HOKI | Semester II 2019, Buyung Poetra Sembada Mengandalkan Pasokan Beras Luar Jawa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai perusahaan yang mengandalkan produk pertanian berupa beras, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) tidak cuma konsentrasi di pemasaran. Perusahaan itu juga mesti piawai mempertimbangkan musim panen. Pada semester II-2019 ini, emiten anggota indeks Kompas100 ini justru mengandalkan pasokan beras dari luar Jawa.

Secara historis, Buyung Poetra menandai jika produksi beras di Jawa pada paruh kedua tidak akan akan setinggi masa panen raya yang terjadi pada semester I. Biasanya, perusahaan berkode saham HOKI di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut kemudian mengandalkan pasokan beras dari Sulawesi Selatan dan Sumatra Selatan.

Buyung Poetra selalu berupaya mengatur keberlanjutan rantai pasokan. Selama ini, mereka tidak bergantung pada satu daerah atau satu pemasok. "Supaya dapat menjaga persediaan yang sesuai dengan aturan pemerintah dan selebihnya bisa pesan dari daerah-daerah yang masih mempunyai suplai beras," ujar Ferdinand Dion, Investor Relations PT Buyung Poetra Sembada Tbk kepada KONTAN, Selasa (9/7).

Sejauh ini, kemampuan pengolahan beras Buyung Poetra masih dalam batas normal alias tidak ada kelebihan kapasitas. Meskipun, mereka sedang dalam tahap meningkatkan kapasitas produksi pabrik Subang dari semula 30 ton per jam menjadi 50 ton per jam. Peningkatan kapasitas bertujuan mengurangi jam lembur pabrik dan mengantisipasi pertumbuhan permintaan beras kemasan sepanjang 2019.

Dalam catatan KONTAN, Buyung Poetra juga berniat membangun pabrik beras baru berkapasitas 40 ton per jam di Palembang, Sumatra Selatan. Tahap pertama yakni menambah kapasitas produksi 20 ton per jam dengan target tahun depan. Separuhnya lagi mereka harapkan terealisasi pada tahun 2021.

Biaya investasi pabrik beras di Palembang sekitar Rp 70 miliar. Anggaran tersebut menjadi bagian dari total dana belanja modal alias capital expenditure (capex) 2019 yang mencapai Rp 100 miliar. Lalu Rp 20 miliar capex untuk menambah kapasitas pabrik di Subang, Jawa Barat dan Rp 10 miliar untuk membangun pembangkit listrik tenaga sekam padi berkapasitas 3 megawatt (mw).

Hingga akhir tahun nanti, Buyung Poetra mengincar pertumbuhan kinerja penjualan maupun produksi sebesar 15% year on year (yoy). Target produksinya setara dengan 149.500 ton beras.

Namun manajemen Buyung Poetra belum bersedia embeberkan raihan kinerja semester I tahun ini. Mereka hanya menyebutkan harapan akan pertumbuhan kinerja yang lebih baik ketimbang performa kuartal I-2019. Paling tidak, pada paruh pertama kemarin, Buyung Poetra merasakan kenaikan penjualan 5%–10% selama momentum Lebaran dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.

Kalau selama kuartal I-2019, Buyung Poetra membukukan pertumbuhan penjualan 4,78% yoy menjadi Rp 398,62 miliar. Namun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih turun 4,21% yoy menjadi Rp 25,49 miliar.

BTEL | Ekspansi Bakrie Telecom Menanti Konversi OWK



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) memperkirakan masih bakal mencatat rugi di akhir tahun ini. Manajemen perusahaan ini memperkirakan, kerugian yang ditanggung sama seperti 2018 lalu, yakni Rp 720,6 miliar.

Besaran kerugian akan sangat dipengaruhi kurs dollar Amerika Serikat (AS). "Kalau bisa, kami berharap rugi lebih kecil," kata Direktur Keuangan BTEL Aditya Irawan, Selasa (9/7).

BTEL masih fokus pada peningkatan pendapatan dari segmen korporasi, yaitu voice solution dan contact center. Perusahaan anggota Bakrie Group ini juga berupaya menemukan potensi bisnis baru.

Salah satunya layanan pengaturan televisi digital. Potensi bisnis ini tengah dalam proses kalkulasi.

Namun, BTEL masih terganjal beban utang yang berat. Proses restrukturisasi pun masih tersendat, terutama restrukturisasi di AS.

Manajemen BTEL juga tengah mengajukan perlindungan PKPU di Amerika Serikat. Chapter 15 ini diajukan 29 Januari 2018 dengan harapan, hasil PKPU BTEL di Indonesia dapat diakui sebagai penyelesaian bagi kreditur di AS.

Direktur BTEL Andi Pravidia Saliman mengatakan, setelah Chapter 15 ini diakui, pihaknya akan melakukan proses exchange offer. Penawaran tersebut berupa penukaran wesel senior yang saat ini dimiliki oleh kreditur dengan wesel baru yang terdiri atas obligasi wajib konversi (OWK) sebesar 70% dan porsi tunai 30%, sesuai dengan ketentuan PKPU.

Sebagai informasi, Pengadilan Niaga Indonesia telah mengabulkan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) BTEL pada 9 Desember 2014 silam. Melalui PKPU ini, utang perusahaan diselesaikan melalui porsi tunai dan efek bersifat ekuitas, yakni OWK. Kreditur dapat mengonversi OWK menjadi saham BTEL.

Apabila exchange offer ini selesai, bisa dibilang, proses restrukturisasi BTEL selesai dan perusahaan bisa melanjutkan pengembangan usaha. "Kalau tidak, kami akan kesulitan membangun bisnis yang baru, kata Andi. Proses exhange offer ini ditargetkan selesai pada kuartal I-2020.

Aditya menjelaskan, jika seluruh pemegang OWK mengonversi utangnya menjadi saham, maka besarannya bisa mencapai 45% dari keseluruhan saham BTEL.

Opini disclaimer

Sebelumnya, Huawei Group telah mengonversi OWK-nya di BTEL ke dalam 6,18 miliar saham senilai Rp 1,23 triliun pada 1 Maret 2017. Saat ini, Huawei Group memegang 16,83% saham BTEL dan menjadi pemegang saham terbesar kedua setelah kepemilikan publik 57,96%.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2019, liabilitas jangka panjang BTEL mencapai Rp 6,01 triliun. Total liabilitas sebesar Rp 16,18 triliun. Lantaran aset perusahaan hanya Rp 714 miliar, BTEL mengalami defisiensi modal hingga Rp 15,46 triliun di akhir Maret lalu.

Belum lagi, BTEL masih harus terganjal di pencatatan laporan keuangan. Auditor memberikan opini tidak menyampaikan pendapat atau disclaimer atas laporan keuangan BTEL tahun 2018.

Aditya menjelaskan, opini tersebut muncul karena proses restrukturisasi wesel senior oleh anak usaha BTEL yang berbasis di Singapura, yakni Bakrie Telecom Pte. Ltd., masih dalam penyelesaian. "Proses restrukturisasi belum selesai sampai tanggal laporan audit 17 Mei 2019, sehingga hasil akhir belum bisa ditentukan, kata dia.

Meski begitu, ia mengatakan saat ini, bisnis BTEL masih berjalan seperti biasa. Di samping itu, BTEL terus menjalin komunikasi dengan regulator untuk dapat segera menyelesaikan proses restrukturisasi, serta agar saham perusahaan ini bisa kembali di perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

EXCL | XL Axiata Menggunakan Dana Hasil Divestasi untuk Belanja Modal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) melepas 70% kepemilikannya di bisnis data center kepada Princeton Digital Group (PDG). Setelah divestasi ini, EXCL berencana lebih fokus mengembangkan bisnis utamanya.

Group Head Corporate Communication EXCL Tri Wahyuningsih mengatakan, dengan akuisisi ini, EXCL akan lebih fokus ke bisnis telekomunikasi data dan seluler. Sementara teknologi dan pengelolaan data center akan ditangani secara lebih profesional oleh perusahaan patungan tersebut, kata dia, Selasa (9/7).

Sebagai tahap awal, EXCL akan menggunakan duit hasil divestasi tersebut untuk menutup sebagian kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex). Tahun ini, perusahaan ini menganggarkan capex sekitar Rp 7,5 triliun, naik 10% dibanding anggaran tahun lalu.

Sayang, Tri belum bersedia mengungkap berapa nilai divestasi yang akan dialokasikan untuk tambahan capex.

Mengingatkan saja, EXCL dan PDG pada pekan lalu sepakat membentuk ventura bersama bernama PDG Data Center. Modal dasar perusahaan ini Rp 10 miliar, yang terbagi atas 100.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham.

Kedua entitas juga sepakat, setelah seluruh syarat dan ketentuan berlaku, 70% kepemilikan PDG Data Center akan dimiliki oleh PDG.

EXCL tertarik melepas sebagian bisnis data center karena yakin pasar ini akan berkembang pesat di Indonesia. Perpaduan antara pengalaman EXCL dan keahlian PDG di bidang telekomunikasi dan teknologi diyakini akan membawa dampak positif bagi perusahaan patungan tersebut. Langkah ini semestinya diposisikan dengan baik untuk menaklukkan pasar, imbuh Tri.

Meskipun melihat prospek cerah dari bisnis ini, namun kontribusi bisnis data center cuma 4,55% pada total pendapatan EXCL tahun lalu yang sebesar Rp 22,93 triliun.

Asal tahu saja, EXCL memiliki lima data center yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara, layanan PDG dan infrastruktur lainnya telah beroperasi di China, Singapura, Indonesia dan India.

KIJA | BEI Minta Penjelasan dari Jababeka



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Selasa (9/7). BEI memanggil manajemen KIJA untuk meminta penjelasan terkait isu risiko gagal bayar atau default atas notes atau surat utang yang diterbitkan anak usahanya, Jababeka International BV.

Direktur Penilaian I Gede Nyoman Yetna menjelaskan panggilan (hearing) adalah tindak lanjut dari permintaan klarifikasi atas berita yang beredar. Sebelumnya pihak bursa belum mendapatkan informasi, sehingga protokol yang dilakukan adalah suspensi sementara saham KIJA, jelas dia, saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/7).

Nyoman menuturkan, suspensi saham dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi KIJA menyampaikan klarifikasi. Manajemen perusahaan ini diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dalam hearing tersebut.

Dia menyarankan investor tidak membuat penilaian terlebih dahulu. "Tunggu saja hasil pertemuan ini," imbuh Nyoman.

Seperti diketahui, pengumuman KIJA tentang potensi gagal bayar surat utang US$ 300 juta berbuntut panjang. Belakangan terungkap, hubungan di antara para pemegang saham tidak harmonis.

Pada pertemuan KIJA bersama awak media Senin (8/7) kemarin, Direktur Utama KIJA Budianto Liman menyatakan sejumlah direksi merasa menjadi korban dari keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang di luar dugaan.

RUPST KIJA memutuskan, PT Imakota Investindo yang memegang 6,39% saham dan Islamic Development Bank sebagai pemegang saham 10,84% saham KIJA menyetujui pengangkatan Sugiarto sebagai direktur utama KIJA. Sedang Aries Liman diangkat sebagai komisaris.

Keputusan ini ditengarai sebagai acting in concert atau kerjasama pihak tertentu yang menyebabkan terjadi pengubahan pengendalian. Alhasil, Jababeka International BV jadi memiliki kewajiban menawarkan buyback kepada para pemegang notes.

Harga pembelian harus dipatok sebesar 101% dari nilai pokok notes sebesar US$ 300 juta, ditambah kewajiban beban bunga. Sedangkan jumlah kas internal KIJA sendiri tidak mencukupi untuk membayar notes tersebut.

WSKT | Jalan Tol Waskita Karya Segera Berganti Pemilik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agenda penjualan tol PT Waskita Karya Tbk (WSKT) belum berakhir. Ada sekitar lima ruas tol yang bakal dijual oleh emiten pelat merah ini.

Dua di antaranya sudah menemukan pembeli. "Yang baru saja deal kemarin untuk ruas Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono, ujar Direktur Utama WSKT I Gusti Ngurah Putra, Selasa (7/9).

Sehingga, pihak penjual dan pembeli tinggal menyelesaikan urusan administrasi. Targetnya, kesepakatan jual beli saham kepemilikan ruas tol tersebut bisa dieksekusi Agustus mendatang.

Namun Putra belum bersedia mengungkap identitas pembeli ruas tol tersebut. Tapi, sekadar mengingatkan, Grup Astra termasuk salah satu peminat ruas tol milik WSKT. Putra juga masih merahasiakan detail nilai divestasi tol tersebut.

Yang terang, manajemen memiliki rencana untuk menjual 18 ruas tol. Jika dijual, enam di antaranya bisa memberikan WSKT pemasukan sekitar Rp 10 triliun.

Selain dua ruas tol yang sudah disepakati, masih ada tiga ruas tol lagi yang bakal dilepas tahun ini. Ketiganya adalah tol Kanji-Pejagan, tol Pejagan-Pemalang dan tol Pasuruan-Probolinggo.

Arus kas

Putra mengatakan, dalam kondisi tertentu, mengandalkan pemasukan dari beroperasinya tol kurang optimal. Butuh dua hingga tiga tahun untuk menutup biaya pembangunan tol. Ini belum memperhitungkan bunga pinjaman proyek.

Sementara pembayaran baru diterima bila proyek tuntas. Jika ditotal, sebut Putra, WSKT memiliki piutang dari pemerintah Rp 17 triliun untuk pembebasan lahan.

Umumnya, kontraktor mencari pinjaman untuk menalangi proyek. Selain pinjaman bank, obligasi jadi pilihan. WSKT berencana merilis obligasi Rp 3 triliun-Rp 4 triliun di kuartal ketiga untuk memuluskan pengerjaan proyek.

Untuk menjaga agar arus kas tidak tertekan dalam, WSKT bukan hanya bekerja sebagai kontraktor. "Kami juga perlu investasi ke beberapa proyek. Setelah kira-kira hasilnya baik, kami bisa divestasi untuk menjaga keuangan, jelas Putra.

Dalam waktu dekat, WSKT juga akan menerima pembayaran proyek. Putra menyebut, dua atau tiga bulan ke depan dana Rp 18 triliun-Rp 20 triliun mulai cair.

Dana ini berasal dari proyek yang sudah diselesaikan. Sebesar Rp 13 triliun berasal dari proyek Hutama Karya, Rp 7 triliun dari proyek light rail transit (LRT) dan sejumlah proyek lainnya.

Sukarno Alatas, analis Oso Sekuritas, mengatakan, divestasi baik untuk menjaga cashflow. Strategi ini efektif terutama jika ruas tol belum begitu menghasilkan. "Atau bisa dengan cara lainnya, yakni dengan sekuritisasi aset," imbuh Sukarno.

PZZA | Sarimelati Kencana Membuka 33 Gerai Baru Pizza Hut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarimelati Kencana Tbk, pemilik gerai Pizza Hut Indonesia, menginjak pedal gas ekspansi gerai dan jaringan pemasaran. Manajemen Sarimelati menargetkan bisa pembukaan 65 unit gerai baru pada tahun ini.

Untuk memuluskan rencana tersebut, manajemen rela merogok kocek investasi belanja modal sebesar Rp 450 miliar. Emiten dengan kode saham PZZA di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menyiapkan dana investasi sebesar Rp 3 miliar hingga Rp 10 miliar per gerai, itu pun tergantung luas dan lokasinya. "Realisasi pembukaan gerai baru sampai dengan tanggal 30 Juni 2019 adalah 33 gerai, sehingga total gerai kami 484 gerai," ujar Jeo Sasanto, Direktur Sarimelati Kencana Tbk, kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Yang terang, seluruh rencana penambahan gerai Sarimelati Kencana pada tahun ini merupakan ekspansi organik. Sejauh ini, baru ada dua gerai Pizza Hut yang dibuka melalui skema kemitraan.

Tak hanya membuka gerai Pizza Hut dan Pizza Hut Delivery (PHD) manajemen juga membuka gerai Pizza Hut Express (PHE) yang lebih compact untuk mengisi ruang-ruang komersial dengan lahan terbatas. Tahun ini, PZZA menargetkan jumlah PHE bisa mencapai 15 unit gerai di akhir tahun nanti.

Dengan serangkaian ekspansi tersebut, Jeo berharap, pertumbuhan kinerja tahun ini bisa naik di level 14% hingga 18%. Apalagi juga sebaran kota baru juga terus diperluas, mengingat demand masih tinggi dengan kompetitor yang tak terlalu banyak.

Jeo memaparkan, ada beberapa kota baru yang dibidik perusahaan pada tahun ini. Yang terang, tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, manajemen juga melirik potensi di luar Jawa, bahkan 40% gerai baru akan menyasar kota-kota di luar Pulau Jawa dengan rincian 20% menyasar pasar Sumatra dan sisanya menyasar pulau-pulau lain termasuk Papua.

Selain ekspansi gerai, perusahaan juga tengah proses pembangunan pabrik sausage di Bekasi, Jawa Barat, dengan dana investasi Rp 125 miliar. Rencananya, pembangunan akan selesai pada akhir tahun dan beroperasi pada kuartal pertama tahun depan. Pabrik tersebut akan menopang kebutuhan sausage PZZA sampai tujuh tahun ke depan.

Kehadiran pabrik baru di Bekasi akan melengkapi sejumlah fasilitas produksi yang sudah berdiri. Mengacu laporan tahunan 2018, Sarimelati memiliki pabrik pasta, pabrik sosis dan pabrik adonan roti yang tersebar di Pulogadung, Jakarta, serta di Bandung, Jawa Barat.

Mengenai kinerja keuangan, PZZA membukukan pertumbuhan pendapatan penjualan dan laba bersih dua digit sepanjang kuartal I-2019. Laba bersih tumbuh 21% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari senilai Rp 33 miliar menjadi sekitar Rp 40 miliar.

Adapun laba bersih sebesar itu mewakili margin bersih yang sebesar 4,5%. Selain itu, penjualan bersih juga tumbuh 12,4% pada kuartal I-2019 sebesar Rp 902,285 miliar dari sebelumnya senilai Rp 802,79 miliar year on year (yoy).

HRUM | Ini Rekomendasi Tiga Analis untuk Saham Harum Energy



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan harga batubara menggerus kinerja PT Harum Energy Tbk (HRUM). Di tiga bulan pertama tahun ini, HRUM masih belum mampu mencatat kinerja positif.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama 2019, pendapatan HRUM turun 16,98% jadi US$ 72,06 juta. Di periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan HRUM mencapai US$ 86,81 juta.

Penurunan lebih dalam terjadi di pos laba bersih. Penurunan mencapai 49,43% menjadi US$ 6,38 juta, dari sebesar US$ 12,61 juta di periode yang sama di 2018.

Dessy Lapagu, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan, penyebab utama kinerja melemah adalah pelemahan harga batubara global. Tercatat, harga batubara kontrak pengiriman Juli 2019 di ICE Futures melemah 22,55%. "Penurunan kinerja keuangan di kuartal I juga terjadi pada emiten produsen batubara lain selain HRUM," kata Dessy, Selasa (9/7).

Selain itu, Dessy melihat, secara musiman, produktivitas di kuartal I-2019 cenderung lebih rendah akibat musim hujan dari kuartal IV-2018. Kondisi ini mengakibatkan produsen tidak bisa berproduksi normal, sebagaimana ketika curah hujan rendah.

Dessy memperkirakan harga batubara global berada di US$ 81 per metrik ton di akhir tahun, atau turun 21% sejak awal 2019. Namun, jika dihitung dari posisi harga batubara per Selasa (8/7) yang berada di US$ 75,20 per metrik ton, maka harga batubara berpotensi naik.

Untuk mengatasi tren penurunan harga batubara, Dessy menilai, HRUM perlu melakukan efisiensi. Ini demi menekan cost di tengah harga jual atau average selling price (ASP) yang rendah dan tidak bisa dihindari.

Efisiensi juga bisa menjadi solusi pada produksi yang tak masif. Perseroan ini menargetkan produksi batubara tahun ini mencapai 5 juta ton. Dessy menilai target produksi ini flat, lantaran hanya naik 8,7% dari realisasi produksi tahun lalu, yakni 4,6 juta ton.

Meski begitu, target ini tidak bisa menjadi patokan bahwa kinerja emiten akan melemah ke depannya. "Faktor penting lainnya adalah efisiensi yang dilakukan emiten demi menekan biaya sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan laba bersih yang baik," kata Dessy.

Menurut hitungan Dessy, keuntungan dari efisiensi bisa mengompensasi volume produksi yang flat dan kenaikan harga jual yang tak signifikan.

Masih turun

HRUM juga memiliki peluang melakuakn diversifikasi ke bisnis downstream atau hilir, seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Ini bisa menjadi pilihan jangka panjang bagi emiten untuk mempertahankan penjualan cadangan batubara.

Eksplorasi atau akuisisi tambang lain yang memiliki reserves coking coal juga bisa dilakukan. Pasalnya, karakteristik batubara kokas yang mayoritas dikonsumsi oleh industri baja dalam jangka panjang masih akan meningkat secara global.

Dessy belum memiliki target harga untuk HRUM di akhir tahun. Sedangkan, Janeman Latul, Analis Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia, merekomendasikan hold saham HRUM dengan target harga Rp 1.400 per saham.

Janeman merekomendasikan hold karena melihat ke depan pasar Asia cenderung mencari batubara yang rendah kalori atau di bawah 5.000 kcal per kilogram, dengan kandungan sulfur rendah di bawah 0,4%.

Sementara itu, dalam risetnya, Janeman menilai, rata-rata produksi batubara HRUM terjebak pada batubara dengan kalori 5.500 kcal per kilogram dengan sulfur 0,8%.

Janeman memperkirakan pendapatan HRUM di tahun ini masih melandai. Menurut hitungan dia, pendapatan HRUM berpotensi turun 11,7%. Begitu juga laba yang diperkirakan melemah 56,9%. "Beban biaya tinggi dan jatuhnya harga batubara bisa menggerus margin dan pendapatan HRUM," kata Janeman.

Sementara, Thomas Radityo, Analis Ciptadana Sekuritas merekomendasikan buy HRUM dengan target harga Rp 1.650 per saham.

Kompak, Stefanus Darmagiri, Analis Danareksa Sekuritas, juga merekomendasikan buy HRUM dengan target harga Rp 2.000 per saham.

Analisa Saham BIRD, BSDE dan HMSP

Analisa Saham BIRD, BSDE dan HMSP



1. PT Blue Bird Tbk (BIRD), Daily (Rp2.910) (RoE: 6,54%; PER: 20,49x; EPS: 142,00; PBV: 1,34x; Beta: 0,54). Pergerakan saham telah menguji garis MA-10 dan MA-20 sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.880-2.910, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.960, 3.350, 3.750 dan 4.140. Support: Rp2.860 dan 2.750.
2. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Daily (Rp1.465) (RoE: 7,83%; PER: 11,37x; EPS: 128,80; PBV: 0,89x; Beta: 1,62). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.450-1.470, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.500, 1.690 dan 1.880. Support: Rp1.420 dan 1.350.
3. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Daily (Rp3.150) (RoE: 31,96%; PER: 27,88x; EPS: 113,00; PBV: 8,91x; Beta: 0,84). Pergerakan saham telah menguji garis MA-10 sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.120-3.150, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.210 dan 3.290. Support: Rp3.050.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham ADRO, AKRA dan BBTN

Analisa Saham ADRO, AKRA dan BBTN


(Baca juga: Memahami Arti PER)

1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Daily (Rp1.335) (RoE: 10,54%; PER: 6,76x; EPS: 211,32; PBV: 0,67x; Beta: 1,71). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah  bollinger  dan terlihat pola  bullish inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.320-1.340, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.360, 1.460 dan 1.560. Support: Rp1.320 dan 1.280.
2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Daily (Rp4.140) (RoE: 7,82%; PER: 20,44x; EPS: 201,56; PBV: 1,60x; Beta: 0,8). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp4.100-4.140, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.200, 4.310, 4.550 dan 4.800. Support: Rp4.060 dan 4.010.
3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), Daily (Rp2.420) (RoE: 11,54%; PER: 8,89x; EPS: 275,48; PBV: 1,02x; Beta: 1,79). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.400-2.420, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.440, 2.560, 2.710, 3.060 dan 3.410. Support: Rp2.360 dan 2.280.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Rekomendasi Saham TemanTrader | 10 Juli 2019


(Baca juga: 7 Cara Analisa Saham)

Saham saham INFRASTRUCTURE yang kemarin aktif diperdagangkan dan cukup ramai diburu investor adalah TLKM FREN JSMR EXCL dan TAMU sedangkan dari sektor BASIC-IND yang mengalami kondisi serupa adalah INTP SMGR INKP TKIM WSBP dan SMBR. Terlihat ada lonjakan signifikan dari kelompok saham industri semen, telekomunikasi dan pulp kertas yang mampu redam koreksi dari saham industri pakan ternak setelah kenaikan CPIN JPFA dan MAIN mulai berbalik arah dari resistennya.
Hari ini index diproyeksikan akan uji area resisten 6395 yang sudah sepekan tidak dapat ditembus oleh kekuatan market. Masih rendahnya katalis dari global karena market masih tunggu pidato the FED Chairman hari Rabu ini membuat pengujian level resisten ini akan mendahului katalisnya. Diharapkan IHSG mampu break resisten tersebut sehingga bisa membuat index lanjutkan uptrendnya.
Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Masuknya Investor Asing 800 milyar Kemarin Dorong IHSG  8 Point Dibawah Level Resistennya
Potensi Pergerakan : 6351 - 6442

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following : ASRI BBCA BOGA BUVA CARS EXCL FREN ICBP IMAS INCO INKP KREN LPKR MAPI MEDC POOL SIDO SMSM SRIL TAMU UNTR WOOD (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  : PICO  KPAL POSA SMBR TKIM TAMU INKP DEAL MTDL MAPI MNCN IMAS PNBN INTP BKSL PNLF KBLI LKPR ACES NUSA WSBP JSMR  (hanya berlaku hari ini)

by TemanTrader

Analisa Saham BNLI, ADHI, TLKM dan UNTR

Analisa Saham BNLI, ADHI, TLKM dan UNTR


(Baca juga: Pengertian PEG Ratio)

MNC Daily Scope Wave
10 Juli 2019

Kemarin (9/7), IHSG ditutup menguat 0,5% ke level 6,388. Kami memperkirakan penguatan IHSG ini masih akan berlanjut ke level terdekat 6,400, dengan catatan IHSG tidak terkoreksi dan menembus level 6,269.
Support: 6,340, 6,200
Resistance: 6,400, 6,450

ADHI - Buy on Weakness (1,575)
Kami perkirakan posisi ADHI saat ini sudah berada pada akhir wave [ii], dimana koreksi ADHI sudah mulai terbatas. Selanjutnya ADHI berpotensi menguat untuk membentuk wave [iii].
Buy on Weakness: 1,500-1,550
Target Price: 1,730, 1,850
Stoploss: below 1,480

BNLI - Buy on Weakness (855)
Posisi BNLI saat ini kami perkirakan sedang membentuk wave (ii) dari wave [c], dimana BNLI akan terkoreksi sejenak dengan level koreksi berada pada level 820. Selanjutnya, BNLI akan menguat kembali bila wave (ii) terkonfirmasi selesai.
Buy on Weakness: 800-840
Target Price: 965, 1,040
Stoploss: below 770

TLKM - Sell on Strength (4,350)
Posisi TLKM saat ini kami perkirakan sudah berada pada akhir dari wave [A], yang berarti penguatan TLKM sudah terbatas. Diperkirakan TLKM rawan terkoreksi dalam jangka pendek.
Sell on Strength: 4,350-4,450

UNTR - Sell on Strength (27,700)
Penguatan yang terjadi pada UNTR sebesar 1,5% kemarin (9/7) diperkirakan merupakan awal dari wave (b) dari wave [b]. Dimana UNTR masih berpotensi untuk terkoreksi kembali ke area 26,500. Skenario ini berlaku bila UNTR tidak menembus 28,900.
Sell on Strength: 27,700-28,250

Analisa Saham AGII, AGRO, HKMU dan WIKA

Analisa Saham AGII, AGRO, HKMU dan WIKA



AGII
Berhasil di tutup di atas MA 200 nya dan apabila berhasil bertahan di atas nya terbuka peluang melanjutkan kenaikan menuju 625.
Rekomendasi: Buy. Entry 595. Stop loss jika turun di bawah 575.

AGRO
Golden cross yang terjadi pada MA 5 dan MA 50, pertanda saham ini masih berpeluang untuk melanjutkan trend kenaikan menuju target 314 – 322.
Rekomendasi: Buy. Entry 300, Stop loss jika turun di bawah 290.

HKMU
Berhasil breakout resistance jangka pendek di 364, sinyal positif untuk melanjutkan kenaikan menuju target di 380 -390.
Rekomendasi: Buy. Entry 364. Stop Loss jika turun di bawah 354.

WIKA
Mengalami rebound dari support MA60 pada penutupan perdagangan kemarin yang mengartikan bahwa uptrend masih dipertahankan..
Rekomendasi: buy 2300 s/d 2370, TP 2420 s/d 2500, stop loss <2200 .="" p="">

Analisa Saham WSBP, ACES, SMRA, SSIA dan DMAS

Analisa Saham WSBP, ACES, SMRA, SSIA dan DMAS



Wednesday (10/07/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,334 - 6,427
SUMMARY: STRONG BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): BUY
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): BUY
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): BUY
CCI (14): BUY
HIGHS/LOW (14): BUY
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: OVERBOUGHT
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


STOCKS PICK:

WSBP 400 - 424
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


ACES 1,810 - 1,965
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


SMRA 1,170 - 1,215
TECHNICAL INDICATORS: BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


DMAS 270 - 300
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


SSIA 735 - 830
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Analisa Saham ANTM, ASII dan WIKA

Analisa Saham ANTM, ASII dan WIKA



ANTM (Buy) : Target kenaikan harga pada level 845 kemudian 865 dengan support di level 805, cut loss jika break 790.
ASII (Buy) : Target kenaikan harga pada level 7.400 kemudian 7.500 dengan support di level 7.200, cut loss jika break 7.100.
WIKA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 2.440 kemudian 2.510 dengan support di level 2.300, cut loss jika break 2.230.
Full report bisa diakses di : ipot