri jamu atau herbal di tanah air.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto, menuturkan bawah kegiatan ini menjadi high priority target pasar atas produk ekstrak maupun toll manufacturing PT Indofarma Tbk. Perusahaan berkomitmen …

Saham ISAT | INDOSAT RAIH LABA Rp1,57 TRILIUN HINGGA DESEMBER 2019

IQPlus, (24/02) - PT Indosat Tbk (ISAT) meraih laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp1,57 triliun hingga periode 31 Desember 2019 usai mencatat rugi Rp2,40 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, pendapatan meningkat menjadi Rp26,12 triliun dari Rp23,14 triliun dan jumlah beban turun menjadi Rp21,89 triliun dari Rp23,60 triliun usai diraihnya keuntungan penjualan menara Rp2,57 triliun yang tidak terdapat pada periode tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak diraih Rp1,59 triliun usai mencatat rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp2,66 triliun. Sedangkan total aset perseroan mencapai Rp62,81 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dari Rp53,14 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham PPRO | PPRO BERI BUNGA OBLIGASI II TAHAP I 2020 MINIMAL 9,90%

IQPlus, (24/02) - PT PP Properti Tbk (PPRO) menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp1,2 triliun. Obligasi Rp401,3 miliar dijamin secara kesanggupan penuh dan terdiri dari dua seri.

Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan, obligasi ini terdiri dari dua seri yakni Seri A dengan jumlah pokok Rp357,8 miliar berbunga 9,90% per tahun dan jangka waktu 3 tahun.

Sedangkan Seri B dengan jumlah pokok Rp43,5 miliar dengan jangka waktu 5 tahun. Sisa pokok obligasi Rp798,8 miliar dijamin dengan kesanggupan terbaik. Bila jumlah dalam penjaminan kesanggupan terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya maka tidak menjadi kewajiban perseroan untuk menerbitkannya.

Masa penawaran umum pada 25 Februari 2020 dan pencatatan di BEI pada 28 Februari 2020. Fitch Ratings memberikan peringkat BBB+ kepada obligasi ini dimana Ciptadana Sekuritas Asia, CIMB Niaga Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesia dan Trimeg…

Saham BBTN | BTN RAIH KPR BARU SENILAI Rp4,56 TRILIUN PADA GELARAN IPEX

IQPlus, (24/02) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraih kredit pemilikan rumah (KPR) senilai Rp4,56 triliun dari gelaran pameran properti Indonesia Properti Expo (IPEX) ke-20, yang berlangsung 15-23 Februari 2020 di Jakarta.

"Capaian Rp4,56 triliun ini jauh melebihi target semula sebesar Rp3 triliun," kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam rilisnya di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan dalam pameran, BTN menyalurkan KPR dengan bunga terjangkau bekerja sama dengan pengembang dan pemberian diskon biaya seperti provisi dan asuransi.

Untuk jumlah pengunjung, Pahala menyebutkan juga melebih target yakni sebanyak 200 ribu orang dalam sepekan penyelenggaraan, serta hunian yang dipesan mencapai 7.688 unit.

Ia melihat stimulus yang diberikan pemerintah berupa penurunan suku bunga acuan dan pelonggaran loan to value atau LTV menjadi salah satu pemicu tingginya permintaan KPR.

Pahala menjelaskan izin prinsip KPR/KPA yang sudah disetujui tersebut mayoritas mengalir ke segmen …

Saham WIKA | WIKA SIAP BANGUN PROYEK TOUR DE GOREE, AFRIKA BARAT

IQPlus, (24/02) - Tim teknis PT. WIKA berjumlah 15 orang melakukan persiapan pelaksanaan pembangunan proyek Tour de Gorée, proyek investasi prestisius Indonesia terbesar di Afrika serta menjadi gedung tertinggi di Afrika Barat.

Hal itu terungkap dalam acara silaturahmi yang diadakan KBRI Dakar dengan masyarakat Indonesia sekaligus evaluasi kemajuan pembangunan Tour de Gorée yang dipimpin Duta Besar Mansyur Pangeran dan dihadiri seluruh staf KBRI Dakar, masyarakat Indonesia dan tim teknis PT. Wijaya Karya (WIKA).

Dubes Mansyur melalui keterangan dari KBRI Dakar yang diterima Antara, Jumat menyebutkan, proyek ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, mengukir sejarah Indonesia, tertanam di hati rakyat Afrika karena merupakan menara yang mengingatkan pahit getirnya penderitaan masyarakat Afrika di masa perbudakan.

Pulau Goree merupakan terminal terakhir penjualan budak dari Afrika ke Amerika dan Negara Eropa lainnya.

Dalam kesempatan itu, Dubes menyampaikan kepada tim teknis PT. WIKA ten…

Analisa Saham UNVR : Arahnya Kemana? | 24 Februari 2020

Saham UNVR pada perdagangan tanggal 21 Februari 2020 ditutup pada harga 7500, mengalami penurunan, yaitu -1,96% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 82% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan bawah dengan arah bawah. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.
Rekomendasi : Beli hanya jika di atas 7700 Jika naik di atas 7700 maka berpotensi menuju 8100 Jika turun di bawah 7475 maka berpotensi menuju 7300
Disclaimer: ON www.sahamonline.id

