Investasi Saham Menurut Hukum Islam


Jual Beli Saham Dalam Islam

Tentang hukum pasar modal -atau investasi saham secara khusus-, Dewan Syariah Nasional MUI telah menelitinya dan membuat fatwa terkait pasar modal. Fatwa tersebut adalah Fatwa DSN No. 40.

Menurut MUI, Pasar Modal dibutuhkan karena hal berikut:

  1. Perkembangan ekonomi suatu negara dipengaruhi dengan perkembangan pasar modal.
  2. Pasar modal syariah telah dikembangkan di beberapa negara.
  3. Umat Islam membutuhkan Pasar Modal yang sesuai prinsip syariah.


Oleh karena kebutuhan akan pasar modal itulah DSN MUI memandang perlu menetapkan halal haram pasar modal. Alias, bagaimana cara membentuk pasar modal yang sesuai syariah.

Bagaimana Pendapat Ulama tentang Hukum Saham dalam Islam?

Sebenarnya, secara umum, investasi saham itu halal. Dalam Islam, investasi saham disebut dengan istilah musahamah (saling bersaham). Musahamah ini adalah salah satu bentuk turunan dari musyarakah.

Aduh, apalagi tuh musyarakah?

Musyarakah sederhananya adalah urunan modal dari dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu bisnis. Musyarakah bisa diartikan secara bahasa dengan kata “bersyarikat”, “berkerja-sama”, Berkongsi”, dan lain sebagainya.

Jadi, intinya investasi saham ya halal.

DSN MUI mengutip beberapa pendapat ulama yang membolehkan investasi saham. Tiga di antaranya sebagai berikut:

Pendapat Pertama:
“Bermuamalah dengan (melakukan kegiatan transaksi atas) saham hukumnya boleh, karena pemilik saham adalah mitra dalam perseroan sesuai dengan saham yang dimilikinya.”

Pendapat Kedua:
“(Jenis kedua), adalah saham-saham yang terdapat dalam perseroan yang dibolehkan, seperti perusahaan dagang atau perusahaan manufaktur yang dibolehkan. Ber-musahamah (saling bersaham) dan ber-syarikah (berkongsi) dalam perusahaan tersebut serta menjualbelikan sahamnya, jika perusahaan itu dikenal serta tidak mengandung ketidakpastian dan ketidak-jelasan yang signifikan, hukumnya boleh. Hal itu disebabkan karena saham adalah bagian dari modal yang dapat memberikan keuntungan kepada pemiliknya sebagai hasil dari usaha perniagaan dan manufaktur. Hal itu hukumnya halal, tanpa diragukan.”

Pendapat Ketiga:
“Boleh menjual atau menjaminkan saham dengan tetap memperhatikan peraturan yang berlaku pada perseroan.”

Siapa yang Menentukan Apakah Suatu Saham itu Halal atau Haram?

Pada dasarnya semua saham yang tiga poin di atasnya sudah sesuai syariah, maka dia adalah saham syariah. Tetapi di Indonesia ada yang berhak menentukan apakah sebuah saham sudah sesuai syariah atau haram. Lembaga yang berhak menentukan sebuah saham sudah sesuai prinsip syariah atau haram adalah DSN MUI.

Baca lebih lanjut tentang kriteria saham syariah di bagian bawah.

Darimana prinsip syariah ini ditentukan?

DSN MUI mengatakan bahwa prinsip-prinsip tentang syariah atau tidaknya suatu saham diambil dari ajaran Islam.

Bagaimana jika ternyata perusahaan melanggar prinsip syariah tersebut?

Dalam pasar modal syariah, ada yang disebut Syariah Compliance Officer (SCO). SCO ini adalah pihak atau lembaga yang bertugas untuk menjaga agar suatu perusahaan tetap sesuai syariah. SCO ini harus disetujui oleh DSN MUI terlebih dahulu.

