BKSW | QNB RELOKASI KANTOR PUSAT DI JAKARTA GUNA PERKUAT POSISI USAHA
IQPlus, (25/09) - Perusahaan finansial QNB Group merelokasi kantor pusat di Jakarta, guna memperkuat posisi usaha pada bidang keuangan.
CEO PT Bank QNB Indonesia Tbk Stewart Hall mengatakan pemindahan kantor pusat ke lokasi yang lebih sentral ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk memperkuat posisi pada industri perbankan Indonesia serta memperluas jaringan dengan para nasabah dan mitra.
"Kami optimistis masa depan Indonesia dan melihat kesempatan besar di sini. Kami berupaya untuk dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan Indonesia, sejalan dengan komitmen kami untuk terus memperkuat keberadaan di pasar Indonesia," kata Stewart dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Sementara itu, Acting Group CEO QNB Group, Abdulla Mubarak Al-Khalifa, yang juga menghadiri peresmian tersebut mengatakan dengan adanya kantor baru dari QNB yang juga memiliki jaringan global, diharapkan dapat membuka jalan untuk memperkuat relasi perdagangan "Timur-Barat".
"Yakni relasi antara Indonesia, Timur Tengah dan Afrika dengan memperluas layanan perantara dan peluang wirausaha di bidang investasi dan perdagangan melalui solusi perbankan korporasi kami," kata Al-Khalifa.
QNB Group merupakan institusi finansial terbesar di Timur Tengah dan Afrika. Pada akhir Agustus lalu, PT Bank QNB Indonesia Tbk berhasil meraih peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) yang diberikan dengan meninjau kemampuan serta kinerja PT Bank QNB Indonesia Tbk dalam memberikan komitmen kuat terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang perusahaan.(end)
IPCC | IPCC Memangkas Target Pendapatan Menjadi 10%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Langkah PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) ke depan tampaknya tidak akan mudah.
Ini terlihat dari revisi target pendapatan 2019 akibat gejolak ekonomi global serta efeknya ke dalam negeri.
Chiefy Adi Kusmargono, Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk menyebut, tahun ini pihaknya membidik pertumbuhan pendapatan 10%.
Padahal, awal tahun lalu, emiten tersebut membidik pertumbuhan pendapatan 30%.
"Iya, kami turunkan karena kondisi ekonomi makro," ujarnya usai paparan publik, Selasa (24/9).
Ada tiga hajatan yang memengaruhi permintaan pasar. Tapi, faktor utama adalah pemilu serentak.
Efek pemilu membuat industri terkait dengan pembangunan infrastruktur dan pertambang memilih aksi wait and see, khususnya periode Maret hingga April 2019.
"Akibatnya alat berat turun mencapai 50% dibanding periode yang sama tahun lalu," ungkapnya.
Padahal, margin alat berat menjadi penopang pendapatan IPCC dengan kontribusi mencapai 40%.
Tak pelak, sepanjang semester satu tahun ini, IPCC mencatatkan penurunan pendapatan 8,62% menjadi Rp 228,7 miliar dari Rp 250,27 miliar.
Berdasarkan data internal perusahaan, jumlah bongkar muat atawa throughput sepanjang semester I-2019, hanya segmen completely build up (CBU) yang tumbuh 7,93%.
Adapun segmen truck & bus turun 17,02%, sparepart turun 27,92%, dan heavy equipment juga turun 36,48%.
Kerek tarif
Meski begitu, kata Chiefy, memasuki semester II tahun ini mulai ada pergerakan kembali dengan peningkatan volume bongkar muat.
Hanya, ia belum bersedia mengungkap peningkatan lantaran belum signifikan, akibat masih terdampak kuartal dua lalu.
Tapi "Kuartal IV nanti baru peak," ujar yakin.
Selain pergerakan peningkatan volume, IPCC juga berencana meningkatkan tarif.
Untuk pelabuhan internasional saat ini dikenakan tarif Rp 700.000 per kontainer. "Nantinya naik 15%," jelas Chiefy.
Sedangkan untuk pelabuhan domestik, tak ada kenaikan tarif lantaran IPCC baru menangani penuh seluruh kargo CBU, alat berat, bus atau truk, serta general cargo kapal milik PT Toyofuji Serasi Indonesia.
Alhasil, tarif untuk pelabuhan domestik saat ini di harga Rp 420.000 per kontainer.
Hanya, jika merujuk paket rangkaian bongkar muat perusahaan maka layanan paket bongkar muat dari sekitar 70% akan naik menjadi 85%.
"Industri terminal merupakan rangkaian ekosistem dengan produsen mobil, " ujar dia.
Alhasil, servis bongkar muat menjadi andalan.
Terkait upaya menjadi operator Patimban, IPCC hingga kini menyiapkan skema optimistis dengan menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai pelengkap usaha perseroan.
"Kami memang tertarik menjadi operator pelabuhan itu. Kami juga sudah kirim letter of interest ke Kementerian Perhubungan," ujar Chiefy.
MGRO | Mahkota Group Akuisisi Pabrik Kelapa Sawit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) PT Mahkota Group Tbk (MGRO), melalui anak usahanya, PT Berlian Inti Mekar akan mengakuisisi pabrik kelapa sawit di Sumatra Selatan. Nilai pembelian aset pabrik milik PT Mahkota Andalan Sawit ini mencapai Rp 120 miliar.
Presiden Direktur Mahkota Group Usli Sarsi mengatakan, dana akuisisi berasal dari pinjaman bank oleh entitas anak. "Proses akuisisi diharapkan selesai sebelum akhir tahun ini sehingga nanti akan berkontribusi signifikan meningkatkan pendapatan dan laba sesuai target yang sudah ditentukan," ucap dia kepada KONTAN, Senin (23/9).
Pabrik kelapa sawit yang akan diakuisisi ini memiliki kapasitas produksi mencapai 45 ton tandan buah segar per jam. Menurut Usli, akuisisi ini untuk menambah pasokan CPO demi mendukung pabrik refinery yang akan segera beroperasi.
Mahkota Group tengah dalam tahap penyelesaian pembangunan refinery CPO di Dumai, Riau. Ini untuk memuluskan ekspansi bisnis ke segmen hilir.
Pabrik refinery ini akan menghasilkan produk turunan CPO seperti olein atau minyak goreng, strearin bahan baku margarin atau oleochemical dengan kapasitas produksi minyak goreng 1.500 ton per hari.
Di samping itu, pembangunan pabrik kernel crushing akan mengolah inti sawit menjadi minyak inti sawit telah memasuki tahap akhir. Pabrik ini kelak akan mampu mengolah inti sawit sebanyak 400 ton per hari.
Sebelumnya KONTAN mencatat, tahun ini, MGRO menargetkan pendapatan naik 183% secara tahunan menjadi Rp 5,66 triliun. Pada 2018, MGRO mencatatkan pendapatan naik 13,6% menjadi Rp 2 triliun secara year on year (yoy).
Target agresif MGRO pada tahun ini didukung oleh kontribusi dari penjualan refinery yang diperkirakan mencapai 40% dari pendapatan.
Pada 2019 ini, MGRO juga bakal menggenjot target produksi CPO menjadi 203.308 ton. Angka ini naik 4,95% dari target 2018 yang sebesar 193.715 ton. Meskipun begitu, realisasi 2018 lebih tinggi dari target yakni sebanyak 219.149 ton.
TPIA | Kinerja Jeblok, Chandra Asri Tetap Ekspansif
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan harga jual rata-rata ethylene (etilena) dan polyethylene (polietilena) berakibat pada kinerja PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sepanjang semester I-2019.
Pendapatan Chandra Asri (TPIA) turun 18,1% menjadi US$ 1,05 miliar dari US$ 1,29 miliar. Ujung-ujungnya, laba bersih anak usaha PT Barito Pacific (BRPT) ini anjlok 71,43% menjadi US$ 32,92 juta.
Penurunan penjualan Chandra Asri (TPIA) terjadi baik di pasar lokal maupun luar negeri dengan penurunan masing-masing 16,24% menjadi US$ 767,49 juta dan 23,08% menjadi US$ 280,17 juta (yoy).
Sejatinya, volume penjualan Chandra Asri hanya turun tipis yakni 1.059 kiloton di semester I-2019 dari 1.067 kiloton di periode sama tahun lalu.
Namun, harga produk etilena turun 10,97% menjadi US$ 828 per metrik ton pada kuartal II-2019 dari kuartal I 2019. Harga polietilena juta turun 4,12% menjadi US$1.094 per metrik ton pada periode April-Juni 2019.
Tetap ekspansif
Direktur SDM dan Urusan Korportat Chandra Asri Suryandi mengatakan, secara global industri petrokimia mengalami kondisi serupa. Terutama penambahan kapasitas dan kontraksi dari sisi permintaan. "Kontraksi permintaan terjadi setelah perang dagang antara China dan AS," ujar dia.
Meski begitu, Chandra Asri yakin pertumbuhan permintaan produk petrokimia dari dalam negeri masih tinggi. Manajemen Chandra Asri menyebut, produksi dalam negeri saat ini hanya mencukupi sekitar 40%. Karena itu, Chandra Asri tetap ekspansi.
Sebagai contoh, TPIA akan meresmikan dua proyek pada Oktober 2019. Yakni proyek polietilena
baru berkapasitas 400 KTA dan pabrik baru polietolena dengan kapasitas 110 KTA. Pembangunan pabrik ini seiring keinginan pemerintah mengurangi tingkat impor polietilena.
Tahun depan, TPIA akan mengerjakan proyek MTBE dan pabrik Butene-1. Ditargetkan, kedua pabrik akan berproduksi komersil pada kuartal III-2020. Proyek ini menelan biaya investasi US$ 130,5 juta.
"Dari sisi financing sudah fully funded," ujar Suryandi. Setelah proyek ini beroperasi, kapasitas produksi TPIA bisa mencapai 4,2 juta ton dari posisi sekarang 3,9 juta ton.
Saat ini, pemeliharaan regular Turn-Around Maintenance (TAM) pada awal Agutus 2019 hampir selesai. TAM dilakukan untuk memastikan keadaan pabrik agar tetap menjamin produksi.
SILO | Siloam Ditargetkan Menjadi Penopang Bisnis Grup Lippo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grup Lippo berharap kinerja sektor kesehatan menjadi penopang kinerja sepanjang tahun ini. Ini karena segmen properti grup Lippo tengah melempem.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), misalnya, di semester I-2019 merugi Rp 1,49 triliun dari sebelumnya untung Rp 485,55 miliar. Laba bersih PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) juga anjlok 89,71% menjadi Rp 210,04 miliar.
Karena itu, Grup Lippo berharap pertumbuhan sektor kesehatan melalui entitas bisnisnya, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) bisa mencapai 15%-20% di tahun ini.
Head of Public Realtion and Media Relation Siloam International Hospitals Jimmy Rambing mengaku, Siloam telah mendekati target. "Buktinya pertumbuhan pendapatan Siloam pada semester I-2019 19% secara year on year menjadi Rp 3,37 triliun," jelas dia kepada KONTAN.
Di semester I-2019, Siloam mampu mencetak laba bersih Rp 10,61 miliar dari sebelumnya merugi Rp 21,34 miliar di semester I-2018. Jimmy mengklaim, kinerja merugi Rp 21,34 miliar di kuartal III-2019 semakin membaik.
Untuk menunjang kinerja, Jimmy bilang, Siloam memiliki tiga sumber pembayaran. Yakni BPJS, asuransi perusahaan, dan pembayaran secara tunai. Menurut dia, pertumbuhan volume pasien dan kontribusi pendapatan dari ketiga sumber pembayaran tersebut meningkat.
Pada semester I-2019, pendapatan Siloam dari pasien BPJS tumbuh 20% secara yoy. Sedangkan pendapatan dari pasien dengan pembayaran dengan uang pribadi serta pasien perusahaan dan asuransi masing-masing tumbuh 40% secara yoy.
Sepanjang semester I-2019, Siloam telah berinvestasi Rp 270 miliar. Belanja modal ini digunakan untuk ekspansi dan perawatan bangunan. Sebelumnya, Siloam berniat membuka lima hingga tujuh rumahsakit baru di tahun ini. Jimmy bilang, di semester I-2019 dua rumahsakit baru Siloam sudah buka yakni di Magelang dan Kelapa Dua, Tangerang.
Di semester II-2019, Siloam akan membangun rumahsakit lagi di Ambon, Pasar Baru Jakarta, Banjarmasin, Batu dan Tulungagung. Siloam juga berniat mengakuisisi rumahsakit. "Apabila kami menemukan rumahsakit yang cocok serta mempunyai model bisnis yang kuat," ujar Jimmy.
Analisa Saham PWON dan ANTM
Saham PWON
PWON membentuk pola bullish cup and handle. Pola ini menandakan bahwa jika PWON mampu menguat menembus resisten 695, PWON berpeluang melanjutkan uptrendnya. Indicator teknikal MACD yang suda lebih dahulu bullish mendukung potensi uptrend PWON.Rekomendasi: Trading buy kalau naik di atas 695 target 740-770.
http://www.doktermarket.com/2019/09/pwon-menguji-resisten-bila-ditembus.html
Saham ANTM
ANTM mengakhiri uptrendnya yang telah berlangsung sejak bulan Mei lalu dengan membentuk pola bearish head and shoulders. Pola ini menandakan bahwa trend naik ANTM berisiko telah berakhir dan ANTM berbalik memasuki trend turun dengan target penurunan pertama di 900-925.Rekomendasi: Hindari. Sell kalau punya. Target pelemahan di 900-925
http://www.doktermarket.com/2019/09/antm-berbalik-arah.html
Analisa Saham WEGE dan GGRM
Saham WEGE
Saham WEGE bergerak turun menguji area support level 314. Apabila gagal bertahan diatas support tersebut, terbuka peluang bagi saham ini untuk bergerak turun menuju target terdekat dikisaran 296-300. Apabila tekanan jual berlanjut, maka WEGE berpeluang menuju target selanjutnya dikisaran level 266-274. Indikator teknikal MACD yang bergerak turun di bawah centreline, mengindiasikan bahwa saham ini sedang bergerak negatif.Rekomendasi: Sell on rebound selama masih di bawah 340. Bagi yang belum punya hindari dulu.
https://step-trader.com/2019/09/24/testing-support-level-wege-under-pressure/
Saham GGRM
Posisi GGRM saat ini sangat tidak positif, dengan ruang fluktuasi yang sangat tinggi karena ketiadaan fase konsolidasi. Kami masih menilai trend saham ini bearish , dimana memiliki potensi penurunan menuju 44600 hingga 38600. Jika momentum penurunan disertai tekanan jual tinggi masih bertahan, maka bukan tidak mungkin saham ini mencapai 33050. Kalaupun menguat, anggap ini hanya technical rebound dalam fase tren turun.Rekomendasi: Sell on rebound. Hindari hingga ada konsolidasi signifikan.
https://galerisaham.com/ggrm-strong-downtrend-menuju/
Analisa Saham CTRA, ITMG, WIKA dan WSKT
PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
Daily (Rp1.070) (RoE: 3,50%; PER: 33,78x; EPS: 31,88; PBV: 1,16x; Beta: 1,72). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-200 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.040-1.070, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.125, 1.260 dan 1.395. Support: Rp1.020.PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Daily (Rp12.900) (RoE: 15,38%; PER: 6,96x; EPS: 1817,86; PBV: 1,10x; Beta: 1,69). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp12.100-12.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp13.300, 15.200 dan 17.650. Support: Rp11.900.PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
Daily (Rp1.945) (RoE: 9,76%; PER: 9,82x; EPS: 197,98; PBV: 0,96x; Beta: 1,8). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.925-1.950, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.040 dan 2.110. Support: Rp1.890.PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
Daily (Rp1.585) (RoE: 6,80%; PER: 10,80x; EPS: 146,74; PBV: 0,73x; Beta: 1,66). Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stumulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.560-1.590, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.620, 1.825, 2.030 dan 2.240. Support: Rp1.510.PT Binartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Analisa Saham AALI, ADHI dan BMRI
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
Daily (Rp10.425) (RoE: 0,46%; PER: 227,08x; EPS: 46,02; PBV: 1,05x; Beta: 1,06). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp10.350-10.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.650, 10.975, 11.700 dan 12.450. Support: Rp10.250 dan 10.050.PT Adhi Karya Tbk (ADHI)
Daily (Rp1.310) (RoE: 6,62%; PER: 10,97x; EPS: 119,44; PBV: 0,72x; Beta: 1,67). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.300-1.310, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.325, 1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.270.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Daily (Rp6.950) (RoE: 13,77%; PER: 11,78x; EPS: 585,74; PBV: 1,62x; Beta: 1,4). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp6.800-7.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.150, 7.425, 8.050 dan 8.650. Support: Rp6.800 dan 6.650.PT Binartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Analisa Saham MDKA, GGRM dan LPKR
1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Pergerakan harga saham MDKA masih uptrend dengan berbagai indikator yang menunjukkan sinyal positif, terutama ADX, MACD, stochastic dan RSI. Namun, indikator Williams%R mulai menunjukkan sinyal overbought.
Rekomendasi: Hold
Support: Rp 6.100
Resistance: Rp 6.650
Muhammad Nafan Aji, Binaartha Parama Sekuritas
2. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
Saham GGRM kembali membuat lower low level untuk melanjutkan fase bearish dan menguji support lower line bollinger.
Rekomendasi: Sell
Support: Rp 50.000
Resistance: Rp 51.200
Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas
3. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
Muncul hammer candle dengan stochastic berada di area jenuh jual. Volume perdagangan meningkat meski RSI masih melemah. Saham LPKR sempat break lower bollinger band namun saat ini ditutup di atasnya.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 230
Resistance: Rp 258
Achmad Yaki, BCA Sekuritas
Langganan:
Postingan (Atom)









