KLBF | Kalbe Farma Melebarkan Sayap ke Negara Tetangga
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ekspansif mengembangkan kapasitas dan melakukan inovasi. Sampai akhir Juni, perusahaan ini sudah menyerap belanja modal Rp 912 miliar, dari total capex tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun plus Rp 500 miliar untuk transformasi digital.
Kebanyakan belanja modal terserap untuk kebutuhan pembangunan pabrik. Terutama untuk pabrik di Myanmar, pabrik Bintang Toedjoe, Saka Farma dan gudang PT Enseval Puitera Megatrading Tbk, jelas Bernandus Karmin Winata, Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan KLBF, Selasa (20/8).
KLBF menargetkan pabrik Mixagrip di Myanmar dapat beroperasi secara komersial di 2022. Investasi pabrik Mixagrip di Myanmar mencapai Rp 250-Rp 300 miliar. Nantinya, produk dari pabrik baru di Myanmar bisa didistribusikan ke kawasan Asean lain, bahkan bisa ke Afrika.
Tambahan informasi, pada semester satu lalu, KLBF membukukan penurunan penjualan ke luar negeri. Ekspor turun 1,82% jadi Rp 565,7 miliar. Nantinya, jika pabrik Myanmar beroperasi komersial, KLBF berharap porsi ekspor meningkat dari 5% terhadap pendapatan konsolidasi jadi 10% dalam lima tahun ke depan.
KLBF juga memperkuat produk bio-farmasi yang juga ditargetkan bisa mulai dipasarkan dalam dua-tiga tahun ke depan. Hasilnya akan dipasarkan ke Asean, Timur Tengah, Taiwan, dan Australia.
KLBF juga meningkatkan kerjasama dengan negara lain untuk transfer teknologi dan manufaktur. Kerjasama ini dapat mengurangi impor bahan baku dan mendukung program Kemandirian Industri Farmasi dan Alat Kesehatan 2025.
Penopang JKN
Di pertengahan tahun ini, KLBF mencatat kenaikan liabilitas 23,3% dibanding setahun sebelumnya menjadi Rp 3,51 triliun. Utang bank jangka panjang tercatat naik signifikan dari sebelumnya Rp 32,11 miliar di semester I-2018 jadi Rp 573,47 miliar.
Bernandus menjelaskan, pinjaman itu untuk dua anak perusahaan yang menambah kapasitas mesin dan modal kerja. Pinjaman ini juga berhubungan dengan anak-anak usaha yang bergerak di obat-obatan penyokong program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Program JKN bak pedang bermata dua untuk Kalbe. Kendati permintaan terus naik, pembayaran tak tepat waktu bisa mengganggu cash flow Kalbe.
Tapi, Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menilai prospek KLBF positif karena gesit ekspansi, baik ke dalam maupun luar negeri. Prospek kian cerah jika pabrik di Myanmar sudah beroperasi. Tapi valuasi saham ini sudah cukup mahal.
Sedangkan Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana, menilai positif diversifikasi KLBF ke sektor consumer goods. Pembayaran obat JKN tak tepat waktu bisa menurunkan cash flow KLBF.
TLKM | Telekomunikasi Indonesia Menjaga Indihome Tumbuh Dua Digit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) optimistis pendapatan perusahaan dari segmen fixed broadband IndiHome bisa tumbuh dua digit.
Sampai paruh pertama tahun ini, pendapatan IndiHome naik 61,5% secara year on year (yoy) menjadi Rp 8,8 triliun. Jumlah ini berkontribusi 12,6% terhadap pendapatan total TLKM, yakni Rp 69,3 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, Direktur Keuangan TLKM Harry Mozarta Zen mengatakan, perusahaan ini akan terus menambah pelanggan baru Indihome.
TLKM menargetkan dalam tiga tahun ke depan, 35% pelanggan dari 65 juta rumah yang ada di Indonesia akan menjadi pelanggan potensial fixed broadband.
Per semester I-2019, TLKM, yang menjadi pemimpin pasar fixed broadband, mencatat, pelanggan IndiHome sudah mencapai 6 juta. "Ditambah pelanggan perusahaan lain jadi sekitar 7 juta. Masih ada sekitar 12 juta masih menjadi potensial pelanggan fixed broadband," ucap Harry.
Setiap tahun, Harry berharap, pelanggan baru Indihome bisa bertambah 1,5 juta-2 juta. Sepanjang semester I-2019 ini, pelanggan Indihome naik 45,1% secara tahunan menjadi 6 juta. Sementara itu, pada kuartal dua tahun ini saja pelanggan IndiHome bertambah 479.000.
Untuk menggenjot pendapatan segmen ini, TLKM tidak hanya akan mendorong jumlah pelanggan baru, tetapi juga mendorong pertumbuhan rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per user (ARPU). "Setiap ada konsumen yang pakai layanan Dual Play akan kami dorong untuk upgrade ke Triple Play," ucap Harry.
Per semester I-2019, pelanggan Dual Play IndiHome berjumlah 52% dari total pelanggan, sedangkan Triple Play 48%. ARPU IndiHome sepanjang triwulan 2-2019 adalah Rp 260.000.
Penyumbang pendapatan terbesar bagi TLKM masih dari pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika. Di semester satu, segmen tersebut menyumbang 63,79%, setara Rp 44,23 triliun.
Selasa (20/8) harga TLKM naik 3% jadi Rp 4.470 per saham. Asing tercatat melakukan beli bersih Rp 331,89 miliar di seluruh pasar. Di paruh pertama 2019, Indihome menghasilkan Rp 8,8 triliun.
WSKT | Simak Cara Waskita Karya Menekan Rasio Utang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berniat menurunkan rasio utang di tahun ini. Saat ini, gearing ratio WSKT mencapai 2,7 kali, jauh dari target, yakni di 2 kali-2,2 kali di akhir tahun.
Direktur Keuangan WSKT Haris Gunawan menyebut, utang WSKT cukup tinggi lantaran banyaknya proyek dengan skema turnkey yang digarap perseroan ini. Jadi, emiten baru menerima pembayaran setelah proyek selesai. Meski begitu, di semester II-2019, rasio utang akan menyusut karena beberapa proyek turnkey sudah selesai.
Beberapa proyek turnkey yang akan selesai di antaranya LRT Sumatra Selatan dengan nilai proyek Rp 2,9 triliun, tol Jakarta-Cikampek elevated senilai Rp 4,5 triliun dan ruas Tol Sumatra milik Hutama Karya senilai Rp 13 triliun.
Tahun ini, WSKT memprediksi akan mendapat arus kas masuk sebesar Rp 40 triliun. Rinciannya, sebanyak Rp 26 triliun berasal dari realisasi turnkey dan sebesar Rp 14 triliun diterima dari proyek-proyek konvensional.
Pada semester I-2019 WSKT menerima arus kas masuk sebesar Rp 7,49 triliun. Nominal tersebut didapatkan dari pembayaran proyek tol, di antaranya proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan dan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.
Pada tahun ini, WSKT juga akan divestasi sejumlah jalan tol yang dimiliki. "Kalau divestasi berhasil kami akan mendapat uang tunai dari sana," imbuh dia. Haris enggan menyebut potensi divestasi.
Rilis RDPT
Rencana lain WSKT menjaga arus kas adalah menerbitkan global bond berdenominasi rupiah pada September 2019. Perusahaan konstruksi pelat merah ini menargetkan bisa meraih Rp 3,5 triliun untuk penerbitan surat utang tenor tiga dan lima tahun. Saat ini, global bond tersebut baru masuk proses registrasi.
WSKT juga ada rencana menerbitkan global bond berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) US$ 250 juta-US$ 300 juta. "Keinginan kami November-Desember tahun ini," tutur Haris, Selasa (20/8).
Alternatif pendanaan lain adalah dengan menerbitkan reksadana penyertaan terbatas (RDPT). Nantinya RDPT ini berisi aset ruas tol Bekasi Cakung Kampung Melayu (Becakayu).
Haris mengatakan, RDPT ini akan menggunakan skema langsung kepada investor, bukan melalui aset manajemen. Dus, tidak ada opsi buyback. Dia menargetkan tahun ini atau tahun depan RDPT bisa dirilis.
Sebelumnya WSKT telah menerbitkan RDPT di tahun lalu. RDPT tersebut berbasis ekuitas bertajuk RDPT Danareksa Infrastruktur Trans Jawa. Instrumen tersebut menjadikan ruas jalan tol Trans Jawa sebagai aset jaminan (underlying asset), dengan nilai Rp 5 triliun.
PTBA | Valuasi Saham PTBA Masih Menarik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penurunan harga komoditas batubara sukses menekan kinerja emiten penambang batubara. Ini juga dirasakan oleh PT Bukit Asam (PTBA).
Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, meskipun laporan keuangan untuk kuartal II-2019 belum dirilis, kinerja PTBA diperkirakan tidak berbeda jauh dengan emiten sesama produsen batubara seperti ITMG, BUMI dan INDY.
Emiten-emiten tersebut kompak mencatatkan penurunan laba di kuartal II-2019, akibat tertekan penurunan harga komoditas global.Namun, PTBA memiliki banyak rencana ekspansi. Misal, penyelesaian pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bangko, peningkatan train load station, hingga proyek penambangan batubara berkalori tinggi. "Ekspansi ini akan memberi dampak positif jika dapat diselesaikan secara cepat," kata Robertus, kemarin.
Robertus memperkirakan tren penurunan harga batubara akan berakhir jika perang dagang juga berakhir. Tapi ia menilai hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Bila dihitung sejak awal tahun hingga Senin (19/8) lalu, harga batubara Newcastle kontrak pengiriman Oktober 2019 di ICE Futures sudah merosot sebanyak 30,03%. Senin lalu, harga ada di level US$ 67,10 per metrik ton.
Lesunya harga komoditas terefleksi pada harga saham PTBA yang turun 37,16% year to date hingga kemarin. Robertus cenderung merekomendasikan hold saham PTBA dengan target harga akhir tahun Rp 2.500.
Kemarin, harga PTBA bertengger di Rp 2.460 per saham. Robertus menilai, valuasi saham PTBA saat ini masih dalam kategori wajar.
Bisa diakumulasi
Sedang Analis Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia Janeman Latul merekomendasikan beli PTBA dengan target harga Rp 3.600 per saham. Dia menekankan, lebih dari 50% produksi batubara PTBA diserap pasar domestik.
Pasar batubara dalam negeri cukup besar lantaran dalam lima tahun ke depan Indonesia berencana membangun 12 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga batubara baru. Permintaan besar diharapkan mengompensasi penurunan harga jual rata-rata (ASP) batubara PTBA, yang turun 16% di kuartal I-2019 lalu.
Analis Ciptadana Sekuritas Thomas Radityo optimistis PTBA bisa mencetak kinerja yang lebih baik di kuartal II-2019 dengan masuknya PT Inalum sebagai penguasa 65% saham PTBA. Ini akan mendorong perusahaan mengembangkan proyek gasifikasi batubara di Kalimantan.
"Kami mempertahankan proyeksi volume penjualan sepanjang 2019 bisa mencapai 28 juta metrik ton," jelas Thomas dalam risetnya.
Hingga akhir tahun, Ciptadana Sekuritas masih merekomendasikan buy saham PTBA. Thomas mematok target harga PTBA di akhir tahun Rp 4.150 per saham.
TOWR | Sarana Menara Nusantara Kantongi Kontrak Jangka Panjang Rp 42,6 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT Sarana Menara Nusantara Tbk meyakini kinerja tahun ini bisa bertumbuh lebih baik. Hingga semester pertama tahun ini, Sarana Menara membukukan pendapatan Rp 3,03 triliun, atau tumbuh 8% dibandingkan pendapatan di semester pertama tahun lalu senilai Rp 2,8 triliun.
Wakil Direktur Utama PT Sarana Menara Nusantara Tbk, Adam Ghifari, menyebutkan hingga Juni Sarana Menara telah mengantongi kontrak jangka panjang senilai Rp 42,6 triliun. Jumlah tersebut bertambah Rp 16,54 triliun dari posisi akhir tahun lalu yang senilai Rp 26,06 triliun.
"Kontrak Rp 42,6 triliun terbanyak berasal dari XL Axiata, Tri dan Smartfren. Ini memang agak extra ordinary karena mereka mau jatuh tempo 2019, 2020, 2021 dan 2022 diperpanjang sekaligus langsung 10 tahun ke depan," ungkap Adam kepada KONTAN, Selasa (20/8).
Dengan kondisi itu, emiten berkode saham TOWR di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini terus mencari peluang untuk menambah kontrak baru hingga akhir tahun nanti. "Ya kami masih kejar kontrak baru, (Rp 42,6 triliun) itu snapshot saja. Kami sudah melakukan perhitungan bukan dari sisi kontrak tetapi pertumbuhan 8%-9% untuk top line," kata Adam.
Apalagi di semester kedua ini manajemen TOWR masih memiliki order yang sudah diterima dan akan rampung sebanyak 1.000 tower leases. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80% merupakan kolokasi, sedangkan sisa 20% pembangunan baru.
Hingga akhir tahun ini, Sarana Menara menargetkan secara organik akan memiliki 30.000 tower leases atau titik sewa dengan tenancy ratio 1,63. Pada akhir 2019, manajemen juga menargetkan memiliki 18.300 menara. Hingga Juni tahun ini, TOWR telah memiliki 29.150 titik sewa dengan tenancy ratio 1,61 dan jumlah menara 18.100 unit.
Untuk ekspansi organik, TOWR mengalokasikan dana belanja modal berkisar Rp 3,4 triliun hingga Rp 3,5 triliun. Bukan hanya organik, manajemen TOWR mengincar pertumbuhan anorganik dengan rencana mengakuisisi menara milik operator telekomunikasi. Saat ini TOWR ikut ambil bagian dalam lelang 3.000 menara milik PT Indosat Tbk. TOWR bahkan mengatakan dari sisi pendanaan sudah menyiapkan skema pinjaman untuk akuisisi tersebut.
"Mengenai detail tower structure, kami tidak bisa bicara lebih lanjut. Memang kami ikuti proses dan biasanya jika sudah ada sesuatu (kesepakatan), kami akan umumkan tetapi tidak sekarang," ungkap Adam.
Tak hanya menara, TOWR juga membentangkan bisnis kabel optik. Hingga semester pertama, mereka memiliki fiber optik sepanjang 14.500 km. Jumlah tersebut akan bertambah dua kali lipat dalam tempo sembilan bulan hingga 12 bulan ke depan.
"Kami punya tabungan order yang sedang dikerjakan, yakni tambahan 16.500 km. Jadi asumsinya jika rampung akan mencapai total 31.000 km," tambah Adam. Sejalan dengan ekspansi menara, maka di akhir tahun TOWR akan memiliki 30.000 titik sewa tower dan 31.000 km penyewaan fiber optik.
Analisa Saham WIKA, EXCL dan SILO
IHSG (6.265 - 6.320) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 6.265 kemudian 6.230 dengan resist di level 6.320 dan 6.350.
WIKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.400 kemudian 2.450 dengan support di level 2.300, cut loss jika break 2.260.
EXCL (Buy) : Target kenaikan harga pada level 3.310 kemudian 3.380 dengan support di level 3.190, cut loss jika break 3.130.
SILO (Buy) : Target kenaikan harga pada level 6.600 kemudian 6.800 dengan support di level 6.200, cut loss jika break 6.000.
IPOT
Rekomendasi Saham Panin Sekuritas | 21 Agustus 2019
Daily Technical 21 Agustus 2019
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 21 Agustus 2019.
IHSG ditutup menurun sebesar -0,97 poin (-0.01%) menuju level 6.295,73 pada perdagangan hari Selasa 20 Agustus 2019 kemarin. Penurunan yang tidak seperti penurunan. IHSG memang banyak aksi ambil untung namun tidak mengubah kondisinya yang sedang menguji resistance level pada 6.300. Hari ini akan menjadi hari penentu pasar dimana sentimen suku bunga akan kuat sekali terutama hari ini adalah sehari sebelum keputusan tersebut. Jika terjadi akumulasi, maka hari ini adalah harinya. Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menurun masih dalam pengujian level 6.300.
Hari ini IHSG berpotensi menurun dalam range 6.270 s/d 6.312.
CTRA
Berpotensi membentuk golden cross MA5 dan MA20 pada 1240.
Rekomendasi: Buy 1240 s/d 1265, TP 1300 s/d 1400, stop loss <1145 .="" p="">
SIDO
Koreksi terbatas pada support MA5 (1150), tren masih menguat.
Rekomendasi: Buy 1150 s/d 1155, TP 1200 s/d 1300, stop loss <1080 .="" p="">
TDPM
Menguji resistance 312, penguatan berpotensi terus berlanjut selama harga berhasil breakout dan dipertahankan.
Rekomendasi: Buy on breakout 312, TP 324 s/d 330, stop loss <300 .="" p="">
WEGE
Membentuk pola hammer yang mengindikasikan technical rebound.
Rekomendasi: Buy 388 s/d 390, TP 400 s/d 414, stop loss <370 .="" p="">
Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas
370>300>1080>1145>
Selamat pagi! Berikut adalah rekomendasi Daily Technical untuk hari ini, Rabu 21 Agustus 2019.
IHSG ditutup menurun sebesar -0,97 poin (-0.01%) menuju level 6.295,73 pada perdagangan hari Selasa 20 Agustus 2019 kemarin. Penurunan yang tidak seperti penurunan. IHSG memang banyak aksi ambil untung namun tidak mengubah kondisinya yang sedang menguji resistance level pada 6.300. Hari ini akan menjadi hari penentu pasar dimana sentimen suku bunga akan kuat sekali terutama hari ini adalah sehari sebelum keputusan tersebut. Jika terjadi akumulasi, maka hari ini adalah harinya. Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menurun masih dalam pengujian level 6.300.
Hari ini IHSG berpotensi menurun dalam range 6.270 s/d 6.312.
CTRA
Berpotensi membentuk golden cross MA5 dan MA20 pada 1240.
Rekomendasi: Buy 1240 s/d 1265, TP 1300 s/d 1400, stop loss <1145 .="" p="">
SIDO
Koreksi terbatas pada support MA5 (1150), tren masih menguat.
Rekomendasi: Buy 1150 s/d 1155, TP 1200 s/d 1300, stop loss <1080 .="" p="">
TDPM
Menguji resistance 312, penguatan berpotensi terus berlanjut selama harga berhasil breakout dan dipertahankan.
Rekomendasi: Buy on breakout 312, TP 324 s/d 330, stop loss <300 .="" p="">
WEGE
Membentuk pola hammer yang mengindikasikan technical rebound.
Rekomendasi: Buy 388 s/d 390, TP 400 s/d 414, stop loss <370 .="" p="">
Semoga bermanfaat, happy trading!
Best Regards,
Panin Sekuritas
370>300>1080>1145>
Analisa Saham ACES, ERAA dan MNCN
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
Aug 21, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,295.74(-0.02%), consolidation, trading range 6,266 – 6,326. indikator MFI optimized mulai terkoreksi dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized masih bergerak naik dan indikator RSI optimized masih akan menguji support trendline. Daily support di 6,266 dan resistance di 6,326. Cut loss level di 6,241.
ACES, 1,790 (+2.58%),trading buy, trading range 1,760 – 1,820 . indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Weeklu support di 1,760 sementara itu weekly resistance di 1,860. Cut loss level di 1,700.
ERAA Daily, 1,875(-2.85%), buy on weakness, trading range 1,880 – 2,010. Indikator MFI optimized dan RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di 1,840 sementara itu daily resistance di 1,980. Cut loss level di 1,700.
MNCN Weekly , 1,260 (-3.45%), buy on weakness, trading range 1,230 – 1,290. Indikator MFI optimized dan indkator W%R optimized akan menguji support trendline. Perkiraan weekly support di 1,190 dan weekly resistance di 1,340. Cut loss level di 1,170.
Aug 21, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,295.74(-0.02%), consolidation, trading range 6,266 – 6,326. indikator MFI optimized mulai terkoreksi dan indikator W%R optimized masih cenderung naik. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized masih bergerak naik dan indikator RSI optimized masih akan menguji support trendline. Daily support di 6,266 dan resistance di 6,326. Cut loss level di 6,241.
ACES, 1,790 (+2.58%),trading buy, trading range 1,760 – 1,820 . indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Weeklu support di 1,760 sementara itu weekly resistance di 1,860. Cut loss level di 1,700.
ERAA Daily, 1,875(-2.85%), buy on weakness, trading range 1,880 – 2,010. Indikator MFI optimized dan RSI optimized akan menguji support trendline. Daily support di 1,840 sementara itu daily resistance di 1,980. Cut loss level di 1,700.
MNCN Weekly , 1,260 (-3.45%), buy on weakness, trading range 1,230 – 1,290. Indikator MFI optimized dan indkator W%R optimized akan menguji support trendline. Perkiraan weekly support di 1,190 dan weekly resistance di 1,340. Cut loss level di 1,170.
Analisa Saham PGAS | Weak Result due to asset impairment
PGAS (Under Review): Weak Result due to asset impairment
PGAS mencatatkan pendapatan 2Q19 sebesar US$928 juta (+7,8% QoQ; -17,1% YoY), sehingga membawa pendapatan di 1H19 tercatat sebesar US$1,8 miliar (-6,7% YoY). Hal ini in-line dengan estimasi (PANS: 47,6%; Cons: 45,7%, rata-rata 5 tahun: 46,4%). Penurunan ini disebabkan oleh penurunan volume dari segmen distribusi, dan juga upstream dimana volume distribusi turun menjadi 932 BBTUD (+1,4% QoQ;-2% YoY) dan upstream turun menjadi 5,2 MMBOE (+3,4% QoQ;-32,2% YoY). Penurunan ini disebabkan oleh defisit gas dari salah satu supplier di Jawa timur, penurunan konsumsi dari pelanggan dan libur lebaran. Hal ini menjadikan pendapatan pada segmen distribusi dan upstream turun menjadi US$1,3 miliar (-1,8% YoY) dan US$196 juta (-38,36% YoY) secara berurutan.
Penurunan margin laba kotor dan margin laba operasi ke 32,4% (1H18: 34,0%) dan 14,1% (1H18:17,9%), mengakibatkan tekanan pada laba, tercatat sebesar rugi US$11 juta di 2Q19 (1Q19: +US$65 juta; 2Q18: +US$99 juta), ini setara dengan laba bersih sebesar US$54 juta di 1H19 (-69,8% YoY), dibawah estimasi (PANS: 17,9%; Cons: 17,8%, rata-rata 5 tahun: 47,9%). Hal ini disebabkan oleh (1) kenaikan rugi selisih kurs menjadi US$ 34 juta (1H18: US$ 20 juta) (2) penurunan nilai properti minyak dan gas sebesar US$ 44 juta (1H18: US$ 0) dikarenakan perubahan rencana manajemen terkait profil produksi blok pangkah serta (3) Kenaikan biaya pendanaan juga meningkat menjadi US$ 89 juta (+17% YoY) , menjadikan net gearing meningkat menjadi 0,54x (1H18:0,31x).
Kami akan mereview kembali target harga dan rekomendasi kami, dikarenakan performa yang dibawah estimasi (previous recomendation di BUY; TP 2.500, setara dengan implied PE 16,2x di 2019).
Best Regards,
PAnin Sekuritas
Analisa Saham ANTM : Let the Profit Runs
Saham ANTM pada perdagangan kemarin ditutup melemah sebesar -3.23% dengan ditutup diharga 1050, dimana candle yang terbentuk berhasil menjebol support di kotak merah.
Arah koreksi ANTM untuk saat ini terdapat di area kotak berwarna pink yang akan menjadi support selanjutnya untuk ANTM . Secara Trend saham ANTM saat ini masih dalam fase Uptrend dan masih aman secara trend belum ada perubahan, penurunan yang terjadi menurut kami masih dalam batas wajar koreksinya. Bagi rekan-rekan Trader semua yang sudah memiliki ANTM dari bawah bisa diatur Trailing Stopnya untuk mengamankan Cuan yang sudah ada .
Bagi teman-teman trader sekalian yang ingin mengoleksi ANTM kami sarankan tunggu ANTM diarea Kotak Pink sebagai area Buy ketika terjadi koreksi lebih dalam.
Area berikutnya yang bisa dijadikan area Buy bagi rekan-rekan trader semua ada di area kotak biru jika kotak pink berhasil ditembus kembali. Menurut saya Area Biru ini sebanarny area ideal untuk entry namun tetep disusun saja plan untuk entry di kotak Pink dengan asumsi bahwa harga akan memantul kembali setelah menyentuh area kotak pink. Jika nanti ternyata tertembus maka siapkan plan B untuk mengumpukan lagi di area kotak biru.
Stop Loss bisa di set -3% dibawah Support kotak pink Jika ingin entry di kotak pink namun jika ingin longgar bisa ditaruh dibawah kotak biru sebagai area Buy kedua.
Target nya let's Profit Run saja ^^
#DisclaimerON
Best Regrads,
AnalysisCornerSyariah
Analisa Saham ELSA, WSBP, IMAS dan INCO
MNC Daily Scope Wave
21 Agustus 2019
IHSG ditutup terkoreksi tipis ke level 6,295 kemarin (20/8). Kami perkirakan hal tersebut merupakan awal dari wave ii dari wave (c) dari wave [b], dimana kami perkirakan wave ii berada pada area 6,220-6,250. Selama IHSG berada di atas 6,160 maka skenario tersebut akan berlaku.
Support: 6,250, 6,140
Resistance: 6,320, 6,370
ELSA - Buy on Weakness (348)
Kemarin (20/8) ELSA ditutup menguat 4,8% dan diikuti dengan volume pembelian yang cukup besar. Kami perkirakan ELSA berada pada awal wave [iii] dari wave C, dimana ELSA akan melanjutkan penguatannya kembali.
Buy on Weakness: 336-340
Target Price: 360, 370
Stoploss: below 326
WSBP - Buy on Weakness (352)
Kami perkirakan posisi WSBP saat ini sedang berada pada awal wave [iii], dimana WSBP masih berpotensi untuk menguat kembali untuk membentuk wave [iii].
Buy on Weakness: 346-350
Target Price: 360, 380
Stoploss: below 340
IMAS - Buy on Weakness (1,880)
Posisi IMAS kami perkirakan sudah berada pada akhir wave [iii] dari wave C, sehingga diperkirakan koreksi IMAS sudah mulai terbatas. Selanjutnya IMAS berpotensi menguat dalam jangka pendek untuk membentuk wave [iv].
Buy on Weakness: 1,850-1,880
Target Price: 2,100, 2,260
Stoploss: below 1,750
INCO - Sell on Strength (3,410)
Koreksi yang terjadi pada INCO kami perkirakan merupakan awal dari wave [ii] dari wave C. Dimana kami perkirakan INCO akan terkoreksi minimal ke area 3,200 dan idealnya ke 2,960.
Sell on Strength: 3,410-3,500
Disclaimer On
Analisa Saham ERAA, BMRI dan AALI
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
Daily (Rp1.875) (RoE: 4,50%; PER: 27,62x; EPS: 68,24; PBV: 1,24x; Beta: 1,09). Pergerakan harga telah menguji garis MA-200 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.870-1.880, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.950, 2.160, 2.370 dan 2.580. Support: Rp1.840 dan 1.740.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Daily (Rp7.375) (RoE: 13,77%; PER: 12,55x; EPS: 585,74; PBV: 1,73x; Beta: 1,4). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp7.300-7.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.725, 7.900, 8.050 dan 8.650. Support: Rp7.150.PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
Daily (Rp10.400) (RoE: 0,46%; PER: 225,99x; EPS: 46,02; PBV: 1,05x; Beta: 1,04). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp10.250-10.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp10.650, 10.975, 11.700 dan 12.450. Support: Rp10.250, 10.050 dan 9.850.PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Analisa Saham SIMP, MEDC dan GMFI
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)
Daily (Rp324) (RoE: -0,69%; PER: -40,91x; EPS: 7,22; PBV: 0,28x; Beta: 1,02). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp320-326, dengan target harga secara bertahap di level Rp334, 358, 384 dan 408. Support: Rp320 dan 308.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Daily (Rp775) (RoE: 3,86%; PER: 17,42x; EPS: 44,20; PBV: 0,67x; Beta: 2,18). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp765-775, dengan target harga secara bertahap di level Rp785, 820, 860 dan 895. Support: Rp745.PT GMF AeroAsia Tbk (GMFI)
Daily (Rp210) (RoE: 4,28%; PER: 29,05x; EPS: 7,16; PBV: 1,24x; Beta: N/A). Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp204-210, dengan target harga secara bertahap di level Rp220, 234 dan 344. Support: Rp200 dan 190.PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama
Analisa Saham ADHI, PTPP dan WSKT
ADHI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.495 kemudian 1.535 dengan support di level 1.405, cut loss jika break 1.365.
PTPP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.040 kemudian 2.070 dengan support di level 1.935, cut loss jika break 1.890.
WSKT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.875 kemudian 1.895 dengan support di level 1.835, cut loss jika break 1.815.
IPOT
Langganan:
Postingan (Atom)