Dua unsur yang harus diperhatikan dalam Pasar Modal Syariah


Sederhananya, ada dua unsur untuk menilai apakah suatu saham / efek sudah sesuai syariah atau tidak, yaitu:

  1. Pasar modal, seluruh mekanisme kegiatan perusahaan, jenis saham, mekanisme perdagangan telah sesuai syariah.
  2. Suatu saham telah dianggap telah sesuai syariah apabila mendapat Pernyataan Kesesuaian Syariah.

Menentukan Apakah Suatu Emiten itu Sudah Syariah apa Belum

Saham ada yang syariah ada juga yang tidak. Tak semua saham halal bagi kita untuk kita beli. Saham syariah mempunyai kriteria-kriteria tersendiri yang harus dipenuhi. Jika suatu saham perusahaan memenuhi kriteria tersebut, maka saham akan dimasukan ke daftar efek syariah. Tetapi jika tidak maka akan dikeluarkan dari daftar efek syariah.

Secara singkat kriteria saham yang syariah adalah: 
  1. Kegiatan bisnis tak boleh bertentangan dengan syariat
  2. Akad harus sesuai dengan syariat
  3. Rasio keuangan harus sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Referensi:

BBCA | PERLAMBATAN LAJU KREDIT BCA DIPICU OLEH KETIDAKPASTIAN EKONOM GLOBAL

IQPlus, (22/08) - Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyampaikan bahwa ketidakpastian ekonomi global menjadi salah satu pemicu perlambatan laju kredit. Demikian disampaikam Direktur BBCA, Rudy Susanto di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu.

Meski demikian, kata Rudy, kalau dilihat secara umum kondisi perekonomian Indonesia masih relatif lebih baik. "Kami bukan mengerem (penyaluran) kredit, tetapi situasi yang membuat kami tidak bisa mengejar penyaluran kredit secara cepat. Karena, kami melihat kondisi ekonomi global,"ungkapnya.

"Kami akui kondisi global sedang jelek. Jad, otomatis kami tidak bisa mengejar penyaluran kredit seperti tahun lalu yang bisa bertumbuh sekitar 12-14 persen," tutur Rudy.

Dia mengaku, hingga saat ini kondisi likuiditas BBCA masih memadai untuk melakukan penyaluran kredit, bahkan tingkat loan to deposit (LDR) perseroan masih sebesar 80%. "Jadi, kami tidak terlalu mengejar likuiditas, misalnya mengejar dari deposito. Bahkan, kami sudah menurunkan bunga deposito sebanyak dua kali. Turun dua kali 0,25%," katanya.

Lebih lanjut Rudy menegaskan, ketidakpastian ekonomi global belum memaksa BBCA untuk mengubah strategi kredit, termasuk untuk kredit yang gagal bayar. "Approach kami untuk underwriting kredit, selalu dalam dalam keadaan normal, meski pun saat keadaan jelek. Kami selalu prudent. Karena kalau dalam keadaan bagus kami tidak prudent, maka kalau ada keadaan jelek, otomatis kreditnya menjadi jelek," paparnya.

Terkait dengan kredit sindikasi, kata Rudy, BBCA juga tidak berada dalam situasi menahan penyaluran kredit. "Kalau untuk sindikasi, itu memang untuk membagi-bagi risiko. Daripada kami mengambil Rp1 triliun sendiri, lebih baik dibagi-bagi dengan cuma mengambil Rp200 miliar atau Rp300 miliar," imbuhnya.

Langkah tersebut, jelas dia, bukan semata-mata untuk menghindari risiko atau bahkan mengerem kredit, tetapi sebagai upaya membagi porsi kredit. "Misalnya ada fasilitas atau permintaan yang terlalu besar, seperti PLN yang sekali minta sebesar Rp3 triliun atau Rp4 triliun. Tidak mungkin kami masuk sendiri. Karena, sindikasi cuma sarana untuk memberikan pinjaman yang tepat ke nasabah," ujar Rudy. (end/as)


EXCL | XL UJI TEKNOLOGI 5G DAN GENCARKAN FIBERISASI JARINGAN


IQPlus, (22/08) - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus mematangkan persiapan untuk menggelar layanan 5G di masa mendatang dengan menyiapkan ekosistem pendukungnya.

"Berbagai persiapan telah dilaksanakan sejak dua tahun terakhir, terutama dalam menyiapkan ekosistem pendukungnya. Salah satunya adalah menyiapkan jaringan data berkapasitas besar dengan cara melakukan fiberisasi di seluruh jaringan," kata Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya, dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandarlampung, Rabu.

Ia menyebutkan, fiberisasi akan mampu meningkatkan kapasitas transpor jaringan hingga lebih dari 5 kali lipat dibandingkan transport bukan fiber.

Selain itu, uji coba teknologi 5G di jaringan XL Axiata kembali dilaksanakan untuk menguji berbagai aspek teknis dan teknologi. Pihaknya terus bersiap diri mengadopsi teknologi 5G yang merupakan teknologi jaringan yang tercanggih saat ini.

"Persiapan kami sangat serius di semua aspek, dan saat ini kami terus membangun ekosistemnya, terutama jaringan data yang memadai. Uji coba juga kembali kami laksanakan kali ini untuk lebih mengenal lagi berbagai aspek teknologinya dan implementasinya di jaringan kami. Kami berharap banyak hal yang bisa dipelajari dari uji coba ini," ujarnya.

Yessie menambahkan, XL Axiata harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital yang sangat pesat kemajuannya.

Menurutnya, pelanggan XL Axiata dan masyarakat Indonesia pada umumnya semakin menuntut layanan data yang terbaik agar bisa lebih produktif. Tuntutan tersebut sangat beralasan karena sudah terbukti teknologi digital mampu mendorong produktivitas penggunanya.

Pihaknya yakin, implementasi 5G di Indonesia akan mampu mendorong produktivitas Sumber Daya Manusia Indonesia di masa mendatang. Uji coba 5G yang kali ketiga ini berlangsung di dalam salah satu ruangan di Gedung XL Axiata, Jakarta, Rabu (21/8). (end)


JSMR | JASA MARGA TARGETKAN JAPEK ELEVATED BEROPERASI NATAL 2019


IQPlus, (22/08) - - PT Jasa Marga Tbk (Persero) menargetkan proyek jalan tol layang Jakarta - Cikampek atau Japek Elevated akan rampung dan bisa dioperasikan pada Natal dan Tahun Baru 2019.

"Untuk Tol Jakarta - Cikampek Elevated kita rencanakan pada Natal dan Tahun Baru ini sudah bisa dioperasikan," ujar Direktur Keuangan PT Jasa Marga Donny Arsal dalam konferensi pers Public Expose 2019 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Rabu.

Donny juga menambahkan bahwa terkait besaran tarif tol yang akan diberlakukan untuk tol layang tersebut nantinya sesuai dengan keputusan dari pemerintah.

Saat ini rencana pemberlakuan tarif untuk tol Jakarta-Cikampek Elevated masih dikaji oleh pemerintah dan Jasa Marga sendiri menunggu sedang menunggu keputusan pemerintah terkait hal itu.

"Rencananya Jakarta - Cikampek Elevated, kemudian tol Balikpapan - Samarinda, dan Sesi IV serta V Tol Pandaan - Malang ditargetkan akhir tahun ini selesai," kata Donny.

Sebelumnya PT Jasa Marga menyatakan pekerjaan konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) atau Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek telah mencapai 86 persen hingga akhir Juni 2019.

Direktur Utama PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek Djoko Dwijono, Jumat, mengatakan, pekerjaan konstruksi jalan tol sepanjang 36,40 kilometer itu selesai pada akhir September 2019.

Pekerjaan fisik tol layang tersebut sudah mencapai 86 persen dan ditargetkan selesai konstruksinya pada akhir September 2019. Untuk selanjutnya dilakukan uji layak fungsi dan layak operasi.

Proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat. Nantinya, jalan tol ini berfungsi untuk mengurangi kepadatan panjang yang berada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek.(end)


WTON | SAMBUT PEMINDAHAN IBU KOTA, WTON PERTEBAL NILAI CAPEX


IQPlus, (22/08) - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) bakal meningkantkan nilai belanja modal atau Capital Expenditure (CAPEX) dari Rp428 miliar menjadi Rp779 miliar. Hal tersebut seiring dengan rencana keikutsertaan perusahaan di dalam proyek pemindahan Ibu Kota Indonesia.

Menurut Direktur Operasi WTON I Ketut Pasek Senjaya Putra, perusahaan akan mempergunakan dana tersebut salah satunya untuk membangun plant (pabrik) baru di beberapa daerah diantaranya di Balikpapan.

"Kami ingin tambah kapasitas produksi readymix, dan pembangunan pabrik ini juga salah satu stratagi kita menambah kapasitas,"katanya, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu.

Ia juga menyebutkan, bahwa perusahaan juga berencana membangun pabrik di Pekanbaru. Pasalnya, hal ini untuk mendukung proyek jalan tol Pekanbaru-Padang yang diketahui kontraktornya di pegang oleh induk usaha WTON yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

"Ya, kami akan bangun pabrik di Balikpapan dan Pekanbaru seiring dengan perolehan kontrak,"ucapnya.

Diketahui, WTON tengah membangun mobile plant dan stationary plant yang lokasinya berdekatan dengan proyek dengan investasi Rp 41 miliar. (end/as)


BTPN | LABA BANK BTPN TUMBUH 13% HINGGA JUNI 2019


IQPlus, (22/08) - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) meraih pertumbuhan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 13,03% hingga periode yang berakhir 30 Juni 2019 menjadi Rp1,23 triliun dari laba Rp1,09 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan bunga dan syariah bersih naik menjadi Rp5,18 triliun dibandingkan Rp4,81 triliun tahun sebelumnya dan beban operasional lainnya bersih mencapai Rp4,11 triliun naik dari Rp3,46 triliun.

Laba operasional meningkat menjadi Rp1,91 triliun dibandingkan laba operasional Rp1,68 triliun tahun sebelumnya. Sedangkan laba sebelum pajak diraih sebesar Rp1,90 triliun naik dari laba sebelum pajak Rp1,66 triliun tahun sebelumnya.

Total aset bank ini mencapai Rp186,69 triliun hingga periode 30 Juni 2019 naik tajam dari total aset yang tercatat hingga periode 31 Desember 2018 yang Rp101,92 triliun. (end)


Analisa Saham ANTM, EXCL dan MNCN


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Aug 22, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,252.97(-0.68%), consolidation, trading range 6,240 – 6,392. Indikator MFI optimized dan indikator W%R  optimized koreksi terbatas. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  masih bergerak naik dan indikator RSI optimized masih akan menguji support trendline. Daily support di 6,240 dan resistance di 6,392. Cut loss level di 6,181.

ANTM, 1,070 (+1.90%),trading buy, trading range 1,040 – 1,110 . indikator MFI optimized dan RSI optimized masih cenderung naik. Daily  support  di 1,040 sementara itu daily resistance  di 1,110. Cut loss level  di  1,020.

XL Axiata Daily, 3,270(+0.62%), trading buy, trading range 3,180 – 3,310. indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan W%R optimized masih cenerung naik. Daily  support  di   3,180 sementara itu daily resistance  di 3,310. Cut loss level  di 3,170.

MNCN  Weekly , 1,295(-0.77%), trading buy, trading range 1,200 – 1,350. Indikator MFI optimized dan indkator W%R optimized masih cenderung naik. Perkiraan weekly support di 1,200 dan weekly resistance di 1,350. Cut loss level di 1,170.

Rekomendasi Saham Tetra X Change | 22 Agustus 2019


Hari ini menjadi penentuan kegalauan investor terhadap bursa Indonesia : apakah BI akan pangkas suku bunga acuan 25 basis poin lagi seperti bulan lalu atau tetap di level 5.75%. Analis memproyeksikan BI akan tetap jaga bunga acuan sama, namun kecenderungan banyaknya bank sentral global yang menurunkan suku bunga bisa saja ada ‘kejutan’ dari Bank Indonesia.

Penurunan suku bunga dapat menjadi stimulus ekonomi khususnya untuk sektor sektor perdagangan, retail, konsumsi dan property apalagi bila diikuti dengan penurunan suku bunga kredit oleh perbankan. Namun rate cut akan membuat potensi pendapatan perbankan menjadi turun dan bisa mempengaruhi performansi saham saham perbankan.

Hari ini perhatikan 3 sektor : PROPERTY, TRADE dan CONSUMER yang berpeluang menguat bila BI pangkas suku bunga mendahului The FED (yang diproyeksikan akan kembali pangkas rate di bulan September). Trend pemberian stimulus di EuroZone serta Amerika akan menjadi katalis positif tambahan bagi IHSG sehingga bisa kembali masuk ke area MA20 & MA200.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : IHSG Tunggu Keputusan Bunga dari Bank Indonesia Hari Ini
Potensi Pergerakan Index :  6209 - 6291 

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following : ASSA BEEF EXCL KBLI KPIG NIKL TOPS TOWR ULTJ   (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  MKNT POLY BEEF DKFT TBIG JRPT GOOD KPIG NIKL MIKA TOWR KBLI LSIP NATO    (hanya berlaku hari ini)

Sumber:
Tetra X Change

Analisa Saham MAPI | Stability is priority


MAPI mencatatkan pendapatan di 1H19 sebesar Rp10,0 triliun (+10,2% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 44,7%; Cons: 46,2%), serta laba operasi sebesar Rp969 miliar (+34,3% YoY) diatas estimasi (PANS: 51,1%; Cons: 53,9%). Sejalan dengan hal ini, marjin laba kotor dan laba operasi di 1H19 tercatat meningkat ke level 49,3% (1H18: 47,3%) dan 9,7% (1H18: 7,9%) secara berturut-turut. Marjin keuntungan masih meningkat meskipun untuk segmen F&B marjin keuntungan tercatat menurun seiring dengan meningkatnya persaingan dan dampak dari fluktuasi mata uang Rupiah. Selain itu, posisi keuangan MAPI di 1H19 lebih solid dengan net gearing tercatat turun ke level 6% (FY18: 9%) sejalan dengan target manajemen untuk mempertahankan net gearing di bawah level 20%. Kami masih positif untuk MAPI didukung oleh: 1) posisi neraca yang lebih solid didukung penurunan net gearing, 2) meningkatnya free cash flow seiring dengan ekspansi yang lebih konservatif dan terfokus, 3) penambahan brand di segmen cosmetics serta health & beauty untuk menunjang pertumbuhan revenue kedepan. Kami mempertahankan rekomendasi BUY untuk MAPI dan menaikkan target harga ke Rp1.300 atau setara dengan 21% premium dari -1,0x std.dev PE 5 tahun terakhir (implied PE 21,4x di 2020).

Peningkatan marjin keuntungan dipicu timing difference dari sales discount. MAPI mencatatkan pendapatan di 2Q19 sebesar Rp5,3 triliun (+14,0% QoQ; +11,7% YoY) membawa pendapatan di 1H19 tercatat sebesar Rp10,0 triliun (+10,2% YoY), inline dengan estimasi (PANS: 44,7%; Cons: 46,2%), dimana mayoritas pendapatan sebesar 71% masih dikontribusi oleh segmen penjualan ritel. Marjin laba kotor tercatat meningkat signifikan di 2Q19 menjadi 51,4% (1Q19: 46,9%) dan membawa marjin laba kotor di 1H19 tercatat sebesar 49,3% (1H18: 47,3%). Hal ini dipicu oleh adanya timing difference antara Hari Raya Lebaran di tanggal 5 dan 6 Juni 2019, dan juga sales discount untuk Inditex brands seperti Zara, Bershka, Stradivarius, dan Pull and Bear yang berlangsung pada akhir Juni 2019. Hal ini menyebabkan mayoritas konsumen membeli dengan full price seiring dengan momen Hari Raya Lebaran dan berdampak positif terhadap peningkatan marjin keuntungan MAPI di 1H19. Hal ini juga turut berdampak terhadap marjin laba operasi dan laba bersih yang masing-masing tercatat sebesar 9,7% (1H18: 7,9%) dan 5,0% (1H18: 4,3%) di 1H19. Sejalan dengan hal ini, kami memperkirakan sampai dengan akhir tahun 2019 marjin keuntungan akan kembali normal dengan marjin laba kotor berada di kisaran 47%-48%.

Meningkatnya kompetisi memicu tekanan marjin pada segmen F&B. Meskipun secara overall marjin laba operasi MAPI tercatat meningkat di 1H19, berdasarkan segmentasinya marjin laba operasi dari segmen cafe and restaurant tercatat turun ke 5,3% (1H18: 6,6%). Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti price war disebabkan meningkatnya kompetisi, dan fluktuasi nilai tukar Rupiah dimana input cost Starbucks (berkontribusi terhadap 80% pendapatan segmen cafe and restaurant) turut meningkat seiring pelemahan Rupiah. Sebagai informasi, di 1Q19 sendiri marjin laba kotor dari segmen cafe and restaurant telah tercatat turun sebesar 2%. Meski demikian, kami memperkirakan marjin dari segmen ini akan kembali normal seiring dengan nilai tukar Rupiah yang lebih stabil dan penyesuaian harga yang dilakukan oleh MAPI terhadap produk dari Starbucks kedepan.

Posisi keuangan lebih solid seiring penurunan net gearing. Kinerja operasional MAPI masih solid dimana inventory days tercatat sebesar 118 hari dimana pencapaian ini masih inline dengan target manajemen di kisaran 115-120 hari. Sejalan dengan hal ini, cash conversion cycle (CCC) tercatat sebesar 73 hari di 1H19 (FY18: 77 hari) didukung oleh meningkatnya payable days ke 54 hari di 1H19 (FY18: 48 hari). Posisi keuangan juga menguat dimana net gearing di 1H19 tercatat turun ke level 6% (FY18: 9%) sejalan dengan target manajemen untuk mempertahankan net gearing dibawah level 20%. Kami memperkirakan posisi keuangan MAPI kedepan akan semakin solid seiring dengan belanja modal yang akan lebih konservatif di tahun 2020 dimana target sementara untuk ekspansi di 2020 sebesar 60.000sqm (target 2019: 75.000sqm) dengan fokus pada segmen fashion, sport, dan F&B. Dengan demikian, kami perkirakan capex di 2020 akan lebih rendah dibanding target tahun 2019 yang sebesar Rp800 miliar dan net gearing akan mampu dipertahankan di kisaran 5-6% di 2020.

Mempertahankan rekomendasi BUY, menaikkan target harga Rp1.300. Kami mempertahankan outlook positif untuk MAPI didukung oleh: 1) posisi neraca yang lebih solid seiring dengan penurunan net gearing, 2) meningkatnya free cash flow seiring dengan ekspansi yang lebih konservatif dan terfokus, 3) penambahan brand untuk segmen cosmetics dan health & beauty yang akan menjadi pendukung pertumbuhan revenue kedepan. Kami mempertahankan rekomendasi BUY untuk MAPI dan menaikkan target harga ke Rp1.300 atau setara dengan 21% premium dari -1,0x std.dev PE 5 tahun terakhir (implied PE 21,4x di 2020).

Best Regards,
Panin Sekuritas

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 22 Agustus 2019


Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang berada di fase konsolidasi wajar akan dibayangi sentimen suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-day Reverse Repo Rate) yang akan diumumkan hari ini.
Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, memperkirakan BI akan menahan besaran BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 5,75, sehingga ini akan menjadi katalis positif bagi laju IHSG yang sedang berada dalam pola konsolidasi wajar.
"Stabilitas perekonomian terlihat dari data terlansir yang menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat. Sehingga, bursa saham masih mencatatkan capital inflow sepanjang 2019," kata William, di Jakarta, Kamis (22/8).
Lebih lanjut William menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.123, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.372. "Hari ini IHSG berpotensi menguat," ujarnya.
Adanya potensi kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini di tengah tren, William merekomendasikan sembilan saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:
1. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
5. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
6. PT Astra International Tbk (ASII)
7. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
8. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
9. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

ipotnews

Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas | 22 Agustus 2019


Pada perdagangan hari ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan melanjutkan pola konsolidasi yang cenderung bergerak menguat, setelah kemarin kembali ditutup di zona merah.
Menurut analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, secara teknikal laju IHSG mengkonfirmasi pola pulled back Moving Averaga 50-Day (MA-50) dan false break MA-20 yang kembali turun menguji support lower bollinger bands.
Lanjar menyebutkan, indikator Stochastic dead-cross pada area jenuh beli dengan potensi melanjutkan pelemahan, meski tetap berupaya ke atas lower bollinger bands di levek 6.200. "Kami memperkirakan laju IHSG cenderung terkonsolidasi dan mencoba untuk menguat jangka pendek dengan kisaran support-resistance 6.200-6.270," kata Lanjar, di Jakarta, Kamis (22/8).
Dia menyebutkan, pada perdagangan kemarin bursa saham Asia ditutup bervariasi, tercermin dari pelemahan indeks Nikkei (-0,28 persen), Topix (-0,61 persen) dan Shanghai (-0,16 persen), sedangkan penguatan terjadi pada indeks Hang Seng (+0,15 persen). Sementara itu, IHSG ditutup melemah 0,68 persen ke level 6.252.
Nah, di tengah potensi penguatan IHSG pada perdagangan hari ini, Lanjar menyodorkan tujuh saham yang bisa dimainkan pelaku pasar, yakni:
1. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
2. PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk (ULTJ)
3. PT Bank Panin Indonesia Tbk (PNBN)
4. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
5. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)
6. PT Astra International Tbk (ASII)
7. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

ipotnews

Analisa Saham BBCA, ADHI dan BBRI


PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Daily (Rp29.875) (RoE: 15,49%; PER: 28,39x; EPS: 1054,24; PBV: 4,40x; Beta: 1,08). Pergerakan harga telah menguji garis MA-60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp29.600-29.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp30.300, 30.725 dan 32.400. Support: Rp29.050.

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

Daily (Rp1.390) (RoE: 6,62%; PER: 11,76x; EPS: 119,44; PBV: 0,77x; Beta: 1,68). Pergerakan harga telah menguji garis MA-10 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.375-1.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.455, 1.550, 1.775 dan 2.000. Support: Rp1.330.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

Daily (Rp4.050) (RoE: 16,25%; PER: 15,37x; EPS: 264,78; PBV: 2,50x; Beta: 1,64). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp4.020-4.060, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.200 dan 4.330. Support: Rp4.020 dan 3.940.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham MEDC, BIRD dan HMSP

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Daily (Rp770) (RoE: 3,86%; PER: 17,42x; EPS: 44,20; PBV: 0,67x; Beta: 2,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp765-775, dengan target harga secara bertahap di level Rp785, 820, 860 dan 895. Support: Rp745.

PT Blue Bird Tbk (BIRD)

Daily (Rp2.700) (RoE: 5,93%; PER: 21,31x; EPS: 126,70; PBV: 1,27x; Beta: 0,53). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.660-2.700, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.740, 2.770 dan 2.930. Support: Rp2.590.

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

Daily (Rp2.940) (RoE: 42,49%; PER: 25,25; EPS: 116,42; PBV: 10,73x; Beta: 0,83). Pergerakan harga telah menguji beberapa garis MA-10 dan 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.920-2.950, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.030 dan 3.120. Support: Rp2.850.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama