Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 22, 2020

Dirut Phapros: Harga produk farmasi naik 44% karena rupiah lemah & harga kemasan naik | Saham PEHA

PT Phapros Tbk (PEHA) tengah membuat financial stress test akibat rupiah melemah terhadap dolar AS, maklum anak usaha PT Kimia Farma Tbk (KAEF) ini masih mengimpor bahan baku obat untuk produksi obat.
Menurut Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami mengatakan, ada dua skenario pendapatan dan laba jika rupiah berada di level Rp 16.500 per dolar AS. Jika rupiah di angka tersebut maka pendapatan PEHA bisa mencapai Rp 135 miliar dengan penjualan Rp 1,5 triliun.
Baca Juga: Phapros (PEHA) tetap lanjutkan ekspansi meski ada wabah corona
Awalnya PEHA menargetkan laba bersih diangka Rp 186 miliar, artinya dengan rupiah di level tersebut ada penurunan laba bersih sekitar Rp 50 miliar. Ini karena ada kenaikan beban produksi menjadi Rp 739 miliar akibat kurs melemah serta kenaikan biaya kemas.
"Kalau rupiah 18.500 per dolar AS, kami tetap pertahankan penjualan Rp 1,5 triliun," ungkap dia kemarin, dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI secara virtual.
Sri Utama mengatakan, skenario itu …

OSO Sekuritas: Tambah kepemilikan Siloam (SILO) oleh LPKR langkah tepat | Saham SILO

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menerapkan strategi bisnis yang fokus pada pertumbuhan dan menjaga kinerja dalam jangka panjang. Salah satunya, perseroan telah memperbesar kepemilikan saham di Siloam Hospitals (SILO) dan Lippo Cikarang (LPCK), dua anak perusahaan dengan kinerja yang solid, di saat valuasi harga sahamnya sangat menarik.
Transaksi ini telah meningkatkan kepemilikan LPKR di Siloam menjadi 55,4% dan di Lippo Cikarang menjadi 84%. Aksi buyback dengan dana Rp75 miliar dari kas internal membuktikan perusahaan dapat beradaptasi di tengah tantangan bisnis.
Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai, langkah peningkatan kepemilikan saham yang dilakukan LPKR tepat karena dari sisi harga sudah diskon. 
“Tidak masalah jika LPKR ingin menambah kepemilikan di saat sekarang karena memang harga sedang diskon. Meskipun secara valuasi sudah diskon harga masih bisa turun lagi. Karena di level sekarang secara teknikal, sudah overbought atau memang harga sudah naik signifikan dan sekarang i…

Akibat virus corona, outlook Sri Rejeki Isman menjadi negatif | Saham SRIL

Kondisi bisnis PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang suram membuat Moody's Investors Service menurunkan outlook menjadi negatif dari sebelumnya positif. Tapi emiten yang kerap disebut Sritex ini masih beruntung karena peringkat perusahaan masih tetap di Ba3. 
Moody's juga menegaskan peringkat Ba3 pada utang senior yang dikeluarkan oleh anak usaha Sritex, Golden Legacy Pte Ltd senilai US$ 150 juta yang jatuh tempo pada tahun 2024. Rating tersebut juga berlaku untuk surat utang senior senilai US$ 225 juta yang jatuh tempo pada tahun 2025. Surat utang ini diterbitkan oleh Sritex dan dijamin tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan oleh semua anak perusahaan yang beroperasi.
"Prospek negatif mencerminkan proyeksi kami bahwa konsumsi untuk pakaian dan alas kaki akan berkurang secara global karena terdampak wabah virus corona. Sehingga bisa mengurangi pendapatan Sritex sementara kebutuhan modal kerja meningkat sampai 2020," kata Stephanie Cheong, Analis Moody's dalam ril…

Ketergantungan utang jangka pendek, peringkat Pan Brothers dipangkas jadi B1 | Saham PBRX

