Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 29, 2019

Saham DILD | PENDAPATAN USAHA INTILAND TURUN JADI Rp1,9 TRILIUN

Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) melaporkan pencapaian hasil kinerja keuangan per 30 September 2019. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, Perseroan membukukan pendapatan usaha Rp1,9 triliun, atau mengalami penurunan sebesar 23,4 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,4 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan bahwa penurunan kinerja usaha perseroan tak lepas dari adanya perubahan kondisi pasar properti saat ini. Pertumbuhan yang terjadi tahun ini lebih didorong oleh penjualan maupun peluncuran proyek-proyek residensial baru yang menyasar pada segmen pasar menengah ke bawah.

Kondisi ini berdampak pada kinerja usaha Perseroan yang sebagian besar portofolio produk dan inventori yang dimiliki di segmen pengembangan mixed-use & high rise dan perumahan yang menyasar pasar menengah ke atas.

"Kami di tahun ini tidak banyak meluncurkan proyek baru. Beberapa proy…

Saham ISSP | PENDAPATAN STEEL PIPE INDUSTRY Rp3,61 TRILIUN HINGGA SEPTEMBER

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) meraih pendapatan jasa sebesar Rp3,61 triliun hingga periode 30 September 2019 meningkat dari pendapatan jasa Rp3,39 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, laba kotor naik menjadi Rp488,97 miliar dari laba kotor Rp397,29 miliar.Sedangkan laba sebelum taksiran penghasilan pajak diraih Rp154,79 miliar naik dari laba sebelum taksiran pajak sebelumnya yang Rp19,19 miliar.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp122,25 miliar naik dari laba Rp15,55 miliar tahun sebelumnnya. Total aset perseroan mencapai Rp6,75 triliun hingga 30 September 2019 naik dibandingkan total aset Rp6,49 triliun yang tercatat hingga 31 Desember 2018.(end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/issp-pendapatan-steel-pipe-industry-rp3-61-triliun-hingga-september,01074848.html

Saham BMRI | MANDIRI PANGKAS TARGET PERTUMBUHAN KREDIT JADI 9 PERSEN

PT Bank Mandiri Tbk memangkas target pertumbuhan kredit hingga akhir 2019 yang sebelumnya 10 persen sampai 12 persen menjadi 8 persen sampai 9 persen.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan pemangkasan itu disebabkan karena masih melambatnya konsumsi nasional sejak 2018 yang berdampak pada melemahnya permintaan kredit.

"Karena ada dinamika pasar juga, kemungkinan besar growing kita single digit, tapi kita upayakan level 8-9 persen," katanya di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin.

Pada kuartal III-2019 pertumbuhan rata-rata kredit yang mencapai Rp806,8 triliun atau tumbuh 11,5 persen dibandingkan periode yang sama 2018. Penyaluran kredit tersebut melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit kuartal III-2018 yang sebesar 13,8 persen

Hery menyebutkan terdapat 5 segmen yang menopang pertumbuhan kredit Bank Mandiri yaitu korporasi, mikro, konsumer, SME (small medium enterprise) dan anak perusahaan.

Segmen yang mengalami tekanan di antaranya adalah ko…

Saham ADHI | ANAK USAHA ADHI KUASAI SAHAM MEGA GRAHA CIPTA PERKASA

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melalui anak usahanya PT Adhi Commuter Properti (ACP) mengambilalih seluruh saham milik PT Mahkota Berlian Cemerlang dan Sapri di PT Mega Graha Citra Perkasa (MGCP).

Menurut keterangan perseroan Selasa disebutkan, sehubungan dengan pengambilaliahn tersebut MGCP akan kembali melakukan kegiatan operasionalnya.

ACP memiliki 100% saham MGCP dengan susunan komposisi per tanggal 28 Oktober 2019 yakni modal dasar Rp232 miliar dan modal disetor Rp109,17 miliar.

Adapun dampak dari akuisisi ini dapat mempercepat pertumbuhan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang berlokasi di Bogor, yaitu Grand Central Bogor. MGCP ini nantinya akan dipersiapkan untuk mengelola recurring income seluruh proyek PT Adhi Commuter Properti (ACP). (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news/stock_news/adhi-anak-usaha-adhi-kuasai-saham-mega-graha-cipta-perkasa,01080729.html

Saham BIRD | LABA BLUE BIRD TURUN 31,47% HINGGA SEPTEMBER 2019.

PT Blue Bird Tbk (BIRD) alami penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 31,47% hingga periode 30 September 2019 menjadi Rp229,33 miliar dari laba Rp334,67 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Selasa menyebutkan, pendapatan neto turun menjadi Rp2,96 triliun dari Rp3,11 triliun dan laba bruto turun menjadi Rp810,63 miliar dibandingkan laba bruto Rp850,11 miliar.

Beban usaha naik menjadi Rp519,13 miliar dari Rp442,81 miliar membuat laba usaha turun menjadi Rp291,51 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp407,31 miliar. Pendapatan lain-lain neto turun menjadi Rp16,73 miliar dari Rp32,36 miliar membuat laba sebelum beban pajak turun menjadi Rp308,23 miliar dari laba sebelum beban pajak tahun sebelumnya yang Rp438m67 miliar.

Total aset perseroan mencapai Rp7,42 triliun hingga periode 30 September 2019 naik dari total aset Rp6,96 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Sumber: http://www.iqplus.info/news…

Saham KINO | Kino Indonesia dan Kinerja Mengkilapnya

Mencetak kinerja mengkilap hingga kuartal ketiga, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) optimistis dapat meraih pertumbuhan laba hingga 50% di akhir tahun 2019.

Kinerja yang cemerlang ini tercermin dari pendapatan KINO yang tumbuh 33,85% year on year (yoy) menjadi Rp 3,48 triliun. Porsi terbesar pendapatan Kino berasal dari segmen perawatan tubuh yang meningkat 29,13% menjadi Rp 1,64 triliun. Penjualan minuman Kino naik 19,09% menjadi Rp 1,31 triliun.

Penjualan makanan Kino melonjak 41,05% menjadi Rp 299,22 miliar. Sedangkan penjualan farmasi melambung lebih dari 20 kali lipat menjadi Rp 218,75 miliar. KINO pun mencatat penjualan makanan hewan Rp 15,88 miliar yang tahun sebelumnya belum ada.

Direktur dan Sekretaris KINO Budi Muljono menjelaskan kinerja di kuartal III ini sesuai dengan target yang sudah ditetapkan pada awal tahun. “KINO optimistis mampu meraih target pertumbuhan penjualan sebesar 30% dan laba 50% hingga akhir tahun 2019 karena performa di kuartal III ini sesuai target,” kata B…

Saham KLBF | Ekspansi 2019 Kalbe Farma Berjalan Baik

Sejumlah emiten dengan kapitalisasi saham besar menyatakan bahwa rencana ekspansinya pada tahun ini masih berjalan sesuai rencana. Selain itu, perusahaan-perusahaan tersebut juga tidak menemui kesulitan dari segi pendanaan.

Salah satunya adalah perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF, anggota indeks Kompas100). Direktur Utama KLBF Vidjongtius mengatakan, sejak awal tahun hingga September 2019, KLBF telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun dari total rencana capex tahun ini Rp 1 triliun - Rp 1,5 triliun.

Kebanyakan belanja modal terserap untuk kelanjutan pembangunan pabrik dan gudang demi perluasan kapasitas produksi dan distribusi.

Merujuk pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, capex KLBF 2019 dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan dua pabrik baru di Cikarang dan Pulogadung yang mana kedua pabrik tersebut memproduksi obat bebas dari PT Bintang Toedjoe & Saka Farma yang sebagian besar sahamnya dikuasai KLBF.

Capex juga dimanfaatkan u…

Saham PTBA | Bukit Asam Alami Penurunan Kinerja Q3 2019

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang kuartal III 2019. Emiten anggota Indeks Kompas100 ini membukukan laba sebesar Rp 3,10 triliun. Jumlah ini turun 21,08% jika dibandingkan dengan realisasi laba bersih periode kuartal III 2018 yang mencapai Rp 3,93 triliun.

Meski demikian, emiten tambang batubara ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp 16,25 triliun atau naik tipis 1,36% bila dibandingkan realisasi penjualan pada periode yang sama tahun 2018.

Dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, pendapatan usaha ini dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batubara pada September 2019 yang turun 7,8% menjadi Rp 775.675 per ton.

