Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 2, 2019

Seni dalam Cut Loss Saham | Tinjauan Psikologis

Cut Loss adalah sebuah aktifitas dalam trading saham dimana anda harus menjual saham yang merugikan untuk membatasi kerugian yang lebih dalam. Salah satu perkataan dari orang yang paling bertahan lama di Wall Street adalah "Perkecil kerugian Anda dan biarkan saham pemenang Anda berlari." Saran bijak, tetapi banyak investor masih melakukan hal sebaliknya, menjual saham setelah keuntungan kecil hanya untuk menyaksikan mereka bergerak lebih tinggi di kemudian hari, atau memegang saham dengan kerugian kecil, hanya untuk melihatnya memburuk semakin parah.
Tidak ada yang akan dengan sengaja membeli saham yang mereka yakini akan turun harganya dan bernilai lebih rendah dari apa yang mereka bayar untuk itu. Namun, membeli saham yang turun nilainya melekat pada investasi. Tujuannya, oleh karena itu, bukan untuk menghindari kerugian, tetapi untuk meminimalkan kerugian. Menyadari kerugian modal sebelum lepas dari tangan memisahkan investor sukses dari yang lain. Dalam artikel ini, kami…

Saham PZZA | SARI MELATI KENCANA RAIH LABA Rp40,18 MILIAR HINGGA MARET 2019

IQPlus, (02/05) - PT Sari Melati Kencana Tbk (PZZA) meraih pertumbuhan lab ayang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 31 Maret 2019 menjadi Rp40,18 miliar dari laba Rp32,69 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan menyebutkan Kamis, penjualan diraih Rp902,28 miliar meningkat dari Rp802,79 miliar tahun sebelumnya dan laba bruto tercatat mencapai Rp609,93 miliar naik dari laba bruto Rp543,88 miliar.
Laba sebelum pajak diraih Rp53,12 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp44,47 miliar tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan mencapai Rp1,99 triliun hingga periode 31 Maret 2019 turun dari jumlah aset Rp2,03 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018. (end)

Saham TLKM | BISNIS DIGITAL DOMINASI PERTUMBUHAN TELKOM DI 2018

IQPlus, (02/05) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sepanjang tahun 2018 membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp130,8 triliun, tumbuh dua persen dibanding tahun 2017.
"Bisnis digital, meliputi konektivitas broadband dan layanan digital menjadi mesin pertumbuhan perseroan yang meningkat signifikan 23,1 persen. Kontribusi bisnis digital di tahun 2018 kian dominan menjadi 63,0 persen dari 52,1 persen di tahun 2017," kata Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, pencapaian sepanjang 2018 menunjukkan bahwa Telkom berada pada jalur yang tepat untuk menjadi Digital Telecommunication Company yang berkomitmen tinggi dengan memperkuat kapabilitas bisnis digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman digital yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia.
Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) Telkom sepanjang 2018 tercatat Rp59,2 triliun dengan laba bersih sebesar Rp18,0 triliun. B…

Saham UNTR | Genjot Produksi, United Tractors Sudah Menyerap Belanja Modal Sebesar 30%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) tancap gas. Anak usaha Grup Astra itu ekspansif membelanjakan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini.
Sepanjang kuartal pertama tahun ini, perusahaan yang sahamnya merupakan anggota indeks Kompas100 ini telah menggunakan capex senilai sekitar US$ 220 juta. Nilai itu setara dengan 30% dari anggaran belanja tahun ini yang sebesar US$ 800 juta.
Sara K. Loebis, Corporate Secretary United Tractors mengatakan, anak usaha United Tractors, PT Pamapersada Nusantara, tengah menggenjot produksi demi memanfaatkan cuaca yang mendukung produksi. "Capex banyak digunakan untuk mengganti peralatan yang sudah usang," kata Sara, Selasa (30/4).
Pamapersada mendapat alokasi capex terbesar dari United Tractors. Sebesar 80% capex United Tractors dialokasikan untuk Pamapersada. Porsi 20% selebihnya dialokasikan untuk pengelolaan infrastruktur tambang, perbaikan warehouse alat, dan pemeliharaan kantor.
Penyera…

Saham WIKA | Berbekal Proyek Kereta Cepat, Wijaya Karya Berpotensi Meraup Omzet Ratusan Triliun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di balik proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, ada potensi pemasukan ratusan triliun bagi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). 
Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengungkapkan, sampai 50 tahun ke depan, perusahaan ini bisa meraih pendapatan Rp 466 triliun. Pemasukan itu berasal dari empat kawasan kota mandiri yang bisa dibangun seiring dengan kehadiran proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Salah satu lokasi pengembangan kota mandiri berada di kawasan Pulomas, Jakarta Timur. Tiga kota mandiri lainnya berada di jalur kereta cepat. "Properti diharapkan bisa menghasilkan recurring income (pendapatan berulang)," ujar dia, Selasa (30/4).
Kota mandiri di Pulomas sejauh ini paling siap. Pembangunannya bakal dilakukan dengan membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV) bersama dengan PT Jakarta Propertindo.
Kota mandiri Pulomas bakal dibangun di atas lahan seluas 300 hektare (ha). Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama mencakup 100 ha. Wijay…

Saham UNVR | Tak Ada Lagi Pendapatan dari Blue Band, Unilever (UNVR) Andalkan Produk Baru

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak lagi mengantongi pendapatan dari lini bisnis spread, termasuk produk merek Blue Band, kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tergerus. Emiten ini mulai menggenjot lini bisnis lain untuk memperkuat kinerja tahun ini.
Per akhir Maret 2019, Unilever mencatatkan pendapatan Rp 10,66 triliun, turun 0,76% dari periode serupa tahun lalu yang senilai Rp 10,75 triliun. Pada saat bersamaan, beban Unilever naik 1,99%. Alhasil, laba bersih perusahaan yang sahamnya merupakan anggota indeks Kompas100 ini turun 4,37% menjadi Rp 1,75 triliun.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Sancoyo Antarikso mengatakan, Unilever melepas bisnis spread kuartal III-2018. Tapi dia menandaskan, penjualan domestik di kuartal pertama 2019 masih naik 4,9%. "Kalau hanya membandingkan angka di laporan keuangan bisa misleading karena pada kuartal I-2018 kami masih menjual produk spread," kata dia, pekan ini.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan UNVR ditopang segm…

Saham FAST | Disebut Akan Menunda, Fast Food (FAST) Tetap Akan Membayar Bunga Obligasi Hari Ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemilik jaringan restoran cepat saji KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), tetap akan membayarkan bunga ke-10 atas Obligasi Fast Food Indonesia II Tahun 2016 pada hari ini, Kamis (2/5).
Sebelumnya, berdasarkan surat Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tertanggal 30 April 2018, KSEI menginformasikan bahwa pembayaran bunga ke-10 yang seharusnya dilaksanakan pada 2 Mei 2019 ditunda.
Mengutip surat yang diteken oleh Direktur KSEI Syafruddin dan Kepala Divisi Jasa Kustodian Hartati Handayani itu, penundaan pembayaran bunga disebabkan belum efektifnya dana bunga obligasi di rekening KSEI sesuai waktu yang telah ditentukan.
Direktur Fast Food Indonesia Justinus D. Juwono mengatakan, Fast Food tetap akan membayarkan bunga ke-10 pada 2 Mei 2019 sesuai jadwal.
Menurut Justinus, Fast Food telah mentransfer dana bunga ke rekening KSEI pada 30 April 2019. "Karena tanggal 1 Mei merupakan hari libur, kami transfer ke rekening KSEI agak sore," ujar Justinus.
Y…

Dividen Saham ADRO 2019

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memutuskan membagikan total dividen tunai tahun 2018 senilai US$ 200 juta atau sebesar 47,87% dari laba bersih. Keputusan ini disahkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 April 2019.
Pembagian dividen tunai tersebut sudah termasuk dividen interim senilai US$ 75 juta dan dibayarkan pada 15 Januari 2019. Alhasil, dividen final yang akan ditebar oleh ADRO sebesar US$ 125 juta.
Jika menghitung dengan kurs saat ini, ADRO akan membagikan dividen final senilai sekitar Rp 1,77 triliun. Saat ini, total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh ADRO sekitar 31,98 miliar unit. Alhasil, setiap saham ADRO akan mendapatkan dividen sekitar Rp 55,34 per saham.
Pada perdagangan Selasa (30/4), harga ADRO (anggota indeks Kompas100) berakhir di posisi Rp 1.305 per saham. Mengacu pada harga itu, yield dividen final ADRO sekitar 4,24%, sementara yield total dividen ADRO sebesar 6,77%.
Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengatakan…

Saham PPRO | LABA PP PROPERTI TURUN JADI Rp53,19 MILIAR HINGGA MARET 2019

IQPlus, (02/05) - PT PP Properti Tbk (PPRO) alami penurunan laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga periode 31 Maret 2019 menjadi Rp53,19 miliar dari laba Rp95,27 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan perseroan menyebutkan, pendapatan turun menjadi Rp428,79 miliar dari pendapatan Rp642,23 miliar tahun sebelumnya dan laba bruto turun menjadi Rp113,51 miliar dari laba bruto Rp160,09 miliar.
Dan laba sebelum pajak turun menjadi Rp59,24 miliar dari laba sebelum pajak Rp103,37 miliar tahun sebelumnya. Jumlah aset perseroan mencapai Rp17,12 triliun hingga periode yang berakhir 31 Maret 2019 naik dari jumlah aset Rp16,47 triliun hingga periode yang berakhir 31 Desember 2018. (end)

Saham PTPP | PT PP NILAI PERPINDAHAN IBU KOTA JADI PELUANG BISNIS

IQPlus, (02/05) - PT PP (Persero) Tbk menilai rencana pemerintah ingin memindahkan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa merupakan peluang bisnis tersendiri khususnya dalam pembangunan sektor infrastruktur.
"Pada hakekatnya kalau memang perpindahan ibu kota merupakan program pemerintah maka itu merupakan peluang bagi perusahaan walaupun memang proses pembangunan tidak akan cepat," kata Direktur Utama PT PP (Persero) Lukman Hidayat kepada pers di Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018.
Dia mengatakan, banyak aspek yang bisa menjadi peluang bagi perusahaan konstruksi tersebut apabila pemerintah jadi memutuskan perpindahan ibu kota, karena akan banyak pembangunan infrastruktur yang bakal dikerjakan.
"Sekali lagi itu peluang bagi kita namun tetap harus menunggu mekanisme selanjutnya, apakah kepindahan tersebut berupa Peraturan Presiden atau undang-undang," katanya.(end)

Analisa Saham DOID, LPCK dan PTBA

Analisa Saham DOID, LPCK dan PTBA
1. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), Daily (Rp540)
(RoE: 28,93%; PER: 4,28x; EPS: 127,37; PBV: 1,24x; Beta: 2,21). Pergerakan harga telah menguji garis EMA 120 sehingga peluang terjadinya rebound terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp535-545, dengan target harga secara bertahap di level Rp560, 615, 675 dan 730. Support: Rp525.

2. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Daily (Rp1.850)
(RoE: 31,26%; PER: 0,61x; EPS: 3096,19; PBV: 0,19x; Beta: 1,62). Saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.840-1.860, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.050, 2.510 dan 2.970. Support: Rp1.700.

3. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), Daily (Rp3.960)
(RoE: 24,71%; PER: 9,99x; EPS: 395,56; PBV: 2,47x; Beta: 1,83). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan te…

Analisa Saham AKRA, BEST dam BNGA

Analisa Saham AKRA, BEST dam BNGA 1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Daily (Rp4.450)  (RoE: 7,82%; PER: 22,08x; EPS: 201,56; PBV: 1,73x; Beta: 0,71). Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp4.400-4.450, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.550 dan 4.750. Support: Rp4.350.
2. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), Daily (Rp296)  (RoE: 8,80%; PER: 7,34x; EPS: 39,76; PBV: 0,65x; Beta: 2,16). Saat ini pergerakan harga bertahan di atas garis tengah bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp282-296, dengan target harga secara bertahap di level Rp304, 314 dan 324. Support: Rp276.
3. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Daily (Rp1.065)  (RoE: 9,06%; PER: 7,02x; EPS: 151,68; PBV: 0,64x; Beta: 2,04). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami…

Analisa Saham ASII, JSMR, TINS dan ERAA

Pada perdagangan hari ini, pergerakanIndeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan menuju level resisten 6.480, setelah mampu mempertahankan posisi di atas tingkat resisten psikologis 6.400.

Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, mengatakan penutupan IHSG di atas level psikologis 6.400 merupakan konfirmasi bahwa momentum positif mulai kembali dalam bentuk kisaran perdagangan yang naik kelas ke kisaran 6.380-6.480.

"Jika momentum positif berlanjut dan IHSG dapat ditutup di atas 6.480, arah pegerakan selanjutnya adalah menuju kisaran 6.550-6.580," kata Yuganur, di Jakarta, Kamis (2/5).

Dengan demikian, jelas dia, adanya peluang kenaikan IHSG ke level 6.480 bisa disikapi pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut:

1. PT Astra International Tbk (ASII), dengan target profit taking di kisaran Rp7.950-8.250, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp7.575 dan Rp7.475, disarankan cut-loss pada posisi Rp7.375.

2. PT Jasa Marga Tbk (JSMR), denga…

Analisa Saham WSBP, RALS, AKRA dan ICBP

MNC Daily Scope Wave 1 Mei 2019
IHSG kemarin (30/4) ditutup menguat 0.5% di level 6,455. Kami perkirakan IHSG masih dapat melanjutkan penguatannya dalam jangka pendek, sekaligus menguji resistance pada area 6,500-6,510. Apabila IHSG mampu menembus area resistance tersebut maka IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya. Support: 6,400, 6,330 Resistance: 6,500, 6,550
WSBP - Buy on Weakness (440) Kami perkirakan WSBP sedang berada pada awal wave (v) dari wave C. WSBP berpotensi untuk menguat ke area 470-480. Buy on Weakness: 430-440 Target Price: 450, 470, 480 Stoploss: below 426
RALS - Buy on Weakness (1,785) Kami memperkirakan RALS sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave (ii) dari wave [iii]. Saat ini posisi RALS berada pada awal wave (iii) dari wave [iii] dan berpotensi melanjutkan penguatannya, target wave (iii) berada pada level 1,910. Buy on Weakness: 1,750-1,770 Target Price: 1,840, 1,880, 1,910 Stoploss: below 1,700
AKRA - Buy on Weakness (4,450) Kami perkirakan posisi AKRA sudah …

Analisa Saham ERAA dan EXCL

Trimegah Securities on XL Axiata  (EXCL) Positive earnings outlook Meskipun pertumbuhan 14% dalam pendapatan data, XL melaporkan hanya pertumbuhan 2% sederhana dalam EBITDA pada tahun 2018. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pertumbuhan pendapatan data sebagian besar didorong oleh volume, yang naik 72% YoY pada tahun 2018, sementara data hasil panen menurun sebesar 34%. Mulai Februari 19, XL memperkenalkan Combo Xtra VIP yang dihargai Rp10 ribu lebih tinggi dari paket normal yang menyertakan iflix VoD dan memungkinkan rollover data (data yang tersisa ditambahkan ke kuota bulan depan). Kami percaya bahwa pengguna yang biasanya tidak menggunakan seluruh paket data mereka tidak akan menambah data yang tersisa hanya karena berguling. Pada pendapatan FY18, manajemen menyatakan komitmennya untuk membagikan dividen mengingat prospek pendapatan positif pada 2019. Dividen ini akan dibayarkan pada tahun 2020 dan kemungkinan menyiratkan hasil dividen 0,8% dengan asumsi rasio pembayaran 30%. Se…

Analisa Saham TOWR dan ISAT

TOWR – BUY Pergerakan indikator terlihat positif sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp740 dengan target keuntungan dilevel Rp800.


ISAT – BUY Harga melakukan rebound sehingga aksi beli dapat dilakukan dilevel Rp2,620 dengan target keuntungan di level Rp2,860.


UOBKH