4 Strategi Investasi Bagi Orang dengan Penghasilan Terbatas

Menabung saja tidak cukup, Anda harus investasi.

menabung

Seiring dengan berkembangnya tingkat literasi keuangan, banyak orang sudah mulai menyadari bahwa menabung saja tidak cukup. Alasan utamanya tentu karena laju inflasi yang membuat uang kita seakan tidak lagi menguntungkan jika hanya menyimpannya di bank. Sebagai pengganti dari keadaan tersebut, salah satu cara untuk membuat uang kita bertumbuh yang sangat disarankan untuk dilakukan adalah berinvestasi.

Namun sayangnya masih banyak orang yang menganggap kalau investasi itu membutuhkan modal yang besar. Selain itu, ada juga yang menganggap investasi itu hanya bisa dilakukan hanya oleh orang kaya. Padahal anggapan itu sangat tidak tepat, justru investasi itu adalah salah satu cara untuk mendapatkan kesehatan finansial di masa depan. Selain itu, berinvestasi juga akan melatih pola pikir kita agar tidak selalu bergantung terhadap pendapatan aktif.

Di sisi lain, memang ada beberapa jenis investasi yang membutuhkan modal besar, seperti properti atau emas, namun ada juga investasi yang hanya membutuhkan sedikit modal lho! Salah satunya adalah reksadana. Instrumen pasar modal ini sekarang banyak ditawarkan dengan modal awal yang sangat minim, hanya mulai dari Rp100 ribu per bulan. Sangat ringan bagi Anda yang mungkin masih memiliki penghasilan terbatas semisal Rp5 juta ke bawah.

Nah, bagi Anda yang memiliki penghasilan masih terbatas namun ingin berinvestasi reksadana, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dicoba :

1. Sisihkan 20 persen dari pendapatan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyisihkan pendapatan Anda senilai 20 persen untuk dijadikan investasi. Tenang saja, angka 20 persen dari pendapatan bukanlah angka yang besar jika dibandingkan dengan utang kredit Anda yang mungkin nilainya bisa lebih besar.

Salah satu hal yang menyebabkan orang enggan untuk berinvestasi dengan nilai sebesar itu adalah karena pola pikir yang menganggap uang yang dikeluarkan harus langsung bisa dirasakan manfaatnya, padahal investasi bukanlah produk yang manfaatnya dirasakan dalam waktu sekejap mata.

Sebagai contoh, katakan Anda memiliki pendapatan Rp5 juta per bulan, setiap bulan menyisihkan uang 20 persen atau senilai Rp1 juta untuk berinvestasi. Bayangkan kalau uang tersebut konsisten diinvestasikan selama 24 bulan, pasti nilainya sudah di atas Rp24 juta.

Bayangkan kalau uang tersebut digunakan untuk hal konsumtif seperti membeli smartphone mahal, pasti nilainya tidak akan bisa bertahan, malah selalu turun.

2. Pilih Produk Reksadana yang Sesuai

Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan mencari tahu produk reksadana mana yang memiliki performa stabil dalam beberapa periode terakhir. Hal ini penting untuk mengetahui gambaran mengenai keamanan berinvestasi di sana. Karena yang namanya investasi selalu memiliki profil risiko kerugian.

3. Pahami Tujuan Investasi

Di samping itu, cari tahu tujuan Anda dalam berinvestasi. Karena bila Anda berinvestasi tanpa tujuan, motivasi Anda untuk berinvestasi tidak akan bertahan lama. Sebagai contoh, Anda berinvestasi untuk membiayai biaya sekolah anak. Nah, kalau begitu, teruslah berinvestasi hingga masa anak Anda sekolah dimulai. Setelah itu, silahkan cairkan investasi Anda, dan rasakan manfaatnya.

Untuk itu, jangan ragu untuk bertanya kepada pihak marketing mengenai produk mana yang paling cocok untuk tujuan Anda itu, agar Anda tidak salah dalam membeli produk reksadana.

4. Manfaatkan Fitur Autodebet

Untuk Anda yang sulit untuk disiplin dalam mengatur keuangan, layanan ini akan sangat membantu. Karena fitur autodebet akan membuat Anda tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan yang seharusnya dipakai berinvestasi,tetapi digunakan pada hal lain.

Sumber: Bareksa

Prospek Saham ICBP Tahun 2021


PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat kinerja operasional apik di kuartal I-2021. Emiten barang konsumsi ini mencatat pertumbuhan penjualan bersih konsolidasi 26% menjadi Rp 15,09 triliun dari sebelumnya Rp 12,01 triliun.

Hanya saja, laba bersih emiten Grup Salim ini turun 12% menjadi Rp 1,74 triliun dari sebelumnya Rp 1,98 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Mimi Halimin menyebut ICBP membukukan laba bersih 1Q21 di bawah perkiraan. Sebagian besar disebabkan oleh rugi bersih atas selisih nilai tukar mata uang asing dari aktivitas pendanaan.

Meskipun begitu, ICBP masih membukukan kinerja kuartal I-2021 yang luar biasa di level operasional. Margin laba kotor dan laba operasi (level SG&A) lebih tinggi baik secara tahunan (yoy) maupun kuartalan (qoq).

SepErti yang diperkirakan, pendapatan ICBP pada kuartal I tumbuh double digit dengan pertumbuhan penjualan yang signifikan atau sebesar 325,5% YoY di Timur Tengah dan Afrika yang merupakan dampak dari akuisisi pada kuartal ketiga tahun lalu. 

"Mengingat adanya musim perayaan di kuartal kedua (ketika konsumen biasanya memiliki keinginan belanja yang lebih tinggi), kami percaya bahwa kinerja bisnis inti kuartal II-2021 ICBP mungkin juga akan baik," tulisnya dalam riset beberapa waktu lalu.

Sementara itu, paruh kedua tahun ini ia menilai kemungkinan sedikit menantang karena pembatasan aktivitas yang lebih ketat dan pandemi yang berpotensi berkepanjangan dapat mengurangi daya beli konsumen. Namun, pihaknya percaya bahwa prospek jangka panjang ICBP tetap menarik.

"Kami mempertahankan perkiraan pendapatan dan laba bersih kami di ICBP. Kami memperkirakan CAGR pendapatan ICBP 2017-2022 akan tumbuh sebesar 12,4%. Kami memperkirakan CAGR laba bersih ICBP 2017-2022 dapat tumbuh 14,6%," jelasnya.

Secara keseluruhan, terlepas dari utang ICBP yang cukup besar karena akuisisi dan beban keuangan yang lebih tinggi, yang membebani kinerja laba bersihnya, Mirae Asset meyakini bahwa prospek jangka panjang ICBP masih menarik.

Mirae Asset mempertahankan rekomendasi Beli di ICBP dengan target harga Rp 11.300. "Kami mendapatkan target harga kami dengan menerapkan P/E 19,3x (sekitar -0,5 SD dari P/E rata-rata 5 tahun sebesar 21,2x) ke EPS 2021F kami.

Downside risks dari panggilan kami adalah harga bahan baku yang lebih tinggi dari perkiraan, depresiasi Rupiah yang lebih buruk dari perkiraan, profitabilitas Pinehill yang lebih rendah dari perkiraan, dan daya beli yang lebih lambat dari perkiraan," imbuhnya.

Sumber: KONTAN

Edge Point Singapura Caplok Saham CENT


Perusahaan asal Singapura EP ID Holdings Pte. Ltd alias Edge Point resmi menjadi pengendali baru emiten menara telekomunikasi PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT).

Pengendalian itu terjadi setelah Edge Point menambah kepemilikan saham menjadi lebih dari 76% yang kemungkinan besar diambilalih dari Clover Universal Enterprise Ltd yang dikendalikan oleh Northstar Group, grup bisnis milik Patrick Suguto Walujo dan Glenn Sugita.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, pada 7 Juli 2021 Edge Point telah menyelesaikan pembelian atas 10.290.543.417 saham yang mewakili 33%.

Disebutkan bawah Edge Point melakukan pembelian saham dengan harga sebesar Rp 198 per saham sehingga harga total pembelian saham senilai Rp2.037.527.596.566 alias Rp 2,04 triliun.

Pascatransaksi tersebut kepemilikan saham Edge Point di emiten CENT bertambah menjadi sebanyak 23.948.706.212 saham yang mewakili 76,8% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam CENT.

"Sebelum pengambilalihan, Edge Point adalah juga pemegang saham utama CENT," tulis perseroan.

Belum jelas memang apakah nantinya perseroan akan melakukan aksi tender offer (penawaran untuk membeli saham CENT milik publik) karena adanya pengalihan pengendali perseroan meskipun sebelumnya Edge Point merupakan salah satu pemegang saham utama.

Sesuai ketentuan pasar modal yakni Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, perubahan pengendali dalam perusahaan terbuka harus diikuti dengan mandatory tender offer.

Hal ini dimaksudkan agar pemegang saham minoritas memiliki pilihan untuk bertahan atau melepas kepemilikan.

Harga tender offer sesuai aturan POJK adalah harga tertinggi antara harga pengambilalihan yang sudah dilakukan atau rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di BEI selama 90 hari kalender terakhir sebelum pengumuman Pengambilalihan.

Disebutkan harga pembelian berada di kisaran Rp 198/unit sedangkan harga tertinggi 90 hari terakhir menurut perhitungan Tim Riset CNBC Indonesia berada di kisaran Rp 267,46/unit sehingga apabila nantinya ada tender offer maka kemungkinan dilakukan di angka Rp 267,46/unit.

Merespons kabar pengambilalihan ini saham CENT berhasil ditutup naik hari ini sebesar 5,84% ke level harga Rp 290/unit dengan nilai transaksi yang cukup ramai di angka Rp 138 miliar dengan kapitalisasi pasar perusahaan mencapai Rp 9 triliun.

Sumber: CNBCINDONESIA

Gudang Garam Bagi Dividen Rp 2.600/saham, Total Rp 5 T


Emiten rokok asal Kediri, Jawa Timur, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) resmi membagikan dividen tahunan sebesar Rp 5 triliun kepada para pemegang saham dalam tahun buku 2020.

Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu di mana GGRM memutuskan tak membagikan dividen atas laba bersih 2019.

Berdasarkan keterangan resmi yang diperoleh CNBC Indonesia, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) GGRM yang digelar Kamis ini di di Hotel Grand Surya, Jln Dhono No.95 Kediri, RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5.002.628.800.000 atau Rp 5 triliun, setara dengan Rp 2.600 untuk setiap sahamnya.

"Sementara itu, laba yang tidak dibagikan akan dimasukkan dalam akun saldo laba yang akan digunakan untuk menambah modal kerja perusahaan," tulis direksi GGRM, dalam keterangannya.

Tahun lalu, GGRM mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 29,71% menjadi Rp 7,65 triliun, dari tahun sebelumnya sebesar Rp 10,88 triliun.

Meskipun laba bersih merosot, pendapatan perusahaan naik tipis sebesar 3,58% dari Rp 110,52 triliun pada 2019, menjadi Rp 114,48 triliun pada tahun lalu.

Adapun tahun lalu RUPST Gudang Garam memutuskan untuk tidak membagikan deviden. Sementara itu, nilai yang dibagikan tahun ini sama dengan RUPS tahun 2019 untuk tahun buku 2018 yang membagikan dividen senilai Rp 5 triliun atau Rp 2.600/saham.

Dalam RUPST Kamis ini, Gudang Garam juga menyetujui pengunduran diri Susanto Widiatmo sebagai Direktur Perseroan.

Berikut susunan direksi dan komisaris baru per Kamis ini (8/7):

Komisaris

Presiden Komisaris : Juni Setiawati Wonowidjojo

Komisaris : Lucas Mulia Suhardja

Komisaris Independen : Frank Willem van Gelder

Komisaris Independen : Gotama Hengdratsonata

Direksi

Presiden Direktur : Susilo Wonowidjojo

Direktur : Heru Budiman

Direktur : Herry Susianto

Direktur : Istata Taswin Siddharta

Direktur : Andik Wahyudi

Direktur : Hamdhany Halim

Direktur Independen : Sony Sasono Rahmady

Selain itu, RUPST juga menunjuk Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan selaku Auditor Perseroan untuk tahun buku 2021.

Sumber: CNBCINDONESIA

Bank Tabungan Negara (BBTN) akan rights issue Rp 5 triliun, ini penjelasan pemerintah


Kementerian BUMN melihat perlu meningkatkan permodalan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo bilang rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BTN terbilang rendah untuk kelompoknya.  

"Rasio permodalan tier 1 BTN ini sangat rendah. Dalam beberapa tahun terakhir, diisi oleh permodalan tier 2. Kita ingin melakukan aksi keuangan dengan rights issue dengan dua alternatif size Rp 5 triliun atau Rp 3,5 triliun,” ujar Tiko panggilan akrab Kartika di Rapat Kerja Komisi VI DPR RI, Kamis (8/7).

Kendati demikian, Tiko bilang akan mengajukan alternatif pertama yakni Rp 5 triliun. Ia berharap porsi kepemilikan pemerintah dengan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2 triliun. Hal ini guna mempertahankan kepemilikan pemerintah di atas 50%. 

“BTN menjadi prioritas karena sebagai bank yang membiayai KPR FLPP. Kita ingin BTN tetap tumbuh signifikan dalam mendorong penjualan rumah bersubsidi. Ini akan jadi krusial, khususnya pasca Covid-19, akan mempercepat program 1 juta rumah,” paparnya. 

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menyatakan, salah satu upayanya dengan rights issue pada awal 2022. 

“Kami sangat membutuhkan penambahan modal untuk mengoptimalkan kapasitas penyaluran kredit. CAR BTN tercatat 17,6% masih lebih rendah dari industri yang capai 24% per Maret 2021,” ujar  Haru belum lama ini. 

Haru bilang permodalan BTN pun masih ditopang oleh modal tier-2. Bahkan tier-1 lebih rendah lagi yakni di level 12%. Ia menyatakan penambahan modal itu akan meningkatkan kapasitas penyaluran kredit BTN. 

Posisi CAR BTN tersebut lantaran pada sebelumnya, BTN telah melakukan ekspansi yang cukup masif.  BTN berhasil menyalurkan pertumbuhan kredit 3,2% year on year (yoy) menjadi Rp 261 triliun di saat kredit industri perbankan masih terkontraksi 3,8% yoy per Maret 2021.

Sumber: KONTAN

Indocement (INTP) bagikan dividen Rp 725 per saham


Pemegang saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mendapatkan berkah. Emiten produsen semen ini telah menyetujui seluruh  laba bersih tahun buku 2020 sebesar Rp 1,80 triliun sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.  Keputusan ini diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2020 yang digelar Kamis (8/7).

Tidak hanya itu, INTP juga mengambil Rp 862,55 miliar atau sebesar 4,75% dari saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya untuk dibagikan sebagai dividen tunai. Sehingga, besaran total final dividen yang diterima oleh pemegang satu saham  INTP sebesar Rp 725 per saham.

Sebesar Rp 225 telah didistribusikan kepada pemegang saham sebagai dividen interim tunai pada bulan Desember 2020. Siisanya sebesar Rp 500  per saham akan didistribusikan dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham pada bulan Agustus 2021.

Periode cum dividen untuk pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada Jumat, 16 Juli 202,  dan ex dividen-nya jatuh pada hari Senin, 19 Juli 2021. Cum dividen untuk pasar tunai jatuh pada Rabu, 21 Juli 2021 dan ex dividen-nya hari Kamis, 22 Juli 2021. Pembayaran dividen akan dilakukan Rabu, 11 Agustus 2021.

Mengutip RTI, harga saham INTP ditutup menguat 0,48% ke level Rp 10.375 per saham pada Kamis (8/7). Dengan mengacu pada harga terakhir, estimasi yield dividen INTP tahun buku 2020 sebesar 4,82%.

Sumber: KONTAN

Rekomendasi Saham BMRI, BBNI, BBRI dan TINS oleh Valbury Sekuritas | 9 Juli 2021


VALBURY SEKURITAS INDONESIA

Daily News 09 July 2021

Prediksi IHSG :

IHSG diperkirakan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Jumat (09/07), dipengaruhi oleh dominasi katalis negatif baik dari eksternal maupun internal bagi pasar BEI, sebagai berikut : 1) Bappenas telah memproyeksikan Indonesia kembali masuk kategori negara berpendapatan menengah bawah (-), 2) Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS (-), 3) Indeks bursa regional Asia diperkirakan peluang melemah (-), 4) Indeks Wall Street pada perdagangan Kamis (08/07) di tutup koreksi (-), 5) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona merah (-), 6) US, Consumer Credit, May, diperkirakan turun menjadi $18.000b dari $18.612b (-), 7) US, Wholesale Inventories MoM, May F, diperkirakan stabil 1.10% (+/-) 8) China, CPI YoY, Jun, diperkirakan turun menjadi 1.2% dari 1.3% (-), 9) The Fed tidak mau terburu-buru tapering (+) dan, 10) China isyaratkan pelonggaran kebijakan moneter (+)


