3 Faktor Mempengaruhi Strategi Investasi di Pasar Modal

3 Faktor Mempengaruhi Strategi Investasi di Pasar Modal

(Baca juga: Pengertian Investasi)

Setelah Anda memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus terlebih dahulu memahami mengapa Anda berinvestasi sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi. Anda harus memiliki alasan atau tujuan atau kekuatan pendorong di balik tindakan Anda. Jika Anda memiliki kekuatan pendorong yang Anda yakini, akan jauh lebih sulit bagi seseorang atau situasi untuk keluar dari jalur Anda.

Sepanjang jangka waktu investasi Anda, akan ada banyak hal yang mencoba menjauhkan Anda dari jalur Anda, dan kemampuan Anda untuk tetap berada di jalur yang pada akhirnya akan menentukan kesuksesan atau kegagalan Anda. Sebelum Anda benar-benar mulai berinvestasi, berikut adalah tiga faktor yang perlu dipertimbangkan ketika menentukan dorongan Anda untuk berinvestasi:

Ketahui Kerangka Waktu Anda - Time Frame


Mengetahui kerangka waktu untuk investasi Anda adalah kunci untuk menemukan investasi yang tepat untuk diterapkan. Dengan memahami alasan Anda berinvestasi, Anda dapat mulai bekerja mundur untuk apa Anda berinvestasi.

Misalnya, jika Anda menabung dan berinvestasi untuk masa pensiun dan saat ini berusia 30-an, Anda punya banyak waktu untuk mencapai tujuan Anda. Anda tidak perlu khawatir dengan fluktuasi pasar jangka pendek. Memiliki kerangka waktu yang panjang untuk mencapai tujuan Anda memungkinkan Anda untuk lebih agresif dengan investasi Anda.

Jika Anda berusia 30 tahun dan ingin membeli rumah dalam tiga tahun ke depan, kerangka waktu Anda untuk berinvestasi harus jauh lebih pendek daripada dalam contoh sebelumnya. Anda harus lebih bijaksana dengan uang yang Anda tabung untuk tujuan ini dan mungkin tidak boleh mengambil terlalu banyak risiko.

Ada orang menjual sebuah rumah dan ingin menginvestasikan hasilnya, jadi mereka bertanya apa yang harus diinvestasikan. Mereka memiliki beberapa rekomendasi dari orang lain yang berinvestasi dalam bermacam-macam barang dan meminta saran. Sebelum memberi mereka rekomendasi, pertama-tama perlu bertanya kepada mereka apa tujuan mereka dengan uang yang mereka investasikan.

Mereka mengatakan bahwa mereka ingin membeli rumah lain dalam dua hingga tiga tahun ke depan dan ingin menggunakan uang itu sebagai uang muka. Mereka berharap untuk menumbuhkan uang sedikit sebelum melakukannya. Karena mereka membutuhkan uang dalam dua hingga tiga tahun ke depan, ini bukan uang yang bisa mereka gunakan untuk menanggung kerugian besar. Lalu akhirnya memutuskan itu bukan keputusan yang baik untuk mengambil banyak risiko dengan uang ini.

Sekarang, bayangkan jika kita telah menginvestasikan uang itu dalam beberapa jenis investasi berisiko. Akan ada potensi kenaikan, tetapi bagaimana jika investasi mengalami penurunan selama dua tahun ke depan dan mereka kehilangan 20%, 30%, atau bahkan 40% dari uang mereka? Mereka mungkin tidak dapat membeli rumah yang mereka rencanakan.

Intinya adalah, jika Anda tidak tahu mengapa Anda berinvestasi dan hanya mencoba untuk mendapatkan potensi pengembalian terbesar dari uang Anda, Anda mungkin akan menemukan diri Anda dalam situasi yang buruk. 

Hindari Gangguan


Ketika berinvestasi, sepertinya tidak mungkin untuk tidak menebak sendiri. Anda akan terus diberi tahu tentang peluang besar berikutnya, teman-teman Anda akan memberi tahu Anda tentang tip saham yang mereka dengar di TV, atau bisnis yang mereka mulai di mana Anda harus berinvestasi. Setiap ide yang Anda dengar akan diceritakan melalui lensa optimisme berwarna cerah. Anda harus waspada untuk memastikan bahwa Anda melakukan uji tuntas yang layak atas setiap peluang ini, dan memastikan bahwa mereka cocok dengan portofolio investasi Anda, dan bukan orang lain. 

Market Timing is a losing proposition. Bahkan jika pasar mengalami penurunan selama tahun berikutnya, tidak apa-apa jika Anda mengalokasikan aset Anda dengan benar ke dalam ember yang tepat berdasarkan tujuannya. Ember yang mungkin terluka dalam acara ini tidak akan dibutuhkan untuk waktu yang lama, jadi Anda tidak khawatir tentang hal itu membuat mereka segera kembali.

Jika Anda tahu "mengapa" dari investasi Anda, Anda akan dapat merujuk kata "mengapa" itu setiap kali seseorang mencoba menarik Anda ke arah yang berbeda. Dan semakin sedikit arah Anda ditarik, semakin baik.

Investasikan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Anda


Ada tiga alasan utama Anda berinvestasi:

  1. Pertahankan daya beli
  2. Mencapai tujuan jangka panjang
  3. Tingkatkan kualitas hidup


Meningkatkan kualitas hidup adalah alasan terakhir Anda perlu memahami alasan Anda berinvestasi. Investasi Anda seharusnya tidak meningkatkan tingkat stres Anda. Jika Anda mengambil risiko lebih dari yang bisa Anda tangani, dan risiko itu membuat Anda stres, Anda tidak berinvestasi dengan benar. Investasi harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup Anda, bukan menguranginya dengan menambahkan stres yang tidak diinginkan.

Dengan memahami mengapa Anda berinvestasi, dan dengan menerapkan investasi yang tepat untuk mencocokkan dengan alasan-alasan itu, Anda akan dapat secara bersamaan meningkatkan kualitas hidup Anda tanpa meningkatkan stres Anda. Alasannya sederhana. Anda akan memiliki rencana dan Anda menaatinya:

  • Anda tahu berapa lama cakrawala waktu Anda, jadi Anda tidak bingung kapan Anda akan membutuhkan uang itu.
  • Anda tahu bahwa Anda memiliki investasi yang tepat untuk kebutuhan Anda, sehingga Anda dapat menghindari gangguan.
  • Dan Anda tahu bahwa Anda memiliki rencana untuk mencapai tujuan Anda, sehingga Anda dapat tidur nyenyak di malam hari.


Sebelum Anda tersesat dalam rentetan ide hebat yang tak ada habisnya untuk portofolio investasi Anda, luangkan waktu sedikit dan pikirkan mengapa Anda berinvestasi. Tanyakan pada diri Anda sendiri apa uang itu akan digunakan di masa depan dan seberapa nyaman Anda bersedia mempertaruhkannya. Jika Anda memahami hal ini, Anda akan dapat berinvestasi dengan lebih cerdas dan menggunakan uang Anda dengan cara yang paling pas untuk kebutuhan investasi Anda.

Saham CPIN | Kembangkan Fasilitas Pakan Ternak, Charoen Pokphand (CPIN) Siapkan Rp 2,5 Triliun


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) akan mengembangkan fasilitas pakan ternak. Untuk itu, perusahaan ini menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,5 triliun.

Presiden Direktur CPIN Tjiu Thomas Effendy mengatakan, capex ini untuk mengembangkan berbagai divisi. Tapi, peruntukan yang paling besar untuk fasilitas pakan ternak. "Dari capex 2019 kami memperkirakan 50% atau sekitar Rp 1,25 triliun akan dipergunakan untuk pembangunan fasilitas produksi pakan," jelas dia, Kamis (23/5).

Fasilitas pakan ini berupa pabrik yang sebetulnya sudah mulai dikerjakan sejak tahun lalu dan diperkirakan selesai di kuartal tiga tahun ini. Pabrik tersebut di Semarang dan Padang. "Tapi untuk yang di Padang kemungkinan mulai beroperasi lebih lambat, karena kami baru mulai pembangunan pada tahun ini," jelas Thomas.

CPIN menargetkan, pabrik baru ini bisa meningkatkan kapasitas produksi pakan ternak menjadi 6,5 juta-7 juta ton per tahun. Sebelumnya, kapasitas hanya 5,5 juta ton per tahun.

Bangun pabrik packaging

Kemudian, alokasi capex lain, yakni sekitar 25% atau setara Rp 600 miliar, dialokasikan untuk budidaya unggas. CPIN juga menganggarkan capex Rp 250 miliar untuk divisi makanan di Medan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Sementara untuk Rp 400 miliar lagi akan kami alokasikan membangun pabrik packaging," kata Thomas.

Dana Rp 400 miliar ini juga digunakan untuk melengkapi fasilitas silo. Ini sejalan dengan larangan pemerintah impor jagung sejak 2016. Sehingga, CPIN perlu mengantisipasi risiko dengan memiliki silo untuk menampung jagung saat panen.

Silo CPIN saat ini memiliki daya tampung 370.000 ton, sementara yang sedang berjalan 170.000 ton dan 200.000 ton di tahun ini. "Sehingga totalnya kedepan kami akan memiliki daya tampung 740.000 ton di seluruh Indonesia," sebut Thomas.

Saham SMGR | Semen Indonesia Membagi 40% Laba Bersih Tahun 2018 untuk Investor


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di kuartal satu tahun ini memang melemah. Meski begitu, produsen semen ini tetap berbagi berkah dividen kepada para pemegang saham.

Direktur Keuangan Semen Indonesia Doddy Sulasmono mengatakan, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) mengesahkan 40% laba bersih atau Rp 1,23 triliun akan dibagi dalam bentuk dividen. Tahun lalu, Semen Indonesia membukukan laba bersih Rp 3,08 triliun.

Nilai dividen per saham sebesar Rp 207,64. "Sisanya sebesar Rp 1,85 triliun akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan," jelas Doddy, Rabu (22/5). Jika dibanding tahun lalu, rasio pembagian dividen hampir sama, yakni sebesar 39,95%.

Doddy mengakui, di kuartal I-2019, kinerja SMGR masih belum optimal karena konsolidasi dan sinergi dengan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) pasca akuisisi. Dia memperkirakan, penurunan kinerja masih berlangsung hingga semester satu, sejalan dengan adanya tahun politik dan hari raya Idul Fitri secara bersamaan, yang membuat permintaan semen menurun.

Di kuartal I-2019, Semen Indonesia membukukan laba bersih Rp 268,10 miliar, turun 34,86% secara tahunan. Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh lonjakan beban keuangan hingga 210,80% menjadi sebesar Rp 711,62 miliar.

"Kami mengharapkan di semester II permintaan semen akan membaik sehingga akan menopang kinerja. Tapi tahun ini sepertinya tidak akan sebaik 2018," kata Doddy. Sebab SMGR masih akan ada beban tambahan SMCB dari royalti merek. Tahun ini, SMGR akan menyiapkan merek baru.

Selain strategi tersebut, Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso menambahkan, konsumsi semen di semester II 2019 berpotensi membaik karena beberapa proyek akan segera berjalan. "Pencairan anggaran proyek 60% dari total permintaan dilakukan di semester II 2019," ujar dia.

Tahun ini, kapasitas produksi SMGR diperkirakan bertambah 14 juta ton. Tahun lalu volume penjualan SMGR sebanyak 33,56 juta ton. Peningkatan penjualan tersebut berasal dari hasil konsolidasi dengan SMCB.

Saham TINS | Harga Timah Tengah Tertekan, Ini Prospek Saham TINS

(Baca juga: 7 Cara Analisis Saham)

KONTAN.CO.ID - Tidak terlalu berlebihan rasanya jika menyebut PT Timah Tbk (TINS) merupakan salah satu emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia saat ini. Tolak ukurnya bisa dilihat dari pertumbuhan kinerja keuangan TINS yang sejauh ini terbilang luar biasa.

Hingga akhir Maret 2019, secara tahunan pendapatannya melonjak 108,19% (year on year/yoy) menjadi Rp 4,24 triliun. Sementara laba bersihnya melambung 452,31% yoy. Aset PT Timah juga tumbuh positif 18,6% yoy menjadi Rp 17,93 triliun.

Dus, kinerja keuangan yang cemerlang membuat semua rasio keuangan, termasuk profitabilitas TINS membaik secara signifikan. Misalnya, gross profit margin yang membaik dari 14% di kuartal I-2018 menjadi 17,6% di kuartal I-2019. Sementara net profit margin meningkat dari 2,7% menjadi 7,1%.

M. Riza Pahlevi Tabrani, Direktur Utama PT Timah Tbk menyebut pencapaian TINS tidak lepas dari kenaikan volume penjualan logam timah yang naik lebih dari dua kali lipat menjadi 12.553 metrik ton (mt). Nah, kontribusi produk ini, termasuk tin solder mencapai 92,3% dari total pendapatan usaha TINS.

Rupanya, kinerja yang cemerlang berpotensi berlanjut hingga penghabisan 2019. Catatan KONTAN, Manajemen TINS misalnya, optimistis bisa mengukir laba bersih mencapai Rp 1,2 triliun. Artinya, ada kenaikan 125,83% dibanding posisi tahun lalu yang Rp 531,35 miliar.

Sebagai perbandingan, dua sekuritas yakni RHB Sekuritas dan Ciptadana Sekuritas Asia yang sama-sama menerbitkan riset pada 16 Mei 2019 memproyeksikan laba bersih yang lebih tinggi. Andrew Hotama, analis RHB Sekuritas mengestimasi laba bersih TINS pada 2019 mencapai Rp 1,347 triliun. Dus, target pertumbuhannya mencapai 153,51%.

Sementara Thomas Radityo, analis Ciptadana Sekuritas Asia memperkirakan angkanya bisa menembus Rp 1,413 triliun. Walhasil, laba bersih anggota indeks Kompas100 ini, diproyeksikan bakal tumbuh 165,93%.

Ada beberapa faktor yang menjadi kunci pencapaian target. Salah satu yang dominan adalah penegakan hukum terhadap penambangan timah ilegal. Langkah tersebut membuat TINS bisa menampung lebih banyak produksi bijih timah dari tambang rakyat.

Hal ini sudah terlihat dari laporan produksi dan penjualan periode Januari 2019-Maret 2019. Pada tiga bulan pertama 2019, anak usaha PT Inalum (Persero) itu memproduksi bijih timah sekitar 21.600 ton Stannum (Sn). Jumlahnya melonjak 389% yoy.

Dampaknya, produksi logam timah ikut meroket 304% yoy menjadi 16.302 mt. Dus, volume penjualan ekspor logam timah pada periode tersebut melonjak 217% yoy menjadi 12.590 mt.

Target dikerek

Didorong keyakinan bahwa penegakan hukum terhadap penambangan liar bakal terus berlanjut, manajemen TINS pun mengerek target yang sudah disetujui dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). Semula, ekspor logam timah ditargetkan sebanyak 38.010 mt. Kini, manajemen TINS percaya diri angkanya bisa mencapai 60.000 mt.

Cuma, lonjakan pasokan bijih timah membuat TINS dihadapkan pada persoalan kapasitas produksi. Catatan KONTAN, saat ini TINS memiliki dua smelter yang berlokasi Mentok, Kabulaten Bangka Barat dan Pulau Kundur di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Smelter di Mentok mempunyai kapasitas produksi 42.000 mt per tahun dan smelter di Pulau Kundur berkapasitas 12.000 mt per tahun.

Untuk menambah kemampuan produksi, TINS menambah jumlah tanur di smelter Mentok dari saat ini sebanyak tiga tanur menjadi 4 hingga 5 tanur.

Repotnya, kedua fasilitas produksi tersebut hanya optimal mengolah bijih timah dengan kadar Sn minimal 70%. Pengolahan bijih timah dengan kadar Sn yang lebih rendah akan membeku dan menjadi kerak di tanur.

Dus, manajemen TINS tengah menggeber penyelesaian fasilitas pengolahan terak timah sisa proses peleburan konvensional di smelter. Fasiitas produksi yang menggunakan teknologi fuming itu memiliki kapasitas produksi 8.500 mt per tahun. Targetnya, awal semester II-2019 sistem fuming ini bisa beroperasi.

Upaya berikutnya, kata Riza, adalah menyelesaikan pembangunan smelter dengan teknologi ausmelt yang ditargetkan kelar 2021 mendatang. Fasilitas pengolahan itu akan memiliki kapasitas produksi sebesar 35.000 metrik ton per tahun.

Oh ya, penerapan teknologi ausmelt membuat TINS bisa memproduksi bijih timah dengan kadar Sn rendah menjadi logam timah.

“Kombinasi dari inovasi teknologi yang berkelanjutan, good mining practice untuk mengamankan tambahan cadangan timah, serta perbaikan tata kelola pertimahan yang didukung oleh pemerintah membantu PT TIMAH Tbk untuk mencapai kinerja operasional dan finansial yang menggembirakan,” kata Riza dalam pengumuman kinerja keuangan TINS kuartal I-2019.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, tahun ini TINS mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2,58 triliun. Sebesar Rp 823 miliar diantaranya dialokasikan untuk pengembangan teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Harga timah dunia

Asumsi lonjakan penjualan logam timah TINS mengimbangi tekanan harga timah di pasar internasional. Pada 22 Mei 2019, harga timah di London Metal Exchange (LME) ada di US$ 19.625 per ton.

Harganya melemah ketimbang sehari sebelumnya saat komoditas tersebut diperdagangkan di US$ 19.725 per ton. Pun sejauh ini belum terlihat pertanda harga timah akan kembali berada di atas US$ 20.000 per ton.

Sejak pengujung Februari 2019 harga timah memang terus tertekan. Usai mencapai rekor tertinggi 2019 di US$ 21.805 pada 25 Februari 2019, harga komoditas ini terus berada dalam downtrend. Tekanan berlangsung seiring perang dagang AS versus China.

Segendang sepenarian, harga saham TINS ikut tersungkur. Pada 25 Februari 2019, TINS sempat mencapai rekor harga tertinggi 2019 di Rp 1.605 per saham. Lalu, harganya terus melorot hingga mencapai Rp 1.070 per saham pada 22 Mei 2019.

Faktor perang dagang membuat permintaan China bakal terganggu. Padahal, negeri tirai bambu merupakan pengguna timah terbesar di dunia. Sejatinya, bukan hanya timah, tapi harga semua komoditas tambang bakal tertekan pelemahan ekonomi China.

Faktor penekan harga timah yang lain, kata Ibrahim, adalah ekspor logam timah Indonesia yang kian kencang. Hal ini, lanjut Direktur Utama PT Garuda Berjangka, itu membuat pasokan logam timah di pasar internasional kian bertambah.

Jangan lupa, TINS merupakan pemain utama di industri logam timah dunia. Perusahaan ini merupakan produsen timah terbesar kedua di dunia, di bawah perusahaan pelat merah China, Yunnan Tin. Dengan demikian, kenaikan produksi dan penjualan TINS dalam volume yang signifikan bakal berpengaruh terhadap harga timah.

Harga komoditas tambang, termasuk timah juga tertekan oleh kondisi di eropa. "Persoalan brexit dampaknya cukup luar biasa. Gonjang-ganjing di eropa jadi salah satu penyebab dolar AS terus menguat. Ini membuat harga komoditas tertekan," kata Ibrahim.

Kombinasi faktor-faktor di atas membuat Ibrahim yakin harga timah tahun ini masih akan berada di bawah tekanan. Koreksi harga ke US$ 19.000 per mt masih terbilang wajar.

Malah jika tidak ada perkembangan, tidak menutup kemungkinan bakal kembali ke level US$ 17.000an per mt. Sebaliknya, jika AS dan China bisa menyelesaikan urusan dagangnya, harga timah bisa kembali ke US$ 21.000 per mt.

Namun, Thomas punya sudut pandang lain. Berkaca pada pengalaman 2007 silam, ada harapan harga timah bakal membaik. Pada waktu itu pemberantasan penambangan ilegal juga digelar pemerintah. Nah, harga timah di LME malah meningkat dari US$ 7.800 per ton menjadi US$ 14.000 per ton.

Di sisi lain, pasokan konsentrat dan bijih timah impor, terutama dari Myanmar yang masuk ke China mengalami penurunan. Data International Tin Association, pada Maret 2019 volumenya sebesar 13.056 ton, 92% diantaranya berasal dari Myanmar.

Nah, asosiasi yang dulu bernama International Tin Research Institute, itu memperkirakan timah yang masuk dari Myanmar sejumlah 11.100 ton, anjlok 58% yoy. Hal ini merupakan bagian dari tren penurunan jangka panjang produksi timah Myanmar. Dus, faktor ini mestinya bisa membuat harga timah lebih stabil.

Masih menarik

Singkat cerita, fundamental TINS dinilai masih bisa dibilang baik-baik saja. Plus, proyeksi pertumbuhan kinerja 2019 yang signifikan menjadi nilai tambah emiten ini.

Maka, saham TINS pun masih menarik untuk dilirik. Thomas merekomendasikan beli saham TINS dengan target harga Rp 2.100 per saham. Sementara yang juga memasang rekomendasi beli, menetapkan target harga lebih tinggi, yakni Rp 2.530 per saham.

Secara teknikal, William Hartanto, analis Panin Sekuritas juga merekomendasikan beli saham TINS. Untuk periode satu bulan ia mematok target harga di Rp 1.250 per saham. Sementara hingga akhir 2019 targetnya di Rp 1.500 per saham.

Saham AISA | Proposal Diterima, Tiga Pilar (AISA) Lepas dari Jerat Pailit

(Baca juga: Pengertian PEG Ratio)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akhirnya bisa bernapas lega. Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) berakhir damai sehingga perusahaan terhindar dari kepailitan.

Rizky Dwinanto, Pengurus PKPU AISA, menjelaskan, berdasarkan hasil pemungutan suara (voting) kemarin, sebanyak 13 kreditur konkuren dan 14 kreditur separatis menerima proposal perdamaian yang diajukan AISA. "Hasil pemungutan suara telah memenuhi pasal tentang kepailitan dan PKPU," ujar Rizky, Kamis (23/5).

Ada satu kreditur separatis yang menolak proposal perdamaian. Sementara satu kreditur lagi dinyatakan abstain.

Setelah ini, AISA bakal merestrukturisasi utangnya menggunakan beberapa cara. Pertama, AISA akan membayar tagihan melalui kelebihan kas secara pari passu atawa cash sweep. Pembayaran dengan skema ini dilakukan per enam bulan mulai akhir tahun ini.

Kedua, tambahan pembayaran akan dilakukan dari hasil penjualan aset jaminan perusahaan, terutama jaminan pada PT Jatisari Srirejeki dan PT Sukses Abadi Karya Inti. Keduanya telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang pada 6 Mei lalu.

Ketiga, AISA juga memiliki opsi untuk membeli kembali alias call 25% dari nilai obligasi dan sukuk. Periode pembeliannya bisa dilakukan hingga 2022.

Adapun total nilai obligasi dan sukuk tersebut mencapai Rp 2,1 triliun. Nilai ini berasal dari tiga emisi, yakni Obligasi I/2013 senilai Rp 600 miliar, Sukuk Ijarah I/2013 sebesar Rp 300 miliar, dan Sukuk Ijarah II/2016 dengan nilai Rp 1,2 triliun. Ketiganya akan jatuh tempo pada 30 Juni 2029.

Mulai 2023, kreditur memiliki opsi untuk melakukan konversi sebagian atau seluruh tagihan dari sisa 75% nilai emisi. Konversi tersebut akan dilakukan dengan harga Rp 200 per saham.

Hengky Koestanto, Direktur Utama AISA, menuturkan, setelah proses perdamaian dengan kreditur usai, perusahaan ini akan menggenjot kinerja. "Dengan diterimanya proposal perdamaian, kami berharap dapat segera memacu kinerja untuk kembali bekerja optimal seperti sedia kala." ujar Hengky. Pekan depan, hasil voting akan diajukan kepada majelis hakim untuk pengesahan.

Saham WINS | Bisnis Migas Lesu, Wintermar (WINS) Diversifikasi Usaha


Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pelayaran, PT Wintermar Offshore Marine Tbk. mulai mengembangkan lini bisnis lain guna mendukung kinerja perseroan yang melemah pada sektor perminyakan dan gas.

Pek Swan Layanto, Head of Corporate Planning Department Wintermar menjelaskan bahwa lini bisnis perseroan dalam pelayanan kapal pengangkut minyak dan gas belum dapat membaik di tengah melemahnya industri tersebut.

Kondisi tersebut telah berlangsung dalam kurun waktu 4 tahun kebelakang. Pelemahan tersebut terus berlanjut hingga kuartal I/2019 yang disebabkan oleh adanya gelaran Pemilihan Umum yang membuat pelaku bisnis bersikap menunggu.

Hingga kuartal I/2019, utilisasi armada perseroan turun menjadi 46% dari 53 kapal yang dimiliki oleh perseroan. Adapun, nilai kontrak kerja yang dimiliki perseroan hingga periode tersebut senilai US$75,8 juta.

Pendapatan perseroan pada kuartal I/2019 turun 3% menjadi US$12,3 juta dari tahun sebelumnya yang tercatat US$12,6 juta.

“Utilisasi kami pada kuartal I/2019 dimulai cukup rendah, jadi ada pemilik proyek dari kuartal IV/2018 hingga kuartal I/2019 ada yg di-hold,” ungkapnya kepada Bisnis.com, Kamis (23/5/2019).

Untuk itu, perseroan memulai untuk pengembangan lini bisnis baru di sektor yang sama yakni di bidang perkapalan untuk menutupi kekurang dari lini bisnis utama perseroan.

Emiten berkode saham WINS tersebut masuk ke bisnis kapal pembakit listrik bertenaga angin yang saat ini sudah berlabuh di Taiwan. WINS juga telah memulai untuk pelayanan kapal survei seismik yang saat ini berada di Afrika.

Selain itu, WINS memiliki kapal yang mendukung untuk pertelekomunikasian dan kapal pengeboran minyak yang saat ini permintaan layanannya sedang banyak diburu.

“Kontribusinya belum cukup besar karena kami masih mencari pengalaman, dan untuk pengeboran utilisasinya ada yang tidak jangka panjang,” jelasnya.

Pek menyebut pada tahun ini perseroan akan meningkatkan pendapatan lain-lain perseroan.

Upaya yang dilakukan WINS pada tahun ini ialah dengan memulai bisnis penyediaan kapal yang dinilai menguntungkan karena perseroan tidak perlu mengeluarkan modal untuk usaha tersebut.

“Tahun ini kami ingin menambah cartering dan ship management. Kami sudah ada ahli disana, jadi dengan itu kami bisa menambah fee base income,” ungkapnya.

Indonesia | Ekspor Babak Belur, Era Jokowi Kena Defisit Jumbo


INILAHCOM, Jakarta - Neraca perdagangan April 2019 kembali defisit, lantaran neraca ekspor dan impornya mengalami tekor hingga US$2,5 miliar dibandingkan Maret 2019 yang surplus US$0,7 miliar.

"Defisit neraca perdagangan April 2019 disebabkan melemahnya ekspor akibat penurunan permintaan global," ujar Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kasan lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Kasan menjelaskan, defisit April juga disebabkan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas dari US$0,4 miliar pada Maret 2019, menjadi US$1,5 miliar pada April 2019. Sementara neraca perdagangan nonmigas juga mengalami longsor dari surplus US$1,1 miliar menjadi US$1,0 miliar.

"Negara-negara mitra dagang seperti Amerika Serikat, India, Filipina, Belanda, dan Malaysia menyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar selama April 2019, yang secara total sebesar 2,0 miliar dolar AS," jelas Kasan.

Sementara China, Thailand, Jepang, Australia, dan Korea Selatan menyumbang defisit perdagangan nonmigas terbesar yang secara total mencapai US$3,0 miliar. Secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari-April 2019 masih mengalami defisit US$2,6 miliar.

Hal ini disebabkan besarnya defisit neraca perdagangan migas yang mencapai US$2,8 miliar. Sedangkan neraca perdagangan nonmigas hanya menyumbang surplus US$0,2 miliar.

Sementara itu, kinerja ekspor April 2019 tercatat US$12,6 miliar. Atau turun 13,1% dibandingkan ekspor April 2018 (YoY). Pelemahan ekspor tersebut disebabkan penurunan ekspor migas sebesar 37,1% dan penurunan ekspor nonmigas sebesar 11,0%. "Secara kumulatif, ekspor Januari-April 2019 sebesar 53,2 miliar dolar AS, menurun sebesar 9,4 persen dibanding Januari-April 2018," kata Kasan.

Analisa Saham RALS, PWON dan BBRI

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
(Mei 24, 2019)
(tasrul@miraeasset.co.id)


IHSG Weekly, 6,032.7 (+3.53%), consolidation. Trading range 5,948 – 6,098. indikator MFI optimized  dan indikator W%R optimized secara umum masih cenderung bergerak naik. Weekly resistance terdekat di 6,098 dan support di 5,948.Cut loss level jika tembus di 5,746.

RALS Weekly 1,630 (-4.12%), buy on weakness, trading range 1,570– 1,720. Indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan W%R optimized cenderung naik. Weekly support 1,570 dan resistance di 1,720. Cut loss level di 1,510.

PWON Weekly, 645 (+2.38%), buy on weakness, trading range 635 – 660. Indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan W%R optimized cenderung menguat. Weekly resistance di 665 dan support 615. Cut loss level di 610.

BBRI Weekly, 3,850 (+1.58%), buy on weakness, trading range 3,690 – 3,910. Indikator MFI optimized  akan menguji support trendline dan indkator W%R  optimized cenderung naik. Perkiraan weekly support di 3,690 dan weekly resistance di 3,910. Cut loss level di 3,650.

Global Market Review | 24 Mei 2019

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market
(May 24, 2019)
Investment Information Team
(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)


U.S

Ketegangan perdagangan menghantam Wall St. ditengah kekhawatiran pertumbuhan global yang meningkat

Saham AS merosot pada Kamis karena investor melepas saham perusahaan di sektor pertumbuhan dan siklus, dengan penurunan energi dan teknologi terkemuka, di tengah kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China yang meningkat akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Dow Jones turun 286,14 poin atau 1,11% menjadi 25.490,47. S&P 500 kehilangan 34,03 poin atau 1,19% menjadi 2.822,24. Nasdaq turun 122,56 poin atau 1,58% menjadi 7.628,28.

Lebih lanjut memicu kekhawatiran perdagangan di kalangan investor, Beijing mengatakan bahwa Washington perlu memperbaiki "tindakan salah" untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan setelah Amerika Serikat memasukkan daftar hitam Huawei Technology Co Ltd minggu lalu.

"Tampaknya semakin sedikit akan ada resolusi jangka pendek untuk perang perdagangan, dan pasar jelas ketakutan akan hal itu," kata analis.

Eropa

Koktail kekhawatiran perdagangan, data buruk, serta Brexit memukul saham Eropa

Saham Eropa merosot pada hari Kamis karena putaran terakhir gesekan perdagangan AS dan China serta serangkaian survei bisnis melemahkan minat risiko investor, sementara tekanan pada Perdana Menteri Inggris Theresa untuk berhenti menambah kekhawatiran Brexit.

Indeks STOXX 600 Eropa ditutup 1,4%.

Sebuah survei pada hari Kamis menunjukkan semangat bisnis di Jerman memburuk lebih dari yang diperkirakan pada bulan Mei karena kepercayaan pada sektor jasa memburuk, menunjukkan ekonomi terbesar Eropa kehilangan tenaga.

Pertumbuhan bisnis zona euro juga lebih lemah dari yang diharapkan pada Mei, menurut data.

Indeks sektor otomotif Eropa, di antara yang paling rentan terhadap ketegangan perdagangan, turun hampir 3% ke level terendah lebih dari tiga bulan, sementara stok energi memimpin penurunan dengan penurunan 3,3%, mengikuti harga minyak yang lebih rendah.

Analisa Saham HMSP, LPCK dan RALS

Analisa Saham HMSP, LPCK dan RALS

(Baca juga: Dividen Saham)

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), 

Daily (Rp3.280) (RoE: 31,96%; PER: 28,76x; EPS: 113,00; PBV: 9,19x; Beta: 0,85). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.230-3.290, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.330 dan 3.400. Support: Rp3.230 dan 3.200.

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), 

Daily (Rp1.540) (RoE: 31,26%; PER: 0,50x; EPS: 3096,19; PBV: 0,16x; Beta: 1,63). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger . Di sisi lain, terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.480-1.550, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.590, 2.050, 2.510 dan 2.970. Support: Rp1.480 dan 1.340.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), 

Daily (Rp1.630) (RoE: 7,79%; PER: 37,20x; EPS: 43,68; PBV: 2,90x; Beta: 0,87). Pergerakan harga saham berhasil menguji garis MA-120 sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.610-1.630, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.660 dan 1.700. Support: Rp1.610 dan 1.570.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham BNGA, BNLI dan DOID

Analisa Saham BNGA, BNLI dan DOID

(Baca juga: Pola Distribusi Saham)

1. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), 

Daily (Rp975) (RoE: 9,06%; PER: 6,53x; EPS: 151,68; PBV: 0,59x; Beta: 1,93). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick patten  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp960-980, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.000, 1.020 dan 1.040. Support: Rp960 dan 950.

2. PT Bank Permata Tbk (BNLI), 

Daily (Rp820) (RoE: 6,50%; PER: 15,20x; EPS: 54,28; PBV: 0,99x; Beta: 1,31). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger , dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp805-825, dengan target harga secara bertahap di level Rp855 dan 885. Support: Rp790 dan 775.

3. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), 

Daily (Rp510) (RoE: 2,06%; PER: 56,11x; EPS: 9,00; PBV: 1,16x; Beta: 2,02). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp494-515, dengan target harga secara bertahap di level Rp525 dan 535. Support: Rp494 dan 484.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham UNTR, ASII, ADRO dan MNCN

Analisa Saham UNTR, ASII, ADRO dan MNCN


1. PT United Tractors Tbk (UNTR), 

dengan target  profit taking  di kisaran Rp26.650-28.650, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp25.400 dan Rp24.900, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp24.200.

2. PT Astra International Tbk (ASII), 

dengan target  profit taking  di kisaran Rp7.350-7.450-7.550, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp7.025 dan Rp6.925, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp6.825.

3. PT Adaro Energy Tbk (ADRO), 

dengan target  profit taking  di kisaran Rp1.410-1.510-1.610, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.265 dan Rp1.235, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp1.195.

4. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), 

dengan target  profit taking  di kisaran Rp1.135-1.235, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.010 dan Rp985, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp935.

PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko

Analisa Saham ICBP, LSIP dan JSMR

Analisa Saham ICBP, LSIP dan JSMR

1. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

MACD bersiap membentuk pola golden cross dan beranjak naik. Stochastic berada di level 40 dan masih beranjak naik. Candle berada di garis tengah bolinger band.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 9.300
Resistance: Rp 9.900

Kiswoyo Adi Joe, Narada Asset Management

2. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

Muncul doji candle dengan MA3 & SO berpotongan death cross dan volume perdagangan menurun namun RSI menguat.
Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 1.050
Resistance: Rp 1.130

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

3. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

Candle harga sedang berusaha menggapai mid band. RSI dan MACD terlihat mulai beranjak naik.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 5.250
Resistance: Rp 5.800

William Surya, Indosurya Bersinar Sekuritas

Analisa Saham HOKI | Keluar Area Downtrend

Analisa Saham HOKI | Keluar Area Downtrend


Saham HOKI keluar dari area downtrend setelah menembus downtrend line di level 670. Breakout 
dengan volume besar mengindikasikan kekuatan bullish saham HOKI cukup kuat. Saham HOKI potensi membentuk rounding bottom pattern dengan target penguatan kisaran level 800-810. Stop loss jika saham HOKI turun ke level 650.

by Rikopedia

Analisa Saham BMTR | Menguji Downtrend Resistance

Analisa Saham BMTR | Menguji Downtrend Resistance


BMTR saat ini menguji area down trend resistance jangka pendeknya. Apabila dapat melewatinya, maka BMTR berpeluang mengakhiri tren turun jangka pendek menuju target terdekat di 394. Apabila kenaikan saham ini dapat berlanjut, maka BMTR akan menuju target berikutnya di 422 hingga 450. Indikator teknikal Stochastic telah golden cross, sedangkan MACD mulai bergerak mendatar dan diharapakan berbalik arah bergerak naik lagi. Dari kondisi ini mengindikasikan bahwa BMTR berpeluang mengalami reversal pembalikan arah dalam jangka pendek.

Rekomendasi: Buy jika bertahan diatas 370. Batasi resiko jika kembali turun dan gagal bertahan di 350.

by StepTrader

Analisa Saham MEDC, ACES dan MYOR

Analisa Saham MEDC, ACES dan MYOR


MEDC (Buy) : Target kenaikan harga pada level 825 kemudian 850 dengan support di level 770, cut loss jika break 740.
ACES (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.700 kemudian 1.730 dengan support di level 1.630, cut loss jika break 1.610.
MYOR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.590 kemudian 2.630 dengan support di level 2.550, cut loss jika break 2.530.
Full report bisa diakses di : ipot

Update Harga Penting Saham | 24 Mei 2019

Update Harga Penting Saham | 24 Mei 2019


Dow drops more than 250 points, continuing this month’s slide on trade war fears
Stocks fell sharply on Thursday as investors started to fear the U.S.-China trade war is slowing the economy.
Dow.....25490     -286.1      -1.11%
Nasdaq..7628    -122.6      -1.58%
S&P 500.2822    -34.03      -1.19%
FTSE.......7231     -103.2     -1.41%
Dax........11952    -216.3     -1.78%
CAC........5281     -97.6        -1.82%
Nikkei....21151     -132.2    -0.62%
HSI.........27267     -438.8   -1.58%
Shanghai.2853     -39.2      -1.36%
ST Times.3161     -22.4      -0.70%

Indo10Yr..8.2173      -0.0855  -1.03%
INDOBex249.4642   +1.3893 +0.56%
US10Yr....2.2960       -0.0970  -4.06%
VIX............16.92       +2.17      +14.71%
USDIndx .....97.8560  -0.1850   -0.19%
Como Indx..176.92    -2.63        -1.46%
(Core Commodity CRB)
DJUSCL.......45.06      -1.58        -3.39%
(Dow Jones US Coal Index)

IndoCDS.....109.525  +2.09       +1.97%   
(5-yr INOCD5) 
*IDR........14480.00    -45.00         -0.31%*
*Jisdor....14513         +45.00        +0.17%*
*IDR Fut..14460.00    -20.00         -0.14%*
Euro.........1.1182    +0.0027   +0.24%
TLKM...24.97       +0.63           +2.59%
(3624)
EIDO.....23.58       +0.62           +2.70%
EEM......39.80       -0.63            -1.56%
*Oil.........61.34          -3.16       -5.15%*
Gold ......1283.10       +9.2        +0.72%
Timah.....19325.00    -10.00     -0.05%
Nickel.....11890.00    -67.50     -0.56%

Coal price     83.75    -0.25       -0.30%
(May/Newcastle)
Coal price     81.05    -0.90       -1.10%
(Jun/Newcastle)
Coal price     57.80    -0.20       -0.34%
(May/Rotterdam)
Coal price     57.20    -0.70       -1.21%
(Jun/ Rotterdam)

CPO(Agt)    2017       -46            -2.23%
(Source: bursamalaysia.com)             
Corn...........389.75     -4.75        -1.20%
SoybeanOil 26.78       -0.53       -1.94%
Wheat........470.25     -2.50        -0.53%
Rubber.......190.20     -1.30        -0.68%
(Tokyo)JPY/kg
 
*Pulp(BHKP)     -           -                -*
(DE/ls 24-05-19)
  
*********