Risiko pembayaran kembali utang jatuh tempo PT Pan Brothers Tbk (PBRX) meningkat. Ini membuat lembaga pemeringkat Moody's Investors Service menurunkan peringkat perusahaan dari B2 menjadi B1. 
Pada saat yang sama Moody's juga memangkas peringkat utang yang diterbitkan perusahaan manufaktur tekstil ini menjadi B1 dari sebelumnya B2. Peringkat utang tanpa jaminan jatuh tempo 2022 ini diterbitkan oleh anak perusahaan PBRX, PB International BV. Sedangkan prospek Pan Brothers dan dan surat utang tetap negatif. 
"Penurunan peringkat mencerminkan risiko pembiayaan kembali yang tinggi terkait dengan revolving credit facility Pan Brothers senilai US$ 138,5 juta yang jatuh tempo Februari 2021," terang Stephanie Cheong, Analis Moody's dalam rilis. Moody's menilai, likuiditas Pan Brothers kian menyempit. 
"Kami berharap Pan Brothers akan memiliki sedikit upaya menyangga likuiditas untuk bertahan atas setiap kemunduran pendapatan atau perenggangan modal kerja terhad…

Ace Hardware Raih Laba Rp1,03 Triliun | Saham ACES

Emiten ritel alat rumah tangga PT Ace Hardware Indonesia Tbk. mencetak laba Rp1,03 triliun sepanjang  2019.
Dikutip dari publikasi laporan keuangan 2019, Rabu (22/4/2020), perolehan laba bersih Ace Hardware tumbuh 6,8 persen dibandingkan dengan posisi 2018 sebanyak Rp964,55 miliar.
Pertumbuhan laba membuat laba per saham atau earning per share juga meningkat dari Rp56,49 pada 2018 menjadi Rp60,33 pada 2019. 
Kenaikan laba ini disumbangkan oleh pertumbuhan penjualan bersih 12,47 persen menjadi Rp8,14 triliun dibandingkan dengan 2018 sebesar Rp7,24 triliun.
Emiten bersandi saham ACES itu juga mencatat kenaikan beban pokok penjualan sebesar 12,09 persen menjadi Rp4,25 triliun. ACES juga mengalami kenaikan pada pos beban usaha sebesar 14,92 persen menjadi Rp2,72 triliun. 
Dari sisi neraca, Ace Hardware juga mengalami kenaikan dari sisi liabilitas dan ekuitas masing-masing 8,47 persen menjadi Rp1,18 triliun dan 11,97 persen menjadi Rp4,74 triliun. Walhasil, total aset perseroan naik 11,26…

Rekomendasi Saham Panin | JSMR, LINK, TCPI, UNVR

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 22 April 2020.
IHSG ditutup menurun sebesar -73,98 poin (-1.61%) menuju level 4.501,91 pada perdagangan hari Selasa, 21 April 2020 kemarin. IHSG mendapat efek kejut dari penurunan harga minyak yang sempat menurun di bawah $0, hal ini mengguncang bursa dunia. Namun kita beruntung, karena saham-saham oil related di Indonesia terbilang sedikit sehingga tekanan dari sektor ini sendiri tidak bisa membuat IHSG menurun sampai parah. Namun kembali kita melihat indkator MACD yang menuju downtrend kembali, indikasi kelanjutan koreksi sudah terlihat dan semakin jelas. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 4.436 s/d 4.590.
[JSMR] Back To Support: Berpotensi menurun kembali pada support pada 2420 (psikologis 2400). Rekomendasi: Wait and see. Support: 2420. Resistance: 3000.
[LINK] Testing Resistance: Menguji resistance pada 2910, jika mampu breakout maka penguatan berlanjut. Rekomendasi: …

Rekomendasi Saham Mirae Asset | PGAS, KLBF, INAF

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight April 22, 2019 (tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 4,501.92 (-1.62%), consolidation,trading range 4,453-4,632. Indikator MFI optimized cenderung naik,  indikator W%R optimized dan indikator stochastic%D optimized akan menguji support trendline. Pada periode weekly  indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized coba naik lebih lanjut. Daily support di 4,453 dan daily resistance di 4,632. Cut loss level di 4,438.
PGAS Daily  , 765 (-4.97%), buy on weakness, trading range 735 - 820. Indikator MFI optimized, indikator indikator W%R optimizeddan indikator Stochastic%D optimized masih bergerak turun menguji support trendline.Daily support  di 735 sementara itu daily resistance di  820. Cut loss level  di  700.
KLBF Daily, 1,210 (+0.83%), buy on weakness , trading range 1,150– 1,230. Indikator MFI optimized cenderung naik, sementara itu indikator W%R optimized dan Stochastic%D optimized masih cenderung konsolidasi. Daily support  di …