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | CTRA, GGRM, PSAB, TLKM

Daily Technical 24 Februari 2020
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Senin 24 Februari 2020.
IHSG ditutup menurun sebesar -60,23 (+1.01%) menuju level 5.882,25 pada perdagangan hari Jumat 21 Februari 2020 kemarin. Aksi profit taking dan penutupan gap IHSG pada 5.882 berlanjut. IHSG kembali ke zona merah pada penutupan perdagangan pekan kemarin, namun dengan berhasilnya gap ditutup, maka idealnya IHSG kembali menguat, indikator Stochastic masih menujukkan IHSG berada di area jenuh jual dan mengindikasikan arah balik menuju penguatan jangka pendek. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 5.820 s/d 5.940.
[CTRA] Technical Correction: Terkoreksi masih di atas support MA5 sejak terkonfirmasinya pola double bottom. Rekomendasi: Buy 965 s/d 970, TP 1000, stop loss <950 .="" p=""> Support: 950. Resistance: 1000.
[GGRM] Target Reached: Mencapai target pada rekomendasi sebelumnya pada 56000. Target ber…

Rekomendasi Saham IPOT | ERAA, GGRM, TLKM

IHSG (5.840-5.920) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 5.840 kemudian 5.800 dengan resist di level 5.920 dan 5.980.
ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.915 kemudian 1.965 dengan support di level 1.805, cut loss jika break 1.755.
GGRM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 56.800 kemudian 57.575 dengan support di level 55.100, cut loss jika break 54.025.
TLKM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.740 kemudian 3.780 dengan support di level 3.640, cut loss jika break 3.590.
XBNI (Sell) : Target pelemahan harga pada level 1.049 kemudian 1.037 dengan resist di level 1.070 dan 1.081.
XPLQ (Sell) : Target pelemahan harga pada level 471 kemudian 465 dengan resist di level 483 dan 489.
XBLQ (Sell) : Target pelemahan harga pada level 457 kemudian 452 dengan resist di level 467 dan 473.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9lxc

Analisa Saham LPPF | 24 Februari 2020

Saham LPPF pada perdagangan tanggal 24 Februari 2020 ditutup pada harga 3470, mengalami penurunan, yaitu 2,25% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 40% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan dengan arah bawah. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.
Rekomendasi : Beli Jika Di Atas 3710 Jika naik di atas 3710 maka berpotensi menuju 4360 Jika turun di bawah 3350 maka berpotensi menuju 3130
Disclaimer: ON www.sahamonline.id

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | WIKA, MAPI, BBTN, CPIN

MNC Daily Scope Wave 24 Februari 2020
Menutup pekan lalu (21/2), IHSG ditutup terkoreksi 1% ke level 5,882 dan secara weekly IHSG tidak mampu ditutup di atas area 5,900. Waspadai level 5,842, apabila IHSG menembus level tersebut, pergerakan IHSG selanjutnya akan menuju area 5,720-5,800 sekaligus membentuk wave [v] dari wave C. Support: 5,850, 5,800 Resistance: 5,950, 6,000
WIKA - Buy on Weakness (2,010) Jumat lalu (21/2), WIKA ditutup terkoreksi 1,5% ke level 2,010. Kami memperkirakan saat ini WIKA sedang berada di wave (ii) dari wave [c] dari wave 3. Dimana WIKA akan cenderung terkoreksi dalam jangka pendek dahulu, setelahnya WIKA berpotensi berbalik arah untuk membentuk wave (iii). Buy on Weakness: 1,955-2,000 Target Price: 2,130, 2,210 Stoploss: below 1,830
MAPI - Buy on Weakness (835) Meskipun tekanan jual tidak sebesar hari sebelumnya, akan tetapi MAPI ditutup terkoreksi ke 835. Kami perkirakan saat ini MAPI sedang berada di akhir wave (v) dari wave [iii], dimana MAPI berpotensi…

Analisa Saham LSIP : Strong Bearish | 24 Februari 2020

Saham LSIP pada perdagangan tanggal 21 Febuari 2020 ditutup pada harga 1120, mengalami penurunan, yaitu 2,6% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 207% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi oversold dengan arah bawah. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.
Rekomendasi : Jual, atau jual ketika rebound. Jika naik di atas 1205 maka berpotensi menuju 1285 Jika turun di bawah 1115 maka berpotensi menuju 1110 dan bearish berlanjut
Disclaimer: ON www.sahamonline.id

Analisa Saham PTBA : Akan Turun Jangka Pendek | 24 Februari 2020

Saham PTBA pada perdagangan tanggal 21 Februari 2020 ditutup pada harga 2410, mengalami penurunan, yaitu -3,41% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 69% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi overbought ke dengan arah bawah. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan mendatar.
Rekomendasi : Watch! Beli jika di atas 2510 Jika naik di atas 2510 maka berpotensi menuju 2870 Jika turun di bawah 2360 maka berpotensi menuju 2230
Disclaimer: ON www.sahamonline.id

Analisa Saham TPIA : Konsolidasi Sementara | 24 Februari 2020

Saham TPIA pada perdagangan tanggal 21 Februari 2020 ditutup pada harga 9050, harga tetap dibanding sebelumnya. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 96% dibandingkan hari sebelumnya. Indikator Stochastic Slow menunjukkan bahwa saham ini berada pada kondisi pertengahan dengan arah atas. Indikator MACD menunjukkan bahwa saat ini berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan naik.
Rekomendasi : Beli jika di atas 9175 Jika naik di atas 9175 maka berpotensi menuju 10000 Jika turun di bawah 8900 maka berpotensi menuju 8800
Disclaimer: ON www.sahamonline.id

Saham Online di Facebook