Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 2, 2019

Berita Saham ADHI | Adhi Karya (ADHI) Segera Jadi Anak Usaha HK

Bisnis.com, JAKARTA — Para pemegang saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. merestui rencana perubahan anggaran dasar perseroan terkait pengalihan saham Seri B dan perubahan status menjadi non persero sejalan dengan rencana pembentukan holding BUMN infrastruktur.

Izin tersebut dikantongi emiten berkode saham ADHI itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada Jumat (1/2/2019). Para pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar (AD) rencana pengalihan saham Seri B milik negara di perseroan kepada PT Hutama Karya (Persero) Tbk. selaku calon induk holding BUMN infrastruktur.

Selain itu, disetujui rencana perubahan AD perseroan dengan mengubah status dari persero menjadi non persero. Setelah pengalihan tersebut, ADHI akan menjadi anak usaha dengan Hutama Karya (HK) sebagai induk.

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menjelaskan keberadaan holding akan membuat sinergi menjadi lebih mudah dengan sesama anggota holding. Menurutnya, banyak terdapat peluang proye…

Berita Saham TOBA | Pendanaan PLTU, TOBA Ajukan Pencairan Kredit Rp2,21 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pertambangan batu bara PT Toba Bara Sejahtra Tbk. (TOBA) mengajukan permohonan penjaminan pencairan pinjaman hingga US$157,98 juta atau sekitar Rp2,21 triliun untuk pendanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Direktur Utama Toba Bara Sejahtra Justarina Naiborhu menyebutkan perseroan melalui anak perusahaannya yang dimiliki 90%, yakni PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) mengajukan permohonan pencairan kredit pada 30 Januari 2019.

MCL merupakan perusahaan PLTU yang tengah mengembangkan aset PLTU berkapasitas 2x50 MW di Minahasa, Sulawesi Utara. Nilai proyek tersebut berkisar US$205 juta—US$215 juta.

“Jumlah pinjaman sampai dengan US$157,986 juta. Jangka waktu pinjaman hingga 21 Desember 2030,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (1/2/2019).

Dengan perhitungan nilai tukar Rp14.000 per dolar AS, total kredit mencapai Rp2,21 triliun. Pinjaman yang dimaksud ialah fasilitas kredit yang ditandatangani pada 21 Desember 2018.

Bertindak sebagai mandated lead a…

Berita Saham JSMR | Jasa Marga (JSMR) Segera Bergabung ke Holding BUMN Infrastruktur

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. segera bergabung dengan holding BUMN infrastruktur sejalan dengan telah dikantonginya restu perubahan anggaran dasar untuk pengalihan saham Seri B milik negara di perseroan serta perubahan status menjadi non persero.

Emiten berkode saham JSMR itu telah mengantongi izin dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung, Jumat (1/2/2019). Keputusan perubahan anggaran dasar (AD) tersebut akan berlaku saat peraturan pemerintah (PP) terkait pembentukan holding BUMN infrastruktur diterbitkan.

Nantinya, saham Seri B milik negara di perseroan akan dialihkan kepada PT Hutama Karya (Persero) Tbk. sebagai calon induk holding. Selanjutnya, status JSMR berubah menjadi anak usaha sejalan dengan perubahan status dari persero menjadi non persero.

“RUPSLB menyetujui dua agenda tersebut,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani di Jakarta, Jumat (1/2).

Dia mengatakan keputusan tersebut akan efektif berlaku begitu peraturan pemeri…

Berita Saham UNVR | Laba Unilever (UNVR) Tahun 2018 Melesat 30%, Ini Pendongkraknya!

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten barang-barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk. mampu mempertahankan pertumbuhan positif melalui kenaikan penjualan bersih 1,5% dan laba bersih melesat 30,1% pada 2018.  Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Jumat (1/2/2019), emiten dengan kode saham UNVR itu, berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp41,8 triliun atau meningkat 1,5%, serta laba bersih mencapai Rp9,1 triliun atau meningkat hingga 30,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal III/2018, UNVR  melakukan aksi korporasi dengan melakukan penjualan aset kategori Spreads. Dari aksi korporasi ini, UNVR membukukan keuntungan bersih setelah pajak sebesar Rp2,1 triliun. Tanpa memasukkan penjualan dari kategori Spreads, penjualan perseroan tumbuh 2,4% pada 2018, didukung membaiknya kinerja perseroan pada semester II/2018 yang mencatat laju pertumbuhan penjualan sebesar 5,1%.  

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso menjelaskan, pertumbuhan po…

Berita Saham GIAA | Garuda Indonesia Alihkan 2 Unit Pesawat ke Citilink

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mengalihkan dua unit armada pesawat ATR72-212A kepada PT Citilink Indonesia.

Adapun mekanisme dalam pengalihan dua unit armada tersebut melalui sub-sublease. Pada 11 Desember 2018, maskapai pelat merah itu menandatangani perjanjian sub-sewa lanjutan terkait pesawat ATR72-212A MSN 1422 dan MSN 1438 dengan PT Citilink Indonesia.

Permulaan pelaksanaan sub-sewa lanjutan pesawat ditandai dengan penandatanganan sertifikat penerimaan oleh pihak Citilink pada 29 Januari 2019.

Dalam keterbukaan informasi perseroan yang dikutip Bisnis, Jumat (1/2/2019), disebutkan bahwa terhitung pada 29 Januari 2019, kedua unit armada akan dioperasikan oleh Citilink.

Pengalihan dua unit armada ini diproyeksikan dapat memperbaiki kinerja operasional perseroan secara keseluruhan dengan melakukan optimalisasi terhadap armada yang masih dimiliki oleh perseroan.

Sebelumnya, Garuda Indonesia juga melakukan kerja sama dengan Inmarsat untuk pemangasangan…

Analisa Saham MCAS | 2 Februari 2019

Analisa Saham MCAS
Saham MCAS ditutup menguat pada harga 3320 dengan kenaikan 3.10% pada perdagangan terakhir. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang sangat signifikan. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik.

Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini berada pada uptrend dengan kecenderungan melanjutkan kenaikan.

Rekomendasi : BELI
Target : 3460 - 3520
Resiko : 3200

Jika menembus ke atas Target Pertama maka akan berpotensi ke Target Kedua. Begitu juga sebaliknya, jika menembus ke bawah Resiko Pertama maka akan berpotensi ke Resiko berikutnya.
Disclaimer ON - Gunakan money management yang baik.


Analisa Saham DMAS | 2 Februari 2019

Analisa Saham DMAS
Saham DMAS ditutup menguat pada harga 220 dengan kenaikan 4.76% pada perdagangan terakhir. Hal ini disertai dengan penurunan volume yang tidak begitu signifikan. Proses akumulasi saham ini terlihat berkesinambungan.

Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini berada pada uptrend dengan kecenderungan masih cukup kuat naik .

Rekomendasi : BELI
Target : 236 - 254
Resiko : 204 - 190

Jika menembus ke atas Target Pertama maka akan berpotensi ke Target Kedua. Begitu juga sebaliknya, jika menembus ke bawah Resiko Pertama maka akan berpotensi ke Resiko berikutnya.
Disclaimer ON - Gunakan money management yang baik.


Analisa Saham PTSN | 2 Februari 2019

Analisa Saham PTSN
Saham PTSN ditutup menguat pada harga 1680 dengan kenaikan 9.44% pada perdagangan terakhir. Hal ini disertai dengan kenaikan volume yang sangat signifikan. Proses akumulasi saham ini terlihat menarik.

Volatilitas saham ini berada pada area pertengahan ke jenuh beli. Jika ditinjau dari trendnya, maka secara garis besar saham ini berada pada sideways uptrend pada range 1220 - 1795 dengan kecenderungan untuk melanjutkan kenaikannya. .

Rekomendasi : BELI
Target : 1795 - 2040
Resiko : 1485 - 1420 - 1220

Jika menembus ke atas Target Pertama maka akan berpotensi ke Target Kedua. Begitu juga sebaliknya, jika menembus ke bawah Resiko Pertama maka akan berpotensi ke Resiko berikutnya.
Disclaimer ON - Gunakan money management yang baik.