Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 19, 2018

Analisa Saham PGAS | 19 Mei 2018

PGAS  Weekly  :  Trading Buy, Resistance di 2,230, berikutnya  2,290 dan 2,320. Support di 1,840
Berdasarkan  hasil perhitungan Peak and Trough. Dari level tertinggi  terdekat saat ini  dari 18 minggu terlihat rata-rata di 2318 dan net avg sell di 2,389 dimana volume transaksi terbanyak (volume at price) di 2,320
Sementara itu jika dihitung sejak harga saham ini mulai naik dari level terendah terdekat sekitar  32  minggu terakhir dimana rata-ratanya mendekati level  terendah data terakhir rata-rata di 2,064  dengan rata-rata net buy sekitar  2,228 dimana volume transaksi terbanyak (volume at price) di 2,290
Akumulasi volume (pembelian terbesar atau akumulasi area – demand side)  antara level 2,360  –  2,480 Disisi lain  distribusi distribusi volume (penjualan terbesar atau distribusi area – supply side) antara level 2,540 – 2,630
Saat ini harga akan coba naik dari net avg buy dan masuk ke akumulasi area, sementara itu harga masih relative jauh dari net avg sell dan distribusi area , …

Analisa Saham ESSA | 19 Mei 2018

ESSA  Weekly  :  Trading Buy, Resistance di 306, berikutnya  322 dan 368. Support di 238
Berdasarkan  hasil perhitungan Peak and Trough. Dari level tertinggi  terdekat saat ini  dari 12 minggu terlihat rata-rata di 305 dan net avg sell di 343 dimana volume transaksi terbanyak (volume at price) di 368
Sementara itu jika dihitung sejak harga saham ini mulai naik dari level terendah terdekat sekitar  69  minggu terakhir dimana rata-ratanya mendekati level  terendah data terakhir rata-rata di 238  dengan rata-rata net buy sekitar  258 dimana volume transaksi terbanyak (volume at price) di 368
Akumulasi volume (pembelian terbesar atau akumulasi area – demand side)  antara level 304  –  332. Disisi lain  distribusi distribusi volume (penjualan terbesar atau distribusi area – supply side) antara level 310 – 320
Saat ini harga akan coba naik ke net avg buy dan masuk ke akumulasi area, sementara itu harga masih relative jauh dari net avg sell dan distribusi area , dengan demikian potensi kena…

Aalisa Saham JSMR | 19 Mei 2018

Jasa Marga
Hints of an improving outlook
■ JSMR booked core NP of Rp534bn (+4% yoy) in 1Q18 with the help of an improved
EBIT margin on lower salaries and allowances.
■ Its first RDPT issuance should offer 9-9.3% cost of funds which is lower than its
current weighted average cost of debt of 9.4%.
■ It is considering divesting its minority stake in JORR W1. If it does, this should be at a
decent valuation, in our view. This could offer further upside to JSMR.
■ Progressive tariff implementation may help to improve long-term earnings outlook.
■ We upgrade to Add with intact TP of Rp4,800 as valuation has turned more attractive.
A better than expected RDPT cost of fund proposition
JSMR aims to issue its first closed-end fund (RDPT) by Jun 2018 (initially in Apr 2018).
Based on our latest channel check, the targeted proceeds of Rp3tr should come from
selling its 20% stake in three toll roads (target valuation of 1.8x-2x BV) and a rights issue.
We estimate total cost of funds for the RDPT…

Analisa Saham UNTR, ANTM, ADHI dan WSKT | 19 Mei 2018

UNTR berpotensi menguat secara teknikal dengan perhatian khusus pada pola inverted hammer pada perdagangan sehari sebelumnya dan keberhasilan saham ini menguat menembus MA5 dan MA20. Target 40000 masih kami pertahankan.
Rekomendasi: buy 36000, stop loss 34000.

ANTM tertahan di resistance MA20 di 845, jika nantinya berhasil ditembus naik maka berpotensi menuju target baru di 850 s/d 900.
Rekomendasi: buy 825, stop loss 795.

Stock Update
ADHI  telah mencapai target pertama sesuai dengan rekomendasi Daily Technical kemarin. Saat ini tengah menguji resistance MA20 di 1930, dengan target baru di 2000 untuk penguatan selanjutnya.
Rekomendasi: buy 1900, stop loss 1860.

WSKT memilki pola yang sama dengan ADHI yakni pengujian MA20. Secara teknikal penguatan ini berpotensi berlanjut dengan target berikutnya di 2250 s/d 2500.
Rekomendasi: buy on break 2150, stop loss 2100.

by Panin Sekuritas