Rekomendasi Saham IPOT | BRPT, INDF, MYOR

IHSG (4.410-4.590) : indeks harga saham gabungan diprediksi kan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 4.410 kemudian 4.310 dengan resist di level 4.590 dan 4.670.
BRPT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.080 kemudian 1.130 dengan support di level 950, cut loss jika break 885.
INDF (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.400 kemudian 6.550 dengan support di level 6.125, cut loss jika break 6.050.
MYOR (Sell on Strength) : Target harga jual pada level 2.120 dengan support di level 2.040 kemudian 2.000.
XISC (Sell) : Target pelemahan harga pada level 406 kemudian 394 dengan resist di level 433 dan 447.
XPDV (Sell) : Target pelemahan harga pada level 315 kemudian 305 dengan resist di level 332 dan 341.
XBLQ (Sell) : Target pelemahan harga pada level 323 kemudian 316 dengan resist di level 337 dan 344.
Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c9ngc

Analisa Saham SMGR : Potential Synergies From Stake Sale

SMGR IJ - Potential Synergies From Stake Sale; Stay BUY Andrey WIJAYA, Fauzan DJAMAL, Ryan SANTOSO - RHB Sekuritas
Link to report: https://bit.ly/2VOCp8h
BUY, IDR9,500 TP, 61% upside with c.3% yield, implying 22.0x-17.5x FY20-21F P/E. 
Catalysts may emerge from planned synergies between Semen Indonesia and Taiheiyo Cement (Taiheiyo), via the former selling its stake in Solusi Bangun Indonesia (SBI). Both companies’ strong foothold should improve SMGR’s export sales channels. 
Key risks: halted construction projects from partial lockdowns may dampen cement demand, but recovery should begin in early 4Q20. SMGR’s share price may seem volatile over the short term, but we remain upbeat on its long-term outlook.

Analisa Saham ADHI : Slower Construction Ahead

ADHI IJ - Slower Construction Ahead; BUY At Lower TP
Andrey WIJAYA, Fauzan DJAMAL, Ryan SANTOSO - RHB Sekuritas

Link to report: https://bit.ly/3cFUYme

BUY, new IDR810 TP from IDR2,100, 38% upside with c.6% yield – implying 6.5x-4.9x FY20-21F P/Es.

We cut FY20-21F earnings on estimated slower construction activity in 2Q20. Large-scale social distancing should drag the progress of infrastructure projects. However, construction should pick up significantly once COVID-19 contained.

Adhi Karya indicated that land clearance – the LRT project’s main hurdle – should be done in 2Q20.

We increase our cost of capital estimate (WACC: 12.1%, from 10.6%), no thanks to the higher equity risk premium.

Bandarmologi Saham BJBR, MYOR, MIKA, KLBF, INDF

Wednesday (22/04/2020) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)


IDX Composite 4,409 - 4,540
SUMMARY: STRONG SELL

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): SELL
STOCH (9,6): SELL
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILE
ADX (14): STRONG SELL
CCI (14): SELL
HIGHS/LOW (14): SELL
VO: SELL
ROC: SELL
WILLIAMS R: OVERSOLD
BULLBEAR (13): SELL

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


STOCKS PICK:

BJBR 925 - 970
TECHNICAL INDICATORS: BUY 930
TARGET PRICE: 970
STOP-LOSS: 910

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


MYOR 2,040 - 2,140
TECHNICAL  INDICATORS: BUY 2,060
TARGET PRICE: 2,140
STOP-LOSS: 2,030

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


MIKA 1,830 - 1,910
TECHNICAL INDICATORS: BU…

Saham Online di Facebook