ISAT | INDOSAT OOREDOO-GOOGLE LUNCURKAN FITUR BARU



IQPlus, (04/07) - Indosat Ooredoo bersama Google meluncurkan Mobile Data Plan (MDP) sebuah fitur yang ditanamkan dalam sistem operasi Android sehingga memungkinkan pelanggan memiliki pengalaman lebih baik mengelola penggunaan kuota internet, mengetahui informasi saldo, informasi paket data dan pembelian paket tanpa harus install aplikasi.

Fitur MDP meningkatkan pengalaman pelanggan untuk cek dan beli paket data super gampang. Pembelian paket data melalui MDP menggunakan pulsa bagi pelanggan prabayar, sedangkan pelanggan pascabayar akan ditagihkan pada tagihan bulanan pelanggan.

.Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, perusahaan selalu berupaya untuk berinovasi memberikan produk dan layanan terbaik," Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha kepada pers saat acara peluncuran produk baru itu di Jakarta, Rabu.

Dikatakan, melalui IM3 Ooredoo, pihaknya terus memberikan transformasi digital kolaborasi dengan raksasa teknologi, Google meluncurkan MDP yang memudahkan pelanggan mengelola dan membeli paket data super gampang langsung dari ponsel Android mereka.

Dengan fitur MDP pelanggan akan mudah untuk update status di media sosial, streaming lagu atau video, YouTube-an hingga cari info apapun di internet tanpa perlu khawatir kuota internet habis, karena di MDP semua jadi mudah.

Mahir Sahin, Director Android Partnerships, South East Asia and South Asia, Google mengatakan, "Google bekerjasama erat dengan Indosat Ooredoo sebagai mitra penting untuk memberikan pengalaman terbaik di platform Android.

"Kami ingin membantu pengguna melakukan hal sehari-hari dengan sangat lancar, contohnya adalah kolaborasi Mobile Data Plan API ini, yang memungkinkan pelanggan mengontrol kuota dan membeli paket data dengan Super Gampang," kata Mahir. (end)

KRAS | Krakatau Steel Memasok Pipa Proyek Pelabuhan Tanjung Jetty



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ketatnya proses restrukturisasi utang, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berupaya memaksimalkan kinerja anak usaha. Kali ini, Krakatau Steel mendukung pengembangan Pelabuhan Tanjung Jetty Emas yang dikelola PT Pelindo III.

Melalui anak usahanya, PT KHI Pipe Industries (KHI), Krakatau Steel melaksanakan pengiriman perdana pipa proyek pengembangan Dermaga Pelabuhan Tanjung Jetty Emas, Senin (2/7) lalu.

Pengembangan Dermaga Pelabuhan Jetty Emas milik (Pelindo III) adalah proyek sinergi empat BUMN. Selain Pelindo, perusahaan pelat merah yang terlibat adalah PT Hutama Karya sebagai kontraktor, KRAS melalui KHI menyuplai pipa konstruksi dan PT Bhanda Graha Reksa sebagai transporter.

Pada proyek pengembangan dermaga ini, dimensi terminal seluas 38 x 300 meter ditinggikan 2,1 meter low water spring (LWS). Proyek ini agar dermaga yang semula untuk general cargo bisa menjadi dermaga peti kemas.

KHI Pipe Industries menyuplai pipa dengan spesifikasi ASTM A252 untuk konstruksi dermaga pelabuhan Tanjung Emas dengan total order mencapai 7.300 ton. Pipa dengan diameter bervariasi antara 32–47 inci dan panjang masing-masing 12 meter ini menggunakan aplikasi coating (pelapisan anti korosi), 3LPE (three layer polyethylene) dan varnish.

Seluruh bahan baku berupa hot rolled coil (HRC) yang digunakan dalam proses pembuatan pipa tersebut berasal dari hasil produksi sang induk, Krakatau Steel.

Direktur Utama PT KHI Pipe Industries, Jati Santiono, mengemukakan Krakatau Steel bersama anak usaha akan selalu berupaya mendukung pembangunan infrastruktur dalam negeri yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa. Dia mengklaim, produk Krakatau Steel dan turunannya memiliki kualitas yang mampu memenuhi spesifikasi untuk mendukung konstruksi pembangunan. Kami berharap sinergi BUMN yang meliputi Hutama Karya, Krakatau Steel dan Bhanda Graha Reksa dapat mengembangkan industri baja dalam negeri sebagai mother of industries, ungkap dia dalam keterangan pers, Rabu (3/7).

Jati juga menyatakan, pihaknya akan menyelesaikan pengiriman pipa tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas produk dalam setiap proyek yang dijalankan.

KHI Pipe Industries berkedudukan di Cilegon dan beroperasi sejak tahun 1973. KRAS menguasai 100% saham KHI Pipe Industries.

Selain proyek pelabuhan, belum lama ini KRAS melalui anak usahanya PT Krakatau Tirta Industri (KTI) menggandeng PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membangun fasilitas pengolahan air laut untuk kebutuhan air industri. Proyek ini akan memiliki kapasitas produksi 800 liter-1.000 liter per second (lps) dengan nilai proyek hampir Rp 1,5 triliun.

WIKA | Wijaya Karya Genjot Investasi Semester II/2019



Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. akan menggenjot serapan belanja modal pada semester II/2019.

Mahendra Vijaya, Corporate Secretary Wijaya Karya mengungkapkan realisasi serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan belum mencapai Rp1 triliun sampai dengan Mei 2019.

Kondisi itu menurutnya disebabkan masih banyak produksi dari carry over kontrak tahun lalu yang harus dihabiskan.

“Setelah ini [semester II/2019] pasti akan banyak proyek yang di-bidding dan didapatkan secara investasi. Jadi, pasti capex akan mengalir," ujarnya di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Selain itu, lanjutnya, banyak proyek investasi yang didapatkan akhir 2018. Dengan demikian, saat ini masih dilakukan proses desain.

“Setelah desain selesai, kemudian procurement jalan, serapan capex akan jalan dengan target sekitar Rp15 triliun tahun ini," jelasnya.

Direktur Human Capital dan Pengembangan Wijaya Karya Novel Arsyad mengungkapkan bahwa investasi yang sudah dilakukan di area infrastruktur yakni tol Semarang—Demak.

Sementara itu, perseroan juga melakukan investasi di beberapa proyek properti salah satunya Grand Inna Bali Beach.

“Semester II/2019 dalam proses Sarinah Thamrin, akuisisi beberapa pembangkit listrik, dan dengan PT Aneka Tambang Tbk. di Feni Halmahera Timur serta beberapa lain yang sedang berjalan," paparnya.

Pada 2019, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru Rp61,74 triliun. Kontribusi diproyeksikan berasal dari sektor swasta sebesar 29,73%, BUMN/BUMD sebesar 29,62%, investasi yang dilakukan perseroan sebesar 24,17%, dan pemerintah sebesar 16,48%.

Dari situ, WIKA membidik penjualan Rp42,13 triliun dan laba bersih Rp3,01 triliun pada 2019.

Pada kuartal I/2019, WIKA membukukan pendapatan Rp6,50 triliun. Realisasi itu tumbuh 4% dari Rp6,25 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari situ, perseroan mengantongi laba bersih Rp285,89 miliar per akhir Maret 2019. Pencapaian itu naik 66,98% dari Rp171,21 miliar pada kuartal I/2018.

Berdasarkan laporan manajemen, WIKA telah mengantongi kontrak baru Rp13,9 triliun sampai dengan pertengahan Juni 2019. Realisasi itu setara dengan 22,51% dari target Rp61,74 triliun tahun ini.

PPRO | OBLIGASI PPRO KELEBIHAN PERMINTAAN 4,58 KALI



IQPlus, (04/07) - Pengembang properti terkemuka di Tanah Air, PT PP Properti Tbk (PPRO) menawarkan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap III sebesar Rp. 534,5 miliar dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 4,58 kali. Nilai penawaran yang masuk mencapai Rp.2,45triliun, lebih tinggi dari target perusahaan sebesar Rp534,5 Miliar. Penerbitan Obligasi ini menjadi bukti bahwa para investor memiliki apresiasi yang cukup tinggi terhadap PP Properti.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan .Keberhasilan Penerbitan Obligasi ini tidak luput dari pemilihan timing yang tepat..

"Momentum ini didukung kenaikan Peringkat indonesia, insentif Pemerintah dan banyaknya obligasi yang jatuh tempo sehingga menambah demand, serta posisi keuangan perseroan yang tetap tumbuh, dapat dilihat Penerbitan Obligasi ini mendapat peringkat BBB+ (triple B plus) dari Fitch Ratings atau termasuk Investment Grade," tambah Taufik.

Penawaran Obligasi tersebut merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I PP Properti dengan jumlah pokok senilai Rp2 triliun, penawaran Awal pada tahap I mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan Pada tanggal 28 juni 2018. Saat ini, penawaran Obligasi Berkelanjutan Tahap III tahun 2019 ditawarkan kupon sebesar 11% dengan tenor 3 (tiga) tahun. Hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk refinancing 56,27%, investasi 21% dan modal kerja perseroan 22,73%.

"Penerbitan Obligasi ini menjadi salah satu strategi PPRO untuk mengamankan pendanaan Jangka Panjang agar bisa mengejar target pertumbuhan bisnis ditahun ini," Tutup Taufik. (end)

BKSL | Sentul City Terlambat Serah Terimakan Unit Properti ke Konsumen



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sentul City Tbk sedang berupaya merampungkan sejumlah proyek di kawasan central business district (CBD) Sentul City. Pengembang properti itu harus kerja lebih keras lantaran ada proyek yang sudah molor dari jadwal awal serah-terima kepada konsumen.

Semula, Sentul City menjanjikan serah-terima sebuah proyek apartemen pada Desember 2018. Namun, perusahan berkode saham BKSL di Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan, serah-terima baru akan terjadi pada Desember 2019.

Manajemen Sentul City mengaku, faktor ekonomi global dan domestik menjadi tantangan besar bagi bisnis yang dijalankan. "Serta proyek ini memang butuh dana yang besar, baik dari pihak mitra maupun outsourcing," ungkap Alfian Mujani, Head of Corporate Communications PT Sentul City Tbk kepada KONTAN, Rabu (3/7).

Menghadapi keterlambatan tersebut, Sentul City menyatakan tak punya pilihan selain memacu penyelesaian proyek. Namun sambil jalan, perusahaan tersebut berniat mencari investor baru demi mendapatkan suntikan modal. Pilihannya adalah investor yang lebih fleksibel dalam mengenakan beban biaya dan bunga.

Asal tahu, luas area pengembangan kawasan CBD Sentul City mencapai 7,8 hektare (ha). Salah satu proyek di dalamnya adalah superblok Centerra. Proyek lain seperti Mall Aeon, Apartemen Vedura, Apartemen Saffron Noble Residence, Apartemen Opus Park Towers, gedung perkantoran dan kondotel.

Apartemen Opus Park adalah proyek patungan antara Sentul City dengan Sumitomo Corporation dan Haankyu Hanshin Properties dengan harga jual Rp 750 juta-Rp 3,2 miliar per unit. Target penyelesaian kuartal IV 2019. "Opus Park itu juga harusnya sudah selesai," kata Alfian.

Sementara Mall Aeon adalah senjata Sentul City untuk memikat pasar. Mereka mengincar 18 juta pengunjung per tahun dari operasional pusat perbelanjaan itu. Informasi saja, nilai investasinya mencapai US$ 124 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun.

Tahun ini, Sentul City membidik pertumbuhan pendapatan 10%–15%. Mereka mengandalkan penjualan apartemen dan perumahan di Sentul City. Sebagai perbandingan, pendapatan bersih tahun lalu turun 18,52% year on year (yoy) menjadi Rp 1,32 triliun. Penjualan lahan siap bangun, rumah, hunian, ruko dan apartemen menjadi penyumbang terbesar, yakni hingga Rp 1,12 triliun.

Menanti efek Bogor Utara

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pada Juni tahun ini mengungkapkan rencana pemindahan pusat perekonomian Bogor ke wilayah Bogor Utara. Kebijakan bersifat zonasi wilayah tersebut bertujuan memperbaiki tata kota. Sejauh ini, Pemerintah Kota Bogor masih mematangkan rencana tersebut.

Meskipun belum terealisasi, kabar itu menjadi angin segar bagi PT Sentul City Tbk. "Ini artinya akan ada potensi market properti yang cukup besar bagi kami," ujar Alfian .

Asal tahu, Sentul City memiliki proyek CDB seluas 7,8 hektare (ha) di Bogor bagian Utara. Proyek lain yang sedang mereka kembangkan seperti apartemen Opus Park seharga Rp 17 juta per meter persegi (m²). Proyek hunian bertingkat tersebut merupakan kongsi dengan Sumitomo Corporation dan Haankyu Hanshin Properties. Adapun Bogor Utara sudah terkoneksi dengan jalan tol. Selanjutnya, bakal menyusul transportasi kereta ringan alias LRT.

SSIA | Alasan Surya Semesta Belum Bergabung dengan BUMN Kembangkan Kawasan Industri


Bisnis.com, JAKARTA--Emiten lahan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) belum berencana untuk bergabung dengan konsorsium BUMN untuk mengembangkan kawasan industri.

Head of Investor Relation SSIA Erlin Budiman mengungkapkan bahwa saat ini perseroan akan tetap memasarkan kawasan industri yang dimiliki. Sampai dengan saat ini, luas lahan yang sudah dikuasai di Subang mencapai 1.100 ha.

"Kami belum ada rencana bergabung dengan BUMN," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (3/7/2019).

Dalam kesempatan sebelumnya, SSIA menargetkan harga jual lahan Kawasan Industri Subang sekitar US$100/m2, di mana lahan tersebut akan dipasarkan pada pertengahan 2020.

Harga lahan di Subang mengacu pada di Karawang yang sudah mencapai US$170/m2.

Baru-baru ini, SSIA juga melakukan pelepasan aset real estat di Suryacipta Karawang fase ke-4 dengan potensi pendapatan sebesar Rp325 miliar.

Dengan pelepasan aset di Karawang, SSIA dapat memperkuat posisi perseroan dan fokus di Subang Industrial Township.

Pada tahun ini, SSIA juga mengalokasikan belanja modal senilai Rp770 miliar. Capex tersebut akan digunakan untuk membebaskan lahan untuk proyek di Subang atau 40 km dari proyek Patimban. Adapun luas lahan yang akan dibebaskan di Subang mencapai 160 ha.

Selain fokus menggarap lahan industri di Subang, kini SSIA juga tengah menunggu panggilan tender untuk proyek Tol Patimban. Perseroan tengah melakukan kajian pendanaan, termasuk dari pemerintah Jepang.

Analisa Saham UNTR dan TLKM

Analisa Saham UNTR dan TLKM


(Baca juga: Stoploss Dalam Saham)

UNTR
Saham UNTR telah berhasil break out dan menembus ke atas resistance kuat di level 28.000. Penembusan tersebut telah mengakhiri konsolidasinya dan saat ini UNTR mulai bergerak dalam tren naik. Indikator teknikal MACD bergerak naik diatas centerline, mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak positif.  Apabila UNTR dapat terus bertahan diatas level 28.000 yang saat ini menjadi supportnya, terbuka potensi bagi saham ini untuk bergerak naik menuju target terdekat di 29.750, dengan target selanjutnya di level 31.100.

Rekomendasi: Buy on weakness selama bertahan diatas level 28.000. Batasi resiko jika kembali bergerak turun dan close di bawah level 27.800.

TLKM
Saham TLKM berhasil menembus resistance kuat area konsolidasinya di 4110 dan bergerak naik mencapai target terdekat di level 4200 sesuai prediksi kami. Selama TLKM mampu bertahan diatas level 4090, terbuka peluang bagi saham ini untuk terus melanjutkan penguatannya menuju target selanjutnya di level 4450. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik diatas centreline mengindikasikan bahwa saham ini masih bergerak dalam tren naik (bullish).

Rekomendasi: Hold & let yout profit run. Trailing profit jika kembali turun dan gagal bertahan di 4090.

Sumber:
Steptrader

Analisa Saham FREN, CTRA dan WEGE

Analisa Saham FREN, CTRA dan WEGE



Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Juli 4, 2019)
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,362.62 (-0.35%), consolidation, trading range 6,330 – ,6,396. Indikator MFI optimized dan indikator W%R  optimized akan menguji support trend line. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  masih cenderung naik. Daily resistance terdekat di 6,396 dan support di 6,330. Cut loss level di 6,316.

FREN Daily, 314 (+0.0%), trading buy, trading range 302 – 322 . Indikator MFI optimized dan indicator RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support 302 dan resistance di 322. Cut loss level di 300.

CTRA Daily, 1,130 (-1.74%), buy on weakness, trading range 1,110 – 1,170.  Indikator MFI optimized dan W%R optimized masih akan menguji support trendline. Daily  support  di 1,110 sementara itu daily resistance  di 1,170. Cut loss level di 1,100.

WEGE Daily, 346 (+1.17%), buy on weakness, trading range 336 – 354. Indikator MFI optimized dan indkator W%R optimized masih coba bergerak naik. Perkiraan daily support di 336 dan daily resistance di 352. Cut loss level di 334.

Rekomendasi Saham BCA Sekuritas | 4 Juli 2019


(Baca juga: Pola Akumulasi Saham)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (4/7) diprediksi mampu berbalik arah dari penutupan perdagangan hari ini (3/7) yang terparkir di zona merah. Bakal munculnya beberapa sentimen positif dari domestik besok, diharapkan bisa menjadi amunisi bagi IHSG melaju di zona hijau.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (3/7), IHSG turun 0,35% ke 6.362,62. Investor asing juga mencatatkan net sell sebanyak Rp 504,48 miliar di seluruh pasar.

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki optimistis, setelah melalui hari yang panjang dan berada di zona merah, IHSG besok berpotensi untuk rebound atau kembali menguat. Adapun sentimen yang bakal mendukung penguatan besok, sebagian besar datang dari domestik.

"IHSG berpotensi rebound, karena penguatan nilai tukar rupiah dan menjelang earning result semester II-2019. Selain itu, juga karena penguatan beberapa komoditas energi," kata Yaki kepada Kontan.co.id, Rabu (3/7).

Yaki memperkirakan, IHSG cenderung akan menguat dengan rentang support 6.310 dan resistance berada di level 6.415. Adapun saham yang direkomendasikan BCA Sekuritas untuk trading besok antara lain BBNI, JPFA, UNVR, HMSP, BIPI, dan WEGE.

Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas | 4 Juli 2019


(Baca juga: Pola Distribusi Saham)

Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali mengalami tekanan akibat aksi profit taking, setelah kemarin berbalik melemah sebesar 0,35 persen ke level 6.362.
Menurut analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, laju IHSG yang melemah secara teknikal telah tergambar pasca pergerakannya tidak mampu break out resistance bearish trend line dan upper bollinger bands.
Dia mengatakan, IHSG break out support Moving Average 5 hari (MA5) yang cenderung bergerak negatif mengiringi pola dead-cross indikator stochastic dan RSI yang bearish reversal. "Kami memproyeksikan IHSG akan mengalami tekanan aksi jual dengan kisaran support resistance 6.294-6.365," katanya di Jakarta, Kamis (4/7).l
Lanjar menyebutkan, pada perdagangan kemarin mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah, tercermin dari penurunan indeks Nikkei (-0,53 persen), TOPIX (-0,65 persen), Hangseng (-0,07 persen) dan Shanghai (-1,11 persen). Sedangkan, IHSG ditutup melemah 0,35 persen ke level 6.362.
Dengan demikian, jelas dia, potensi penurunan lanjutan pada laju IHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi saham CPIN, PBID, BBTN, GGRM, HMSP, TBIG, BIRD, MNCN, RALS dan AKRA.

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 4 Juli 2019



Ipotnews - Pada perdagangan hari ini pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berpeluang untuk berbalik arah menguat, setelah kemarin ditutup terkoreksi wajar sebesar 0,35 persen ke level 6.362.
"Pola pergerakan IHSG masih menunjukkan pola uptrend jangka panjang," kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya di Jakarta, Kamis (4/7).
Bahkan, kata William, potensi kebaikan masih akan terjadi pada pergerakan IHSG di perdagangan hari ini. "Potensi kenaikan IHSG masih akan terlihat hari ini," ucapnya.
Dia menambahkan, tekanan aksi jual mulai terbatas yang tercermin dari kekuatan IHSG yang mampu bertahan di atas level support. "Level support yang sudah teruji terlihat cukup kuat dipertahankan," ujar William.
Lebih lanjut William menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.257, sedangkan target reaiaten terdekat yang berusaha ditembus ada pada posisi 6.488. "Hari ini IHSG berpotensi menguat," tegasnya.
Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG di perdagangan hari ini patut disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi saham AKRA, PWON, ASRI, SMRA, CTRA, WSBP, WTON, ADHI dan WIKA.

Analisa Saham BBCA, CPIN, JPFA dan KBLI

Analisa Saham BBCA, CPIN, JPFA dan KBLI



BBCA
Menguji resistance pada 30000, tren menuju uptrend lanjutan jika breakout.
Rekomendasi: buy on breakout 30000, TP 31000 s/d 32300, stop loss <29000 .="" p="">
CPIN
Membentuk pola double bottom dengan neckline pada 5200.
Rekomendasi: buy on breakout 5200, TP 6000, stop loss 4250.

JPFA
Membentuk pola higher low dengan resistance pada MA60 (1585).
Rekomendasi: buy 1570 s/d 1585, TP 1600 s/d 1650, stop loss <1500 .="" p="">
KBLI
Menyentuh resistance, namun trend masih menguat.
Rekomendasi: sell on strenght, re-entry pada support 580 dengan TP 700.

Panin Sekuritas

Analisa Saham ICBP, BEST dan AKRA

Analisa Saham ICBP, BEST dan AKRA




ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 10.275 kemudian 10.425 dengan support di level 10.000, cut loss jika break 9.850.
BEST (Buy) : Target kenaikan harga pada level 312 kemudian 318 dengan support di level 300, cut loss jika break 294.
AKRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.280 kemudian 4.370 dengan support di level 4.100, cut loss jika break 4.010.
Full report bisa diakses di : ipot

Analisa Saham ASII, PGAS, INDF dan SMRA

Analisa Saham ASII, PGAS, INDF dan SMRA



1. ASII dengan target profit taking di kisaran Rp7.575-7.775 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp7.275 dan Rp7.175, disarankan cut-loss pada posisi Rp7.075.
2. PGAS dengan target profit taking di kisaran Rp2.250-2.350 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp2.050 dan Rp1.950, disarankan cut-loss pada posisi Rp1.850.
3. INDF dengan target profit taking di kisaran Rp7.275-7.375-7.575 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp7.025 dan Rp6.925, disarankan cut-loss pada posisi Rp6.825.
4. SMRA dengan target profit taking di kisaran Rp1.295-1.395 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.155 dan Rp1.115, disarankan cut-loss pada poosisi Rp1.065.

PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko

Analisa Saham TINS, TRAM dan WSBP

Analisa Saham TINS, TRAM dan WSBP



1. TINS, Daily (1035) (RoE: 8.15%; PER: 14.48x; EPS: 71.81; PBV: 1.19x; Beta: 1.51):* Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada area level 1010 - 1040, dengan target harga secara bertahap di level 1100, 1240, 1560 dan 1875. Support: 1000 & 920.
2. TRAM, Daily (119) (RoE: 1.75%; PER: 63.30x; EPS: 1.88; PBV: 1.10x; Beta: 0.76):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 117 - 119, dengan target harga secara bertahap di level 121, 134, 147 dan 160. Support: 114 & 108.
3. WSBP, Daily (396) (RoE: 13.88%; PER: 9.07x; EPS: 44.12; PBV: 1.26x; Beta: N/A):* Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10, 20 dan 120 sehingga peluang terjadinya pullback terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada area level 392 - 398, dengan target harga secara bertahap di level 408, 434, 498 dan 560. Support: 386 & 370.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham ASII, BBTN dan ITMG

Analisa Saham ASII, BBTN dan ITMG



1. ASII, Daily (7275) (RoE: 11.31%; PER: 14.08x; EPS: 515.08; PBV: 1.59x; Beta: 1.54):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada area level 7200 - 7300, dengan target harga secara bertahap di level 7400 dan 7700. Support: 7150 & 7050.
2. BBTN, Daily (2450) (RoE: 11.54%; PER: 8.89x; EPS: 275.48; PBV: 1.02x; Beta: 1.79):* Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada area 2440 - 2460, dengan target harga secara bertahap di level 2560, 2710, 3060 dan 3410. Support: 2440 & 2360.
3. ITMG, Daily (17275) (RoE: 18.01%; PER: 8.40x; EPS: 2056.56; PBV: 1.55x; Beta: 1.65):* Terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada area 17200 - 17300, dengan target harga secara bertahap di level 17950, 18600 dan 19250. Support: 16650.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham KBLI, BJBR dan MEDC

Analisa Saham KBLI, BJBR dan MEDC



1. PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI)

Pergerakan harga saham KBLI berada dalam pertimbangan munculnya dark cloud cover candle. Kondisi ini diikuti dengan posisi RSI yang melemah dan indikator stochastic berada di area death cross. Disusul pula, adanya penurunan volume perdagangan.

Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 580
Resistance: Rp 645
Achamad Yaki, BCA Sekuritas


2. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)

Saham BJBR diperkirakan masih rawan terkoreksi dan kembali menuju area Rp 1.620 hingga Rp 1.650 per saham, untuk membentuk wave [b] dari wave B. Hal ini juga terlihat dari indikator stochastic yang mulai menurun. Sedangkan kalau dilihat dari indikator RSI sudah mulai menunjukkan penurunan. Adapun untuk moving average (MA) dan MACD masih di area tanggung atau netral.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 1.640
Resistance: Rp 1.730
Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas


3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Pergerakan harga saham INKP dilihat dari indikator stochastic sudah berada di level 80, atau sudah berada di area bullish, sedangkan indikator MACD berada di area sideway. Sementara itu, candle stick di antara garis atas dan garis tengah bolinger band.

Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 790
Resistance: Rp 900.
Kiswoyo Adi Joe, Narada Aset Management