google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Headline Berita Saham Hari Ini, 31 Oktober 2016 Langsung ke konten utama

Headline Berita Saham Hari Ini, 31 Oktober 2016


Headline Berita Saham Hari Ini, 31 Oktober 2016


Indomobil grup mencari pinjaman USD100 juta (Investor Daily)
PT Indomobil Finance Indonesia, salah satu anak perusahaan PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) mencari pinjaman sindikasi sebesar USD100 juta. CTBC Bank, Mizuho, OCBC, dan Sumitomo Mitsui Banking Corp bertindak sebagai lead arrangers dan bookrunners untuk pinjaman sindikasi ini.

Telkom akan meluncurkan satelit (Investor Daily)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan meluncurkan satelit Telkom 3S Februari 2017. Satelit ini memiliki nilai sebesar USD200mn - USD250mn.

Acset memperkokoh bisnis pondasi (Kontan)
PT Acset Indonusa Tbk ingin memperkokoh kontribusi sektor pondasi, dengan membentuk anak usaha baru.

Tahun depan MPMX bikin lini bisnis baru (Kontan)
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk menargetkan pertumbuhan pendapatan 10% di tahun 2017 atau sama dengan target tahun ini.

Laba bersih BNGA melonjak 390% yoy (Media Indonesia)
Laba bersih PT Bank Cimb Niaga melonjak 390% yoy menjadi IDR1.3tr pada 9M16. CASA tumbuh 6.1%yoy menjadi IDR93.9tr, sedangkan tabungan tumbuh 11% menjadi IDR48.12tr.

(Bisnis Indonesia)
Kepemilikan saham: Sojitz akuisisi DMAS
Belanja modal 2017: MPMX anggarkan IDR700miliar
Permintaan lemah: inflasi diprediksi masih rendah
Kemampuan anggaran: utang hambat perekonomian

(Kompas)
Pemerintah mematok target pajak nonmigas 2017 sebesar IDR1.271,7tr, atau naik 15% dibanding realisasi 2016

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Saham FPNI | Ini strategi Lotte Chemical untuk kejar target penjualan di akhir tahun

Perusahaan petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 10% sepanjang tahun 2019. Jelang tutup tahun ini, Bambang Budihardja, Corporate Secretary PT Lotte Chemical Titan Tbk menyebut saat ini kondisi pasar kurang kondusif jika dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, FPNI mengaku sedikit lebih konservatif dalam hal pencapaian target tersebut. Ia bilang, situasi supply dan demand di regional menyebabkan kondisi margin spread yang semakin menipis. Margin spread merupakan selisih harga jual dengan biaya bahan baku utama. "Kondisi ini pada akhirnya sedikit banyak melemahkan usaha-usaha untuk mencapai target tersebut," katanya, Minggu (20/10). Apabila melihat laporan keuangan semester I-2019, pendapatan bersih FPNI juga menurun. FPNI mengantongi pendapatan sebesar US$ 171,69 juta atau menyusut 15,35% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 202,83 juta. Pendapatan dari hasil penjualan pasar domestik masih menjadi ...

Cara Membaca Indikator Stochastic Oscillator dengan 3 Metode

Keberadaan stochastic telah sedikit disinggung sebagai indikator oscillator yang mampu menunjukkan kondisi jenuh harga. Dulunya, banyak trader mengetahui cara membaca indikator Stochastic hanya untuk penerapan praktis. Namun sebenarnya, Stochastic terdiri dari berbagai macam komponen dan memiliki lebih dari satu manfaat. Untuk mengungkapnya, kita akan mempelajari 3 cara membaca indikator Stochastic berikut. Baca juga: Memahami arti LOT dalam Investasi Saham 1. Cara Membaca Indikator Stochastic Sebagai Penanda Overbought Oversold Cara membaca indikator Stochastic menurut fungsi ini adalah yang paling mudah. Pada dasarnya, indikator ciptaan George Lane ini memiliki dua level ekstrim, yakni 80 dan 20. Masing-masing level tersebut berperan sebagai batas overbought dan oversold. Indikator Stochastic menunjukkan kondisi overbought ketika grafik berada di atas level 80. Sementara itu, cara membaca indikator Stochastic untuk mengenali oversold adalah dengan memperhatikan grafik yang sudah turu...

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) Optimis Dengan Kinerja

Kuartal IV/2018, Dharma Samudera (DSFI) Optimistis Kinerja Bakal Membaik Emiten perikanan PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk. (DSFI) meyakini kinerja perseroan akan membaik mulai Oktober 2018 seiring dengan peluang bertambahnya bahan baku. Direktur Independen DSFI Saut Marbun menuturkan, mulai Oktober 2018 kinerja perseroan berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya bahan baku produk perikanan. Kondisi cuaca diperkirakan lebih baik sehingga nelayan semakin sering melaut. "Mulai September biasanya ombak tidak terlalu tinggi, kemudian Oktober semakin terasa pasokan bahan baku dari laut semakin banyak. Harganya juga semakin murah," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, belum lama ini. Selain itu, permintaan produk perikanan pada Oktober mengalami peningkatan karena pelanggan perusahaan ingin melakukan penyetokan menjelang Natal. DSFI memang mengandalkan 95% penjualan ke pasar ekspor, dengan wilayah tujuan utama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Sampai ak...