BUMI | Bayar Cicilan Utang, Bumi Resources Siapkan US$ 50 Juta


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JAKARTA. Agenda rutin PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk mencicil pelunasan utang terus berlanjut. Perusahaan tambang ini akan membayar kembali cicilan utangnya pada bulan depan.

Nilai cicilan yang akan dibayarkan pada Juli nanti mencapai US$ 50 juta. Sebelumnya, BUMI telah mencicil utang sebesar US$ 19,85 juta pada April lalu.

Cicilan tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi utang yang telah dimulai awal tahun lalu. Setelah itu, cicilannya dibayar setiap tiga bulan. "Pembayaran baik untuk bunga dan pokok," ujar Direktur Keuangan BUMI, Andrew C. Beckham, Selasa (18/6).

Namun, nilai US$ 50 juta tersebut merupakan estimasi optimistis. Estimasi konservatifnya sekitar US$ 40 juta-US$ 42 juta. Nilai pembayaran utang yang akan dieksekusi bergantung hasil penjualan batubara perusahaan ini.

Induk usaha Kaltim Prima Coal (KPC) ini menargetkan penjualan batubara sebanyak 42 juta ton di semester pertama tahun ini. Saat ini, duit untuk cicilan utang masih berasal dari KPC.

Selepas semester pertama nanti, BUMI baru akan mendapat tambahan dana dari anak usaha lainnya, PT Arutmin Indonesia. "Pokoknya pedoman kami hingga 2020 bisa membayar utang dengan total nilai mencapai US$ 200 juta-250 juta," imbuh Andrew. Ini dengan asumsi harga batubara stabil di level US$ 80 per ton.

Andrew menuturkan, penurunan harga batubara, ditambah lagi rencana pembatasan impor batubara oleh China, tak menjadi masalah untuk rutinitas BUMI mencicil utang. Sebab, BUMI masih memiliki opsi membayar pokok pinjaman menggunakan kelebihan cash hasil operasi atawa cash sweep.

Andrew menambahkan, kebijakan pembatasan impor juga hanya merupakan kebijakan sementara akibat perang dagang. "Jika perang dagang berakhir, semuanya akan kembali normal dan harga batubara juga akan pulih lagi," ucap Andrew.

BUMI membidik penjualan sekitar US$ 5 miliar tahun ini, dengan berencana meningkatkan penjualan batubara hingga 94 juta ton. Sebanyak 62 juta ton di antaranya dari KPC dan 32 juta dari PT Arutmin Indonesia.

Makro | Pelaku Pasar Menanti Penilaian Fitch dan Moody's


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) menaikkan peringkat utang Indonesia memberikan angin segar bagi pasar modal. Namun, efeknya cuma terasa jelas di pasar surat utang atau obligasi.

Ini terlihat dari aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi. Di dua bulan terakhir, kepemilikan asing atas surat utang negara (SUN) dan surat berharga syariah negara (SBSN) cuma Rp 2,12 triliun. Tapi, sejak pengumuman S&P akhir Mei lalu, kepemilikan asing di instrumen tersebut mencapai Rp 5,59 triliun.

Di pasar saham, investor asing masih waspada. Alih-alih mencetak beli bersih alias net buy, investor asing masih cenderung melakukan jual bersih (net sell) dengan nilai mencapai Rp 8,03 triliun dua bulan terakhir. Transaksi asing di pasar saham ini tidak memperhitungkan transaksi tutup sendiri atawa crossing saham yang terjadi.

Kepala Riset Fixed Income Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan, investor asing cenderung bertahan di pasar obligasi. "Karena jika dibanding dengan negara emerging market lainnya, yield Indonesia masih atraktif," ujar dia, Senin (17/6).

Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Edward P. Lubis menilai, yield jadi pemicu masuknya dana asing ke instrumen surat utang. "Kami tidak melihat ada outflow asing, bahkan dengan rating upgrade kelihatannya masih akan ada tambahan aliran dana masuk ke depannya," imbuh dia.

Instrumen surat utang boleh jadi favorit investor asing. Namun, sejauh ini, aliran dana asing yang masuk ke instrumen ini dinilai masih kurang signifikan.

Menurut Edward, ini terjadi lantaran investor asing sudah mencicil masuk ke pasar keuangan sejak beberapa waktu yang lalu. Selain itu, mereka juga masih wait and see terkait kondisi perang dagang dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Inflow-nya konservatif melihat fundamental Indonesia saat ini. Harapannya bisa tumbuh lebih baik dari tahun lalu," jelas Edward.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengakui hasil pemeringkat S&P cukup bagus. Namun pelaku pasar juga menunggu hasil penilaian Fitch dan Moody's.

Alhasil, aliran masuk dana asing belum akan terlalu signifikan. Aliran bakal lebih lancar jika ada pemangkasan suku bunga The Fed.

"Pendorong utama untuk pertumbuhan tahun ini adalah penurunan tingkat suku bunga The Fed. Memang pelaku pasar mengharapkan bunga segera turun, tapi dalam kondisi normal seharusnya akhir tahun sudah cukup," jelas Rudiyanto.

Dia menambahkan, kalau pun The Fed batal memangkas suku bunganya tahun ini, minimal pasar menantikan kejelasan dari rencana pelonggaran moneter. Ia menilai, untuk terus mendorong dana asing masuk, pemerintah perlu mencari cara menekan defisit transaksi berjalan (CAD) pada kisaran 2,5% hingga 3%.

"Kalau melebihi -3% dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif dan menjadi risiko," tandas Rudi.

TMPO | Tahun Depan Anak Usaha Tempo (TMPO) Masuk Bursa


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) berencana membawa anak usahanya, Tempo.co, masuk bursa saham paling lambat pada Maret 2020. Saat ini, Tempo Inti Media menyiapkan kelengkapan dokumen dan persyaratan untuk kelancaran initial public offering (IPO) tersebut.

Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk, Toriq Hadad, menjelaskan Tempo.co merupakan anak perusahaan yang terpisah dari induk, sehingga mereka dapat menggelar aksi korporasi sendiri tanpa bergantung kepada induk usaha.

"Tahun depan, kami berencana menggelar IPO. Kami mengharapkan bisa menembus Rp 1 triliun atau paling tidak bisa mendapatkan Rp 200 miliar," kata dia, kemarin.

Tempo.co juga menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak. Misalnya, Paytren Management menanamkan investasi senilai Rp 600 miliar dan pihak lain sebesar Rp 200 miliar. Nilai total Rp 800 miliar merupakan langkah awal bagi Tempo.co untuk melancarkan IPO di tahun depan.

Dalam aksi korporasi tersebut, Tempo.co akan menawarkan 20% saham ke publik. Kelak, mereka berharap pergerakan sahamnya aktif di pasar modal. "Kami juga tidak menetapkan harga penawaran yang mahal. Kami masih melakukan valuasi dan mempertimbangkan kondisi pasar," jelas Toriq.

Fokus di digital

Tahun ini, Tempo memang fokus pada pengembangan produk digital perusahaan. Proses transisi yang telah berlangsung sejak tahun 2017 ini diikuti kinerja Tempo.co dan produk digital yang melesat 96% sepanjang tahun lalu.

Di masa mendatang, manajemen Tempo Inti Media akan terus mengembangkan anak-anak usaha yang berbasis digital. Meski demikian, pemilik Majalah Tempo ini menyadari bahwa permintaan media cetak masih cukup besar. "Misalnya Majalah Tempo yang pada dua edisi kemarin, yakni Tim Mawar dan Rusuh Sarinah, mendapatkan sirkulasi cukup tinggi dan tambahan mencetak 11.000 eksemplar. Hal seperti itu akan disesuaikan," ungkap Toriq.

Sebagai strategi memperkuat lini bisnis digital, Tempo.co telah mengakuisisi PT Rombak Pola Pikir dengan produk Kok Bisa? di Youtube. Kemudian portal Telesuri.id dan Ziliun.id. Ketiga kanal tersebut menyasar pasar milenial.

Tempo.co juga berinvestasi di Foodizz.id yang menyajikan medium edukasi pengusaha kuliner. Aksi korporasi tersebut menambah valuasi Tempo.co sebesar Rp 550 miliar, meningkat 51,6% dari posisi 2017. Sementara pada tahun ini, Tempo.co mencapai nilai valuasi Rp 616 miliar pasca mengakuisisi PT Rombak Pola Pikir. "Dunia digital tidak instan dan butuh investasi cukup panjang. Ini merupakan cara kami untuk terus bisa survive," ujar Toriq.

MDKA | Merdeka Copper Keduk Emas Lebih Banyak Tahun Ini


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bakal menggenjot volume produksi di sepanjang tahun ini. Emiten yang punya konsesi tambang di Banyuwangi, Jawa Timur dan Gorontalo, itu memproyeksikan produksi emas sebanyak 180.000 ounces (oz) hingga 200.000 oz. Target itu meningkat 7,46%-19,40% dibandingkan realisasi produksi 2018 sebanyak 167.506 oz.

Sekretaris Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, Adi Adriansyah Sjoekri, menyebutkan, melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (BSI) yang mengoperasikan tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, MDKA berhasil memproduksi emas dan perak masing-masing sebesar 46.515 oz dan 63.977 oz.

MDKA juga mengoperasikan tambang tembaga melalui PT Batutua Tembaga Raya (BTR) di Wetar, Maluku Barat, mulai tahun lalu. Hingga kuartal pertama tahun ini, Merdeka Copper telah mengeduk tembaga seberat 4.616 ton dari total target 21.000 ton. Sedangkan realisasi produksi tembaga pada tahun lalu mencapai 17.017 ton.

Adi menjelaskan, pada tahun ini manajemen MDKA akan mengoptimalkan produksi emas dan mineral melalui anak perusahaan. Ada beberapa agenda yang bakal dijalankan, salah satunya menggelar eksplorasi di tiga lokasi yakni proyek tambang emas dan perak Tujuh Bukit di Jawa Timur, tambang tembaga Pulau Wetar di Maluku Barat, serta tambang emas Pani, Gorontalo.

Di proyek tambang Tujuh Bukit, MDKA berencana meningkatkan produksi pada lapisan oksida dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton bijih yang diremukkan, ditumpuk dan ditempatkan untuk irigasi. Total kebutuhan dana untuk proyek ini US$ 41 juta.

Untuk mendukung rencana tersebut, MDKA juga mengerek kapasitas heap leach pad dari 36 juta ton menjadi 56 juta ton. Target ini diharapkan rampung pada tahun ini.

Selain proyek Tambang Tujuh Bukit, MDKA menggenjot produksi tambang Pani di Gorontalo. Mereka optimistis tambang ini mampu memberikan dampak positif bagi keberlangsungan operasional dan produktivitas MDKA .

Merdeka Copper telah mengakuisisi saham di proyek tambang Pani senilai 68,93% saham. "Tahun ini kami fokus memperkuat bisnis pertambangan dan penjualan emas, serta tembaga dengan mengoptimalkan potensi sumber daya mineral dari masing-masing anak usaha," kata Adi.

Untuk proyek tembaga Wetar, manajemen Merdeka Copper sedang mengembangkan Pit Lerokis, yang berjarak sekitar 14 km dari tempat pelindian milik mereka. Nantinya, Lerokis akan menjadi tambang terbuka kedua di proyek tembaga Wetar dan ditargetkan bisa memulai produksi secara komersial pada tahun ini. Cadangan tembaga yang ada di tambang Wetar mencapai 93.000 ton.

Secara keseluruhan, Merdeka Copper akan melakukan eksplorasi seluas 12.000 ha. Saat ini, manajemen masih menunggu perizinan untuk aktivitas eksplorasi itu.

Capex US$ 160 juta

Tahun ini MDKA mengalokasikan belanja modal US$ 160 juta. Sumber dana belanja modal tersebut berasal dari kombinasi kas internal dan pinjaman bank.

Adi menyatakan mereka akan menggunakan belanja modal untuk mengoptimalkan operasional tambang. Sampai kuartal I 2019 sudah terserap US$ 34 juta, ungkap dia, kemarin.

Alokasi belanja modal pada kuartal pertama tahun ini digunakan untuk mengembangkan Tambang Tujuh Bukit serta tambang Tembaga di Pulai Wetar. Pada tahun ini MDKA juga bakal melakukan eksplorasi, yang saat ini masih menunggu izin. Adi memperkirakan biaya pengeboran di satu wilayah bisa menelan dana US$ 1 juta hingga US$ 2 juta. MDKA memproyeksikan proses eksplorasi bakal rampung selama enam bulan, terhitung setelah mendapatkan izin.

Pada awal tahun ini, Merdeka Copper sudah mengantongi pinjaman bank sebesar US$ 75 juta. Hingga kuartal pertama tahun ini, Merdeka Copper membukukan pendapatan sebesar US$ 91,70 juta, tumbuh 27,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$ 71,88 juta.

HOKI | Prospek Cerah, Ini Rekomendasi untuk Saham Buyung Poetra Sembada (HOKI)


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi mengejar kinerja positif, PT Buyung Poetra Sembada Tbk rajin melakukan ekspansi di tahun ini. Para analis memprediksi saham perusahaan berkode saham HOKI ini bakal mentereng.

Salah satu ekspansi HOKI tahun ini adalah menjalin kerjasama co-branding dengan gerai Alfamart di Sumatra. Nantinya, beras milik Buyung Poetra akan didistribusikan di Sumatra dengan branding kemasan dari Alfamart.

Hal ini semakin mengukuhkan posisi Buyung Poetra sebagai produsen beras premium yang menargetkan segmen atas. Analis RHB Sekuritas Michael Wilson Setjoadi mengatakan, dengan adanya perjanjian dengan Alfamart ini, volume penjualan perusahaan barang konsumsi ini bakal bertambah. Otomatis, hal ini bakal mengerek pendapatan Buyung Poetra di tahun ini.

Memang, satu-satunya cara bagi Buyung Poetra untuk mengerek naik pendapatan adalah dengan mendorong volume penjualan. Maklum, perusahaan beras tidak bisa sembarangan menaikkan harga jual.

Pemerintah sudah mengatur harga jugal beras melalui melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 57 Tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk beras kualitas premium, harganya maksimal di kisaran Rp 12.800-Rp 13.600 per kilogram, tergantung wilayah. "Secara harga sama saja tidak ada untung rugi," jelas Michael, Selasa (18/6).

Analis Mirae Sekuritas Andy Wibowo Gunawan menambahkan, volume penjualan Buyung Poetra sudah terlihat meningkat. Buktinya, di kuartal I-2019, volume penjualan HOKI mencapai 36.994 ton. Angka ini naik 7,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, average selling price (ASP) beras campuran HOKI turun 2,2% menjadi Rp 10.607 per kilogram sepanjang periode Januari-Maret 2019. "Ini akibat dari regulasi HET," tulis Andy dalam risetnya.

Tetapi Andy tetap optimistis kinerja Buyung Poetra di tahun ini bisa tumbuh. Mengingat, perusahaan ini merupakan pemain utama di bisnis beras kelas premium.

Selain menjalin kerjasama distribusi, HOKI melebarkan sayapnya dengan membangun pabrik baru di Pelembang, Sumatra Selatan. Kapasitas pabrik anyar tersebut mencapai 40 ton per jam.

Target penyelesaian pabrik ini dibagi dalam dua tahap. Untuk tahap pertama, sebesar 20 ton per jam, dijadwalkan selesai tahun depan. Sementara sisanya, diproyeksikan selesai pada 2021. Tahun ini, kapasitas produksi HOKI mencapai 55 ton per jam.

Analis Trimegah Sekuritas Christy Halim menambahkan, peningkatan kapasitas tersebut dapat mengurangi jam lembur. Tambahan kapasitas juga menjadi cadangan untuk mengantisipasi permintaan beras kemasan tahun ini.

Dalam risetnya, Christy memprediksi pendapatan HOKI tahun ini bisa tumbuh 18,3% jadi Rp 1,69 triliun dan laba bersih naik jadi Rp 108 miliar. Ia merekomendasikan beli HOKI dengan target Rp 900 per saham. Michael dan Andy juga menyarankan beli dengan target harga masing-masing di Rp 1.000 per saham dan Rp 1.070 per saham.

SRIL | Demi Mengurangi Utang, Sritex (SRIL) Memangkas Porsi Dividen


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex tengah berupaya menjaga kesehatan kinerja keuangannya. Salah satu caranya, emiten ini memutuskan mengurangi porsi pembagian dividen demi menambah likuiditas perusahaan.

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) kemarin menyepakati pembagian dividen tahun buku 2018 sebesar Rp 61,35 miliar. Nilai ini turun 62% dibanding tahun buku 2017, Rp 163,6 miliar. Padahal, laba bersih SRIL tahun lalu naik 24% menjadi US$ 84,5 juta dari sebelumnya US$ 68,03 juta.

Sekretaris Perusahaan Sritex Welly Salam menjelaskan, penurunan dividen perusahaan dilakukan demi meningkatkan likuiditas. “Kami berusaha untuk mengurangi utang untuk menjaga leverage,” ujar dia, Selasa (18/6).

Setelah sebelumnya gencar berekspansi, Sritex saat ini memang tengah menghela napas sejenak untuk mengubah profil utangnya. Emiten tekstil ini telah melakukan beberapa cara, seperti refinancing dan pembelian kembali (buyback) obligasi.

Hasilnya, rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) Sritexx per 2018 turun menjadi 1,64 kali, dari sebelumya sebesar 1,69 kali. Meski turun, namun level ini masih dekat dengan batas maksimum perusahaan, yakni sebesar 2 kali.

Tahun ini, Sritex menargetkan pertumbuhan penjualan 10%–15%. Target ini lebih kecil dibanding realisasi pertumbuhan tahun lalu sebesar 36%.

Menurut Welly, pertumbuhan 2018 merupakan efek dari terkonsolidasinya kinerja dua perusahaan yang sempat diakuisisi. "Tahun ini kembali normal karena tidak ada akuisisi," terang dia.

GIAA | GARUDA PERKUAT KERJA SAMA "CODESHARE" PENERBANGAN DOMESTIK


IQPlus, (18/06) - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia akan terus meningkatkan kerja sama "codeshare" dengan maskapai global yang menjadi mitranya khususnya untuk penerbangan domestik yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia.

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengatakan dalam hal ini, maskapai mitra bertindak sebagai marketing carrier (maskapai yang memasarkan) dan Garuda Indonesia bertindak sebagai maskapai yang mengoperasikan penerbangan (atau operating carrier).

Kerja sama codeshare dengan maskapai asing tersebut dilaksana pada rute - rute dari ibukota negara (atau kota-kota utama) masing - masing ke Jakarta dengan penerbangan mereka (mereka sebagai operating carrier) dan dari Jakarta ke wilayah domestik lainnya di mana Garuda Indonesia sebagai "operating carrier" atau maskapai yang mengoperasikan penerbangan di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa pelaksanaan codeshare dengan maskapai global merupakan strategi Garuda Indonesia untuk meningkatkan jumlah penumpangnya dan bagian dari peningkatan layanan dengan memberikan semakin banyak pilihan destinasi bagi penumpang.

"Kerja sama codeshare di domestik tersebut juga bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk memperkuat posisi di Jakarta, Surabaya, dan Medan sebagai hub penerbangan domestik, selain Bali dan Makassar. Semua penerbangan di domestik yang menjadi bagian dari kerja sama codeshare dioperasikan oleh Garuda Indonesia," katanya.

Kementerian Perhubungan terhitung sejak 17 Juni 2019 memberikan izin perpanjangan bagi rute domestik Garuda Indonesia untuk menjadi bagian dari codeshare hingga periode musim panas (summer season) mendatang atau Oktober 2019.

Melalui kerja sama codeshare ini, Garuda Indonesia sebagai operating carrier akan menerbangkan penumpang internasional dari maskapai penerbangan global tersebut pada rute domestik yang dilayani Garuda Indonesia. Selanjutnya, pihak maskapai global yang melaksanakan codeshare dengan Garuda Indonesia akan menjadi marketing carrier yang akan menjual dan menawarkan tiket rute domestik Garuda Indonesia kepada para penumpang.

Sebanyak 14 maskapai global yang bekerja sama codeshare dengan Garuda Indonesia tersebut , di antaranya adalah All Nippon Airways, Japan Airlines, Etihad Airways, KLM Royal Dutch Airlines, Vietnam Airlines, Saudi Arabian Airlines, Malaysia Airlines, China Airlines, Bangkok Airways, Turkish Airlines, Oman Air, Air Europa Lineas Aereas, serta Aeromexico.

Melalui kerja sama codeshare ini Garuda Indonesia optimistis dapat semakin memperkuat jaringan rute penerbangan Garuda Indonesia khususnya di rute penerbangan domestik dan internasional, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan kunjungan penumpang internasional ke Indonesia untuk mendukung potensi pariwisata nasional. (end)

Analisa Saham WTON, JSMR dan EXCL

Analisa Saham WTON, JSMR dan EXCL


Mirae Asset Sekuritas Indonesia Technical Insight
June 19, 2019
(tasrul@miraeasset.co.id)

IHSG Daily, 6,257(+1.08%), consolidation. Test Resistance at 6,205 – 6,294. indikator MFI optimized akan menguji support trendline. dan indicator RSI  optimized cenderung naik. Sementara pada periode weekly ,indikator MFI optimized  dan indikator RSI optimized  masih cenerung naik. Daily resistance terdekat di 6,294 dan support di 6,205. Cut loss level di 6,200.

WTON Weekly  550 (-0.90%), trading buy, trading range 540 – 570 . Indikator MFI optimized dan indicator RSI optimized masih terlihat. Weekly support  530 dan resistance di 580. Cut loss level di 520.

JSMR Daily, 5,700 (+0.44%), trading buy, trading range 5,600 – 5,850. Indikator MFI optimized dan W%R optimized akan menguji support trendline. Daily support  di 5,600 sementara itu daily resistance  di  5,850. Cut loss level di 5,575.

EXCL  Daily , 2,910(+2.11%), trading buy, trading range 2,830 – 2,290. Indikator MFI optimized dan indkator RSI optimized masih cenderung naik. Perkiraan daily support di 2,830 dan daily resistance di 2,990. Cut loss level di 2,790.

Analisa Saham ASII, MNCN dan PGAS

Analisa Saham ASII, MNCN dan PGAS


1. PT Astra International Tbk (ASII)

Indikator moving average convergance divergence (MACD) masih bergerak naik. Sementara, stochastic sedang turun lagi di posisi 73. Adapun candle di antara garis atas dan garis tengah bolinger band

Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 7.250
Resistance: Rp 7.700

Kiswoyo Adi Joe, Narada Asset Manajemen

2. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

Terlihat limited upside untuk menguji resistance moving average (MA) 5 sebelum kembali make lower low untuk menguji support MA 50, sekaligus reversal fase bullish menjadi bearish.

Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 1.000
Resistance: Rp 1.150

Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas

3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Muncul inverted hammer candle dengan stochastic golden cross dan volume perdagangan meningkat. Namun moving average (MA) 20 nampak death cross.

Rekomendasi: Buy
Support: Rp 1.900
Resistance: Rp 2.020

Achmad Yaki, BCA Sekuritas

Rekomendasi Saham Reliance Sekuritas | 19 Juni 2019


Ipotnews - Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini berpeluang untuk melanjutkan proses kenaikan dalam kurun jangka pendek, setelah kemarin ditutup menguat 1,08 persen ke level 6.257.
Menurut analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, penguatan IHSG secara teknikal cenderung untuk kembali menguji level resisten Moving Average 50 hari (MA-50) yang berada di posisi 6.278, setelah berhasil menutup gap dan mendekati level support MA-200.
"Indikator stochastic mulai berada pada area jenuh jual dengan RSI yang terkonsolidasi membuka peluang penguatan secara teknikal dalam jangka pendek untuk kembali menguji resisten MA-50 dengan support-resisten berada di level 6.210-6.278," kata Lanjar, di Jakarta, Rabu (19/6).
Dia menyebutkan, pada perdagangan kemarin bursa saham Asia bergerak variatif, tercermin dari penutupan indeks Nikkei yang melemah 0,72 persen, namun penguatan terjadi pada indeks Hang Seng (+1 persen) dan Shanghai (+0,35 persen).
 Nah , di tengah peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini, Lanjar menyodorkan tujuh saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni:
1. PT Bisi International Tbk (BISI)
2. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
3. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
4. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN)
5. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
6. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)
7. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Rekomendasi Saham Indosurya Bersinar Sekuritas | 19 Juni 2019


Ipottnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini tetap berpeluang melanjutkan proses penguatan, setelah kemarin mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,08 persen ke level 6.257.
"Pola pergerakan IHSG masih terlihat kuat. Jika terjadi koreksi wajar bisa dimanfaatkan oleh investor untuk mengakumulasi pembelian, terutama investor jangka menengah dan panjang," kata analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, di Jakarta, Rabu (19/6).
Sepanjang perdagangan kemarin, pergerakan IHSG mampu bermain di teritori positif dan berakhir menguat hingga 1,08 persen ke level 6.257. Kenaikan IHSG ditopang oleh penguatan indeks sektor properti (+3,38 persen) dan keuangan (+1,41 persen). Investor asing tercatat  net buy  Rp383,43 miliar.
"Laju  capital inflow  juga tersinyalir masih akan dapat terjadi hingga beberapa waktu mendatang. Hari ini potensi kenaikan masih terlihat pada IHSG ," ucap William.
Lebih lanjut William menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.123, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.336.
Dengan demikian, jelas dia, adanya potensi kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini bisa direspons pelaku pasar dengan mengakumulasi sembilan saham berikut:
1. PT Astra International Tbk (ASII)
2. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
4. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
5. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
6. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
7. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
8. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
9. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas | 19 Juni 2019

(Baca juga: Cara Buy On Breakout)

Prediksi IHSG :
Selain dari faktor diatas, pelaku pasar akan menyikapi rapat FOMC yang digelar pada 20 Juni dengan menantikan hasil dari pertemuan tersebut. Namun, jelang rapat FOMC saham AS pada Selesa di tutup menguat.Membaiknya pasar saham utama dunia ini, dapat mendukung positif pasar global serta dapat mendukung IHSG ke zona hijau hari ini.

Perspektif tenikal
Support Level :    6216/6174/6154
Resistance Level :   6278/6299/6340
Major Trend : Up
Minor Trend : Up
Pattern : Up to down

TRADING IDEAS :
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

TLKM: Trading Buy
• Close 3980, TP 4020
• Boleh buy di level 3920-3980
• Resistance di 4020 & support di 3920
• Waspadai jika tembus di 3920
• Batasi resiko di 3900

ASII: Trading Buy
• Close 7500, TP 7625
• Boleh buy di level  7425-7500
• Resistance di 7525 & support di 7425
• Waspadai jika tembus di 7425
• Batasi resiko di 7375

BBNI : Trading Buy
• Close 8725, TP 8825
• Boleh buy di level  8525-8725
• Resistance di 8825 & support di 8525
• Waspadai jika tembus di 8525
• Batasi resiko di 8475

CTRA:  Trading Buy
• Close 1095, TP 1120
• Boleh buy di level  1045-1095
• Resistance di 1120 & support di 1045
• Waspadai jika tembus di 1045
• Batasi resiko di 1030

SMRA:  Trading Buy
• Close 1225, TP 1255
• Boleh buy di level  1175-1225
• Resistance di 1255 & support di 1175
• Waspadai jika tembus di 1175
• Batasi resiko di 1160

ERAA:  Trading Buy
• Close 1355, TP 1380
• Boleh buy di level  1325-1355
• Resistance di 1380 & support di 1325
• Waspadai jika tembus di 1325
• Batasi resiko di 1315

Ket.  TP : Target Price

WATCHING ON SCREEN;
INDF, KLBF, PTPP, WSKT, BBCA, BBTN, 

Valbury Sekuritas

Analisa Saham GIAA, LPPF dan TINS

Analisa Saham GIAA, LPPF dan TINS


1. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Daily (Rp400) (RoE: 3,19%; PER: 9,82x; EPS: 45,00; PBV: 0,31x; Beta: 0,67). Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah  bollinger  dan terlihat pola  bullish inverted hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp338-402, dengan target harga secara bertahap di level Rp408, 414, 442, 470 dan 498. Support: Rp386.

2. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), Daily (Rp3.330) (RoE: 30,20%; PER: 17,30x; EPS: 196,56; PBV: 5,26x; Beta: 1,35). Terlihat pola  bullish spinning top candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp3.290-3.340, dengan target harga secara bertahap di level Rp3.500 dan 3.650. Support: Rp3.230.

3. PT Timah Tbk (TINS), Daily (Rp1.110) (RoE: 8,15%; PER: 15,46x; EPS: 71,81; PBV: 1,27x; Beta: 1,56). Terlihat pola  hammer candle  yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp1.080-1.120, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.240, 1.560 dan 1.875. Support: Rp1.000.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Analisa Saham AKAR, BDMN dan ELSA

Analisa Saham AKAR, BDMN dan ELSA


1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Daily (Rp4.240) (RoE: 7,82%; PER: 20,99x; EPS: 201,56; PBV: 1,65x; Beta: 0,8). Indikator MACD membentuk pola  golden cross  di area negatif sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp4.220-4.250, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.310, 4.550 dan 4.800. Support: Rp4.200 dan 4.120.

2. PT Bank Danamon Tbk (BDMN), Daily (Rp4.110) (RoE: 8,84%; PER: 10,46x; EPS: 392,88; PBV: 0,92x; Beta: 2,1). Indikator MACD membentuk pola  golden cross  di area negatif dan indikator RSI menunjukkan  oversold  sehingga peluang terjadinya  rebound  terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp4.100-4.120, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.290, 4.570 dan 4.800. Support: Rp4.000.

3. PT Elnusa Tbk (ELSA), Daily (Rp350) (RoE: 8,84%; PER: 8,42x; EPS: 41,56; PBV: 0,74x; Beta: 0,48). Pergerakan harga berhasil menguji garis MA-20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi Beli" pada kisaran Rp346-352, dengan target harga secara bertahap di level Rp362, 378, 416 dan 454. Support: Rp340, 330 dan 320.

PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama

Bandarmologi Saham BBRI, PWON, TLKM, CTRA dan BBTN

Bandarmologi Saham BBRI, PWON, TLKM, CTRA dan BBTN


Wednesday (19/06/2019) New Early BIRD Technical & Bandarmology Prespectives (Dr Cand., Edwin Sebayang, CSA®., CIB®-MNC Sekuritas)

IDX Composite 6,212 - 6,305
SUMMARY: STRONG BUY

11 TECHNICAL INDICATORS:
RSI (14): NEUTRAL
STOCH (9,6): BUY
MACD(12,26): SELL
ATR (14): LESS VOLATILITY
ADX (14): NEUTRAL
CCI (14): BUY
HIGHS/LOW (14): BUY
VO: BUY
ROC: BUY
WILLIAMS R: OVERBOUGHT
BULLBEAR (13): BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER  ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION


STOCKS PICK:

BBRI 4,180 - 4,300
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


PWON 705 - 790
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


TLKM 3,880 - 4,040
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


CTRA 1,025 - 1,140
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): DISTRIBUTION


BBTN 2,570 - 2,740
TECHNICAL INDICATORS: STRONG BUY

BANDARMOLOGY:
TOP 5 BROKER ACCUMULATED
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION

NET BUY SELL ASING:
PERIODE (10 DAYS): ACCUMULATION (Dr Cand. ES, CSA®., CIB®-MNCSek/Disc On) For more info www.mncsekuritas.id

Rekomendasi Saham TemanTrader | 19 Juni 2019


Harapan akan adanya pemangkasan suku bunga dari Bank Indonesia dalam pertemuan besok membuat sektor PROPERTY naik kencang hingga +3.37% disusul oleh FINANCE +1.4%. Selain itu kembali masuknya investor asing kemarin dengan total net buy + 383 milyar membuat saham saham dalam LQ45 naik lebih tinggi dari composite di level +1.46%. Sektor FINANCE menjadi incaran dengan total net buy +450 milyar disusul oleh INFRA+42 milyar dan PROPERTY +39 milyar.

Hari ini index akan coba lakukan lanjutkan penguatan kembali apalagi ditopang kondisi candle sudah berada diatas EMA7 6228  dan MA20 6097 sebagai tanda lanjutan short term uptrend. Target penguatan ke level 6263-6296.

Tone dan Manner perdagangan hari ini  : Sentimen Penurunan Suku Bunga Dorong Sektor Property Naik +3% dan IHSG Lunasi Candle Hari Senin
Potensi Pergerakan Index : 6215 – 6298

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini :

Swing Trade/Trend Following :  BHIT BMTR JTPE KBLI MDLN MIKA MNCN POOL PRDA SURE WOOD ZINC  (cross over MA20 kemarin)

Fast Trade  :  SMBR MNCN BMTR DILD CTRA BHIT JTPE MDLN PWON SMRA WEGE CENT DMAS BSDE KLBF SSIA BNGA TDPM DEAL PTPP BKSL KBLI BEST BBNI BBTN BJBR       ( hanya berlaku hari ini)

TemanTrader

Analisa Saham BDMN dan BBRI

Analisa Saham BDMN dan BBRI

(Baca juga: Akumulasi pada Saham)

BDMN
Pada weekly chart, BDMN terlihat mulai memasuki area Support jangka panjang di kisaran 4100-3500. Harga telah turun cukup jauh dari puncak tertinggi Rp 10000 di bulan April, RSI pun telah memasuki area Oversold. Saran terbaik : cicil beli.

Rekomendasi
Buy On Weakness,
Entry Level:    4100-3500;
Target: 5500-6000;
Stoploss :   3300

BBRI
Dari pola Parallel Channel uptrend (hijau) yang telah dijebol ke bawah sesungguhnya BBRI punya Target turun ke level 3500. Saat ini entah tengah berusaha naik kembali ke dalam channel tsb atau malah kembali uji Support 4120 / 3950 sekaligus tutup gap di kedua titik tersebut. Buyback area yang disarankan : 3700-3500. 

Rekomendasi
Sell On Strength, 
Exit Level: 4200;
Target: 4120/3950;
Stoploss:   4400

Henan Putihrai Sekuritas

Analisa Saham DEAL, RISE, UNTR dan YELO

Analisa Saham DEAL, RISE, UNTR dan YELO

(Baca juga: Pola Distribusi Saham)

DEAL membentuk golden cross MA5 dan MA20 (bagian dilingkari) yang menjadi sinyal awal penguatan.
Rekomendasi: buy 900 s/d 915, TP 1000, stop loss <815 .="" p="">
RISE mencapai resistance uptrend yang ditunjukkan dengan trend line, dengan demikian berpotensi koreksi. Namun selama koreksi tersebut masih terbatas di atas 575 maka masih dapat dibeli.
Rekomendasi: buy and hold >575, TP 700 s/d 800.

UNTR menguji resistance pada 28000. Bagi yang sudah membeli, disarankan take profit karena secara teknikal saham ini masih bergerak mendatar.
Rekomendasi: sell on strength 28000.

YELO kembali menguji resistance MA60 pada 248. Jika penguatan berlanjut maka target berikutnya pada 268.
Rekomendasi: buy on breakout 248, TP 268 s/d 280, stop loss <212 .="" p="">
Panin Sekuritas

Analisa Saham ERAA, PWON dan ASII

Analisa Saham ERAA, PWON dan ASII


ERAA (Buy) : Target kenaikan harga pada level 1.380 kemudian 1.450 dengan support di level 1.260, cut loss jika break 1.200.

PWON (Buy) : Target kenaikan harga pada level 720 kemudian 730 dengan support di level 700, cut loss jika break 690.

ASII (Buy on Weakness) : Target harga beli pada level 7.325 dengan resist di level 7.425 kemudian 7.475.

Full report bisa diakses di : https://r.ipot.id/?g=r/t/3c7jt0