Anak Usaha PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk Dapatkan Pinjaman dari Bank Mandiri


Anak usaha PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT) yaitu PT. Perusahaan Bongkar Muat Adipurusa (PBMA) telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada tanggal 17 September 2021.

"Perjanjian fasilitas pinjaman antara PBMA dan BMRI sebesar Rp341 miliar dengan tenor 5 tahun setelah pencairan pinjaman dan akan dibayarkan setiap bulan,"tutur Erwina Yusritasari Corporate Secretary PORT, Senin (20/9).

Erwina menjelaskan, Fasilitas ini dijamin dengan aset alat pelabuhan yang dimiliki PBMA dan Corporate Guarantee dari PORT sebesar kepemilikan sahamnya di PBMA dan tidak berdampak material terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha PORT.

"Dana dari Fasilitas Pinjaman ini akan digunakan untuk melakukan pelunasan lebih awal atas seluruh saldo pinjaman terhutang yang dimiliki PBMA,"pungkasnya.(end/ar)

Sumber: IQPLUS

Komisaris PT Phapros Tbk Beli Saham PEHA


Masrizal A. Syarief selaku Komisaris PT Phapros Tbk. (PEHA) telah melakukan pembelian sahamnya secara bertahap pada tanggal 8 September, 10 September dan 13 September 2021.

Menurut keterangan tertulisnya Masrizal A. Syarief menyampaikan bahwa telah membeli saham PEHA sebanyak 116.800 lembar saham dan 10.300 lembar saham di harga Rp1.155 per saham pada tanggal 8 September dan 10 September 2021.

Tak berhenti disitu pada tanggal 13 September 2021, kembali membeli sebanyak 93.500 lembar saham di harga Rp1.155 per saham. Dengan transaksi tersebut Masrizal A. Syarief mengeluarkan dana sebesar Rp254,7 juta.

"Tujuan pembelian saham tersebut adalah untuk Tabungan saham dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Masrizal A. Syarief di PT Phapros bertambah menjadi 75.501.650 lembar saham atau setara dengan 8,99% dibandingkan sebelumnya sebanyak 75.408.150 lembar saham setara dengan 8,98%. (end/ar)

Sumber: IQPLUS

EP ID Holdings Pte Ltd Resmi Jadi Pemegang Saham Pengendali PT. Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk


Perusahaan asal Singapura, EP ID Holdings Pte Ltd atau Edge Point akan segera resmi menjadi pemegang saham pengendali baru di PT. Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT).

Untuk memuluskan aksi tersebut, Edge Point bakal melakukan Penawaran Tender Wajib atas saham - saham yang dimiliki pemegang saham publik dengan jumlah maksimal sebanyak 2,57 miliar lembar saham CENT dengan nilai nominal Rp100 per sahamnya. Jumlah ini mewakili 8,25% dari dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh CENT.

Patut diketahui, Harga Penawaran Tender Wajib adalah Rp269 per Saham. Harga Penawaran Tender Wajib tersebut telah dihitung berdasarkan harga yang lebih tinggi antara Harga Pengambilalihan per Saham, dan rata-rata harga tertinggi harian saham yang diperdagangkan di BEI selama 90 hari sebelum tanggal 8 Juli 2021.

"Pengendali Baru selaku Pihak Yang Menawarkan menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melakukan penyelesaian dan pembayaran sehubungan dengan Penawaran Tender Wajib ini,"tulis Manajemen CENT melalui prospektus ringkasnya, Senin (20/9).

Adapun tujuan dari pengambilalihan CENT oleh Pengendali Baru (Edge Point) adalah sebagai bagian dari perluasannya ke Indonesia, yang sejalan dengan strategi investasinya untuk melakukan investasi pada penyelenggara menara telekomunikasi dan infrastruktur terkait.

