Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 23, 2021

PT Surya Citra Media Tbk akan Lakukan Stock Split

Emiten media milik pengusaha Eddy Kusnadi Sariaatmadja yang tergabung dalam Grup Emtek, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split). Untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, SCMA akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 13 Oktober 2021 mendatang di Studio SCTV, Senayan City . Direksi SCMA melalui surat pemanggilan RUPSLB yang terbit di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan RUPSLB akan membahas dan memutuskan rencana stock split perseroan dengan rasio 1:5. Dengan asumsi harga saham SCMA di level Rp 2.150, maka kemungkinan nanti setelah dipecah menjadi Rp 430/saham. "Rapat akan membahas dan memutuskan atas rencana perubahan nilai nominal saham perseroan yang nilai awalnya adalah Rp 50 menjadi Rp 10 per saham," ungkap Direksi SCMA, dikutip CNBC Indonesia Selasa (21/9). Direksi menjelaskan bahwa tujuan dari dilaksanakannya stock split adalah untuk meningkatkan likuidi

PT Integra Indocabinet Tbk Pertimbangkan Untuk Revisi Target Kinerja Tahun Ini

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) tengah menimbang untuk merevisi target kinerja pada tahun ini. Sekretaris Perusahaan WOOD Wendy Chandra mengatakan, WOOD membidik pertumbuhan kinerja penjualan sebesar 25% pada 2021. “Melihat pertumbuhan yang signifikan pada semester pertama tahun ini, kami sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan target,” katanya pada Kontan.co.id, Rabu (22/9). Sepanjang semester pertama tahun ini, WOOD mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,14 triliun atau tumbuh 92% dari sebelumnya Rp 1,11 triliun di semester pertama 2020. Wendy menerangkan sekarang ini WOOD terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi seiring dengan permintaan yang melonjak. Seperti diketahui, sekarang ini ekspor furniture dan komponen bangunan China yang merupakan eksportir terbesar ke pasar AS terus menurun lantaran penerapan tarif tambahan, seperti tarif anti dumping. “Sehingga buyer-buyer AS banyak yang keluar dari China dan mencari supplier lain,” imbuhnya. Nah, hal ini menjadi peluang

PT Uni-Charm Indonesia Tbk Luncurkan Produk Baru untuk Konsumen dalam Negeri

PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) terus berupaya menggenjot kinerja di sisa tahun ini. Salah satu strategi yang dilakukan adalah peluncuran produk anyar guna menjawab kebutuhan konsumen di dalam negeri. Walau begitu, Sekretaris Perusahaan Uni-Charm Indonesia Vikry Ahmadi masih enggan membeberkan secara detail produk baru yang akan diluncurkan perusahaan. Yang terang, produk tersebut akan segera terjun ke pasar dalam waktu dekat ini. "Untuk dalam waktu dekat akan launching produk baru untuk kategori pembalut dan masker," kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (21/9). Adapun, sampai saat ini UCID sendiri telah merilis beberapa produk baru dari setiap kategori utama perseroan, yakni pada lini baby care, feminime care, dan juga health care. Selain menambah portofolio produk untuk menggenjot kinerja, UCID juga kini tengah fokus memperkuat channel penjualan mereka yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Di antaranya, penjualan secara offline lewat minimarket dan juga secara daring d

PT PP Presisi Tbk Gencar Kontrak Baru di Tahun Ini

PT PP Presisi Tbk (PPRE) makin gencar mengejar kontrak baru di tahun ini. Komisaris Utama PPRE Yul Ari Pramuraharjo memaparkan, PP Presisi telah mengantongi  kontrak baru sebesar Rp 3,5 triliun hingga Agustus 2021. "Meningkat sebesar 103% year on year dari Rp 1,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di mana, 32% merupakan kontrak jasa pertambangan," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Rabu (22/9). Yul menjelaskan, perolehan kontrak baru dari jasa pertambangan merupakan prestasi PPRE yang akan menjadikan lini bisnis jasa pertambangan sebagai sumber recurring income. Sekaligus sebagai mitigasi risiko bisnis sektor konstruksi. Sebelumnya, Direktur Utama PPRE Rully Noviandar mengatakan, kontrak baru yang sudah diperoleh PPRE hingga Agustus 2021 itu setara  95% dari target kontrak baru yang ditetapkan perusahaan yang sebesar Rp 3,7 triliun. Adapun penambahan kontrak baru pada Agustus 2021 adalah Rp 105,1 miliar. Kontrak tersebut berasal dari sejumlah

