google-site-verification=zsLknblUv9MPpbGfVx9l3sfhCtAjcEQGFzXwTpBAmUo Analisa Fundamental Saham | SMBR | TELE | KBLI | INDY | CEKA | 29 Juli 2017 Langsung ke konten utama

Analisa Fundamental Saham | SMBR | TELE | KBLI | INDY | CEKA | 29 Juli 2017

1. SMBR : Secara operasional, revenue sih stabil tapi NPM menurun, nunjukkin performa pengelolaan biaya kurang baik.ROE ROA jg kecil, tingkat hutang sih cukup lumayan. Tapi harga sahamnya mahal bgt dgn PBV 9.94. Tidak disarankan utk value investing

2. TELE secara profitability cukup stabil di revenue, NPM nya kecil tapi stabil. Tpi di ROE nya bagus. Sayang hutangnya lumayan dan harga sahamnya dgn PBV 2.77 itu lumayan tinggi. Tidak disarankan utk value investing, masuk utk trading masih bisa

3. KBLI dengan performa profitabilitynya yang terus meningkat, serta ROE 18%, menunjukkan perusahaan ini cukup baik dalam mendapatkan profit. Hutang pun sedikit seeta PBV 1.34 menunjukkan harga nya masih bisa utk kolek saham ini buat value investing

4. INDY : Secara profitability, kurang baik dalam 2013 sd 2016  . Di q1 2017 sih ada peningkatan, ROE nya jg lumayan. harga sahamnya dgn pbv 0.45 sih termasuk murah, sayang DER nya tinggi, hutangnya banyak. Spekulasi utk value investing masih memungkinkan

5. CEKA secara profitability, kurang baik di q1 2017 dimana NPM nya menurun. ROE 15% cukup baik, rasio hutang nya rendah, serta harga sahamnya jg cukup oke di PBV 0.95.

Joe de Britto | TemanTrader

Komentar

Saham Online di Facebook

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca Candlestick Saham

Cara membaca candlestick saham sebenarnya cukup mudah dan tidak perlu banyak menghafal. Anda cukup memahaminya saja secara garis besar, maka akan sukses membaca candlestick saham.  Di grafik atau chart saham, kita menemui puluhan pola saham yang berbeda. Di sana ada  Three Black Crows, Concealing Baby Swallow, Unique Three River Bottom dan lain sebagainya. Jika anda harus menghafalkannya, maka akan membutuhkan tenaga yang banyak. Maka dengan artikel ini harapannya Anda mampu cara memahami atau membaca candlestick saham dengan mudah. Dasar-dasar dalam Membaca Candlestick Saham Buyer Versus Seller Sebelum kita mulai mendalami elemen-elemen penting untuk analisa candlestick, kita harus punya cara pandang yang benar terlebih dulu. Anggap saja pergerakan harga itu terjadi karena perang antara Buyer dan Seller. Setiap candlestick adalah suatu pertempuran selama masa perang, dan keempat elemen candlestick menceritakan siapa yang unggul, siapa yang mundur, siapa memeg...

Apa itu Saham ? Pengertian, Contoh, Jenis, Keuntungan, Resiko

Apa itu Saham? Saham adalah jenis surat berharga yang menandakan kepemilikan secara proporsional dalam sebuah perusahaan penerbitnya. Saham kadang disebut ekuitas. Saham memberikan hak kepada pemegang saham atas proporsi aset dan pendapatan perusahaan.  Saham pada umumnya  dijual dan dibeli di bursa saham . Akan tetapi saham juga dijual secara pribadi. Transaksi saham harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang dimaksudkan untuk melindungi investor dari praktik penipuan.  Secara historis, investasi saham telah mengungguli sebagian besar investasi lainnya dalam jangka panjang. Investasi saham dapat dilakukan melalui broker saham online atau sekuritas saham yang terdaftar di lembaga yang mengaturnya di sebuah negara.  Sebuah perusahaan terbuka menerbitkan / menjual saham dalam rangka mengumpulkan dana untuk menjalankan bisnisnya. Pemegang saham, ibaratnya telah membeli secuil perusahaan dan memiliki hak atas sebagian aset dan pendapatannya. Dengan...

Saham BEST | BEKASI FAJAR RAIH KREDIT DARI NOMURA SPECIAL INVESTMENTS

IQPlus, (10/12) - PT Bekasi Fajar Industrial Tbk (BEST) telah menandatangani Credit Facility Agreement atas fasilitas pinjaman sebesar 3,9 miliar yen dengan Nomura Special Investments Singapore Pte Ltd selaku original lender. Menurut keterangan perseroan Senin disebutkan, jangka waktu pinjaman adalah 60 bulan sejak tanggal penandatanganan yakni 6 Desember 2019. Periode penarikan sejajk tanggal penandatanganan perjanjian kredit JPY sampai dengan 31 Maret 2020 dengan bunga 2%  TIBOR 3 bulan per tahun dimana dana itu digunakan untuk membayar kembali fasilitas JPY yang ada dan sisanya digunakan membayar cadangan bunga, biaya yang timbul dari perjanjian kredit JPY, penggantian pembelian tanah serta membiayai infrastruktur terkait tanah. (end)