Sebagai informasi, periode Panawaran Tender Wajib akan dilaksanakan mulai tanggal 21 September 2021 hingga 20 Oktober 2021. Adapun tanggal pembayaran akan direalisasikan pada 1 November 2021. (end/as)

Sumber: IQPLUS

PT Berkah Beton Sadaya Tbk Targetkan Kinerja Tumbuh Per Akhir Tahun 2021


PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BBS/BEBS) menargetkan kinerja hingga akhir tahun 2021, akan tumbuh jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya (2020). Hal itu disampaikan oleh Direktur BEBS, Pio Hizki Wehantouw, dalam Publik Ekspos Insidentil, Senin (20/9).

Pio menyebutkan bahwa pendapatan atau penjualan Perseroan pada akhir tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp375 miliar. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan atau penjualan BEBS pada akhir tahun 2020, yang sekitar Rp110,70 miliar. Jika berjalan lancar, maka pendapatan atau penjualan Perseroan itu akan mendorong BEBS mengantongi laba lebih dari Rp40 miliar.

"Kami optimis, target ini akan tercapai. Sampai saat ini, realisasinya sudah mencapai Rp200 miliaran, kami akan kejar target tersebut di sisa bulan pada tahun ini. Sedangkan laba, kami perkirakan akan lebih dari Rp40 miliar,"tegas Pio.

Meski tidak menyebutkan berapa banyak kontrak baru yang diraih pada tahun ini, Presiden Direktur BEBS, Hasan Muldhani menjelaskan, saat ini Perseroan tengah mengejar untuk meyelesaikan proyek - proyek yang sudah berjalan. Perseroan akan memaksimalkan proyek yang sudah ada saat ini.

"Kami fokus menyelesaikan proyek existing. Sementara untuk proyek baru, saat ini masih kita riview, biasanya akhir tahun sekitar bulan November atau Desember baru kami signing,"ucapnya. (end/as)

Sumber: IQPLUS

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Dampingi Pekebun Desa Mekar Mulya Raih Sertifikasi RSPO


PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berkomitmen membangun perkebunan kelapa sawit berlandaskan pada prinsip dan kriteria berkelanjutan. Tidak hanya menjadi kebun sawit ramah lingkungan, SSMS turut mendukung pekebun swadaya menerapkan praktik sawit berkelanjutan melalui program pendampingan sertifikasi RSPO Smallholder (pekebun swadaya).
Head of Division Sustainability SSMS, Henky Satrio mengatakan, setelah berhasil mendampingi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) memperoleh sertifikasi RSPO tahun 2019, kini SSMS menargetkan pendampingan untuk Pekebun Desa Mekar Mulya memperoleh sertifikasi di tahun 2022. Saat ini SSMS melakukan pendampingan Pekebun Desa Mekar Mulya baru tahap awal.
"Tim fasiltator dari SSMS sudah bergerak melakukan sosialisasi. Berhubung masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga sosialisasi dilakukan dalam lingkup RT (rukun tetangga) untuk menghindari kerumunan,"kata Henky Satrio, Kepada pers, Selasa (21/9/2021),
Sosialisasi ini sangat penting dilakukan mengingat pekebun yang belum pernah mengikuti program sertifikasi perlu mendapat pemahaman cukup mengenai manfaat dalam mengikuti program sertifikasi. Karena mayoritas pekebun swadaya masih minim pengetahuan mengenai praktik pengelolaan kebun sawit ramah lingkungan, perusahaan coba merangkul mereka (pekebun) untuk mengikuti sertifikasi ini.
Dalam sosialisasi juga disampaikan mengenai kelembagaan sebagai wadah pekebun untuk mengurus sertifikasi. Sebab sertifikasi harus dilakukan secara kolektif bukan diurus sendiri oleh masing-masing pekebun.
Sementara itu, Poniman (40) perwakilan pekebun swadaya Desa Mekar Mulya menyambut baik sosialisasi program sertifikasi RSPO dari perusahaan. Pihaknya mengaku sangat antusias untuk mengikuti program sertifikasi ini. Banyak manfaat yang akan diterima. Misalnya sertifikasi internasional dan mendapatkan premi dari penjualan minyak sawit bersertifikat.
"Kelebihan lain dari program yang ditawarkan, perusahaan juga akan memberikan pelatihan untuk peningkatan skill pekebun, bantuan dana untuk pembangunan infrastruktur (gudang pupuk, gudang limbah dan rumah cuci bilas APD), pemberian alat pelindung diri (APD), perlengkapan P3K serta sarana dan prasarana damkar,"tambahnya.
Sertifikasi tahap awal ini, SSMS menargetkan luasan kebun yang akan disertifikasi mencapai 700 hektare dengan jumlah pekebun sekitar 100 orang. Henky Satrio berharap semua berjalan lancar, sehingga upaya perseroan untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun juga tercapai. (end)
Sumber: IQPLUS

PT. Sarana Menara Nusantara Tbk Dapatkan Fasilitas Kredit dari Beberapa Lembaga Keuangan Perbankan


Anak usaha PT. Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) telah menandatanganan perjanjian kredit sehubungan fasilitas pinjaman dengan beberapa lembaga keuangan perbankan pada tanggal 16 September 2021.

"Penandatanganan perjanjian kredit antara anak usaha TOWR tersebut adalah Protelindo dan Iforte dengan lembaga keuangan perbankan yaitu PT. Bank Negara Indonesia, PT. Bank BTPN, PT. Bank CIMB Niaga, PT. Bank HSBC, PT. Bank Mandiri , PT. Bank Mizuho dan MUFG Bank cabang Jakarta,"tutur Irfan Ghazali Sekretaris perusahaan, Senin (20/9).

Lebih lanjut Irfan memaparkan perjanjian Protelindo dan Iforte dengan Bank BTPN sehubungan dengan fasilitas pinjaman sebesar Rp2 triliun berdasarkan jaminan perusahaan yang diberikan oleh Iforte, Bank CIMB sebesar Rp1 triliun, Bank HSBC sebesar Rp1 triliun, serta Bank Mandiri sebesar Rp2 triliun.

Selanjutnya pemberian fasilitas pinjaman dengan Bank Mizuho sebesar Rp2 triliun, Bank BNI sebesar Rp3 triliun dan Bank MUFG sebesar Rp3 triliun. Protelindo dan Iforte serta lembaga perbankan tersebut tidak ada hubungan afiliasi, sedangkan Protelindo dan Iforte mempunyai hubungan afiliasi karena sama-sama merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh TOWR.

Atas perjanjian tersebut maka jumlah utang protelindo akan meningkat namun masih dalam batas wajar dan tetap memenuhi persyaratan yang diatur dalam perjanjian pinjaman yang ditandatangani oleh protelindo.

Tidak terdapat dampak negatif terhadap kondisi keungan TOWR maupun protelindo yang mengakibatkan protelindo tidak mampu memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian pinjaman.

"Perolehan pinjaman-pinjaman tersebut sesuai dengan peruntukkannya akan digunakan oleh protelindo untuk membiayai kebutuhan umum perusahaan termasuk juga membiayai potensi akuisisi oleh protelindo,"imbuh Irfan. (end/ar)

Sumber: IQPLUS

Rekomendasi Saham TLKM, UNTR, PGAS, BMRI, ANTM dan ERAA oleh Valbury Sekuritas | 21 September 2021


VALBURY SEKURITAS INDONESIA Daily News

21 Sep 2021

Prediksi IHSG :

IHSG diperkirakan koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (21/09), ditengah beragamnya katalis baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) Indonesia, BI 7D Repo Reference Rate, diperkirakan tetap 3.5% (+), 2) Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021 berada di kisaran 4- 5,4% (+), 3) Laporan LKPP utang Indonesia mencapai Rp 6.626,4 triliun, atau 59,70% dari aset Negara (-), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS (-), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan koreksi (-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Senin (20/09) ditutup koreksi (-), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak menguat (+), Sentimen global ; 1) US, Building Permits, diperkirakan turun menjadi 1630 ribu dari 1635 ribu (-), 2) US, Current Account Balance, diperkirakan defisit turun menjadi $191.0 Bn dari $195.7 Bn (+) dan, 3) US, Housing Starts, diperkirakan naik menjadi1540 ribu dari 1534 ribu (+).


Perspektif tenikal

Support Level :    6042/6009/5963

Resistance Level :   6122/6167/6201

Major Trend : Up

Minor Trend : Up

Pattern : Down


TRADING IDEAS :

These recommendations based on technical and only intended for one day trading


TLKM: Trading Buy

Close 3520, TP 3630

Boleh buy di level 3470-3520

Resistance di 3630 & support di 3470

Waspadai jika tembus di 3470

Batasi resiko di 3320


UNTR: Trading Buy

Close 20575, TP 20925

Boleh buy di level  20325-20575

Resistance di 20925 & support di 20325

Waspadai jika tembus di 20325

Batasi resiko di 20100


PGAS : Trading Buy

Close 1070, TP 1095

Boleh buy di level  1050-1070

Resistance di 1095 & support di 1050

Waspadai jika tembus di 1050

Batasi resiko di 1030


BMRI:  Trading Buy

Close 6025, TP 6100

Boleh buy di level  5950-6025

Resistance di 6100 & support di 5950

Waspadai jika tembus di 5950

Batasi resiko di 5875


ANTM:  Trading Buy

Close 2350, TP 2400

Boleh buy di level  2320-2350

Resistance di 2400 & support di 2320

Waspadai jika tembus di 2320

Batasi resiko di 2280


ERAA:  Trading Buy

Close 600, TP 650

Boleh buy di level  575-600

Resistance di 650 & support di 575

Waspadai jika tembus di 575

Batasi resiko di 540


Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;

TBIG, ISAT, EXCL, EMTK, MNCN, INCO, BTPS  


(Disclaimer ON)

Rekomendasi Saham UNTR, ANTM, PGAS dan PTBA oleh Indopremier | 21 September 2021


IHSG (6.020 – 6.130) : Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melemah. Target pelemahan indeks pada level 6.020 dan 5.965 dengan resist di level 6.130 kemudian 6.185.

UNTR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 20.875 kemudian 21.175 dengan support di level 20.275, cut loss jika break 19.975.

ANTM (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 2.330 dengan resist di level 2.410 kemudian 2.470.

PGAS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.060 dengan resist di level 1.085 kemudian 1.105.

PTBA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 2.250 dengan resist di level 2.340 kemudian 2.390.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwgq

Rekomendasi Saham ASII, MAPI dan SMRA oleh Mirae Asset Sekuritas | 21 September 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight

September 21, 2021

(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,076.31(-0.93%), consolidation, Trading range 6,041 – 6,113. Indikator MFI optimized dan indikator RSI  optimized cenderung terkoreksi lebih lanjut. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized cenderung naik dan  indikator RSI optimized cenderung akan menguji support trendline. Daily support di 6,041 dan daily resistance di 6,113. Cut loss level di 6,020.

ASII Daily, 5,300 (-2.30%), buy on weakness,  trading range 5,200 – 5,350. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak turun menguji support trendline. Daily support di 5,200 dan daily resistance di 5,350. Cut loss level di 5,150.

MAPI Daily, 740 (-1.99%), buy on weakness,  trading range 725 – 760. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung bergerak turun. Daily support di 725 dan daily resistance di 760. Cut loss level di 700.

SMRA Daily, 820 (-2.96%), buy on weakness, trading range 810 – 850. Koreksi indikator MFI Optimized dan RSI Optimized masih bergerak turun namun sudah berada di oversold area.  Perkiraan daily support di 810 dan daily resistance terdekat di 850. Cut loss level di 780.

Rekomendasi Saham TPIA dan SMRA oleh HP Financials | 21 September 2021


HP Financials Technical View & Key Calls

21 September 2021

Saham TPIA


Speculative Buy TPIA di area Support MA10 atau dekat Low kemarin 7150, dengan Average Up di atas MA20 / 7400. Tampaknya garis Resistance jk.pendek (black) masih akan jadi penuntun trend turun ini di sekitar 7600.

Rekomendasi

Speculative Buy, Entr y Level: 7250 -7150; Target:7600; Stoploss: 7100.