Perspektif tenikal

Support Level :    6019/5998/5967

Resistance Level :   6071/6101/6122

Major Trend : Up

Minor Trend : Down

Pattern : Down


TRADING IDEAS :

These recommendations based on technical and only intended for one day trading


BMRI: Trading Buy

Close 5900, TP 6250

Boleh buy di level 5800-5900

Resistance di 6250 & support di 5800

Waspadai jika tembus di 5800

Batasi resiko di 5675


BBNI: Trading Buy

Close 4760, TP 4820

Boleh buy di level  4710-4760

Resistance di 4820 & support di 4710

Waspadai jika tembus di 4710

Batasi resiko di 4680


BBRI : Trading Buy

Close 3870, TP 3910

Boleh buy di level  3830-3870

Resistance di 3910 & support di 3830

Waspadai jika tembus di 3830

Batasi resiko di 3800


TINS:  Trading Buy

Close 1610, TP 1645

Boleh buy di level  1550-1610

Resistance di 1645 & support di 1550

Waspadai jika tembus di 1550

Batasi resiko di 1525


ANTM:  Trading Buy

Close 2550, TP 2620

Boleh buy di level  2470-2550

Resistance di 2620 & support di 2470

Waspadai jika tembus di 2470

Batasi resiko di 2420


INCO:  Trading Buy

Close 4980, TP 5075

Boleh buy di level  4910-4980

Resistance di 5075 & support di 4910

Waspadai jika tembus di 4910

Batasi resiko di 4840


Ket.  TP : Target Price


WATCHING ON SCREEN;

EMTK, ARTO, ICBP, INDF, DMMX, BRIS,  


(Disclaimer ON)

Rekomendasi Saham TINS dan MIKA oleh HP Financials | 9 Juli 2021


HP Financials Technical View & Key Calls

9 Juli 2021

Saham TINS


TINS berhasil ditutup di atas MA50 @ 1600 dan didukung dengan Volume yang lebih tinggi dibanding hari sebelumnya, sehingga TINS berpeluang untuk lanjut naik menuju Horizontal Resistance sampai dengan FR0.382 di sekitar 1735-1810. Destinasi selanjutnya adalah level previous High 1925-2040, sebelum sampai pada Target Wedge merah di seputaran 2460-2540.

Rekomendasi:

Speculative Buy, Entry Level: 1610-1600; Target: 1735-1810 / 1925-2040 / 2460-2540; Stoploss: 1570


Saham MIKA


Buy on Break MIKA ketika mampu menembus MA20 @ 2680, sehingga berpotensi untuk bergerak naik menuju Upper Channel biru 2800 extended to titik previous High 2880. Area ini harus mampu dihadapi, maka terbentang jalan ke utara menuju Target Channel biru di sekitar 2980-3000, disusul titik tertinggi sepanjang tahun ini di seputaran 3220-3250.

Rekomendasi:

Buy on Break, Entry Level: 2690; Target: 2800-2880 / 2980-3000 / 3220-3250; Stoploss: 2630


Ulasan Pasar Global | 9 Juli 2021


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Global Market

(Jul 9, 2021)

Investment Information Team

(angga.choirunnisa@miraeasset.co.id)

AS

Wall Street berakhir lebih rendah karena kekhawatiran momentum pemulihan memicu aksi jual

Wall Street melemah pada hari Kamis, dengan S&P 500 dan Nasdaq mundur dari rekor penutupan tertinggi dalam aksi jual luas yang didorong oleh ketidakpastian seputar laju pemulihan ekonomi AS.

Dow Jones turun 259,86 poin atau 0,75% menjadi 34.421,93. S&P 500 kehilangan 37,31 poin atau 0,86% menjadi 4.320,82. Nasdaq turun 105,28 poin atau 0,72% menjadi 14.559,79.

Ketika pasar obligasi menguat dalam pelarian ke tempat yang aman, ketiga indeks saham utama AS jatuh. Dow yang sensitif dengan ekonomi Dow anjlok 3,3%, penurunan harian terbesar sejak Oktober. Namun, analis mencatat bahwa pasar tetap dekat dengan tertinggi historis. "Kami masih efektif di tertinggi sepanjang masa, jadi saya tidak akan membaca banyak tindakan pasar hari ini," kata analis. "Pasar obligasi mencerminkan bahwa kemungkinan ada inflasi material dalam jangka waktu yang lama sangat tidak mungkin, dan itulah ketakutan yang telah mendorong imbal hasil lebih tinggi" sebelum reli baru-baru ini, tambahnya. "Kami berada dalam skenario emas, dengan pertumbuhan yang cukup untuk mendukung ekonomi tetapi tidak terlalu banyak sehingga Fed mengubah kebijakan di luar apa yang telah mereka umumkan," kata Pursche. Pada hari Rabu, Federal Reserve AS merilis risalah dari pertemuan kebijakan moneter terbarunya, yang menunjukkan bank sentral belum percaya bahwa ekonomi telah sepenuhnya pulih, namun perdebatan tentang kebijakan pengetatan telah dimulai dengan sungguh-sungguh.

Eropa

Bursa Eropa menjadi lautan merah seiring reli obligasi

Bursa Eropa merosot pada hari Kamis, membukukan sesi terburuk mereka dalam dua bulan dengan semua sektor berada di zona merah karena kekhawatiran tentang ketahanan pemulihan ekonomi membuat investor melarikan diri ke obligasi.

Indeks STOXX 600 Eropa turun 1,8%.

Bank Sentral Eropa bergerak untuk menggeser target inflasi menjadi 2% dari "di bawah tetapi dekat dengan" angka yang terlihat dovish dan tidak banyak membantu membatasi penurunan. "Mencapai inflasi 2% tidak akan mudah," kata analis. "Dengan inflasi rendah yang semakin mengakar di zona euro, perubahan dari Bank Sentral Eropa ini berarti kebijakan akan tetap longgar lebih lama lagi." Bank zona euro turun hampir 3% karena imbal hasil obligasi pemerintah memperpanjang penurunannya. Sementara itu banyak investor berjuang untuk sepenuhnya memahami pemicu di balik reli obligasi global, pemikiran ulang yang luas tentang narasi reflasi dan perasaan bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin telah mencapai puncaknya adalah penjelasan umum, bersama dengan dana lindung nilai yang melepas taruhan yang salah.

Rekomendasi Saham ANTM, BRIS, ADRO dan RALS oleh Indopremier | 9 Juli 2021


IHSG (5.990 – 6.090) :  Indeks harga saham gabungan diprediksi akan bergerak melemah. Target pelemahan indeks pada level 5.990 kemudian 5.940 dengan resist di level 6.090 dan 6.140.

ANTM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.600 kemudian 2.650 dengan support di level 2.500, cut loss jika break 2.450.

BRIS (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.480 kemudian 2.530 dengan support di level 2.380, cut loss jika break 2.330.

ADRO (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 1.205 dengan resist di level 1.250 kemudian 1.275.

RALS (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 650 dengan resist di level 680 kemudian 700.

XBLQ (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 424 dengan resist di level 430 kemudian 433.

XIHD (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 416 dengan resist di level 422 kemudian 425.

XIIT (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 469 dengan resist di level 475 kemudian 479.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3cbutu

Rekomendasi Saham AGII, INCO, BRMS dan INTP oleh MNC Sekuritas | 9 Juli 2021


MNC Daily Scope Wave

9 Juli 2021


IHSG ditutup terkoreksi tipis, sebesar 0,1% ke level 6,039 pada perdagangan kemarin (8/7). Kami perkirakan, posisi IHSG sedang berada di awal dari wave [iii] dari wave C, hal ini akan berlangsung bila IHSG tidak turun ke bawah level support terdekatnya di 5,985. Adapun target penguatan terdekat berada di area resistance 6,134 hingga 6,200 terlebih dahulu. Worst case skenario, bila IHSG menembus 5,884 atau bahkan terburuknya 5,742, maka IHSG rawan terkoreksi ke area 5,500.

Support: 5,985, 5,913

Resistance: 6,134, 6,230


AGII - Buy on Weakness (1,525)

Kemarin (8/7), AGII ditutup terkoreksi 1,3% ke level 1,525. Kami memperkirakan, posisi AGII saat ini sedang berada di wave 4. Hal ini berarti, koreksi AGII akan relatif terbatas dan berpeluang untuk menguat kembali membentuk wave 5.

Buy on Weakness: 1,440-1,500

Target Price: 1,725, 1,850

Stoploss: below 1,320


INCO - Buy on Weakness (4,980)

INCO ditutup menguat 0,6% ke level 4,980 pada perdagangan kemarin (8/7), pergerakan INCO diikuti dengan volume beli yang cukup besar. Saat ini, posisi INCO diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (B). Hal ini berarti INCO masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 4,870-4,970

Target Price: 5,275, 5,600

Stoploss: below 4,480


BRMS - Spec Buy (108)

BRMS ditutup menguat 0,9% ke level 108 pada perdagangan kemarin (8/7), diikuti dengan munculnya tekanan beli. Kami perkirakan, selama BRMS masih mampu berada di atas 102, maka posisi BRMS saat ini sedang berada di akhir wave 2 dari wave (C).

Spec Buy: 104-108

Target Price: 132, 150

Stoploss: below 102


INTP - Spec Buy (10,375)

Kemarin (8/7), INTP ditutup menguat 0,5% ke level 10,375 dan disertai munculnya tekanan beli. Kami perkirakan, selama tidak terkoreksi ke bawah 10,175, maka posisi INTP saat ini sedang berada di awal wave [C].

Spec Buy: 10,175-10,375

Target Price: 11,500, 12,300

Stoploss: below 10,175


Disclaimer On

Analisa Saham AMRT, ANTM dan MIKA | 9 Juli 2021

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)


Pergerakan AMRT memperlihatkan candlestick yang membentuk inside bar. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan jual jangka pendek. Sementara indikator stochastic bergerak uptrend dengan MACD histogram negatif yang mengecil.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 1.300

Resistance: Rp 1.675

Dimas Wahyu Putra, NH Korindo Sekuritas

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)


Pergerakan harga ANTM yang menguat pada perdagangan hari (8/7) diperkirakan sedang membentuk wave iii dari wave (c). Sehingga hal ini berpotensi membuat ANTM melanjutkan penguatannya. Pergerakan indikator MACD dan Stochastic juga masih menunjukkan tanda-tanda penguatan.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 2.340

Resistance: Rp 2.700

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)


Pergerakan MIKA secara teknikal bergerak membentuk pola candle three black crows. Indikator Stochastic dan MACD berpotensi terjadi deathcross yang mengindikasikan adanya pelemahan. Ditransaksikan dengan volume yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata 5 hari perdagangan.

Rekomendasi: Buy on weakness

Support: Rp 2.620

Resistance: Rp 2.730

Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas


Analisa Saham TLKM | 9 Juli 2021


Analisa Saham TLKM

Saham TLKM pada tanggal 8 Juli 2021 ditutup melemah pada harga 3010, turun -0,66%. Hal ini disertai dengan kenaikan volume, yaitu 120% dari hari sebelumnya. 

Berdasarkan indikator Stochastics Slow, saham ini berada pada area jenuh jual dengan kecenderungan bearish. 

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terlihat berada di bawah garis 0 dengan kecenderungan bearish.

Status Saham Saat Ini:

Trendnya adalah downtrend

Rekomendasi dari kami adalah Beli jika di atas 3070

Jika naik di atas 3260 maka berpeluang ke 3420

Jika turun di bawah 3000 maka berpeluang ke 2950

Jangan lupa atur stoploss order untuk manajemen risiko.


Disclaimer ON


Untuk alternatif edukasi dan update saham pilihan, silahkan ikuti Saham Online melalui partner kami sebagai berikut :

Channel Telegram:

https://t.me/SahamOnlineID

Youtube Channel : 

https://www.youtube.com/c/sahamonlineid

Bandarmologi Saham ANTM, BRIS, MTDL dan TINS | 9 Juli 2021


Technical & Bandarmology Prespectives

Friday (09/07/2021)

By Dr Cand., Edwin Sebayang, MBA, CSA®., CIB®.


Indonesia Sukses Mengambil Alih Posisi India!! Next Target Brazil??‼️‼️


IDX Composite 5,969 - 6,060

SUMMARY: BUY


11 TECHNICAL INDICATORS:

RSI (14): NEUTRAL

STOCH (9,6,3): BUY!!

MACD(12,26): BUY!!

ATR (14): LESS VOLATILITY

ADX (14): NEUTRAL

CCI (14): *BUY!!

HIGHS/LOW (14): NEUTRAL

UO: NEUTRAL

ROC: BUY!!

WILLIAMS R: BUY

BULLBEAR (13): BUY!! ️


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER  ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



STOCKS PICK:


ANTM 2,490 - 2,650

*TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY *, BUY 2,550

TARGET PRICE: 2,650

STOP-LOSS: 6,975


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



BRIS 2,360 - 2,580

TECHNICAL INDICATORS: *STRONG BUY & OVERBOUGHT, BUY 2,430

TARGET PRICE: 2,580

STOP-LOSS: 2,360


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION



MTDL 2,140 - 2,450

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY BUY 2,300

TARGET PRICE: 2,450

STOP-LOSS: 2,140


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



TINS 1,560 - 1,710

TECHNICAL INDICATORS: BUY BUY 1,610

TARGET PRICE: 1,710

STOP-LOSS: 1,560


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION‼️



MDKA 3,000 - 3,130

TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY, BUY 3,050

TARGET PRICE: 3,130

STOP-LOSS: 3,000


BANDARMOLOGY:

TOP 5 BROKER ACCUMULATED

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:

PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

(Dr Cand. ES, MBA, CSA®., CIB® /Disclaimer On)

Update Harga Komoditas dan Indeks | 9 Juli 2021


The major U.S. stock indexes fell Thursday on concerns about the global economic comeback from Covid-19. The losses came as Japan declared a state of emergency in Tokyo for the upcoming


Dow.......34422  -259.9     -0.75%

Nasdaq.14560  -105.3     -0.72%

S&P 500..4321  -37.3       -0.86%


FTSE.......7031    -120.4    -1.68%

Dax........15421   -272.1    -1.73%

CAC........6397    -130.99  -2.01%


Nikkei...28118     -248.9   -0.88%

HSI........27153    -807.5   -2.89%

Shanghai .3526   -28.2     -0.79%

ST Times..3108   -34.01  -1.08%


IDX.....  6039.90  -4.14       -0.07%

LQ45.....839.92   -1.94       -0.23%

 

Indo10Yr..6.6146   -0.0050    -0.08%

ICBI.....319.4884   +0.1646   +0.05%

US10Yr..1.2880     -0.0330    -2.50%

VIX...........19.00   +2.80        +17.28%‼

  

USDIndx .....92.3650   -0.3360     -0.36%

Como Indx....209.55   +0.35        +0.17%

(Core Commodity CRB)I

BCOMIN........153.83   -2.04         -1.31%


IndoCDS..78.8233     +2.6855    +3.53%

 (5-yr INOCD5)  

 

IDR.....14525.00      +42.50     +0.29%

Jisdor....14548.00  +48.00     +0.33%


Euro.........1.1844  +0.0049   +0.41%


TLKM........20.55   -0.20         -0.96%

(2990)

EIDO......... 20.02   -0.28          -1.38%

EEM..........52.64    -1.12          -2.08%


Oil............72.94     +0.66       +0.91%

Gold ....1800.20     -4.00        -0.22%

Timah .31700.00   -20.00      -0.06%

Nickel...18372.50  +65.00      +0.36%

Silver..........25.99    -0.27         -1.03%

Copper......426.45   -5.25         -1.22%


Coal price...142.25  +2.70    +1.93%

(Jul/Newcastle) 

Coal price...134.10  +3.85    +2.96%

(Agt/Newcastle)

Coal price....125.75  +1.10   +0.88%

(Jui/Rotterdam) 

Coal price....119.05  -0.90     -0.75%

(Agtl/ Rotterdam)

 

CPO(Sept)......3771  -20         -0.52%

(Source: bursamalaysia.com)             

Corn..........523.75    -7.25       -1.37%

SoybeanOil..59.18   -0.51       -0.85%

Wheat.......618.00    -4.25       -0.68%


Wood pulp.....4875.00 -37.50   -0.76%


©️Phintraco Sekuritas 

Broker Code: AT

Desy Erawati/ DE


Source: Bloomberg, Investing, IBPA, CNBC, Bursa Malaysia

Copyright: Phintraco Sekuritas