PT Sarimelati Kencana Tbk Optimis Rencana Ekspansi Tercapai

Kasus Covid-19 yang sempat melonjak di bulan Juli dan Agustus lalu berdampak negatif pada PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA). Selain menyeret kinerja dari emiten pengelola jaringan gerai Pizza Hut itu, rencana ekspansi PZZA pun agak tersendat. Padaha; perusahaan mengejar target 50 gerai baru di tahun ini. Sekretaris Perusahaan PZZA Kurniadi Sulistyomo membeberkan, sebenarnya kinerja penjualan dan profitabilitas Pizza Hut sedang menanjak pada periode semester pertama. Namun, adanya lonjakan kasus Covid-19 yang disusul kebijakan PPKM Darurat telah kembali menyeret bisnis PZZA. Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, penjualan neto PZZA pada enam bulan pertama 2021 tercatat sebesar Rp 1,68 triliun. Jumlah itu turun 7,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang capai Rp 1,81 triliun. Kendati begitu, PZZA mampu menurunkan sejumlah pos beban, sehingga bisa mendongkrak laba periode berjalan menjadi Rp 31,52 miliar, atau melesat 201% dibandingkan raihan pada semester I-2020 yang sebesa

Rekomendasi Saham ABBA, JPFA dan KLBF oleh Mirae Asset Sekuritas | 23 September 2021

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight September 23, 2021 (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 6,108.27(+0.78%), test resistance at 6,157, Trading range 6,097 – 6,157. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized cenderung naik lebih lanjut. Pada periode weekly terlihat indikator MFI optimized cenderung naik dan indikator RSI optimized cenderung menguji support trendline. Daily support di 6,097 dan daily resistance di 6,157. Cut loss level di 5,960.  ABBA Daily, 540 (-1.52%), trading buy, trading range 530 – 580. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada di oversold area dengan kecenderungan menguat. Daily support di 530 dan daily resistance di 580. Cut loss level di 500.  JPFA Daily, 1,915 (+2.13%), trading buy, trading range 1,870 – 1,940. Indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized sudah berada sekitar oversold area. Daily support di 1,870 dan daily resistance di 1,940. Cut loss level di1,860.  KLBF Daily, 1,420 (+1.07%), trading buy

Rekomendasi Saham PTBA, JSMR, BMRI, BBRI, TINS dan CTRA oleh Valbury Sekuritas | 23 September 2021

VALBURY SEKURITAS INDONESIA Daily News 23 Sep 2021 Prediksi IHSG : IHSG diperkirakan berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (23/09), ditengah mayoritas katalis positif baik dari internal maupun ekstenal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) ADB menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 3,5% yoy dari April lalu yang sebesar 4,5% yoy (-), 2) Likuiditas perekonomian meningkat pada Agustus 2021 (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS (+), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak beragam (+/-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Rabu (22/09) ditutup menguat  (+), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona hijau (+), Sentimen global ; 1) FOMC Rate Decision, tetap kisaran 0.00%-0.25% (+), 2) US, Initial Jobless Claims, diperkirakan turun menjadi 315 ribu dari 332 ribu (+) dan, 3) US, Continuing Claims, diperkirakan turun menjadi 2610 ribu dari 2665 ribu (+). Perspektif t

Rekomendasi Saham ITMG, SMRA, ISAT dan WIKA oleh Indopremier | 23 September 2021

IHSG (6.060 – 6.160) :  Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak menguat. Target kenaikan indeks pada level 6.160 dan 6.210 dengan support di level 6.060 kemudian 6.010. ITMG (Buy) : Target kenaikan harga pada level 18.375 kemudian 18.600 dengan support di level 17.925, cut loss jika break 17.700. SMRA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 865 kemudian 880 dengan support di level 835, cut loss jika break 820. ISAT (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 6.650 dengan resist di level 6.900 kemudian 7.125. WIKA (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.065 dengan resist di level 1.120 kemudian 1.145. Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbwha

Rekomendasi Saham BBNI, INDF, AALI dan BRPT oleh MNC Sekuritas | 23 September 2021

MNC Daily Scope Wave 23 September 2021 Kemarin (22/9), IHSG ditutup menguat 0,8% ke level 6,108, penguatan IHSG menguji kembali MA20 dan MA60-nya. Kami perkirakan, untuk saat ini pergerakan IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan penguatannya untuk menguji area resistance 6,150-6,170 selama IHSG masih berada di atas level support 5,996. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan IHSG kembali terkoreksi agresif ke bawah 5,996 dan 5,982, apabila hal ini terjadi maka IHSG masih akan terkoreksi ke arah 5,850-5,900. Support: 5,996, 5,982 Resistance: 6,170, 6,263 BBNI - Buy on Weakness (5,150) BBNI ditutup menguat 0,5% ke leve 5,150 pada perdagangan kemarin (22/9). Saat ini, kami perkirakan pergerakan BBNI sudah berada di akhir wave B dari wave (B), sehingga berpeluang untuk melanjutkan penguatannya membentuk wave C selama BBNI mampu berada di atas 4,950. Buy on Weakness: 5,025-5,100 Target Price: 5,400, 5,925 Stoploss: below 4,950 INDF - Buy on Weakness (6,200) Kemarin (22/9), INDF ditutup m

Analisa Saham SCMA | 23 September 2021

Analisa Saham SCMA Saham SCMA pada tanggal 23 September 2021 ditutup melemah pada harga 2130, turun -0,93%. Hal ini disertai dengan peningkatan volume, yaitu 120% dari hari sebelumnya.  Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area pertengahan atas dengan kecenderungan bearish.  Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di atas garis 0 dengan kecenderungan bullish. Status Saham Saat Ini: Trendnya adalah Sideway Up Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 2150 Jika naik di atas 2300 maka berpeluang ke 2500 Jika turun di bawah 2060 maka berpeluang ke 2020 Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko. Disclaimer ON Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut : Channel Telegram: https://t.me/SahamOnlineID Youtube Channel : https://www.youtube.com/c/sahamonlineid Instagram : https://www.instagram.com/sahamonlineid/ Facebook Page : https://web.facebook.com

Analisa Saham ERAA, ICBP dan AMRT | 23 September 2021

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Candlestick membentuk hinger high dan hinger low. Pergerakan saham didukung kenaikan volume transaksi. Harga saham  berpotensi melanjutkan penguatan. Rabu (23/9), ERAA ditutup stagnan di level Rp 615.  Rekomendasi: Buy on weakness Support: Rp 570 Resistance: Rp 620 Dennies Christopher Jordan, Artha Sekuritas Indonesia PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Candle membentuk bearish harami dan mengindikasikan adanya tekanan jual. Indikator MACD histogram negatif. Indikator stochastic netral di lower area. Rabu (22/9), ICBP ditutup melemah 1,2% ke Rp 8.200 Rekomendasi: Buy on weakness Support: Rp 8.100 Resistance: Rp 8.375 Dimas W.P. Pratama, NH Korindo Sekuritas PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Muncul long legged doji dengan indikator stochastic golden cross dan bertahan di atas MA20. Sementara, volume transaksi AMRT menurun. Rabu (22/9), AMRT ditutup stagnan di Rp 1.385  Rekomendasi: Trading buy Support: Rp 1.325 Resistance: Rp 1.435 Achmad Yaki, B

Bandarmologi Saham AKRA, PTBA, JSMR, TINS dan TBIG | 23 September 2021

Technical & Bandarmology Prespectives Thursday (23/09/2021) By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®. IDX Composite 6,064 - 6,155 SUMMARY: BUY!! 11 TECHNICAL INDICATORS: RSI (14): NEUTRAL STOCH (9,6,3): BUY!! MACD(12,26): BUY!! ATR (14): LESS VOLATILITY ADX (14): BUY!! CCI (14): *NEUTRAL HIGHS/LOW (14): NEUTRAL UO: BUY!! ROC: BUY!! WILLIAMS R: BUY!! BULLBEAR (13): BUY!! BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER  ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION STOCKS PICK: AKRA 3,890 - 4,140 TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 3,990 TARGET PRICE: 4,140 STOP-LOSS: 3,890 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION PTBA 2,300 - 2,450 TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY, BUY 2,350 TARGET PRICE: 2,450 STOP-LOSS: 2,300 BANDARMOLOGY: TOP 5 BROKER ACCUMULATED PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION NET BUY SELL ASING: PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION JSMR 3,840 - 4,020 TECHNICAL INDI

Update Harga Komoditas dan Indeks | 23 September 2021

Stocks finished higher across the board during regular trading following the central bank’s commentary. The Dow gained roughly 340 points, or 1%, for its first positive session in five and best day since July 20. The 30-stock benchmark did close below its highest levels of the day, however, after advancing more than 500 points at one point. Dow.......34258   +338.5   +1.00% Nasdaq.14897   +150.5   +1.02% S&P 500..4396   +41.5      +0.95%. FTSE.......7083    +102.4     +1.47% Dax........15507   +158.2     +1.03% CAC........6637    +84.3        +1.29% Nikkei...29639    -200.3       -0.67% HSI........24222   closed       +0% Shanghai..3624  +14.5        +0.40% ST Times..3048  -15.15       -0.49% IDX.....  6108.27  +47.51      +0.78% LQ45.....862.18   +10.45      +1.23%   Indo10Yr..6.3418  +0.0100    +0.16% ICBI.....328.1448   -0.0849      -0.03% US10Yr...1.3360    +0.0120    +0.91% VIX.............20.87   -3.49        -14.33%    USDIndx .....93.4620   +0.2580  +0.28% Como Indx.....221

Saham Online di Facebook