Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 2, 2019

ANTM | Laba Bersih Aneka Tambang Tertahan Penurunan Produksi

Laba bersih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tumbuh tipis. Sepanjang semester pertama tahun ini, laba bersihnya hanya tumbuh 6% secara tahunan menjadi Rp 365,75 miliar. Padahal, pendapatan emiten ini naik 22% menjadi Rp 14,43 triliun. Pertumbuhan laba tersendat lantaran ANTM mencatat kenaikan beban pokok yang cukup signifikan. Kenaikannya mencapai 25% menjadi Rp 12,05 triliun dari sebelumnya Rp 9,64 triliun. "Naiknya beban pokok sejalan dengan naiknya pertumbuhan penjualan," ujar SVP Corporate Secretary ANTM Kunto Hendrapawoko kepada KONTAN, (1/10). Penjualan emas masih menjadi tulang punggung pemasukan ANTM. Kontribusi bisnis emas sebesar Rp 9,61 triliun, atau 67% dari pendapatan konsolidasi. Volume produksi emas ANTM di enam bulan pertama tahun ini sebesar 979 kilogram (kg), turun 6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 1.041 kg. Namun, volume penjualannya tercatat mencapai 15.741 kg. Angka ini naik 14% secara tahunan dari sebelumnya 13.760 kg. Alhasil, beb

GIAA | Dilanda Kasus, Saham Garuda Indonesia Terus Merosot

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali membuat geger. Setelah sempat dipersoalkan akibat laporan keuangan 2018, GIAA dan anak perusahaannya bermasalah dengan Sriwijaya Air Group. Kondisi tersebut membuat harga saham GIAA bergerak bak rollercoaster. Harga GIAA terbang dari Rp 290 per saham pada 2 Januari 2019 lalu hingga menyentuh harga tertinggi tahun ini di Rp 630 per saham, pada 6 Maret silam. Namun harga saham ini kembali turun. Saham ini turun 19% hingga Rp 505 pada perdagangan kemarin. Baru-baru ini, GIAA juga berseteru dengan Sriwijaya, setelah pemegang saham dan pemilik Sriwijaya Air Chandra Lie melakukan perombakan direksi dan mencopot tiga jajaran direksi yang berasal dari GIAA tanpa persetujuan GIAA. Buntut dari pencopotan itu, anak usaha GIAA, yaitu GMFI, menghentikan layanan perawatan pesawat Sriwijaya Air per 25 September 2019. Padahal keduanya terlibat kerjasama manajemen (KSM) sejak November 2018. Tapi kemarin (1/10), KSM tersebut akhirnya kembali dilanjutkan.

ASII - UNTR - HEXA | Prospek Cuan Dividen Saham ASII, UNTR dan HEXA

Di awal kuartal IV tahun ini, ada tiga emiten yang akan membagikan dividen. Dua di antaranya adalah emiten dari grup Astra. PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membagi dividen masing-masing sebesar Rp 57 dan Rp 408 per saham. Manajemen Astra menyebut, pembagian dividen interim ASII dan UNTR memang rutin dilakukan. Head of Investor Relations ASII Tira Ardianti menjelaskan, pembagian ini dilakukan karena ASII masih membukukan laba. Meski memang, laba bersih ASII di semester I-2019 turun 5,58% menjadi Rp 9,8 triliun secara tahunan. "Semua sudah dikalkulasi dengan baik," tegas dia, kemarin. Kas ASII juga masih cukup besar. Di semester I-2019, kas ASII sebesar Rp 21,63 triliun. Sementara itu, uang yang akan dikucurkan perusahaan otomotif ini sebagai dividen sekitar Rp 2,3 triliun. Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis menambahkan, perusahaan ini telah menghitung kas sehingga keuangan tidak akan terganggu. "Dividen interim ru

UNVR | Peluang Pergerakan Harga Saham UNVR Pasca Stock Split

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan meramaikan saham-saham yang menggelar pemecahan nominal saham. Aksi stock split ini diperkirakan bakal menambah permintaan terhadap UNVR, yang harganya sudah mencapai Rp 46.200, per Selasa kemarin (1/10). Pemecahan nilai saham menjadi salah satu cara emiten menambah likuiditas di pasar. Cukup banyak emiten menggunakan cara ini. Tahun ini, menurut RTI, sudah ada sembilan emiten melakukan stock split. Masih ada beberapa emiten antre melakukan aksi ini, antara lain MDKA dengan rasio 1:5, BCAP dengan rasio 1:2, serta ANDI dengan rasio 1:5. Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, sedianya, aksi stock split menjadikan saham lebih likuid karena persebaran saham meningkat. Andai saham tetap tidak likuid, biasanya karena rasio pemecahannya yang belum dianggap menarik. Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, harga saham akan jadi lebih murah setelah stock split. Hal ini yang kemudian mendorong pergerakan saham j

ARNA | Arwana Citramulia Menyisakan Capex Untuk Tahun 2020

PT Arwana Citramulia Tbk mengalokasikan dana belanja modal atawa capital expenditure (capex) senilai Rp 100 miliar sepanjang tahun 2019. Namun, produsen keramik tersebut memperkirakan tidak seluruh dana belanja modal akan terserap hingga akhir tahun nanti. Sejauh ini, Arwana sudah membelanjakan lebih dari separuh alokasi capex 2019. "Dana tersebut masih akan diserap maksimal sampai awal tahun 2020 nanti," kata Edy Suyanto, Direktur PT Arwana Citramulia Tbk kepada KONTAN, Selasa (1/10). Adapun sebagian besar penggunaan capex tahun ini untuk membiayai ekspansi pabrik bernama Plant 4B di Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Lantas, sisa capex untuk peremajaan mesin di pabrik-pabrik lain. Plant 4B berkapasitas produksi 4,3 juta meter persegi per (m) keramik tahun dan sudah beroperasi sejak Juli 2019. Total kapasitas produksi Arwana kini sekitar 62 juta m keramik per tahun. Pembangunan Plant 4B berjalan sejak tahun 2018. Arwana atau yang tercatat dengan kode saham ARNA di Bursa

PGAS | Perusahaan Gas Negara Tunda Kenaikan Harga Gas Industri

Di tengah keberatan para pengusaha, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), anggota indeks Kompas100) akhirnya mengurungkan niat menaikkan harga gas komersial dan industri. Semestinya, harga baru gas mulai berlaku per 1 Oktober 2019. Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mengaku masih melaksanakan kajian atas rencana kenaikan harga gas itu. "Masih kami review," ungkap Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Gigih Prakoso kepada KONTAN, kemarin. Dihubungi secara terpisah, Direktur Komersial PGAS, Dilo Seno Widagdo menambahkan, rencana kenaikan harga gas mundur dari jadwal lantaran terkendala masalah teknis. Namun dia enggan menjelaskan menyebut masalah teknis itu. Dilo hanya menegaskan, usulan kenaikan harga gas masih tetap berlaku, sehingga implementasinya hanya soal waktu. Dilo memastikan, penundaan hanya berlaku sebulan sebagai bentuk relaksasi. Mengenai besaran kenaikan, manajemen PGAS mengatakan angkanya bervariasi sesuai segmen dan akan mereka bahas langsun

Rekomendasi Saham IPOT |2 Oktober 2019 | SCMA, UNVR, SIMP

IHSG (6.105-6.175) : indeks harga saham gabungan diprediki akan melanjutkan pelemahannya. Target pelemahan indeks pada level 6.105 kemudian 6.070 dan resist di level 6.175 kemudian 6.210. SCMA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.260 kemudian 1.315 dengan support di level 1.160, cut loss jika break 1.115. SIMP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 342 kemudian 348 dengan support di level 330, cut loss jika break 322. UNVR ( Buy on Weakness ) : Target harga beli pada level 45.775 dengan resist di level 46.625 kemudian 47.050. Akses full report di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7mro

