Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 21, 2021

Anak Usaha PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk Dapatkan Pinjaman dari Bank Mandiri

Anak usaha PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT) yaitu PT. Perusahaan Bongkar Muat Adipurusa (PBMA) telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada tanggal 17 September 2021. "Perjanjian fasilitas pinjaman antara PBMA dan BMRI sebesar Rp341 miliar dengan tenor 5 tahun setelah pencairan pinjaman dan akan dibayarkan setiap bulan,"tutur Erwina Yusritasari Corporate Secretary PORT, Senin (20/9). Erwina menjelaskan, Fasilitas ini dijamin dengan aset alat pelabuhan yang dimiliki PBMA dan Corporate Guarantee dari PORT sebesar kepemilikan sahamnya di PBMA dan tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha PORT. "Dana dari Fasilitas Pinjaman ini akan digunakan untuk melakukan pelunasan lebih awal atas seluruh saldo pinjaman terhutang yang dimiliki PBMA,"pungkasnya.(end/ar) Sumber: IQPLUS

Komisaris PT Phapros Tbk Beli Saham PEHA

Masrizal A. Syarief selaku Komisaris PT Phapros Tbk. (PEHA) telah melakukan pembelian sahamnya secara bertahap pada tanggal 8 September, 10 September dan 13 September 2021. Menurut keterangan tertulisnya Masrizal A. Syarief menyampaikan bahwa telah membeli saham PEHA sebanyak 116.800 lembar saham dan 10.300 lembar saham di harga Rp1.155 per saham pada tanggal 8 September dan 10 September 2021. Tak berhenti disitu pada tanggal 13 September 2021, kembali membeli sebanyak 93.500 lembar saham di harga Rp1.155 per saham. Dengan transaksi tersebut Masrizal A. Syarief mengeluarkan dana sebesar Rp254,7 juta. "Tujuan pembelian saham tersebut adalah untuk Tabungan saham dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya. Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Masrizal A. Syarief di PT Phapros bertambah menjadi 75.501.650 lembar saham atau setara dengan 8,99% dibandingkan sebelumnya sebanyak 75.408.150 lembar saham setara dengan 8,98%. (end/ar) Sumber: IQPLUS

EP ID Holdings Pte Ltd Resmi Jadi Pemegang Saham Pengendali PT. Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk

Perusahaan asal Singapura, EP ID Holdings Pte Ltd atau Edge Point akan segera resmi menjadi pemegang saham pengendali baru di PT. Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT). Untuk memuluskan aksi tersebut, Edge Point bakal melakukan Penawaran Tender Wajib atas saham - saham yang dimiliki pemegang saham publik dengan jumlah maksimal sebanyak 2,57 miliar lembar saham CENT dengan nilai nominal Rp100 per sahamnya. Jumlah ini mewakili 8,25% dari dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh CENT. Patut diketahui, Harga Penawaran Tender Wajib adalah Rp269 per Saham. Harga Penawaran Tender Wajib tersebut telah dihitung berdasarkan harga yang lebih tinggi antara Harga Pengambilalihan per Saham, dan rata-rata harga tertinggi harian saham yang diperdagangkan di BEI selama 90 hari sebelum tanggal 8 Juli 2021. "Pengendali Baru selaku Pihak Yang Menawarkan menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melakukan penyelesaian dan pembayaran sehubungan dengan Penawaran Tender Wajib

PT Berkah Beton Sadaya Tbk Targetkan Kinerja Tumbuh Per Akhir Tahun 2021

PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BBS/BEBS) menargetkan kinerja hingga akhir tahun 2021, akan tumbuh jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya (2020). Hal itu disampaikan oleh Direktur BEBS, Pio Hizki Wehantouw, dalam Publik Ekspos Insidentil, Senin (20/9). Pio menyebutkan bahwa pendapatan atau penjualan Perseroan pada akhir tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp375 miliar. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan atau penjualan BEBS pada akhir tahun 2020, yang sekitar Rp110,70 miliar. Jika berjalan lancar, maka pendapatan atau penjualan Perseroan itu akan mendorong BEBS mengantongi laba lebih dari Rp40 miliar. "Kami optimis, target ini akan tercapai. Sampai saat ini, realisasinya sudah mencapai Rp200 miliaran, kami akan kejar target tersebut di sisa bulan pada tahun ini. Sedangkan laba, kami perkirakan akan lebih dari Rp40 miliar,"tegas Pio. Meski tidak menyebutkan berapa banyak kontrak baru yang diraih pada tahun ini, Presiden Direktur BEBS, Has

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Dampingi Pekebun Desa Mekar Mulya Raih Sertifikasi RSPO

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berkomitmen membangun perkebunan kelapa sawit berlandaskan pada prinsip dan kriteria berkelanjutan. Tidak hanya menjadi kebun sawit ramah lingkungan, SSMS turut mendukung pekebun swadaya menerapkan praktik sawit berkelanjutan melalui program pendampingan sertifikasi RSPO Smallholder (pekebun swadaya). Head of Division Sustainability SSMS, Henky Satrio mengatakan, setelah berhasil mendampingi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) memperoleh sertifikasi RSPO tahun 2019, kini SSMS menargetkan pendampingan untuk Pekebun Desa Mekar Mulya memperoleh sertifikasi di tahun 2022. Saat ini SSMS melakukan pendampingan Pekebun Desa Mekar Mulya baru tahap awal. "Tim fasiltator dari SSMS sudah bergerak melakukan sosialisasi. Berhubung masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga sosialisasi dilakukan dalam lingkup RT (rukun tetangga) untuk menghindari kerumunan,"kata Henky Satrio, Kepada pers, Selasa (21/9/2021), Sosialisasi ini sangat penting

PT. Sarana Menara Nusantara Tbk Dapatkan Fasilitas Kredit dari Beberapa Lembaga Keuangan Perbankan

Anak usaha PT. Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) telah menandatanganan perjanjian kredit sehubungan fasilitas pinjaman dengan beberapa lembaga keuangan perbankan pada tanggal 16 September 2021. "Penandatanganan perjanjian kredit antara anak usaha TOWR tersebut adalah Protelindo dan Iforte dengan lembaga keuangan perbankan yaitu PT. Bank Negara Indonesia, PT. Bank BTPN, PT. Bank CIMB Niaga, PT. Bank HSBC, PT. Bank Mandiri , PT. Bank Mizuho dan MUFG Bank cabang Jakarta,"tutur Irfan Ghazali Sekretaris perusahaan, Senin (20/9). Lebih lanjut Irfan memaparkan perjanjian Protelindo dan Iforte dengan Bank BTPN sehubungan dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp2 triliun berdasarkan jaminan perusahaan yang diberikan oleh Iforte, Bank CIMB sebesar Rp1 triliun, Bank HSBC sebesar Rp1 triliun, serta Bank Mandiri sebesar Rp2 triliun. Selanjutnya pemberian fasilitas pinjaman dengan Bank Mizuho sebesar Rp2 triliun, Bank BNI sebesar Rp3 triliun dan Bank MUFG sebesar Rp3 triliun. Protelindo dan

Rekomendasi Saham TLKM, UNTR, PGAS, BMRI, ANTM dan ERAA oleh Valbury Sekuritas | 21 September 2021

VALBURY SEKURITAS INDONESIA Daily News 21 Sep 2021 Prediksi IHSG : IHSG diperkirakan koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (21/09), ditengah beragamnya katalis baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) Indonesia, BI 7D Repo Reference Rate, diperkirakan tetap 3.5% (+), 2) Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021 berada di kisaran 4- 5,4% (+), 3) Laporan LKPP utang Indonesia mencapai Rp 6.626,4 triliun, atau 59,70% dari aset Negara (-), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS (-), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan koreksi (-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Senin (20/09) ditutup koreksi (-), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak menguat (+), Sentimen global ; 1) US, Building Permits, diperkirakan turun menjadi 1630 ribu dari 1635 ribu (-), 2) US, Current Account Balance, diperkirakan defisit turun menjadi $191.0 Bn dari $195.7 Bn (+) dan, 3

Rekomendasi Saham UNTR, ANTM, PGAS dan PTBA oleh Indopremier | 21 September 2021

IHSG (6.020 – 6.130) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.020 dan 5.965 dengan resist di level 6.130 kemudian 6.185. UNTR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 20.875 kemudian 21.175 dengan support di level 20.275, cut loss jika break 19.975. ANTM (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 2.330 dengan resist di level 2.410 kemudian 2.470. PGAS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.060 dengan resist di level 1.085 kemudian 1.105. PTBA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 2.250 dengan resist di level 2.340 kemudian 2.390. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwgq

Rekomendasi Saham ASII, MAPI dan SMRA oleh Mirae Asset Sekuritas | 21 September 2021

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight September 21, 2021 (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 6,076.31(-0.93%), consolidation, Trading range 6,041 – 6,113. Indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized cenderung terkoreksi lebih lanjut. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized cenderung naik dan  indikator RSI optimized cenderung akan menguji support trendline. Daily support di 6,041 dan daily resistance di 6,113. Cut loss level di 6,020. ASII Daily, 5,300 (-2.30%), buy on weakness,  trading range 5,200 – 5,350. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak turun menguji support trendline. Daily support di 5,200 dan daily resistance di 5,350. Cut loss level di 5,150. MAPI Daily, 740 (-1.99%), buy on weakness,  trading range 725 – 760. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung bergerak turun. Daily support di 725 dan daily resistance di 760. Cut loss level di 700. SMRA Daily, 820 (-2.96%), buy on weakness, tradin

