Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 17, 2019

BIPI - TOBA - MDKA | Cari Dana untuk Ekspansi, Emiten Energi Pilih Rights Issue

(Baca juga: Saat Yang Tepat Untuk Sell On Strength)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan berbasis energi terus melanjutkan ekspansi dan memacu produksi. Demi mendukung rencana tersebut, perusahaan pertambangan migas maupun minerba membutuhkan dana yang tak sedikit. Salah satu strateginya, mereka akan mengeduk pendanaan lewat pasar modal dengan cara menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Misalnya PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. Emiten berkode saham BIPI di Bursa Efek Indonesia ini akan menggelar rights issue sebanyak 7 miliar saham baru dan maksimal 14 miliar saham hasil eksekusi waran yang menyertai HMETD. BIPI menargetkan mampu meraup dana segar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun dari aksi rights issue itu.

Direktur Keuangan BIPI, Michael Wong menjelaskan, pelaksanaan rights issue tentu akan mempertimbangkan struktur permodalan BIPI saat ini serta proyeksi ke depan. Kami menargetkan mendapatkan persetujuan rights issu…

TINS | Timah Realisasikan Ekspor 28.000 Metrik Ton hingga Mei 2019

(Baca juga: Cara Menggunakan Indikator Parabolic SAR)
Bisnis.com, JAKARTA— PT Timah Tbk. telah merealisasikan ekspor sekitar 28.000 metrik ton logam timah sampai dengan Mei 2019.

Sekretaris Perusahaan Timah Amin Haris mengatakan perseroan menargetkan ekspor rata-rata 6.000 metrik ton per bulan. Sampai dengan Mei 2019, emiten berkode saham TINS itu telah merealisasikan ekspor mencapai 28.000 metrik ton.

“Untuk harga kami masih di range US$19.000 per metrik ton hingga US$20.000 per metrik ton. Masih sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan [RKAP 201],” jelasnya kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Dia mengklaim kinerja perseroan sampai saat ini masih sesuai jalur. Faktor yang mendukung pencapaian tersebut yakni strategi perseroan serta reguluasi yang sudah jelas dari pemangku kepentingan.

Diberitkan Bisnis.com, sebelumnya, Direktur Keuangan Timah Emil Ermindra mengatakan target penjualan yang disusun dalam  RKAP 2019 sebanyak 38.010 metrik ton tergolong rendah dan berpotensi…

BIRD | Kinerja Blue Bird Terdampak Momen Lebaran?

(Baca juga: Cara Menggunakan Indikator MFI)

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja emiten transportasi PT Blue Bird Tbk. terdampak oleh periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Investor Relation Blue Bird Michael Tene menjelaskan bahwa pada lini bisnis taksi mengalami pelemahan jumlah angkutan penumpang pada periode tersebut.

“Periode Lebaran secara historis justru ada pelemahan jumlah penumpang karena memang aktivitas bisnis yang menurun sejak bulan puasa,” ujarnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Namun, dari lini bisnis lainnya yang dimiliki emiten berkode saham BIRD tersebut yakni penyewaan bus mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Michael mengatakan bahwa lini bisnis penyewaan bus mendapatkan berkah atas penyelenggaraan program mudik gratis, tetapi dia enggan untuk memerinci pertumbuhan yang didapat perseroan.

“Bus kami banyak digunakan untuk event tersebut, mengangkut para pemudik baik untuk arus mudik dan arus balik,” ungkapnya.

Direktur Utama Blue Bird Noni Purnomo…

PTPP | PP Garap Proyek Smelter di Sulawesi Tenggara

(Baca juga: 7 Cara Analisis Saham Lengkap)
Bisnis.com, JAKARTA— PT PP (Persero) Tbk. menjadi kontraktor pembangunan smelter feronikel yang berlokasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan total nilai investasi Rp18,5 triliun.

Kontraktor pelat merah itu telah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan pabrik peleburan atau smelter berteknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF) dengan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) selaku investor pada April 2019. Proses peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut telah dilakukan pada, Sabtu (15/6).

“Dalam pembangunan proyek smelter ini, perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek yang akan bekerjasama dengan partner konsorsium ENFI [BUMN China],” ujar Abdul Haris Tatang Direktur Operasi 3 PP  dalam siaran pers, Minggu (16/6/2019).

Abdul mengatakan optimistis dapat menyelesaikan proyek itu selama 24 bulan. Pihaknya mengklaim emiten bersandi PTPP itu telah memil…

BKSL | Sentul City Kantongi Marketing Sales Rp430 Miliar

(Baca juga: Cara Investasi Menggunakan PEG Ratio)
Bisnis.com, JAKARTA--Emiten properti, PT Sentul City Tbk. (BKSL) mengantongi marketing sales sekitar Rp430 miliar dari penjualan apartemen Opus Park dan Saffron Nobel.

Alfian Mujani, Head Of Corporate Communication & Government Relation Sentul City mengungkapkan, hingga pertengan Juni 2019, jumlah unit di Opus Park telah terjual sebanyak 155 unit, dengan nilai Rp230,4 miliar.

Dia menambahkan, marketing sales Saffron Nobel juga hampir mendekati Opus Park, atau sekitar Rp200 miliar. Menurutnya, daya beli masyarakat untuk produk properti mulai pulih menjelang akhir semester I.

Menurutnya, ada beberapa faktor pertumbuhan penjualan perseroan pada semester I/2019. Pertama, mulai dioperasikannya LRT Jakarta-Bogor yg stasiunnya berada di sentul.

Kedua, mulai beroperasinya AEON Mall dan IKEA terbesar mulai Desember tahun ini. Baginya, walaupun daya beli belum terlalu kuat tetapi animo kunjungan calon pembeli unit hunian vertikal yang mulai…

KLBF | Ramadan dan Lebaran Dorong Penjualan Kalbe Farma (KLBF)

(Baca juga: Cara Menggunakan Elliot Wave)
Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan daya beli masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2019, turut mengerek penjualan PT Kalbe Farma Tbk. pada semester I/2019.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengungkapkan, penjualan selama Ramadan dan Lebaran kemarin meningkat sekitar 10%-20% dibandingkan dengan rata-rata penjualan bulanan. Kenaikan penjualan terjadi pada segmen produk makanan dan minuman kesehatan.

Perolehan pada momentum itu diperkirakan bakal mengerek penjualan sepanjang semester I/2019. Vidjongtius berharap pendapatan dapat tumbuh sekitar 7%-8% pada semester I/2019.

Sementara itu, proyeksi laba bersih belum dapat diketahui karena melihat dampak rupiah yang masih berfluktuasi. Jika mengacu pada proyeksi tersebut, perseroan memperkirakan penjualan dapat mencapai sekitar Rp11,11 triliun - Rp11,21 triliun.

"Penjualan selama bulan puasa dan Lebaran meningkat sekitar 10%-20% di atas rata-rata penjualan bulanan," katanya pada pek…

ANTM | Optimistis Kinerja Membaik di Semester I/2019, Ini Strategi Aneka Tambang (ANTM)

(Baca juga: Pengertian Technical Rebound)
Bisnis.com, JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk. optimistis kinerja keuangan akan membaik pada semester I/2019 sejalan dengan serangkaian strategi yang telah disiapkan perseroan.

Direktur Utama Aneka Tambang Arie Prabowo Ariotedjo menjelaskan bahwa penurunan kinerja pada kuartal I/2019 akibat harga nikel yang turun di bawah tahun lalu. Selanjutnya, dia menyebut ekspor ore atau bijih nikel juga baru dapat dilakukan perseroan pada akhir Maret 2019.

Dia meyakini ekspor akan lebih banyak dilakukan emiten berkode saham ANTM itu pada kuartal II/2019. Selain itu, pihaknya berharap harga nikel akan membaik.

Dengan demikian, Arie optimistis mampu membukukan pertumbuhan laba bersih pada semester I/2019 setelah sempat turun per akhir Maret 2019.

“[Pertumbuhan laba bersih] mudah-mudahan bisa. Kami mengejar sama dulu lah tetapi kalau dari volume ada pertumbuhan,” ujarnya kepada Bisnis.com, baru-baru ini.

Sebagai catatan, laba bersih yang dibukukan perseroan tu…

BBCA | Saham BBCA Raih Nilai Perdagangan Terbesar Sepanjang Pekan 10-14 Juni 2019

(Baca juga: Pengertian Technical Correction)
Bisnis.com, JAKARTA – Dua saham emiten perbankan bertengger di papan atas dengan nilai perdagangan terbesar sepanjang perdagangan pekan lalu, 10-14 Juni 2019.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Bisnis.com pada Senin (17/6/2019) raihan terbesar dibukukan saham PT Bank Central Asia Tbk. Nilai total perdagangan saham emiten bersandi BBCA ini mencapai sekitar Rp3,29 triliun.

Adapun jumlah volume saham BBCA yang diperdagangkan selama lima hari perdagangan mencapai 112 juta lembar saham, dengan total frekuensi perdagangan mencapai 67.189 kali transaksi.

Perolehan nilai perdagangan sepanjang pekan lalu yang dibukukannya berturut-turut diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Pada periode yang sama, kedua saham tersebut masing-masing diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp3,28 triliun dan Rp2,76 triliun (lihat tabel).

Sementara itu, Indeks Harga Saham …

Analisa Saham BRPT, SOCI dan ESSA

Analisa Saham BRPT, SOCI dan ESSA (Baca juga: Saat Yang Tepat Untuk Buy On Weakness)
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
June 17, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,250(-0.36%), consolidation. Trading  range 6,229 – 6,289. indikator MFI optimized dan indicator RSI  optimized akan menguji support trendline. Sementara pada periode weekly ,indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  masih cenerung naik. Daily resistance terdekat di 6,289 dan support di 6,229. Cut loss level di 6,227.

BRPT Weekly  3,420(+3.64%), trading buy, trading range 3,270 – 3,570 . indikator MFI optimized masih cenderung naik dan koreksi indikator W%R optimized mulai terbatas. Weekly support 3,270 dan resistance di 3,570. Cut loss level di 3,150.

SOCI Weekly, 222 (+8.82%), trading buy, trading range 214 – 238. Indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Weekly support  di 214 sementara itu weekly resistance  di 238. Cut loss level di 188.

ESSA  Weekly , 322 (+5.…

Analisa Saham BSDE, BMRI, BBRI dan INDF

Analisa Saham BSDE, BMRI, BBRI dan INDF (Baca juga: Tutorial Beli Saham Online)
1. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dengan target  profit taking  di kisaran Rp1.475-1.575-1.675, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.325 dan Rp1.285, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp1.255.
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dengan target  profit taking  di kisaran Rp8.125-8.275-8.375, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp7.825 dan Rp7.725, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp7.625.
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dengan target  profit taking  di kisaran Rp4.350-4.450-4.550, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp4.170 dan Rp4.070, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp3.970.
4. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dengan target  profit taking  di kisaran Rp7.250-7.450-7.550, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp6.825 dan Rp6.726, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp6.625.

PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko

Analisa Saham LPPF, MYOR dan PTBA

Analisa Saham LPPF, MYOR dan PTBA (Baca juga: Apa itu Breakout dalam Trading Saham)
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) Daily (Rp3.400) (RoE: 30,20%; PER: 17,30x; EPS: 196,56; PBV: 5,26x; Beta: 1,35). Terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.370-3.410, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.500 dan 3.650. Support: Rp3.350 dan 3.230.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Daily (Rp2.500) (RoE: 19,90%; PER: 30,86x; EPS: 83,28; PBV: 6,13x; Beta: 0,23). Pergerakan harga telah menguji garis bawah  bollinger  sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.480-2.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.520, 2.550, 2.600, 2.710 dan 2.820. Support: Rp2.460 dan 2.430.

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) Daily (Rp2.830) (RoE: 24,71%; PER: 7,23x; EPS: 395,56; PBV: 1,79x; Beta: 1,93). Pergerakan harga masi…

Analisa Saham GJTL, GMFI dan LPKR

Analisa Saham GJTL, GMFI dan LPKR (Baca juga: Strategi Trading Menggunakan Gap Up) PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) Daily (Rp655) (RoE: 10,98%; PER: 3,44x; EPS: 193,08; PBV: 0,38x; Beta: 2,24). Terlihat  morning star candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp645-655, dengan target harga secara bertahap di level Rp675, 690 dan 700. Support: Rp645 dan 635.

PT GMF AeroAsia Tbk (GMFI) Daily (Rp220) (RoE: 3,67%; PER: 35,51x; EPS: 6,08; PBV: 1,34x; Beta: N/A). Pergerakan harga telah menguji beberapa garis MA-10 dan MA-20 sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp218-222, dengan target harga secara bertahap di level Rp228, 234, 250 dan 266. Support: Rp218 dan 214.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Daily (Rp308) (RoE: 0,66%; PER: 37,10x; EPS: 8,68; PBV: 0,25x; Beta: 0,9). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tw…

Analisa Saham BBNI, CPIN, BRPT dan UNTR

Analisa Saham BBNI, CPIN, BRPT dan UNTR (Baca juga: Trading dengan Strategi Pola Cup with Handle)
MNC Daily Scope Wave
17 Juni 2019

Pekan lalu, IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,4% di level 6,250. Saat ini posisi IHSG kami perkirakan masih berada pada wave iv, dengan target koreksi ke level 6,150-6,210. Setelahnya, IHSG akan membentuk wave v bila terkonfirmasi menembus level 6,334.
Support: 6,150, 6,200
Resistance: 6,330, 6,450

BBNI - Buy on Weakness (8,500)
Koreksi yang terjadi pada BBNI kemarin merupakan bagian dari wave ii, dimana BBNI kami perkirakan berpotensi untuk terkoreksi ke level minimal 8,370 dan idealnya di 8,275. Selanjutnya BBNI akan berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave iii.
Buy on Weakness: 8,275-8,370
Target Price:8,725, 8,975, 9,400
Stoploss: below 8,000

CPIN - Buy on Weakness (4,700)
Saat ini diperkirakan CPIN sedang membentuk wave (a), dimana peluang koreksi CPIN sudah cukup terbatas. Selanjutnya CPIN akan berpotensi menguat kembali untuk membentuk wave (…

Analisa Saham ADHI | Trader BUY

Analisa Saham ADHI | Trader BUY (Baca juga: Trading dengan Pola Head and Shoulders)
ADHI Daily : Trade Buy, pergerakan saham ADHI layak untuk di ikuti dan jika berhasil break resistance 1,610 artinya dia berhasil break signal penting.

Support terdekat saat berada di level 1,550. Buy on break 1,610 dan perhatikan resiko di support yang ada untuk average down. Target swing berada di level 1,900.

Tetap disiplin dan batasi resiko jika berhasil break support 1,400.

UBA Investment

Analisa Saham PTBA | Apa Yang Sebenarnya Terjadi ?

Analisa Saham PTBA | Apa Yang Sebenarnya Terjadi ? (Baca juga : Memahami Pola Double Bottom untuk Trading Saham)
Apa yang benar – benar menjadikan harga saham PTBA ini jatuh dalam, dan ada tendensi untuk kembali melemah kedepannya.
Saat ini PTBA bergerak konsolidasi dalam range 2720 – 3090, dan secara kebetulan range ini sama dengan range konsolidasi PTBA pada bulan Maret 2018 lalu (lihat area kotak pada chart). Level 3090 menjadi resisten kuat bagi pergerakan PTBA saat ini, dan sayangnya, harga PTBA memang menjauhi resisten (tekanan jual tinggi) dan mendekati support di 2720.
Memang, bagi trader yang beraliran Buy on Weakness, harga sudah mendekati support sehingga mereka tentu bersiap – siap beli. Namun kami adalah trend follower yang menggunakan metode trend optimizer. Kami mengamati potensi pergerakan harga ketika konsolidasi berakhir yang ditandai dengan break resisten atau break support. Mengapa demikian? Karena disanalah efek ‘big money’ bekerja paling signifikan, sebagaimana …

Analisa Saham INDY dan BRPT

Analisa Saham INDY dan BRPT (Baca juga: Memahami Divestasi Saham) INDY INDY mulai bergerak naik dalam pola Parallel Channel (hitam). MA10 & 20 juga sudah terlihat Goldencross, dengan demikian trend naik baru mulai terbentuk. Average Up ketika mampu lalui level previous High 1540, dengan tujuan Target MA50 sampai upper channel , di range 1600-1650.

Rekomendasi
Speculative Buy,
Entry Level: 1455;
Target: 1600-1650;
Stoploss: 1415

BRPT  LSIP berada pada range sempit antara Support 1115 dan Resistance 1160. Average Up ketika mampu break out dengan Target Resistance line (pink) sekaligus level previous High di angka 1250.

Rekomendasi
Speculative Buy, 
Entry Level: 1130;
Target: 1250;
Stoploss: 1100

Henan Putihrai Sekuritas

Bandarmologi Saham SMBR, APLN, KLBF, BRPT dan SSIA

Bandarmologi Saham SMBR, APLN, KLBF, BRPT dan SSIA (Baca juga: Cara Menggunakan Pola Triangle untuk Trading Saham)

Monday (17/06/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,196 - 6,288
SUMMARY: STRONG BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): OVERBOUGHT
MACD(12,26): BUY
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): BUY
HIGHS/LOW (14): BUY
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: OVERBOUGHT
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


STOCKS PICK:

SMBR 915 - 1,160
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


APLN 171 - 202
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


KLBF 1,445 - 1…

Analisa Saham BSDE, INKP dan AKRA

Analisa Saham BSDE, INKP dan AKRA (Baca juga: Memahami Pola Flag dan Pennant dalam Trading Saham)
BSDE (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.435 kemudian 1.465 dengan support 1.360, cut loss jika break 1.325.

INKP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.850 kemudian 8.275 dengan support di level 7.000, cut loss jika break 6.600.

AKRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 4.770 kemudian 5.025 dengan support di level 4.250, cut loss jika break 3.990.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7jrw

Analisa Saham ASRI, CENT, PPRO dan SMRA

Analisa Saham ASRI, CENT, PPRO dan SMRA (Baca juga: Memahami Pola Rising dan Falling Wedge dalam Trading Saham)
ASRI breakout dari resistance Darvas Box 332. Secara teknikal cukup mendukung untuk melanjutkan penguatan menuju 350 dengan dukungan sentimen penurunan suku bunga.
Rekomendasi: buy 330 s/d 336, TP 350 s/d 356, stop loss <300 .="" p="">
CENT menutup perdagangan dengan berada pada resistance 94. Jika berhasil breakout maka penguatan akan berlanjut.
Rekomendasi: buy on breakout 94, TP 100 s/d 116, stop loss <90 .="" p="">
PPRO membentuk golden cross MA5 dan MA20 (bagian dilingkari) yang menjadi sinyal awal penguatan.
Rekomendasi: buy 120 s/d 125, TP 130 s/d 137, stop loss <110 .="" p="">
SMRA melanjutkan penguatan dengan menembus resistance 1205. Sentimen penurunan suku bunga turut menopang pergerakan saham ini sehingga masih ada peluang menguat.
Rekomendasi: buy 1200 s/d 1220. TP 1300 s/d 1350, stop…

Saham Online di Facebook