Apakah Saham Itu Haram ? Ini Jawabannya

Apakah Saham itu Haram atau Halal?

Hukum Saham dalam Islam menjadi topik yang hangat dibicarakan. Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah Apakah Trading Saham Halal ? Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang masih beranggapan kalau saham itu barang haram. Anggapan ini menyebabkan mereka menjauhi saham. Mereka berkeyakinan saham tak layak dinikmati, meski saham yang dimaksud telah masuk dalam indeks saham syariah.

Mereka yang berpandangan bahwa saham itu haram berpendapat bahwa unsur  gharar  dan  jahalah  masih ada dalam transaksi pasar modal, kendati saham yang dimaksud sebenarnya sudah diberi label syariah.  Gharar  berarti pertaruhan, sedangkan  jahalah  berarti ketidakpastian.

Mereka yang berpandangan haram menilai bahwa membeli saham itu sama saja membeli pertaruhan dan ketidakpastian. Alasan yang kerap dikemukakan yakni nilainya yang fluktuatif. Mereka yang membeli bisa untung dan bisa rugi, tatkala saham itu dijual kembali.

Saham Syariah


Masyarakat belum paham betul kalau saham syariah yang ada di pasar modal sejatinya sudah sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Islam. Saham syariah mengedepankan nilai-nilai Islami karena saham syariah itu pada dasarnya efek berbasis ekuitas yang memenuhi prinsip syariah, yakni halal, tidak mengandung  mudharat  hingga tidak ada unsur riba.

Secara gamblang ada 4 alasan mengapa saham itu bukan barang haram dengan rujukan utama pada prinsip-prinsip Islam di dalam pasar modal, yakni hukum (syariah) Islam yang terdiri atas Alquran, sunah dan hadis,  ijma  dan  qiyas .

Adapun prinsip-prinsip dasar Islam di pasar modal yakni pelarangan riba,  gharar , judi ( maysir ), dan pelarangan barang yang tidak halal. Berikut ini penjelasannya secara lebih rinci seperti dielaborasi Irwan Abdalloh dalam bukunya "Pasar Modal Syariah":

1. Pelarangan Riba

Secara harfiah riba diartikan sebagai kelebihan ( excess ), tambahan ( addition ), kenaikan ( increase ), dan pertumbuhan ( growth ). Dalam konteks pasar modal, riba adalah suatu tambahan transaksi dalam efek yang ditetapkan atau diperjanjikan di depan dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari transaksi tersebut. Dalam konteks pasar modal syariah, ada dua jenis transaksi yang menjadi sumber riba, yakni transaksi utang-piutang (pinjam-meminjam) dan transaksi jual-beli.
Adapun definisi riba yang digunakan di pasar modal syariah Indonesia adalah definisi yang tertuang dalaam DSN-MUI, yakni tambahan yang diberikan dalam pertukaran barang-barang ribawi ( al-amwal al-ribawiyah ) dan tambahan yang diberikan atas pokok utang dengan imbalan penangguhan pembayaran secara mutlak. Dengan definisi ini, saham dipastikan bebas dari riba.

2. Pelarangan Gharar

 Gharar  dapat diartikan sebagai penipuan ( khid'ah ) atau ketidakjelasan atau ketidakpastian ( jahalah ). Dengan begitu  gharar  dapat diartikan sebagai ketidakpastian, ketidakjelasan atau ambiguitas. Fatwa DSN-MUI N0.80 menegaskan  gharar  adalah ketidakpastian dalam suatu akad, baik mengenai kualitas, kuantitas, dan waktu penyerahan objek akad. Dengan demikian dipastikan bahwa saham syariah itu tidak bersinggungan sama sekali dengan  gharar .

3. Pelarangan Maisir dan Qimar

Judi permainan ( maisir ) dan judi taruhan ( qimar ) mendapat tekanan khusus dalam pasar modal syariah. Secara harfiah  maisir  diartikan sebagai untung-untungan, manipulasi atau penipuan. Dalam konteks transaksi  muamalah maisir  diartikan sebagai judi yang berbentuk permainan, sedangkan  qimar  itu judi yang berbentuk taruhan. Berdasarkan pada definisi ini investasi di pasar modal syariah jauh dari praktik judi baik  maisir  atau  qimar .

4. Kehalalan Barang

Kehalalan barang atau jasa itu sangat penting dalam pandangan Islam. Halal sama artinya tidak haram. Sesuatu yang haram biasanya karena barang atau jasa tersebut memang diharamkan ( haram Li-dzatihi ), seperti riba, babi, hal yang memabukkan, bangkai binatang (selain ikan dan sebagainya). Sesuatu yang haram juga karena barang atau jasa itu bukan zatnya ( haram Li-ghairihi ) dan karena barang atau jasa itu memberikan dampak negatif ( mudharat ). Dengan demikian, saham syariah jauh dari hal-hal dan kegiatan yang sifatnya haram.

Sumber:

BDMN | BANK DANAMON RAIH LABA Rp1,91 TRILIUN HINGGA JUNI


IQPlus, (26/07) - PT Bank Danamon Tbk (BDMN) meraih laba bersih periode berjalan sebesar Rp1,91 triliun hingga periode 30 Juni 2019 turun dari laba bersih Rp2,09 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan bunga bersih turun menjadi Rp7,10 triliun dari Rp7,22 triliun dan laba operasional turun menjadi Rp2,25 triliun dari laba operasional tahun sebelumnya yang Rp2,56 triliun.

Sementara laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp2,23 triliun turun dari laba sebelum pajak penghasilan tahun sebelumnya yang Rp2,57 triliun. Total aset perseroan hingga 30 Juni 2019 mencapai Rp198,59 trilium naik dari total aset Rp186,76 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

DMAS | PENDAPATAN DAN LABA PURADELTA LESTASI MELONJAK HINGGA JUNI


IQPlus, (26/7) - PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS), pengembang kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas, mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp985 miliar dan laba bersih sebesar Rp626 miliar di semester pertama tahun 2019. Pendapatan usaha tersebut setara dengan empat kali pendapatan usaha Perseroan di semester pertama tahun 2018 sebesar Rp247 miliar atau meningkat sekitar 299,2%. Adapun laba bersih Perseroan meningkat sebesar 567,2% dibandingkan laba bersih Perseroan di semester pertama tahun sebelumnya sebesar Rp94 miliar.

Dari pendapatan usaha tersebut, segmen komersial memberikan kontribusi terbesar dengan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp598 miliar atau memberikan 60,6% kontribusi, sedangkan segmen industri menyumbang pendapatan usaha sebesar Rp374 miliar atau memberikan38,0% kontribusi. Adapun sekitar 1,4% pendapatan usaha disumbangkan dari segmen hunian, rental, dan hotel.

Tondy Suwanto, Direktur Independen Perseroan, menjelaskan bahwa kenaikan signifikan pendapatan usaha ini terutama berasal dari raihan marketing sales Perseroan di semester pertama tahun 2019. "Permintaan akan lahan di Kota Deltamas memang telah meningkat dari akhir tahun lalu, yang kemudian dapat kami konversikan sebagai penjualan", ujar Tondy.

"Bahkan, hingga saat ini, masih ada sekitar 150 hektar permintaan lahan industri di Kota Deltamas", tambahnya.

Laba kotor Perseroan tumbuh sebesar 391,6% menjadi Rp656 miliar dibandingkan laba kotor semester pertama tahun 2018 sebesar Rp133 miliar. Marjin laba kotor tercatat sebesar 66,6%, atau lebih tinggi dibandingkan marjin laba kotor di periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 54,1%. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kontribusi dari segmen komersial yang menghasilkan marjin laba kotor yang lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya, yaitu di atas 70%, dan meningkatnya marjin laba kotor dari segmen industri dari 52,0% menjadi 55,6%.

Laba usaha Perseroan tumbuh sebesar 896,6% menjadi Rp572 miliar dibandingkan semester pertama tahun 2018 sebesar Rp57 miliar. Marjin laba usaha tercatat sebesar 58,1%, lebih tinggi dibandingkan marjin laba usaha di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 23,3%. Hal ini terutama disebabkan pertumbuhan beban usaha yang hanya sebesar 10,2%, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan usaha.

Lababersih Perseroan meningkat sebesar 567,2% menjadi Rp 626 miliar dibandingkan laba bersih Perseroan di semester pertama tahun sebelumnya sebesar Rp94 miliar. Marjin laba bersih Perseroan meningkat menjadi 63,5% dari 38,0% di semester pertama tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya marjin laba kotor dan marjin laba usaha.

Posisi kas Perseroan meningkat sebesar 20,3% menjadi Rp896 miliar dari posisi kas per 30 Juni 2018 sebesar Rp745 miliar. "Posisi kas tersebut adalah posisi kas yang tercatat setelah kami membagikandividen", ujar Tondy Suwanto.

Sebelumnya, pada bulan Mei 2019, DMAS telah membagikan dividen tunai sebesar Rp1,01 triliun kepada para pemegang sahamnya.

Adapun jumlah aset Perseroan per 30Juni 2019 tercatat sebesar Rp7,46 triliun, sedikit menurun dibandingkan jumlah aset per 31 Desember 2018sebesar Rp7,50 triliun. Menurunnya aset Perseroan terutama dikarenakan oleh menurunnya persediaan. Adapun jumlah liabilitas Perseroan per 30 Juni 2019 tercatat sebesar Rp663 miliar, meningkat dibandingkan jumlah liabilitas per 31 Desember 2018 sebesar Rp312 miliar. Meningkatnya liabilitas Perseroan terutama disebabkan oleh meningkatnya uang muka penjualan. (end/as)

BBRI | BRI AKAN TAMBAH ARMADA LAYANAN TERAS KAPAL


IQPlus, (26/07) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan menambah kapal untuk layanan Teras Kapal BRI Bahtera Seva pada tahun ini yang salah satunya akan ditempatkan di Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur Utama BRI Suprajarto dalam kunjungan dua harinya ke wilayah operasi Bahtera Seva 2 di Labuan Bajo, Jumat, mengatakan saat ini ada tiga kapal Bahtera Seva yang masing-masing beroperasi di Kepulauan Seribu, Halmahera, dan Labuan Bajo.

Dia mengatakan dari tiga kapal yang beroperasi saat ini, hanya dua yang milik perseroan. Sedangkan satu lainnya yang beroperasi di Halmahera merupakan kapal sewa.

Ia menjelaskan BRI telah memesan dua kapal dari sebuah BUMN pembuat kapal. Satu kapal bank terapung itu nanti akan menggantikan kapal sewa itu, sementara yang satu lagi akan beroperasi di Kepulauan Anambas, Riau.

"Nanti pas hari ulang tahun BRI pada Desember akan kita luncurkan penggunaan kapal baru itu," katanya.

Dikatakannya, investasi untuk satu kapal tersebut sekitar Rp21 miliar.

Menurut dia, sejak layanan tersebut diluncurkan pertama kali pada 2015, BRI belum balik modal karena biaya operasional kapal tersebut cukup tinggi.

Namun, katanya, BRI tetap melanjutkan layanan tersebut karena membantu pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat kepulauan. Apalagi potensinya juga cukup besar.(end)

WSKT | WASKITA KARYA ALOKASIKAN Rp20 MILIAR DANA TANGGUNGJAWAB SOSIAL


IQPlus, (26/07) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai salah satu badan usaha milik Negara (BUMN) mengalokasikan dana tanggungjawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) sekitar Rp20 miliar setiap tahunnya.

"Tahun 2018 kita salurkan sekitar Rp20 miliar dan tahun 2019 juga seperti angka tersebut,"kata Director of Human Capital Management PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Hadjar Seti Adji seusai memberikan motivasi di Seminar Kebangsaan untuk 360 siswa se DKI Jakarta di aula Ahmad Yani, Kodam Jaya, Jakarta, Kamis.

Hadjar menjelaskan penyaluran dana sosial tersebut, tidak sekadar mempunyai program dan menyalurkan dana saja, tetapi pihaknya juga melihat perkembangan situasi terkait program apa yang akan dilaksanakan.

Hadjar menyontohkan di beberapa daerah mereka tidak hanya membantu menyalurkan dana saja, tetapi melakukan peningkatan kapasitas untuk peningkatan taraf hidup para penerima bantuan sosial.

"Kita tidak berikan ikan, tetapi kita berikan mereka kail,"kata Hadjar.

Selain itu, kata dia, pihaknya terus memantau perkembangan terkait isu-isu terkini, di antaranya informasi bohong (hoaks) yang terus berkembang pesat saat ini, hingga berimbas kepada genersai muda.

"Kita bekerja sama dengan Kodam Jaya untuk memberikan peningkatan diri dan kapasitas bagian generasi muda, agar mereka dapat menangkal hal-hal negatif itu,"kata Hadjar.(enend)

GJTL | GAJAH TUNGGAL RAIH LABA Rp163,76 MILIAR HINGGA JUNI


IQPlus, (26/07) - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp163,76 miliar hingga periode 30 Juni 2019 usai menderita rugi Rp93,88 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, penjualan bersih meningkat menjadi Rp7,66 triliun dari penjualan bersih Rp7,18 triliun dan laba kotor naik menjadi Rp1,28 triliun dari laba kotor Rp1,23 triliun tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp160,95 miliar usai mencatat rugi sebelum pajak tahun sebelumnya sebesar Rp97,58 miliar. Sementara total aset perseroan mencapai Rp19,30 triliun hingga 30 Juni 2019 turun dari Rp19,71 triliun hingga periode 31 Desember 2018. (end)

Analisa Saham BSDE, CPIN dan BMRI

Analisa Saham BSDE, CPIN dan BMRI


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
July 26, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,401.37(+0.26%), consolidation, trading range 6,373 – 6,429. Indikator MFI optimized cenderung naikdan indikator W%R  optimized akan menguji support trendline. Sementara pada periode weekly indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  Daily support masih cenderung turun. Support di 6,373 dan resistance di 6,429. Cut loss level di 6,362.

BSDE Daily, 1,400 (-0.71%),buy on weakness, trading range 1,380 – 1,430. Indikator MFI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung turun namun terbatas. Daily support 1,380  dan resistance di 1,430. Cut loss level di  1,360.

CPIN Daily, 5,325 (+1.91%), buy on weakness, trading range 5,100– 5,500. indikator MFI optimized yang masih cenderung bergerak turun dan W%R optimized cenderung naik. Daily  support  di 5,100 sementara itu daily resistance  di 5,500. Cut loss level di 5,000.

BMRI Daily , 7,800 (+1.30%), buy on weakness, trading range 7,675 – 7,900. Indikator MFI optimized  mulai bergerak naik dan indkator W%R optimized akan menguji support trendline. Perkiraan daily support di 7,675 dan daily resistance di 7,900. Cut loss level di 7,650.

Analisa Saham ISAT dan PTSN

Analisa Saham ISAT dan PTSN


PT Indosat Tbk (ISAT)

Pada perdagangan Kamis (25/7) ditutup pada level Rp 3.040 atau menguat Rp 310. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 3.100

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN)

Pada perdagangan Kamis (25/7) ditutup pada level Rp 510 atau menguat Rp 40. Secara teknikal, candle terbentuk long white marubozu mengindikasikan bullish. Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 595

Profindo Sekuritas Indonesia, Dimas W. P. Pratama

Analisa Saham PTBA dan TINS

Analisa Saham PTBA dan TINS

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

Daily (Rp2.790) (RoE: 24,71%; PER: 7,43x; EPS: 395,56; PBV: 1,84x; Beta: 1,92). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish doji star candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.760-2.790, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.850, 2.900 dan 3.100. Support: Rp2.700.

PT Timah Tbk (TINS)

Daily (Rp1.045) (RoE: 8,15%; PER: 14,48x; EPS: 71,81; PBV: 1,19x; Beta: 1,51). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  upward bar  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.040-1.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.095, 1.125, 1.240, 1.360 dan 1.475. Support: Rp1.005.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Rekomendasi Saham Tetra TemanTrader | 26 Juli 2019


Walaupun index kemarin kembali diatas MA20 namun adanya bentukan upper shadow yang gagal tembus area garis EMA7 menandakan dalam jangka pendek tekanan jual masih akan tinggi sehingga index bisa sideways.

 Perdagangan jelang akhir pekan ini akan membuat index selama sepekan masih bergerak di area 6375 -6456 seperti halnya candle di pekan lalu.

Beberapa sektor yang dapat diperhatikan hari ini dalam watchlist BASIC-IND (reject support EMA7)  AGRI (naiknya CPO dan masuk kembali ke area EMA7, namun masih dibawah MA20), INFRASTRUCTURE (kemarin tech rebuound masuk area lower bolinger kembali), MISC-IND (naiknya ASII dorong sektor ini kembali diatas EMA7 MA20), PROPERTY (menunggu breakout area resisten 501), dan TRADE (kembali masuk EMA7 dan lanjutkan uptrend). Perhatikan heavy weight dari saham saham sektor tersebut.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  :  Masuk Kembali Area MA20 6400, Index Masih Dalam Rentang Sideways Mingguan 6375 - 6456
Potensi Pergerakan Index : 6375 - 6456

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following : ASII BBRI BEST BJTM BNLI CPIN INDF KLBF MAPI NUSA SSMS TMAS WOOD     (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  NUSA ISAT BEEF PTSN DMAS JSKY HOKI BTEK BEST HOME MIKA LAND SSMS SSIA JPFA TCPI MAPI EXCL ERAA TMAS CTRA      (hanya berlaku hari ini)

by Tetra X Change

Analisa Saham TKIM dan TINS

Analisa Saham TKIM dan TINS


TKIM

TKIM berkonsolidasi sehat pasca mengalami rally yang signifikan dan ini adalah hal yang positif. Kemampuan TKIM bertahan di atas level 11800 menjadi hal yang positif karena menjadikan saham ini membentuk higher low. Jika Saham ini mampu mengakhiri konsolidasinya dengan menembus resisten 12550 – 12925, terbuka ruang kenaikan bagi saham ini untuk kembali ke level all time high di 18450 dengan minor target 16000 dan 14475. MACD yang masih menurun mengindikasikan saham ini masih akan melanjutkan konsolidasi untuk beberapa waktu kedepan.
Rekomendasi: Speculative Buy jika break 13300. Stoploss level 11825.

by Galeri Saham 

TINS

Saham TINS masih bergerak dalam tren turun dan tertahan di area support psikologis 1000. Selama tidak bergerak melemah ke bawah support tersebut, terbuka peluang bagi saham ini untuk rebound ke area resistance 1090-1130. Apabila nantinya TINS dapat mempertahankan reboundnya dan bergerak naik melewati 1130, maka saham ini akan mengahiri penurunannya dan mulai bergerak menguat. Target penguatan terdekat di 1210, dengan target selanjutnya di level 1330. Indikator teknikal MACD bergerak mendatar di bawah centreline, mengindikasikan bahwa saham ini sedang berkonsolidasi dalam tren turun.
Rekomendasi: Spekulasi buy, dengan batasan resiko apabila gagal bertahan di 1000.

by Step Trader 

Analisa Saham MAPI dan ISAT

Analisa Saham MAPI dan ISAT


PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

Pada perdagangan Kamis (25/7) ditutup pada level Rp 960 atau menguat Rp 20. Secara teknikal, pola terbentuk triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 995

PT Indosat Tbk (ISAT)

Pada perdagangan Kamis (25/7) ditutup pada level Rp 3.040 atau menguat Rp 310. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic golden cross dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 3.100

Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama

Analisa Saham BSDE dan PGAS

Analisa Saham BSDE dan PGAS


PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Daily (Rp1.400) (RoE: 7,83%; PER: 11,37x; EPS: 128,80; PBV: 0,89x; Beta: 1,62). Terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.390-1.410, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.420, 1.500, 1.690 dan 1.880. Support: Rp1.355.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Daily (Rp2.000) (RoE: 7,79%; PER: 13,65x; EPS: 153,12; PBV: 1,06x; Beta: 1,9). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.970-2.000, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.020, 2.120, 2.220 dan 2.320. Support: Rp1.970 dan 1.925.
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham SSIA dan BEEF

Analisa Saham SSIA dan BEEF


PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)

Pada perdagangan Kamis (25/7) ditutup pada level Rp 850 atau menguat Rp 40. Secara teknikal, pola terbentuk break out rising wedge mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.
Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 865

PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF)

Pada perdagangan Kamis (25/7) ditutup pada level Rp 308 atau menguat Rp 30. Secara teknikal, pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.

Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 350 dan stop loss kurang dari Rp 300

Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama

Analisa Saham ADRO dan BIRD

Analisa Saham ADRO dan BIRD 


1. PT Adaro Energy Tbk (ADRO),

Daily (Rp1.250) (RoE: 10,54%; PER: 6,76x; EPS: 211,32; PBV: 0,67x; Beta: 1,71). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.240-1.260, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.285, 1.315, 1.360, 1.460 dan 1.560. Support: Rp1.235 dan 1.205.

2. PT Blue Bird Tbk (BIRD),

Daily (Rp2.820) (RoE: 6,54%; PER: 20,49x; EPS: 142,00; PBV: 1,34x; Beta: 0,54). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat  tweezer bottom candlestick pattern  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp2.800-2.830, dengan target harga secara bertahap di level Rp2.870, 2.910 dan 2.960. Support: Rp2.800 dan 2.780.
PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham SMRA, WEGE, WSBP dan MNCN

Analisa Saham SMRA, WEGE, WSBP dan MNCN


1. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), 

dengan target  profit taking  di kisaran Rp1.390-1.490-1.590, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.240 dan Rp1.210, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp1.160.

2. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), 

dengan target  profit taking  di kisaran Rp358-368, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp334 dan Rp330, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp326.

3. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), 

dengan target  profit taking  di kisaran Rp405-425-445-465, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp380 dan Rp370, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp360.

4. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), 

dengan target  profit taking  di kisaran Rp1.510-1.610, memiliki duabarah masuk pembelian di level Rp1.380 dan Rp1.350, disarankan  cut-loss  pada posisi Rp1.290.
PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko