google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Saham Online Indonesia Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 25, 2019

BKSW | QNB RELOKASI KANTOR PUSAT DI JAKARTA GUNA PERKUAT POSISI USAHA

IQPlus, (25/09) - Perusahaan finansial QNB Group merelokasi kantor pusat di Jakarta, guna memperkuat posisi usaha pada bidang keuangan. CEO PT Bank QNB Indonesia Tbk Stewart Hall mengatakan pemindahan kantor pusat ke lokasi yang lebih sentral ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk memperkuat posisi pada industri perbankan Indonesia serta memperluas jaringan dengan para nasabah dan mitra. "Kami optimistis masa depan Indonesia dan melihat kesempatan besar di sini. Kami berupaya untuk dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan Indonesia, sejalan dengan komitmen kami untuk terus memperkuat keberadaan di pasar Indonesia," kata Stewart dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. Sementara itu, Acting Group CEO QNB Group, Abdulla Mubarak Al-Khalifa, yang juga menghadiri peresmian tersebut mengatakan dengan adanya kantor baru dari QNB yang juga memiliki jaringan global, diharapkan dapat membuka jalan untuk memperkuat relasi perdagangan "Timur-Barat". "Yakni rel

IPCC | IPCC Memangkas Target Pendapatan Menjadi 10%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Langkah PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) ke depan tampaknya tidak akan mudah. Ini terlihat dari revisi target pendapatan 2019 akibat gejolak ekonomi global serta efeknya ke dalam negeri. Chiefy Adi Kusmargono, Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk menyebut, tahun ini pihaknya membidik pertumbuhan pendapatan 10%. Padahal, awal tahun lalu, emiten tersebut membidik pertumbuhan pendapatan 30%. "Iya, kami turunkan karena kondisi ekonomi makro," ujarnya usai paparan publik, Selasa (24/9). Ada tiga hajatan yang memengaruhi permintaan pasar. Tapi, faktor utama adalah pemilu serentak. Efek pemilu membuat industri terkait dengan pembangunan infrastruktur dan pertambang memilih aksi wait and see, khususnya periode Maret hingga April 2019. "Akibatnya alat berat turun mencapai 50% dibanding periode yang sama tahun lalu," ungkapnya. Padahal, margin alat berat menjadi penopang pendapatan IPCC dengan kontribusi menca

MGRO | Mahkota Group Akuisisi Pabrik Kelapa Sawit

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) PT Mahkota Group Tbk (MGRO), melalui anak usahanya, PT Berlian Inti Mekar akan mengakuisisi pabrik kelapa sawit di Sumatra Selatan. Nilai pembelian aset pabrik milik PT Mahkota Andalan Sawit ini mencapai Rp 120 miliar. Presiden Direktur Mahkota Group Usli Sarsi mengatakan, dana akuisisi berasal dari pinjaman bank oleh entitas anak. "Proses akuisisi diharapkan selesai sebelum akhir tahun ini sehingga nanti akan berkontribusi signifikan meningkatkan pendapatan dan laba sesuai target yang sudah ditentukan," ucap dia kepada KONTAN, Senin (23/9). Pabrik kelapa sawit yang akan diakuisisi ini memiliki kapasitas produksi mencapai 45 ton tandan buah segar per jam. Menurut Usli, akuisisi ini untuk menambah pasokan CPO demi mendukung pabrik refinery yang akan segera beroperasi. Mahkota Group tengah dalam tahap penyelesaian pembangunan refinery CPO di Dumai, Riau. Ini untuk memuluskan ekspansi bisnis

TPIA | Kinerja Jeblok, Chandra Asri Tetap Ekspansif

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan harga jual rata-rata ethylene (etilena) dan polyethylene (polietilena) berakibat pada kinerja PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sepanjang semester I-2019. Pendapatan Chandra Asri (TPIA) turun 18,1% menjadi US$ 1,05 miliar dari US$ 1,29 miliar. Ujung-ujungnya, laba bersih anak usaha PT Barito Pacific (BRPT) ini anjlok 71,43% menjadi US$ 32,92 juta. Penurunan penjualan Chandra Asri (TPIA) terjadi baik di pasar lokal maupun luar negeri dengan penurunan masing-masing 16,24% menjadi US$ 767,49 juta dan 23,08% menjadi US$ 280,17 juta (yoy). Sejatinya, volume penjualan Chandra Asri hanya turun tipis yakni 1.059 kiloton di semester I-2019 dari 1.067 kiloton di periode sama tahun lalu. Namun, harga produk etilena turun 10,97% menjadi US$ 828 per metrik ton pada kuartal II-2019 dari kuartal I 2019. Harga polietilena juta turun 4,12% menjadi US$1.094 per metrik ton pada periode April-Juni 2019. Tetap ekspansif Direktur SDM dan Urusan Korport

SILO | Siloam Ditargetkan Menjadi Penopang Bisnis Grup Lippo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup Lippo berharap kinerja sektor kesehatan menjadi penopang kinerja sepanjang tahun ini. Ini karena segmen properti grup Lippo tengah melempem. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), misalnya, di semester I-2019 merugi Rp 1,49 triliun dari sebelumnya untung Rp 485,55 miliar. Laba bersih PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) juga anjlok 89,71% menjadi Rp 210,04 miliar. Karena itu, Grup Lippo berharap pertumbuhan sektor kesehatan melalui entitas bisnisnya, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) bisa mencapai 15%-20% di tahun ini. Head of Public Realtion and Media Relation Siloam International Hospitals Jimmy Rambing mengaku, Siloam telah mendekati target. "Buktinya pertumbuhan pendapatan Siloam pada semester I-2019 19% secara year on year menjadi Rp 3,37 triliun," jelas dia kepada KONTAN. Di semester I-2019, Siloam mampu mencetak laba bersih Rp 10,61 miliar dari sebelumnya merugi Rp 21,34 miliar di semester I-2018. Jimmy mengklaim, kinerja merugi Rp 21,

Analisa Saham PWON dan ANTM

Saham PWON PWON membentuk pola bullish cup and handle. Pola ini menandakan bahwa jika PWON mampu menguat menembus resisten 695, PWON berpeluang melanjutkan uptrendnya.  Indicator teknikal MACD yang suda lebih dahulu bullish mendukung potensi uptrend PWON. Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 695 target 740-770. http://www.doktermarket.com/2019/09/pwon-menguji-resisten-bila-ditembus.html Saham ANTM ANTM mengakhiri uptrendnya yang telah berlangsung sejak bulan Mei lalu dengan membentuk pola bearish head and shoulders. Pola ini menandakan bahwa trend naik ANTM berisiko telah berakhir dan ANTM berbalik memasuki trend turun dengan target penurunan pertama di 900-925. Rekomendasi: Hindari. Sell kalau punya. Target pelemahan di 900-925 http://www.doktermarket.com/2019/09/antm-berbalik-arah.html

Analisa Saham WEGE dan GGRM

Saham WEGE Saham WEGE bergerak turun menguji area support level 314. Apabila gagal bertahan diatas support tersebut, terbuka peluang bagi saham ini untuk bergerak turun menuju target terdekat dikisaran 296-300. Apabila tekanan jual berlanjut, maka WEGE berpeluang menuju target selanjutnya dikisaran level 266-274. Indikator teknikal MACD yang bergerak turun di bawah centreline, mengindiasikan bahwa saham ini sedang bergerak negatif. Rekomendasi: Sell on rebound selama masih di bawah 340. Bagi yang belum punya hindari dulu. https://step-trader.com/2019/09/24/testing-support-level-wege-under-pressure/ Saham GGRM Posisi GGRM saat ini sangat tidak positif, dengan ruang fluktuasi yang sangat tinggi karena ketiadaan fase konsolidasi. Kami masih menilai trend saham ini bearish , dimana memiliki potensi penurunan menuju 44600 hingga 38600. Jika momentum penurunan disertai tekanan jual tinggi masih bertahan, maka bukan tidak mungkin saham ini mencapai 33050. Kalaupun menguat, anggap i

Analisa Saham CTRA, ITMG, WIKA dan WSKT

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Daily (Rp1.070) (RoE: 3,50%; PER: 33,78x; EPS: 31,88; PBV: 1,16x; Beta: 1,72). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-200 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.040-1.070, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.125, 1.260 dan 1.395. Support: Rp1.020. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Daily (Rp12.900) (RoE: 15,38%; PER: 6,96x; EPS: 1817,86; PBV: 1,10x; Beta: 1,69). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp12.100-12.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp13.300, 15.200 dan 17.650. Support: Rp11.900. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Daily (Rp1.945) (RoE: 9,76%; PER: 9,82x; EPS: 197,98; PBV: 0,96x; Beta: 1,8). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat po

Analisa Saham AALI, ADHI dan BMRI

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Daily (Rp10.425) (RoE: 0,46%; PER: 227,08x; EPS: 46,02; PBV: 1,05x; Beta: 1,06). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp10.350-10.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.650, 10.975, 11.700 dan 12.450. Support: Rp10.250 dan 10.050. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) Daily (Rp1.310) (RoE: 6,62%; PER: 10,97x; EPS: 119,44; PBV: 0,72x; Beta: 1,67). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.300-1.310, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.325, 1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.270. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Daily (Rp6.950) (RoE: 13,77%; PER: 11,78x; EPS: 585,74; PBV: 1,62x; Beta: 1,4). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish pin bar

Analisa Saham MDKA, GGRM dan LPKR

1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Pergerakan harga saham MDKA masih uptrend dengan berbagai indikator yang menunjukkan sinyal positif, terutama ADX, MACD, stochastic dan RSI. Namun, indikator Williams%R mulai menunjukkan sinyal overbought. Rekomendasi: Hold Support: Rp 6.100 Resistance: Rp 6.650 Muhammad Nafan Aji, Binaartha Parama Sekuritas 2. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Saham GGRM kembali membuat lower low level untuk melanjutkan fase bearish dan menguji support lower line bollinger. Rekomendasi: Sell Support: Rp 50.000 Resistance: Rp 51.200 Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas 3. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Muncul hammer candle dengan stochastic berada di area jenuh jual. Volume perdagangan meningkat meski RSI masih melemah. Saham LPKR sempat break lower bollinger band namun saat ini ditutup di atasnya. Rekomendasi: Buy on Weakness Support: Rp 230 Resistance: Rp 258 Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Saham Online di Facebook