google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Headline Berita Saham Hari Ini, 25 Oktober 2016 Langsung ke konten utama

Headline Berita Saham Hari Ini, 25 Oktober 2016


Headline Berita Saham Hari Ini, 25 Oktober 2016


SMBR memangkas target penjualan semen (Kontan)
SMBR pesimistis bisa mencapai target penjualan semen tahun ini. SMBR lantas merevisi target penjualan yang awalnya mencapai 1.7mn ton.

Tahun ini, TBIG siap bangun 2,000 menara (Kontan)
TBIG berencana membangun 2,000 menara hingga akhir tahun ini. Penambahan menara ini merupakan strategi pertumbuhan organik.

Akhir 2016, LDR bank bakal capai 82% (Investor Daily)
Pada akhir tahun, OJK memperkirakan akan masuk dana repatriasi tax amnesty sebesar IDR140tr yang berpotensi menurunkan LDR ke angka 82%.


TBIG siap buyback saham IDR1.5tr (Investor Daily)
Buyback hingga 236 juta saham ini berlaku selama 18 bulan sejak 25 Oktober 2016 hingga 25 April 2018.

2017, TELE targetkan pendapatan IDR30tr (Investor Daily)
Pertumbuhan double digit juga diharapkan terjadi pada laba bersih 2017.
80 ribu sapi bakalan impor masuk kuartal ini (Media Indonesia)
Jumlah tersebut merupakan bagian dari kuota impor kuartal 4-2016 yang tersisa sebanyak 150 ribu ekor.

Laba bersih BBTN melesat 32.6% (Media Indonesia)
BBTN mencatatkan laba bersih IDR1.6tr pada 3Q16. Dengan capaian itu, BBTN optimistis target laba IDR2.4tr pada tahun ini akan terpenuhi.

(Bisnis Indonesia)
Lahan industri: DMAS raih permintaan 100 hektar
Kontrak baru: ACST kejar IDR1tr
Kinerja keuangan 2016: ADHI pangkas target

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...