Rekomendasi Saham TPIA dan SMRA oleh HP Financials | 21 September 2021

HP Financials Technical View & Key Calls 21 September 2021 Saham TPIA Speculative Buy TPIA di area Support MA10 atau dekat Low kemarin 7150, dengan Average Up di atas MA20 / 7400. Tampaknya garis Resistance jk.pendek (black) masih akan jadi penuntun trend turun ini di sekitar 7600. Rekomendasi Speculative Buy, Entr y Level: 7250 -7150; Target:7600; Stoploss: 7100. Saham SMRA Speculative Buy SMRA pada garis Support pendek, demi menyelamatkan program Uptrend dalam rangka menuju Target Parallel Channel ke angka 990-1000. Segera Cutloss jika harga jebol Support ekstrim 800 (secara angka bulat itu sendiri harusnya bisa jadi Support psikologis juga). Average Up >840. Rekomendasi Speculative Buy, Entr y Level: 820 -800; Target: 860 / 900; Stoploss : 790

Analisa Saham EMTK | 21 September 2021

Analisa Saham EMTK Saham EMTK pada tanggal 20 September 2021 ditutup menguat pada harga 1950, naik 1,03%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 23% dari hari sebelumnya.  Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bearish.  Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish. Status Saham Saat Ini: Trendnya adalah sideway downtrend Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 2030 Jika naik di atas 2240 maka berpeluang ke 2750 Jika turun di bawah 1920 maka berpeluang ke 1835 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut : Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/ Facebook Page : https://web.facebook.com/sa

Rekomendasi Saham SMRA, BBRI, BIRD dan MYOR oleh MNC Sekuritas | 21 September 2021

MNC Daily Scope Wave 21 September 2021 Pada perdagangan kemarin (20/9), IHSG ditutup terkoreksi 0,9% ke level 6,076. Tetap waspadai akan adanya support di 5,982, bila IHSG masih mampu bertahan di atas support maka kami perkirakan IHSG akan berpeluang menguat ke atas 6,170. Namun sebaliknya, bila terkoreksi ke bawah supportnya, maka IHSG akan mengarah ke 5,850-5,900 untuk membantuk wave [y] dari wave E dari wave (X). Support: 5,982, 5,938 Resistance: 6,170, 6,263 SMRA - Buy on Weakness (820) Pada perdagangan kemarin (20/9), SMRA ditutup terkoreksi 3% ke level 820, pergerakan SMRA pun sudah menembus MA20-nya. Kami memperkirakan, posisi SMRA saat ini sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B). Hal ini berarti, koreksi SMRA akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali.  Buy on Weakness: 790-815 Target Price: 860, 940 Stoploss: below 760 BBRI - Buy on Weakness (3,590) BBRI ditutup terkoreksi 0,6% ke level 3,590 pada perdagangan kemarin (20/9), koreksi BBRI juga disertai ole

Bandarmologi Saham BBCA, SRTG, TBIG, ERAA dan SILO | 21 September 2021

Technical & Bandarmology Prespectives Tuesday (21/09/2021) By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®. IDX Composite 6,019 - 6,110 SUMMARY: SELL‼️‼️ 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): NEUTRAL STOCH (9,6,3): BUY!! MACD(12,26): BUY!! ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): NEUTRAL CCI (14): *SELL‼️ HIGHS/LOW (14): NEUTRAL UO: BUY!! ROC: SELL‼️ WILLIAMS R: NEUTRAL‼️ BULLBEAR (13): SELL‼️ BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️ NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION STOCKS PICK: BBCA 32,625 - 33,425 TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 32,925 TARGET PRICE: 33,425 STOP-LOSS: 32,625 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION SRTG 1,800 - 1,925 TECHNICAL INDICATORS: *NEUTRAL, BUY 1,850 TARGET PRICE: 1,925 STOP-LOSS: 1,800 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION TBIG 3,500 - 3,150 T

Update Harga Komoditas dan Indeks | 21 September 2021

U.S. stocks began the week deeply in the red as investors continued to flock to the sidelines in September amid several emerging risks for the market. There were a number of reasons for the sell-off: ● Investors fear a contagion sweeping financial markets from the troubled China property market. Hong Kong equities saw a big sell-off during the Asia trading session on Monday. The benchmark Hang Seng index plunged 4% with embattled developer China Evergrande Group on the brink of default. ● The Federal Reserve begins a two-day meeting Tuesday and investors are worried the central bank will signal it’s ready to start pulling away monetary stimulus amid surging inflation and improvement in the job market. ● Covid cases because of the delta variant remain at January levels as colder weather approaches in North America. ● September has the worst track record of any month, averaging a 0.4% decline, according to the Stock Trader’s Almanac. History shows the selling tends to pick up in the back

Saham Online di Facebook