Saham SMRA


Speculative Buy SMRA pada garis Support pendek, demi menyelamatkan program Uptrend dalam rangka menuju Target Parallel Channel ke angka 990-1000. Segera Cutloss jika harga jebol Support ekstrim 800 (secara angka bulat itu sendiri harusnya bisa jadi Support psikologis juga). Average Up >840.

Rekomendasi

Speculative Buy, Entr y Level: 820 -800; Target: 860 / 900; Stoploss : 790

Analisa Saham EMTK | 21 September 2021


Analisa Saham EMTK

Saham EMTK pada tanggal 20 September 2021 ditutup menguat pada harga 1950, naik 1,03%. Hal ini disertai dengan penurunan volume, yaitu 23% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bullish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah sideway downtrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 2030

Jika naik di atas 2240 maka berpeluang ke 2750

Jika turun di bawah 1920 maka berpeluang ke 1835

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/

Facebook Page : https://web.facebook.com/sahamindonesiahariini/

Aplikasi Android : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.saham.indonesia.hari.ini

Website : http://www.sahamonline.id/


Rekomendasi Saham SMRA, BBRI, BIRD dan MYOR oleh MNC Sekuritas | 21 September 2021


MNC Daily Scope Wave

21 September 2021


Pada perdagangan kemarin (20/9), IHSG ditutup terkoreksi 0,9% ke level 6,076. Tetap waspadai akan adanya support di 5,982, bila IHSG masih mampu bertahan di atas support maka kami perkirakan IHSG akan berpeluang menguat ke atas 6,170. Namun sebaliknya, bila terkoreksi ke bawah supportnya, maka IHSG akan mengarah ke 5,850-5,900 untuk membantuk wave [y] dari wave E dari wave (X).

Support: 5,982, 5,938

Resistance: 6,170, 6,263


SMRA - Buy on Weakness (820)

Pada perdagangan kemarin (20/9), SMRA ditutup terkoreksi 3% ke level 820, pergerakan SMRA pun sudah menembus MA20-nya. Kami memperkirakan, posisi SMRA saat ini sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B). Hal ini berarti, koreksi SMRA akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali. 

Buy on Weakness: 790-815

Target Price: 860, 940

Stoploss: below 760


BBRI - Buy on Weakness (3,590)

BBRI ditutup terkoreksi 0,6% ke level 3,590 pada perdagangan kemarin (20/9), koreksi BBRI juga disertai oleh tekanan jual yang relatif besar. Posisi BBRI saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave [c] dari wave 5 dari wave (A), sehingga koreksi BBRI diperkirakan terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 3,470-3,550

Target Price: 3,800, 4,200

Stoploss: below 3,290


BIRD - Buy on Weakness (1,200)

Kemarin (20/9), BIRD ditutup terkoreksi 1,6% ke level 1,200, koreksi BIRD juga diiringi dengan munculnya tekanan jual. Kami perkirakan, posisi BIRD saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 3.

Buy on Weakness: 1,150-1,200

Target Price: 1,300, 1,475

Stoploss: below 1,125


MYOR - Buy on Weakness (2,390)

MYOR ditutup terkoreksi 0,4% ke level 2,390 pada perdagangan kemarin (20/9). Selama MYOR masih bergerak di atas 2,260 sebagai supportnya, maka kami perkirakan posisi MYOR saat ini sedang berada di wave [v] dari wave A dari wave (B).

Buy on Weakness: 2,350-2,390

Target Price: 2,450, 2,540

Stoploss: below 2,260


Disclaimer On

Bandarmologi Saham BBCA, SRTG, TBIG, ERAA dan SILO | 21 September 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Tuesday (21/09/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


IDX Composite 6,019 - 6,110

SUMMARY: SELL‼️‼️


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *SELL‼️

HIGHS/LOW (14): NEUTRAL

UO: BUY!!

ROC: SELL‼️

WILLIAMS R: NEUTRAL‼️

BULLBEAR (13): SELL‼️


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



STOCKS PICK:


BBCA 32,625 - 33,425

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 32,925

TARGET PRICE: 33,425

STOP-LOSS: 32,625


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



SRTG 1,800 - 1,925

TECHNICAL INDICATORS: *NEUTRAL, BUY 1,850

TARGET PRICE: 1,925

STOP-LOSS: 1,800


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



TBIG 3,500 - 3,150

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 3,050

TARGET PRICE: 3,150

STOP-LOSS: 3,500


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION




ERAA 580 - 640

TECHNICAL INDICATORS: *BUY, BUY 600

TARGET PRICE: 640

STOP-LOSS: 580


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



SILO 8,625 - 9,375

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY BUY 8,875

TARGET PRICE: 9,375

STOP-LOSS: 8 625


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 21 September 2021


U.S. stocks began the week deeply in the red as investors continued to flock to the sidelines in September amid several emerging risks for the market.

There were a number of reasons for the sell-off:

● Investors fear a contagion sweeping financial markets from the troubled China property market. Hong Kong equities saw a big sell-off during the Asia trading session on Monday. The benchmark Hang Seng index plunged 4% with embattled developer China Evergrande Group on the brink of default.

● The Federal Reserve begins a two-day meeting Tuesday and investors are worried the central bank will signal it’s ready to start pulling away monetary stimulus amid surging inflation and improvement in the job market.

● Covid cases because of the delta variant remain at January levels as colder weather approaches in North America.

● September has the worst track record of any month, averaging a 0.4% decline, according to the Stock Trader’s Almanac. History shows the selling tends to pick up in the back half of the month.

● Investors are also concerned about brinkmanship in DC as the deadline to raise the debt ceiling approaches. Congress returned to Washington from recess rushing to pass funding bills to avoid a government shutdown.


Dow.......33970   -614.4     -1.78%

Nasdaq.14714   -330.1     -2.19%

S&P 500..4358    -75.3      -1.70%.


FTSE.......6903    -59.7        -0.86%

Dax........15132   -358.1      -1.03%

CAC........6456    -114.4      -1.74%


Nikkei...30500     closed      +0.58%

HSI........24099    -821.6       -3.30%

Shanghai..3614  closed      +0

ST Times..3042  -28.350     -0.96%


IDX.....  6076.32   -56.03       -0.32%

LQ45.....854.83    -7.61         -0.88%

 

Indo10Yr..6.2884  +0.0038    +0.06%

ICBI.....329.7245   +0.0017    +0.00%

US10Yr...1.3090     -0.0610     -4.45%

VIX.............25.71   +4.90       +23.55%‼️

  

USDIndx .....93.2400   +0.0450  +0.05%

Como Indx.....218.10   -4.01        -1.81%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........161.46   -3.34        -2.03%


IndoCDS..86.2482  +16.442  +23.55%‼️

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14242.50     +20          +0.14%

Jisdor..14233.00    +18          +0.13%


Euro.........1.1728   -0.0081     -0.69%


TLKM........24.14     -0.05         -0.21%

(3436)

EIDO..........21.01     -0.25         -1.18%

EEM..........49.99      -1.38         -2.69%


Oil..........70.59         -1.38        -1.92%

Gold ...1765.10       +13.70    +0.78%

Timah ..33967.50   -255.00    -0.75%

Nickel...18952.50   -437.50    -2.26%

Silver........22.27      -0.07         -0.31%

Copper.....413.15    -11.45      -2.70%

 

Coal price...177.50   unch       +0%

(Sep/Newcastle) 

Coal price...179.65    +2.00     +1.13%

(Okt/Newcastle)

Coal price....171.05   +2.45     +1.45%

(Sep/Rotterdam) 

Coal price....169.05   +4.15    +2.52%‼️

(Okt/ Rotterdam)


CPO(Des).....4167    -88            -2.07%

(Source: bursamalaysia.com)            

Corn..........521.25    -5.50         -1.04%

SoybeanOil..54.37   -1.39         -2.47%

Wheat.......700.75    -8.00         -1.13%


Wood pulp...4660.00  unch     +0%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas