Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 22, 2019

Saham HMSP | HM SAMPOERNA RAIH PENJUALAN Rp106,74 TRILIUN DI 2018

IQplus,(21/03) - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) meraih penjualan bersih Rp106,74 triliun hingga 31 Desember 2018 naik dari penjualan bersih Rp99,09 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, beban pokok naik menjadi Rp81,25 triliun dari Rp74,87 triliun dan laba bruto naik menjadi Rp25,49 triliun dari laba bruto Rp24,21 triliun tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak diraih Rp17,96 triliun meningkat dari laba sebelum pajak Rp16,89 triliun tahun sebelumnya dan laba yang didistribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp13,53 triliun naik dari laba Rp12,67 triliun tahun sebelumnya.
Total aset perseroan menvcapai Rp46,60 triliun hingga 31 Desember 2018 naik dari total aset Rp43,14 triliun hingga 31 Desember 2017. (end)

Sumber : IQPLUS

Saham MASA | Pasca Diakuisisi Michelin, Multistrada Genjot Kapasitas Pabrik dan Pangsa Pasar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JAKARTA. PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) memproyeksikan bisnis ke depan bakal lebih kinclong pasca Compagnie Générale des Etablissements Michelin (Michelin) masuk sebagai pengendali saham yang baru. Produsen ban merek Achilles dan Corsa tersebut bakal bersinergi dengan Michelin.
Salah satu bentuk sinergi kedua perusahan dalam bentuk peningkatan kapasitas pabrik dan pangsa pasar ban. Manajemen Multistrada menyebutkan, ada tanah seluas 100 hektare (ha) yang akan digunakan untuk mengembangkan pabrik. Namun, belum jelas detail rencana pengembangannya.
Dengan tambahan kekuatan Michelin, Multistrada optimistis kinerja bakal tumbuh. "Akan bagus, dong, begitu dia (Michelin) masuk, order meningkat," ujar Pieter Tanuri, Presiden Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk, ditemui usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Rabu (20/3).
Menurut keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Januari 2019, manajemen Multistrada menyebutkan ka…

Saham AKRA | AKRA Siap Membayar Utang Jatuh Tempo 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menghadapi sejumlah utang yang jatuh tempo di tahun ini. Tetapi, perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar ini tidak berencana mencari pendanaan lewat aksi korporasi.

Pada akhir Desember 2018, liabilitas jangka pendek AKRA melonjak 48,43% menjadi sekitar Rp 8,06 triliun dari sebelumnya Rp 5,43 triliun. Lonjakan tersebut berasal dari utang bank jangka pendek yang mencapai Rp 1,31 triliun, dari sebelumnya senilai sekitar Rp 271,49 miliar.

Dari total dana tersebut, sebanyak Rp 816,09 miliar utang berasal dari Bank Danamon. Utang ini akan jatuh tempo 28 Mei 2019.

Selain itu, ada juga utang dari Bank Mandiri senilai Rp 274,52 miliar yang akan jatuh tempo pada 9 November 2019. AKRA juga memiliki utang obligasi senilai Rp 1,5 triliun yang jatuh tempo pada Desember 2019.

Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu menjelaskan, naiknya liabilitas tahun 2018 dan utang jatuh tempo tahun ini didorong oleh kenaikan pinjaman jangka pendek.

Short te…

Saham TCPI | Transcoal Pacific, Emiten Pendatang Baru yang Fenomenal

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski baru seumur jagung melantai di bursa efek, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) lekas membetot perhatian publik. Penyebabnya lantaran harga saham Transcoal melonjak ribuan persen hanya dalam tempo beberapa bulan sejak melaksanakan initial public offering (IPO) 4 Juli 2018 silam.
Tren lonjakan harga saham Transcoal, memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) harus mensuspensi atawa memberhentikan sementara perdagangan saham emiten jasa pelayaran ini sebanyak tiga kali. Kali pertama, BEI mensuspensi saham TCPI pada 24 Juli 2018 selama satu hari perdagangan karena akumulasi kenaikan signifikan harga saham Transcoal sejak IPO di harga Rp 138 per saham.
Berlanjut pada 7 Agustus 2018, untuk kedua kalinya BEI mensuspensi saham Transcoal dengan alasan yang sama. Kali ini, suspensi berlangsung selama dua pekan dan baru dibebaskan pada 23 Agustus 2018.
Adapun suspensi yang ketiga terjadi pada 14 November 2018. Kali ini, suspensi berlangsung selama kurun waktu kurang dari empat…

Saham MEDC | Naikkan harga kesepakatan akuisisi Ophir, ini komentar Medco Energi (MEDC)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi International Tbk (MEDC) akhirnya resmi mencapai kesepakatan dengan pemegang saham Ophir untuk menaikkan harga penawaran atas akuisisi Ophir. Nilai akuisisi seluruh saham Ophir adalah sebesar £ 408,4 juta.
Mengutip keterangan resmi perusahaan, satu saham Ophir dihargai 57,5 pence tunai. Kesepakatan harga tersebut lebih tinggi dari penawaran awal Medco terhadap Ophir, pasalnya berdasarkan catatan Kontan.co.id sebelumnya MEDC, anggota indeks Kompas100 ini, akan membeli saham Ophir di harga 55 per saham. MEDC akan menjadi pengendali Ophir, termasuk menguasai 18,73% saham baru yang diterbitkan pada 19 Maret lalu.
Saat dikonfirmasi, pihak MEDC masih enggan merinci kenapa MEDC menaikkan harga penawaran terhadap Ophir. "Untuk sementara saya belum bisa memberikan komentar," kata Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco Energi Internasional Tbk, Kamis (21/3).
Namun berdasarkan rumor yang beredar, perusahaan bidang eksplorasi dan produk hulu minyak…

Analisa Saham MEDC dan BBKP

MEDC Daily Update : Potensi kenaikkan harga saham ini masih terlihat meskipun saat ini sudah naik 4 %. Hal ini terlihat dari VAP maximum diatas harga saat ini, baik sisi demand dan suppy yg ditunjang oleh volume rata-rata sisi demand > supply. 
Net avg buy all broker sekitar 914 dan net avg buy dominant broker di 887. Sementara itu net avg sell all broker and dominant di level 966. Terdekat kenaikkan akan menguji level  MA 34 di 940. Support area 880-915.
=====
BBKP Daily : Acc. Buy. Mulai menarik lagi, harga saat ini di support area, 366-372. Berikutnya terdekat di 386 sebelum ke 392-394. 
Strong support di 358. VAP Maximum baik sisi demand dan supply diatas harga saat ini dengan rata-rata volume sisi demand > sisi supply
===== by Tasrul Tanar

Analisa Saham ISAT dan ELSA

ISAT Daily : Acc. Buy. harga saham ini juga mulai menarik diperhatikan, support saat ini sekitar 2,830 - 2,860, resistance terdekat di 3,120 sebelum lanjut ke 3,180 -3,330
ELSA Daily : Acc. Buy, Harga sudah berada sekitar support. Support area 362-366. Resistance terdekat di 376 sebelum 378. VAP Maxium baik sisi deman dan supply berada diatas harga saat ini dengan rata-rata volume sisi demand > sisi supply.
by Tasrul Tanar

Analisa Saham CTRA | Pasang Trailing Stop

Setelah berhasil menembus resistance level 925, saham CTRA bergerak naik mencapai targetnya di level 1000 sesuai perkiraan. Peluang berlanjutnya kenaikan saham ini masih terbuka, jika melihat indikator teknikal MACD yang masih bergerak naik mencoba untuk cross up keatas centreline. Target kenaikan selanjutnya di level 1025. Apabila level tersebut apat dilewati, maka CTRA akan mengakhiri tren turunnya dan berpeluang bergerak naik menuju target berikutnya di level 1070.
Rekomendasi: Hold. Trailing stop di 925.

Sumber : StepTrader 

Analisa Saham PGAS | Acc. BUY

PGAS Daily : Acc. Buy
Berdasarkan Peak and Trough Analysis :
Demand Side ; Harga saat sudah berada di bawah VAP Maximum yg berada di 2,440 -2,450. Net  Avg Buy All Broker di 2,317.88 Net Avg Buy Dominant Broker di 2,341.8 Net Avg Buy Foreign di 2,394 MA 77 di 2,329
Supply Side ; Harga saat sudah berada di bawah VAP Maximum yg berada di 2,450 -2,460. Net  Avg Sell All Broker di 2,529.5 Net Avg Sell Dominant Broker di 2,481.4 Net Avg Sell Foreign di 2,475 MA 19  di 2,479

Kesimpulan :
Support  Area 2,320 – 2,340 Resistance terdekat di  2,470, berikutnya ke 2,480 , 2,530 Foreign masih Net Buy dengan komposisi 45.14% dengan harga rata-rata beli di 2,394 sejak terindikasi harga saham in valid naik dari tgl 27 Nov 2018 dengan VAP Maximum baik sisi demand dan suppy berada diatas harga saat ini dan rata-rata volume sisi demand > sisi supply Risk < Reward
by Tasrul Tanar

Analisa Saham LPPF | Rencana Buyback

LPPF berencana untuk menambah pembelian kembali (buyback) saham dengan porsi sekitar 3% dari modal disetor atau 87,54 juta lembar, setelah tahun lalu mendapat persetujuan buyback sebesar 7%, anggaran akan dinaikan menjadi Rp1,4 triliun (sebelumnya: Rp1,25 triliun) dengan jumlah saham pembelian kembali sebesar 290,79 juta dan maksimum pembelian saham sebesar Rp13.300.
Komen: Alokasi dana adalah sebesar Rp1,4 triliun untuk rata-rata 291,79 juta saham, ini setara dengan rata-rata perlembar saham sebesar Rp4.798, potensi upside 15,9% dari harga saat ini yang sebesar Rp4.140
Panin Sekuritas

Analisa Saham ADHI dan WSBP

ADHI – BUY
Harga membentuk candlestick bullish sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp1,600 dengan target keuntungan dilevel Rp1,740.
WSBP – BUY
Harga berpotensi keluar dari zona konsolidasi sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp390 dengan target keuntungan dilevel Rp420.
by UOBKH

Analisa Saham JPFA dan PTBA

JPFA berada pada area Support. Speculative Buy JPFA 2200-2180 dengan Average Up di atas MA10 & 20 / above 2260, untuk tujuan Target MA50 yang sama yang menghentikan langkah kenaikan JPFA sebelumnya di bilangan 2440.
Rekomendasi Speculative Buy,  Entry Level: 2200-2180;  Target: 2440;  Stoploss: 2160
PTBA  Buy On Break PTBA ketika akhirnya mampu ditutup di atas Resistance line & MA20 , alias di atas 4070. Target terdekat adalah MA50 sekaligus level previous High sekitar 4210-4240, dilanjutkan Target kedua di level 4500.
Rekomendasi Buy on Break   Entry Level: 4070-4080  Target: 4210-4240 / 4500  Stoploss:  3980

Henan Putihrai Sekuritas