Saham PNBS | PANIN DUBAI SYARIAH ALAMI PENURUNAN LABA JADI Rp8,27 MILIAR


PT Panin Bank Dubai Syariah Tbk (PNBS) alami penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 30 September 2019 menjadi Rp8,27 miliar dari laba Rp11,77 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan setelah distribusi bagi hasil turun menjadi Rp105,47 miliar dari pendapatan Rp159,59 miliar tahun sebelumnya dan laba operasional turun menjadi Rp7,96 miliar dari laba operasional Rp15,82 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tercatat Rp11,03 miliar turun dari laba Rp15,69 miliar tahun sebelumnya. Total aset hingga periode 30 September 2019 mencapai Rp9,52 triliun naik dari total aset Rp8,77 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Saham INCO | Laba Bersih Vale Indonesia Anjlok


Kinerja keuangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun imbas dari penurunan kinerja operasional.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, produksi nikel dalam matte INCO tercatat 50.531 metrik ton, turun 6,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 54.227 metrik ton.

Volume penjualan tercatat mencapai 50.831 metrik ton. Angka ini turun sekitar 6,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 54.569 metrik ton.

Selain itu, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) juga mengalami penurunan. Berdasarkan laporan INCO, Kamis (24/10), ASP turun sebesar 6,4% menjadi US$ 9.963 per ton.

Imbasnya, pendapatan INCO selama periode tersebut mengalami penurunan sebesar 12,6% menjadi US$ 506,46 juta. Di tengah penurunan ini, INCO mencatat kenaikan beban pokok sekitar 0,4% menjadi US$ 485,44 juta.

Meski beban hanya naik tipis, namun kenaikan tersebut sudah cukup membuat laba kotor INCO menyusut 78% menjadi US$ 21,02 juta dari sebelumnya US$ 96,54 juta.

Beban usaha dan beban lain-lain INCO sejatinya kompak menurun. Namun, pos pendapatan lain-lain perusahaan ini juga turun 90% menjadi hanya US$ 361.000. Alhasil, laba usaha INCO anjlok mencapai 98% menjadi hanya US$ 862.000.

Penurunan tersebut turut mempengaruhi laba bersih INCO. Hingga akhir September kemarin, laba bersih perusahaan ini hanya sebesar US$ 160.000, anjlok 99% dari sebelumnya US$ 55,21 juta.

Meski begitu, kinerja INCO kembali membaik jika dilihat secara kuartalan. Perbaikan ini terlihat baik di sisi pembukuan keuangan maupun dari sisi operasional di lapangan.

Volume produksi INCO di kuartal III-2019 lalu tercatat sebesar 19.820 metrik ton. Produksi ini meningkat 12% dibanding kuartal II-2019 sebesar 17.631 metrik ton.

INCO juga berhasil menjual nikel dengan volume yang lebih besar. Kenaikan volume penjualannya sebesar 18% menjadi 19.998 metrik ton.

Kenaikan harga nikel dunia beberapa waktu lalu juga berpotensi mendorong kinerja keuangan INCO di kuartal tiga. "Kami diuntungkan oleh kenaikan harga nikel," ujar CEO & Presiden Direktur INCO Nico Canter, kemarin.

ASP nikel INCO naik 9% secara kuartalan menjadi sebesar US$ 10.712 per ton pada kuartal III-2019. Alhasil, INCO berhasil membukukan pendapatan US$ 214,2 juta. Angka tersebut naik 29% .

Operasional INCO juga lebih efisien selama periode tersebut. Beban pokoknya hanya naik 3% jadi US$ 170,42 juta. Ini karena harga bahan bakar yang digunakan turun, meski volume penggunaannya meningkat.

Alhasil, laba kotor INCO melompat 86% jadi US$ 43,79 juta. Kenaikan ini membuat INCO mencatat laba bersih US$ 26,34 juta di kuartal tiga, dari sebelumnya rugi US$ 6,02 juta di kuartal dua.

Sumber: https://insight.kontan.co.id/news/duh-laba-bersih-vale-indonesia-inco-anjlok

Saham AGRO | LABA BANK BRI AGRO TURUN JADI Rp15,29 MILIAR HINGGA SEPTEMBER


PT Bank BRI Agro Tbk (AGRO) alami penurunan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp15,29 miliar hingga periode 30 September 2019 turun tajam dari laba bersih Rp166,57 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp510,93 miliar dari pendapatan bunga bersih Rp496,73 miliar dan beban operasional selain bunga bersih naik tajam menjadi Rp492,22 miliar dari Rp282,98 miliar.

Laba operasional turun menjadi Rp18,71 miliar dari laba operasional Rp213,75 miliar tahun sebelumnya dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp24,27 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp225,07 miliar.

Sedangkan total aset perseroan mencapai Rp24,92 triliun hingga periode 30 September 2019 naik dari total aset Rp23,31 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/agro-laba-bank-bri-agro-turun-jadi-rp15-29-miliar-hingga-september,97075422.html

Saham BNGA | Bunga Acuan Terus Turun, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Bank CIMB Niaga


Tren penurunan suku bunga acuan diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Terlebih secara valuasi, harga saham Bank CIMB Niaga (BNGA) masih murah.

Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan, walau mendapat suntikan tenaga dari pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia 7-day repo rate (BI 7-DRR), harus diakui, return on equity (ROE) perbankan yang memiliki kode emiten BNGA ini tergolong rendah dibandingkan dengan Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 lainnya.

Menurut Suria, return BNGA terhadap equity masih kurang maksimal. Padahal, Bank CIMB Niaga cenderung memiliki modal besar. "Tapi valuasi harga saham BNGA masih murah," kata dia, kemarin.

Dengan BI 7-DRR yang kini berada di level 5%, ada peluang perbankan di tanah air, termasuk Bank CIMB Niaga , menekan cost of fund. Jika biaya berhasil diturunkan, harapannya suku bunga kredit juga berpeluang untuk kembali turun, sehingga bisa memperbaiki permintaan kredit.

Namun, dengan kondisi ekonomi seperti saat ini, memang permintaan kredit menjadi kendala utama bagi perbankan. Sektor yang biasanya gemar melakukan pinjaman memilih untuk mengerem ekspansi. Lihat saja, sektor perdagangan, pertanian dan industri pengolahan yang saat ini masih lesu.

Tak ayal, kredit saat ini lebih banyak disalurkan ke sektor konstruksi, listrik, gas dan sektor pertambangan. "Tahun ini pertumbuhan kredit tampaknya tidak bakal tinggi, mungkin di kisaran 8%-10%," prediksi Suria.

Analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan menambahkan, kinerja CIMB Niaga sebenarnya masih cukup positif. Pada semester pertama, perusahaan ini masih dapat mengerek laba bersih 11,8% secara tahunan jadi Rp 1,98 triliun. ini. Kenaikan tersebut didukung net interest income (NII) yang naik 5,5% menjadi Rp 6,3 triliun.

Rekomendasi saham BNGA

Bahkan, CIMB Niaga sukses menaikkan ROE dari -2,6% di kuartal IV-2019 menjadi 10,1% di kuartal II-2019. Net interest margin (NIM) CIMB Niaga juga naik di level 5,6% atau naik 30 bps secara kuartalan.

Memang untuk saat ini, Bank CIMB Niaga terlihat fokus mengupayakan peningkatan NIM, melalui penyesuaian suku bunga pinjaman di seluruh portofolio pinjaman. CIMB Niaga juga mengurangi pinjaman korporasi dengan modal kerja yang lebih rendah.

Erni menilai, Bank CIMB Niaga berpotensi terus mendapat manfaat dari penurunan suku bunga acuan. NIM juga akan meningkat.

"Kami percaya COF sudah mencapai puncaknya di 2019," tulis Erni dalam risetnya. Karena itu, dia memasang rekomendasi beli saham BNGA dengan target Rp 1.520 per saham.

Sejalan, Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis juga menyarankan beli saham BNGA dengan target harga di Rp 1.525 per saham. Alasannya, kinerja CIMB Niaga di tahun ini dan tahun depan masih stabil. "Kami memperkirakan laba BNGA bisa tumbuh sekitar 8,7% di 2019 dan 9,1% di tahun depan," tutur dia.

Saham LCGP | RUGI EUREKA PRIMA JAKARTA NAIK JADI Rp3,41 MILIAR HINGGA SEPTEMBER


PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) mencatat rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp3,41 miliar hingga periode 30 September 2019 naik dari rugi bersih Rp2,47 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, penjualan bersih turun menjadi Rp1,76 miliar dari Rp8,51 miliar dan beban pokok turun menjadi Rp495,25 juta dari Rp2,78 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp1,27 miliar dari laba kotor Rp5,73 miliar.

Rugi sebelum beban pajak penghasilan tercatat dideritang Rp3,79 miliar naik dari rugi sebelum beban pajak penghasilan Rp1,85 miliar tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan mencapai Rp1,642 triliun hingga periode 30 September 2019 relatif sama dengan jumlah aset Rp1,648 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/lcgp-rugi-eureka-prima-jakarta-naik-jadi-rp3-41-miliar-hingga-september,97084114.html

Analisis Saham EXCL | Melemah dalam Uptrend

Analisis Saham EXCL


Analisis Teknikal

Saham EXCL pada tanggal 25 Oktober 2019 ditutup melemah pada harga 2450, turun -0,84%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 67% dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat ada pelemahan.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke bawah. 
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan melemah.

Informasi Terbaru Perusahaan

Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) memiliki kewajiban untuk membayar utang yang akan jatuh tempo pada 26 Oktober mendatang, dana bersumber dari kas internal.
EXCL sudah menyiapkan dana sebesar Rp 702,72 miliar guna membayar utang serta bunga utang yang akan jatuh tempo 26 Oktober 2019. (qq)
Sumber Informasi:

Rekomendasi

SELL if Breakdown 3440, atau Hindari jika belum punya.
Support : 3440 - 3350
Resisten : 3520

by Abduh - www.sahamonline.id
Disclaimer ON

Analisa Saham MAPI | Di Ujung Penentuan

Analisis Saham MAPI


Analisis Teknikal

Saham MAPI pada tanggal 25 Oktober 2019 ditutup menguat pada harga 1135, naik 1,33%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 110 % dari hari sebelumnya. Proses akumulasi saham ini terlihat masih baik dan saat ini membentuk pola bendera yang menandakan ada peluang akumulasi di sana.
Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan ke atas. 
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan naik.

Rekomendasi

BUY if Breakout 1150
Support : 1120 - 1110
Resisten : 1150

by Abduh - www.sahamonline.id
Disclaimer ON

Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | ASRI, BBNI, BBRI, ICBP


Daily Technical 25 Oktober 2019

Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Jumat 25 Oktober 2019.

IHSG ditutup menguat sebesar 81,84 poin (+1.30%) menuju 6.339,64 pada perdagangan hari Kamis 24 Oktober 2019 kemarin. End of downtrend terkonfirmasi. Namun pada perdagangan kemarin IHSG mengalami gap up pembelian asing yang tinggi setelah sekian lama net sell. Umumnya diperlukan konfirmasi level 6.300 sebagai support baru sebelum IHSG melanjutkan penguatan, karena itu hari ini peluang aksi profit taking diperkirakan cukup besar untuk terjadi.
Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed dalam range 6.300 s/d 6.350.

ASRI
Momentum Indicator: Membentuk golden cross MA5 dan MA20, mengindikasikan penguatan.
Rekomendasi: Buy 284 s/d 290, TP 300 s/d 312, stop loss <280 .="" p="">
BBNI
Failed To Breakout: Gagal menembus resistance downtrend line sehingga arah tren kembali menurun.
Rekomendasi: Sell on strength.

BBRI
Makin New Support: Menguji area support baru pada 4250. Jika bertahan maka penguatan berlanjut kembali.
Rekomendasi: Buy 4250, TP 4400 s/d 4460, stop loss <4170 .="" p="">
ICBP
Volume Indicator: Membentuk sinyal akumulasi dari volume yang tinggi.
Rekomendasi: Buy 11400 s/d 11600, TP 12000, stop loss <11000 .="" p="">
Semoga bermanfaat, happy trading!

Best Regards,
Panin Sekuritas

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | APLN, ANTM, BBRI


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Okt  25, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,339 (+1.31%), limited upside, trading range 6,286– 6,362. indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung naik namun mulai tertahan. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 6,289 dan resistance di 6,360. Cut loss level di 6,185.

APLN Weekly  234 (+4.43%) trading buy, trading range 220 – 244. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized terlihat masih cenderung naik. Weekly support  di 6,750 sementara itu weekly  resistance  di 7,175. Cut loss level  di 6,325.

ANTM Weekly  975 (+4.28%), trading buy indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan RSI optimized  mulai bergerak naik. Weekly support  di 915 sementara itu weekly resistance  di 1,000. Cut loss level  di  875.

BBRI Weekly, 4,300 (+3.12%), trading buy, trading range 4,100 – 4,340. Indikator MFI optimized , indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik. Perkiraan weekky support di 4,220 dan weekly resistance di 4,340. Cut loss level di 3,810.

Analisa Saham ANTM dan PWON

ANTM


Berdasarkan price action average broker pattern. ANTM potensi double bottom, dengan didukung volume small distribution dan avg volume demand lebih dominant dibanding avg volume supply, sehingga potensi terjadi pembalikan harga downtrend. Harga relatif diskon, karena Harga sekarang masih dibawah
Avg price demand 995 & Avg price supply 1030.
Target 1135.
Stop loss -8%

PWON


Berdasarkan price action average broker pattern. PWON sudah BO dari pattern falling wedge. Harga sekarang cenderung akumulasi di antara avg price demand 620 dan avg price supply 640. Akumulasi ini dikategorikan positif karena volume cenderung meningkat dan avg volume demand lebih dominant dibanding avg volume supply walaupun belum signifikan.
Target 705.
Stop loss -8%

Stock Market Info

Rekomendasi Saham Binaartha Parama Sekuritas | ACES, AKRA, HMSP, PGAS, RALS, TOWR


IHSG

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini bakal melanjutkan tren bullish, setelah kemarin kembali mempertahankan posisi di zona hijau dengan penguatan sebesar 1,31 persen ke level 6.339.
Indikator MACD berhasil memasuki area positif, sedangkan indikator Stochastic dan RSI tetap menunjukkan sinyal positif.
Terlihat pola long white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG , sehingga indeks berpeluang menuju level resistance terdekat.
Saat ini support pertama dan kedua berada di level 6.304 dan 6.276, sedangkan resistance pertama dan kedua berada di posisi 6.369 dan 6.398.

Rekomendasi Saham

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)

Daily (Rp1.795) (RoE: 21,23%; PER: 31,99x; EPS: 55,48; PBV: 6,81x; Beta: 1,52). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.760-1.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.820, 1.850, 1.925 dan 2.000. Support: Rp1.760 dan 1.735.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Daily (Rp3.950) (RoE: 7,76%; PER: 20,22x; EPS: 195,38; PBV: 1,57x; Beta: 0,79). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.920-3.950, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.000, 4.320, 4.640 dan 4.960. Support: Rp3.920 dan 3.830.

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

Daily (Rp2.170) (RoE: 42,49%; PER: 18,38; EPS: 116,42; PBV: 7,81x; Beta: 0,92). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.070-2.170, dengan target harga di level Rp2.220, 2.440 dan 2.570. Support: Rp2.050.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Daily (Rp2.340) (RoE: 3,38%; PER: 37,11x; EPS: 63,06; PBV: 1,26x; Beta: 1,84). Terlihat pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi terjadinya aksi ambil untung. "Partial Sell" pada kisaran Rp2.340-2.360, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.300 dan 2.230. Resistance: Rp2.430.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)

Daily (Rp1.200) (RoE: 26,87%; PER: 7,22x; EPS: 166,14; PBV: 1,94x; Beta: 0,99). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.190-1.200, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.215, 1.240, 1.270, 1.340 dan 1.415. Support: Rp1.180 dan 1.160.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Daily (Rp655) (RoE: 23,95%; PER: 16,81x; EPS: 38,96; PBV: 4,03x; Beta: 0,3). Terlihat pola long black opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Partial Sell" pada kisaran Rp655-680, dengan target harga di level Rp630. Resistance: Rp700.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama