google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Info Emiten : JPFA, 2 Maret 2017 Langsung ke konten utama

Info Emiten : JPFA, 2 Maret 2017

LABA JAPFA COMFEED DI 2016 MELONJAK TAJAM JADI Rp2,06 TRILIUN

IQPlus, (02/03) -  PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) meraih kenaikan tajam laba bersih menjadi Rp2,06 triliun hingga periode 31 Desember 2016 dibandingkan laba bersih Rp468,23 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan Rabu malam menyebutkan, penjualan bersih naik menjadi Rp27,06 triliun dibandingkan penjualan bersih Rp25,02 triliun dan beban pokok tercatat Rp21,58 triliun dari beban pokok Rp21,02 triliun.

Laba kotor diraih Rp5,47 triliun naik dari laba kotor Rp3,99 triliun dan beban usaha naik menjadi Rp2,55 triliun dari beban usaha Rp2,26 triliun tahun sebelumnya. Laba usaha tercatat sebesar Rp2,92 triliun naik dari laba usaha Rp1,72 triliun hingga Desember 2015.

Beban lain-lain turun tajam menjadi Rp154,32 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya yang Rp1,03 triliun terutama karena laba kurs yang diraih Rp10,74 miliar dari rugi kurs Rp479,02 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak naik jadi Rp2,76 triliun dari laba sebelum pajak Rp697,67 miliar hingga Desember 2015. Total aset hingga 31 Desember 2016 mencapai Rp19,25 triliun naik dari total aset Rp17,15 triliun hingga 31 Desember 2015. (end)

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

Saham BEST | BEKASI FAJAR RAIH KREDIT DARI NOMURA SPECIAL INVESTMENTS

IQPlus, (10/12) - PT Bekasi Fajar Industrial Tbk (BEST) telah menandatangani Credit Facility Agreement atas fasilitas pinjaman sebesar 3,9 miliar yen dengan Nomura Special Investments Singapore Pte Ltd selaku original lender. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan, jangka waktu pinjaman adalah 60 bulan sejak tanggal penandatanganan yakni 6 Desember 2019. Periode penarikan sejajk tanggal penandatanganan perjanjian kredit JPY sampai dengan 31 Maret 2020 dengan bunga 2%  TIBOR 3 bulan per tahun dimana dana itu digunakan untuk membayar kembali fasilitas JPY yang ada dan sisanya digunakan membayar cadangan bunga, biaya yang timbul dari perjanjian kredit JPY, penggantian pembelian tanah serta membiayai infrastruktur terkait tanah. (end)