Rekomendasi Saham Mirae Asset Sekurias | PGAS, INCO, KBLI

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight Okt  2, 2019 (tasrul@miraeasset.co.id) IHSG Daily, 6,138.25 (-0.50%), test support at 6,119, trading range 6,119 – 6,178. indikator MFI optimized dan indikator RSI optimized mulai bergerak tutun. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized juga terlihat masih bergerak turun. Daily support di 6,119 dan resistance di 6,178. Cut loss level di 6,070. PGAS Daily  ,2,040 (-2.86%),Buy on Weakness, trading range 2,020 – 2,100. Indikator MFI optimized dan RSI optimized masih cenderung turun namun sudah berada di oversold area. Daily support  di 2,020 sementara itu daily resistance  di 2,100. Cut loss level  di 2,000. INCO Daily 3,300 (-3.70%), Buy on Weakness, trading range 3,350 – 3,490. Indikator MFI optimized dan RSI optimized  sudah berada di oversold area. Daily support  di  3,350 sementara itu daily resistance  di 3,490. Cut loss level  di  3,330. KBLI Daily, 655(+3.15%), Buy on Weakn

Analisa Saham PGAS dan TINS

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Daily (Rp2.040) (RoE: 3,38%; PER: 33,14x; EPS: 63,06; PBV: 1,12x; Beta: 1,84). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA-60, maka peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.030-2.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.140, 2.180, 2.220 dan 2.360. Support: Rp2.010 dan 1.960. PT Timah Tbk (TINS) Daily (Rp955) (RoE: 6,25%; PER: 17,21x; EPS: 55,48; PBV: 1,08x; Beta: 1,5). Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp940-960, dengan target harga secara bertahap di level Rp980, 1.030, 1.240, 1.410 dan 1.580. Support: 900. PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham ASII dan INDY

PT Astra International Tbk (ASII) Daily (Rp6.550) (RoE: 10,78%; PER: 13,58x; EPS: 484,10; PBV: 1,46x; Beta: 1,53). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp6.500-6.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp6.675, 6.950 dan 7.125. Support: Rp6.400. PT Indika Energy Tbk (INDY) Daily (Rp1.345) (RoE: 2,33%; PER: 19,63x; EPS: 68,78; PBV: 0,46; Beta: 2,47). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah bollinger dan terlihat bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.310-1.350, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.400, 1.430, 1.565, 1.700 dan 1.835. Support: Rp1.295. PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham ITMG, TLKM, HMSP dan MNCN

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan target profit taking di kisaran Rp13.450-13.950, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp12.425 dan Rp12.150, disarankan cut-loss pada posisi Rp11.650. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan target profit taking di kisaran Rp4.500-4.700, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp4.240 dan Rp4.170, disarankan cut-loss pada posisi Rp4.070. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan target profit taking di kisaran Rp2.450-2.550, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp2.270 dan Rp2.210, disarankan cut-loss pada posisi Rp2.170. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dengan target profit taking di kisaran Rp1.350-1.450, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.210 dan Rp1.170, disarankan cut-loss pada posisi Rp1.110. PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko

Analisa Saham ERAA, BBRI dan ADRO

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Saham ERAA saat ini masih bergerak bearish, di mana harga saham masih tampak terkoreksi setelah memasuki area support. Sehingga, koreksi diperkirakan akan tetap berlanjut sampai ke area support minor berikutnya, untuk kemudian beli saat di area support dan dapat dilakukan saat stochastic terkonfirmasi overbought. Rekomendasi: Buy on weakness Support: Rp 1.500 Resistance: Rp 2.000 Anthonius Edyson, Analis Astronacci Sekuritas PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Pergerakan saham BBRI masih menguji garis moving average (MA) 200, sehingga peluang penguatan terbuka lebar. Rekomendasi: Akumulasi beli Support: Rp 3.940 Resistance: Rp 5.125 Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Sekuritas PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Indikator teknikal untuk harga saham ADRO menunjukkan munculnya inverted hammer candle dengan RSI menguat dan Stochastic Golden Cross di area oversold, serta volume perdagangan meningkat. Disarankan untuk hold jika mampu

Saham Online di Facebook