Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 2, 2017

SAHAM LAPORAN KEUANGAN BAGUS, TETAPI HARGA TURUN : BAGAIMANA?

SAHAM LAPORAN KEUANGAN BAGUS, TETAPI HARGA TURUN Pada akhir Juli ini musimnya laporan keuangan triwulan kedua tahun ini dikeluarkan oleh semua emiten saham. Dan harga saham dari emiten tersebut bereaksi terhadap laporan keuangan triwulan tersebut.

Ada yang pergerakkan sahamnya bergerak dan ada yang tidak bergerak. Dan yang menjadi hal yang sangat membingungkan adalah, KENAPA SAHAM LAPORANNYA BAGUS, AKAN TETAPI HARGA TIDAK NAIK?


Sebelum menjelaskan alasan tersebut, mari kita lihat apa saja yang dilihat dari sebuah laporan keuangan.
Bagian paling penting dari sebuah laporan keuangan adalah perkembangan SALES REVENUE, NET INCOME, EQUITY, ROE, dan DEBT. Bagian-bagian penting inilah yang dirasa bisa memberikan katalis pergerakkan harga jika semakin meningkat dibandingkan dari tahun lalu di periode yang sama.
SALES REVENUE ini indikator utama untuk mengetahui apakah emiten tersebut mendapatkan source of incomenya semakin meningkat? Jika meningkat, maka ini sebagai indikator awal bahwa emit…

MANAJEMEN RESIKO TRADING SAHAM

MANAJEMEN RESIKO TRADING SAHAM Manajemen RESIKO trading adalah resiko yang kita ambil ketika menentukan seberapa besar modal dan volume transaksi yang dilibatkan dalam setiap keputusan.


a. Resiko total equity  Manajemen resiko Profesional biasanya menganjurkan resiko total dibatasi maksimum hanya sampai 20-30% dari TOTAL MODAL.
b. Resiko per kali masuk posisi  Setelah kita menentukan batasan resiko equity modal, barulah manajemen resiko stoploss dapat ditentukan. Metode untuk menentukan stoploss beraneka ragam. Tapi sebaiknya harus berpatokan dari total equity.

Inget ini lari marathon, jadi jangan set resiko terlalu jauh. Dan supaya mental kita tidak down. Sebaiknya di konversi dari persentase menjadi rupiah. Berapa rupiah yg bisa kita pikul tanpa merusak mental.

Contoh modal kita 10 juta. Seumpama kita pegang 3 saham. Berarti maksimal total lost dari masing2 saham adlh 1 jt.

Jadi kalo kita menentukan entry ke suatu saham. Pertama lihat posisi nya saham tersebut di berapa dgn potens…

CARA BACA BOLLINGER BANDS

CARA BACA BOLLINGER BANDS Bollinger Bands dibuat oleh pakar Analisa Teknikal bernama John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini merupakan derivat dari Moving Averages yang dikembangkan menjadi 2 (dua) garis, yaitu Garis Atas (atau disebut Upper Band), dan Garis Bawah (atau disebut Lower Band). Kedua garis ini membatasi pergerakan saham, dengan lebih dari 90% berada di dalamnya. 
Parameter standar yang direkomendasikan oleh John Bollinger adalah 20 – 2. Artinya menggunakan MA-20 dengan 2 Standar Deviasi (2SD). Dengan demikian, Garis Atas (Upper Band) adalah hasil MA-20 ditambah 2SD, sementara Garis Bawah (Lower Band) adalah hasil MA-20 dikurang 2SD. Standar Deviasi adalah istilah untuk menunjukkan volatilitas harga, misalnya dengan mengukur perbedaan nilai harga penutupan dengan nilai rata-rata. 
Semakin tinggi nilai Standar Deviasi maka menunjukkan volatilitas yang semakin tinggi, yang tercermin pada semakin lebar (renggang) jarak antara kedua garisnya (Upper Band dan Lower Ban…

CARA INVESTASI SAHAM BAGI PEMULA

CARA INVESTASI SAHAM BAGI PEMULA

Mark Minervini menyatakan bahwa salah satu kunci keberhasilannya di dunia investasi saham adalah dengan menggabungkan analisa fundamental dengan analisa teknikal. Teknikal yang dimaksud disini adalah “TREND”. Dia tidak pernah membeli suatu saham yang sedang downtrend, tidak peduli seberapa menarik pun P/E rationya. Alasannya cukup sederhana: membeli saham adalah membeli masa depan. Jika sahamnya saat ini sedang downtred, maka cepat atau lambat hal ini akan tercermin dari laporannya keuangannya yang kurang baik.
Dalam bukunya dijelaskan bahwa suatu saham dapat dibagi menjadi 4 fase yang umum, yaitu:
Fase 1: Konsolidasi Pada tahap ini, harga saham cenderung tidak kemana-mana (sideways). Perusahaan juga tidak banyak diperhatikan oleh institusi atau para analis. Ada ketidakpastikan tentang kinerja perusahaan atau industri yang dijalankannya. Dan tampaknya tidak ada berita atau faktor yang bisa mendorong harga sahamnya untuk naik. Tahap 1 ini dapat berlan…