Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 14, 2019

WSBP | WASKITA BETON PRECAST TAWARKAN OBLIGASI Rp500 MILIAR

(Baca juga: Memahami Technical Rebound)
IQPlus, (13/06) - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melakukan periode penawaran awal Obligasi Berkelanjutan I Tahap I sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar dengan tenor 3 tahun dan pembayaran bunga setiap triwulan (dengan basis 30/360). Masa penawaran awal (bookbuilding) pada 29 Mei.18 Juni 2019 dan masa penawaran umum pada 1.2 Juli 2019.

"Ini merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai sebesar Rp2 triliun. Aksi korporasi ini sekaligus sebagai momen kembalinya WSBP memasuki pasar modal sejak IPO 2016 lalu," kata Direktur Keuangan WSBP Anton Y Nugroho, di Jakarta, Kamis.

Beberapa faktor pendorong dilakukannya penerbitan obligasi ialah pertama obligasi menjadi alternatif pendanaan lain dari perbankan yang selama ini digunakan oleh perusahaan. Kedua, sesuai dengan kebutuhan investasi jangka menengah-panjang perusahaan. Ketiga memiliki jatuh tempo yang lebih panjang.

Berdasarkan Fitch Rating, tercatat obligasi…

CLEO | SARIGUNA ALIHKAN 99,99% SAHAM TSN KE TANCORP GLOBAL ABADI

(Baca juga: Memahami Technical Correction)
IQPlus, (13/06) - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mengalihkan sahamnya di PT Tanovel Sehat Nutrisi (TSN) kepada PT Tancorp Global Abadi (TGA).

Menurut keterangan perseroan Kamis, penandatanganan pengalihan sebanyak 14.000 saham atau 99,99% pada TSN dilakukan pada 11 Juni 2019 dengan TGA.

TGA merupakan pemegang saham perseroan dan memiliki kesamaan direktur dan komisaris dengan perseroan sehingga transaksi ini merupakan transaksi afiliasi. Adapun nilai transaksi jual beli sebesar Rp11 miliar atau 1,73% dari total ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2018.

Transaksi jual beli saham TSN merupakan strategi perseroan untuk lebih fokus pada bisnis utama perseroan yaitu memproduksi air minum dalam kemasan. (end)

BRIS - CTRA | BRISYARIAH DAN CIPUTRA RESIDENCE TANDA TANGANI MOU PEMBIAYAAN KPR

(Baca juga: Memahami Tujuan IPO)
IQPlus, (13/06) - Bank BRIsyariah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) pembiayaan kredit perumahan rakyat (KPR) dengan Ciputra Residence.

"Penandatanganan nota kesepahaman ini semakin mempererat kerja sama antara BRIsyariah dengan Ciputra Group. Kesempatan bekerja sama dengan Ciputra Residence, yang sudah lama dikenal sebagai developer andal serta semakin banyaknya kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan rumah secara syariah, tentu merupakan hal yang positif bagi BRIsyariah," kata Direktur Bisnis Komersial BRIsyariah Kokok Alun Akbar atau disapa Alun dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.

Alun menjelaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman dengan pengembang tersebut sebagai langkah BRIsyariah selanjutnya untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan konsumer.

.Pada tahun 2019 BRIsyariah akan semakin fokus menyalurkan pembiayaan konsumer, sesuai dengan visinya menjadi bank ritel modern terkemuka dengan ra…

KBLI | EMPAT KOMISARIS KMI WIRE AND CABLE MENGUNDURKAN DIRI.

(Baca juga: Memahami Inverted Curve Yield)
IQPlus, (13/06) - Empat dari enam anggota Komisaris PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) telah mengundurkan diri dari jabatannya melalui surat pertanggal 11 dan 13 Juni 2019.

Menurut keterangan perseroan Jumat disebutkan, keempatnya yakni Syahrul Effendi yang menjabat sebagai Presiden Komisaris, Husni Ali - Komisaris, Gatot Subroto - Komisaris dan Bambang Husodo - Komisaris Independen.

Alasan dari pengunduran diri komisaris tersebut karena memiliki kesibukan lain.Adapun pengunduran diri keempat komisaris ini akan efektif terhitung sejak penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan perseroan yang akan diselenggarakan pada 19 Juni 2019 mendatang. (end)

PCAR dan FIRE | Asabri Jual Saham

(Baca juga: Strategi Gap Up dalam Trading)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi penjualan saham kembali dilakukan PT Asabri (Persero). Kali ini lembaga keuangan yang mengelola dana pensiun milik TNI dan Polri itu melepas sebagian kepemilikannya atas saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) dan PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR).

Pada 12 Juni 2019, Asabri menjual 371,400 saham PCAR. Usai transaksi tersebut, kepemilikan Asabri di Prima Cakrawala berkurang dari 27,68% menjadi 27,65%.

Tidak diketahui pada harga berapa Asabri melepas saham PCAR. Yang jelas, pada tanggal itu ada dua transaksi tutup sendiri (crossing) saham PCAR. Pertama, sebanyak 5.714.000 saham melalui Wanteg Sekuritas. Nilai transaksinya sebesar Rp 20 miliar di harga Rp 3.500 per saham.

Kedua, crossing melalui broker Trust Sekuritas senilai Rp 483,8 juta. Transaksi ini melibatkan 142.300 saham di harga Rp 3.400 per saham.

Prima Cakrawala Abadi merupakan perusahaan pengolahan produk perikanan yang berbasis di Semarang. Emi…

KIJA-MDLN-DMAS-BEST | Emiten Pengelola Kawasan Industri Cetak Kinerja Kinclong

(Baca juga: Memahami Pola Cup With Handle dalam Trading)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja sektor properti saat ini memang masih cenderung tertekan lantaran konsumen masih wait and see. Meski begitu, kinerja perusahaan properti pengelola kawasan industri masih tetap kinclong.

Fitch Ratings, melalui laporan Indonesia Property Watch, menyebut, perusahaan properti pengelola kawasan industri bisa mencetak kinerja lebih baik ketimbang perusahaan properti pengembang residensial. Hal ini didorong kondisi politik yang kondusif.

Apalagi, pemerintah getol menggarap proyek infrastruktur. Kondisi tersebut mendorong permintaan lahan kawasan industri lebih banyak.

Fitch mencatat, penjualan empat emiten pengelola kawasan industri terbesar di Indonesia secara agregat tumbuh tiga kali lipat. Empat emiten terbesar itu adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Modernland Realty Tbk (MDLN), PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST).

Fitch antara lain mencata…

BBTN | BTN Merilis Obligasi Rp 3,14 Triliun

(Baca juga: Memahami Pola Double Top dan Bottom dalam Trading)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 3,14 triliun akhir bulan ini. Dana yang diperoleh dari penjualan surat utang itu akan digunakan bank dengan kode saham BBTN ini untuk memperkuat modal untuk mendukung ekspansi kredit.

Obligasi yang diterbitkan merupakan tahap dua dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III. "Penerbitan obligasi ini untuk memenuhi pendanaan bersifat jangka panjang dalam rangka ekspansi kredit," kata Direktur Resiko, Strategi dan Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso ke KONTAN, Kamis (12/6).

BTN merilis obligasi itu dalam tiga seri pada 28 Juni. Seri A akan diterbitkan Rp 1,5 triliun dengan tingkat suku bunga tetap 7,75%. Seri ini memiliki jangka waktu satu tahun dan akan jatuh tempo 8 Juli 2020.

Sementara dalam seri B dengan jangka waktu tiga tahun diterbitkan sebesar Rp 803 miliar dengan kupon 8,75%. Adapun seri C berjangka lima tahun di…

BBNI dan BBCA | Kredit Sektor Konsumer Diprediksi Naik di Kuartal II

(Baca juga: Memahami Pola Head and Shoulders dalam Trading)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momen Ramadan dan Lebaran ikut mendorong pertumbuhan kredit konsumer, terutama kartu kredit, di sejumlah bank. Karena itu, kredit konsumsi secara keseluruhan diprediksi akan mengalami peningkatan pertumbuhan di kuartal II.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan kredit konsumer di kisaran 10% untuk triwulan kedua. Proyeksi tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan di kuartal I 2019 yang hanya 8,5%.

General Manager Product Management Division BNI Donny Bima Herjuno mengungkapkan, bulan puasa dan Lebaran memang tidak signifikan dalam mendongkrak semua bisnis konsumsi. Namun, dampaknya ke kartu kredit cukup besar. Itu terlihat dari volume sales yang mengalami kenaikan 16%.

Namun bulan puasa dan lebaran tidak berpengaruh ke penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Tanpa Agunan (BNI Fleksi) . "Walau begitu, kredit konsumsi diproyeksikan tetap tumbuh sekitar …

Analisa Saham WTON, ACES dan ESSA

Analisa Saham WTON, ACES dan ESSA (Baca juga: Pengertian Breakout dalam Trading)
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
June 14, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,273(-0.05%), test resistance at 6,298. Trading  range 6,238 – 6,298. indikator MFI optimized akan menguji support trendline dan indicator RSI  optimized naik terbatas. Sementara pada periode weekly ,indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  masih cenerung naik. Daily resistance terdekat di 6,298 dan support di 6,238. Cut loss level di 6,225.

WTON Weekly  565(+9.71%), trading buy, trading range 530 – 585 . indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Weekly support 530 dan resistance di 585. Cut loss level di 525.

ACES Weekly, 1,800 (+3.75%), trading buy, trading range 1,730 – 1,880. indikator MFI optimized dan W%R optimized masih cenderung naik. Weekly support  di 1,730 sementara itu weekly resistance  di 1,880. Cut loss level di 1,670.

ESSA  Daily , 328 (+7.48%), trading…

Analisa Saham TINS | Saatnya Naik Kah?

Analisa Saham TINS | Saatnya Naik Kah? (Baca juga: Memahami Pola Triangle dalam Trading Saham)
Saham TINS masih bergerak turun di dalam down trend channelnya. Apabila TINS mampu menembus keatas resistance channelnya di level 1240, maka terbuka potensi bagi saham ini untuk berbalik arah dan mulai bergerak menguat. Target penguatan terdekat di 1400, dengan target selanjutnya di level 1525. Indikator teknikal MACD yang mulai bergerak naik, mengindikasikan bahwa saham ini sedang bergerak positif.

Rekomendasi: Buy jika break out dan bertahan diatas level 1240. Batasi resiko apabila kembali bergerak turun dan gagal bertahan di 1150.

Source:
StepTrader

Rekomendasi Saham TemanTrader | 14 Juni 2019

(Baca juga: Memahami Pola Flag dan Pennant dalam Trading)
Penurunan suku bunga dapat memberi dampak positif bagi sektor PROPERTY dan INFRASTRUCTURE yang terkait langsung dengan kebijakan ini. Rendahnya suku bunga dapat mempermudah akses pendanaan pembelian property dan mengurangi beban biaya bunga hutang dari perusahaan yang perlu pembiayaan besar untuk pembangunan infrastruktur. Makanya kemarin dua sektor tersebut kemarin naik +2.08% dan +0.63%

Hari ini index masih tetap terkonsolidasi di area 6250-6334 dan masih dalam kondisi uptrend jangka pendek.  Sehingga tidak perlu terlalu khawatir dengan naik turunnya index selama masih dalam rentang tersebut sampai level 6209-6221

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Kemungkinan Penurunan Suku Bunga Dorong Sektor PROPERTY dan INFRASTRUCTURE Menguat
Potensi Pergerakan Index : 6204 - 6345

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  BJBR CENT LINK MAMI MCAS PGAS RAJA SIMA SWAT      (cross over MA20 kemari…

Analisa Saham ADRO, EXCL dan JPFA

Analisa Saham ADRO, EXCL dan JPFA (Baca juga: Memahami Pola Falling dan Rising Wedge)
1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

Terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham.
Hal ini didukung oleh indikator MACD yang sudah membentuk pola golden cross di area negatif, sementara indikator RSI menunjukkan sinyal positif.

Rekomendasi: Akumulasi beli
Support: Rp 1.250
Resistance: Rp 1.300

Muhammad Nafan Aji, Binaartha Sekuritas

2. PT XL Axiata Tbk (EXCL)

Muncul hammer candle dengan volume perdagangan meningkat namun MA3 dan stochastic death cross dan RSI melemah.

Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 2.790
Resistance: Rp 2.980

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Ada pada tren minor dalam uptrend. Harga ditutup bearish candle dan sudah berada di area everbought serta berhasil ditutup di atas moving average periode 34 hari.

Disamping itu indikator stochastic sudah overbought dan berpotensi dead cross de…

Analisa Saham MAIN, PGAS dan PTBA

Analisa Saham MAIN, PGAS dan PTBA (Baca juga: Saat Tepat untuk Buy On Weakness)
*MAIN, Daily (1135) (RoE: 17.77%; EPS: 166.08; PER: 6.92x; PBV: 1.25x; Beta: 1.52):* Terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area level 1135 – 1165, dengan target harga secara bertahap di level 1120 dan 1080. Resistance: 1180.

*PGAS, Daily (1985) (RoE: 3.47%; PER: 13.06x; EPS: 153.12; PBV: 1.02x; Beta: 1.9):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1980 – 1990, dengan target harga secara bertahap di 2090 dan 2120. Support: 1980 & 1950.

*PTBA, Daily (2840) (RoE: 24.71%; PER: 7.23x; EPS: 395.56; PBV: 1.79x; Beta: 1.93):* Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi…

Analisa Saham ADRO, AUTO dan ITMG

Analisa Saham ADRO, AUTO dan ITMG (Baca juga: Saat Yang Tepat Untuk Sell on Strength)
*ADRO, Daily (1275) (RoE: 10.54%; PER: 6.03x; EPS: 211.32; PBV: 0.64x; Beta: 1.66):* Terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Accumulative Buy” pada level 1260 – 1280, dengan target harga secara bertahap di level 1300 dan 1320. Support: 1250 & 1240.

*AUTO, Daily (1455) (RoE: 5.53%; PER: 10.96x; EPS: 132.80; PBV: 0.61x; Beta: 1.24):* Terlihat beberapa pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1440 – 1460, dengan target harga secara bertahap di level 1485, 1530, 1580, 1705 dan 1830 Support: 1430 & 1390.

*ITMG, Daily (17000) (RoE: 18.01%; PER: 8.27x; EPS: 2056.56; PBV: 1.53x; Beta: 1.59):* Terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area leve…

Analisa Saham PTBA, JPFA, BSDE dan SMGR

Analisa Saham PTBA, JPFA, BSDE dan SMGR (Baca juga: Memahami Strategi Buy on Breakout)
MNC Daily Scope Wave
14 Juni 2019

IHSG ditutup melemah tipis 0,05% ke level 6,273. Selama belum mampu menembus level 6,334, maka IHSG kami perkirakan masih berada dalam wave iv dengan target koreksi berada pada level 6,210-6,150.
Support: 6,150, 6,220
Resistance: 6,330, 6,450

PTBA - Buy on Weakness (2,840)
Posisi PTBA saat ini kami perkirakan sedang membentuk wave 4, dengan target penguatan terdekat pada level 3,050.
Buy on Weakness: 2,800-2,840
Target Price: 2,980, 3,050, 3,270
Stoploss: below 2,700

JPFA - Buy on Weakness (1,605)
Saat ini kami perkirakan JPFA sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave (iii), dan dalam jangka pendek JPFA akan terkoreksi membentuk wave (iv).
Buy on Weakness: 1,460-1,530
Target Price: 1,650, 1,700, 1,750
Stoploss: below 1,405

BSDE - Buy on Weakness (1,400)
BSDE kami perkirakan sudah menyelesaikan wave (iv), dan saat ini BSDE berpotensi menguat kembali untuk membentuk wav…

Analisa Saham SCMA, JSMR dan INTP

Analisa Saham SCMA, JSMR dan INTP (Baca juga: Pengertian Hawkish dan Dovish)
SCMA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.730 kemudian 1.760 dengan support di level 1.655, cut loss jika break 1.630.

JSMR (Buy) : Target kenaikan harga pada level 5.950 kemudian 6.050 dengan support di level 5.725, cut loss jika break 5.600

INTP (Buy) : Target kenaikan harga pada level 20.900 kemudian 21.150 dengan support di level 20.400, cut loss jika break 20.150.

Full report bisa diakses di : ipot

Saham Online di Facebook