Penurunan tersebut disebabkan oleh pelemahan harga batubara Indeks Newcastle (GAR 6322 kkal/kg) pada bulan September sebesar 25% US$ 81,3 per ton dari US$ 108,3 per ton untuk periode yang sama tahun lalu.

Begitu pula dengan indeks harga batubara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index/ICI) GAR 5000 yang pada September 2019 melemah 21% menjadi US$ 50…

Saham BBCA | BCA Akui Perlambatan Kredit

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengakui ada sedikit perlambatan dalam penyaluran kredit kendaraan bermotor. Asal tahu saja, BCA mencatatkan penurunan Kredit Kepemilikan Bermotor (KKB) sebesar 2% menjadi Rp47,8 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan penurunan ini dikarenakan sudah majunya transportasi di wilayah Jakarta. Apalagi saat ini muncul transportasi modern baru yakni Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Tak hanya itu, penurunan ini juga disebabkan oleh adanya transportasi online seperti Grab. Adanya transportasi online ini membuat minat masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi menurun.

“Kalau KKN di kota besar adanya online transportasi seperti di Jakarta dengan adanya MRT, Grab atau online transportation,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Menurut Jahja, memang maraknya transportasi online ini juga membuat minat masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi berkurang. Karena mereka tak perlu lagi memiliki …

Saham HOKI | PENDAPATAN BUYUNG POETRA MENINGKAT 16,04%

PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) emiten produsen beras berkualitas merek "Topi Koki" dan "HOKI" terus berupaya mengolah limbah kulit padi agar bisa lebih menghasilkan bagi Perseroan. Hingga akhir Oktober 2019 ini, pembangkit listrik berbahan bakar limbah kulit padi yang berlokasi di Sumatera Selatan sedang memasuki tahap uji coba. Diharapkan akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan sudah bisa menghasilkan listrik hingga maksimal 3 MW (Megawatt) dan akan menjadi salah satu pembangkit listrik pertama berbahan bakar kulit padi di Indonesia.
Dari sisi kinerja, hingga akhir kuartal III-2019 lalu, HOKI telah berhasil meningkatkan pendapatan mencapai Rp1,23 Triliun atau naik sebesar 16,04% dari posisi Rp1,06 Triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi laba bersih, Perseroan pada kuartal III-2019 telah berhasil mencatatkan peningkatan hingga mencapai Rp76,13 miliar atau meningkat sebesar 7,59% dari laba bersih Rp70,76 miliar pada periode yang …

Rekomendasi Saham IPOT | BMRI,SMGR, ICBP

IHSG (6.235-6.295) : indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan penguatannya. Target kenaikan indeks pada level 6.295 kemudian 6.325 dengan support di level 6.235 dan 6.205.
BMRI (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.125 kemudian 7.250 dengan support di level 6.875, cut loss jika break 6.775.
SMGR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 13.325 kemudian 13.700 dengan support di level 12.550, cut loss jika break 12.225.
ICBP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 11.950 kemudian 12.200 dengan support di level 11.450, cut loss jika break 11.200.
XPLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 509 kemudian 511 dengan support di level 506, cut loss jika break 504.
XBLQ (Buy) : Target kenaikan harga pada level 490 kemudian 492 dengan support di level 487, cut loss jika break 485.
XIIT (Buy) : Target kenaikan harga pada level 560 kemudian 562 dengan support di level 556, cut loss jika break 554.
Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mz6

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekuritas | EXCL, KBLI, BRPT

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight Okt  29, 2019 (tasrul@miraeasset.co.id)
IHSG Daily, 6,265.38 (+0.21%), consolidation, trading range 6,234 – 6,284. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung turun namun mulai tertahan. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized ,indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih bergerak naik. Daily support di 6,234 dan resistance di 6,284. Cut loss level di 6,180.
EXCL Daily  3,460 (+2.06%) trading buy, trading range 3,410 – 3,550. Indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan indikator RSI optimized masih cenderung bergerak naik. Daily support  di 3,410 sementara itu daily  resistance  di 3,550. Cut loss level  di  3,390.
KBLI Daily  655 (+3.97%), trading buy , trading range 615 – 690. indikator MFI optimized, indikator W%R optimized dan W%R optimized  masih bergerak naik. Weekly support  di 615 sementara itu daily resistance  di 690. Cut loss level  di  580…

Analisa Saham BMRI, ADRO dan JPFA

PT Bank Mandiri Tbk
Pergerakan saham BMRI muncul doji candle dengan moving average (MA) 5 di area golden cross. Untuk indikator MACD masih bergerak naik dan RSI menguat meski stochastic overbought. Selain itu, volume perdagangan juga menurun. Rekomendasi: Buy Support: Rp 6.800 Resistance: Rp 7.275 Achmad Yaki, Analis BCA Sekuritas
PT Adaro Energy Tbk
Saham ADRO berada pada posisi wave (c) dari wave (b), dimana harga saham masih berpotensi menguat. Hal ini juga terlihat dari MACD, stochastic dan RSI yang menunjukkan tanda-tanda penguatan. Sedangkan untuk moving average (MA), harga sudah menyentuh MA5 yang berpotnesi menguat terbatas. Rekomendasi: Buy on weakness (BoW) Support: Rp 1.300 Resistance: Rp 1.420 Herditya Adi Wicaksana, Analis MNC Sekuritas
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Pergerakan harga saham JPFA terlihat pola down ward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham JPFA. Potensi tersebut juga didukung indikator RSI yang menunjukkan overb…

Analisa Saham SMRA dan UNVR

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)
Daily (Rp1.185) (RoE: 3,21%; PER: 57,25x; EPS: 20,70; PBV: 1,84; Beta: 2,22). Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA-20 dan 60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.170-1.190.
Target harga secara bertahap di level Rp1.245, 1.400 dan 1.555.
Support: Rp1.125 dan 1.090.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Daily (Rp43.500) (RoE: 88,88%; PER: 45,00x; EPS: 966,60; PBV: 40,16x; Beta: 0,72). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp43.000-43.500.
Target harga secara bertahap di level Rp43.950, 44.375, 46.125, 48.000 dan 49.650.
Support: Rp42.600.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham LPKR dan LPPF

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
Daily (Rp230) (RoE: -10,10%; PER: -1,85x; EPS: -126,52; PBV: 0,19x; Beta: 0,91). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp226-232, dengan target harga secara bertahap di level Rp242, 258, 292 dan 328. Support: Rp222 dan 214.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF)
Daily (Rp3.890) (RoE: 101,60%; PER: 4,69x; EPS: 829,98; PBV: 4,96x; Beta: 1,24). Terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.750-3.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.130, 4.270, 4.380 dan 4.860. Support: Rp3.700 dan 3.530.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham AKRA dan ANTM

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Daily (Rp3.900) (RoE: 7,76%; PER: 20,22x; EPS: 195,38; PBV: 1,57x; Beta: 0,79). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.850-3.910, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.000, 4.320, 4.640 dan 4.960. Support: Rp3.830 dan 3.680.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Daily (Rp915) (RoE: 3,67%; PER: 30,02x; EPS: 30,48; PBV: 1,10x; Beta: 1,14). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-200 sehingga peluang terjadinya penguatan ke depan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp900-920, dengan target harga secara bertahap di level Rp990, 1.040, 1.075 dan 1.235. Support: Rp845.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas | JPFA, INDF, BMRI, ANTM

IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (28/10) ditutup menguat 0,2% ke level 6.265. IHSG masih rentan terkoreksi, paling tidak ke area 6.100-6.150. Namun, tidak menutup kemungkinan IHSG masih dapat menguat terbatas terlebih dahulu. Rekomendasi Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Posisi saham JPFA penguatannya sudah relatif terbatas. Selanjutnya JPFA akan terkoreksi. Disarankan investor untuk buy on weakness di  rentang Rp 1.670-Rp 1.700 dengan target harga Rp 1.850 dan Rp 1.900. Adapun level stop loss yang harus diperhatikan di bawah Rp 1.615. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Melihat pergerakan sahamnya secara teknikal, koreksi sahamnya sudah relatif terbatas. Selanjutnya, INDF berpotensi untuk menguat kembali. Disarankan investor buy on weakness saham INDF di rentang Rp 7.450-Rp 7.550 dengan target harga berjangka di Rp 7.975, Rp 8.100, dan Rp 8.200. Adapun level stop loss di bawah level Rp 7.250. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Saat ini BMRI diperkirakan sedang bera…

Saham Online di Facebook